Anda di halaman 1dari 19

Glaukoma Akut Sudut

Tertutup

Eifraimdio Paisthalozie
10.2011.384
E8

Anamnesis
Beberapa pertanyaan yang patut ditanyakan
pada kasus ini, ialah:
Apakah mata merah? Nyeri mata? Adakah nyeri
kepala yang menyertainya?
Apa ada gangguan penglihatan (kabur, buram,
melihat halo)? Apakah mata kering/perih?
Apa ada gejala sistemik (demam, malaise, muntah,
mual) ?
Adakah fotofobia?
Ada riwayat peny. mata sebelumnya? Riwayat
glaukoma? Riwayat DM, hipertensi, asma, peny.
jantung dan penggunaan obat? Riwayat trauma dan
operasi?

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik yang terkait kasus glaukoma
akut sudut tertutup, ialah:
Pemeriksaan ketajaman penglihatan (Snellens
chart, etc)
Pemeriksaan lapang pandang (tes konfrontasi;
sebaiknya gunakan objek warna merah,
perimeter)
Pemeriksaan tekanan intraokular (digital
tonometri, tonometri Goldmann, tonometri
Schiotz)
Pemeriksaan reaksi pupil (refleks cahaya
langsung dan konsensual, ukuran)
Pemeriksaan gerakan bola mata
Pemeriksaan kelopak mata (eversi kelopak

Diagnosis
Diagnosis kerja saya ialah
Glaukoma akut sudut tertutup OD
Glaukoma primer sudut tertutup OS
Diagnosis banding saya ialah
Phacolytic Glaucoma
Phacomorphic Glaucoma

Pemeriksaan Penunjang

Goldmann applanation tonometry


Gonioscopy
Fundus photography
Slit lamp
Automated Static Perimetry

Etiologi

CoA yang dangkal


Lensa yang terdorong ke anterior
Axial length mata yang lebih pendek
Iris yang tebal
Sudut yang sempit
Kelainan kongenital
Risk factor: riwayat keluarga positif,
konsumsi obat, DM, katarak

Epidemiologi
Mengenai 1 dari 1000 orang yang
berusia lebih dari 40 tahun
Perempuan > laki-laki (CoA lebih
dangkal pada wanita)
Rabun dekat lebih prevalen
Ras Asia mengalami kejadian yang
lebih berat
Usia tua

Tatalaksana
Farmakologi
Latanopros (prostglandin-F2; meningkatkan aliran
akueous uveosklera dengan menurunkan resisrensi
aliran keluar
Pilokarpin (membuat kontraksi otot siliaris, anyaman
trabekular teregang)
Beta-bloker (menurunkan sekresi akueous,
vasokonstriksi perdarahan prosesus siliaris)
Brimonidin dan apraklonidin (agonis adrenoreseptor
alfa-2)
Inhibitor karbonik anhidrase (diuretik ringan)
Hyperosmotic agent (Mannitol dan Gliserol)

Tatalaksana

Tatalaksana
Non-farmakologi
Pembedahan trabekular dengan laser
(trabeculectomy)
Iridektomi perifer

Komplikasi
Kebutaan
Penurunan ketajaman penglihatan
permanen
Episode berulang
Glaukoma maligna
Serangan pada mata sebelah
Oklusi dari arteri/vena retina sentral
Efek samping sistemik obat

Preventif
Tindakan pembedahan pada mata sebelah
untuk menghindari serangan akut
Emosi dapat mencetuskan serangan akut
Membaca dekat mengakibatkan miosis atau
pupil kecil dan mencetuskan serangan pada
glaukoma dengan blokade pupil
Pemakaian simpatomimetik yang
melebarkan pupil berbahaya
Sudut sempit dengan hipermetropia dan
bilik mata dangkal = monitor

Prognosis
Diagnosis dini dan perawatan tepat
dan adekuat akan menghasilkan
prognosis yang lebih baik
Orang-orang Asia lebih refrakter
terhadap pengobatan dan terkadang
membutuhkan pengobatan lanjut
setelah tindakan pembedahan.

Kesimpulan
Hipotesis diterima. Berdasarkan
gejala klinis yang dialami oleh pasien
yaitu nyeri mata hebat,
mual/muntah, mata merah dengan
penglihatan yang kabur disertai
dengan keterangan bahwa tekanan
bola mata kanan N+++ dan mata
kiri 26 mmHg, maka wanita tersebut
menderita glaukoma akut sudut
tertutup OD, dan glaukoma primer