Anda di halaman 1dari 11

Akhlak Salaf

AKHLAK SALAF
Tujuan Penyajian Materi :
1. Untuk memotivasi peserta tarbiyah agar dapat mengikuti
akhlak salaf dalam kehidupan mereka, yang tentunya salaf
adalah contoh kita, dari para sahabat, para tabiin, tabiuttabiin pebfghulunya adalah Rasulullah, jadi sudah jelas
smuber kita, tapi kemudian akhlak Nabi itu m,ampu
diterapkan oleh para sahabt berarti bukan sesuatu yang
mustahil untuk menerapkan akhlak rasulullah.

Dengan materi ini kita memotivasi peserta tarbiyah


agar bersemangat untuk menghidupkan akhlak
salaf, menghias diri mereka dengan akhlak mulia.
2. Agar peserta tarbiyah mengetahui syumuliyah akhlak salaf,
maka dari itu syamil/sempurna sehingga manhaj salaf tidak
hanya mengambil sebagian dari akhlak salaf dan
meningggalkan sebagian yang lain. Jadi akhlak yang
sempurna kiita ambil seluruh akhlak mereka karena ada
sebagian orang lain yang tidak mengambil seluruyhnya. Ada
yang mengambil kerasnya saja tidak ada lembutnya sama
sekali, bagusnya kalau dia seimbang, kalau hanya mengambil
yang kerasnya saja nanti menyerupai khawarij karena yang
mereka ambil hanya dalil-dalil tentang kekerasan, tentang
adzab, orang islam yang melakukan dosa besar kafir dan
masuk neraka. Berbeda dengan Murjiah lembut sekali
pokoknya yang penting ada iman , yang penting beriman
katanya yang penting ada iman, yang penting percaya saja
percaya ada Allah, dosa apapun yang anda lakukan tidakl
akan mengurangi keiomanan anda, iman tetap full, sangat
lembek! Dalilnya semua ayat-ayat dan hadits-hadits sekitar
Allah maha pengampun , Allah maha penyayang, dalil
pelacur memberikan air minum pada anjing masuk syurga
jadi yang seperti ini adalah dalillnya orang Murjiah jadi
contohnya biar anda pelacur hanya memberikan air minum
pada anjing sudah dijamin masuk surga? Gampang sekali!.

Akhlak Salaf

Jadi kita ambil akhlak ini semuanya, sempurna kita


tempatkan pada tempatnya kapan harus keras, kapan harus
lembut, kapan ada toleransi kapan tidak.
3. Agar peserta tarbiyah mengetahui
mendapatkan akhlak yang mulia.

jalan-jalan

untuk

A. MUQADDIMAH
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda
Innamaa buitstu liutammima makaarimaal akhlak (HR. Imam
ahmad), dalam riwayat lain yang menyebutkan bahwa Innama
wulidtu liutammimaa shaalihal akhlak (HR. Imam Ahmad dan
dishahihkan oleh syaikh Al-Albani).
Diantara tujuan diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam dari muqaddimah ini kita perlu menjelaskan urgensi
ahlak dalam islam terkait dengan hadits ini, dari kata
Innamaa dalam bahasa Arab adalah al-ashr melakukan
pendekatan innaml amalu binniyat hanya saja amal tergantung
dari niatnya kalau tidak ada niat tidak ada amal. innama
buitstu
hanya saja aku diutus sesungguhnya aku diutus
hanya untuktidak ada tujuan lain hanya itu tujuannya
innama wulidtu liutammimaa makaarima akhlak hanya untuk
menyempurnakan akhlak yang baik atau akhlak yang mulia
kalau begitu hanya ini tujuan Nabi diutus?. Disinilah perlu
dijelaskan
urgensi akhlak,
bahwa Nabi diutus oleh Allah
dengan berbagai tujuan. Termasuk diantaranya untuk
mengeluarkan manusia dari kesyirikan kepada tauhid, hanya
menyembah kepada Allah subhanahu wataala, dalilnya:
Sesungguhnya telah kami utus pada setiap ummat seorang
Rasul
yang
menyerukan
sembahlah
Allah
saja
dan
tinggalkanlah thogut . Jadi tujuan Nabi diutus adalah ubtuk
mengeluarkan manusia dari kesyirikan kepada tauhid jadi islam
adalah sebuah agama, sebuah aturan, harus menjadi aturan
yang tertinggi didunia mengatur kehidupan seluruh manusia
perjuangan berat, apalagi tujuan lainnya nah itu tadi innamaa

Akhlak Salaf

wulidtu liutammimaa makarimal akhlak dari dalil-dalil itu


minimal ada beberapa dalil yang sudah kita ketahui dan
mungkin ada yang belum kita tahu, kenapa dikatakan
innamaa
= sesungguhnya aku hanya diutus untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia ada tujuan-tujuan
lain yang juga besar disinlah yang menjadi urgensi akhlak
karena begitu pentingnya seakan-akan Cuma ini tujuan Nabi
diutus padahal bukan Cuma ini tujuannya, ini menunjukkan
pentingnya akhlak innamaa wulidtu liutammima makaarimal
akhlak sama kalau kita mengatakan ad-diinun nashihah =
agama adalah nasehat , apakah islam Cuma nasehat isinya?
Tidak!, ada ibadah, ada muamalah, ada nikah, ada zakat, ada
ruju dan ada jihad. Tetapi ini menunjukkan pentingnya nasehat
dalam islam, Nabi mengatakan al-hajju arafah = haji itu
adalah wukuf di Arafah, apakah Cuma wukuf di Arafah rukun haji
? tanpa melaksanakan rukun yang lain tetap sah, tidak sah!
Semua rukun harus terpenuhi tapi nabi mengatakan al-hajju
arafah
seakan-akan Cuma itu saja ibadah haji, ini
menunjukkan pentingnya wukuf di Arafah seperti yang itu
kita jelaskan. Urgensi akhlak terlihat dalam hadits ini dimana
Nabi mempunyai beberapa tujuan besar seakan-akan diutusnya
untuk menyempurnakan akhlak yang mulia ini m,enujukkan
pentingnya akhlak yang mulia.
A.

DEFENISI AKHLAK (tarifu akhlaki)


Secara bahasa
Akhlak adalah as-sabihatu at-tabiatu. Tabiat/sifat
bawaan kita. Artinya tabiat/sifat bawaan, sifat yang
dibawa manusia sejak lahir. Ada orang sabar sudah
seperti itu dia diciptakan tapi ada orang sabar penuh
perjuangan sampai dia bisa jadi orang sabar padahal
sebenarnya cepat sekali marah, tapi karena ditarbiyah
terus sampai akhirnya dia bisa menjadi orang sabar jadi
awalnya memang butuh perjuangan beda dengan yang
bawaan karena sifat dasarnya sudah begitu sejak
diciptakan.

Akhlak Salaf

Secara istilah
Akhlak adalah haalun linafsi dayatun.. keadaan
jiwa yang membawa atau mengajak jiwa itu kepada
perbuatan-perbuatannya tanpa dia menimbangnya dan
memikirkannya terlebih dahulu. Jadi keadaan jiwa
seseorang yang mana keadaan jiwa itu membuat
seseorang mampu melakukan sesuatu perbuatanperbuatan secara spontan, contoh : ada seseorang suka
bersedekah tapi masih kadang ragu, karena terlalu
banyak pertimbangan. Tetapi karena dia mengharapkan
pahala akhirnya dia bersedekah, ini belum dikatakan
akhlak karena masih berat atau dia berfikir dulu sebelum
melakukannya, ada orang yang bersedekah memang
menjadi akhlaknya dia tidak berfikir lagi untuk
mengeluarkannya karena sedekah sudah menjadi
akhlaknya. Ada orang yang dimintai tolong berfikir-fikir
dahulu, alasannya bermacam-macam tapi akhirnya dia
putuskan untuk menolong supaya mendapatkan pahala,
nah itu belum menjadi akhlak. Kapan dia menjadi akhlak?
Adalah kalau dia dilakukan secara spontan begitu orang
meminta tolong langsung dia Bantu bahkan sebelum
orang meminta tolong dia sudah menolong orang, jadi
menolong itu sudah menjadi akhlaknya. Sabar misalnya
ada orang yang dia latih betul-betul jiwanya supaya bisa
bersabar dan dia mau sekali marah sampai pusing
kepalanya, merah matanya dan dia tahan betul dan
kadang-kadang dia menggit bibirnya atau dia hantam
tembok, daripada dia hantam orang, dia bersabar tapi
butuh perjuangan untuk bisa bersabar dan itu belum
menjadi akhlak, kapan menjadi akhlak adalah kalau
keadaannya spontan kalau dia diganggu, betul sakit
hatinya tapi dia bisa langsung bersabar maka itu sudah
menjadi akhlak.
Jadi akhlak adalah keadaaan yang membuat kita
melaksanakan suatu perbuatan secara spontan, kita tidak

Akhlak Salaf

berfikir lagi karena memang itu sudah menjadi ghiroh kita


ini bentuk latihan bagi yang belum memilikinya. Ada
yang jibilli (sudah begitu memang dia diciptakan) sifat
itu sudah ada sejak dia ada dalam rahim ibunya jadi
memang sifat bawaanya begitu dan kalau dia adalah
orang sabar memang susah marah ada orang kadangkadang biar diganggu tidak marah karena memang susah
marah itu hakekat jibilli jadi begitulah Allah ciptakan
dia, dia keluar dari rahim ibunya dengan keadaan yang
seperti itu ada yang mutadatun fil adabi wat-tadarribi
ada akhlak yang mutadat diambil, dicari, direbut,
pembiasaan dan latihan, dia membiasakan dirinya, dia
latih dirinya, bersedekah misalnya dia diciptakan memiliki
sifat pelit tapi dia ingin merubah akhlak ini, jadi dia ingin
merubah, jadi awalnya dia belajar untuk bersedekah
setiap hari dia latih akhlak ini dengan membiasakan
memberikan sedekah seribu rupiah, seribu rupiah berat
rasanya, tapi diawal, sampai kemudian seribu menjadi
ringan terasa sampai menjadi sebuah akhlak. Orang
kurus saja bisa gemuk dan berotot karena latihan terus
dengan membawa beban, awalnya 2 kilo,2 kilo, ditambah
menjadi 3 kilo dst, lama sampai berotot tangannya,
kenapa? Dilatih. Jadi ada akhlak yang diambil, dicari dan
dilatih.
B.

KEUTAMAAN MENGHIASI DIRI DENGAN AKHLAK


YANG MULIA Fadhlu at-takhalli bil hulukil hasani
a)
Akhlak adalah yang paling banyak atau salah
satu sebab masuknya seseorang kedalam syurga
Sebab terbanyak masuk seseorang kedalam syurga
dalilnya adalah ketika Nabi ditanya sebab apakah yang
menyebabkan orang masuk syurga? Nabi menjawab :
Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia (HR. Tirmidzi
yang dihasankan oleh Al-Albani rahimakumullah). Inilah
sebab yang paling banyak menyebabkan seseorang
masuk syurga. Jadi kalau anda mau masuk syurga hiasi

Akhlak Salaf

diri dengan akhlak yang mulia sebaliknya salah satu


sebab yang paling banyak menyebabkan seseorang
masuk kedalam neraka Nabi berkata mulut dan
kemaluan inilah yang paling banyak menyebabkan
seseorang masuk kedalam neraka, karena yang paling
sulit dijaga adalah mulurt kalau kemaluan mungkin masih
lebih mudah karena mungkin hambatan-hambatannya
juga besar jadi kalau mulut tidak ada hambatannya,
makanya yang paling banyak mengumpulkan dosa
adalah mulut.
b)

Ketinggian derajat
Jadi orang yang paling tinggi akhlaknya, paling tinggi juga
derajatnya. Diriwayatkan oleh imam Abu dawud dari
Aisyah radhiyallahu anha dia berkata sesungguhnya
Nabi bersabda sesungguhnya seorang muslim dengan
akhlaknya yang mulia dia bisa mengejar sampai pada
derajatnya oprang yang banyak berpuasa dan banyak
. dia mungkin tidak rajin berpuasa dan shalatnya mungkin
pas-pasan tapi dengan akhlaknya yang mulia dia bisa
kejar lebih dari ahli ibadah.

c)

Mendapatkan
cinta
Allah
nailu
mahabbatillahi
Dalam riwayat At-Tabrani dan dishahihkan oleh syaikh AlAlbani kami pernah duduk disamping Nabi seakan-akan
ada burung yang bertengger diatas kepala kami (begitu
sikap sahabat dihadapan Nabi mereka tidak berani
mengangkat
kepalanya
dihadapan
Nabi
apalagi
mengangkat suara) makanya kata mereka kalau mereka
berada dihadapan Nabi seolah ada burung yang
bertengger diatas kepalanya dan kalau dia goyang
mereka takut burung itu akan terbang. Tidak ada seorang
pun diantara kami yang berbicara, dan ketika datang
kepada beliau seorang Badui dan para sahabat senang
sekali kalau Arab Badui datang pasti mereka bertanya
kepada Nabi, karena Arab Badui itu kurang akhlaknya,

Akhlak Salaf

para sahabat berkata ada lagi ilmu hari ini. Dan orang
Badui itupun bertanya siapakah hamba yang paling
Allah cintai? (mereka tidak memanggil Rasulullah
dengan Ya Rasulullah ini menunjukkan kalau kurang
adabnya mereka), jawab Rasulullah yang paling baik
akhlaknya paling Allah cintai
d)

C.

Mendapatkan cinta Nabi shallallahu alaihi

wasallam
Sabda Rasulullah: sesungguhnya orang yang paling
dekat denganku dihari kiamat adalah orang yang paling
baik akhlaknya diantara kalian.

e)

Paling berat timbangan amalnya


Yang paling berat timbangannya dihari kiamat adalah
akhlak yang mulia, tidak ada sesuatu yang paling berat
timbangannya kecuali akhlak yang mulia.

f)

Manusia terbaik khairunnasi


Dalilnya sesungguhnya orang-orang terbaik diantara
kalian yang paling bagus akhlaknya (HR. Imam Bukhari)

AKHLAKU AS-SALAFI
1. Keutamaan salafushshalih (Fadlu As-salafusshalihi)
Materi al-wajiz fimanhaj salaf (kita ulang-ulangi
untuk menanamkan kecintaan kita kepada para salaf), jadi
kalau kita ingin mencintai mereka, kita ingin mengikuti
jalan mereka. Kita ulang-ulangi menjelaskan keutamaan
mereka dalam menerangkan materi untuk menanamkan
kecintaan mereka kepada para sahabat, para Tabiin dan
At-Tabiuut tabiin apalagi sekarang ini ada gerakan syiah
yang sangat kuat dan menanamkan kebencian mereka
kepada para sahabat. Keutamaan para salaf :
Khairunnasi , manusia terbaik.
Asyir rasulan, mereka hidup bersama Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam.
Akhallunnasi taqalluban yang paling tidak memberatberatkan diri dalam beragama sederhana dalam

Akhlak Salaf

beragama, apa adanya, tidak memberat-beratkan diri


dalam beragama tapi kalu kita melihat agama para
sahabat bagi kita berat, karena mereka santai saja
tidak memberat-beratkan diri, karena memang iman
kita lemah.
Orang yang paling dalam ilmunya perkataan para
sahabat Abdullah bin Masud dan Al-Hasan Al bashri
katanya siapa yang ingin mengambil contoh maka
contohlah para sahabat-sahabat Rasulullah karena
merka adalah yang terbaik dari ummat ini, yang
paling baik hatinya, paling banyak ilmunya, yang
paling tidak meberatkan diri dalam beragama, paling
lurus jalannya, paling baikl keadaannya dan yang
dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat-sahabat
Rasullullah.
2. Min akhlaki as-salafi (Di antara akhlak Salaf)
a) Akhlakuhum maal khaliqi Akhlak mereka kepada
Allah.
Al-ikhlasu (keikhlasan)
As-sidqu
(benar/jujur
(sesuainya
kata
dan
perbuatan)
Al Jiddu fil ibadah (bersungguh-sungguh dalam
beribadah)
Khusyyatullahi takut kepada Allah,
As-sabru (sabar)
Az-zuhsdu fiddunya (zuhud terhadap dunia)
Al-wala (berhati-hati dalam kehidupan dunia) ini
semua akhlak kepada Allah subhanahu wataala.
Kita tekankan apa urgensi pada setiap point ini
misalnya ikhlas, sebutkan satu atau dua contoh terkait
dengan ikhlas, keutamaan ikhlas, setelah itu berikan
contoh-contoh kehidupan salaf pada mereka dan para
sahabat, dari tabiin nanti rujukan yang dipakai adalah
panduan akhlak salaf aina nahnu min akhlaqisslaf?.
Jadi setiap point harus ada penjelasannya assidqu
apa?
Keutamaannya
apa?,
as-sabru
apa?
Keutamaannya apa? Carikan satu ayat atau hadits
yang berkaitan dengan point ini, dan setelah itu
disebutkan contoh dari apa yang dilakukan salaf dari

Akhlak Salaf

setiap contoh dari yang kita sebutkan disini, bias juga


dengan menggunakan buku-buku yang lain, misalnya
minhajul qhosidin, tazkiyatun nafs.
b) Akhlaku maal khalqi
al adlu atau adil/obyektif ini point yang kedua
akhlak salaf yang penting sekali karena sekarang
banyak syubhat, banyak pemuda-pemuda yang
menyatakan diri sebagai pengikut salaf tapi
meninggalkan sebagian sifat-sifat salaf. Jadi kita
tidak subjektif tapi kita harus objektif, kita tidak
boleh mendiskreditkan saudara-saudara kita yang
lain hanya menyebutkan kekurangannya, tidak
menyebutkan kelebihannya, hanya mencelanya
tapi tidak memuji apa yang patut kita sebutkan.
Al-liinu kelembutan.seperti yang kita sebutkan
sebelumnya ada orang yang keras saja tidak ada
lembutnya, ada yang mebut saja tidak ada
kerasnya, jadi harus seimbang.
at-tawadhuu / sifat tawadhu taadhi, taadhu,
sebagian pemuda baru belajar sedikit sudah
seakan-akan dia yang paling pintar lama-laama
gurunya sendiri dia tendang, mantan gurunya
pokoknya dia cela-cela gurunya, dan sekarang
bayak ustad yang lebih pintar dari murid, ada
ustad-ustad sebenarnya yang tidak suka mencela
orang lain tapi murid-muridnya wahai syaikh!
Bagaimana dengan si fulan itu begini-begini, dia itu
begini-begini akhirnya diberikan kaidah-kaidah,
wah kalau begitu si fulan sesat. Sebenarnya dia
tidak mau tapi karena dituntut oleh muridmuridnya akhirnya dia ikut-ikutan karena para
muridnya sudah menuntut ada fatwa keluar bahwa
si fulan sesat kalau gurunya tidak berani
mengeluarkan fatwa sesat maka ditinggalkan oleh
murid-muridnya ada sebagian ustad-ustad yang
begitu. Kalau seorang ustad tidak mengeluarkan
fatwa sesat kepada sifulan maka di golongkan
sama dengan sifulan. Sifat salaf yang lain suka
menerima kebenaran.

Akhlak Salaf

Qobulul khlaqisuka menerima kebenaran, kalau


ini adalah sebuah kebenaran kenapa kita harus
tolak, kalau ..salah kita harus akui kesalahan kita,
dan kalau salah jangan paksakan untuk menjadi
kebenaran.
ihtiraamu al-ulamaI Menghormati ulama, tidak
gampang mencela-cela orang. Sekarang banyak
anak muda yang mengatakan ini sesat, sesat,
surur, surur dst.
Al-afwu suka memberi maaf,
al-ihsanu suka berbuat baik kepada orang lain,
husnudzzonnu berprasangka baik kepada orang
lain,
al-harsu
alaa
hidayatinnasi
sangat
menginginkan orang lain mendapatkan hidayah
As-syajau berani,
An-nashu suka memberi nasehat, menginginkan
kebaikan bagi orang lain, an-nshu bisa bermakna
nasehat bisa bermakna menginginkan kebaikan
bagi orang lain. Jadi setiap menyebutkan satu point
angkat dalil dari alquran, hadits dan salah satu
contoh dari akhlak salaf.
D. SEBAB-SEBAB MENDAPATKAN AKHLAK YANG MULIA
1. Berdoa
Banyak berdoa Nabi sendiri banyak berdoa supaya
hati kita dekat pada Allah, diarahkan pada hal yang
baik dan jauhkan dari akhlak yang buru. Jauhkan aku
dari akhlak yang buruk, jauhkan aku dari akhlak yang
mungkar, hawa nafsu yang mungkar dan pekerjaanpekerjaan yang mungkar dan penyakit-penyakit.
Harus punya hati yang selamat, akhlak yang selamat
karena keadaan itu muncul dari sifat bathiniyah dan
mendapat akhlak yang mulia.
2. Mujahadah
Dia adalah orang yang bersungguh-sungguh maka
dia memiliki akhlak yang mulia.
3. Berteman dengan orang yang baik.
Seorang tergantung dari akhlak yang ikhwa
didekatnya.

Akhlak Salaf

4. Muhasabah
Selalu bermuhasabah, merupakan akhlak yang baik
orang yang selalu memuhasabah dirinya. Kalau dia
selalu memuhasabah dirinya dia akan tahu
kekurangan-kekurangannya.
5. Senantiasa membaca (mempelajari) sejarah akhlak
salaf yang mulia.