Anda di halaman 1dari 8

TUGAS 1

INVERS SUATU MATRIKS


SUBMATERI DETERMINAN SUATU MATRIKS BERORDO
2 x 2 DAN BERORDO 3 x 3
SIFAT SIFAT DETERMINAN MATRIK
MENENTUKAN INVERS MATRIKS BERORDO 2 x 2

KELOMPOK : 3
ADE RIYANI (F04112047)
SONDANG .B. SIDABUTAR(F04112082)
NOVIA ARCITA(F04112065)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2014

INVERS SUATU MATRIKS


1. Determinan suatu matriks
Misalkan A adalah suatu matriks bujursangkar.
Fungsi determinan dinotasikan dengan det dan kita mendefinisikan det ( )
sebagai jumlah dari semua hasil kali elementer bertanda dari A.
det ( ) disebut determinan dari A (determinant of A).
Determinan adalah suatu fungsi khusus yang mengasosiasikan suatu bilangan real
dengan suatu matriks bujur sangkar.
Lambang determinan matriks A adalah det ( ) atau | | .
Lambang | | disini bukanlah lambang nilai mutlak tetapi lambang determinan.
A.Determinan matriks ordo 22
Misalkan matriks berordo 22 adalah
A=[

Pernyataan ad-bc begitu sering muncul dalam matematika sehingga mendapat


sebutan determinan dari matriks A atau dinyatakan det( ) atau ditulis:
det[

]=ad-bc

Agar tidak terlalu rumit dalam mengingat pernyataan ini,diberikan alat bantu daya
ingat yaitu dengan cara mengalikan entri-entri dengan arah panah ke kanan dan
mengurangkannya dengan hasil perkalian dari entri-entri dengan arah panah
kekiri.
Contoh:
Hitunglah determinan dari:
A=[

Penyelesaian:
Dengan menggunakan metode yang diatas maka diperoleh:

det( )=(3)(-2) (1)(4)


=(-6) (4)
= -10

B.Determinan matriks ordo 33


B=[

det[

]=[

=aei+bfg+cdh-ceg-afh-bdi

Rumus diatas diperoleh dengan menyalin kembali kolom pertama dan kedua
sebagaimana di perlihatkan pada penulisan di atas.Selanjutnya determinan
dihitung dengan menjumlahkan hasilkali-hasilkali pada panah yang mengarah ke
kanan dan mengurangkannya dengan hasilkali-hasilkali pada panah yang
mengarah ke kiri.
Contoh soal:
Hitunglah determinan dari:
]

B=[
Penyelesaian:

Dengan rumus yang sudah ditulis di atas maka diperoleh:


det( )=[

=1.5.9+2.6.7+3.(-4)(-8)-7.5.3 - (-8).6.1 9.(-4).2


=45 + 84 + 96 105 - (-48 )- (-72)
=240
Catatan:Metode diatas tidak dapat di gunakan untuk menghitung determinan dari
matriks 4 4 atau matriks yang lebih besar.

C.Sifat-Sifat Determinan Matriks


Adapun sifat-sifat determinan matriks adalah:
Teorema 1 :
Misalkan A,B,dan C adalah matriks-matriks
yang berbeda hanya pada satu
baris , misalnya baris ke r dan asumsikan bahwa baris ke-r dari C dapat di peroleh
dengan menjumlahkan entri-entri yang bersesuaian pada baris ke-r dari A dan B
maka :
det(C) = det (A) + det (B)
Hasil yang sama berlaku untuk kolom.

Contoh Soal :

Tentukan det (C) jika diketahui :


[

Penyelesaian :
det (A) = [

= (1.0.7) + (7.3.1) + (5.2.4) (5.0.1) (1.3.4) (7.2.7)


= 0 + 21 + 40 0 12 98
= - 49
det (B) = [

= (1.0.(-1)) + (7.3.0) + (5.2.1) (5.0.0) (1.3.1) (7.2.(-1))


= 0 + 0 + 10 0 3 (-14)
= 21
Maka , det (C) = det (A) + det (B)

= det [

] + det [

= det [

= det [

Teorema 2
Jika B adalah suatu matriks
maka :

dan E adalah suatu matriks elementer

det (EB) = det (E) det (B)


Teorema 3
Suatu Matriks bujur sangkar A dapat dibalik,jika dan hanya jika

Contoh Soal :
Jika A = [

],

maka det(A) = [

= (1.0.6) + (2.1.2) + (3.1.4) (2.0.3) (4.1.1) (6.1.2)


= 0 + 4 + 12 0 4 12
=0
Karena det(A) = 0 maka A tidak dapat dibalik.

( )

Teorema 4
Jika A dan B adalah matriks matriks bujursangkar dengan ukuran yang sama ,
maka
det (AB) = det(A) det(B)
Contoh Soal :
[

Maka:
det (A) = (3.1) (2.1)
= 3-2
=1
det (B) = (-1.8) (5.3)
= -8 15
= -23
det (AB) = (2.14) (3.17)
= 28 51
= -23
Jadi , det (AB) = det (A) det (B)
(-23)

= 1 . (-23)

( -23)

= ( -23)

Jadi,det (AB)=det(A).det(B) sebagaimana dinyatakan teorema 4 diatas.

Teorema 5
Jika A dapat dibalik,maka:

det(

)=

( )

Contoh soal:
A-1 = [

] maka

det(A-1) = (-3/5)(-1/5) (4/5)(2/5)


= 3/25 8/25
= -5/25
= -1/5
karena det(A) = -5 maka berlaku det(A-1) = 1/det(A) = -1/5

2.Pengertian Invers Matriks


Suatu matriks dapat dibalik jika dan hanya jika matriks tersebut adalah matriks
persegi (matriks yang berukuran n x n) dan matriks tersebut non-singular
(determinan 0). Tidak semua matriks memiliki invers. Invers matriks dapat
didefinisikan sebagai berikut.
Definisi :
Jika A adalah suatu matriks kuadrat, dan jika kita dapat mencari matriks B
sehingga AB = BA = I, maka A dikatakan dapat dibalik (invertible) dan B
dinamakan invers dari A.

Menentukan Invers Matriks Berorde 22.


Dengan notasi ini rumus untuk
=

( )

yang diberikan adalah:

Contoh 1 :
Hitung invers matriks berordo 22 berikut A =.[

Penyelesaian :
Jika kita punya matriks 22, misal A = [

], maka invers matriks dapat

dihitung menggunakan rumus


A-1 = B =

( )

=(
=(

]
[

= [
=[

]
]

Cek, apakah AB = BA = I
AB =[
BA =[

][
][

]=[

]=I

]=[

]=I

Karena AB = BA = I, maka berdasarkan Definisi, B adalah invers dari matriks A.