Anda di halaman 1dari 27

PERSAMAAN

BERNOULLI
Dosen Pembimbing : Endang Supraptiah,S.T.,M.T.

KELOMPOK 3
1.
2.
3.
4.

Jannatul Fitri
M.bahrul Ulumuddin
Rifqi Munip
Riska

(061330401011)
(061330401012)
(061330401022)
(061330401023)

Anggapan-anggapan untuk Menurunkan Persamaan


Bernoulli
1. Zat cair adalah ideal, tidak punya kekentalan
2. Zat cair adalah homogen & tidak termampatkan
3. Aliran adalah kontinyu & sepanjang garis arus
4. Kecepatan aliran adalah merata dalam suatu
penampang
5. Gaya yang bekerja hanya gaya berat & tekanan

Bentuk Persamaan Bernoulli


2

p V
z
C
2g

Dengan :
Z : elevasi (tinggi tempat)
: tinggi tekanan

p
: tinggi kecepatan
V2
2g

Konstanta C adalah tinggi energi total, yang


merupakan jumlah dari tinggi tempat, tinggi
tekanan dan tinggi kecepatan, yang berbeda dari
garis arus yang satu ke garis arus yang lain. Oleh
karena itu persamaan tersebut hanya berlaku
untuk titik-titik pada satu garis arus.

Persamaan Bernoulli dapat digunakan untuk


menentukan garis tekanan dan tenaga. Garis tenaga
dapat ditunjukkan oleh elevasi muka air pada tabung
pitot yang besarnya sama dengan tinggi total dari
konstanta Bernoulli. Sedangkan garis tekanan dapat
ditunjukkan oleh elevasi muka air di dalam tabung
vertikal yang disambung pada pipa.

p V
E z
2g

V2
E z

2g
p

Aplikasi persamaan Bernoulli untuk kedua titik di


dalam medan aliran akan memberikan :
2

p1 V1
p 2 V2
z1

z2

2g

2g

Yang menunjukkan bahwa jumlah tinggi elevasi,


tinggi tekanan dan tinggi kecepatan di kedua titik
adalah sama. Dengan demikian garis tenaga pada
aliran zat cair ideal adalah konstan.

Contoh Hitungan
Suatu pipa mempunyai luas tampang yang mengecil dari
diameter 0,3 m (tampang 1) menjadi 0,1 m (tampang 2).
Selisih elevasi tampang 1 dan 2 (dengan tampang 1 di
bawah) adalah Z. Pipa mengalirkan air dengan debit
aliran 50 l/d. Tekanan di tampang 1 adalah 2 kgf/cm2.
Apabila tekanan pada tampang 2 tidak boleh lebih kecil
dari 1 kgf/cm2, hitung nilai Z. Kehilangan tenaga
diabaikan dan percepatan gravitasi g = 9,81 m/d2.

Penyelesaian
V1

Q
0,05

0,707 m/d
A1 0,25 0,32

V2

Q
0,05

6,366 m/d
2
A2 0,25 0,1

P1 = 2 kgf/cm = 2 x 10.000 = 20.000 kgf/m

p1 20.000

20 m air

1000

P2 = 1 kgf/cm = 1 x 10.000 = 10.000 kgf/m

p2 10.000

10 m air

1000

p V
p
V
z1 1 1 z 2 2 2

2g

2g

p1 V12 p2 V2 2

z 2 z1

2 g
2g

0,707 2
6,366 2
10

Z 20
2 9,81
2 9,81

Z 7,96 m

Persamaan Bernoulli untuk Zat Cair


Riil
Pers. Bernoulli untuk zat cair ideal : tidak ada
kehilangan tenaga karena dianggap zat cair tidak punya
kekentalan (invisid) sehingga tidak ada gesekan antar
partikel zat cair maupun dengan dinding batas.
Pers. Bernoulli untuk zat cair riil : kehilangan tenaga
diperhitungkan karena kekentalan zat cair juga
diperhitungkan

Kehilangan Tenaga
Ada 2 macam :
1. Kehilangan tenaga primer (hf) : terjadi karena
adanya gesekan antara zat cair dan dinding batas
2. Kehilangan tenaga sekunder (he) : terjadi
karena adanya perubahan tampang aliran.

p1 V1
p 2 V2
z1

z2

he h f

2g

2g
Garis tenaga
2

V1
2g
Garis tekanan

p1

V3
2g

p2

1
Z1

he+ hf

V2
2g

p3

3
Z2

Z3

Rumus Kehilangan Tenaga


V2
hk
2g

Untuk kehilangan tenaga primer


L
k f
D
Untuk kehilangan tenaga sekunder
k

A1
1
A2

Dengan :
K:
V:
f :
L:
D:
A1 :

konstanta
kecepatan aliran
koefisien gesekan
panjang pipa
diameter pipa
luas tampang pipa 1 (hulu)

A2 : luas tampang pipa 2 (hilir)

Contoh Soal
Air mengalir dari kolam A menuju kolam B
melalui pipa 1 dan 2. Elevasi muka air kolam A
dan B adalah +30 m dan +20 m. Data pipa 1 dan
2 adalah L1 = 50 m, D1=15cm, f1=0,02 dan
L2=40m, D2=20cm, f2=0,015. Koefisien
kehilangan tenaga sekunder di C, D, dan E
adalah 0,5; 0,5; dan 1. hitung debit aliran !

hec

Garis tenaga

hf1
heD

Garis tekanan

H
hf2

heE

Z1

B
C

Z2

Penyelesaian
2

p1 V1
p 2 V2
z1

z2

he h f

2g

2g
2
2
p1 p2 V1 V2

he h f z1 z 2

2 g 2 g

Tekanan di titik 1 & 2 = tekanan atmosfer p1 = p2 = 0


Kecepatan di titik 1 & 2 = diam V1 = V2 = 0

he h f z1 z 2

he h f z1 z 2
heC heD heE h f 1 h f 2 z1 z 2
2

V1
V1
V2
L1 V1
L2 V2
kC
kD
kE
f1
f2
z1 z 2
2g
2g
2g
D1 2 g
D2 2 g

A1V1 A2V2
2

A1
/ 4 D1 D1
V1
V2 V1

2
A2
/ 4 D2 D2
2

D1 V1
V1
V1
L1 V1
L2 D1 V1

kC
kD
k E
f1
f2
z1 z 2
2g
2g
D1 2 g
D2 D2 2 g
D2 2 g
2

50
40 0,15 V1
0,15
0,015
10
0,02


0,5 0,5 1
0,15
0,2 0,2 2 9,81
0,2

Didapat V1 = 4,687 m/d


Debit aliran:

1
Q AV1 (0,15) 2 4,687 0,0828 m 3 /d 82,8 l/d
4

Koefisien Koreksi Energi


Dalam analisis aliran satu dimensi, kecepatan
aliran pada suatu tampang dianggap konstan.
Pada kenyataannya, kecepatan pada
penampang adalah tidak merata. Kecepatan di
dinding batas adalah nol dan bertambah
dengan jarak dari dinding batas. Untuk itu
diperlukan koefisien koreksi ().
p1 1V1
p 2 2V2
z1

z2

2g

2g
2

Pemakaian Persamaan Bernoulli


1.
2.
3.
4.

Tekanan hidrostatis
Tekanan stagnasi
Alat pengukur kecepatan
Alat pengukur debit

1. Tekanan Hidrostatis
1

h
p

2
p

p2 = h + p a = h

2. Tekanan Stagnasi

po
S
Vo

1
2
p s p o Vo
2

3. Alat Pengukur Kecepatan


(Tabung Pitot)
V2
h
2g

ps

V 2 gh

4. Alat Pengukur Debit


(Venturimeter)
Pc

Po

Do

Dc

hm

Do

2 g Ac

1 A / A
2

p0 pc

1/ 2

2 1
p0 pc

dengan
h

1/ 2

1/ 2