Anda di halaman 1dari 16

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI

NEGARA

AUDIT INTERN PEMERINTAH

AUDIT INVESTIGASI
Ali Mugiono
Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan
Gedung Juanda II Lantai 7, Jl. Dr. Wahidin No. 1 Jakarta Telp. 021385 3855
+62818858716 - e-mail: alimugiono.itjen@gmail.com

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

The International Standards for the Professional Practice of


Internal Auditing:
1210.A2:
Internal Auditors must have sufficient knowledge to evaluate the risk of
fraud and the manner in which it is managed by the organization, but
are not expected to have the expertise of a person whose primary
responsibility is detecting and investigating fraud.
2120.A2
The Internal audit activity must evaluate the potential for the occurrence
of fraud and how the organization manages fraud risk.
2210.A2
The internal auditors must consider the probability of significant errors,
fraud, noncompliance, and other exposures when developing the
engagement objectives.

Fraud encompasses an array of irregularities and ilegal acts


characterized by intentional deception. It can be perpetrated
for the benefit, or to detriment, of the organization and by
persons outside as well as inside the organization.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Audit Investigasi

Fraud

Dalam kamus Inggris-Indonesia, fraud diartikan sebagai penipuan, kecurangan


atau penggelapan.
Menurut KBBI karangan W.J.S. Poerwodarminto (1976), fraud berarti tidak jujur,
tidak lurus hati, tidak adil, dan keculasan.
Dalam Fraud Examiners Manual, fraud berkenaan dengan adanya
keuntungan yang diperoleh seseorang dengan menghadirkan sesuatu yang
tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Didalamnya terkandung unsurunsur : tak terduga (surprise), tipu daya (trickery), licik (cunning) dan curang
(unfair), yang merugikan orang lain (cheats).

Fraud yang dibahas dalam hal ini diarahkan pada bentuk pelanggaran
hukum/aturan yang terjadi karena adanya suatu rekayasa atau adanya
penyalahgunaan wewenang seperti penggelapan, pencurian dengan tipu muslihat,
kecurangan pelaporan keuangan, korupsi, kolusi ataupun nepotisme.
Pencurian dengan kekerasan, perampokan, termasuk juga perbuatan melawan
hukum, merugikan orang lain dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan
pribadi, yang tergolong dalam tindak pidana umum, tetapi tidak termasuk
pengertian fraud dalam modul ini.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

Undang-undang No. 24/1960 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,


Undang-undang No. 3/1971 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,
Undang-undang No. 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,
Undang-undang No. 20/2001 tentang perubahan atas Undang-undang
No.31/1999
Undang-undang No. 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 25 Tahun 2003
UU No. 30/2002 tentang Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi
(KPK)
Korupsi
adalah:
1. perbuatan melawan hukum
2. dengan maksud memperkaya diri sendiri atau orang lain
3. dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

Tax evasion
Ponzy scheme
Counterfeit
Benefit fraud
Bancruptcy
fraud
Bait and switch
Window
dressing

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Audit Investigasi

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

pressure
s

Fraud Triangle
Greed
opportunity

rationalizati
on

Exposur
es

Opportunit
y

Need

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Audit Investigasi

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

Standar audit berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman bagi seluruh anggota
organisasi auditor dalam mematuhi kode etik dan menjalankan tugas serta
kewajiban profesional sebagaimana tercantum dalam Kode Etik bagi Auditor.
ACFE telah menyusun standar profesional bagi anggotanya, yang terdiri atas
Standar Profesional, Standar Audit, dan Standar Pelaporan, yakni :
Standar Profesional diatur tentang integritas dan objektivitas, kompetensi
profesional, kecermatan profesional, pemahaman terhadap klien dan pemberi
perintah, komunikasi dengan klien, pemberi perintah, dan kerahasiaan.
Standar Audit diatur mengenai audit atas fraud dan bukti.
Standar Pelaporan diuraikan mengenai hal-hal yang bersifat umum dan isi
laporan.
Untuk lingkungan APIP, Meneg PAN telah menge luarkan Peraturan Menpan Nomor : PER/
05/M. PAN/03/2008 Tanggal 31 Maret 2008 Tentang Standar Audit Aparat Pengawasan Intern
Pemerintah (APIP).
Sistematika Standar Audit APIP mencakup :
Pendahuluan,
Prinsip-prinsip Dasar,
Standar Umum,
Standar Audit Kinerja, dan
Standar Audit Investigatif.
Khusus mengenai standar audit investigatif, diatur tentang standar pelaksanaan, standar
pelaporan, dan standar tindak lanjut.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Audit Investigasi

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Audit Investigasi

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

Spectrum

1. Fraud Prevention: Control is the principal method of preventing fraud. Internal


auditors assis in fraud prevention by evaluating the adequacy and effectiveness
of control.
2. Fraud Detection: consists of identifying indicators of fraud sufficient to warrant
recomending an investigation. This indicators may arise as a result of controls
established by management, test conducted by auditors, and other sources both
within and outside organization.
3. Fraud Investigation: consists of performing extended procedures necessary to
determine whether fraud, as suggested by the indicators has occured. It includes
gathering sufficient information about the specific details of a discovered fraud.
Several parties may participate or be involved in the fraud investigation.
4. Fraud Deterrence: consists of those actions taken to discourege the
perpetration of fraud and limit the exposure if fraud does occur

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Audit Investigasi

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Audit Investigasi

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

TAHAPAN HUKUM ACARA PIDANA (UU No. 8/1981):


1. Penyelidikan: adalah serangkaian kegiatan penyelidik untuk mencari dan
menemukan suatu perbuatan yang diduga merupakan tindak pidana
guna menentukan dapat/tidaknya penyidikan dilakukan.
2. Penyidikan: adalah serangkaian kegiatan penyidik untuk mencari dan
mengumpulkan bukti, dan dengan bukti itu membuat terang tindak
pidana yang terjadi untuk menemukan tersangkanya.
3. Penuntutan: adalah tindaan penuntut umum yang melimpahkan perkara
ke Pengandilan Negeri yang berwenang, sesuai dengan cara yang diatur
dalam hukum acara pidana, dengan permintaan agar diperiksa dan
diputus oleh Hakim di sidang pengadilan.
4. Pemeriksaan di sidang pengadilan: mempunyai satu tujuan yaitu mencari
alat bukti yang membentuk keyakinan hakim tentang bersalah atau
tidaknya terdakwa.
5. Putusan Pengadilan: Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada
seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti
yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benarbenar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah.
6. Upaya hukum: Upaya hukum adalah hak terdakwa atau penuntut umum
untuk tidak menerima putusan pengadilan yang berupa perlawanan atau
banding atau kasasi, atau hak terpidana untuk mengajukan permohonan
peninjauan kembali, atau hak Jaksa Agung untuk mengajukan kasasi demi

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

Audit Investigasi

alimugiono.itjen@gmail.com

Technique and Evidences:


Front / Open
Technique

Back / Covered
Process

Evidences

1. Physical

1. Undercover

1. Primary evidence

examination
2. Confimation
3. Documentation

playrole
2. Data mining

2. Secondary evidence
3. Direct evidence

(tapping/clonning) 4. Circumstantial evidence

4. Analytical review

3. Surveilance

5. Conclusive evidence

5. Inqueries /

4. Intercepting

6. Corroborative evidence

5. Elicitation and

7. Opinion evidence

persuation

8. Hearsay evidence

interview
6. Reperformance
7. Observation

6. Dumpster diving

Body language reading


Information dan Data Communication