Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PERILAKU MANUSIA

Nama

: Alni Riskyna

Nim

: 122210101115

No Hp

: 085288789829

Alamat Asal

: Pekanbaru, Riau

Alamat Sekarang

: jl Kalimantan No 12

Email

: Alnot.ris@gmail.com

Hobi

: membaca, tidur

Cita-cita

: Dokter gigi, Apoteker, Mentri kesehatan

Mungkin dilihat dari cita-cita saya, orang akan bingung. Kuliah dijurusan
farmasi tapi cita-cita pertama adalah dokter gigi. Nanti dibawah akan saya
jelaskan. Saya adalah seorang anak dari seorang laki-laki yang bernama H. Hasan
dan seorang peremuan yang bernama Hj. Murziah. Saya anak kedua dari 7
bersaudara. Dari kecil saya dibiasakan hidup manja tapi mandiri. Mungkin orang
akan berfikir mana ada orang manja tapi hidup mandiri? Tapi itu yang saya
rasakan dan menurut orang-orang terdekat saya. Saking manjanya saya tidak
pernah sekalipun dari SD sampai SMA tidur pisah dengan orang tua saya.
Maksudnya tidak pernah saya tidur dirumah teman, atau saudara tanpa orang tua
saya.
Orang tua saya tidak pernah melarang apapun. Namun mereka
mengajarkan anak-anaknya dengan cara ketika kita ingin melakukan sesuatu,
mereka memberikan saran jika kamu ambil A maka akibatnya ini namun jika
kamu pilih B maka akibatnya ini. Itu yang selalu diajarkan orang tua saya. Jadinya
saya yang berfikir. Dan ketika saya salah dalam mengambil keputusan, saya akan
berfikir ulang dan tidak menyalahkan mereka.
suatu hari ketika saya akan melanjutkan kuliah. Orang tua saya sangat
mendukung dalam hal pendidikan. Kemanapun saya ingin sekolah mereka tidak
pernah melarang. Dari hobi saya tadi, menjadi seorang dokter gigi. berhubung
diRiau belum ada Fakultas Kedokteran gigi, saya mencoba mendaftar

diUniversitas sekitar Sumatra sampai Aceh. Namun tidak satupun yang diterima.
Saya mulai mendaftar di sekitar jawa barat, jawa tengah dan akhirnya sampai
kejawa timur, jember. Berhubung saya mengikuti jalur mandiri, ternyata fakultas
kesehatan yang ditawarkan hanya fakultas kesehatan masyarakat, farmasi dan
keperawatan.
Saya mulai bIngung dengan situasi saat itu. Akhirnya ayah saya
menyarankan saya untuk mencoba mendaftar difakultas Farmasi dan kesehatan
masyarakat. Karena saaya tidak telaten dalam urusan rawat-merawat akhirnya
saya memilih dua fakultas yang disarankan ayah saya. Sama sekali tidak terfikir
sebelumnya. Apalagi masuk fakultas farmasi. Karena saya tahu bagaimana
kehidupan anak farmasi. Namun takdir berkata lain. hari pengumuman telah tiba
dan saya lulus difakultas farmasi. Saya sangat bingung saat itu, bisa dikatakan
stres. Namun ayah saya tidak memaksakan saya untuk mengambil kesempatan
tersebut. Ayah menasehati saya dengan caranya, jika saya ambil kesempatan itu
maka keuntungan dan keugiannya blablabla tapi jika saya tidak mampu dan ingin
kembali ke Riau, ayahpun tidak masalah. Namun dia menjabarkan keuntungan
dan kerugiannya. Sehingga saya berfikir dan akhirnya memilih untuk tetap
dijember, kuliah difakultas farmasi.
Satu tahun berlalu, saya mencoba kembali untuk mendaftar difakultas
kedokteran gigi. namun hasilnya sama saja. Saya gagal. Namun saya tidak
menyalahkan Tuhan. Saya terbiasa ketika ada masalah, ketika saya merasa hidup
tidak sesuai dengan yang saya inginkan, ketika Tuhan tidak adil kepada saya, saya
tidak membiyarkan fikiran semacam ini berlarut-larut. Saya selalu berprasangka
baik terhadap apa yang terjadi kepada saya. Jika saya mendapat masalah, saya
yakin masalah tersebut akan berlalu. Saya hanya bertugas menunggu kapan
waktunya tiba, berpasrah dir, berdoa dan berusaha. Karena jika masalah yang kita
hadapi dijadikan sebagai beban maka masalah kita akan bertambah. Perfikir
positif akan lebih baik. Jika hidup selalu seperti apa yang kita inginkan, lalu untuk
apa Tuhan mnyuruh kita maka berdoa dan berusahalah kamu.
Namun sekarang saya malah berfikir dan berdoa kepada tuhan agar
diberikan jodoh seorang Dokter gigi. mungkin terdengar konyol tapi semoga

tuhan mengabulkan doa saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin disini,
mencintai apa yang saya jalani sekarang, menjadi apoteker terbaik. Menjadi
mentri memang bukan sesuatu yang mudah. Mudah-mudahan suatu hari akan
tercapai.
Mungkin secara fisik saya tidak sempurna. Banyak orang yang
mengatakan kamu masih cocok jika mendaftar diSMP. Sebenarnya saya tidak
suka mereka mengatakan seperti itu. Tapi saya mencoba untuk tidak marah
didepan mereka. Saya rasa fisik bukan segalanya. Menurut saya, saya juga tidak
terlalu seperti anak SMP. Mungkin sifat manja saya yang belum hilang semuanya.
Tapi saya berusaha untuk menjadi diri sendiri. Mungkin saya memang terlihat
manja tapi ada sesuatu didalam diri saya yang orang lain tidak akan punya. Ada
sesuatu yang berbeda didiri saya yang bisa saya banggakan kepada mereka. Ada
waktunya nanti. Ibarat kata, Bersinar dalam gelap akan lebih indah. Tunggu saja
waktunya.
Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan untuk tugas perilaku manusia ini.
Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.