Anda di halaman 1dari 17

Geothermal Sebagai Alternatif Energi untuk

Pembangkit Listrik
http://piqpa.blogspot.com/2012/10/geothermalsebagai-alternatif-energi.html
BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar belakang
Memasuki era globalisasi, perubahan diberbagai sektor sangat signifikan.
Perubahan pada pola kehidupan juga masalah kehidupan. Sektor energi yang menjadi
kebutuhan pokok utama juga mengalami krisis bahan bakar. Bahan bakar fosil yang
menjadi bahan bakar utama selama bertahun-tahun belakangan, diprediksikan akan
habis dalam beberapa tahun kedepan. Eksploitasi besar-besaran bahan bakar fosil
dikarenakan kebutuhan yang meningkat adalah salah satu faktor utama kelangkaan
bahan bakar fosil.
Energi

alternatif

dunia. Geothermal menjadi

menjadi
energi

perbincangan
alternatif

di

yang

berbagai

sedang

belahan

dikembangkan

disamping biofuel[1], sel surya dan nuklir. Bahan bakar fosil yang diproduksi bumi selama
berjuta-juta tahun tidak dapat diperbarui lagi, oleh karena itu bahan bakar alternatif yang
terbarukan adalah sebuah solusi yang tepat. Disamping dapat diperbarui energi alternatif
juga lebih efisien dan efektif dari energi dari bahan bakar fosil. Energi altrernatif lebih
ramah lingkungan dan membantu mengurangi efek pemanasan global.
Geothermal(Panas bumi) adalah energi alternatif yang menguntungkan juga
terbarukan. Panas bumi yang dihasilkan oleh bumi tidak dapat habis, karena panas yang
dihasilkan bumi konsisten, pembentukannya terus menerus. Indonesia merupakan salah
satu negara terkaya akan energi panas bumi. Hingga saat ini telah teridentifikasi 265
lokasi sumber panas bumi Indonesiadengan potensi mencapai sekitar 28.112MWe atau
setara dengan 12 milyar barel minyak bumi. Dengan potensi panas bumi yang
memadai Indonesia berupaya untuk memosisikan geothermalsebagai energi alternative
pengganti fossil-fuel.
Geothermal diprediksikan

cocok

untuk

mengatasi

masalah

di

Indonesia.

Kebutuhan energi terbarukan dapat diatasi dengan potensi panas bumi yang memadai,
sedangkan efek yang yang ditimbulkan dapat membantu Indonesia mengurangi masalah

polusi udara yang menjadi general-problem Indonesia. Efek globalisasi juga dapat
dikurangi dengan pemanfaatan panas bumi sebagai pengganti batu bara.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis mengambil judul untuk karya tulis ini
dengan Geothermal Sebagai Energy Alternatif Generator Listrik.

B. Batasan dan Rumusan masalah


Karya

tulis

ini

mengandung

tiga

poin

yang

terdapat

pada

judul,

ialah geothermal, energi alternative dan generator listrik. Definisi geothermal ialah panas
yang dihasilkan oleh perut bumi yang berupa magma. Panas ini bukan hasil dari
pengendapan fosil hewan berjuta tahun lalu seperti batu bara tetapi panas murni dari
perut bumi.
Energi alternatife ialah energi terbarukan berteknologi tinggi sebagai pengganti
bahan bakar fosil yang akan habis dan tidak terbarukan. Energi ini lebih ramah
lingkungan dan memiliki kelebihan dari segi efisiensi dan efektifitas daripada bahan
bakar fosil. Energi alternative muncul akibat dari kebutuhan bahan bakar energi yang
akan habis dan pencegahan dari efek rumah kaca akibat pemanasan global.
Generator listrik ialah generator yang berfungsi untuk menghasilkan listrik.
Generator ini menghasilkan listrik dari turbin yang digerakkan oleh bahan bakar
generator tersebut. Listrik adalah penunjang kehidupan modern, apabila tidak ada listrik
maka kehidupan akan terganggu. Generator listrik saat ini masih menggunakan bahan
bakar fosil, tetapi bahan bakar tersebut akan digantikan dengan bahan bakar alternative
yang terbarukan dan lebih efisien.
Batasan masalah pada karya tulis ini ialah panas bumi sebagai energi alternative
generator

listrik

yang

dikarenakan Indonesia membutuhkan

diproyeksikan
energi

pengganti

di

Negara Indonesia,
bahan

bakar

fosil

dan Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap penggunaan panas bumi sebagai
energi alternative terbarukan.
Rumusan masalah pada karya tulis ini direalisasikan dalam bentuk 3 pertanyaan:
1.

Apa itu Geothermal ?

2.

Bagiamana sistematika pelaksanaannya?

3.

Bagaimana pemanfaatan potensi panas bumi diIndonesia?

C. Tujuan Study Pustaka


1.

Mencari alteratif energi pengganti fossil-fuel.

2.

Menganalisis potensi panas bumi sebagai energi alternative.

3.

Mengetahui potensi Indonesia akan panas bumi.


D. Manfaat Studi Pustaka

1.

Menemukan energi alternative yang relevan dan terbarukan.

2.

Mencegah efek rumah kaca akibat pemanasan global dari segi energi.

3.

Mengetahui penggunaan panas bumi sebagai bahan bakar generator listrik.

4.

Mengetahui potensi energi panas bumi di Indonesia.

BAB II
GEOTHERMAL

A. Geothermal
1. Pengertian
Geothermal berasal dari bahasa Yunani, geo dan

termos. Geo berarti bumi

dan termos berarti panas. Secara bahasageothermal berarti panas yang terdapat di
bumi. Daya panas bumi ialah kekuatan diekstrasi dari panas yang tersimpan di bumi.

Energi panas bumi berasal dari formasi asli planet ini, dari peluruhan radioaktif mineral,
dan dari energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi 1.
Panas bumi adalah anugerah alam yang merupakan sisa-sisa panas dari hasil
reaksi nuklir yang pernah terjadi pada awal mula terbentuknya bumi dan alam semesta
ini. Reaksi nuklir yang masih terjadi secara alamiah di alam semesta pada saat ini adalah
reaksi fusi nuklir yang terjadi di matahari dan juga bintang-bintang yang tersebar di jagat
raya. Reaksi fusi nuklir alami tersebut menghasilkan panas berorde jutaan derajat
Celcius.
Sumber energi panas bumi berbentuk magma yang tertimbun di perut
bumi.Energi panas bumi adalah termasuk energi primer yaitu energi yang diberikan oleh
alam seperti minyak bumi, gas bumi, batubara dan tenaga air. Energi ini terbarukan
karena prosesnya berkelanjuta selama lingkungan masih terjaga keseimbangannya.daya
Panas Bumi dianggap berkelanjutan karena diproyeksikan setiap ekstraksi
panas lebih kecil dibandingkan dengan konten panas bumi. Bumi memiliki
kandungan panas internal 1031 joule (3,1015 TW jam) [8] Sekitar 20% dari
hal ini adalah sisa-sisa panas dari akresi planet., Dan sisanya diberikan untuk
lebih tinggi tingkat peluruhan radioaktif yang ada di masa lalu
.
1

http://en.wikipedia.org/wiki/Geothermal_power

2. Sejarah Geothermal
Panas bumi pertama kali digunakan sebagai pemandian air panas dan pemanas
ruangan sejak zaman Paleolithic. Berbentuk sebuah kolam batu di gunung Lisan Cina
dibangun pada Dinasti Qin pada abad ke-3 SM, di situs yang sama dimana istana
Huaqing Chi kemudian dibangun.
Pada abad pertama Masehi, Roma menaklukkan Aquae sulis, sekarang Bath,
Somerset, Inggris, dan menggunakan sumber air panas disana untuk pemandian umum
dan pemanasan ruangan. Biaya penerimaan untuk pemandian ini mungkin mewakili
penggunaan komersial pertama tenaga panas bumi. Distrik tertua yang menggunakan
panas bumi sebagai system pemanas adalah Chaudes-Aigues, Perancis, telah beroprasi
sejak abad ke-14. Pemanfaatan industri awal dimulai pada 1827 dengan menggunakan
uap air panas untuk mengekstrak asam borat dari lumpur gunung berapi di Larderello,
Italia.
Pada tahun 1892 di Amerika system pemanas pertama di distrik Boise, Idaho yang
didukung langsung oleh energi panas bumi, dan kemudian diterapkan di Klamath Falls,
Oregon tahun 1900. Sumur panas bumi yang mendalam digunakan untuk memanaskan

rumah kaca di Boise pada tahun 1926, dan geyser digunakan untuk memanaskan rumah
kaca di Islandia dan Tuscany pada waktu yang sama. Charlie Lieb mengembangkan
penukar panas downholepertama pada tahun 1930 untuk memanaskan rumahnya. Uap
dan air panas dari geysers mulai digunakan sebagai pemanas rumah di Islandia pada
tahun 1943.
Pada abad ke-20 permintaan listrik yang mendesak menyebabkan pertimbangan
listrik tenaga panas bumi sebagai sumber pembangkit. Pangeran Conti Pierro Ginori
bekerja sama dengan Larderello menguji generator listrik pertama panas bumi pada
tanggal 4 Juli 1904 dengan mengekstrasi asam panas bumi. Hal ini berhasil menyalakan
empat bola lampu. Kemudian, pada tahun 1911, pembangkit listrik komersial pertama di
dunia dibangun. Itu adalah satu-satunya produsen di dunia industri listrik panas bumi
sampai dibangun pabrik pada tahun 1958 di Selandia Baru. Pada saat itu, Lord Kelvin
sudah menemukan pompa panas tahun 1852, dan Heinrich Zoelly telah mematenkan ide
menggunakannya untuk menarik panas dari tanah pada tahun 1912. J. Donald Kroeker
merancang

pompa

panas

bumi

komersial

pertama

untuk

memanaskan Gedung Commonwealth (Portland, Oregon) pada tahun 1946.


Pada tahun 1960, Gas dan Listrik Pasifik mulai beroperasi dari pembangkit listrik
tenaga panas bumi pertama yang berhasil menghasilkan listrik dari geysers di California,
Amerika Serikat. Mesin itu berlangsung selama lebih dari 30 tahun dan menghasilkan
listrik bersih 11 MW.
Pembangkit siklus biner pertama kali ditunjukkan pada tahun 1967 di Uni Soviet
dan kemudian diperkenalkan ke Amerika Serikat pada tahun 1981. Teknologi ini
memungkinkan generasi listrik dari sumber daya suhu yang lebih rendah daripada
sebelumnya. Pada tahun 2006, pabrik siklus biner di Chena Hot Springs, Alaska
dioperasikan dan menghasilkan listrik dari temperature fluida rekor terendah 57 o C
(135

F)2.

______________
2

B.

Dalam industri panas bumi suhu rendah berarti suhu 300 o F (149

C)

Mekanisme Pemanfaatan Geothermal


Daya panas bumi dianggap berkelanjutan karena memproyeksikan panas lebih
kecil dibandingkan dengan konten panas bumi. Bumi memiliki kandungan panas internal
1031 joule (3,1015 TW/jam). Sekitar 20 % dari hal ini adalah sisa-sisa panas dari akresi

planet, dan sisanya diberikan untuk tingkat peluruhan radioaktif lebih tinggi yang ada di
masa lalu.
Pembangkit listrik panas bumi secara tradisional dibangun secara eksklusif di tepi
lempeng tektonik dimana sumber daya panas bumi temperature tinggi yang tersedia di
dekat permukaan bumi. Pembangunan pembangkit listrik siklus biner dan perbaikan
dalam teknologi pengeboran dan ekstaksi memungkinkan ditingkatkannya system panas
bumi pada rentang geografis jauh lebih besar. Peragaan proyek operasional tersebut
terdapat di Landau-Pfalz, Jerman, dan Soultz-sous-Forets, Perancis, sementara upaya
awal di Basel, Swiss ditutup setelah dipicu gempa bumi. Proyek percontohan lainnya
sedang dalam tahap pembangunan di Australia, Britania Raya, dan Amerika Serikat.
Pemanfaatan energi panas bumi secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu
pemanfaatan langsung dan pemanfaatan tidak langsung. Pemanfaatan langsung yaitu
memanfaatkan secara langsung panas yang terkandung pada fluida panas bumi untuk
berbagai keperluan, sedangkan pemanfaatan tidak langsung yaitu memanfaatkan energi
panas bumi untuk pembangkit listrik.
Pemanfaatan energi panas bumi secara langsung dilakukan tanpa adanya konversi
energi ke dalam bentuk lain. Karena sifatnya yang mudah, maka pemanfaatannya bisa
dilakukan dalam berbagai cara. Untuk mengefektifkan penggunaannya, pemanfaatan
secara langsung dilakukan sesuai dengan kebutuhan temperaturnya.
Sementara pemanfaatan tidak langsung atau pemanfaatan sebagai pembangkit
listrik memerlukan konversi energi dan beberapa proses yang harus dilakukan. Untuk
mendapatkan listrik dari panas bumi memerlukan proses pengkonversian energi fluida
panas bumi.
Fluida panas bumi yang telah dikeluarkan ke permukaan bumi mengandung energi
panas yang akan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Hal ini dimungkinkan oleh
suatu sistem konversi energi fluida panas bumi (geothermal power cycle) yang
mengubah energi panas dari fluida menjadi listrik. Fluida panas bumi bertemperatur
tinggi (>225 oC) telah lama digunakan di beberapa negara untuk pembangkit listrik,
namun beberapa tahun terakhir ini perkembangan teknologi telah memungkinkan
digunakannya fluida panas bumi bertemperatur sedang (150-225 oC) untuk pembangkit
listrik3.
Selain temperature, faktor-faktor lain yang dipertimbanglan dalam memutuskan
apakah suatu sumber daya panas bumi tepat untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit
listrik adalah:

Sumber daya mempunyai kandungan panas atau cadangan yang besar, sehingga mampu
memproduksi uap untuk jangka waktu yang cukup lama.

Sumber daya panas bumi menghasilkan fluida yang mempunyai pH


.

http://id_answer_yahoo.com/question/index?qid=20090324014818AAkOeKH

hampir netral5 agar laju korosinya relative rendah, sehingga fasilitas produksi tidak cepat
terkorosi, selain itu hendaknya kecenderungan fluida membentuk skala yang relative
rendah.

Resevoirnya tidak terlalu dalam, biasanya tidak lebih dari 3 km.

Sumber daya panas bumi terdapat di daerah yang relative tidak sulit dicapai.

Sumber daya panas bumi terletak di daerah dengan kemungkinan terjadinya erupsi
hidrotermal yang relative rendah. Proses produksi fluida panas bumi dapat meningkatkan
kemungkinan terjadinya erupsi hidrotermal.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hanya pada PLTU, uap dibuat di permukaan
menggunakan boiler (ketel uap), sedangkan pada PLTP, uap berasal dari reservoir panas
bumi. Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan
langsung ke turbin, dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi
energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. Apabila
fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap
dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. Hal ini
dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator, sehingga fasa uap akan
terpisahkan dari fasa cairnya. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang
kemudian dialirkan ke turbin.
.
5 pH netral = 7

Pada kandungan panas atau cadangan yang relative kecil, namun mempunyai
suhu yang cukup tinggi untuk dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik, potensi ini bisa
digunakan untuk pembangkit listrik berskala kecil dengan kapasitas kecil, seperti di
Fang, Thailand yang berkapasitas 300 kW.
Hotel Internasional Kirishima di Jepang termasuk unik dalam memanfaatkan
tenaga panas bumi, selain untuk pemandian uap, hotel ini juga memiliki pembangkit
tenaga panas bumi berskala rendah (100 kW) yang dibangun pada tahun 1983 dan

masih digunakan sampai sekarang. Hotel ini juga menggunakan uap dari sumur panas
bumi untuk pemanas dan penyejuk ruangan.
Secara singkat cara kerja pembangkit listrik panas bumi ialah pada daerah yang
berprospek menghasilkan panas bumi, dibuat sumur pemboran. Dari sumur-sumur
produksi ini akan menghasilkan uap. Uap selanjutnya akan dialirkan menuju separator
untuk memisahkan uap dengan air. Umumnya lapangan panas bumi ini menghasilkan
fluida dua fasa, yaitu uap dan air. Setelah bersih, uap ini akan dialirkan ke turbin, turbin
selanjutnya akan memutar generator. Dan generator inilah yang akan mengubah energi
kinetik menjadi energi listrik.
Uap yang keluar dari turbin selanjutnya akan masuk ke kondensator untuk
dikondensasikan. Uap akan berubah wujudnya menjadi cair yang disebut dengan
kondensat. Kondensat ini kemudian dialirkan ke menara pendingin untuk mendinginkan
suhunya. Lalu air yang sudah relatif dingin ini diinjeksikan kembali ke dalam bumi melalui
sumur injeksi. Inilah yang menjadikan energi panas bumi sebagai energi yang
berkelanjutan.
Dampak negatif pemanfaatan energi panas bumi terhadap lingkungan bisa
dikatakan nol. Tidak ada emisi karbon, tidak ada hujan asam. Sehingga menjadikan
panas bumi sebagai sumber energi yang ramah lingkungan.
sampai keseimbangan baru tercapai dengan arus alam. Tiga tertua situs, di
Larderello, Wairakei, dan geysers mengalami sampai keseimbangan baru tercapai
dengan

arus

alam.

Tiga

tertua

situs,

di

Larderello,

Wairakei,

dan

geysers

mengalami sampai keseimbangan baru tercapai dengan arus alam. Tiga tertua situs, di
Larderello, Wairakei, dan geysers mengalami
C. Efisiensi dan Efektivitas Geothermal
1. Efisiensi Geothermal
Efisiensi termal energi panas bumi bisa dibilang rendah, karena hanya berkisar 1023%. Mengapa? Karena cairan panas bumi tidak mencapai suhu tinggi dari boiler.
Hukum-hukum termodinamika membatasi efisiensi mesin panas dalam mengeluarkan
energi yang bermanfaat. Sisa panas yang terbuang, kecuali dapat digunakan secara
langsung ,tanpa perlu mengonversikan energi panas ke bentuk lain, dan lokal, misalnya
rumah kaca, kayu pabrik, dan pemanasan distrik.
Sistem efisiensi material tidak mempengaruhi biaya operasional karena akan
dialokasikan

untuk

perencanaan

penggunaan

bahan

bakar,

tetapi

juga

tidak

mempengaruhi pengembalian modal yang digunakan untuk membangun pabrik. Untuk


menghasilkan energi yang lebih besar dari yang dikonsumsi oleh pompa, pembangkit

listrik memerlukan bidang yang relatif panas dan siklus panas khusus. Karena listrik
tenaga panas bumi tidak bergantung pada variabel sumber energi, tidak seperti,
misalnya, angin, atau matahari, faktor kapasitas bisa sangat besar, hingga menunjukkan
96%. International Geothermal Association (IGA) telah melaporkan bahwa 10.715
megawatt (MW) dari tenaga panas bumi di 24 negara sedang online, yang diharapkan
dapat menghasilkan 67.246 GWh listrik pada tahun 2010. [1] ini merupakan peningkatan
20% kapasitas online sejak 2005 . IGA proyek pertumbuhan 18.500 MW pada tahun
2015, karena proyek-proyek saat ini sedang dipertimbangkan, sering di daerah yang
sebelumnya

dianggap

memiliki

sumber

daya

exploitasi

kecil.

[1]

International Geothermal Association (IGA) melaporkan bahwa 10.715 megawatt


(MW) dari tenaga panas bumi dari 24 negara sedang online, yang diharapkan dapat
menghasilkan 67.246 GWh listrik pada tahun 2010. ini merupakan peningkatan 20%
kapasitas online sejak 2005. IGA proyek pertumbuhan 18.500 MW pada tahun 2015,
karena proyek-proyek saat ini sedang dipertimbangkan, sering di daerah yang
sebelumnya dianggap memiliki sumber daya exploitasi kecil.
Pemanasan langsung jauh lebih efisien daripada pembangkit listrik dan tempattempat kurang menuntut persyaratan suhu pada sumber daya panas. Panas dapat
berasal dari co-generasi melalui pembangkit listrik tenaga panas bumi atau dari sumur
yang lebih kecil atau penukaran panas. Dikubur di tanah dangkal. Akibatnya, panas
adalah pemanasan ekonomi di situs lebih banyak dari pembangkit listrik panas bumi.
Jika tanah panas tetap kering bumi tabung atau downholepenukar panas dapat
mengumpulkan panas. Tetapi bahkan di daerah dimana tanah lebih dingin dari suhu
ruangan, panas masih dapat diekstraksi dengan pompa panas bumi lebih efektif dan rapi
daripada tungku konvensional. Perangkat ini menarik sumber daya yang sangat dangkal
dan lebih dingin dari panas bumi teknik tradisional, dan mereka sering menggabungkan
berbagai fungsi, termasuk AC, penyimpangan energi, koleksi energi matahari, dan
pemanasan listrik. Pompa panas Panas Bumi dapat digunakan untuk ruang pemanasan
dasarnya.
Dari segi ekonomi, daya panas bumi tidak memerlukan bahan baker (kecuali untuk
pompa), oleh karena itu kebal terhadap bahan baker fluktuasi biaya, tetapi biaya modal
adalah signifikan. Bor Account menghabiskan lebih dari setengah biaya, dan eksplorasi
sumber daya melibatkan risiko yang signifikan. Sebuah tipikal baik doublet (ekstraksi dan

sumur injeksi) di Nevada dapat mendukung 4,5 megawatt (MW) dan biaya sekitar $ 10
juta untuk latihan dengan tingkat kegagalan sekitar 20%.
Secara total, pembangunan pabrik listrik dan pengeboran sumur menghabiskan
biaya sekitar 2-5.000.000 per MW kapasitas listrik, sedangkan harga impas adalah
0,04-0,10 per kW. Dengan biaya modal di atas $ 4 juta per MW dan impas di atas $
0,054 per jam kW.

2. Efektivitas Geothermal
Panas bumi mendukung banyak aplikasi, aplikasi pemanasan menggunakan
jaringan pipa air panas untuk memanaskan banyak bangunan di seluruh masyarakat. Di
Reykjavik, Islandia, menghabiskan air dari distrik system pemanas disalurkan di bawah
perkerasan dan trotoar untuk mencairkan salju.
Cairan yang diambil dari bumi membawa campuran gas, terutama karbon dioksida
(CO2), hydrogen sulfide (H2S), metana (CH4) dan ammonia (NH3). Polutan tersebut
berkontribusi terhadap pemanasan global, hujan asam, dan bau berbahaya jika dirilis.
Pembangkit listrik panas bumi yang ada memancarkan rata-rata 122 kg (269 lb) CO2 per
MW/jam listrik, sebagian kecil dari intensitas emisi dari bahan baker fosil konvensional.
Selain gas terlarut, air panas dari sumber panas bumi mengandung bahan kimia
beracun seperti merkuri, arsenic, boron, antimo, dan garam, ini sebagai bahan kimia
endapan air dingin. Bahan campuran tersebut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan
jika dirilis. Praktek modern suntik cairan didinginkan panas bumi kembali ke bumi untuk
merangsang produksi kembali, juga untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan ini.
System Panas Bumi langsung berisi pompa dan kompresor, yang dapat
mengkonsumsi energi dari sumber polusi. Beban parasit ini biasanya sebagian kecil dari
output panas, sehingga selalu kurang polusi dari pemanasan listrik. Namun, jika listrik
dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, maka emisi bersih pemanasan panas
bumi dapat langsung dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar untuk panas.
Sebagai contoh, sebuah pompa panas bumi dengan menggunakan tenaga listrik dari
pembangkit combined cycle gas alam akan menghasilkan sekitar seperti polusi lebih
sebagai gas alam kondensasi tungku dengan ukuran yang sama. Oleh karena itu nilai
lingkungan dari pemanasan langsung aplikasi panas bumi sangat tergantung pada
intensitas emisi dari grid listrik tetangga.
Tanaman konstruksi dapat mempengaruhi stabilitas tanah.Subsidence telah terjadi
di bidang Waireki di Selandika Baru dan dalam Staufen im Breisgau, Jerman. System
panas bumi dapatmemicu gempa yang diakibatkan sebagai bagian dari rekah hidrolik.

Proyek di Basel, Swiss dihentikan karena lebih dari 10.000 peristiwa gempa yang terukur
hingga 3,4 Skala Richter terjadi salami 6 hari pertama injeksi air.
Panas Bumi memiliki tanah minimal dan persyaratan air tawar. Panas bumi
tanaman menggunakan 3,5 kilometer persegi (1,4 sq mi) per gigawatt produksi listrik
(bukan kapasitas) versus 32 dan 12 kilometer persegi (4,6 sq mi) untuk fasilitas batubara
dan angin masing-masing. Mereka menggunakan 20 liter (5.3 US gal) air tawar per h-MW
versus lebih dari 1.000 liter (260 US gal) per jam-MW untuk nuklir, batubara, atau
minyak.
Perkiraan potensi pembangkit listrik energi panas bumi bervariasi enam kali lipat,
0,035-2 TW tergantung pada skala investasi. Upper estimasi sumber daya panas bumi
mengasumsi sumur panas bumi sedalam 10 km (6 mil), sedangkan sumur panas bumi
yang ada jarang lebih dari 3 km (2 mil). Penelitian yang paling baik di dunia adalah bor
superdeep Kola dengan kedalaman 12 km (7 mil). Catatan ini baru ditiru oleh sumur
minyak komersial, seperti Exxon Z-12 di lapangan the Chayvo, Sakhalin.
Meskipun listrik tenaga panas bumi secara global yang berkelanjutan, ekstraksi
masih harus dipantau untuk mnghindari penurunan local. Selama puluhan tahun, sumursumur individu mengalami perubahan sampai keseimbangan baru tercapai dengan arus
alam. Tiga situs tertua berada di Larderello, Wairakei, dan geysers mengalami penurunan
output karena deplesi local. Panas dan air, dalam proporsi yang tidak pasti, diekstraksi
lebih cepat daripada mereka diisi ulang. Jika produksi dikurangi dan air reinjected, sumur
ini secara teoritis dapat kembali ke potensi mereka sepenuhnya. Strategi mitigasi
tersebut telah dilaksanakan di beberapa situs. Keberlanjutan jangka panjang dari energi
panas bumi telah ditunjukkan di lapangan Lardarello di Italia sejak tahun 1913, di
lapangan Waireki di Selandia Baru sejak tahun 1958, dan pada bidang Geyser di
California sejak tahun 1960.

D. Kekurangan Geothermal
Meskipun energi panas bumi mempunyai banyak kelebihan tetapi energi ini juga
mempunyai beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan diantaranya:

Air/cairan yang bersumber dari energi geothermalbersifat korosif.

Pada suhu relative rendah, sesuai hokum termodinamika, efisiensi system menurun.

Pembangunan pembangkit listrik geothermal juga mempengaruhi kestabilan tanah di


area sekitarnya

Pembangkit

listrik

yang

memanfaatkan

energi

geothermal

dengan

tipe dry

steam dan flash steammelepaskan emisi karbon dioksida, nitrit oksida, dan sulfur meski
dalam jumlah yang sangat kecil.

Air yang bersumber dari geothermal juga berbahaya bagi makhluk hidup jika dibuang ke
sungai karena mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, arsenic, antimony,
dan sebagainya.

BAB III
GEOTHERMAL di INDONESIA

A.

Potensi Energi Geothermal di Indonesia


Dalam rangka memasuki era industrialisasi maka kebutuhan energi terus
meningkat dan untuk mengatasi hal ini perlu dipikirkan penambahan energi melalui
pemilihan energi alternative yangramah terhadap lingkungan. Salah satu energi
alternative tersebut adalah pemanfaatan energi panas bumi yang cukup tersedia di
Indonesia.
Keberhasilan

pembangunan

pada

PELITA

telah

meletakkan

dasar-dasar

pembangunan industri yang akan dilaksanakan pada PELITA VI dan tahun-tahun


berikutnya, ternyata mempunyai konsekuensi dalam hal penyediaan energi listrik untuk
dapat menggerakkan kegiatan industri yang dimaksud. Untuk mengatasi kebutuhan
energi listrik yang terus meningkat ini, usaha diversifikasi energi mutlak harus
dilaksanakan. Salah satu usaha diversifikasi energi ini adalah dengan memikirkan
pemanfaatan energi panas bumi sebagai penyedia kebutuhan energi listrik tersebut.
Dasar pemikiran ini adalah mengingat cukup tersedianya cadangan energi panas bumi
di Indonesia, namun pemanfaatannya masih sangat sedikit. Indonesia sebagai Negara
vulkanik mempunyai sekitar 217 tempat yang dianggap potensial untuk eksplorasi
energy panas bumi.

Bila energi panas bumi yang cukup tersedia dimanfaatkan seoptimal mungkin,
maka sekiranya kebutuhan energi listrik yang terus meningkat akan dapat dipenuhi
bersama-sama sumber energi lainnya. Pengalaman dalam pemanfaatan energi panas
bumi sebagai penyedia energi listrik seperti yang telah dilaksanakan di Jawa Tengah dan
Jawa Barat akan sanagat membantu dalam pengembangan energi panas bumi lebih
lanjut.
Energi panas bumi adalah termasuk energi primer, yaitu energi yang diberikan
oleh alam seperti minyak bumi, gas bumi, batubara, dan tenaga air. Energi primer ini
di Indonesia tersedia dalam jumlah sedikit (terbatas) dibandingkan dengan cadangan
energi primer dunia. Sebagai gambaran sedikitnya atau terbatasnya energi tersebut
adalah berdasarkan data pada Tabel I.
Tabel I..

Cadangan Energi Primer Dunia


Cadangan Minyak Bumi

Indonesia 1,1 %

Timur Tengah 70 %

Cadnagan Gas Bumi

Indonesia 1-2 %

Rusia 25 %

Cadangan Batubara

Indonesia 3,1 %

Amerika Utara 25 %

Pemakaian energi panas bumi yang selama ini sering terabaikan, ternyata sudah
mulai diperhatikan sebagai usaha mencukupi kebutuhan energi di Indonesia. Hal ini
tampak dari kenyataan bahwa pada tahun 1994/95 ( akhir Pelita V ) pangsa energi panas
bumi hampir tak berarti hanya sekitar 0,6 % saja dari seluruh pemenuhan kebutuhan
energi, akan tetapi pada tahun 1998/99 pangsa energi panas bumi telah naik hampir 3
kali lipat menjadi 1,7 %. Keadaan ini sudah barang tentu sangat memberikan harapan
bagi pengembangan energi panas bumi pada masa mendatang.
Berikut adalah data tabel pemanfaatan energi panas bumi di beberapa Negara
sebagai perbandingan dengan indonesia.
Tabel II.
Pemanfaatan dan Perkembangan Panas Bumi di berbagai Negara
Negara
Amerika Serikat
Italia
Filipina
Jepang
Selandia Baru
Meksiko
Islandia

1976 (MW)

1980 (MW)

1985 (MW)

2000 (MW)

522
421
68
192
78,5
2,5

908
455
443
218
203
218
64

3.500
800
1.726
6.900
282
1.000
150

30.000
4.000
48.000
352
10.000
500

Rusia
Turki
China
Indonesia
Argentina
Kanada
Spanyol
Jumlah

3
0,5
1
-

5,7
0,5
3
2,3
-

400
50
32,3
20
10
25

1.000
200
3.500
200

1.288,5

2.520,5

14.895,3

97.752

Dilihat dari data tabel diatas tampak bahwa pemenuhan kebutuhan energi listrik
pada beberapa Negara melalui pemanfaatan energi panas bumiterus meningkat. Angkaangka untuk berbagai Negara pada tahun 2000 masih merupakan perkiraan yang masih
terus dikaji ulang.
Indonesia sebagai negeri vulkanik memiliki 217 tempat yang diperkirakan
potensial sebagai sumber energi panas bumi. Berdasarkan perkiraan data tahun 1997
potensi energi panas bumi di Indonesia adalah sebagai yang tertera dalam Tabel III .
Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia
Daerah Sumber Energi Panas Bumi
Sumatera
Jawa
Sulawesi
Nusa Tenggara
Maluku
Irian Jaya
Jumlah Keseluruhan

Potensi Energi Panas Bumi (MW)


9.562
5.331
1.300
200
100
165
16.658

Dilihat dari tabel II, tampak bahwa pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia
pada tahun 1985 baru 32,3 MW, sedangkan menurut data terakhir sampai dengan tahun
1997 energi panas bumi yang sudah dimanfaatkan mencapai 305 MW. Dalam kurun
waktu sekitar 10 tahun telah terjadi kenaikan kurang lebih 10 kali, suatu kenaikan yang
cukup signifikan dalam hal pemanfaatan energi panas bumi. Padahal pemanfaatan yang
mencapai 305 MW pada tahun 1997 tersebut baru 1,83 % dari potensi energi panas bumi
yang ada.
Pemanfaatan energi panas bumi 1,83 % dari total potensi yang tersedia sudah
barang tentu masih sangat kecil. Oleh karena itu, kemungkinan untuk menaikkan pangsa
pemanfaatan energi panas bumi masih sangat terbuka lebar, dengan kata lain bahwa
prospek pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia masih sangat menguntungkan bagi
para penanam modal yang akan bergerak dalam bidang energi panas bumi. Hal ini

terbukti dengan akan dibangunnya lagi 4 unit berkekuatan 55 MW di Gunung Salak Jawa
Barat, suatu proyek patungan antara pertamina dan PT. Unocoal Geothermal Indonesia.
Proyek-proyek berikutnya sudah barang tentu akan segera disusul oleh penanam modal
lainnya, mengingat bahwa kebutuhan energi di Indonesia yang terus meningkat.

manfaatan Energi Geothermal di Indonesia


1. Energi Geothermal di Indonesia.
i.

Energi panas bumi uap basah.


Pemanfaatan energi panas bumi yang ideal adalh bila panas bumi yang keluar dari
perut bumi berupa uap kering, sehingga dapat digunakan langsung untuk menggerakkan
turbin generator listrik. Namun uap kering yang demikian ini jarang ditemukan termasuk
diIndonesia dan pada umumnya uap yang keluar berupa uap basah yang mengandung
sejumlah

air

yang

harus

dipisahkan

terlebih

dulu

sebelum

digunakan

untuk

menggerakkan turbin.
Uap basah yang keluar dari perut bumi pada mulanya berupa air panas
bertekanan tinggi yang pada saat menjelang permukaan bumi terpisah menjadi kira-kira
20 % uap dan 80 % air. Atas dasar ini maka untuk dapat memanfaatkan jenis uap basah
ini diperlukan separator untuk memisahkan antara uap dan air. Uap yang telah
dipisahkan dari air diteruskan ke turbin untuk menggerakkan generator listrik, sedangkan
airnya disuntikkan kembali ke dalam bumi untuk menjaga keseimbangan air dalam
tanah.

ii. Energi panas bumi air panas.


Air panas yang keluar dari perut bumi pada umumnya berupa air asin panas yang
disebut brine dan mengandung banyak mineral. Karena banyaknya kandungan mineral
ini, maka air panas tidak dapat digunakan langsung sebab dapat menimbulkan
penyumbatan

pada

pipa-pipa

sistim

pembangkit

tenaga

listrik.

Untuk

dapat

memanfaatkan energi panas bumi jenis ini, digunakan sistem biner ( dua buah sistem
utama) yaitu wadah air panas sebagai sistem primernya dan sistem sekundernya berupa
alat penukar panas (heat exchanger) yang akan menghasilakn uap untuk menggerakan
turbin.

iii. Energi panas bumi batuan panas.


Energi panas bumi jenis ini berupa batuan panas yang ada dalam perut bumi
akibat berkontak dengan sumber panas bumi (magma). Energi panas bumi ini harus

pulan

diambil sendiri dengan cara menyuntikkan air ke dalam batuan panas dan dibiarkan
menjadi uap panas, kemudian diusahakan untuk dapat diambil kembali sebagai uap
panas untuk menggerakkan turbin. Sumber batuan panas pada umumnya terletak jauh
di dalam perut bumi, sehingga untuk memanfaatkannya perlu teknik pengeboran khusus
yang memerlukan biaya cukup tinggi.

2. Prospek panas bumi di Indonesia


Indonesia mempunyai potensi pembangkit energi tenaga panas bumi yang bisa
mencukupi kebutuhan energi di Indonesiayang semakin meningkat. Berikut ini beberapa
lapangan panas bumi yang memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi PLTP.

Lapangan Panas Bumi Margabayur di Lampung dengan potensi lapangannya sekitar 250
MW dan layak untuk dikembangkan pada tahap awal dengan kapasitas 2 x 55 MW. Pada
lapangan panas bumi ini perlu melaksanakan pemboran sumur-sumur untuk memperoleh
uap.

Lapangan Panas Bumi Lahendong yang memiliki potensi lapangan uapnya sebesar 250
MW dan layak untuk dikembangkan 2 x 20 MW.

Lapangan Panas Bumi Ulubelu-Lampung yang mempunyai potensi lapangannya sekitar


550 MW. Pada lapangan ini potensi panas bumi yang sudah dikembangkan swasta sekitar
110 300 MW dan sisanya masih ada sekitar 250 MW belum dikembangkan.

Lapangan Panas Bumi lainnya adalah kerinci. Lapangan-lapangan tersebut sekarang ini
sedang dieksplorasi oleh Pertamina.

BAB IV
PENUTUP

Setelah diadakan study pustaka maka penulis mengambil kesimpulan


1.

Geothermal berprospek baik sebagai pengganti bahan bakar fosil untuk pembangkit
listrik di dunia yang ramah lingkungan.

2.

Geothermal adalah energi yang terbarukan sehingga tidak mungkin habis dan dapat
diperbaharui.

3.

prospek penggunaan energi geothermal di Indonesia cukup bagus namun masih kurang
dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Pemanfaatan energi geothermal sebagai pengganti bahan bakar fosil seharusnya


dilakukan semaksimal mungkin. Indonesiayang memiliki sumber energi geothermal yang
berpotensi diharapkan dapat memanfaatkannya guna mngatasi krisis energi yang
semakin mendesak.