Anda di halaman 1dari 16

STEP I IDENTIFIKASI MASALAH

1. Makanan siap saji adalah makanan yang penyajiannya


lebih cepat dan mengandung karbohidrat tinggi dan bahan
pengawet tinggi.
2. Pendekatan bloom adalah suatu paradigma kesehatan
yang mengandung empat faktor determinan (perilaku,
lingkungan, pelayanan kesehatan, dan genetik)
3. Puskesmas adalah unit pelayanan kesehatan

yang

biasanya terdapat di desa atau kecamatan yang berfungsi


sebagai tempat untuk mendapatkan pencegahan dan
pengobatan dari masalah kesehatan.
4. Masalah kesehatan adalah masalah kesehatan yang tidak
sesuai dengan harapan atau dapak dikatakan suatu
masalah kompleks yang merupakan hasil atau dampak dari
berbagai maslah lingkungan baik yang bersifat alami
ataupun buatan manusia.
STEP II RUMUSAN MSALAH
1. Bagaimana ciri-ciri masyarakat menengah ke atas ?
2. Bagaimana keterkaitan tingkat ekonomi dengan tingkat
karies?
3. Bagaimana standart pelayanan kesehatan yang memadai ?
4. Mengapa tingkat karies pada skenario masih tinggi
sedangkan pelayanan kesehatan sudah memadai?
5. Apa saja macam-macam pendekatan masalah kesehatan
dan pendekatan apa yang cocok digunakan untuk kasus di
skenario?
6. Bagaimana cara mengatasi masalah kesehatan oleh pihak
puskesmas?
STEP III BRAIN STORMING
1. Kriteria masyarakat yang tergolong menengah ke atas :

Pendapatan

atau

penghasilan

tetap

dan

dapat

memenuhi kebutuhan sehari-hari


Dapat memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan
tersier
2. Keterkaitan tingkat ekonomi dengan tingkat karies yaitu :
Masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas
biasanya sibuk dengan pekerjaan sehingga cenderung
untuk

mengkonsumsi

makanan

yang

siap

saji

yang

biasanya banyak mengandung karbohidrat. Karbohidrat


(glukosa) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan
terjadinya karies. Selain itu, karena sibuk dengan pekerjaan
sehingga tidak mempunyai waktu untuk membersihkan
rongga mulutnya dan tidak ada waktu untuk pergi ke
dokter gigi.
3. Standart pelayanan kesehatan yang memadai yaitu :
a. Adanya prosedur yang ditetapkan
b. Adanya waktu pelayanan kesehatan
c. Adanya produk pelayanan / hasil pelayanan
d. Adanya biaya pelayanan yang memadai
e. Adanya sarana dan prasarana yang memadai
f. Adanya kompetensi petugas kesehatan
4. Hal-hal yang menyebabakn tingkat karies tinggi meskipun
pelayanan

kesehatan

sudah

beberapa kemungkinan:
- Akses ke puskesmas

memadai

yang

sulit

yaitu

terdapat

untuk

ditempuh

masyarakat
Kurangnya publikasi pelayanan kesehata dari pihak

puskesmas
Masyarakat
pekerjaannya

yang
dan

sebagian
tidak

besar

sibuk

memperdulikan

dengan

kesehatan

rongga mulutnya
Adanya fluorosis

5. Jenis-jenis pendekatan masalah kesehatan antara lain:

a. Pendekatan bloom
Pendekatan bloom menjelaskan bahwa terdapat empat
faktor yang mempengaruhi kesehatan yaitu faktor
perilaku atau gaya hidup (life style) individu atau
kelompok

masyarakat,

faktor

lingkungan

(sosial

ekonomi, fisik, politik) dan faktor pelayan kesehatan dan


faktor

genetik.

berinteraksi
kesehatan

Keempat

secara

faktor

dinamis

perseorangan

tersebut

yang

dan

saling

mempengaruhi

derajat

kesehatan

kelompok masyarakat. Diantara keempat faktor tersebut


faktor perilaku manusia merupakan faktor determinan
yang paling besar dan paling sukar ditanggulangi. Faktor
genetik meru[akan faktor yang sangat kecil yang
menyebabkan suatu masalah kesehatan.
b. Pendekatan wheel
Pendekatan wheel berupa model roda yang terdiri atas
host (manusia) yang memiliki struktur genetik sebagai
inti roda. Faktor yang mengelilingi inti roda adalah faktor
lingkungan yang terbagi menjadi lingkungan bilogis,
fisik dan sosial. Besarnya masing- masing komponen ini
bersifat

relatif

tergantung

spesifik

yang

dipelajari.

pada

masalah

Misalnya

untuk

penyakit
penyakit

keturunan, faktor genetik memainkan peranan yang


penting. Untuk penyakit infeksi seperti campak, faktor
genetik tidak memiliki peranan utama, tatapi status
imunitas

host

dan

faktor

biologis

lingkungan

memberikan kontribusi yang lebih besar.


c. Pendekatan sebab-akibat
Pendekatan sebab-akibat merupakan pendekatan yang
memberikan gambaran tentang hubungan sebab akibat
yang berperan dalam terjadinya suatu penyakit dan
masalah kesehatan lainnya. Pada model pendekatan ini

terdapat berbagai macam sebab (faktor determinan),


suatu penyakit ataupun masalah kesehatan hanya tidak
bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri
melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses
sebab dan akibat. Menurut model ini perubahan dari
salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara
mereka, yang berakibat bertambah atau berkurangnya
penyakit

yang

bersangkutan.

Dengan

demikian

timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan


dengan cara memotong rantai pada berbagai titik.
d. Pendekatan segitiga epidemiologi
Pendekatan segitiga epidemiologi pendekatan yang
menggambarkan interaksi tiga komponen penyakit yaitu
Manusia (Host), penyebab (Agent) dan lingkungan
(Enviromet). Untuk memprediksi penyakit, model ini
menekankan perlunya analis dan pemahaman masingmasing komponen.
Host, merupakan hal-hal yang berkaitan dengan
manusia atau penjamu sehingga rentan mengalami
masalah kesehata, misalnya umur, jenis kelamin,

RAS, suku, dan pekerjaan.


Agent, merupakan faktor

yang

menyebabkan

penyakit atau masalah kesehatan yang terdiri dari


agent biotik dan abiotik. Agent biotik terdiri atas
protozoa, bakteri, virus, dan jamur. Agent abiotik
terdiri atas Nutrient Agent (karbohididrat, lemak,
mineral,

protein

dan

vitamin,

Chemical

Agent

(pestisida, logam berat, obat-obatan), Physical Agent


(suhu,

kelembaban

panas,

kardiasi,

kebisingan),

Mechanical Agent (kecelakaan, benturan, gesekan,

dan getaran), Psychis Agent ( gangguan phisikologis


stress depresi), dan Physilogigis Agent (gangguan

genetik).
Environment, merupakan situasi atau kondisi di luar
host atau agent yang memudahkan interkasi antara
keduanya. Faktor ini juga dapat menjadi resiko
timbulnya gangguan penyakit pada host karena
lingkungan

memberikan

peluang

agent

untuk

berkembang.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan pendekatan
yang paling tepat digunakan sesuai kasus di skenario
yaitu pendekatan bloom, karena pada pendekatan
bloom menitik beratkan bahwa faktor yang paling
berperan dalam terjadinya masalah kesehatan yaitu
perilaku manusia dan lingkungannya. Hal ini sesuai
dengan skenario yang diduga karies tinggi disebabkan
karena perilaku masyrakat menengah ke atas yang
sering mengkonsumsi makanan siap saji.

6. Cara mengatasi masalah kesehatan oleh pihak puskesmas


yaitu:
- Melakukan promosi atau publikasi pelayanan kesehatan
- Melakukan sosialisasi tentang kesehatan gigi dan mulut
- Mengadakan puskesmas keliling

STEP IV MAPPING
Pendekatan
Masalah
Kesehatan
Perilaku
Lingkunga
n
Genetik
Bloom
Pelayanan

Host
Genetik
Identifikasi
Lingkunga
Hubungan
SolusiMasalah
Masalah
n
sebab
Kesehatan
Wheel Kesehatan Sebab
akibat
akiibat

Host
Agent
Lingkunga
nSegitiga
Epidemiologi

STEP V LEARNING OBJECTIVE


1. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami macammacam pendekatan masalah kesehatan
2. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami
pendekatan masalah yang digunakan sesuai kasus di
skenario
3. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami solusi
masalah kesehatan di skenario
STEP VII

1. Macam-Macam Pendekatan Masalah Kesehatan


Ada 3 cara pendekatan yang dilakukan dalam mengidentifikasi
masalah kesehatan, yakni:
1) Pendekatan Logis
Secara logis, identifikasi masalah kesehatan dilakukan
dengan mengukur mortalitas, morbiditas dan cacat yang
timbul dari penyakit-penyakit yang ada dalam masyarakat.
2) Pendekatan Pragmatis
Pada umumnya setiap orang ingin bebas dari rasa sakit
dan rasa tidak aman yang ditimbulkan penyakit atau
masalah kesehatan. Dengan demikian ukuran pragmatis
suatu masalah gangguan kesehatan adalah gambaran
upaya

masyarakat

untuk

memperoleh pengobatan,

misalnya jumlah orang yang datang berobat ke suatu


fasilitas kesehatan.
3) Pendekatan Politis
Dalam pendekatan ini, masalah kesehatan diukur atas
dasar

pendapat orang-orang

penting

dalam

suatu

masyarakat (pemerintah atau tokoh-tokoh masyarakat).

Beberapa macam pendekatan masalah kesehatan yaitu :


A. Pendekatan Bloom
Paradigma hidup sehat H. L Bloom menjelaskan 4 faktor
utama yang dapat mempengaruhi
individu

atau

merupakan

masyarakat.

faktor

Keempat

determinan

derajat kesehatan
faktor

tersebut

(penentu)

timbulnya

masalah kesehatan pada seorang individu atau kelompok


masyarakat. Keempat faktor tersebut terdiri dari faktor

perilaku

individu

atau

kelompok

masyarakat,

faktor

lingkungan (sosial ekonomi, politik, fisik), faktor pelayanan


kesehatan (jenis, cakupan dan kualitasnya) dan faktor
genetik (keturunan). Keempat faktor tersebut berinteraki
secara dinamis yang mempengaruhi kesehatan perorangan
dan derajat kesehatan kelompok masyarakat. Diantara
keempat

faktor

tersebut,

faktor

perilaku

manusia

merupakan faktor determinan yang paling besar dan paling


sukar ditanggulangi, disusul dengan faktor lingkungan.

Faktor genetik, merupakan faktor paling kecil


pengaruhnya
masyarakat

terhadap
.

kesehatan

Pengaruhnya

pada

perorangan
status

atau

kesehatan

perorangan terjadi secara evolutif dan paling sukar


dideteksi. Faktor genetic perlu mendapat perhatian di

bidang pencegahan penyakit.


Faktor pelayanan kesehatan, merupakan salah satu
faktor

yang

masyarakat.

juga

berpengaruh

Adanya

sarana

terhadap

kesehatan

pelayanan,

tenaga

kesehatan, dan pelayanan kesehatan yang berkualitas


sangat

berpengaruh

terhadap

derajat

kesehatan

masyarakat. Selain itu, pengetahuan dan keetrampilan


petugas kesehatan yang diimbangi dengan kelengkapan
sarana dan prasarana serta dana akan menjamin kualitas
pelayanan kesehatan. Pelayanan seperti ini akan mampu
mengurangi dan mengatasi masalah kesehatan yang
berkembang

di

suatu

wilayah

atau

kelompok

masyarakat.
Faktor perilaku masyarakat, merupakan faktor yang
sangat besar pengaruhnya terhadap terjadinya suatu
masalah

kesehatan

pada

masyarakat.

Alasan

lain

mengapa faktor ini menjadi faktor yang paling dominan


dibandingkan faktor yang lain yaitu karena perilaku
manusia juga bisa mempengaruhi lingkungan hidup
menjadi lebih buruk dan memudahkan terjadinya suatu
masalah kesehata. Faktor perilaku ini sangat sulit untuk
ditanggulangi. Tersedianya jasa pelayanan kesehatan
tanpa disertai perubahan perilaku masyarakat akan
mengakibatkan

masalah

kesehatan

tetap

potensial

berkembang di masyarakat.
Faktor lingkungan, Lingkungan yang terkendali, akibat
sikap hidup dan perilaku masyarakat yang baik akan
dapat menekan berkembangnya masalah kesehatan.
Untuk menganalisis program kesehatan di lapangan H.L
Blum dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan
mengelompokkan masalah sesuai dengan faktor-faktor
yang berpengaruh pada status kesehatan masyarakat

B. Pendekatan Wheel
Merupakan

pendekatan

masalah

yang

menjelaskan

hubungan antara manusia dan lingkungan. Roda terdiri


daripada satu pusat (pejamu atau manusia) yang memiliki
susunan genetik sebagai intinya. Disekitar pejamu terdapat
lingkungan yang dibagi secara skematis ke dalam 3 sektor
yaitu

lingkungan

biologi,

komponen-kompenen

dari

sosial
roda

dan

fisik.

tergantung

Besarnya
kepada

masalah penyakit tertentu yang menjadi perhatian kita.


Untuk penyakit-peyakit bawaan (herediter) inti genetik
relatif lebih besar. Untuk kondisi tertentu seperti campak,
inti genetik relatif kurang penting oleh karena keadaan
kekebalan dan sektor biologi lingkungan yang paling
berperanan. Unsur lingkungan memegang peranan yang

cukup

penting

dalam

menentukan

proses

terjadinya

interaksi antara host dan agent dalam proses terjadinya


penyakit, secara garis besar, unsur lingkungan dapat dibagi
3:
1. Lingkungan Biologis : Segala flora dan fauna yang ada
disekitar manusia, yaitu: microorganisme yang patogen
dan

yang

tidak

patogen,

tumbuhan

yang

dapat

berbagai

binatang

mempengaruhi

dan

kehidupan

manusia, fauna sekitar manusia yang berfungsi sebagai


vektor penyakit tertentu terutama penyakit menular.
2. Lingkungan Fisik : Udara, keadaan cuaca, geografis dan
geologis, air, unsur kimiawi lainnya, radiasi.
3. Lingkungan Sosial : Semua bentuk kehidupan sosial
budaya,

ekonomi,

politik,

sistem

organisasi,

serta

institusi/ peraturan yang berlaku, pekerjaan, urbanisasi,


bencana alam, perkembangan ekonomi.
C. Pendekatan Sebab-Akibat
Merupakan pendekatan masalah yang memberikan
gambaran tentang hubungan sebab akibat yang berperan
dalam terjadinya penyakit dan masalah kesehatan lainnya.
Pada model jaring-jaring sebab akibat terdapat berbagai
macam sebab; sesuatu penyakit tidak bergantung pada
satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat
dari serangkaian proses sebab dan akibat. Oleh karena
itu, perubahan dari salah satu faktor akan mengubah
keseimbangan antara mereka, yang berakibat bertambah
atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. Dengan
demikian timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan
dengan cara memotong rantai pada berbagai titik.
Dengan model jaringan sebab akibat hendaknya
ditunjukkan bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai

mekanisme-mekanisme
diperuntukkan

bagi

terjadinya

usaha-usaha

penyakit

tidaklah

pemberantasan

yang

efektif. Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis


maka seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit
dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi
manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi
langsung pada penyebab penyakit.
Kekurangan dari model ini,

peneliti

tidak

dapat

mengidentifikasi atau sulit menentukan penyebab utama.


Namun dapat dilakukan pencegahan dari berbagai arah.
Sedangkan,

kelebihan

dari

model

ini,

peneliti

dapat

mengetahui dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja


yang berperan dalam timbulnya suatu penyakit

atau

masalah kesehatan lainnya.


D. Pendekatan Segitiga Epidomiologi
Pendekatan segitiga epidemiologi menggambarkan kejadian
suatu penyakit yang ditentukan oleh tiga faktor utama yaitu
host, agent, dan environment.
Host merupakan manusia yang mudah terkena atau
rentan (susceptible) terhadap suatu bibit penyakit (virus,
bakteri,

parasit,

jamur)

yang

dapat

menyebabkan

timbulnya masalah kesehatan. Host ini sendiri terdiri

dari:
- Umur , jenis kelamin, ras, suku
- Bentuk anatomis tubuh
- Fungsi fisiologis tubuh
- Status kesehatan atau status gizi
- Kebiasaan hidup
- Pekerjaan
Agent adalah faktor yang menjadi bibit penyakit yang
menjadi penyebab suatu penyakit. Agent, merupakan
faktor

yang

menyebabkan

penyakit

atau

masalah

kesehatan yang terdiri dari agent biotik dan abiotik.


Agent biotik terdiri atas protozoa, bakteri, virus, dan

jamur.

Agent

abiotik

terdiri

atas

Nutrient

Agent

(karbohididrat, lemak, mineral, protein dan vitamin,


Chemical Agent (pestisida, logam berat, obat-obatan),
Physical

Agent

(suhu,

kelembaban

panas,

kardiasi,

kebisingan), Mechanical Agent (kecelakaan, benturan,


gesekan, dan getaran), Psychis Agent ( gangguan
phisikologis

stress

depresi),

dan

Physilogigis

Agent

(gangguan genetik).
Environment atau lingkungan adalah situasi atau
kondisi di luar host atau agent yang memudahkan
interaksi antara keduanya. Faktor ini juga dapat menjadi
risiko timbulnya gangguan penyakit pada host karena
lingkungan
berkembang.

memberikan

peluang

Lingkungan

dapat

agent

dibedakan

untuk
menjadi

lingkungan biologis, fisik, kimia, dan sosial ekonomi.


- Lingkungan biologi : di suatu wilayah (lagoon) akan
memudahkan

nyamuk

anopheles

berkembang.

Lingkungan seperti ini akan memudahkan terjadinya


-

penularan penyalit malaria.


Lingkungan kimia : lysol yang dipakai membersihkan
kotoran penderita Cholera akan melemahkan kuman

vibrio cholera sehingga penularannya dapat dibatasi.


Lingkungan sosial : situasi rumah yang padat hunian
(banyak

anggota

keluarga)

akan

memudahkan

penularan penyakit scabies di antara penghuninya.


Lingkungan fisik : sinar ultra violet akan memudahkan
timbulnya kanker kulit.
Untuk menggambarkan interaksi antara faktor-faktor
egen,

pejamu

menganalogikan
(pengungkit)
tumpunya.

dan

lingkungan,

sebagai

dengan

John

timbangan

lingkungan

Gordon
pengumpil

sebagai

titik

Gambar segitiga epidemologi :

1.

Keterangan :
A: Agent
H: Host
E: Environment
E

Timbangan tersebut menggambarkan tercapainya


keseimbangan, sehingga baik agent maupun host tidak
ada yang dirugikan dan pada keadaan ini tedapat
suasana hidup berdampingan secara damai antara
agent dan host.

2.

Keadaan tersebut menggambarkan peningkatan dari


kemampuan

agent

untuk

menginfeksi

menimbulkan penyakit pada manusia.

serta

3.

Keadaan

tersebut

menggambarkan

peningkatan

peningkatan proporsi kerentanan dari populasi manusia,


misalnya karena menurunnya imunitas dari host itu
sendiri.

Misalnnya

pada

saat

musim

pancaroba,

seringkali imunitas manusia itu menurun sehingga lebih


rentan terserang berbagai penyakit. Sehingga walaupun
jumlah agent normal namun dapat pula terjadi penyakit
bila imunitas host sendiri mengalami penurunan.

4.

Perubahan
pergeseran

lingkungan
titik

tumpu

dapat
ke

pula

arah

menyebabkan
host

sehingga

menggambarkan bahwa perubahan lingkungan tersebut


merangsang

penyebaran

agen

yang

peningkatan

kemampuan

agen

untuk

menyebabkan
menginfeksi.

Misalnya pada suatu desa tertentu pada awalnya


memiliki sumber air yang bersih, tetapi kemudian terjadi
banjir yang membawa berbagai macam mikroorganisme
penyebab

penyakit

sehingga

mengkontaminasi

air

minum di desa tersebut, maka terjangkitlah wabah


penyakit pada desa tersebut oleh karena air minum
yang sudah terkontaminasi.

5.

Disamping itu, perubahan lingkungan dapat pula


menyebabkan perubahan kerentanan pejamu (host),

sehingga terjadi pergeseran titik tumpu ke arah agent.


Keadaan

ini

terjadi

misalnya

pada

perkembangan

daerah industri yang pesat menyebabkan konsentrasi


zat-zat pencemar di udara meningkatkan kerentanan
(memudahkan

terserang

penyakit)

pada

manusia,

terutama infeksi saluran pernafasan.


2. Pendekatan sesuai kasus di skenario
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan pendekatan
yang paling tepat digunakan sesuai kasus di skenario yaitu
pendekatan bloom, karena pada pendekatan bloom menitik
beratkan bahwa faktor yang paling berperan dalam terjadinya
masalah kesehatan yaitu perilaku manusia dan lingkungannya.
Hal ini sesuai dengan skenario yang diduga karies tinggi
disebabkan karena perilaku masyrakat menengah ke atas yang
sering mengkonsumsi makanan siap saji.
3. Solusi masalah kesehatan sesuai skenario yaitu :
Melakukan promosi atau publikasi pelayanan kesehatan
Melakukan sosialisasi tentang kesehatan gigi dan mulut
Mengadakan puskesmas keliling

Anda mungkin juga menyukai