Anda di halaman 1dari 10

1.1.

Tinjauan Umum
Bentuk umum dari persamaan material balance pertama kali diperkenalkan oleh R.J. Schilthuis
pada tahun 1941. Persamaan ini berasal dari keseimbangan volume yang terjadi antara produksi
keseluruhan dengan ekspansi fluida yang terjadi di reservoir akibat adanya penurunan tekanan.
Ada tiga asumsi dasar yang mendasari lahirnya persamaan ini :
1. Ketika sejumlah minyak dari reservoir diproduksikan ke pemukaan, ruangan pori yang
sebelumnya ditempati minyak pasti akan ditempati oleh sesuatu yang lain
2. Kecuali dalam kasus fluida diinjeksikan, produksi minyak pasti akan menurunkan
tekanan reservoir
3. Penurunan tekanan akan menyebabkan :

o Masuknya fluida dari aquifer atau gas cap yang berdekatan dengan reservoir
o Ekspansi fluida yang menempati reservoir
o Ekspansi butiran reservoir
Perhatikan gambar berikut

Gambar (a) menunjukkan volume fluida pada tekanan awal Pi pada reservoir yang memiliki gas
cap. Total volume fluida pada gambar (a) adalah volume hidrokarbon di reservoir atau
Hydrocarbon Pore Volume (HCPV). Gambar (b) memperlihatkan efek dari penurunan tekanan
sejumlah DP dan menyebabkan adanya ekspansi fluida di reservoir. Perhatikan nilai HCPV awal
yang masih digambar dengan garis lurus. Volume A meningkat karena adanya ekspansi minyak
dan gas terlarut. Sedangkan volume B meningkat karena ekspansi dari gascap, sedangkan

peningkatan volume C adalah karena dampak dari pengembangan air connate dan pengurangan
dari volume pori reservoir.
Gambar diatas memberikan hubungan :
Underground witdrawal = ekspansi minyak + gas terlarut + ekspansi gascap + Pengurangan
HCPV karena adanya ekspansi water connate dan pengurangan volume pori.
Hubungan diatas dapat dievaluasi sbb :
a. Ekspansi minyak plus gas terlarut
Memiliki dua komponen :
Ekspansi fluida
Volume minyak awal di reservoir, N, akan mengisi volume reservoir sebesar Nboi pada tekanan
awal. Jika tekanan menurun, volume yang ditempati N akan menjadi Nbo, sehingga memberikan
hubungan :
N(Bo-Boi)
Ekspansi gas terbebaskan
Minyak awal berada dalam keseimbangan dengan adanya gascap, menandakan minyak berada
dalam kondisi diatas atau pada tekanan bubble point. Menurunnya tekanan akan menyebabkan
gas terbebaskan. Pada awalnya, jumlah total gas terlarut adalah sebesar Nrsi, setelah tekanan
turun, jumlah gas terlarut akan menjadi NRs. Hubungan yang dibentuk adalah :
N(Rsi Rs)Bg
b. Ekspansi dari gascap
Total volume gascap adalah mNBoi, dimana m adalah rasio antara volume hidrokarbon gascap
awal dengan volume minyak awal, yang bisa diekspresikan sebagai :

Jumlah gas pada suatu nilai tekanan setelah terjadinya penurunan tekanan adalah :

Sehingga ekspansi gascap adalah :

c. Perubahan nilai HCPV karena ekspansi air connate dan pengurangan volume pori
Total perubahan volume tersebut secara matematik bisa digambarkan sbb :

atau

sedangkan,

Sehingga pengurangan HCPV dapat dinyatakan sbb :

d. Underground withdrawal
Produksi total yang diperoleh akibat adanya pengurangan tekanan sebesar P adalah Np stb
minyak dan NpRp scf gas. Di reservoir, nilai itu adalah sejumlah NpBo rb. Penyelidikan
membuktikan bahwa total produksi gas, pada suatu nilai tekanan setelah terjadinya penurunan
tekanan awal, NpRs akan terlarut pada minyak sejumlah Np. Gas tersisa, Np(Rp-Rs)merupakan
jumlah total dari gas terbebaskan dan gas dari gascap yang telah terbebaskan, akan menempati
volume sebesar sebesar N(Rp-Rs)Bg pada tekanan yang lebih rendah. Sehingga underground
withdrawal adalah :
Np(Bo+(Rp-Rs)Bg)
Dari keempat komponen diatas, didapat persamaan Material Balance sbb:

Term (We Wp)Bw merupakan water influx ke reservoir, dimana :


We = Water influx kumulatif dari aquifer ke reservoir
Wp = kumulatif air aquifer yang terproduksi
Bw = faktor volume formasi air
Asumsi asumsi yang digunakan untuk persamaan Material Balance ini adalah :
1. Berdimensi nol, maksudnya persamaan ini dihitung pada suatu titik sembarang di
reservoir
2. Tidak tergantung dengan waktu
3. Dipengaruhi oleh perubahan tekanan di reservoir
4. Persamaan ini ditrumuskan dengan memperbandingkan volume pada tekanan P dengan
volume awal pada tekanan Pi
1.2. Material Balance Dalam Bentuk Persamaan Linear
Sejak diperkenalkan oleh Schltuist, pesamaan Material Balance telah dianalisa oleh banyak ahli.
Pada tahun 1963-1964 Havlena dan Odeh memperkenalkan metoda baru dalam analisa Material
Balance, yaitu dengan menampilkan Material Balance dalam bentuk persamaan linier.
Havlena dan Odeh memperkenalkan Material Balance dalam bentuk :

dimana,

1.3. Material Balance Untuk Berbagai Tipe Pendorong Reservoir Minyak


1.3.1. Solution Gas Drive

Dengan karakteristik produksi

Reservoir jenis ini mempunyai tenaga pendorong yang berasal dari ekspansi minyak dan gas
yang terlarut dalam minyak, terbagi dalam dua tipe :
1. Diatas Bubble Point
2. Dibawah bubble point
1.3.1.1.Tekanan Reservoir diatas Bubble Point ( Undersaturated Oil )

Ciri ciri :
1. Energi dari fluida dan kompresibilitas batuan biasanya hanya signifikan diatas tekanan bubble
point
2. Tidak ada gas bebas dan gas cap
3. Penurunan tekanan sangat tajam, sehingga recovery factor dari reservoir jenis ini biasanya
hanya sekitar 1-5% dari OOIP.
Dari ciri-ciri diatas, dapat diasumsikan bahwa :
1. Tanpa gas cap, m = 0
2. Term water influx dapat diabaikan, karena volume aquifer sangat kecil
3. Diatas bubble point, Rs=Rsi=Rp
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, maka persamaan Material Balance (1.1) dapat direduksikan
menjadi :

Bagian persamaan Material Balance yang menghitung pengurangan volume pori hidrokarbon
karena ekspansi air connate dan pengurangan pori sama sekali tidak bisa diabaikan karena nilai
cw dan cf pada umumnya memiliki besaran sama dengan nilai kompresibilitas minyak.
Kompresibilitas minyak, co, dapat dihitung dari :

Subsitusikan ke persamaan (1.7), didapat :

Karena direservoir hanya terdapat dua jenis fluida, yatiu minyak dan air connate, maka jumlah
So dan Swc harus sama dengan 1. Pengaplikasian ini ke persamaan (1.8) akan menghasilkan :

Yang merupakan reduksi persamaan Material Balance (1.1) untuk solution gas drive dengan
kondisi undersaturated.
Seringkali untuk pemakaian praktis, nilai-nilai kompresibilitas diabaikan karena terlalu kecil,
sehingga persamaan (1.9) menjadi :

1.3.1.2. Dibawah bubble point (saturated oil reservoir)


Ciri-ciri :
1. Pada saat tekanan bubble point tercapai, gas keluar dari percampurannya dengan minyak
2. Kompresibilitas gas lebih besar daripada kompresibilitas batuan maupun fluida
3. Sumber energi utama adalah gas yang terbebaskan dari percampurannya dengan minyak
4. Sangat cocok untuk pengaplikasian artificial lift atau proyek secondary recovery lainnya
5. Nilai Ultimate Recoverynya berkisar antara 5-30% dari Original Oil In Place
Untuk reservoir dengan mekanisme pendorong jenis ini, persamaan Material balancenya menjadi
:

1.3.2.Gascap Drive
Tipe Gascap Drive dapat dilihat dari gambar berikut :

Skema produksi untuk reservoir jenis ini adalah :

Pada kondisi awal, tekanan minyak pada daerah gas oil contact adalah sama dengan tekanan
bubble point, semakin ke bawah, tekanan minyak berubah secara bertahap menjadi lebih rendah
atau di bawah bubble point. Efek ini terhitung tidak terlalu berpengaruh, sehingga bisa dikatakan
reservoir berada dalam kondisi PVT yang seragam. Hanya beberapa lapangan di dunia yang
memiliki perkecualian dari asumsi ini.
Untuk reservoir dengan mekanisme pendorong utama adalah gascap, asumsi awal masih pada
ketidak adaan natural water influx (We = 0) dan karena nilai kompresibilitas gas yang sangat
tinggi, maka efek kompresibilitas air dan kompresibilitas pori juga bisa diabaikan. Berdasarkan
asumsi tersebut, maka persamaan Material Balance akan menjadi seperti :

Ruas kanan dari persamaan diatas menjelaskan tentang pengembangan minyak bersama gas yang
pada mulanya terlarut dalam minyak, karena selain memiliki pendorong dari gas cap, minyak
juga masih memiliki pendorong dari gas yang terlarut. Karena itu, persamaan diatas tidak dapat
memberikan gambaran yang jelas tentang kelakuan produksi sesai dengan kaedah minyak
dengan gascap sebagai tenaga pendorong.
Deskripsi yang lebih memuaskan diberikan oleh Havlena dan Odeh, yaitu melalui persamaan
berikut :
F=N(Eo+mEg)
untuk reservoir dengan gascap, parameter yang harus bisa diketahui dengan pasti adalah m, rasio
antara volume pori hidrokarbon awal dengan volume pori hidrokarbon minyak awal. Seperti
terlihat pada gambar, penetrasi sumur eksplorasi ke daerah gas cap akan menentukan level dari
gas oil contact. Karena yang penting hanyalah membuat kondisi agar gas mengembang dan
mendorong minyak ke sumur produksi daripada memproduksi gas, jumlah sumur eksplorasi
tidak ditambah. Ini membuat nilai m menjadi tidak diketahui dengan pasti, berbeda dengan nilai
N yang bisa didapat dari sejarah produksi.

Berdasarkan rumusan tersebut, cara terbaik untuk menerapkan persamaan adalah dengan
memplot F sebagai fungsi dari (Eo + mEg) dengan mengasumsikan sejumlah nilai m. Gambar
akan menjelaskan karakteristik pemplotan F vs (Eo + mEg) seperti :

1.3.3. Natural Water Drive


Penurunan tekanan di reservoir karena adanya produksi fluida akan membuat air dari aquifer
mengembang dan mengalir ke reservoir merupakan prinsip utama dari reservoir natural water
drive.

Secara matematis, Water Influx bisa ditentukan dengan :

yang memperlihatkan bahwa kompresibilitas total aquifer adalah penjumlahan langsung dari
kompresibilitas pori dan kompresibilitas air, ini karena ruang pori terisi sepenuhnya oleh air.
Persamaan tersebut hanya berlaku untuk aquifer yang kecil, kecuali jika nilai Wi cukup besar.
Jika ukuran aquifer cukup besar, persamaan diatas menjadi tidak valid lagi. Ini disebabkan
karena persamaan mengasumsikan bahwa penurunan tekanan sebesar P di batasan reservoir,
akan didistribusikan secara langsung ke keseluruhan aquifer. Alasan ini hanya bisa diterima jika
ukuran dan dimensi aquifer sama persis dengan reservoir itu sendiri. Untuk aquifer yang
berukuran sangat besar, akan terdapat selang waktu antara terjadinya penurunan tekanan di

reservoir sebelum aquifer dapat merespon sepenuhnya, yang menyebabkan reservoir natural
water drive ini tergantung pada waktu. Fenomena ini sebenarnya cukup rumit untuk diterangkan
hanya dengan menggunakan persamaan Material Balance.
Kembali ke persamaan Material Balance dengan penjabaran dari Havlena dan Odeh, yang
berbentuk (Bw = 1) :
F=N(Eo+mEg+Efw)+We
Term Efw seringkali diabaikan dalam perhitungan natural water drive dan jika reservoir tidak
memiliki gascap, maka persamaan akan bisa direduksi menjadi :

(4.14) bisa dirubah menjadi :

Karakteristik pemplotan Fe/Eo dengan We/Eo terangkum dalam gambar berikut

Gambar 1.9. Plot (F/Eo) vs (We/Eo)


Jika reservoir memiliki gas cap, maka persamaan (1-15) akan berbentuk :
F=N(Eo+mEg)+We
atau,

dengan karakteristik pemplotan sama dengan gambar (1.9)