Anda di halaman 1dari 6

INFILTRASI DAN KURVA KAPASITAS INFILTRASI

MENURUT MODEL HORTON


Pendahuluan
Kurva kapasitas infiltrasi merupakan kurva hubungan antara kapasitas
infiltrasi dan waktu yang terjadi selama dan beberapa saat setelah hujan.
Kapasitas infiltrasi secara umum akan tinggi pada awal terjadinya hujan, tetapi
semakin lama kapasitasnya akan menurun hingga mencapai konstan. Besarnya
penurunan ini dipengaruhi bebagai faktor, seperti kelembaban tanah, kompaksi,
penumpukan bahan liat dan lain-lain.
Menurut Knapp (1978) untuk megumpulkandata infiltrasi dapat dilakukan
dengan tiga cara: (1) inflow-outflow (2) Analisis data hujan dan hidrograf, dan (3)
menggunakan double ring infiltrometer.

Cara yang terakhir sering digunakan

karena mudah dalam pengukuran dan alatnya mudah dipindah-pindah.


Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu menentukan nilai parameter infiltrasi : fo, fc dan K.
2. Mahasiswa mampu menetapkan persamaan penduga dan membuat kurva
infiltrasi model horton.
3. Mahasiswa dapat menghitung volume infiltrasi total selama waktu (t) tertentu.
Media
Komputer dengan program aplikasi MS Excel.
Perhitungan
Model persamaan kurva kapasitas infiltrasi (Infiltration Capacity Curve,,
IC-Curve) yang dikemukakan Horton adalah sebagai berikut.

f =fc + (fo-fc)e-Kt

Keterangan :
Penuntun praktikum agrohidrologi

III - 1

f
fc
fo
K
t
e

= kapasitas infiltrasi pada saat t (cm/jam)


= besarnya infiltrasi saat konstan (cm/jam)
= besarnya infiltrasi saat awal (cm/jam)
= konstanta
= waktu dari awal hujan
= 2,718
Untuk memperoleh nilai konstanta K untuk melengkapi persamaan kurva

kapasitas infiltrasi, maka persamaan Horton diolah sebagai berikut :

f = fc + (fo - fc) e-Kt


f - fc = (fo - fc) e-Kt
dilogaritmakan sisi kiri dan kanan,
log (f - fc ) =log (fo - fc) e-Kt atau
log (f - fc ) =log (fo - fc)- Kt log e
log (f - fc ) - log (fo - fc) = - Kt log e
maka,
t = (-1/(K log e)) [log (f - fc ) - log (fo - fc)]
t = (-1/(K log e)) log (f - fc ) + (1/(K log e)) log (fo - fc)
Menggunakan persamaan umum liner, y = m X + C, sehingga :
y=t
m = -1/(K log e)
X = log (f - fc )
C = (1/K log e) log (fo - fc)
Mengambil persamaan, m = -1/(K log e), maka
K = -1/(m log e) atau K = -1/(m log 2,718)
atau

-1/0,434 m

dimana m = gradien

Teladan :
Data pengukuran kapasitas infiltrasi (f) dan waktu (t) tercantum pada Tabel 1.
Buatlah persamaan kurva kapasitas infiltrasi tersebut menurut model Horton?.
Tabel 3.1 Data infiltometer (double ring)
t (jam)
f(cm/jam)

0
10,4

0,25
5,6

Penuntun praktikum agrohidrologi

0,50
3,2

0,75
2,1

1,00
1,5

1,25
1,2

1,50
1,1

1,75
1,0

2,00
1,0
III - 2

Tabel 3.2 Perhitungan parameter infiltrasi


Waktu (t)
(jam)
0,00
0,25
0,50
0,75
1,00
1,25
1,50
1,75
2,00

kapasitas
infiltrasi( f )
(cm/jam)
10,4
5,6
3,2
2,1
1,5
1,2
1,1
1,0
1,0

fc

f - fc

log (f - fc)

1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0

9,4
4,6
2,2
1,1
0,5
0,2
0,1
0,0
0,0

0,973
0,663
0,342
0,041
-0,301
-0,699
-1,000

Persamaan liner regresi y = m X + C atau y = t dan X = log (f - fc)


Dengan memplot hubungan t dan log (f - fc)

pada kertas grafik atau

menggunakan kalkulator maka diperoleh persamaan sbb.


y = -0,7527 X + 0,7521 (lihat Gambar 3.1)
1.6

waktu, t

1.4
1.2
1.0
0.8

y = -0.7527x + 0.7521
2
R = 0.9985

0.6
0.4
log (f-fc)

0.2

-1.00

-0.75

-0.50

0.0
-0.25 0.00

0.25

0.50

0.75

1.00

Gambar 3.1 Kurva mencari gradien m


dari persamaan liner tersebut diperoleh gradien, m = -0,7527
dengan menggunakan rumus K =

-1 /0,434 m,

maka K = 3,06

dengan diketahuinya nilai pada Tabel 3.2, maka nilai


fc = 1.0
fo = 10,4
K = 3,06
Penuntun praktikum agrohidrologi

III - 3

maka persamaan kurva kapasitas infiltrasinya adalah


f = fc + (fo - fc) e-Kt atau
f = 1,0 + (10,4 - 1,0) e-3,06t atau
f = 1,0 + 9,4 e-3,06t
Gambar 2, memperlihatkan bagaimana model Horton yang digunakan dapat
menduga nilai pengamatan lapangan.

Ini berarti model Horton sangat tepat

(fitting) dengan pengamatan lapangan.

12
10

Kapasitas infiltrasi, f (cm/jam)


model

lapangan

model, f = 1,0 + 9,4 e-3 ,0 6 t

4
2
0
0.00

0.25

0.50

0.75

1.00

1.25

1.50

1.75

2.00

w aktu, t (jam)

Gambar 3.2 Kurva fitting persamaan model Horton

Penuntun praktikum agrohidrologi

III - 4

Volume Infiltrasi
Untuk menghitung jumlah infiltrasi total (Vt) selama waktu (t) maka dari
persamaan Horton tersebut dilakukan integral dari persamaan Horton yang
menghasilkan luasan dibawah kurva, yaitu :
(fo fc)
V(t) = fc.t + --------------- (1 e-Kt)
K
Satuan volume total (Vt) = tinggi kolom air (mm, cm dan inchi tergantung satuan
pada parameter infiltrasi yang digunakan.
Contoh :
Dari perhitungan persamaan kurva Horton di atas diperoleh, fc = 1.0 cm/jam; fo =
10,4 cm/jam dan K = 3,06. Hitung volume total infiltrasi selama 2 jam untuk areal
1 ha?.
Penyelesaian :
(10,4 1,0)
a. Jumlah tinggi air (2 jam) = 1,0 . 2 + --------------- (1 2.718 -3,06.2)
3,06
= 5,07 cm = 0,0507 m
b. Volume air infiltrasi pada areal 1 ha selama 2 jam adalah
V = 0,0507 x 104 m3 = 507 m3

Penuntun praktikum agrohidrologi

III - 5

Tugas Praktikum
Kerjakan pertanyaan/soal di bawah ini dengan bantuan komputer
(program aplikasi MS Excel).
1. Tentukan parameter-parameter infiltrasi dan buatkan dalam bentuk grafik
persamaan model kurva infiltrasi model horton dari data pada Tabel 3.3.
Tabel 3.13 Data infiltometer (double ring)
t (menit)
f(cm/menit

0
7.5

10
5.5

20
4.6

30
4.1

50
3.75

80
3.0

120
2.4

150
1.7

200
1.7

2. Hitung volume infiltrasi (hasil butir 1) selama durasi 1 jam untuk areal 2 ha.

Penuntun praktikum agrohidrologi

III - 6