Anda di halaman 1dari 28

FEBRIS

Pembimbing:
dr. Hudoyo, Sp.PD
Novita Fauziyah R.
102011101056

SMF ILMU PENYAKIT DALAM


RSD dr. Soebandi Jember
2014

Definisi
Adalah peninggian suhu tubuh dari variasi suhu normal
sehari-hari yang berhubungan dengan peningkatan titik
patokan suhu di hipotalamus (hypothalamic set point)

Suhu

tubuh NORMAL 36,5C-37,2C


DEMAM
derajat rectal temperatur 38,0C
derajat oral temperatur 37,5C
derajat axillary temperatur 37,2C
HIPERPIREKSIA keadaan suhu tubuh 41,5C
HIPERTERMIA peningkatan suhu tubuh yang
tidak terkontrol tanpa perubahan hypothalamic set
point & tidak berhubungan dengan adanya pirogen
SUBNORMAL suhu tubuh < 36C
HIPOTERMIA suhu tubuh < 35C

Patogenesis
pirogen eksogen

Leukosit darah, makrofag


jaringan, limfosit

(IL-1, IL-6, TNF, IFN) Pirogen sitokin

PGE2
Set point

1. Vasokonstriksi
2. piloereksi
3. Sekresi epinefrin
4. menggigil
DEMAM

Fase Demam

Penyebab Demam

INFEKSI
KEGANASAN
DEHIDRASI
REAKSI PEMAKAIAN OBAT
KELAINAN ATAU GANGGUAN PUSAT
PENGATURAN SUHU DI HIPOTALAMUS

Penyebab utama demam karena penyakit


localized signs
Kelompok
Infeksi
saluran nafas
atas
Pulmonal
Gastrointesti
nal
Sistem saraf
pusat
Eksantem
Kolagen
Neoplasma
Tropis

Penyakit
ISPA virus, otitis media, tonsillitis,
laryngitis, stomatitis herpetika
Bronkiolitis, pneumonia
Gastroenteritis, hepatitis, appendisitis
Meningitis, encephalitis
Campak, cacar air
Rheumathoid arthritis, penyakit
Kawasaki
Leukemia, lymphoma
Kala azar, cickle cell anemia

Penyebab umum demam tanpa localizing


signs
Penyebab
Infeksi

Contoh
Bakteremia/sepsis
Sebagian besar
virus (HH-6)
Infeksi saluran
kemih

Malaria
PUO
Juvenile idiopathic
(persistent arthritis
pyrexia of
unknown
origin) atau
FUO
Pasca
Vaksinasi triple,
vaksinasi
campak

Petunjuk diagnosis
Tampak sakit, CRP tinggi,
leukositosis
Tampak baik, CRP normal,
leukosit normal
Dipstik urine
Di daerah malaria
Pre-articular, ruam,
splenomegali, antinuclear
factor tinggi, CRP tinggi

Waktu demam terjadi


berhubungan dengan waktu
vaksinasi

Tipe Demam
1. Demam remiten
2. Demam intermiten
3. Demam kontinyu
4. Demam siklik
5. Demam septik

1. Demam Remiten:
Suhu badan turun setiap hari tetapi tidak pernah
mencapai suhu badan normal. Perbedaan suhu dpt
mencapai dua derajat dan tidak sebesar perbedaan
suhu pada demam septik.
Contoh:

sebagian besar penyakit virus dan bakteri

2. Demam Intermiten:
Suhu badan turun ke tingkat yang normal selama
beberapa jam dalam satu hari. Bila terjadi setiap
2 hari sekali tersiana & bila terjadi 2 hari bebas
demam diantara 2 serangan demam kuartana.
Contoh

: malaria, limfoma, endokarditis

3. Demam Kontinyu
Variasi

suhu sepanjang hari tidak


berbeda lebih dari satu derajat.
Contoh: demam tifoid, malaria
falciparum malignan, demam berdarah

4. DEMAM SIKLIK
Kenaikan suhu badan selama beberapa
hari yg diikuti oleh periode bebas demam
untuk beberapa hari yg kemudian diikuti oleh
kenaikan suhu seperti semula.
5. DEMAM SEPTIK
Suhu badan naik ke tingkat yg tinggi
sekali pada malam hari & turun kembali ke
tingkat di atas normal pada pagi hari. Bila
turun ke tingkat yg normal demam hektik.
Contoh : penyakit kawasaki, infeksi pyogenik

Diagnosis Demam
A.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

ANAMNESA 80% dx
Lama demam berlangsung? Akut/ kronis
Timbulnya mendadak atau terus menerus?
Sifatnya remiten/ intermiten/ kontinu?
Demam timbul apakah dipengaruhi oleh waktu ?
(pagi/ siang/ malam)
Seberapa tinggi demamnya?
Demam ditimbulkan oleh apa?
Apa yang anda lakukan jika demam muncul?
Sebelum demam apakah ada keluhan yang muncul ?
Selain demam apakah didapatkan keluhan
lain/gejala penyerta?

B. PEMERIKSAAN FISIK
Periksa :
1.Tanda-tanda klinis dari DEMAM TIFOID : demam, hepatosplenomegali,
nyeri perut, meteorismus, diare atau obstipasi, dan bradikardi relatif.
2.Tanda-tanda MALARIA, yaitu febris intermittent, menggigil, berkeringat,
anemia serta splenomegali
3.Tanda-tanda TUBERKULOSA PARU, misalnya batuk yang menahun,
batuk darah, sesak nafas
4.Tanda-tanda KEGANASAN misalnya penurunan berat badan, keadaan
umum yang jelek, serta adanya benjolan.

5. Tanda-tanda PENYAKIT SISTEMIK seperti lupus eritematosus


sistemik, arthritis rematoid, demam rheumatik, dan sebagainya.
6. Tanda-tanda PERDARAHAN seperti hematemesis, melena,
hematuri, epistaksis, petechie dan echymosis.
7. Tanda-tanda dari penyakit ENDOKARDITIS BAKTERIAL
SUBAKUT, misalnya panas badan, anemia, kelainan katub
jantung.
8. Apakah ada pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening.

C. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1. Pemeriksaan laboratorium yang utama yaitu:
A. Darah lengkap dan urin lengkap
B. Pemeriksaan hapusan darah untuk malaria
C. Reaksi widal, biakan darah atas kuman
salmonella
D. Biakan air seni
E. Foto dada untuk melihat keadaan paru

2. Tes sero-imunologi
Daftar Uji virologis
Virus penyebab

Jenis Uji

Penyakit

Dengue

IHA
Blot IgM/IgG

Demam dengue dan


DBD

CMV

Anti-CMV IgM Elisa


Anti-CMV IgG Elisa

Infeksi CMV

Epstein Barr Virus

Paul Bunnel Anti EBV

Mononukleosis
Infeksiosa

Hepatitis A s/d E

Virus A s/d E berbagai


komponen anti virus A
s/d E

Hepatitis akut

HIV

Anti-HIV Elisa
Anti HIV Western Blot
Anti HIV- Agli Partikel
Anti HIV DEI
Anti HIV Line Imun As

AIDS

3. Daftar Uji BakterioParasitologis


Penyakit Infeksi

Jenis Uji

Penyakit

Salmonella typhi

Widal Typhidor PCR

Demam tifoid

S.Paratyphi A/B/C

Widal

Demam paratifoid

Streptokokus

ASTO

Demam reumatik

Mikobakteria

Myco Dot TB PAP Anti


TB

TBBC pulmonal dan


TBC Ekstra pulmonal

Leptospira spp

MAT

Leptospirosis

Brucella spp

Aglutinasi

Brussellosis

Toxoplasma gondii

Elisa Ig G/Ig M

Toxoplasmosis

4. Mikrobiologi
kultur darah, urin, feses, tbc (diperlukan pemeriksaan
sputum minimal 3 hari)
5. hemato-kimia
Infeksi virus atau bakteri : c-reaktif protein (CRP)
Sarkoidosis dan karsinomatosis: kadar serum kalsium
Penyakit hati: SGOT/SGPT/GAMA GT
6. Radiologi
Paru dan ginjal : foto rontgen
Kuadran kanan atas abdomen: kolangiografi
Emboli paru-paru: angiografi
Limfoma abdominal atau retroperitoneal:
limfangiografi

7. USG
Abdomen:
Untuk

kelainan hati, ginjal, retroperitoneal dan pelvis

mendiagnosis adanya abses pada organ intra abdominal

8. Scanning
Ct-scan. Scanning paru, hati, tulang.
9. Endoskopi
Demam
Kolitis

lama yang disertai diare dan nyeri perut

ulserativa: sigmoidoskopi dan kolonoskopi

Kandung

empedu, saluran empedu, pankreas: endoscopic retrogade


choledocho pancreatography (ERCP)

10. Biopsi
Untuk menentukan penyebab demam belum
terdiagnosis
Limfoma, metastasis keganasan, TB, infeksi jamur
terutama pada kelenjar yang membesar
11. Laparotomi
Fasilitas kesehatan yang memiliki peralatan
sederhana, sistem rujukan yang belum sempurna
serta ada petunjuk keras bahwa penyebab demam
karena kelainan utama di abdomen.
Peritonitis tb, karsinomatosis peritoneal,
kolesistitis, infeksi rongga pelvis

Beberapa pedoman dalam menghadapi


penderita demam
1.

Pasien dengan demam lebih dari seminggu ingatlah terlebih


dahulu akan penyakit yang sering dijumpai, yaitu:

Demam tifoid
Malaria
Tuberkulosis
ISK
Endokarditis bakterial subakuta
Penyakit keganasan sistim retikuloendotelial

2. Ingatlah akan kemungkinan febris habitualis, ialah demam


yang

timbul

pada

sore

hari,

yang

terjadi

pada

wanita

psikoneurosa disertai kelemahan, tetapi laju endap darah


dalam batas normal. Dengan jalan menghilangkan stress dan
pemberian obat penenang demamnya akan menghilang.

3. Jangan lupa akan kemungkinan malingering, ialah tindakan


stimulasi agar kesannya benar-benar demam, terutama dikala
dokter

melakukan

pencatatan

suhu

pemeriksaan.
badan

pengukuran suhu badan.

dan

Maka

sewaktu

pengawasan

diadakan

ketat

dalam

Penatalaksanaan
Akut

Datang dg demam 1 hari & secara klinis kausa belum diketahui,


beri terapi simptomatis, setelah 3 hari penderita diminta kontrol
kembali.
Jika saat kontrol hari ke-4 masih demam dan kausa belum
diketahui, lakukan pemeriksaan lab

Kronis

Atasi penyakit dasar

Obat2an

yg digunakan adalah obat


antipiretik penghambat enzim
siklooksigenase, ex. Aspirin dan NSAID,
juga digunakan acetaminofen.
Pengobatan ditujukan pada causa

TERIMAKASIH