Anda di halaman 1dari 25

As Sunnah dan Bidah

AS SUNNAH
Dalam materi ini kita akan membahas 5 point
Tarifussunnah
Mustalaha muraajifah lissunnah(defenisi sunnah)
Kemudian istilah-istilah yang semakna dengan sunnah
Makaanatisssunnah (kedudukan assunnnah)
Fadlu ihyaissunnah (Keutamaan menghidupkkan sunnah)
Wajibuha nahwa as-sunnah kewajiban kita terhadap sunnah
Tujuan penyajian materi
1) Untuk menanamkan dalam diri peserta tarbiyah kecintaan
dan
pengagungan
(tadzim)
dan
semangat
untuk
memperjuangkan dan menghidupkan sunnah, hari ini
sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam banyak yang
terlupakan, banyak yang ditinggalkan maka dengan materi
ini kita ingin bagaimana menanamkan dalam diri peserta
tarbiyah kecintaan terhadap sunnah, cinta sunnah Nabi dan
mengagungkan sunnah rasulullah Shallallahu alaihi
wasallam, mencintai sunnah dan mengagungkan sunnah
istilahnya kita tidak suka kalau ada orang yang melecehkan
sunnah. Karna kita punya tadzim, kita mengagungkan
sunnah, kita berusaha untuk menghidupkannya dan jika ada
yang melecehkan sunnah kita marah karena bentuk bentuk
pelecehan terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.
Ini konsekwensi dari tadzim. Jadi cinta dan tadzim cinta dan
mengagungkan sunnah, selain itu bukan Cuma cinta tapi
juga semangat untuk menghidupkan sunnah dan semangat
untuk menerapkannya, jangan Cuma sekedar tahu banyak
sunnah, sunnah ini, sunnah itu , sunnah A sunnah B dst tapi
tidak ada yang diamalkan atau cuma beberapa saja yang
diamalkan, jadi kita tidak ingin melahirkan kader-kader yang
kepalanya penuh dengan maklumat penuh dengan
pengetahuan tapi dalam sasaran-sasaran pengamalannya
menyedihkan. Harus tadzim sunnah, cinta sunnah dan
mengamalkan sunnah dan ini para sahabat yang betul-betul
berusaha untuk menerpakan sunnah-sunnah Rasulullah

As Sunnah dan Bidah

Shallallahu alaihi wasallam meskipun mereka tahu sebagian


diantaranya hukumnya tidak wajib, Umar bin khattab
misalnya adalah orang yang paling semangat dalam
menerapkan apa yang dia tahu Nabi pernah melakukan,
kalau dia pernah melihat Nabi shalat di suatu tempat maka
kalau dia singgah disitu dia shalat juga, Nabi melakukan
perbuatan tertentu yang mungkin menurut para sahabat
yang lain mungkin beranggapan bukan sesuatu yang
sunnah, tapi sahabat Umar dia ingin mengamalkannya dan
begitulah para salaf kita mereka adalah orang paling
semangat dalam menjalankan sunnah, bersemanagt untuk
mengamalkan sunnah karena beliau sangat bersemangat
untuk menghidpkan sunnah, sampai suatu ketika beliau
pernah mendapatkan hadits tentang Nabi Shallallahu alaihi
wasallam dan membayar tukang bekam kalau tidak salah
sebanyak 2 dirham, kalau tidak salah ingat dalam
riwayatnya(suara tidak jelas)juga pergi berbekam. Karena
Nabi Shallallahu alaihi wasallam pernah berbekam bukan
juga berbekam secara rutin tidak juga, tapi yang jelasnya
nabi pernah berbekam tapi Nabi tidak berbekam secara
rutin, tidak juga dan Nabi bayar tukang Bekam 2 dirham
kalau tidak salah ingat dan dalam riwayat itu nabi pergi
berbemak dan beliau bayar 2 dirham juga persis degan,
karena semangat menerapkan sunnah. Dulu ada ikhwah
masuk mesjid tamirul salah seorang dari merkea kaki
kirinya duluan masuk jadi salah dari mereka mengatkan
keluar ki dulu akhi kita bekum laksanakn sunnah ini ulang
masuk mesjidnya jadi akhi ini keluar dari mesjid dan masuk
dengan kaki kanan, itu semangat menerapkn sunnah, dulu
juga waktu saya SMA ada ikhwa juga sekarang sudah ustad
semua kenal kalau saya sebut dia pernah bilnag waktu saya
masih sma kira-kira sunnah apa lagi yang belum kita lakukan
di ini menunjukkan bahwa beliau ini sangat semangat dalam
menjalankan sunnah. Dan ini salah satu contoh dalam
menjalankan sunnah dan semangat untuk menerapkan
sunnah kemudian memperjuangkan sunnah ini yang penting,

As Sunnah dan Bidah

jadi cinta sunnah tadzim sunnah, semangat menghidupkan


sunnah dan memperjunagkannya memperjunagkan sunnah
ahlussunnah wal jamaah yang ahlussunnah jadi kiat harus
memperjuangkan tidk cukup kita sendiri yang menjalankan
sunnah jadi kalu kita memperjuangkan sunnah, jadi kita
adalah orang yang menjalankan sunnah Rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam itu tujuannya jadi bagaiman cara
antu menjelaskan supaya tujuan ini tercapai Murabbi itu
cinta sunnah, mengagungkan sunnah, berusaha semaksimal
mungkin menerpkan sunnah, kemudian menjadi pejuangpejuang sunnah, menjadi dai-daI yang mengajak manusia
kepada sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi
wasallam.
2) Agar peserta tarbiyah memahami makna sunnah dalam
berbagi disiplin ilmu ..(suara tdk jelas) karena istilah sunnah
ini memiliki beberapa defenisi tergantung kita berada pada
disiplin ilmu yang mana jadi harus di ketahui harus jelas
supaya tidak kabur karena kadang kita mencampurkan
sunnah dalam artian hukum suatu amalan dengan sunnah
dalam artian sumber yang menjadi pahala dari Al-quran
dalam artian hokum sebuah amalan jadi ini yang perlu
diterpkan disiniada sunnah menurut defenisi para ahli
hadits, sunnah dalampengertian ulama ushul fiqh, sunnah
dalam penegrtian ulama fiqh itu berbeda-beda nah sekarang
kalau kita bicara sunnah disisni sunnah yang kita bicarakan
adalah sunnah yang paling luas yang mencakup seluruh apa
yang diriwayatkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi
wasallam, kenapa ini harus jelas sudah jelas nanti dikerjakan
dapat pahala ditinggalkan tidak berdosa jadi kalau begitu
tidak salah kalau tidak berjenggot karena persoalannya
kalau ditinggalkan tidak berdosa, jadi bukan itu maksudnya
bukan hukumnya sunnah, tapi sunnah perbuatan Nabi
Shallallahu alaihi wasallam jadi beda itu. Jadi kalau orang
sudah jelas defenisi-defenisi ini insyaa Allah sudah jelas
hukumnya sunnah

As Sunnah dan Bidah

3) Agara peserta tarbiyah mengetahi sunnah memiliki


kedudukan yang sama degan alquran sebagai smber syari;at
disin kita akan bisa menjelaskan posisi sunnah itu sebab
kata-katanya orang menjalankan sunnah itu pada urutan
kedua sebagai sumber syariat, sebagai sumber posisinya
samaAlquran adalah kalamullah perkataan Allah bukan
makhluk sifat Allah sifatulkalam bukan makhluk jadi alquran
bukan ciptaan Allah tapi yang berkata Allah kalau sunnah
adalah makhluk tapi sebagai sumber hokum jadi keliru kalau
ada orang yang mengatakan ini hadits dhaif kenapa karena
bertentangan dengan sunnah bertentang degn quran
sebagain orang punya pemahaman seperti itu nah ini
pemahaman salah bukan itu ukurannya kalau haditsnya dhaif
nanti kita lihat bagaimana cara komprominya tidak bisa kita
mengatakan haditsnya lemah itu berebeda dengan alquran
dalam pandangan anda bertentangan dengan alquran anda
mengtakan hadits ini hadits ini hadits lemah, tidak seperti itu
jadi quran dan sunnah punya kedudukan yang sama sebagai
sumber syariat.
A. PENGERTIAN SUNNAH (Tarifu as-sunnati lughatan attarikatu)
Menurut Bahasa sunnah artinya at-tariiqah sunnah dalam
bahasa Arab bermakna at-tariqah, terjemahannya dalam
bahasa kita jalan.
Menurut istilah, ada tiga :
Dalam pandangan ulama Hadits (inda al
muhadditsiina)
Dalam peristilahan ulama hadits (jadi defenisinya
nanti antum bacakan pada mutarabbi dari buku yang
antum pegang) menurut ulama ahli hadits ini supaya
mutarabbi menegtahui defenisi as-sunnah dalam
berbagai disiplin ilmu sekarang dalam disiplin ilmu
hadits, sunnah adalah semua yang diriwayatkan dari
Nabi
Shallallahu alaihi wasallam baik berupa
perkataan atau perbuatan atau persetujuan atau sifat
jasmaniah atau akhlak ataupun cara hidup beliau baik

As Sunnah dan Bidah

setelah kenabian ataupun sbelum kenabian, panjang


pokokonya semuanya, semua yang dari Rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam, itu adalah hadits semua
yang diriwayatkan dari Nabi
Shallallahu alaihi
wasallam baik berupa oerkataan atau persetujuan ini
perlu dijelskan nanti pada mutarabbi, apa contohnya ini
sunnah takririyah/persetujuan Nabi jadi Nabi tidak
lakukan, Nabi tidak ucapkan, tapi Nabi melihat sahabat
melakukan suatu amalan dan Nabi tidak melarangnya
disini Nabi tidak lihat tapi diberitakan kepada beliau,
disampaikan
kepada
beliau
dan
beliau
membenarkannya
ini
adalah
sunnah
takririyah(persetujuan Rasulullah Shallallahu alaihi
wasallam), contoh: Nabi mendengarkan terompahnya
Bilal di syurga, bunyi sepatunya, belum ada yang pakai
sepatunya sudah ada Jadi Nabi mengatakan ini
terompahmu sudah bunyi-bunyi disyurga, mungkin
sudah rindu sama bIlal ini kok belum dating-datang
pakai ini,,Masya Allah dirindukan sama Syurga, maka
Bilal mengatakan Ya Rasulullah tidak ada satu amalan
dalam islam yang lebih saya harapkan setelah saya
islam ini melainkan bahwasannya saya ini setiap kali
saya berwudhu, saya shalat sebanyak yang Allah
tetapkan bagi saya sebanyak yang Allah takdirkan
berapa yang saya mampu, jadi belai salah satu
kebiasaan Beliau shalat sunnat setelah berwudhu,
shalat sunnat wudhu salah satu kebiasaan sahabat Bilal
ini, Nabi tidak larang Nabi setujui buktinya
bahwasannya terompahnya Bilal sudah ada diSyurga,
ini persetujuan. Sahabat Abu zaid
.. bersama
rombongannya pernah melewati sebuah kampong ini
hadits Ruqyah, ..kepala kampong dipagut bianatng
berbisa sudah di obati bermacam-macam tapi tidak
bisa sembuh, akhirnya sahabat ini minta mengobati,
sahabat tidak ytahu obat-obatan , bukan herbal, bukan
ahli medis maka sahabat Abu Said berijtihad Kita

As Sunnah dan Bidah

bacakan saja dia surah Al-Fatihah maka dibacakan


surah Al-Fatihah, Masya Allah dengan izin Allah dia
sembuh, hilang habis racun yang berbisa dari binatang
yang berbisa yang memagut dia, maka kemudian
diceritakan Yaa rasulullah dan Nabi menyetujui itu
namanya takrir, ada sahabat pergi berperang dalam
perjalanan mereka mendapakan ikan Paus besar mati
terdampar maka mereka potong-potong itu ikan Paus
selama satu bulan mereka berjalan tidak habis dimakan
ikan Paus karena tulangnya saja yang bengkok bisa
lewat unta dibawahnya, onta berapa tinggginya? Itu
tulangnya yang bengkok bisa lewat onta dibawahnya,
itu dimakan, pasukan ini bisa makan sampai satu bulan
mereka potong-potong dan mereka keringkan dan
mereka makan diperjalanan sampai di Medinah masih
ada dan diberikan kepada Nabi, Kata Nabi masih ada
sisanya berikan kepada saya Shallallahu alaihi
wasallam.
Itu contoh-contoh takrir/persetujuan Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam ada sahabat .. bin
Amr..shalat subh setelah salat subuh dia shalat 2
rakaat, ini tidak boleh shalat 2 rakaat setelah shalat
subuh maka setelah selesai shalat Nabi bertanya
maa ..shalataini yaa .. ini shalat 2 rakaat apa yang
kau kerjakan ini yangperlu kita cintoh dari Nabi kita
Shallallahu alaihi wasallam , kalau kita lihat ada yang
lain-lain Tanya dulu jangan langsung dimarahi, ditanya
dulu siapa tahu ada dalilnya yang belum kita tahu
ataukah dia salah paham nah kita jelaskan, kita
luruskan jangan kibata kibas dulu baru Tanya, dan ini
sunnah ketika kita melihat ada yang aneh-aneh. Nabi
sementara khotbah ada orang, masuk langsung duduk,
Nabi bertanya apakah anda sudah shalat 2 rakaat?
Katanya belum Yaa Rasulullah, kata Nabi kalau begitu
shalat dulu. Nabi Tanya dulu karna Nabi waktu lihat dia
masuk langsung duduk tapi kalau misalnaya dia shalat

As Sunnah dan Bidah

di sudut masjid itu Nabi tidak perhatikan, itu kebiasaan


rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, ditanya dulu,
jadi kalau ada yang lain-lain Tanya dulu, apalagi kalau
ada mutarabbi kita yang masih pemula dan mungkin
dia salah paham dan langsung dibentak bisa lari dia itu.
Jadi kita Tanya dulu kenapa seperti sahabat tadi , ini
tadai shalatnya shalat apa? Katanya Yaa rasulullah tadi
saya tidak sempat shalat sunnah 2 rakaat sebelum
subuh maka saya ganti dia sekarang. Dan Nabi setujui
maka ia menjadi takrir sunnah takririyah dan ini kita
sampaikan juga pada mutarabbi kita, jadi semua
perkataan, perstujuan atau sikap jasmaniah ulama
hadits memasukkan ..(suara tidak jelas)ini,Nabi kulitnya
putih tangannya halus misalnya, Nabi tidak tinggi tidak
pendek, rambutnya tidak lurus tidak keriting, dadanya
bidang, itu sifat jasmaniah Rasulullah shallallahualaihi
wasallam itu ulama hadits inikan tadi dalam prinsip
ulama hadits atau akhlak beliau/sifat dasar atau
sejarah hidup beliau, sirah Nabi juga termasuk sunnah,
shirah Nabawiyah, baik setelah kenabian maupun
sebelum kenabian masum terjaga setelah kenabian
dan sebelum kenabian
inda al ushuliyyinna defenisi sunnah menurut
ulama ushul fiqh
Semua yang diriwayatkan Nabi Shallallahu alaihi
wasallam baik berupa perkataan atau perbuatan atau
persetujuan Beliau. Jadi lebih pendek daripada defenisi
ulama hadits, tidak usah diprotes wah ini ulama ushul
memang ini, jangan diprotes memang itu disiplin
ilmunya, ushul fiqh itu membicarakan hokum dan kalau
berbicara hokum dan kalau berbicara hokum yang
sumbernya salah satunya adalah sunnah dari
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memang hanya
ini yang dibutuhkan perkataan nabi, perbuatan Nabi
dan persetujuan Nabi kalau sifat jasmaniah tidak
diambil hukum dari sana. Karena ulama ushul fiqh ini

As Sunnah dan Bidah

berbicara tentang hukum-hukum maka mereka


mengambil sunnah hanya pada perkataan, perbuatan
dan
persetujuan
Nabi
saja,
karena
mereka
berkepentingan disitu jadi jangan dikatakan salah ini
tidak salah ini menurut displin Ilmu mereka. Kalau
displin ilmu hadits memang hadits itu pokoknya semua
yang dari Nabi, apa saja yang dari Nabi itu adalah
sunnah ini dikumpulkan dari pada ulama-ulama hadits.

Peristilahan ulama fiqh


Ulama fiqh mendefenisikan sunnah apa yang kita
kerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak
berdosa ini sunnah menurut ulama-ulama ushul fiqh.
Disini kita sudah menjelaskan pada para mutarabbi kita
beberapa defenisi dari istilah sunnah dalam disiplindisiplin ilmu yang berbeda, dalam disiplin ilmu hadits
sangat luas dalam disiplin ilmu ushul fiqh lebih sempit
dalam disiplin ilmu fiqh hanya mendefenisikan hukum.
Dalam hal ini salah satu dari hukum takrir, jadi hukum
takrir iru yang 5 wajib, sunnah, haram, makruh, mubah
itu namanya hukum-hukum takrir.
Sunnah jika disebutkan secara mutlak
Maksudnya adalah petunjuk dan jalan rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam dalam kehidupan beliau
yang meliputi aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, apa
saja bukan sekedar sunnah yang merupakan lawan dari
makruh jadi kalau sunnah merupakan lawan dari
makruh ini didalam masalah hukum tadi hukumnya
sunnah, jadi kalau hukumnya sunnah lawan dari
hukumnya makruh, kalau sunnah dikerjakan dapat
pahala kalau ditinggalkan tidak berdosa, kalau makruh
ditinggalkan dapat pahala dikerjakan tidak berdosa
karena itu penting kita jelaskan disini bahwa ketika kita
berbicara tentang sunnah secara mutlak yang
merupakan pasangan dari al-quran maka yang

As Sunnah dan Bidah

dimaksud dengn sunnah disini adalah seperti yang


disebutkan para ulama hadits mencakup seluruh aspek
kehidupan Rasulullah shallallahualaihi wasallam, baik
aqidahnya, dalam sisi ibadahnya, sisi akhlaknya, sisi
muamalahnya,
sisi
dakwahnya,
sisi
jihadnya,
semuanya masuk dalam penegertian sunnah itu yang
secara umum kalau kita mengatakan sunnah kalau
ulama mengatakan sunnah yang pertama kita pahami
adalah yang mereka maksud sunnah adalh pasangan
dari
Alquran
yang
mencakup
seluruh
yang
diriwayatkan oleh Rasulullah shallallahualaihi wasallam
jadi ada yang hukumnya sunnah mungkin dan ada
yang hukumnya wajib, ada yang hukumnya makruh
ada yang hukumnya mubah semua sunnah Rasulullah r
idza utluqoo yajullu kulli alaa anin nabiyyi shallallahu
alaihi wasallam..kalau disebutkan secara mutlak
semua yang diriwayatkan oleh Nabi alaihi wassalatu
wassalam, masalah aqidah, malah keyakinan, masalah
ibadah, masalah muamalah dst. Sampai disini kita
akan menjelaskan defenisi As-sunnah.
B. MUSHTALAHATUN MURADIFATUN LISSUNATI
Beberapa istilah yang semakna dengan istilah sunnah
adalah al hadiitsu, alhikmatu, dan al atsaru ini beberapa
defenisi yang semakna dengan sunnah.
Hadiits dalam bahasa Arab hadiits berarti sesuatu yang
baru. Adapun menurut istilah para ulama, antara lain Ibnu
Taimiyah mengatakan bahwa hadits adalah apa saja yang
diriwayatkan oleh Rasulullah shallallahualaihi wasallam
setelah kenabian jadi semakna dengan Sunnah
Hikmah (al-quran surah Al-Jumuah:2) kata hikmah disitu
bermakna As-sunnah. Para ulama bersepakat bahwa yang
dimaksud dengan hikmah disitu adalah sunnah Rasulullah
jadi tidak lain dari sunnah adalah hikmah.

As Sunnah dan Bidah

2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang


Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada
mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan
hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benarbenar dalam kesesatan yang nyata,

Atsaar dalam bahasa Arab artinya bijak dalam


peristilahan para ulama atsaar mencakup sunnah
Rasulullah shallallahualaihi wasallam perkataan, dan
perbuatan para sahabat serta tabiin dalam, jadi atsar
biasa diikutkan dalam atsar-atsar atsar dari sahabat, atsar
dari tabiin, atsar dari attabiuut tabiin dst. Ini beberapa
istilah atau ada keterkaitannya atau sama kalau kita
mnegatakan beririsan dengan makna as-sunnah.
C. KEDUDUKAN ASSUNNAH(Makaanatu assunnati)
Sunnah merupakan mubayyinun lil qurani sebagai
penjelasan bagi Al-quran
Jadi sunnah adalah penjelasan bagi Al-quran (Annahl: 44 dan 64) Agar engkau(Muhammad) menjelaskan
pada Manusia apa yang diturunkan kepada mereka (Alquran) jadi Nabi disuruh menjelaskan Al-quran,
penjelasan Nabi adalah sunnah jadi as-sunnah merupakan
penjelasan dari Alquran. Terdapat hukum-hukum yang
disebutkan secara mutlak dalam al-quran dan dijelaskan
dalam sunnah, misalnya shalat disebutkan secara mutlak
dan rician pelaksanaannya dijelaskan dalam as-sunnah,
shalat tidak ada perinciannya dalam al-quran perintahnya
saja yang ada tapi perinciannya ada dalam sunnah, zakat
disebutkan dalam al-quran dijelaskan secara rinci dalam
sunnah, hukuman pencuri dalam al-quran adalah potong
tangan secara mutlak tapi sampai dimana batasnya

As Sunnah dan Bidah

dipotong dalam as-sunnah dijelaskan, dan banyak contohcontoh yang lainnya perintah-perintah yang datang dari
Al-quran dijelaskan dalam As-Sunnah.
Juga
terdapat
ayat-ayat
yang
mebutuhkan
penafsiran, ada ayat yang butuh ditafsirkan dan
tafsirannya dalam Al-quran seperti penafsiran tentang
siapa golongan yang dimurkai dan siapa yang sesat Ghairil
maghdubi alaihi waladdhalin siapa yang maghdub?
Adalah kaum (suara tidak jelas), siapa yang dhallin?
Adalah orang nasharah disebutkan dalam as-sunnah,
Benang putih dan benang hitam, apa maksudnya benang
putih dan benang hitam? Benang putih adalah siang dan
hitam adalah gelapnya malam ini dijelaskan dalam
sunnah. Jadi sunnah merupakan penjelasan dari Al-quran.
Assunnah adalah sumber syariat yang juga
independen (Musydarun musytaqillun littasyriI)
Perkara-perkara yang tidak disebutkan dalam Alquran bisa dijelaskan dalam sunnah. Karena ada sebagian
orang yang mengatakan pokoknya kalau Al-quran tidak
mengharamkan sudah halal hal tsb, jadi sunnah
menjelaskan hukumnya kalau al-quran sama sekali tidak
menyentuh hukumnya maka dikatakan disini Musydarun
musytaqillun littasyriI dia adalah sumber pensyariatan
yang independen sumber pensyariatan yang berdiri
sendiri meskipun Al-quran tidak menyebutkannya bisa
mengeluarkan satu hukum, misalnya haramnya memakan
hewan-hewan pemangsa yang bertaring, mengenai isbal
tidak ada dalam al-quran, memakai emas yang
diharamkan bagi laki-laki juga tidak ada dalm al-quran,
jadi sunnah bisa menjadi sumber syariat yang berdiri
sendiri. Selain sumber hukum as-sunnah memiliki
kedudukan yang sama dengan al-quran ...kalau ada
dalam sunnah yang bertentang dengan Al-quran maka
sunnah tersebut harus ditolak meskipun riwayatnya
adalah riwayat yang shahih pendapat ini adalah pendapat
yang bathil para ulama mengambil jalan .. ketika ada

As Sunnah dan Bidah

sunnah nampaknya
bertentangan dengan al-quran.
Sabda Nabi (bahasa arabnya) sunnah merupakan
pasangan al-quran sunnah merupakan pasangan yang
sederajat sebagai sumber syariat hampir-hampir ada
orang yang kekenyangan duduk diatas singgasananya dia
mengatakan apa yang kalian dapatkan dihalalkan dalam
al-quran maka halalkanlah dia dan apa yang diharamkan
al-quran maka haramkanlah dia maksdunya cukup
alquran saja pokoknya halal yang quran halalkan ,
haram yang quran haramkan , sunnah tidak usah! Ini
maskudnya hadits ini orang yang ingkarussunnah. Assunnah bisa menjelaskan hukum yang beridiri sendiri yang
sama sekali tidak disinggung dalam Al-quran (bhs arab)
aku tinggalkan kalian 2 perkara yang jika kalian
berpegang teguh dengannya maka kalian tidak akan
tersesat untuk selamanya yakni kitabullah dan sunnah
Nabinya .
Kedudukan assunah merupakan penjelasan bagi Alquran dan Sumber syariat yang bisa berdiri sendiri
maksudnya disini adalah tidak harus ada singgungannya
dalam alquran, tidak harus ada disebutkan dalam Alquran. Perkara-perkara yang sama sekali Al-quran tidak
singgung pun hukumnya dalam sunnah melihat ini maka
ada konsekwensinya.
Ujuubu ittibaI assunnati wajib mengikuti sunnah
Sunnah merupakan penjelasan Al-quran dan dia
bisa menjadi sumber syariat yang berdiri sendir maka
wajib mengikuti sunnah kalau tidak anda tidak akan
paham sebagian rincian dari perintah yang terdapat
dalam al quran kalau tidak anda tidak akan paham
sebagian penafsiran diantara ayat-ayat al-quran maka
wajib berpegang dengan sunnah Ujuubu ittibaii
assunnati .
Assunnatussahihati
yukhsya
aalihi
alkufru
menolak sunnah yang shahih dikhawatirkan
atasnya kekafiran.

As Sunnah dan Bidah

Kalau dia tahu betul itu adalah sunnah Nabi,


perkataan Nabi dan dia yakin betul itu adalah sunnah
Nabi dan dia tolak maka kafir . tapi kalau ada syubhat
misalnya ini dikatakan yuksya alaihi dikhawatirkan
atasnya/ditakutkan atasnya kekafiran kalau sampai
menolak sunnah yang shahih maka kita tidak boleh
membedakan apakah dia sunnah yang mutawatir atau
ahad jadi ini ditekankan masalah tersebut karena ada
pandangan Mutazilah, yang menolak hadits ahad
dalam masalah aqidah meskipun dia shahih ini yang
perlu kita jelaskan sekarang kalau sekarang ada
kelompok
Hisbuttahrir
mereka
dengan
gencar
menyuarakan ini menolak hadits ahad dalam masalah
aqidah ini bahaya, ini adalah syubhat ini makanya kita
tidak kataka kafir langsung yang kita katakan yuksya
alaihim tapi syubhat mereka golongan mutazilah dan
yang mengikutinya hadits ahad itu dalam masalah
aqidah syubhatnya dari akal menurut akal mereka kalau
hadits itu ahad diriwayatkan satu orang atau dua orang
atau tidak sampai derajat mutawatir mungkin keliru 2
orang atau mungkin tiga-tiganya keliru sementara
dalam masalah aqidah katanya harus detail betul
bahwa dia tidak keliru jadi kalau dia mutawatir banyak
orang, tidak mungkin semuanya keliru sampai sebanyak
itu menurut akalnya kalau hadits itu ahad periwayatnya
sediit kalau semuanya keliru? Kita mengambil aqidah
yang keliru itu akal-akalan atau artinya syubhat.
Rasulullah mengatakan semua hadits yang shahih
mutawatir atau ahad harus diterima sama saja kalau
dikatakan hadits shahih berarti sudah terjamin bahwa
dia dari Rasulullah shallallahualaihi wasallam apalagi
yang
diragukan
disini
kita
jelaskan
Raddussunnati..yukhsya alaihi alkufru menolak sunnah
yang shahih dikhawatirkan atsanya kekufuran jadi kita
khawatirkan Karena tadi ada orang yang menolak
karena syubhat dia merasa kalau ahad mungkin bukan

As Sunnah dan Bidah

dari Nabi sehingga ada kemungkinan bukan dari Nabi


maka ditolak ini syubhat yang bathil. Karena hadits
kalau sudah shahih artinya tidak dirubah lagi meskipun
hanya satu orang yang riwayatkan kalau orangnya
terpercaya hafalannya kuat apa yang mesti diragukan
padahal Nabi sendiri yang mengutus sahabat secara
asraf satu orang-satu orang untuk menyampaikan
aqidah.
Muadz bin Jabal 1 orang, apa yang diajarkan
aqidah andaikan mau diterima itu pemahamn
Mutazilah yang mengatakan 1 orang diragukan maka
Nabi pasti tidak akan mengirim satu orang pasti Nabi
juga berfikir nanti Muadz salah paham disampaikan
lain dari yang saya inginkan maka perlu di back up
dengan beberapa orang supaya mereka bisa bersepakat
tapi tidak begitu dipikiran Nabi Muadz bin Jabal adalah
orang
yang
terpercaya,
hafalannya
kuat,
pemahamannya mantap maka Muadz sendirian pergi
ke Yaman itu hadits ahad, Mushab bin Umair dikirim ke
Madinah ke Yastrib andaikan kalau kita pakai
pemikirannya Mutazilah maka Nabi pasti tidak
mengirim Mushab sendirian karena Mushab sendiri
nanti salah hafal, nanti salah ingat nanti salah aqidah
tapi tidak Nabi yakin Mushab bin Umair orangnya
cerdas pemahamannya kuat pemahamannya dalam,
terpercaya, amanah tidak mungkin berdusta makanya
beliau kirim dia. maka hadits ahad hujjah dalam
persoalan aqidah dan orang yang menolak hadits yang
shahih dikhawatirkan atasnya kekufuran
Keyakinan terhadap sunnah yang begitu agung
..konsekwensi yang pertama ittiba kepada sunnah
hukumnya wajib karena Allah yang memerintahkan kita
apa yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahualaihi
wasallam (Al-hasyr :7, Al-imran:31,132, Al-anfaal:34,
An-Nuur 83 dan Yaasin:36) ini semua dalil mengenai
wajibnya
mengikuti
Rasulullah
shallallahualaihi

As Sunnah dan Bidah

wasallam . Ibnu Masud pernah berkata laknat Allah


kepada orang yang mentato dan minta dibuatkan tato
dan wanita yang mencukur bulu diwajah, dan wanita
yang menjarangkan gigi yang merubah ciptaan Allah.
Ada perempuan yang mendengarkan perkataan Ibnu
Masud ini kenapa Ibnu Masud melaknat perempuan
seperti itu ? kata Ibnu Masud kenapa saya tidak
melaknat orang yang dilaknat oleh Rasul dan terdapat
didalam Al-quran, perempuan yang mengkritik Ibnu
masud saya sudah membaca Al-quran dan tidak ada
yang didapatkan dalam Al-quran yang melaknat
perempuan yang bikin tato, yang mencukur bulu
diwajahnya yang menjarangkan gigi untuk kecantikan,
tidak ada dalam Al-quran Maka kata Ibnu Masud kalau
kamu baca Al-quran pasti kau dapat coba baca surah
Al-Hasyr ayat 7 ayat ini mejelaskan kita menjalankan
apa yang nabi perntahkan dan meningglakan apa yang
Nabi larang karena Nabi juga melarang perbuatan
diatas dan Nabi melaknatnya maka apa yang dilaknat
oleh Nabi sama saja kalau quran melaknatnya karena
Al-quran menyuruh kita mengikuti Nabi jadi kalau Nabi
melaknat perbuatan tersebut sama saja kalau Alquran
melaknat perbuatan tersebut shahih baik ahad
maupun mutawatir baik sebagian apalagi keseluruhan
maka itu adalh kufur (An-Nisaa:65 dan An-Nuur 63)
D. KEUTAMAAN MENGHIDUPKAN SUNNAH
Jadi untuk memotivasi mutarabbiyah agar mereka
semangat untuk menerapkan, menghidupkan
sunnah Rasulullah shallahu alaihi wasallam
supaya mereka juga bisa berkata sunnah apa
lagi yang belum kita amalkan ?
Diantara syarat benarnya cinta kita kepada Allah
subahanahu wataala (Al-imran:31)(Min Syuruti syihhati
mahabbatillahi)
Mendapat pahala 50 orang yang beramal dari sahabat
Rasulullah shallallahualaihi wasallam
(Lahu ajru

As Sunnah dan Bidah

khamsina
aamilan
min
ashhabi
Rasulillahi
shallallahualaihi wasallam ) jadi kalau kita mengamalkan
satu sunnah sekarang sama pahalany 50 orang sahabt
dijamannya Rasullah shallallahualaihi wasallam, sahabat
saja heran ini dalilnya (bhs Arab) dibelakang kalian nanti
akan ada hari-hari yang sangat membutuhkan kesabaran,
kesabaran pada waktu itu seperti menggenggam bara api
orang yang beramal pada waktu tersebut sama dengan
pahala 50 orang yang mengamalkannya sekarang
sahabat mengatakan sama dengan pahala 50 orang
diantara mereka? Kata Nabi pahala 50 oarang dari kalian
(H.R Tirmidzi) pada sebagian riwayat hadits ini dikatakan
mereka itu adalah orang-orang yang menghidupkan
sunnahku
dan
mengajarkannya
kepada
manusia,
menghidupkan dan memperjuangkan sunnah
Bagaimana nanti menjelaskan kepada para Mutarabbiyah
yakni membangkitkan semngatnya untuk mempelajari
dan menghidupkan sunnah Rasullah shallallahualaihi
wasallam
Mendapatkan pahala yang banyak pahala yang besar (Al
ushullu al ajri) dalam hadits yang umum kita dengarkan
(bhs Arab) Barang siapa yang menghidupkan suatu
sunnah
diantara
sunnah-sunnahku
lalu
dia
mengamalkannya lalu orang lain mengikutinya maka dia
mendapatkan pahala sama dengan orang yang
mengamalkan sunnah tersebut tanpa mengurangi pahala
mereka sedikitpun jadi kalau kita beri contoh orang
mengamlkan sunnah dan orang mengamalkan sunnah
tersebut
karena
termotivasi
dengan
kita
yang
mengamalkannya meskipun juga dia tahu sebelumnya,
kadang-kadang ada orang misalnya tahu puasa senin
kamis sunnah tapi dia tidak pernah mengamalkannya
maka ketika ada sahabatnya yang rajin mengamlakan
puasa senin kamis mungkin awalnya sama-sama tidak
rajin, sama-sama tahu sunnahnya sama-sama tidak
mengamalkan suatu ketika dilihat sahabtnya ini setiap

As Sunnah dan Bidah

senin-kamis kok sahabatnya puasa terus dan dia


termotivasi untuk mengamalkannya dan penyebab dia
termotivasi maka sahabatnya mendapatkan pahala
seperti yang dia dapatkan.
Orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam tidak akan pernah tersesaat untuk
selamanya (Laa yadhillu abadan) sabda Nabi sungguh
aku telah tinggalkan kalian diatas suatu ajaran yang
suci(yang jelas) malamnya seperti siangnya tidak
menyimpang dari orang yang binasa, menyimpang
dari sunnah maka dia pasti akan binasa jadi kalau
tidakmau binasa maka hidupkan sunnah Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam aku tinggalkan kalian 2
perkara yang jika kalian berpegang teguh dengannya
maka kalian tidak akan tersesat untuk selamanya yakni
kitabullah dan sunnah Nabinya . maka dengan
berpegang
teguhnya
kita
terhadap
sunnah
itu
menghindarkan kita dari ketersesatan
Rujukan ketika terjadi khilaf (Al marjiu inda al-khilati)
hadit Rsulullah (bhs Arab) kalian akan melihat
dibelakangku perbedaan pendapat yang banyak sekali
maka wajib bagi kalian mengikuti sunnahku dan sunnah
para khualafaurrasyidin jadi ini menjadi rujukan ketika
terjadi khilaf maka orang yang mengikuti sunnah dia tidak
akan bingung ketika terjadi khilaf dia punya rujukan
ketika terjadi perbedaan pendapat
E. KEWAJIBAN KITA TERHADAP SUNNAH (Waajibuna nahwa
assunnatihi)
Menghidupkan sunnah (Ihyau assunnati)
Berikut ini adalah langkah-langkah menghidupkan sunnah
1. Menghafalkannya/menjaganya (sibguha)
Bagaimana menjaganya fii assuduuri didalam dada
maksudnya dengan dihafal.
2. Didalam baris-baris tulisan (Fii as-suturi) artinya
dicatat

As Sunnah dan Bidah

Apa kewajiban kita? Menjelaskan kepada


mutarabbi tentang sunnah harus menjaga
dengan menghafalkan kalau marhalah tarif
hafalkan hadits-hadtis kitabuljami nanti kita
pilihkan haditsnya karena ada beberapa hadits
yang semakna cukup satu saja, disini kita
semangati mereka ..
Dengan
menghafal
dulu
para
ulama
menghafalkan hadits sampai ratusan ribu hadits
mereka hafalkan. Dikatakan orang yang dating tarbiyah
harus mencatat karena tidak sama dengan Bukhari
kemampuannya andaikan seperti Bukhari semuanya
tidak usah mencatat dan tidak cukup kalau sekedar
merekam dengan kaset atau dengan fd, mp3 , karena
sekarang ini banyak sarana yang memudahkan
yangmenyebabkan orang menjadi malas, jadi nanti
kalau mengisi tarbiyah dianjurkan kepada setiap
mutarabbinya untuk mencatat, kalau ada yang bawa
laptop boleh dicatat lewat laptop yang penting dicatat
lewat laptop, jangan cukup dia merekam, boleh
merekam kalau nanti dicocokkan dengan catatan kalau
ada yang luput bisa disempurnakan, tapi kalau hanya
rekaman yang diandalkan (karena banyak orang yang
sangat pandai merkam tapi tidak pandai mencatat)dan
para murabbiyah sekali-kali periksa catatan
Mempelajari makna-maknanya (Taallumu maaniha)
Kalau belajar hadits tidak cukup sekedar mengahafalkan
harus tahu apa makna yang kita hafalkan makanya da
kajian kitabul jami nanti mutarabbi .. dan murabbi yang
menjelaskan.
Mengamalkannya (Al-Amalu biha)
Ini langkah-langkah menghidupkan sunnah jadi kalau tidak
diamalkan buat apa.
Mengajarkannya (Talimuha)
Orang
yang
menghidupkan
sunnah
dan
mengajarkannya kepada orang lain, jangan sudah berkarat

As Sunnah dan Bidah

dalam tarbiyah tidak mau isi tarbiyah karena kapan kita


tidak mengajarkannya maka hilang itu ilmu ad-dawatu
ilaiha mengajak manusi kepada sunnah maksudnya
mengajarkan isinya sunnah itu apa jadi kita mengajar
manusia
untuk
memotivasi
orang
lain
untuk
menghidupkan sunnah ad-dawatu ilaiha.
Mengagungkan sunnah (Tadzimu as-sunnati)
Diantara ciri atau sifat diantara para sahabat yaitu
mereka mentadzim sunnah/mengagungkan sunnah (Alhujurat :2) disini dalilnya tadzim as-sunnah .. tidak boleh
mendahului
Nabi..
..ini
menunjukkan
kewajiban
mentadzim / mengagungkan sunnah beliau semua ayat
yang menunjukkan ittiba itu semua menunjukkan tadzim
terhadap sunnah. Misalnya : larangan mengangkat suara
di sisi nabi (bhs Arab) itu menunjukkan kewajiban men
tadzim..jika yang seperti itu saja dilarang apalagi
mendahulukan petunjuk lain dari petunjuk beliau itu lebih
terlarang lagi mengangkat suara saja tidak boleh. contoh
ketika Nabi meninggalkan sebuah pasukan dibawah
pimpinan Usamah bian zaid ..berperang melawan orang
Romawi ternyata Nabi melihat pasukan tidak jadi
berperang setelah singkat cerita Rasullullah kembalidan
setelah Abu Bakar menjadi Khalifah memutuskan
mengirim kembali pasukan ini sebagian sahabat protes ini
sekarang gerakan pemurtadan besar-besaran kabilahkabilah Arab banyak orang tidak mau bayar zakat disini
disebutkan berperang melawan kabilah yang murtad dan
memerangi orang yang tidak mau bayar zakat. Kenapa
masih dikirim juga pasukan? kata Abu Bakar saya tidak
akan
meninggalkan
sesuatu
dari
Rasulullah
shallallahualaihi
wasallam
bahkan
sayapun
akan
melakukannya sesungguhnya saya takut tersesat jika
meninggalkan sesuatu dari urusan beliau, ini tadzim dia
paham ini tidak wajib beliau meneruskan misi pasukan ini
tapi begitu tadzim terhadap sunnah Beliau tahu Nabi
sangat ingin mengirim pasukan ini berperang maka dia

As Sunnah dan Bidah

lanjutkan apa yang telah Nabi inginkan maka ini tadzim


atau bentuk pengagungan terhadap sunnah Nabi
shallallahu alaihi wasallam.
(Nama shbt) bahwa Nabi pernah melarang menukar
satu dirham dengan dua dirham Riba maka ada orang
yang berkata saya menganggap ini tidak apa-apa yang
penting tunai maka . berkata saya mengatakan
bersabda Rasulullah shallallahualaihi wasallam dan anda
mengatakan ini tidak apa-apa demi Allah saya tidak akan
berada dalam satu atap bersamamu untuk selamalamanya, marah sahabat keetika menyampaikan hadits
dan ada yang mengatakan seperti diatas, karena
pengagungannya terhadap sunnah sehingga lahir sikap
yang seperti itu, Abdullah bin Umar pernah menyampaikan
hadits Nabi janganlah kalian melarang istri kalian
kemesjid, . mengatakan
kami akan larang mereka
sebenarnya ini anak bukan untuk menentang hadits tapi
karena dia tahu dijaman sekarang kalau perempua
kemsejid sudah bertabarruj jadi dikatakan sayaa akan
larang karena tidak memenuhi persyaratan tapi karena dia
menyampaikan membuat bapaknya marah dia katakana
(bhs Arab) demi Allah saya akan larang mereka , Nabi
bilang jangan larang lalu kamu bilang saya akan larang!
Sebenarnya niatnya tidak menantang tetapi caranya dia
meyampaikan keliru membuat ibnu Umar marah maka dia
berkata saya sampaikan kepadamu bahwasannya
Rasullah shallallahualaihi wasallam saya akan melarang
mereka ini bentuk kemarahan umar kepada anaknya,
dalam riwayat yang lain ibnu bumar berkata saya tidak
akan berada satu rumah yang engkau ada didalamnya, itu
bentuk tadzim sahabat Rasulullah shallallahualaihi
wasallam.
Melecehkan sunnah itu haram (Ihtihzaussunnati
haraamun)
Karena kita wajib mengagungkan sunnah dan itu
merupakan cirri khas para sahabat maka Melecehkan

As Sunnah dan Bidah

sunnah itu haram, mengapa?, karena melecehekan


sunnah itu sama dengan melecehkan syariat (alihtizzauh
bisunnati istihzaun bisysyarI) melecehkan syariat kafir,
jadi kalau tidak mampu menjalankan sunnah jangan
melecehkan orang yang mengamalkan sunnah, kalau kita
belum mampu kita beristighfar kita meminta kekuatan
kepada Allah supaya bisa mengamalkan, jangan
melecehkan orang yang mengamalkan sunnah, kalau
belum mampu bercadar jangan melecehkan orang yang
bercadar, kalau belum mampu berjenggot jangan lecehkan
orang yang berjenggot, kalau belum mampu mengangkat
pakaian jangn melecehkan orang yang tidak isbal dengan
kebanjiran ini .haram bahkan (bhs arab) haram
melecehkan sunnah sebagaiman dalam At-taubah :66, ini
yang perlu kita jelaskan.
Ada orang yang melecehkan sunnah karena dia tidak
tahu kalau itu sunnah tapi sebenarnya tidak meleehkan
sunnah dia melecehkan pelaku sunnah karena dia tidak
tahu kalau itu sunnah atau dia tidak yakin kalau itu sunnah
karena kadang-kadang ada orang yang melecehkan orang
yang berjenggot dia katakana kayak kambing karena dia
tidak tahu kalau memanjangkan jenggot adalah sunnah
Nabi yang hukumnya wajib jadi dia berolok-olok kepada
kita tetapi berolok-olok kepada sunnah karena dia tidak
tahu kalau itu sunnah Nabi dan dia tidak dihukumi kafir
beda dengan orang yang tahu contoh orang-orang yang
mendapatkan..didunia. ada orang yang makan dengan
Nabi tangan kiri, Nabi katakana makan dengan tangan
kanan tapi dia katakana saya tidak mampu..andaikan kita
makan dengan tangan kiri kita pasti bisa mampu dan
begitulah resiko yang mengatakan saya tidak bisa ,maka
Nabi mengatakan kamu pasti bisa tidak ada yang
mencegahnya kecuali kesombongan disebutkan dalam
riwayat setelah itu dia tidak mampu lagi mengangkat
tangannya bukan Cuma kanan yang tidak mampu duaduanya yang tidak mampu..maka..berkata jangan

As Sunnah dan Bidah

dulu..sebelum shalat karena Nabi pernah mengatakan


tidak
boleh
keluar
dari
mesjid
setelah
adzan
berkumandang jadi setelah adzan shalat dulu jangan
langsung keluar katanya saya sudah ditunggu ini dan
diapun keluar tidak lama kemudian disampaikan kepada
orang itu jatuh dari ontanya patah pahanya akhirnya tidak
jadi berhaji, disampaikan padanya ini sunnah Nabi jangan
dulu pergi sebelum shalat keculai kalau shalat dimesjid
lain tidak ada masalah. Pernah ada sebuah hikayat bahwa
seorang mubtadi pernah mendengar sabda Nabi kalau
engkau bangun jangan langsung masukkan tangan dalam
bejana tetapi cuci dulu sampai tiga kali maka orang ini
mengatakan saya tahu dimana tanganku bermalam
ditempat tidur tidak kemana-mana tanganku ini saya tahu,
dia mau menyelisihi sunnah Nabi dan dikatakan kamu
tidak tahu dimana tangan kamu bermalam, dia berkata
saya tahu diranjang maka ketika dia tidur tangannya
sudah masuk kedalam duburnya sampai kesiku. Jadi ini
kita angkat kepada para mutarabbi kita untuk membuat
mereka berhati-hati jangan sampai melecehkan sunnah
Rasullah shallallahualaihi wasallam.

BIDAH
Tujuan Penyajian Materi

1. Agar peserta tarbiyah memahami makna bidah


2. Agar peserta tarbiyah mengetahui bahwa bidah itu tidak
satu jenis melainkan bermacam-macam dan bahwasanya
bidah itu bertingkat-tingkat.
3. Agar peserta tarbiyah mengethaui bahwa pelaku bidah
bermacam-macam dan bertingkat-tingkat dan bahwa
dosanya pun berbeda sesuai dengan tingkatan bidahnya
sehingga peserta tarbiyah memahami bhwa tidak setiap ahli

As Sunnah dan Bidah

bidah disikapi dengan sikap sama, melainkan sesuai dengan


tingkatan bidahnya.
A. MUSUH SUNNAH : BIDAH
Bidah dalam bahasa adalah sesuatu yang baru yang tidak
ada contoh sebelumnya.
Secara istilah bidah adalah jalan yang diada-adakan dalam
agama yang menyerupai jalan yang disyariatkan dimana
maksud dari menjalaninya sama dengan maksud ketika
menjalani syariat.
Celaan terhadap bidah dari hadits Nabi shllallahu alaihi wa
sallam:
B. BAHAYA BIDAH
1. Tertolak amalannya
Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :










Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan
(agama) kami ini apa yang tiak bersasal darinya (dari
agama itu sendiri) maka dia tertolak. (HR. Bukhari dan
Muslim)
Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:



Barangsiapa yang melakukan satu amal yang tidak ada
contohnya dari kami maka amal itu tertolak. (HR. Bukhari
dan Muslim)
2. Sesat dan mengantarkan ke neraka
Sabda Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam :






Setiap bidah adalah sesat dan setiap kesesatan di dalam
neraka. (HR. Nasai dan disahihkan oleh Al Albani)
Dari perkataan salaf :
Berkata Ibnu Abbas : Tidaklah datang suatu tahun
pada manusia melainkan mereka membuat bidah dan
mematikan sunnah hingga bidah-bidah menjadi
hidup dan berbegai sunnah menjadi mati.
Berkata Hasan bin Athiyyah : Tidaklah suatu kaum
membuat bidah dalam agama mereka melainkan
allah mencabut dari mereka sunnah yang sepadan

As Sunnah dan Bidah

dengannya kemudian tidak akan mengembalikannya


kepada mereka sampai hari kiamat.
Berkata
Adz
Dzahabi
:
Mengikuti
sunnah
menghidupkan hati, maka kapan membiasakan
dengan bidah tidak akan tersisa di dalamnya tempat
untuk sunnah.
3. Mematikan sunnah
4. Tuduhan akan kurangnya agama
5. Menuduh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak
menyampaikan semua risalah atau berkhianat.
Dalil :
QS. Al Maidah : 67
67.
Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan
kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan
(apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak
menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu
dari (gangguan) manusia[430]. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir.
[430]
Maksudnya: tak seorangpun yang dapat
membunuh nabi Muhammad s.a.w.
C. MACAM-MACAM BIDAH
1. Bidah dalam perkataan dan keyakinan, contoh : konsep
firqah yang sesat, seperti Jahmiyah, Syiah, Mutazilah
Jahmiyah : meyakini bahwa Allah tidak punya nama dan
sifat
Syiah : Mengkafirkan sahabat
Mutazilah : Menolak hadits ahad dalam masalah
aqidah, Allah punya nama tapi tidak ada shifat
2. Bidah dalam ibadah
Beribadah kepada Allah dengan ibadah-ibadah yang tidak
disyariatkan, contoh :
a. Bidah pada asal ibadah seperti peringatan-peringatan
kelahiran/kematian
b. Menambah ibadah yang memang disyariatkan, seperti
menyambung puasa sampai malam.
c. Bidah dalam cara pelaksanaan ibadah seperti berdzikir
dengan satu suara / bersenandung
d. Menentukan waktu tertentu bagi ibadah yang
disyariatkan, seperti : shalat lail yang dikhususkan

As Sunnah dan Bidah

pada malam pertengahan syaban, puasa pada


pertengahan syaban dst.
e. Menetapkan jumlah tertentu untuk ibadah-ibadah yang
disyariatkan, seperti tasbih, tahmid, dan tahlil seribu
kali.
D. TINGKATAN BIDAH
1. Bidah yang menyebabkan kafir. Ini mengeluarkan
seseorang dari agamanya. Seperti : berdoa kepada selain
Allah, berkorban untuk selain Allah, dst.
2. Bidah yang menyebabkan fasik.
a. Dosa besar
b. Dosa kecil
Tidak mengeluarkan dari agama
E. BAROMETER/FAKTOR-FAKTOR
YANG
MEMBEDAKAN
TINGKATAN PELAKU BIDAH
1. Sembunyi-sembunyi atau terang-terangan
2. Mengajak kepada bidah atau tidak mengajak
3. Keluar dari ahlussunnah atau tidak keluar
4. Bertahan/teguh dengan
5. Bidahnya atau tidak
6. Bidahnya jelas atau tidak jelas
7. Bidah yang mengkafirkan atau tidak
F. JALAN UNTUK MELENYAPKAN BIDAH
Yaitu dengan jalan menghidupkan sunnah