Anda di halaman 1dari 4

KEKAR (JOINT)

05.45 | Tambang

KEKAR
A. Defenisi
Kekar adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relative tanpa
mengalami pergeseran pada bidang rekahannya. Kekar dapat terjadi pada semua jenis batuan,
dengan ukuran yang hanya beberapa millimeter (kekar mikro) hingga ratusan kilometer
( kekar mayor ) sedangkan yang berukuran beberapa meter disebut dengan kekar minor.
Kekar dapat terjadi akibat proses tektonik maupun perlapukan juga perubahan temperature
yang signifikan. Kekar merupakan jenis struktur batuan dalam bentuk bidang pecah. Karena
sifat bidang ini memisahkan batuan menjadi bagian-bagian terpisah maka struktur kekar
merupakan jalan atau rongga kesarangan batuan untuk dilalui cairan dari luar beserta materi
lain seperti air, gas dan unsur-unsur lain yang menyertainya.

B. Jenis-jenis Kekar
Kekar di bedakan menjadi 3 macam yaitu kekar pengerutan, kekar lembar dan kekar
akibat tektonik.

Kekar lembar (sheet joint ) yaitu sekumpulan kekar yang kira-kira sejajar dengan
permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuknya kekar ini akibat
penghilangan beban batuan yang tererosi. Penghilangan beban pada kekar ini terjadi
akibat :

1) Batuan beku belum benar-benar membeku secara menyeluruh


2) Tiba-tiba diatasnya terjadi erosi yang dipercepat
3) Sering terjadi pada sebuah intrusi konkordan (sill) dangkal

Sheet joint di sekitar Half Dome di California

Sheet Joint granit pada Enchanted Rock di Texas, AS

Kekar pengerutan (srinkage joint) yaitu kekar yang disebabkan karena gaya
pengerutan yang timbul karena pendinginan (pada batuan beku = kekar tiang / kolom)
atau pengeringan (pada batuan sedimen) biasanya berbentuk polygonal yang
memanjang. Kekar kolom yang terjadi pada batuan beku, pada umumnya terjadi
akibat adanya intrusi dangkal (intrusi batuan yang letaknya relative dekat dengan
permukaan bumi) bentuknya adalah seperti pilar-pilar berbentuk segi empat atau segi
6

Kekar akibat tektonik, berdasarkan genesanya kekar tektonik dibagi menjadi 2


macam yaitu kekar gerus dan kekar tarik

C. Klasifikasi Kekar
Klasifikasi kekar ada beberapa macam , tergantung dasar klasifikasi yang digunakan ,
diantaranya :
Berdasarkan bentuknya

Berdasarkan cara terjadinya ( genesanya )

Berdasarkan kerapatannya

Berdasarkan kecepatannya

Klasifikasi kekar berdasarkan bentuknya

a. Kekar sistematik yaitu keakar dalam bentuk berpasangan arahnya sejajar satu dengan yang
lainnya .
b. Kekar non sistematik yaitu kekar yang tidak teratur biasanya melengkung dapat saling
bertemu atau bersilangan di antara kekar lainnya atau tidak memotong kekar lainnya dan
berakhir pada bidang perlapisan

Klasifikasi kekar berdasarkan ganesanya

a.

Kekar Gerus (Shear Joint), yaitu kekar yang terjadi akibat stress yang cenderung
mengelincir bidang satu sama lainnya yang berdekatan.
Ciri-ciri dilapangan :

Biasanya bidangnya licin.

Memotong seluruh batuan.

Memotong komponen batuan.

Biasanya ada gores garis.

Adanya joint set berpola belah ketupat.

b. Kekar Tarikan (Tensional Joint), yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari
gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya tension). Hal ini terjadi akibat dari
stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menekannya pada arah yang berlawanan,
dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi.

Ciri-ciri dilapangan :
Bidang kekar tidak rata.

Selalu terbuka.

Polanya sering tidak teratur, kalaupun teratur biasanya akan berpola kotak-kotak.

Karena terbuka, maka dapat terisi mineral yangkemudian disebut vein.

Kekar tarikan dapat dibedakan atas:


a. Tension Fracture, yaitu kekar tarik yang bidang rekahannya searah dengan tegasan.
b. Release Fracture, yaitu kekar tarik yang terbentuk akibat hilangnya atau pengurangan
tekanan, orientasinya tegak lurus terhadap gaya utama. Struktur ini biasanya disebut
STYLOLITE.

Klasifikasi kekar berdasarkan genesa dan keaktifan gaya yang membentuknya

a.

Kekar orde pertama yaitu sebagai hasil langsung dari gaya pembentuk kekar .Umumnya
mempunyai bentuk dan pola yang teratur dan ukurannya relative besar .
b. Kekar orde kedua yaitu kekar sebagai hasil pengaturan kembali atau pengaruh gaya balik /
lanjutan untuk mencapai kesetimbangan massa batuan .

a.
b.

Klasifikasi kekar berdasarkan bentuknya

Kekar sistematik yaitu keakar dalam bentuk berpasangan arahnya sejajar satu dengan yang
lainnya .
Kekar non sistematik yaitu kekar yang tidak teratur biasanya melengkung dapat saling
bertemu atau bersilangan di antara kekar lainnya atau tidak memotong kekar lainnya dan
berakhir pada bidang perlapisan