Anda di halaman 1dari 50

Trauma Kapitis

Pembimbing : dr. Yuwono, Sp.S FINS


Oleh : Yunita Widyaningsih
(406137003)

Basic Anatomy
Scalp
Skull
Meninges
Dura Mater
Arachnoid
Pia Mater

Brain Tissue
CSF and Blood

Ventricles

Intracranial Volume

80%
Brain Matter

10%
Blood

10%
CSF

Definisi
Menurut Brain Injury Assosiation of
America, cedera kepala adalah suatu
kerusakan pada kepala, bukan bersifat
congenital ataupun degeneratif, tetapi
disebabkan oleh serangan/benturan fisik
dari luar, yang dapat mengurangi atau
mengubah kesadaran yang mana
menimbulkan kerusakan kemampuan
kognitif dan fungsi fisik.

Trauma Kepala
Trauma kepala primer
Trauma kepala sekunder

Etiologi

Berdasarkan derajat kesadaran (SKG)


Kategori

SKG

Gambaran Klinik

CT Scan otak

Minimal

15

Pingsan (-), defisit


neurologi (-)

Normal

Ringan

13-15

Pingsan <10 mnt,


Defisit neurologik (-)

Normal

Sedang

9-12

Pingsan >10 mnt s/d 6


jam
defisit neurologik (+)

Abnormal

Berat

3-8

Pingsan >6 jam,


Defisit neurologik (+)

Abnormal

Catatan :
1.Pedoman triase di gawat darurat
2.Perdarahan intrakranial (CTscan) -->trauma kapitis berat

10

KLASIFIKASI TRAUMA KEPALA BERDASARKAN GLASGOW COMA SCALE


MENURUT TINGKAT
KEPARAHAN

KETERANGAN

Cedera Kepala Ringan


(kelompok risiko rendah)

GCS 15 (sadar penuh, atentif, dan orientatif)


Tidak ada kehilangan kesadaran
Tidak ada intoksikasi alkohol atau obat terlarang
Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing

Cedera Kepala Sedang


(kelompok risiko sedang)

GCS 9 14 (letargi, stupor)


Amnesia pasca-trauma
Muntah
Tanda kemungkinan fraktur kranium (Battle sign, racoon
eyes, otorea, atau rinorea cairan serebrospinal)
Kejang

Cedera Kepala Berat


(kelompok risiko berat)

GCS 3 8 (koma)
Penurunan derajat kesadaran secara progresif
Tanda neurologis fokal
Cedera kepala penetrasi / teraba fraktur depresi kranium

Skull fracture

Dibagi menjadi 3:
Linear skull fracture
Depressed skull fracture
Bassilar skull fracture

Linear skull fracture

Depressed skull fracture

Basillar skull fracture

Jenis Trauma Kapitis

Fraktur tulang kepala/ linear fracture


Commotio cerebri/gegar otak
Contusio cerebri/ memar otak
Epidural hematom
Subdural hematom
Pendarahan subarachnoid

Cerebral concussion
Disebut juga gegar otak
Getaran keras pada otak yg
menyebabkan gangguan
sementara
Klinis
Penurunan kesadaran mendadak
Refleks menurun
Bradikardi
Peningkatan tekanan darah
Defisit neurologis sementara
Perubahan perilaku

Cerebral Contusion
Memar pada jaringan otak
tanpa kerusakan arsiktetur
Sering pada lobus frontal
inferior dan temporal
Coup (abnormalitasnya pada
tempat benturan)
Countercoup (abnormalitasnya
pada kontralateral karena otak
terdorong dan terbentur
dengan tengkorak)
Ct scan kepala: hiperdens

Laceratio cerebri
Jika kerusakan disertai dengan robekan piamater
terputusnya kontinuitas jaringan dan biasanya berkaitan
dengan adanya perdarahan subaraknoid traumatika, subdural
akut dan intercerebral.
Laceratio dapat dibedakan atas laceratio langsung & tidak
langsung.
Langsung oleh luka tembus kepala yang disebabkan
oleh benda asing atau penetrasi fragmen fraktur terutama
pada fraktur depressed terbuka.
Tidak langsung oleh deformitas jaringan yang hebat
akibat kekuatan mekanis.

Epidural Hematoma

Subaracnoid hematoma
Dapat diakibatkan
oleh trauma
Darah terkumpul
pada ruang dibawah
lapisan arakhnoid yg
mengelilingi otak dan
dapar mengiritasinya
Menimbulkan sakit
kepala, muntah, kaku
kuduk

Subaracnoid hematoma

Komplikasi
- Infeksi
- Meningitis
- Perdarahan

Prognosis
Tergantung dari:
Berat ringannya cedera kepala
Lokasi

Presentasi case

Identitas Pasien

Nama : Tn. M
Jenis kelamin : laki-laki
Umur : 20 tahun
Pekerjaan : karyawan
Status Perkawinan : belum menikah
Tanggal masuk : 24 November 2013
Tanggal pemeriksaan : 27 November 2013
Jam pemeriksaan : pukul 13.00 WIB

Anamnesa
Keluhan utama : pingsan setelah jatuh dari motor
Riwayat perjalanan penyakit :
3 jam SMRS os terserempet metro mini saat
mengendarai motor di depan terminal grogol. Os
terjatuh dan terbentur di kepala bagian belakang
sehingga menyebabkan os pingsan. Dari tempat
kejadian os dibawa ke igd RSSW oleh polisi.
Perjalanan sekitar 10 menit. Selama perjalanan os
masih belum sadar.

Anamnesa
Riwayat perjalanan penyakit:
Di RSSW kesadaran os membaik ( 10 menit setelah
kejadian) dan merasa sakit kepala, mual, dan muntah
1 kali. Os tidak ingat saat ditabrak maupun sebelum
ditabrak. Setelah sadar, os tampak mengantuk. Os
mengeluh sakit kepala berdenyut di bagian belakang
kanan dan adanya memar.
Kejang (-), perdarahan telinga (-), perdarahan hidung
(-), perdarahan mulut (-), demam (-)
Baal (-), kesemutan (-), bicara pelo (-)
Gangguan menelan (-)

Anamnesa

Riwayat makan: 3 kali sehari, porsi kecil


Riwayat BAB dan BAK: konstipasi 3 hari, BAK lancar
Riwayat merokok (-), Riwayat konsumsi alkohol (-)
RPD:
- Darah tinggi disangkal
- Kencing manis disangkal
- Sakit jantung disangkal
- Ayan disangkal
- Asma disangkal
RPK: ibu kandung darah tinggi

Status Internis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Tekanan Darah : kanan : 120/80 mmHg, kiri :
110/70 mmHg
Nadi : 94 x/menit
RR : 18 x/ menit
Suhu : 36,8C

Status Neurologis

Kesadaran : Compos Mentis, GCS 15 (E4 M6 V5)


Rangsang meningeal : belum dapat dinilai
Peningkatan TIK : (-)
Pupil : bulat, isokor, 3mm RC +/+
Nn cranialis :
N. I :
Kanan : baik
Kiri
: baik
Kesimpulan : N.I normosmia

N. II :
Visus
Kanan
Kiri

: baik
: baik

Lapangan pandang : baik


Melihat warna
: baik
Funduskopi
: tidak dilakukan pemeriksaan
Kesimpulan : N.II baik

N. III, N. IV, N. VI
Kedudukan bola mata : simetris
Strabismus : tidak ada
Ptosis : tidak ada
Pergerakan bola mata : baik
Refleks cahaya : +/+
Refleks akomodasi : baik
Kesimpulan : N. III, N. IV, N. VI baik

N. V :
Motorik
Membuka mulut : dapat, simetris
Menggerakkan rahang : dapat, sama kuat
Mengunyah : dapat, kontraksi M. masseter dan M.
temporalis sama kuat

Sensorik : baik
Kesimpulan : N. V baik

N. VII :
Mengangkat alis : dapat, simetris
Mengerutkan dahi : dapat, simetris
Memejamkan mata : dapat, sama kuat
Menyeringai : dapat, sulcus nasolabialis simetris
dan sudut mulut tidak ada yang tertinggal
Mencucukan bibir : dapat, simetris
Mengembungkan pipi : dapat, tidak ada sisi yang
bocor
Kesimpulan : N. VII baik

N VIII : baik
N IX & X :
Volume suara : baik
Nada bicara : baik
Artikulasi : baik
Menelan : baik
Mengejan : baik
Arcus pharynx : istirahat & fonasi baik
Kesimpulan : N. IX dan N. X baik

N XI
Menoleh : dapat, sama kuat
Mengangkat bahu : dapat, sama kuat
Kesimpulan : N. XI baik

N XII :
Kedudukan lidah : saat istirahat dan kontraksi
tidak ada deviasi
Pergerakan lidah : baik
Tremor : Atrofi : Fasikulasi : Kesimpulan : N. XII baik

Motorik : baik
Sensorik : baik
Fs. Cerebelum & koordinasi : baik
Fs. Luhur : baik
Rf. Fisiologis : +/+
Rf. Patologis : -/-

Status lokalis
Hematom:
Regio occipital dextra, bentuk bulat,
diameter 2x5x1
Eksoriasi:
Pipi kanan 2x1
Dagu kanan 1x1
Bibir kiri atas 1x1

Resume
Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 20 tahun
dengan keluhan utama pingsan setelah terjatuh dari
motor.
Os pingsan 10 menit, mengalami amnesia retrogard
dan anterogade.
Saat os sadar, os mengeluh sakit kepala, mual, dan
muntah 1 kali.
Kejang (-), perdarahan hidung/mulut/telinga (-)
Demam (-), Baal (-), kesemutan (-), bicara pelo(-),
gangguan menelan (-).

Riwayat penyakit terdahulu


Tidak ada

Status internis
Tidak ada kelainan

Status Neurologis
Compos Mentis GCS15 (E4M6V5)

Status lokalis

Hematom:
Regio occipital dextra, bentuk bulat, diameter 2x5x1
Ekskoriasi:
Pipi kanan 2x1
Dagu kanan 1x1
Bibir kiri atas 1x1

Diagnosis
Klinis:
Konkusio
Amnesia retrogard dan amnesia anterogard
Hematom regio occipital dextra
Ekskoriasi pipi kanan, dagu kanan, dan bibir
kiri atas

Topik: regio occipital dextra


Etiologi: trauma kapitis
DD/: -

Pemeriksaan Penunjang
CT scan kepala
Pemeriksaan darah (Hb, leukosit,
trombosit, LED, elektrolit)
Ro servikal

Terapi
Non medikamentosa: tirah baring,
imobilisasi bertahap
Medikamentosa:
Ondansentron 2x1 inj
Cefotaxim 3x1 gr
Vit K 3x1 inj
Asam traneksamat 3x1 inj

Prognosa
At vitam : bonam
Ad functionam : dubia ad bonam

Terima kasih