Anda di halaman 1dari 14

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG


Sistem sirkulasi adalah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh,
mentransport zat makanan ke jaringan tubuh, mentranspor produk-produk
yang tidak berguna, dan menghantarkan hormon dari satu bagian tubuh ke
bagian tubuh yang lainnya.
Sistem sirkulasi dibagi menjadi sistem peredaran darah yang terdiri dari
jantung dan pembuluh darah, serta sistem limfatik. Sistem peredaran darah
terdiri dari jantung, arteri, kapiler dan vena. Jantung merupakan organ
berotot, terletak di dalam rongga thorax yang memompa darah ke seluruh
tubuh melalui pembuluh arteri. Arteri akan bercabang menjadi arteri besar,
arteri sedang dan bercabang-cabang secara luas sampai menjadi arteri-arteri
kecil yang disebut arteriola. Selanjutnya akan membentuk anyaman
pembuluh darah halus yang disebut kapiler. Kemudian darah dikumpulkan
kembali melalui pembuluh balik kecil yang disebut venula. Venula akan
saling bergabung membentuk vena lebih besar yang akhirnya menjadi vena
besar yang disebut vena cava superior dan inferior. Vena cava akan
membawa darah kembali ke jantung sebelah kanan.
Keelastisan pembuluh darah tergantung pada membran dan sel-sel yang
membentuk dinding pembuluh darah. Misalnya aorta dan a.carotis communis
yang merupakan arteri besar pada dinding yang berisi sejumlah membran
elastis dan karenanya disebut arteria tipe elastis. Hal ini berkaitan dengan
fungsi arteri yaitu mentranspor darah ke jaringan di bawah tekanan yang
tinggi sehingga dinding arteri harus kuat dan darah mengalir dengan
kecepatan yang tinggi.
I.2. TUJUAN
Tujuan umum
Mengetahui tentang arteri elastis yang berada di dalam tubuh kita.

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 2

Tujuan khusus
a. Mengetahui tentang struktur dinding arteri elastis
b. Mengetahui fungsi arteri elastis
c. Mengetahui percabangan arteri elastis
I.3. MANFAAT
Menambah wawasan dan keilmuan untuk penulis serta membantu pembaca
khususnya teman-teman mahasiswa lainnya untuk memahami tentang elastic
arteries yang berada di dalam tubuh kita serta menambah pengetahuan untuk
pembaca baik secara anatomi, histologi maupun fisiologi.

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 3

BAB II
PEMBAHASAN
II.1. PENGERTIAN
Arteri adalah suatu struktur yang mengangkut darah ke jaringan dan tahan
terhadap perubahan tekanan darah pada bagian awal dan mengatur aliran
darah pada bagian terminal. Fungsi arteri adalah untuk mentranspor darah ke
jaringan di bawah tekanan yang tinggi. Karena alasan inilah, arteri
mempunyai dinding pembuluh darah yang kuat, dan darah mengalir dengan
kecepatan yang tingggi di arteri. Arteri pun memiliki dinding pembuluh yang
tebal dengan suatu pengecualian, mereka membawa darah teroksigenisasi.
Pengecualian tersebut adalah untuk trunkus pulmoner, yang bercabang
menjadi dua arteri pulmoner dan, yang membawa darah deoksigenasi dari
ventrikel kanan ke dalam paru-paru. (Guyton and Hall, 2008).
Arteria membawa darah dari jantung dan mendistribusikannya ke seluruh
jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya. Arteria yang terkecil, diameternya
kurang dari 0,1 mm, disebut arteriola. Persatuan antara cabang-cabang arteria
disebut anastomosis dan arteria tidak memiliki katup.
End artery anatomik adalah pembuluh darah yang cabang-cabang
terminalnya tidak beranastomosis dengan cabang-cabang arteria yang
mendarahi daerah yang berdekatan. End artery fungsional adalah pembuluh
darah yang cabang-cabangnya beranastomosis dengan cabang-cabang
terminal arteria yang ada di dekatnya, tetapi besarnya anastomosis tidak
cukup untuk mempertahankan jaringan tetap hidup bila salah satu arteria
tersumbat.
Arteri digolongkan berdasarkan ukurannya menjadi arteriol, arteri
muskular dan arteri elastis besar. Umumnya dinding arteri lebih tebal dari
dinding vena.
II.2. JENIS JENIS DAN STRUKTUR ARTERI
Telah disebutkan bahwa arteri dapat digolongkan menjadi arteri tipe
elastis (arteri besar), arteri muskular (arteri sedang), dan arteriola.

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 4

II.2.1. Arteri Elastis Besar


Adalah pangkal arteri pada ventrikel dan beberapa arteri besar yang
dekat jantung. Arteri besar disebut juga arteri konduksi karena fungsi
utamanya ialah mengangkut darah keluar dari jantung. Arteri ini juga
berfungsi untuk meredakan fluktuasi besar dalam tekanan yang
ditimbulkan oleh denyut jantung. Selama kontraksi ventrikel (sistole),
lamina elastis arteri konduksi diregangkan dan mengurangi perubahan
tekanan. Selama relaksasi ventrikel (diastole), tekanan ventrikel turun
cukup besar, namun tekanan balik elastis pada arteri konduksi
membantu mempertahankan tekanan arteri. Akibatnya tekanan arteri
dan aliran darah menurun dan menjadi kurang bervariasi karena makin
menjauhi jantung.
Arteri elastis besar ini memiliki diameter sekitar 2,5 cm pada orang
dewasa dan tebal dindingnya sekitar 1,5 mm. Contoh khasnya adalah
aorta, trunkus pulmonalis, arteria pulmonalis, arteria karotis komunis
dan arteria subklavia. Aorta merupakan arteri elastis yang utama.
Tunica intima lapisan terdalam dibina atas selapis sel endotel, dan
di bawahnya ada lapisan subendotel yang mengandung serat jaringan
ikat yang terdiri dari serat elastis dan sedikit serat otot polos. Ke
bawah dari jaringan ikat ini ada membrana elastica interna, yang
mengandung serat elastis yang bersusun rapat membentuk berkas.
Tunica media dibina terutama atas otot polos dan serat elastis. Ada
pula sedikit serat kolagen dan urat saraf. Lapisan ini sangat tebal dan
inilah yang membuat pembuluh elastis ini jadi sangat bingkas. Pada
lapisan ini, di daerah pangkal lebih banyak serat elastis daripada serat
otot polos dan makin jauh dari jantung jumlah serat elastis menyusut
dan serat otot bertambah.
Dalam lapisan ini ada vasa vasorum, yakni pembuluh darah di
dalam pembuluh darah. Diameter > 1 mm. Berasal dari arteri yang
berdekatan dan bercabang masuk ke ketiga lapisan, terutama tunica
media. Berbatasan dengan tunica adventitia, serat elastis membentuk
berkas disebut membrana elastica externa.

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 5

Tunica adventitia dibina terutama atas jaringan ikat, berupa serat


kolagen dan sedikit serat elastis. Disini terdapat pula vasa vasorum
dan urat saraf, yang bercabang dan masuk ke tunica media.

Gambar 2.1. Pembuluh darah dan limfatik dengan pulasan H.E.

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 6

Gambar 2.2. Arteri besar : dinding aorta (potongan transversal) pulasan


orcein dengan serat elastin terpulas coklat tua.

II.2.2. Arteri Muskuler


Merupakan bagian arteria yang terbanyak terdapat dalam tubuh.
Nama lainnya adalah arteria distribusi, karena arteria tipe muskular
mengontrol distribusi darah arteri ke berbagai bagian tubuh. Arteria
tipe muskular ukurannya lebih bervariasi daripada arteria tipe elastis,
diameter potongan melintang berkisar antara 10 mm sampai 0,1 mm.
Dindingnya relatif tebal dibanding diameter pembuluh, terutama
banyak sekali otot polos di tunika media.
Tunica intima di arteria tipe muscular yang terdiri hanya sel-sel
endotel yang gepeng yang berhubungan langsung dengan lamina
elastika interna. Sel-sel endotel ini mempunyai tonjolan-tonjolan di
bagian basal yang menembus lamina elastika interna dan berhubungan
dengan sel-sel otot polos di bawahnya. Endotel sama dengan yang
terdapat di arteria tipe elastis, sel-selnya dihubungkan oleh taut kedap
Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 7

dan neksus dengan struktur yang sama. Pada arteria tipe muskular
yang ukurannya lebih besar, terdapat jaringan ikat subendotel, terletak
diantara lamina basalis yang tipis dan lamina elastika interna. Jaringan
ikat subendotel pada berbagai arteria misalnya arteria koronaria,
mungkin berisi sel-sel otot polos yang berjalan longitudinal.
Lamina elastika interna berkembang baik pada arteria tipe
muskular dan dalam sajian yang diwarnai dengan hematoksilin dan
eosin tampak sebagai garis-garis refraktil bergelombang berwarna
merah pada potongan melintang arteria tipe muskular. Susunan
bergelombang ini karena dinding pembuluh mempunyai otot polos
dalam jumlah yang banyak, berkontraksi setelah mati (kontraksi
agonal) sehingga menyebabkan lipatan longitudinal di lamina elastika
interna.
Tunica media pada arteria tipe muskular yang lebih besar berisi
10-40 lapisan sel-sel otot polos yang tersusun konsentris, sedangkan
pada arteri kecil ada sekitar 4-10 lapisan. Tunika media relatif tipis di
arteria meningea dan arteria serebralis. Sel-sel otot polos adalah satusatunya sel di tunika media dan terbenam dalam matriks glikoprotein
yang berwarna gelap dengan reaksi PAS. Selain itu juga terdapat serat
kolagen dan serat elastis.
Pada tempat peralihan ke tunika adventisia, lamina elastika
eksterna merupakan batas peralihan pada arteri tipe muskular yang
besar, meskipun ini kurang berkembang bila dibandingkan dengan
lamina elastika interna. Pada arteria kecil, lamina elastika eksterna ini
putus-putus atau tidak ada sama sekali.
Tunica adventisia tebal pada arteri tipe muskular, bahkan kadangkadang lebih tebal dari tunika media. Tunika adventisia terdiri atas
jaringan ikat yang agak longgar, dimana serat-serat kolagen dan elastis
tersusun longitudinal. Tunika adventisia berisi vasa vasorum dan
sejumlah serat saraf, dimana serat saraf ini mencapai bagian luar
tunika media.

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 8

Gambar 2.3. Dinding pada arteri muskuler pulasan H.E.


II.2.3. Arteriol
Peralihan dari suatu arteri kecil ke arteriol adalah secara bertahap,
tetapi arteriol disebut sebagai pembuluh darah arterial dengan
diameter kurang dari 100 m. Dindingnya hanya terdiri atas 1-3 lapis
otot polos yang tersusun sirkular.
Tunika intima terdiri atas sel endotel yang gepeng yang tersusun
memanjang dalam arah longitudinal. Sel-sel ini dihubungkan melalui
taut kedap dan neksus serupa dengan arteri yang dijelaskan
sebelumnya. Dari bagian basal sel-sel endotel ada tonjolan-tonjolan
menembus lamina basalis yang tipis dan lamina elastika interna untuk
Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 9

membentuk hubungan otot endotel dengan sel-sel otot polos tunika


media.
Pada arteriol, biasanya terdapat lamina elastika interna yang
berkembang relatif baik. Namun lamina ini tidak ditemukan dibagian
akhir arteriol dan disebut metarteriol.
Tunica media terdiri atas 1-3 lapis otot polos yang tersusun
sirkular.
Tunica adventisia

terdiri atas jaringan ikat jarang yang berisi

sedikit fibroblas dan serat-serat kolagen dan elastis yang tersusun


longitudinal. Lamina elastika eksterna tidak terdapat pada arteriol.
Bagian akhir arteriol disebut metarteriol atau daerah sfingter
prekapiler. Pembuluh ini mengatur aliran darah ke jala-jala kapilar
dengan mengatur diameter lumen. Metarteriol di daerah sfingter
prekapilar panjangnya bervariasi dari 50-100 m. Diameter lumen
secara bertahap berkurang dari 30 sampai 8 m. Sel-sel endotel
terletak di atas lamina basalis yang tipis, dikelilingi oleh sedikit otot
polos yang tersebar. Otot polos ini mungkin tampak hubungan otot
endotel dengan sel-sel endotel. Hanya sedikit sekali terdapat jaringan
ikat perivaskular mengelilingi metarteriol.
Jaringan ikat ini berhubungan dengan jaringan ikat sekitarnya.
Serat saraf tidak bermielin tampak mengelilingi otot polos. Ini
menunjukkan

bahwa

persarafan

simpatis

yang

menyebabkan

metarteriol berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian. (Krauses


Essential Human Histology for Medical Student, 2005)
II.3. FUNGSI ARTERI
Arteri besar juga disebut arteri konduksi, karena fungsi utamanya ialah
mengangkut darah keluar dari jantung. Arteri ini juga berfungsi untuk
meredakan fluktuasi besar dalam tekanan yang ditimbulkan oleh denyut
jantung. Selama kontraksi ventrikel (sistole), lamina elastis arteri konduksi
diregangkan dan mengurangi perubahan tekanan. Selama relaksasi ventrikel
(diastole), tekanan ventrikel turun cukup besar, namun tekanan balik elastis
pada arteri konduksi membantu mempertahankan tekanan arteri. Akibatnya

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 10

tekanan arteri dan aliran darah menurun dan menjadi kurang bervariasi
karena makin menjauhi jantung.
Fungsi arteri sedang, juga dikenal dengan arteri distribusi, ialah
membawa darah ke berbagai organ. Lapisan muskular dalam arteri sedang
dapat mengatur aliran darah ke berbagai organ dengan berkontraksi atau
tidak berkontraksi (sebagai akibat masukan neural atau kimiawi lokal yang
lebih umum). (Histologi Dasar Teks & Atlas ed.10, 2007)
II.4. PERCABANGAN ARTERI
Arteri paling besar itu meliputi Aorta, a. Carotis communis, a. Anonyma,
a. Subclavia. Aorta merupakan arteri utama yang membawa darah yang kaya
oksigen dari ventriculus sinister jantung ke jaringan-jaringan di dalam
tubuh. Untuk kepentingan uraian, aorta terbagi atas sebagai berikut : aorta
descendens, arcus aortae, aorta thoracica dan aorta abdominalis.
Aorta ascendens mulai dari basis ventriculus sinister dan berjalan ke atas
dan depan sehingga terletak di belakang pertengahan kanan sternum setinggi
angulus sterni, tempat pembuluh nadi ini melanjutkan diri menjadi arcus
aortae. Aorta ascendens terletak di dalam pericardium fibrosum dan
terbungkus bersama dengan truncus pulmonalis di dalam sarung
pericardium serosum. Pada pangkalnya terdapat tiga tonjolan sinus aortae
yang masing-masing terletak di belakang cuspis valva aortae.
Arteria coronaria dextra berasal dari sinus anterior aortae dan arteria
coronaria sinistra berasal dari sinus posterior sinistra aortae.
Arcus aortae merupakan lanjutan aorta ascendens. Pembuluh ini terletak
di belakang manubrium sterni dan berjalan ke atas, belakang dan kiri di
depan trachea (arah utamanya adalah ke belakang). Kemudian pembuluh ini
berjalan ke bawah di sebelah kiri trachea dan setinggi angulus sterni
melanjutkan diri sebagai aorta descendens.
Truncus brachiocephalicus berasal dari permukaan cembung arcus aortae.
Pembuluh ini berjalan ke atas dan di sebelah kanan trachea dan bercabang
dua menjadi arteria subclavia dextra dan arteria carotis communis dextra di
belakang articulatio sternoclavicularis dextra.
Arteria carotis communis sinistra berasal dari permukaan cembung arcus
aortae di sebelah kiri truncus brachiocephalicus. Pembuluh ini berjalan ke
Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 11

atas dan di sebelah kiri trachea dan masuk ke leher di belakang articulatio
sternoclavicularis sinistra.
Arteria subclavia sinistra berasal dari arcus aortae di belakang arteri
carotis communis sinistra. Berjalan ke atas sepanjang sisi kiri trachea dan
oesophagus untuk masuk ke pangkal leher. Pembuluh ini melengkung di
permukaan atas apex pulmo sinister.
Aorta thoracica terletak di dalam mediastinum posterior dan mulai
sebagai lanjutan arcus aortae di sebelah kiri pinggir bawah corpus vertebra
thoracica IV (setinggi angulus sterni). Kemudian berjalan turun ke bawah di
dalam mediastinum posterior, miring ke depan dan medial untuk mencapai
permukaan anterior columna vertebralis. Setinggi vertebra thoracica XII
pembuluh ini berjalan di belakang diaphragma (melalui hiatus aorticus)
pada garis tengah dan melanjutkan diri sebagai aorta abdominalis.
Arteriae intercostales posterior dipercabangkan untuk sembilan spatium
intercostale bagian bawah pada masing-masing sisi. Arteriae subcostales
dipercabangkan pada masing-masing sisi dan berjalan sepanjang pinggir
bawah costa XII untuk masuk ke dinding abdomen.
Rami pericardiaci, oesophageales dan bronchiales merupakan cabangcabang kecil yang menuju ke organ-organ tersebut.
Truncus pulmonalis membawa darah yang terdeoksigenasi dari
ventriculus dexter jantung menuju ke paru. Pembuluh ini meninggalkan
bagian atas ventriculus dexter dan berjalan ke atas, belakang dan kiri.
Panjangnya sekitar 5cm dan berakhir pada bagian cekung arcus aorta
dengan bercabang dua menjadi arteri pulmonalis dextra dan sinistra.
Bersama-sama dengan aorta ascendens pembuluh ini dibungkus oleh
selubung pericardium serosum.
Arteria pulmonalis dextra berjalan ke kanan di belakang aorta ascendens
dan vena cava superior untuk masuk ke radix pulmonalis dextra.
Arteri pulmonalis sinistra berjalan ke kiri di depan aorta descendens
untuk masuk ke radix pulmonis sinistra.
Ligamentum arteriosum merupakan pita fibrosa yang menghubungkan
bifurcatio trunci pulmonalis dengan permukaan cekung arcus aortae.
Ligamentum arteriosum merupakan sisa ductus arteriosus, yang pada janin
mengalirkan darah dari truncus pulmonalis ke aorta, jadi tidak melalui paru.
Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 12

Nervus laryngeus recurrens sinistra melingkari pinggir bawah struktur ini.


Setelah lahir, ductus menutup. Bila ductus ini tetap terbuka, darah dari aorta
akan masuk ke sirkulasi paru, mengakibatkan terjadinya hipertensi pulmonal
dan hipertrofi ventriculus dexter. Dengan demikian tindakan ligasi ductus
ini perlu dilakukan. (Anatomi Klinik Dasar, 2006)

Gambar 3.1. Percabangan archus of aorta

BAB III
Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 13

KESIMPULAN DAN SARAN

III.1. KESIMPULAN
Arteri adalah suatu struktur yang mengangkut darah ke jaringan dan
tahan terhadap perubahan tekanan darah pada bagian awal dan mengatur
aliran darah pada bagian terminal. Fungsi arteri adalah untuk mentranspor
darah ke jaringan di bawah tekanan yang tinggi. Karena alasan inilah,
arteri mempunyai dinding pembuluh darah yang kuat, dan darah mengalir
dengan kecepatan yang tingggi di arteri.
Arteri memiliki 3 macam jenis yaitu elastis, muskular dan arteriol.
Masing masing arteri tersebut memiliki 3 lapisan dari luar ke dalam yaitu
tunica intima (endotel, subendotel, jaringan ikat longgar, jaringan
membran, kadang-kadang ada otot), tunica media (sel otot polos tersusun
sirkuler disertai jaringan ikat kolagen dan elastis, membrane elastika
interna, membrane elastika eksterna dan pembuluh darah banyak) dan
tunica adventitia (jaringan ikat kolagen dan elastis, pada pembuluh darah
besar terdapat vassa vasorum).
Arteri paling besar itu meliputi Aorta, a. Carotis communis, a.
Anonyma, a. Subclavia. Aorta merupakan arteri utama yang membawa
darah yang kaya oksigen dari ventriculus sinister jantung ke jaringanjaringan di dalam tubuh dan aorta memiliki percabangan besar yaitu
ascending aorta dan descending aorta.
III.2. SARAN
Sebaiknya kita selalu menjaga kesehatan dengan cara pola hidup yang
baik yaitu olahraga yang teratur dan cukup, makan-makanan yang bergizi
dan hindari makanan lemak jahat serta kolesterol yang dapat menyebabkan
penyakit mematikan.

DAFTAR PUSTAKA
Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011

NADIA INDRI WULANDARI (110 170 046) 14

1. Ellis, Harold. 2006. Clinical Anatomy Applied Anatomy For Students and
Junior Doctors 7th edition. Blackwell Publishing : Australia
2. Guyton, Arthur C. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC : Jakarta.
3. Junqueira, L.C and Carneiro, Jose. 2007. Histologi Dasar Teks & Atlas
ed.10. EGC : Jakarta.
4. Krause, William J. 2005. Krauses Essential Human Histology For
Medical Students 3rd edition. Universal Publisher : USA.
5. Moore, Keith L. 2002. Anatomi Klinis Dasar. Hipokrates : Jakarta.
6. P. Eroschenko, Victor. 2003. Atlas Histologi diFiore dengan Korelasi
Fungsional ed.9. EGC : Jakarta.
7. Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinis Dasar ed.6. EGC : Jakarta.

Cardiorespiratory System
Fakultas Kedokteran
Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon - 2011