Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
-kenapa mau neliti, adanya ketidak cocokan anatara teori dan praktek
-mitos ( musik relaksasi)
Musik klasik merupakan musik yang paling banyak digunakan di dunia untuk
terapi, relaksasi dan meditasi bahkan sering digunakan untuk meningkatkan intelegensia
anak dalam kandungan (Bernardi, Porta dan Sleight, 2006). Di samping itu musik juga
dapat dipakai untuk hewan dan tanaman (contoh: ayam betina dapat lebih banyak
bertelur, pada sapi lebih banyak produksi susu. Tanaman juga dapat tumbuh lebih cepat
dan bunga tumbuh lebih cepat mekar),dan untuk memori dan kepintaran (Laurence O
Donnell, 1999).
Bab3- dijelasin knp pk music bach dll, liat bab3
Jantung dipengaruhi oleh musik seperti frekuensi, tempo dan volumenya.
Jantung cenderung mengikuti dan mencoba menyamai tempo suatu bunyi. Dengan
demikian, musik akan menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah menurun. Begitu
pula sebaliknya. (Guyton & Hall, 1997)
1.2 Identifikasi Masalah
Apakah musik klasik bach dll menurunkan tekanan darah.
1.3 Tujuan Penelitian
-maksud dan tujuan adalah objektif, (dr.iwan)
Ingin mengetahui apakah musik klasik dapat menurunkan tekanan darah
1.4Manfaat Penelitian
1.Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat terhadap musik klasik di Indonesia,
dalam mengungkapkan informasi ilmiah mengenai hubungan musik klasik dengan tekanan
darah
2.Untuk memberi informasi kepada masyarakat mengenai pengaruh musik klasik yang
memiliki hubungan dengan tekanan darah
1.5 Kerangka Pemikiran

Suara musik
Stimulasi reseptor telinga dalam
ditransmisi sinyal elektrik di otak oleh nervus
cochlearis
eksitasi neuron lobus temporal otak
efektor dan sistem saraf otonom
sistem limbik
hipocampus
amigdala
hipotalamus
Gelompang alfa

serotonin ( rasa tenang )

endorfin (sistem aktif opium)

Music bertempo lambat, akan mengeksitasi saraf parasimpatis sehingga


memperlambat denyut jantung (Jie Lu, 8 December 2000).
Musik relaksasi akan merangsang pengeluaran gelombang otak. Gelombang yang
dikeluarkan dikenal sebagai gelombang yang memiliki frekuensi 8-12 cps (cycles per
second).7 Pada saat gelombang dikeluarkan otak memproduksi serotonin yang membantu
mejaga perasaan bahagia dan membantu dalam menjaga mood, dengan cara membantu tidur,
perasaan tenang dan melepaskan depresi dan endorphin yang menyebabkan seseorang merasa
nyaman, tenang, dan euphoria.8 Endorphin merupakan salah satu sistem opium endogen di
dalam otak. Serotonin bekerja sebagai bahan penghambat jaras rasa sakit dalam medula
spinalis.9 Serotonin adalah suatu neurotransmiter yang bekerja sebagai penghambat
penyampaian pesan dari satu area otak ke area otak yang lainnya. Sekitar 40 juta sel dalam
otak dipengaruhi oleh serotonin secara langsung atau tidak langsung. Sel otak yang
dipengaruhi oleh serotonin adalah sel yang berhubungan dengan mood, hasrat dan fungsi
seksual, nafsu makan, tidur, ingatan dan belajar, regulasi suhu dan beberapa perilaku sosial
Relaxing music akan menginduksi neurotransmitter dopamine, beta- endorphins
dan enkephalins sehingga akan menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. (Sutoo dan
Akiyama,6 Agustus 2004)

1.6 Hipotesis Penelitian


Musik klasik bach dll.. menurunkan tekanan darah