Anda di halaman 1dari 1

Validasi tes Mallampatimodifikasi dengan penambahan

jarak thyromental dan jarak sternomental untuk


memprediksi sulit intubasi endotrakeal pada orang
dewasa
Bhavdip Patel, Rajiv Khandekar, Rashesh Diwan1, Ashok Shah1
Departemen Anestesi, King Khaled Eye Specialist Hospital, Riyadh, Saudi Arabia, 1
Departemen Anestesi , SAL Hospital, Ahmedabad, Gujarat, India
ABSTRAK
Latar belakang dan Tujuan : Intubasi sering kali menjadi tantangan bagi
anestesiolog. Banyak parameter membantu untuk memprediksi sulit intubasi.
Penelitian ini dilakukan untuk menilai validitas dari parameter yang berbeda
dalam memprediksi sulit intubasi dalam anestesi umum pada dewasa dan
pengaruh penggabungan parameter-parameter dalam validitas. Metode :
Anestesiolog menilai 135 orofaring pasien dewasa. Modifikasi tes Mallampati
atau modified mallampati test (MMT) digunakan dan jarak thyromental atau
thyromental distances (TMD) dan jarak sternomental atau sternomental
distances (SMD) pada masing-masing pasien juga diukur. Gradasi laringoskop
Cormack dan Lehane dinilai saat laringoskopi. Parameter validitas seperti
sensitivitas, spesifisitas, nilai-nilai positif dan negatif palsu, nilai-nilai prediktif
positif dan negatif dihitung. Pengaruh dari penggabungan pengukuran yang
berbeda dalam validitas juga diteliti. Anilisis univariat dilakukan dengan
menggunakan metode parametrik. Hasil : kelompok penelitian terdiri dari 135
pasien. Sensitivitas dan spesifisitas dari MMT adalah 28,6 % dan 93 % masingmasingnya. TMD (< 6,5 cm) memiliki sensitivitas dan spesifisitas 100 % dan 75,8
% masing-masingnya. SMD (< 12,5 cm) memiliki sensitivitas dan spesifisitas 91
% dan 92,7 % masing-masing. Kombinasi dari gradasi MMT dan pengukuran TMD
dan SMD meningkatkan validitas (sensitivitas 100 % dan spesifisitas 92,7%).
Kesimpulan : MMT memiliki spesifisitas yang tinggi. Validitas kombinasi MMT,
SMD dan TMD dibandingkan dengan MMT saja sudah sangat tinggi dalam
memprediksi sulit intubasi pada pasien dewasa. Semua paramater harus
digunakan dalam menilai pasien dewasa untuk operasi yang menggunakan