Anda di halaman 1dari 4

1.

Senam Kebugaran Jasmani


a. Definisi Senam Kebugaran Jasmani
Senam merupakan aktivitas fisik yang dapat membantu mengoptimalkan
perkembangan anak. Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk mendapat penekanan
di dalam program pendidikan jasmani, terutama karena tuntutan fisik yang
dipersyaratkannya, seperti kekuatan dan daya tahan otot dari seluruh bagian tubuh. Di
samping itu, senam juga menyumbang besar pada perkembangan gerak dasar
fundamental yang penting bagi aktivitas fisik cabang olahraga lain, terutama dalam hal
bagaimana mengatur tubuh secara efektif dan efisien. Sedangkan Peter H. Werner
(1994) mengatakan, senam dapat diartikan sebagai bentuk latihan tubuh pada lantai
atau pada alat yang dirancang untuk meningkatkan daya tahan, kekuatan, kelentukan,
kelincahan, koordinasi, serta kontrol tubuh.
Pengelompokkan senam yang dilakukan oleh FIG (Federation Internationale de
Gymnastique). Menurut FIG, senam dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu: senam artistik
(artistic gymnastics), senam ritmik sportif (sportive rhythmic gymnastics), senam
akrobatik (acrobatic gymnastics), senam aerobik sport (sports aerobics), senam
trampolin (trampolinning), senam umum (general gymnastics). Senam lain yang
termasuk ke dalam senam umum di antaranya adalah Senam Aerobik, Senam Pagi
Indonesia (SPI), Senam Ayo Bersatu (AYB), Senam Santri 2005, Senam Indonesia
Jaya, Senam Indonesia Sehat, Senam Jumat Bersih, Senam Pernapasan, Senam
Diabetes, Senam Lansia, Senam Lansia Bugar, Senam Kesegaran Jasmani 2004, Senam
Bugar Indonesia, dan masih ada senam-senam lain yang termasuk ke dalam senam
umum. Namun, senam yang cocok untuk dilakukan siswa Sekolah Dasar adalah senam
umum salah satunya SKJ 2004.
Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) adalah rangkaian gerakan senam yang bertujuan
untuk meningkatkan atau mempertahankan kebugaran jasmani (Nurhasan, 1998: 23).
Menurut Nurhasan (2001: 215) senam kebugaran jasmani memiliki karakteristik yang
sering disebut dengan 5M, yang artinya mudah, murah, massal, meriah, dan manfaat.
Senam Kesegaran Jasmani adalah senam yang termasuk ke dalam senam umum.
b. Manfaat Senam Kebugaran Jasmani

- Kondisi fisiologis dan psikologis seseorang dapat disiapkan dengan baik pada
-

pemanasan SKJ.
Suhu tubuh dapat meningkat secara bertahap
Peningkatan pada koordinasi persendian dan otot
Resiko cidera turun
Membangkitkan semangat karena memakai musik yang bagus
Memperkuat persendian lutut
Memperkuat otot kaki, tungkai bawah, dan tungkai atas
Peregangan pada otot bahu
Menarik nafas dibantu oleh gerakan tangan yang luas
Peredearan darah menjadi lancar
Nafas menjadi lebih santai dan teratur berkat tahap pendinginan
Peningkatan fungsi jantung dengan menaikkan dtak jantung selama 20 menit dan

meingkatkan kekuatan dan daya tahan


- Kerja jantung dan paru paru, kekuatan dan stamina sehingga mampu untuk
melakukan latihan berat tertentu
- Sistem kekebalan tubuh menjadi aktif
c. Prosedur Senam Kebugaran Jasmani
Latihan Pemanasan
- Jalan ditempat
- Gerakan kepala, gerakan tersebut terdiri atas : menoleh ke kanan dan ke kiri,
menunduk dan menengadah, gerakan memutar pertama dilakukan searah jarum jam
-

kemudian dilakukan berlawanan arah jarum jam.


Gerakan bahu
Gerakan punggung bagian atas dan lengan
Gerakan lengan menekuk dan kaki bertumpu pada tumit
Gerakan tungkai, dada, bahu, dan lengan
Gerakan peregangan dinamis pada otot bagian samping badan
Gerakan peregamgan statis

Latihan Gerakan Peralihan :


- Gerakan lengan dengan cara meluruskan dan menekuknya
- Gerakan tangan berupa memanah dan mengayunkan lengan serta gerakan
mengangkat kaki
- Gerakan lengan dengan cara meluruskan dan menariknya
- Gerakan koordinasi antara gerakan tangan dan gerakan kaki
- Gerakan mambo atau cha cha
Latihan Gerakan Peregangan, latihan ini terdiri atas gerakan peregangan dinamis
dan gerakan peregangan statis.

2. Edukasi Kesehatan
a. Definisi Edukasi Kesehatan
Edukasi adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui
teknik praktik belajar atau instruksi, dengan tujuan untuk mengingat fakta atau kondisi
nyata, dengan cara memberi dorongan terhadap pengarahan diri (self direction), aktif
memberikan informasi-informasi atau ide baru. Edukasi merupakan serangkaian upaya
yang ditujukan untuk mempengaruhi orang lain, mulai dari individu, kelompok,
keluarga dan masyarakat agar terlaksananya perilaku hidup sehat (Setiawati, 2008).
Edukasi kesehatan merupakan suatu usaha atau kegiatan untuk membantu
individu, keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan kemampuannya untuk
mencapai kesehatan secara optimal (Rochadi, 2011). Pada dasarnya, pendidikan
kesehatan bertujuan untuk mengubah perilaku individu, keluarga dan masyarakat yang
merupakan cara berfikir, bersikap, dan berbuat dengan tujuan membantu pengobatan,
rehabilitasi, pencegahan penyakit dan promosi hidup sehat (Rochadi, 2011).
b. Tujuan Edukasi Kesehatan
- Menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat.
- Menolong individu agar mampu secara mandiri atau berkelompok mengadakan
kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat
- Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan kesehatan
yang ada
- Agar penderita (masyarakat) memiliki tanggung jawab yang lebih besar pada
kesehatan (dirinya).
- Agar orang melakukan langkah-langkah positif dalam mencegah terjadinya sakit,
mencegah

berkembangnya

sakit

menjadi

parah

dan

mencegah

keadaan

ketergantungan melalui rehabilitas cacat yang disebabkan oleh penyakit.


- Agar orang memiliki pengertian yang lebih baik tentang eksistensi perubahan
perubahan sistem, cara memanfaatkannya dengan efisien dan efektif.
- Agar orang mempelajari apa yang dapat dia lakukan sendiri dan bagaimana caranya
tanpa selalu meminta pertolongan kepada sistem pelayanan kesehatan yang formal.
(Notoatmodjo, 2003, Suliha, 2002)
c. Prosedur Edukasi Kesehatan
- Pelajari dan dipahami materi
- Paham bahwa pemberian materi:
pembicaraan, Tidak diskriminatif.

Tidak menggurui, Tidak memutuskan

- Rasa percaya diri,dapat tumbuh bila:


-

Materinya dapat dikuasai

Penampilan menarik

Teknik penyampaian informasi tidak monoton

Dapat menguasai audiens atau peserta

Dapat berkomunikasi dengan baik dan jelas maksudnya

- Komunikasi dua arah


Komunikasi yang terjadi hendaknya bersifat dua arah, atau terjadi hubungan
timbal balik. Pendidik harus bisa mendengarkan setiap siswa, terbuka. Melalui
komunikasi dua arah ini hambatan atau permasalahan yang mungkin terjadi bisa
beres tanpa ada yang dikecewakan