Anda di halaman 1dari 2

PENGOLAHAN

PELEPAH KELAPA SAWIT


MENJADI PAKAN

Salah satu ciri pakan ternak


ruminansia adalah kandungan serta
yang cukup tinggi untuk mendukung
fungsi saluran cerna. Pelepah kelapa
sawit dapat menjadi sumber utama
serat yang potensial karena tersedia
dalam volume yang besar dan relatif
tersedia setiap saat.
KOMPOSISI NUTRISI
Nutrisi
Bahan Kering
Bahan organik
Abu
Protein Kasar
NDF
ADF
Energi Kasar
Energi Cerna

LOKA PENELITIAN KAMBING


POTONG
P.O. Box 1 Galang, Sumatera Utara
Telp. 061-7980270- Fax. 061-7980013
E-mail:

Komposisi
27,3%
90,3%
9,7%
3,5%
71,9%
43,4%
4020 Kkal/kgBK
2028 Kkal/kgBK

Kandungan serat (NDF dan ADF)


yang tinggi merupakan faktor
penting dalam mempertahankan
fungsi rumen untuk proses cerna.

KETERSEDIAAN
Produksi pelepah sebanyak 22
batang per pohon per tahun. Berat
daging pelepah sekitar 2,2 kg.
Biomasa pelepah sawit sebanyak
mencapai 6,3 ton per ha per tahun.

PAKAN KOMPLIT
BERBASIS PELEPAH

PROSES PENGOLAHAN
1. Pemisahan
kulit
dengan
daging pelepah (manual)
2. Perajangan dengan mesin
3. Penggilingan dengan mesin
4. Pencampuran
(blending)
bersama komponen pakan lain

TARAF PENGGUNAAN
Pelepah kelapa sawit dapat
digunakan sebagai pakan dalam
pakan komplit sebanyak 40% dari
total bahan (bahan kering).
RESPON TERNAK
Pada
ternak
kambing
pertambahan bobot badan
harian
(PBBH)
dapat
mencapai 50-60 g (moderat)

Pakan komplit dalam bentuk pelet


dengan kandungan pelepah 40%

Pelepah kelapa sawit dapat


mensubstitusi hijauan pakan. Potensi
ini
dapat
diagunakan
untuk
mengembangkan pakan komplit
tanpa menggunakan rumput dengan
memanfaatkan pelepah sebagai
sumber serat. Pelepah dapat
mengatasi keterbatasan hijauan
pakan untuk menopang usaha
produksi ternak ruminansia.

Tingkat
3,8%

konsumsi

ransum

Efisiensi penggunaan ransum


(EPR) 11-13%
Nilai IOFC Rp. 57/ekor
Pelepah kelapa sawit hasil penggilingan
dapat digunakan sebagai pakan
pengganti rumput

Disukai ternak (palatabilitas


baik)