Anda di halaman 1dari 8

Landasan Teori dan Kerangka Pemikiran

Evaluasi tata kelola teknologi informasi menggunakan COBIT framework


telah banyak dilakukan dan hasil rekomendasinya dapat membantu baik
pemerintahan maupun swasta, untuk dapat memperbaiki tata kelola teknologi
informasi menjadi lebih baik. Dalam penelitian tetang Evaluasi tata kelola Teknologi
Informasi Kementerian ESDM dengan menggunakan model COBIT, hasil referensi
penelitian sebelummnya antara lain:

1. Analisis Kemapuan Model Cobit 5 dalam Pengelolaan Tata Kelola TI (Alex


Pasquini, 2013) University of Applied Sciences Northwestern Switzerland
(FHNW). Pembahsan yang dilakukan Menganalisis fungsi dan kelebihan Cobit 5
dengan menilai perbadingan dengan cobit lain dan standar tata kelola yang
ada, dengan melakukan wawancara dan kuisioner, untuk dapat digunakan oleh
perusahaan pengelola TI. Hasil dalam penelitian Cobit 5 mampu menyediakan
layanan dukungan untuk digunakan dalam model penilaian baik dari sisi tata
kelola maupun manjemen TI. [1]
2. Analisis Audit Sistem Informasi pada Domain APO ( Studi Kasus : Direktorat
Sistem Informasi Universitas Telkom) ( Cantika Pragita). Membahsana tentang
masalah yang terjadi di dalam sistem atau aplikasi, pelaporan kinerja TI,
infrastruktur , maupun dari sumber daya TI lainnya, masih belum ada ukuran
secara keseluruhan untuk menangani permasalahan yang mendasar untuk
meningkatkan manajemen kualitasnya saat ini. Maka diperlukan evaluasi istem
informasi ini dilakukan dengan menggunakan standar COBIT 5 yang berfokus
pada Domain APO (Align, Plan, and Organise) subdomain Manage Quality.
Standar Cobit 5 digunakan karena cukup baik sebagai panduan dan kedetailan
setiap aktifitas di prosesnya. Cobit 5 merupakan Standar untuk mengaudit
penggunaan sebuah TI dan digunakan sebagai acuan untuk menghasilkan
dokumen (temuan dan rekomendasi) yang merupakan hasil audit sistem
informasi pada Direktorat Sistem Informasi Universitas Telkom yang diharapkan
dapat membantu meningkatkan manajemen kualitas demi perbaikan Direktorat
Sistem Informasi Universitas Telkom mencapai keunggulan operasional
sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan organisasi, dengan pengambilan
data wawancara dan kuisioner. Dari hasil evaluasi yang dilaksanakan,
pengukuran capability level proses area APO11-Manage Quality pada
Direktorat Sistem Informasi Universitas Telkom, diperoleh hasil level kapabilitas
3, level rata-rata 3,38 , artinya APO11 sedang dalam tahap menuju capability
level 4 dan masih mencapai 0,38 di atas level 3. [2]
3. Fahala 2010, Evaluasi Tingkat Kematangan Model Pengukuran untuk domain AL
kerangka COBIT Studi Kasus: Audit Manajemen IT PT. POS Indonesia, (Falahah
2010). Pembahasan yang dilakukan mengevaluasi kinerja manajemen TI
dengan menggunakan beberapa tujuan kontrol, metode dan pengukuran
kematangan standar. Menilai tingkat kematangan biasanya langkah pertama
untuk memulai Audit proses dalam suatu organisasi. mengusulkan beberapa
pendekatan untuk memodifikasi metode pengukuran tingkat kematangan yang
pendekatan yang lebih realistis untuk memetakan ada kondisi beberapa
karakteristik tingkat kematangan. Metode yang dimodifikasi untuk penilaian
tingkat kematangan kemudian diimplementasikan pada Proses audit pada PT.
Pos Indonesia menggunakan Cobit 4. Proses wawancara dan questionarrie
gunakan untuk mengumpulkan data secara langsung dari semua pengguna.
Hasil audit memberikan nilai lebih realistis untuk penyesuaian tingkat
kematangan yang berasal dari temuan fakta dan dapat mengungkapkan
beberapa kondisi riil yang ada. Analisis dari temuan fakta juga dapat
memberikan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan sumber daya TI. [3]
COBIT 5 Control Objectives for Information and related Technology

COBIT 5 adalah kerangka bisnis untuk tatakelola dan manajemen organisasi


dan perusahaan IT (IT goverrnanceframework), dan suatu sistem yang mendukung
para manager untuk mongkoordinasikan kebutuhan.
Pada Cobit 5 prinsip Antara lain :
1. Memenuhi Kebutuhan Stakeholder (Meeting Stakeholder Needs)
Dimana perusahaan dapat memberikan sebuah nilai bagi para stakeholdernya.
missal adalah dengan menjaga keseimbangan antara realisasi keuntungan dan
risiko yang mungkin .
2. Melingkupi Seluruh Perusahaan (Covering the End-to-End)
Sebuah sistem yang memberikan pandangan tentang tata kelola dan
manajemen TI dalam satu organisasi berdasarkan sejumlah enabler yang ada
di sekitaran organisasi /perusahaan.
3. Menerapkan Suatu Kerangka Tunggal yang Terintegrasi (Applying a
Single Integrated Framework)
COBIT 5 merupakan framework terintegrasi yang dapat disejajarkan dengan
standar lainnya yang berhubungan dengan TI dalam menyediakan arahan pada
aktivitas TI dalam satu perusahaan.
4. Menggunakan sebuah pendekatan yang menyeluruh (Enabling a Holistic
Approach)
Menndukung untuk mendefinisikan enabler dalam satu perusahaan yang tata
kelola dan manajemen TI yang efektif dan efisien.
5. Pemisahan Tata kelola Dari Manajemen (Separating Governance from
Management)
Menjelaskan perbedaan antara tata kelola dan manajemen. Dua disiplin
penting yang di dalamnya juga terdapat struktur, aktivitas, tanggung jawab,
dan tujuan yang berbeda satu sama lain. [13]

Model Referensi Proses Dalam COBIT 5


Pada COBIT 5 terdapat model referensi proses yang menentukan dan
menjelaskan mengenai proses tata kelola dan manajemen. [13] Pada Cobit 5
terdapat dua domain proses yaitu proses tata kelola dan manajemen TI yang
meliputi :
1. Evaluate, Direct, and Monitor (EDM). Pada proses ini mengatur bagaimana
cara mengevaluasi dan memonitor dalam tata kelola pada organisasi, ada 5
domain proses, anatara lain :

EDM01 Ensure Governance Framework Setting and Maintenance

EDM02 Ensure Benefit Delivery

EDM03 Ensure Risk Optimisation

EDM04 Resource Optimisation

EDM05 Ensure Stakeholder Trasnparency

2. Plan, Build, Run, and Monitor (PBRM), pada domain manajemne ini terdapat 4
domain anata lain :

Align, Plan, and Organize (APO) Penyelarasan, Perencanaan, dan


Pengaturan terdapat 13 prose.

Build, Acquare, and Implement (BAI) Membangun, Memperoleh, dan


Mengimplementasikan terdapat 10 proses.
Deliver, Service and Support (DSS) Mengirimkan, Layanan, dan
Dukungan terdapat 6 proses.
Monitor, Evaluate, and Assess (MEA) Pengawasan, Evaluasi, dan
Penilaian terdapat 3 proses.

Kapabilitas Proses Dalam COBIT 5


Pada COBIT 5 adanya model kapabilitas proses, yang berdasarkan pada ISO/IEC
15504, standar mengenai Software Engineering dan Process Assessment. Model
ini mengukur performans tiap-tiap proses tata kelola (EDM-based) atau proses
manajemen (PBRM based), untuk mengidentifikasi area yang untuk ditingkatkan
performansinya.
Pada Cobit 5 terdapat enam penilaian kapabilitas yang dapat dicapai oleh
masing-masing proses, yaitu :
1. Level 0, Incomplete Process Proses tidak lengkap;
2. Level 1, Performed Process Proses dijalankan (satu atribut); Pada tahap ini
organisasi sudah mengimplementasikan namun belum tercapainnya ujuan.
3. Level 2, Managed Process Proses teratur (dua atribut); Pada tahap ini
organisasi telah menjalankan melaksanakan proses TI dan mencapai
tujuannya dilaksanakan secara terkelola dengan baik, pengelolaan di sini
berarti pelaksanaannya melalui proses perencanaan, evaluasi dan
penyesuaian untuk ke arah yang lebih baik lagi

4. Level 3, Established Process Proses tetap (dua atribut); Pada tahap ini
organisasi sudah mengimplementasikan proses-proses TI dan terstandar.
5. Level 4, Predictable Process Pada tahap ini organisasi telah melakukan
proses implemnetasi TI dalam batasan yang ditentukan untuk mencapai
outcome proses yang diharapkan.
6. Level 5, Optimising Process - Proses Optimasi (dua atribut); Pada tahap ini
organisasi telah mengimplemntasi proses TI dan terus ditingkatkan secara
berkelanjutan .
Kerangka Pemikiran
Beberapa hal yang yang menjadi kerangka pemikiran dalam kajian ini meliputi :
Permasalahan yang di temukan berdasarkan indentifikasi masalah yang
dijadikan dasar pembuatan rumusan masalah dalam penelitian, yaitu
Mengevaluasi tingkat kematangan pengeloaan TI ESDM dengan framework
COBIT adanya suatu kebijakan dalam pengeloaan TI di KESDM
Menganalisisa dengan framework Cobit 4.1
Adanya suatu usulan rekomondasi dalam menentukan kebijakan
pengeloaan TI di KESDM
Bentuk Penelitian
Penelitian dilakukan yang akan menghasilkan deskripsi kualitatif atau kuantitatif.
Penelitian dilakukan pada Studi Kasus Untuk mengukur tingkat kematangan
pengelolaan TI di Pusat Data Dan Teknologi KESDM, penelitian ini menggunakan
metode COBIT 5, dan pengumpulan data primer dan sekunder yang berkaitan
dengan TI ESDM.
Perancangan Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model COBIT yaitu
untuk membuat sebuah usulan kebijakan pengelolaan TI di KESDM (Renstra,
Permen atau blueprint).
Dalam perhitungan dilakukan beberpa tahapan yang memakai perhitungan
matikmatik antara lain :
Mencari nilai responden yaitu :
Nilai responden =
Responden terbayak - Responden terkecil
Jumlah pertanyaan
Mencari nilai Indek yaitu :
Indek = Nilai responden
Nilai Pertanyaan
Mencari nilai Gap
Nilai Gap = Indek - Target