Anda di halaman 1dari 2

Sel galvanik, dimana energi kimia di ubah menjadi energi listrik dengan

melalui reaksi redoks. Tempat terjadinya reaksi redoks disebut elektroda,


elektroda terbagi menjadi dua yaitu anoda adalah elektroda tempat
berlangsungnya oksidasi (muatannya negatif [-]) sedangkan katoda adalah
tempat berlangsungnya reduksi (muatannya positif [+]).
Bagian lain dari sel galvanik(sel volta) adalah jembatan garam (misalnya KCl
atau NH4NO3), fungsinya untuk menstabilkan muatan positif dan negatif
dengan jalan mentransfer anion (Cl-) dan kation (K+).
Arus listrik mengalir dari anoda ke katoda karena ada selisih potensial sel
reduksi dan disebut dengan voltase sel atau potensial sel (E sel) atau gaya
elektromotif (emf/GGL).
Potensial sel (E sel), selain dipengaruhi oleh potensial reduksi eletroda, tetapi
juga dipengaruhi oleh konsentrasi ion dan temperatur pada saat sel
elektrokimia bekerja.
Contoh sel galvanik (sel volta)

Jika konsentrasi ion Cu+2 dan Zn+2 keduanya 1M ternyata Eo selnya adalah
1,10 Volt pada 25oC :
Potensial reduksi standar :
Zn+2(aq) + 2e
Zn(s)
Eo = -0,76 V
+2
Cu (aq) + 2e
Cu(s)
Eo = +0,34 V
Eosel : Eokatoda - Eoanoda
: +0,34 V (-0,76 V)
: 1,10 Volt
Untuk menentukan potensial reduksi dari masing-masing elektroda dengan
menggunakan elektroda pembanding (elektroda hydrogen standar), pada
elektroda hidrogen standar terdapat elektroda platina. Elektroda platina
mempunyai dua fungsi :
Fungsi pertama adalah menyediakan permukaan tempat terjadinya
penguraian hidrogen :
H2
2H+ + 2e

Fungsi kedua adalah sebagai penghantar listrik ke rangkaian eksternal. Pada


kondisi keadaan standar (ketika tekanan H2 1 atm dan konsentrasi larutan
HCl 1M), potensial reduksi standar H+ pada suhu 25oC adalah 0 volt.
2H+(1M) + 2e
H2(1 atm)
Eo = 0 Volt