Anda di halaman 1dari 6

Aspek Geografis Kota Balikpapan

Karakteristik Lokasi dan Wilayah


Secara umum Kota Balikpapan berada pada ketinggian 0 sampai > 100 meter
permukaan laut. Namun dari ketinggian tersebut, terbesar berada pada ketinggian 20-100 mdpl.

di

atas

Seluas 20.090,57 ha atau 51,66% dari luas wilayah total Kota Balikpapan. Sedangkan
berketinggian 10-20 mdpl.; seluas 17.260 ha atau 34,17% dari luas wilayah. Sedangkan
berketinggian 0-10 mdpl.; seluas 6.980 Ha atau 13% dari luas wilayah. Untuk mengetahui kondisi.

yang
yang

Topografi Kota Balikpapan berdasarkan ketinggiannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Secara morfologis Kota Balikpapan terdiri dari kawasan perbukitan yang bergelombang 85% dengan jenis tanah
podsolik merah kuning. Sifat jenis tanah ini berlapisan topsoil tipis, struktur tanahnya mudah tererosi.
Sedangkan 15% merupakan daerah dataran yang terletak di sepanjang pantai timur dan selatan wilayah Kota
Balikpapan. Jenis tanah wilayah ini umumnya adalah alluvial.
Dari sisi topografis sebagian besar wilayah Kota Balikpapan merupakan kawasan perbukitan yang mempunyai
kelerengan antara 15-40%, seluas 21.305,57 Ha atau 42,33% dari luas wilayah keseluruhan.
Tabel berikut ini menunjukkan rincian luas wilayah Kota Balikpapan berdasarkan kelerengan.

Iklim dan Kualitas Udara

Kota Balikpapan yang beriklim tropis memiliki musim yang hampir sama dengan wilayah Indonesia pada
umumnya, yaitu : musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Mei
sampai dengan bulan Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi pada bulan November sampai dengan bulan

April. Keadaan ini terus berlangsung setiap tahun yang diselingi dengan musim peralihan (pancaroba) pada
bulan-bulan tertentu.
Secara umum daerah Balikpapan beriklim panas dengan suhu udara pada tahun 2011 berkisar antara 26,4 C
sampai dengan 27,7C. Sedangkan kelembaban udaranya berada pada kisaran kelembaban sedang-tinggi yaitu
antara 82 hingga 93 persen.

Curah hujan di kota Balikpapan sangat bervariasi menurut bulan. Rata-rata curah hujan tertinggi dan terendah
selama tahun 2011 yang tercatat pada Stasiun Meteorologi kota Balikpapan masing-masing sebesar 123 mm
dan 355 mm.

Selama tahun 2011, kecepatan angin berkisar antara 3,5 knot sampai dengan 7,2 knot.
Rata-rata penyinaran matahari yang terjadi di Kota Balikpapan setiap bulan berkisar antara 30 - 72 persen,
sedangkan untuk tekanan udara, di Kota Balikpapan mempunyai rata-rata tekanan udara sebesar 1.009,9 Mbs,
dengan tekanan udara minimum sebesar 1.008,5 Mbs dan tekanan maksimum sebesar 1.011,4 Mbs.
Tutupan dan Penggunaan Lahan

Secara umum kondisi tutupan lahan di Kota Balikpapan masih didominasi oleh lahan tidak terbangun dengan
luas 44.813, 21 ha (89,04%) dari luas wilayah Kota Balikpapan. Sedangkan lahan terbangun mencapai luas
5.517,36 ha (10,96.%) dari luas wilayah.
Lahan tidak terbangun di Kota Balikpapan berupa hutan dengan luas 20.295,86 ha (40,33%), semak dan belukar
seluas 12.226,31 HA (24,29%), ladang/kebun seluas 5.100, 29 ha (10,13%), sawah 103,93 ha, tambak 694,59
ha, perkebunan 316,93 ha, ruang terbuka hijau berupa makam-makam, taman, lapangan seluas 393,46 ha.
Lahan tidak terbangun ini pada umumnya masih mendominasi Kota Balikpapan bagian utara, barat dan timur,
tepatnya di Kecamatan Balikpapan Barat, Utara dan Kecamatan Balikpapan Timur.
Sedangkan lahan terbangun pada umumnya terpusat di wilayah kota tepatnya di Kecamatan Balikpapan Selatan,
Tengah dan sebagian Barat. Penggunaan lahan terbesar berupa permukiman dengan luas 3.147,32 Ha disusul
kemudian penggunaan lahan untuk kegiatan industri dan pergudangan seluas 630,24 ha, perdagangan dan jasa
seluas 424,12 ha, pelayanan umum dan bangunan umum mencapai luas 503,28 ha. Berikut adalah luas tiap-tiap
jenis tutupan lahan di Kota Balikpapan :

Sedangkan berdasarkan status lahannya penggunaan lahan dibedakan atas kawasan budidaya dan kawasan
lindung. Berdasarkan klasifikasi tersebut maka luas penggunaan lahan yang ada di Kota Balikpapan dapat dilihat
pada tabel berikut ini :