Anda di halaman 1dari 4

Outline

Chapter 5

Mengenali komponen-komponen dari lumpur


pemboran
z
z
z

Introduction to Drilling Mud

z
z
z

Introduction
Pada mulanya orang hanya menggunakan air saja untuk mengangkat serpih
pemboran. Lalu dengan berkembangngnya pemboran, lumpur mulai
digunakan. Untuk memperbaiki sifat-sifat lumpur, zat-zat kimia
ditambahkan dan akhirnya digunakan pula udara dan gas untuk pemboran
walaupun tetap bertahan.

Memahami fungsi lumpur pemboran


Memahami rheology lumpur pemboran
Memahami sifat-sifat kimia lumpur pemboran

Komponen Lumpur Pemboran


z

Fasa Cair
z
z
z

Secara umum lumpur pemboran dapat dipandang mempunyai empat


komponen atau fasa:
a. Fasa cair (air atau minyak)
b. Reactive solids, yaitu padatan yang bereaksi dengan air membentuk
koloid (clay)
c. Inert solids (zat padat yang tidak bereaksi)
d. Fasa kimia

Inert Solids
z Barite (BaSO4) atau galena (bijih besi) untuk
menaikkan densitas lumpur.
z Berasal juga dari formasi yang dibor dan
terbawa lumpur. Padatan ini perlu dibuang
secepat mungkin karena dapat menyebabkan
abrasi dan kerusakan pompa dll)

Minyak atau air (tawar atau asin)


75% lumpur pemboran menggunakan air
Apabila kandungan minyak dalam fasa cair lebih dari 95%,
maka lumpur disebut oil based
Apabila kandungan minyaknya 50-70% dalam fasa kontinue,
lumpur disebut invert-emulsion.

Reactive Solids
z
z

Komponen Lumpur Pemboran

Fasa cair
Reactive solids
Inert solids
Fasa kimia

Clay air tawar (Bentonite) atau clay air asin (attapulgite)


Jumlah barrel lumpur yang dapat dihasilkan dari satu ton
clay agas viskositas lumpur 15 cp disebut yield.
Bentonite rata-rata memiliki yield 100.

Komponen Lumpur Pemboran


z

Fasa Kimia
z

Digunakan untuk mengontrol sifat-sifat lumpur seperti


dispersi, flokulasi, menurunkan viskositas, mengurangi
water loss
Contoh zat yang digunakan untuk menurunkan viskositas
adalah surfactant
Contoh zat yang menaikkan viscositas adalah CMC, Starch,
dan beberapa senyawa polymer

Functions of Drilling Mud


z

Mengangkat cutting ke permukaan. Hal ini


dipengaruhi oleh
z

Kecepatan fluida di annulus (umumnya kecepatan 100-120


fpm sudah cukup)
Kapasitas untuk menahan fluida yang merupakan fungsi dari
densitas, aliran, dan viskositas.

Mendinginkan dan melumasi bit dan drill string


z

Panas dapat timbul karena gesekan bit dan drill string


dengan formasi.
Karena konduktivitas formasi kecil, panas ini tidak cepat
hilang sehingga perlu didinginkan oleh lumpur.

Functions of Drilling Mud


z
z

Memberi dinding pada lubang bor dengan mud


cake
Mengontrol tekanan formasi
z

z
z
z
z
z
z

Gradien tekanan formasi yang normal adalah 0.465 psi/ft

Menahan cutting apabila sirkulasi berhenti


Melepaskan cutting dan pasir di permukaan
Menahan sebagian berat drill pipe dan casing
Mengurangi efek negatif pada formasi
Mendapatkan informasi (mud log, sample log)
Media Logging

Controlling Formation Pressure

Mud Circulation in the hole

Properties of Drilling Mud

Properties of Drilling Mud

Densitas Lumpur; material dalam lumpur yang


tidak diinginkan dapat dihilangkan dengan:
z

Shale shaker: membersihkan lumpur dari cutting yang


berukuran besar.

Viskositas dan Gel Strength


z

Degasser: membersihkan lumpur dari gas yang masuk.


Desander: membersihkan lumpur dari padatan kecil yang
lolos dari shale shaker.

Sifat gel dari lumpur sangat berguna pada saat round


trip
Berdasarkan kelakuan viskositas-nya, fluida dibagi
menjadi 4 kategori, yaitu Newtonian, Bingham-plastic,
Power Law dan Modified Power Law.
Fluida Newtonian memiliki viskositas yang konstan,
tidak tergantung dari shear rate (dipengaruhi oleh laju
alir)

Desilter: sama dengan desander, tetapi untuk padatan yang


lebih kecil.

Fluida Non-Newtonian

Some Terminologies in Mud


Rheology
z

Viskositas plastik: bagian dari resistensi untuk


mengalir yang disebabkan oleh friksi mekanik

Yield Point: bagian dari resistensi untuk mengalir


oleh gaya tarik-menarik antar partikel dalam
kondisi dinamis.

Gel Strength: bagian dari resistensi untuk


mengalir oleh gaya tarik-menarik antar partikel
dalam kondisi statis.

Properties of Drilling Mud


z

Filtrasi dan Mud Cake


z

z
z

Ketika terjadi kontak antara lumpur pemboran dengan


batuan berpori, batuan tersebut akan bertindak
sebagai saringan yang memungkinkan fluida an partikel
kecil melewatinya.
Fluida yang hilang ke dalam batuan disebut filtrate.
Lapisan yang dibentuk oleh partikel yang tertahan di
dinding lubang bor disebut mud cake.
Proses filtrasi terjadi jika tekanan di lubang bor lebih
besar dari tekanan formasi.
Proses filtrasi dibedakan menjadi dua: static filtration
dan dynamic filtartion.

Properties of Drilling Mud


z

Filtrasi dan Mud Cake (continued)


z Mud cake yang tipis merupakan bantalan yang
baik antara pipa pemboran dan dinding lubang
bor.
z

Mud cake yang tebal akan menjepit pipa


pemboran sehingga sulit diangkat dan diputar.
Filtrate yang banyak akan menimbulkan
formation damage.

Sifat Lumpur pada P dan T yang


Tinggi
z

Temperatur yang tinggi dapat mengurangi


efektivitas aditif yang ditambahkan untuk
membentuk sifat lumpur, sehingga dapat
menimbulkan masalah dalam kecepatan
pemboran, bit dan hole cleaning, kestabilan
lubang bor dan lainnya.
Temperatur tinggi dapat menyebabkan
lumpur menjadi encer, sehingga viskositas
plastisnya berkurang.

Kontaminasi Lumpur Pemboran


z

Kontaminasi Sodium Chlorida


z
z

Kontaminas Gypsum
z
z

Analisa alkalinitas (keasaman)

Analisa kesadahan (ion Ca dan Mg)

Analisa ion Chlor (sehubungan dengan kontaminasi


oleh NaCl)

Analisa ion Calcium (kontaminasi oleh gypsum


yang dapat mempengaruhi sifat water loss dan
gel strength)

Analisa ion Besi (indikasi korosi)

Properties of Drilling Mud


z

Terjadi saat menembus gypsum atau shale dan limestones yang


mengandung gypsum.
Dapat mengubah viskositas, yield point, gel strength dan fluid
loss

Kontaminasi Semen
z
z

Terjadi jika menembus kubah garam, lapisan garam atau lapisan


dengan air salinitas tinggi.
Dapat mengubah viskositas, yield point, gel strength dan pH

Analisa Kimia Lumpur Pemboran

Terjadi karena penyemenan yang kurang sempurna


Dapat mengubah viskositas, yield point, gel strength, pH dan
fluid loss

Kontaminasi lainnya: Carbon-dioxide, Hydrogen Sulfide,


dan Oxigen

Kemampuan lumpur untuk melumasi bagian alatalat pemboran yang saling bersinggungan atau
bergesekan pada saat pemboran berlangsung.
Gesekan yang dapat terjadi:
z Metal-to-metal: antara drill string dan casing
z Metal-to-mineral: antara drill string dengan
dinding bor
z Mineral-to-mineral
Sifat pelumasan diperlukan untuk:
z
z

memperpanjang umur peralatan (bit, casing, dll)


Menurunkan torsi, drag dan side-wall sticking

Drilling Mud Types


z

Fresh Water Muds

Salt Water Muds

Oil-in-Water Emulsion Muds

Oil Base and Oil Base Emulsion Muds

Gaseous Drilling Fluids