Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENYULUHAN

OLEH :
TONI PERIYANTO (406137001)

PEMBIMBING :
Dr. DIANA

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEBIDANAN DAN


KANDUNGAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
TARUMANAGARA
PERIODE 24 NOVEMBER 2014 31 JANUARI 2015

RSUD CIAWI, BOGOR

KERANGKA ACUAN PENYULUHAN


KB POST PARTUM
RSUD CIAWI, BOGOR
A. PENDAHULUAN
Rumah sakit merupakan salah satu organisasi pemberi jasa kemasyarakatan
yang semakin dituntut untuk bekerja secara profesional sesuai dengan standar
pelayanan yang telah ditentukan. Rumah sakit juga mempunyai kewajiban
terhadapat peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat di sekitar rumah sakit,
sebagai salah satu bagian dari usaha promotif kesehatan.
Kontrasepsi atau Program KB adalah salah satu program pemerintah dalam
mengendalikan tingginya angka pertumbuhan di Indonesia. Karena Salah satu
masalah kependudukan yang cukup besar di Indonesia adalah jumlah kepadatan
penduduk yang sangat besar. Hal ini menimbulkan berbagai macam masalah lain.
Untuk itu, pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) yaitu
program pembatasan jumlah anak yakni dua untuk setiap keluarga. Program KB
di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat dan diakui keberhasilannya
di tingkat Internasional.
Rentang tahun 1800-1900 jumlah penduduk Indonesia bertambah tiga kali
lipatnya. Sedangkan 1900 -2000 terjadi pertambahan penduduk lima kali lipat dari
40,2 juta orang menjadi 205,8 juta orang. Selama rentang 1900-2000, progran
Keluarga Berencana (KB) berhasil mencegah kelahiran 80 juta orang. "Tanpa
program KB jumlah penduduk hingga tahun 2000 diprediksi 285 juta orang, "
ungkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),
Dr.Sugiri Syarief, MPA dalam acara Studium Generale Kependudukan dan
Program Keluarga Berencana: Peluang dan Tantangan'
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui

demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan


salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang
sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita
harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya
jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin
tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan
individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang KB POST PARTUM,
diharapkan masyarakat memahami tentang manfaat dan pentingnya pada KB post
partum untuk mencapai keluarga yang sejahtera dan berkualitas.
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat dapat
mengerti tentang:

Definisi dari Program KB post Partum

Jenis jenis KB

Manfaat dari KB post partum

D. MATERI
Terlampir
E. METODE

Memperagakan dan menjelaskan

Tanya jawab

F. KEGIATAN

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi


melalui ceramah dan peragaan KB Post Partum oleh pembicara dan tanya jawab.
Rincian kegiatan:
1. Pelaksana

: Coass

2. Tempat: Ruang Poli kebidanan dan kandungan


3. Waktu

: 10.30 s/d 11.00 WIB

4. Pendamping

: dr. Diana

G. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

Menetukan waktu dan tempat kegiatan

Menentukan tempat pembicara

Meyiapkan materi dan peralatan penyuluhan

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan

H. SASARAN

Terlaksananya kegiatan penyuluhan sesuai dengan jadwal yang telah


ditentukan

Peserta yang hadir mengerti dan memahami materi yang disampaikan pada
penyuluhan KB POST PARTUM

I. MATERI DAN DAFTAR HADIR


Terlampir
J. TANYA JAWAB DARIPADA AUDIENCE
Terlampir

LAPORAN PENYULUHAN DI RSUD CIAWI


MATERI PENYULUHAN

: KB POST PARTUM

HARI/TANGGAL/JAM

: KAMIS, 15 Januari 2015 / 10.30 WIB

TEMPAT

: Poli Kandungan dan Kebidanan

PESERTA

: Pasien

PENDAMPING

: dr. Diana

A. KEGIATAN PENYULUHAN
NO.
1

LANGKAH KEGIATAN
Kegiatan Pendahulan:

WAKTU

Mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan menjelaskan


2

5 menit

tentang tujuan penyuluhan


Kaitan Kegiatan Pokok:
a) Menyampaikan tentang definisi, manfaat bagi ibu dan buah
hati pada penggunaan dari KB Post Partum.
b) Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan
pertanyaan, akan apa yang belum dipahami dan diketahui,

20 menit

sebagai bahan evaluasi.


c) Menjawab

pertanyaan

dengan

memberikan

penjelasan

terhadap setiap pertanyaan yang diajukan.


3

d) Diskusi tanya jawab.


Kegiatan penutup:
a) Menarik kesimpulan secara lisan.
b) Mengucapkan salam dan terima kasih.
Jumlah :

5 menit

30 menit

B. EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN


Peserta penyuluhan tertarik mengikuti penyuluhan tentang KB POST
PARTUM yang dapat dilihat dengan:
1. Peserta mendengarkan penyuluhan dengan seksama dan mau mengikuti
jalannya penyuluhan sampai selesai
2. Peserta banyak yang bertanya, sehingga terjadi interaksi tanya jawab antara
pemberi penyuluhan dengan peserta.
3. Peserta mengerti dan memahami tentang isi dari penyuluhan, dan mau
menerapkan dalam kehidupannya.

PERTANYAAN :
1. Apakah pada ibu menyusui boleh menggunakan KB IUD?
2. Apakah dengan menggunakan IUD akan mengganggu siklus Menstruasi?
3. Pada ibu dengan nyeri pada payudara apakah boleh menggunakan IUD?
4. Saya alergi Arloji besi, apakah boleh menggunakan IUD?
JAWAB:
1. Boleh, karena pada IUD tidak menyebabkan gangguan hormonal.
2. Pada penggunaan KB IUD tidak akan mengganggu siklus menstruasi karena
KB IUD tidak menggangu kerja dari hormonal.
3. Boleh karena nyeri pada payudara tidak berhubungan dengan penggunaan KB
IUD
4. Tidak boleh karena alergi pada Arloji besi itu menandakan bahwa ibu
mempunyai alergi logam sedangkan IUD itu mengandung preparat logam.

PROSES PELAKSANAAN PENYULUHAN MASSAGE PADA BAYI