Anda di halaman 1dari 28

CASE REPORT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF


RSUD ABDUL MOELOEK
LAPORAN KASUS
MENINGITIS

Oleh :
Mia Febriani Putri Nasruddin 1018011077

Preceptor
dr. Zam Zanariah, Sp.S, M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF


RSUD ABDUL MOELOEK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

KATA PENGANTAR

Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT. karena atas
rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul
Meningitis tepat pada waktunya. Adapun tujuan pembuatan laporan kasus ini
adalah sebagai salah satu syarat dalam mengikuti dan menyelesaikan
Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Saraf RSUD Abdul Moeloek.
Saya mengucapkan terima kasih kepada dr. Zam Zanariyah, Sp.S, M.Kes
yang telah meluangkan waktunya untuk saya dalam menyelesaikan laporan kasus
ini. Saya menyadari banyak sekali kekurangan dalam laporan ini, oleh karena itu
saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan kasus
ini dapat bermanfaat bukan hanya untuk saya, tetapi juga bagi siapa pun yang
membacanya.

Bandar Lampung, Januari 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................

DAFTAR ISI..................................................................................................

BAB I

LAPORAN KASUS .......................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..................................................................

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Definisi ..............................................................................................
Insiden ...............................................................................................
Etiologi ..............................................................................................
Diagnosis ...........................................................................................
Penatalaksanaan .................................................................................
Prognosis ...........................................................................................

14
15
16
18
20
22

BAB III KESIMPULAN...............................................................................

23

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................

25

BAB I
LAPORAN KASUS
3

Masuk RSUD Abdul Moeloek :


Tanggal 24 Desember 2014
No. RM : 00.39.37.67
A. ANAMNESIS
1. Identitas
Nama

: Tn. S

Usia

: 26 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-Laki

Alamat

: Pekon kali Sari, Kec.Wonosobo Tanggamus

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Buruh

Status

: Belum Menikah

Suku Bangsa

: Jawa

Dirawat yang ke : 1
2. Riwayat Penyakit
Anamnesis
: Autoanamnesis dan Alloanamnesis
Keluhan Utama

Penurunan kesadaran sejak 2 hari SMRS

Keluhan Tambahan
Demam disertai nyeri kepala 1bulan SMRS.

Riwayat Perjalanan Penyakit


Pasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 2 hari
SMRS, penurunan kesadaran terjadi secara tiba-tiba setelah suhu
badan os mendadak kembali tinggi 4 hari SMRS. Karena demam
tidak turun setelah minum obat pasien dibawa ke RS. Keluarga
mengatakan sejak 1 bulan os mengeluh nyeri kepala seperti
distusuk tusuk pada seluruh bagian kepala, nyeri dirasakan setiap
hari semakin bertambah berat, pasien juga mengeluh demam yang
naik turun, nyeri kepala dan demam berkurang ketika pasien
4

meminum obat dari dokter. Nyeri kepala sering timbul berulang


dalam 1 bulan terakhir. 7 hari SMRS pasien mengeluh demam
tinggi dan nyeri kepala hebat sehingga pasien dibawa ke RS Kota
Agung dan dirawat 1 hari lalu keadaan pasien membaik, sehingga
pasien pulang namun 2 hari kemudian pasien mengalami keluhan
yang sama sehingga pasien dibawa ke rs pringsewu dan dirawat 4
hari. Pada hari ke-3 perawatan

pasien mengalami penurunan

kesadaran dan tidak menunjukan tanda perbaikan sehingga pasien


dirujuk ke RSAM.
Menurut keluarga os tidak ingin makan karna nyeri tenggorokan.
Menurut orangtua, sebelumnya os sering menderita batuk lama 3
bln SMRS tetapi tidak melakukan pemeriksaan dahak. Os juga
mengalami penurunan berat badan yang terlihat dari perawakan os
yang bertambah kurus. Keluhan kejang disangkal ketika terjadi
penurunan kesadaran. BAB dan BAK tidak terdapat keluhan.
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat DM disangkal, Riwayat hipertensi disangkal, Riwayat


penyakit jantung disangkal. Tuberkulosis (-), trauma (-)
Riwayat Penyakit Keluarga :
Keluarga tidak ada yang menderita penyakit seperti ini, Paman
pasien memiliki batuk lama namun tidak diobati.

B. PEMERIKSAAN FISIK
1. Pemeriksaan Generalis
Keadaan umum

Kesadaran

GCS

Vital sign

Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Suhu

: Tampak sakit berat


: Somnolen
: E2 V3 M4
: 120/80 mmHg
: 90 kali/menit
: 22kali/menit
: 36,60 C
5

Gizi
Kepala
Rambut
Mata
Telinga
Hidung

: cukup
: hitam, lurus, tidak mudah dicabut
: konjungtiva anemis (-), sclera anikterik
: simetris, serumen (-), liang lapang
: sekret(-), pernafasan cupping hidung(-)

Mulut

deviasi septum (-)


: bibir kering dan pecah-pecah (+),sianosis(-)

Leher
Inspeksi
Palpasi

: simetris trakea ditengah, JVP meningkat (-)


: Massa (-), pembesaran KGB (-)

Paru-paru
Inspeksi : gerakan pernafasan simetris kanan dan kiri
Palpasi
: taktil fremitus simetris dan ekspansi simetris, nyeri
tekan (-)
Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru kanan dan kiri
Auskultasi : vesikuler (+/+) ronki (+/+) wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi
Palpasi

: iktus kordis tidak terlihat


: iktus kordis tidak teraba

Perkusi

: Batas jantung, kesan dalam batas normal

Auskultasi : bunyi jantung I II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : datar, tidak tampak benjolan
Palpasi
: nyeri tekan (-), organomegali (-)
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal

Extremitas
Superior : oedem (-/-), sianosis (-/-), turgor kulit baik
Inferior : oedem (-/-), sianosis (-/-), turgor kulit baik

2. Pemeriksaan Neurologis
a. Saraf Cranialis
1. Nervus Olfactorius (N.I)
Daya penciuman hidung : Normosmia/Normosmia
2. Nervus Opticus (N.II)
Tajam penglihatan
: (sulit dinilai)
Lapang penglihatan
: (sulit dinilai)
Tes warna
: tidak dilakukan
Fundus oculi
: tidak dilakukan
6

3. Nervus Oculomotorius, Nervus Trochlearis, Nervus Abdusen


(N.III N.IV N.VI)
Kelopak mata
Ptosis
:(-/-)
Endophtalmus :(-/-)
Exopthalmus :(-/-)
Pupil
Ukuran
: (3mm/3mm)
Bentuk
: (bulat/bulat)
Isokor
: (+)
Posisi
: (Sentral/Sentral)
Reflex cahaya Langsung: (+/+)
Reflex cahaya Langsung: (+/+)
Gerakan bola mata
Medial, lateral
: sulit dinilai
Superior, inferior
: sulit dinilai
Obliqus superior
: sulit dinilai
Obliqus inferior
: sulit dinilai
4. Nervus Trigemenus (N.V)
Sensibilitas
Ramus oftalmikus
: (+/+)
Ramus maksilaris
: (+/+)
Ramus mandibularis : (+/+)
Motorik
M. maseter
: (+/+)
M. temporalis
: (+/+)
M. pterigoides
: (+/+)
5. Nervus Fascialis (N.VII)
Inspeksi wajah sewaktu
Diam
: simetris
Senyum
: simetris
Meringis
: sulit dinilai
Menutup mata
: simetris
Pasien diminta untuk
Mengerutkan dahi
: simetris
Mengangkat alis
: simetris
Menutup mata kuat : simetris
Pengecapan 2/3 depan lidah : normal
6. Nervus vestibulocochlearis (N.VIII)
N.cochlearis
Ketajaman pendengaran
: (+/+)
Tinnitus
:N.vestibularis
Tes vertigo

: tidak dilakukan
7

Nistagmus
: (-/-)
7. Nervus Glosofaringeus (N.IX) dan Nervus Vagus (N.X)
Suara bindeng/nasal
:Uvula
: ditengah
Palatum mole

: Istirahat

: Simetris

Bersuara

: Simetris

Arcus palatoglossus : Istirahat

: Simetris

Bersuara

: Simetris

: Istirahat

: Simetris

Bersuara

: Simetris

Arcus palatoparingeus

Reflek batuk
Reflek muntah
Peristaltic usus
Bradikardi
Takikardi
8. Nervus aksesorius (N.XI)
M. sternocleidomastoideus
M. Trapezius
9. Nervus Hipoglosus (N.XII)
Deviasi
Atropi
Fasikulasi
b. Tanda rangsang meningeal
Kaku kuduk
Kernig sign
Lasseque
Brudzinky I
Brudzinky II
c. System motorik ekstremitas
Sistem Motorik
Superior ka/ki
Gerak

(aktif/pasif)

Kekuatan otot
Tonus

(4/3)

(Hipotonus)/Hipotonus)

: (+)
: (+)
: (+)
: (-)
: (-)
: (Sulit dinilai)
: (Sulit dinilai)
: (-)
: (-)
: (-)
: (+)
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
Inferior ka/ki
(aktif/pasif)
(4/3)
(Hipotonus)/Hipotonus)

Klonus

(-/-)

(-/-)

Atropi

(-/-)

(-/-)

Biceps (+/+)

Pattela (+/+)

Triceps (+/+)

Achiles (+/+)

Refleks fisiologis

Refleks patologis

Hoffman Trommer (-/-)

Babinsky (-/-)
Chaddock (-/-)
Oppenheim (-/-)
Schaefer (-/-)
Gordon (-/-)
Gonda (-/-)

Sensibilitas
Eksteroseptif/rasa permukaan
Rasa raba
: (+/+)
Rasa nyeri
: (+/+)
Rasa suhu panas
: tidak dilakukan
Rasa suhu dingin
: tidak dilakukan
Proprioseptif / rasa dalam
Rasa sikap

: (+/+)

Rasa gerak

: (+/+)

Rasa getar

: Tidak dilakukan

Rasa nyeri dalam : (+/+)


d. Susunan saraf otonom
Miksi
: sulit dinilai karena pasien menggunakankateter
selama dirawat
: selama dirawat di RSAM pasien belum dapat BAB

Defekasi
e. Fungsi luhur
Fungsi bahasa
Fungsi orientasi
Fungsi memori
Fungsi emosi

: sulit dinilai
: sulit dinilai
: sulit dinilai
: sulit dinilai

Diagnosis
Klinis

: penuruna kesadaran+ febris + chephalgia + kaku kuduk

Topis
Etiologi

+hemiparese sinistra
: meningen
: Suspek Meningitis tuberkulosa

C. Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
24-12-2014

29-12-2014

6-12- 2014
9

Hb

(N=13,518,0gr/dL)

LED
(N= 0-10mm/jam)
Leukosit
(N=4500010.700/ul)
Hitung jenis
Basophil
Eosinophil
Batang
Begmen
Limfosit
Monosit
Trombosit (N=150rb-400rb/ul)
Ureum
(N = 10-40 mg/dL)
Creatinin (N = 0,7-1,3 mg/dL)
GDS
(N = 70-200 mg/dL)
Natrium (N=135-150 mmol/L)
Kalium (N=3,5-5,5 mmol/L)
Calsium (N=8,8-10,5 mg/dl)
Clorida (N=98-110 mmol/L)
SGOT
(N=6-30 U/L)
SGPT
(N=6-45 U/L)
Coles Total (N=150-220mg/dl)
HDL
(N=35-55 mg/dl)
LDL
(N= <150 mg/dl)
Trigleserida (N= <200mg/dl)
Asam Urat
(N=2,5-7,0 mg/dl)

12,2 gr/dl

13,6 gr/dl

6 mm/jam
18.690/ul

55 mm/jam
15.600/ul

0%
1%
0%
89%
6%
4%
453.000/ul
31 mg/dl
0,8 mg/dl
107mg/dl
135 mmo/L
3,2 mmo/L
8,2 mg/dl
101 mmo/L
-

0%
0%
0%
84%
8%
8%
360.000/ul
45 mg/dl
1,0 mg/dl
140 mmo/L
4,8 mmo/L
105 mmo/L
12 U/L
11U/L
2,8 mg/dl
59 mg/dl
138 mg/dl
103 mg/dl
5,8 mg/dl

100mg/dl

Rontgen Thorax, 31 desember 2014

Efusi Pleura Sinistra


Besar cor sulit dinilai
10

CT Scan Kepala tanpa kontras, 31 desember 2014

tampak lesi hipodens di periventrikel


struktur mediana tak deviasi
sistema ventrikel melebar simetris
sulci & gyri normal
tak tampak massa retrobulber
tak tampak pemadatan intraoinus paranasal
celula mastoidea kanan dan kiri baik
kesan : Hidrocefalus obstruktif ringan

D. Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad Sanationam
Quo ad functionam
E. Penatalaksanaan

: dubia ad malam
: dubia ad malam
: dubia ad malam

1. Umum

2.

Pemberian O2 2L/menit

Pemasangan NGT

Pemasangan oropharyngeal airway

Pantau tanda vital, kesadaran dan status neurologi

Tirah baring dan alih baring (mobilisasi)

Informed consent

Medikamentosa
11

IVFD RL : Nacl 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Metronidazole 500mg/8jam
Farmadol /12
Dexamethasone Amp/12 jam
Vit B19 tab 2x1
Ranitidin Amp 5o mg/12jam
Ksr tab 2x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x400
INH 1x400

FOLLOW UP
TANGGAL 27/12/2014
S/
-

Penurunan kesadaran

Demam

Nyeri kepala

O/
12

KU = TSS

Kesadaran Somnolen

TD = 130/90 mmHg

HR = 86 x/menit

RR = 24 x/menit

T = 38 C

Konjungtiva anemis

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: penurunan kesadaran + chepalgia +febris

Topis

: meningen

Etiologis

: susp. Meningitis tuberkulosa

P/
-

IVFD RL : Nacl 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Metronidazole 500mg/8jam
Farmadol /12
Dexamethasone Amp/12 jam
Vit B19 tab 2x1
Ranitidin Amp 5o mg/12jam
Ksr tab 2x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x400
INH 1x400

TANGGAL 29/12/2014
S/
-

Penurunan kesadaran

Nyeri perut

Demam

O/
13

KU = TSS

Kesadaran Somnolen

GCS E2V5M4

TD = 130/90 mmHg

HR = 80 x/menit

RR = 24 x/menit

T = 38 C

Sensorik : tidak ada kelainan

Motorik :
Ekstremitas
Gerak
Tonus

Superior ka/ki
Aktif/aktif
Normotonus / Normotonus

Inferior ka/ki
Aktif/aktif
Normotonus/Normotonus

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Rangsang meningeal :

Kaku kuduk (+)

Diagnosa
Klinis

: penurunan kesadaran + chepalgia +febris

Topis

: meningen

Etiologis

: susp. Meningitis tuberkulosa

P/
-

IVFD RL : Nacl 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Metronidazole 500mg/8jam
Farmadol /12jam
Dexamethasone Amp/12 jam
Vit B19 tab 2x1
Ranitidin Amp 5o mg/12jam
Ksr tab 2x1

TANGGAL 30/12/2014
S/
-

Nyeri perut

O/
14

KU = TSS

Kesadaran CM

GCS E4V2M6

TD = 130/90 mmHg

HR = 86 x/menit

RR = 24 x/menit

T = 37,3 C

N6 = Gerakan bola mata lateral -

Motorik :
Ekstremitas
Gerak
Tonus

Superior ka/ki
Aktiif/tertinggal
Normotonus / Hipotonus

Inferior ka/ki
Aktif/teringgal
Normotonus / Hipotonus

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Penurunan Kesadaran + sakit perut+ Parese N6

Topis

: Meningens + gaster

Etiologis

: suspek Meningitis

P/
-

IVFD RL : N4D5 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Dexamethasone Amp/12 jam
Ranitidin Amp 50 mg/12jam
Ksr tab 2x1
PCT tab 500mg 3x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

TANGGAL 31/12/2014
15

S/ -Nyeri kepala
O/ -KU = TSS
-

Kesadaran CM

GCS E4V3M6

TD = 100/70 mmHg

HR = 76 x/menit

RR = 24 x/menit

T = 35,3 C

N6 = Gerakan bola mata lateral -

Motorik :
Ekstremitas
Gerak
Tonus

Superior ka/ki
Aktiif/tertinggal
Normotonus / Hipotonus

Inferior ka/ki
Aktif/teringgal
Normotonus / Hipotonus

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Hemiparese sinistra + Parese N6 + chephalgia

Topis

: Meningens

Etiologis

: suspek Meningitis

P/
-

IVFD RL : N4D5 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Dexamethasone Amp/12 jam
Ranitidin Amp 50 mg/12jam
Ksr tab 2x1
PCT tab 500mg 3x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300
CT-Scan Kepala

TANGGAL 2/1/2015
16

S/ -Nyeri kepala
O/ -KU = TSS
-

Kesadaran : Apatis

GCS E4V4M6

TD = 100/60 mmHg

HR = 76 x/menit

RR = 20 x/menit

T = 35 C

Motorik :
Ekstremitas
Gerak
Tonus

Superior ka/ki
Aktiif/aktif
Normotonus / Normotonus

Inferior ka/ki
Aktif/aktif
Normotonus/Normotonus

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

A/
-

Klinis

: cephalgia

Topis

: Meningens

Etiologis

: Meningitis + Efusi pleura

P/
-

IVFD RL : N4D5 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Metylprednisolon tab 3x1
Ranitidin tab 150 mg/12jam
Ksr tab 2x1
PCT tab 500mg 3x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Consul sp.Bs
consul Sp, P : Rencana Efusi pleura
TANGGAL 5/1/2015
S/ -Nyeri kepala
17

O/ -KU = TSS
-

Kesadaran : Compos mentis

Parese N.VII sinistra

Hemiparese N.VII sinistra

A/
-

Klinis

: Hemiparese sinistra + chepalgia

Topis

: Meningens + Hemisfer cerebri dextra

Etiologis

: Meningitis + efusi pleura

P/
-

IVFD RL : N4D5 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Metylprednisolon tab 2x1
Ranitidin tab 150 mg/12jam
Ksr tab 2x1
PCT tab 500mg 3x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Tanggal 6 januari 2015


S/
-

Nyeri kepala

O/
-

KU = TSS

Kesadaran apatis

GCS E3V5M6

TD = 120/80 mmHg

HR = 76 x/menit

RR = 20 x/menit

T = 36,6 C

Motorik :
Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
4/4

Inferior ka/ki
4/4

18

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Penurunan Kesadaran + sakit perut+ Parese N6

Topis

: Meningens + gaster

Etiologis

: Meningitis

P/
-

IVFD RL : N4D5 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Dexamethasone Amp/12 jam
Ranitidin Amp 50 mg/12jam
Ksr tab 2x1
PCT tab 500mg 3x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Tanggal 7 januari 2015


S/
-

Nyeri kepala

O/
-

KU = TSS

Kesadaran apatis

GCS E3V5M6

TD = 110/80 mmHg

HR = 70 x/menit

RR = 22 x/menit

T = 36,6 C

Motorik :
Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
4/4

Inferior ka/ki
4/4
19

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: chepalgia

Topis

: Meningens

Etiologis

: Meningitis + efusi pleura

P/
-

IVFD RL : N4D5 0,9 XX gtt/menit


Ceftriaxone 1 gr /12jam
Dexamethasone Amp/12 jam
Ranitidin Amp 50 mg/12jam
Ksr tab 2x1
PCT tab 500mg 3x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Co. Ulang paru (Pro efusi pleura)


Tanggal 8 januari 2015
S/
-

Nyeri kepala, bicara meracau.

O/
-

KU = TSS

Kesadaran : Apatis

GCS E3V5M6

TD = 110/80 mmHg

HR = 70 x/menit

RR = 22 x/menit

T = 36,6 C

Parese N.VI, Hemipharese sinistra

Motorik :
20

Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
5/5

Inferior ka/ki
5/4

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Parese N6

Topis

: Hemosfer cerebri sinistra + Meningens

Etiologis

: Meningitis + Hidrochephalus

P/
-

IVFD RL : N4D5 0,9 XX gtt/menit


Cifrofloxacin /12jam
Metylprednisolon 4mg tab
Ranitidin Tab 2x1
Ksr tab 2x1
Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Tanggal 9 januari 2015


S/
-

Nyeri kepala, bicara meracau.

O/
-

KU = TSS

Kesadaran : Apatis

GCS E3V5M6

TD = 110/80 mmHg

HR = 70 x/menit

RR = 22 x/menit

T = 36,6 C

Parese N.VI, Hemipharese sinistra


21

Motorik :
Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
5/5

Inferior ka/ki
5/4

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Parese N6 + chepalgia

Topis

: Hemosfer cerebri sinistra + Meningens

Etiologis

: Meningitis + Hidrochephalus

P/
-

Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Tanggal 10 januari 2015


S/
-

Nyeri kepala, bicara meracau.

O/
-

KU = TSS

Kesadaran : Apatis

GCS E3V5M6

TD = 110/80 mmHg

HR = 70 x/menit

RR = 22 x/menit

T = 36,6 C

Motorik :
Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
5/5

Inferior ka/ki
5/4

22

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Chepalgia

Topis

: Meningens

Etiologis

: Meningitis + Hidrochephalus

P/
-

Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Tanggal 12 januari 2015


S/
-

Nyeri kepala

O/
-

KU = TSS

Kesadaran : Apatis

GCS E3V5M6

TD = 110/80 mmHg

HR = 70 x/menit

RR = 22 x/menit

T = 36,6 C

Motorik :
Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
5/4

Inferior ka/ki
5/4

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali


23

Refleks patologi :
Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Chepalgia

Topis

: Meningens

Etiologis

: Meningitis + Hidrochephalus

P/
-

Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Tanggal 13 januari 2015


S/
-

Nyeri kepala

O/
-

KU = TSS

Kesadaran : CM

GCS E4V5M6

TD = 120/80 mmHg

HR = 88 x/menit

RR = 20 x/menit

T = 36,9 C

Motorik :
Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
5/4

Inferior ka/ki
5/4

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

Refleks patologi :Babinsky (+/+)

Rangsang meningeal : Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Chepalgia

Topis

: Meningens

Etiologis

: Meningitis + Hidrochephalus
24

P/
-

Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
Rifampisin 1x450
INH 1x300

Tanggal 14 januari 2015


S/
-

Nyeri kepala

O/
-

KU = TSS

Kesadaran : CM

GCS E4V5M6

TD = 140/90 mmHg

HR = 80 x/menit

RR = 20 x/menit

T = 36,7 C

Motorik :
Ekstremitas
Kekuatan

Superior ka/ki
5/4

Inferior ka/ki
5/4

Sensorik : tidak ada kelainan

Otonom : miksi menggunakan kateter, belum BAB sama sekali

St. Neurologis : (N XI) M trapezius : kedua bahu sulit diangkat


M

Sternoklenomastoideus : leher tidak dapat

digerakan
-

Refleks patologi :Babinsky (+/+)

Rangsang meningeal : Kaku kuduk (+)

A/
-

Klinis

: Chepalgia

Topis

: Meningens

Etiologis

: Meningitis + Hidrochephalus

P/
-

Streptomisin 1x750
Etambutol 3x250
25

Rifampisin 1x450
INH 1x300

ANALISA KASUS

1. Apakah diagnosis kasus diatas sudah benar?


Pasien

ini

didiagnosis

susp.meningitis

tuberkulosa

berdasarkan

anamnesis, gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang


Anamnesis :
Berdasarkan anamnesis, didapatkannya penurunan kesadaran 2
yang didahului dengan nyeri kepala seperti ditusuk tusuk pada seluruh
bagian kepala sejak 1 bulan SMRS dan demam naik turun sejak 1 bulan.
Nyeri kepala yang dirasakan seperti ditusk tusuk pada seluruh bagian
kepala dan keluhan berkurang sesaat setelah pasien meminum obat yang
didapat dari dokter dipuskesmas. Kemudian didapatkan juga faktor resiko
pasien batuk berdahak selama 3bln namun tidak memeriksakan dahaknya
dan os juga mengalami penurunan berat badan. Paman os juga memiliki
keluhan batuk berdahak lama namun tidak diobati.
Pemeriksaan fisik :
Pemeriksaan fisik yang menunjang ke arah diagnosis kerja adalah
didapatkan kesadaran somnolen, GCS E2V4M4 =10. didapatkan tekanan
darah 120/80 mmHg, nadi 90x/menit, RR 22x/menit, T 36C. pemeriksaan
rangsang meningeal positif yang menandakan telah terjadi infeksi dan
infeksi tersebut mengenai selaput otak (meningen)

26

Pemeriksaan penunjang :
Setelah dilakukan CT Scan tanpa kontras dengan hasil :

tampak lesi hipodens di periventrikel

struktur mediana tak deviasi

sistema ventrikel melebar simetris

sulci & gyri normal

tak tampak massa retrobulber

tak tampak pemadatan intraoinus paranasal

celula mastoidea kanan dan kiri baik

kesan : Hidrocefalus obstruktif ringan


berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang,
didapatkan hasil yang sejalan, terdapat hidrocefalus obstruktif ringan yang
merupakan komplikasi dari meningitis tb.

2. Apakah penatalaksanaan pasien diatas sudah benar?


Umum :

Penatalaksanaan pada pasien meningitis, bila terjadi penurunan kesadaran


adalah :

- pengawasan saluran pernafasan yang baik


- keseimbangan cairan & elektrolit
- kateterisasi urin

Medikamentosa :

Ceftriaxone sebagai antibiotik bertujuan untuk mencegah terjadinya


infeksi nosokomial selama pasien dirawat.

Ranitidin sebagai antagonis H2 bertujuan untuk mengurangi produksi


asam lambung.

27

Farmadol : antipiretik yg bekerja lebih cepat untuk mengurangi demam

Dexamethason : merupakan antiinflamasi, menurunkan edema otak,


menurunkan resistensi outflow CSS, menurunkan produksi sitokin
inflamasi, menurunkan jumlah leukosit, sehingga masa inflamasi di ruang
subarakhnoid berkurang, dan meminimalisasi kerusakan di sawar darah
otak.

Metronidazol : antibiotik untuk bakteri anaerob yang mempunyai aktivitas


bakterisid

28