Anda di halaman 1dari 2

PUSKESMAS KENCONG

INSTRUKSI KERJA
PENATALAKSANAAN CACAR AIR/ VARISELLA
No. Dokumen : IK-LRJ.45
No. Revisi : 00

Tanggal :1 September
2008
Halaman : 1 dari 2

Unit : Layanan BP Umum


Petugas : Dokter, Perawat

1. Tujuan
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Cacar Air/Varisella.
2. Ruang Lingkup
Semua Pasien yang datang di Layanan BP Umum dan Layanan UGD di Puskesmas
Kencong yang menderita Cacar Air/Varisella.
3. Petugas
3.1
Dokter Umum
3.2
Perawat Terampil
4. Uraian Umum
4.1
Batasan :
Cacar air atau Varicella adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen.Waktu
terekspos sampai kena penyakit dalam tempo 2-3 pekan
4.2
Gejala Klinis :
4.2.1 Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat
merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus.
Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala
dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang
berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut
atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
4.2.2 Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan
dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal
sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan
segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan
terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap
(hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga
beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
4.2.3 Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera
terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini
memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah
mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam.
Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas
cacar air akan lebih sulit menghilang.
4.2.4 Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi
tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu
tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh.
4.3
Pengobatan :
Penyakit varicella dapat diberi pengobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per
hari setiap 6 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7
hari dan salep yang mengandung asiklovir yang dioleskan tipis di permukaan
yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari, dapat juga diberi Larutan "PK"
sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Pengobatan simptomatis bila perlu.
5. Bahan Dan Alat
5.1
Alat
5.1.1 Stetoskop
5.1.2 Senter
5.1.3 Termometer
5.1.4 Tong Spatel
6. Instruksi Kerja
Perawat
6.1 Memeriksa tanda vital dari pasien dan mencatatnya dalam KRJ.
Dokter
6.2 Melakukan anamnesa :

PUSKESMAS KENCONG
INSTRUKSI KERJA
PENATALAKSANAAN CACAR AIR/ VARISELLA
No. Dokumen : IK-LRJ.45
No. Revisi : 00

6.2.1
6.2.2

Tanggal :1 September
2008
Halaman : 2 dari 2

Unit : Layanan BP Umum


Petugas : Dokter, Perawat

Keluhan yang dirasakan : kulit


Ada / tidak adanya demam

Dokter
6.3 Melakukan pemeriksaan fisik :
6.3.1 Keadaan umum pasien
6.3.2 Keadan kulit yang sakit
6.4 Memberikan Terapi :
6.4.1 Terapi sesuai dengan acuan.
7. Indikator kinerja
Penanganan Cacar air sesuai acuan
8. Rekaman Mutu
8.1
Buku Register Layanan BP Umum
8.2
KRJ pasien
8.3
Lembar resep
8.4
Formulir rujukan Internal
8.5
Formulir Rujukan Eksternal
Dibuat Oleh,

Diperiksa Oleh,

Disahkan Oleh,

dr. Agustina Yuniarti


drg. Salem MB
dr. Iswarno
Dilarang menggandakan dokumen ini tanpa izin dari Top Management dan Management
Representative ISO 9001:2008 Puskesmas Kencong