Anda di halaman 1dari 22

3/20/2012

DISEMINASIREGIONALPENYELENGGARAANBIDANGPENATAANRUANGDIWILAYAHII
PENYUSUNANRTRKAWASANSTRATEGISKABUPATEN
PENYUSUNAN
RTR KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN
OLEH:Ir.HERMANSOBANA,M.Si

WERDHAPURA, SANUR BALI 7-9 MARET 2012


DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II
DIREKTORATPEMBINAANPENATAANRUANGDAERAHWILAYAHII

KEMENTERIANPEKERJAANUMUM

PETUNJUKTEKNISPENYUSUNAN
RENCANATATARUANG
KAWASANSTRATEGISKABUPATEN

I r. H e r m a n S o b a n a

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


D I R E K T O R A T
DIREKTORAT

J E N D E R A L

PEMBINAAN

PENATAAN

P E N A T A A N
RUANG

DAERAH

R U A N G
WILAYAH II

3/20/2012

Latar Belakang
Amanat UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang menyatakan :
Pemerintah Kabupaten/Kota mempunyai wewenang dalam hal pengaturan, pembinaan
dan pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang kabupaten/kota dan penataan
ruang kawasan strategis kabupaten/kota. (Pasal 11 ayat 1 huruf a)
Rencana rinci tata ruang
g terdiri dari rencana detail tata ruang
g kabupaten dan rencana
tata ruang kawasan strategis kabupaten. (Pasal 14 ayat 3 huruf c)
Rencana rinci tata ruang disusun sebagai perangkat operasional rencana umum tata
ruang (pasal 14 ayat 4)
Rencana rinci tata ruang ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten. (Pasal 27
ayat 1).
Amanat PP No. 15 Tahun 2010 Tentang Penyelanggaraan Penataan Ruang menyatakan :
Penyusunan dan penetapan rencana rinci tata ruang meliputi penyusunan dan
penetapan rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten/kota. (Pasal 39 ayat 1d)
Rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten/kota merupakan rencana rinci dari
rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. (Pasal 40 ayat 4)
Rencana rinci tata ruang kabupaten/kota merupakan dasar penyusunan rencana tata
bangunan dan lingkungan bagi zona zona yang pada rencana rinci tata ruang
ditentukan sebagai zona yang penanganannya diprioritaskan. (Pasal 41)

Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

Penataan ruang kawasan strategis kabupaten perlu dilakukan untuk


mengembangkan, melestarikan, melindungi dan/atau mengkoordinasikan
keterpaduan pembangunan dan nilai strategis kawasan dalam mendukung
penataan ruang wilayah kabupaten.
M k d ; disusunnya
di
d
/J k i ini
i i adalah
d l h memberikan
b ik
b i
Maksud
pedoman/Juknis
acuan bagi
Pemerintah Kabupaten, maupun para pemangku kepentingan lainnya dalam
penyusunan RTR Kawasan Strategis Kabupaten khususnya kawasan yang non
perkotaan.

Tujuan ; Mewujudkan RTR-KSK yang sesuai dengan ketentuan peraturan


perundang-undangan yang berlaku.

SistimatikaPenyusunan RTR-KSK non perkotaan ini meliputi :


Jenis dan Muatan RTR-Kawasan Strategis Kabupaten
Prosedur Penyusunan RTR-KSK Non Perkotaan
Penetapan RTR-KSK Non Perkotaan.

3/20/2012

Istilah dan definisi :


.

Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan


ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntukan
yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang.
Kawasan strategis kabupaten adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan
karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap ekonomi,
sosial budaya,
budaya dan/atau lingkungan.
lingkungan
sosial,
Tujuan adalah nilai-nilai, kualitas, dan kinerja yang harus dicapai dalam pembangunan
berkaitan dengan merealisasikan misi yang telah ditetapkan.
Pusat pelayanan kawasan adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial, dan/atau administrasi
yang melayani seluruh kawasan.
Subpusat pelayanan lingkungan adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial, dan/atau
administrasi yang melayani sub kawasan.
Pusat lingkungan adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial dan/atau administrasi
lingkungan perdesaan.
Lingkungan adalah kawasan yang merupakan kesatuan ruang untuk suatu kehidupan dan
penghidupan tertentu dalam suatu sistem pengembangan kabupaten secara keseluruhan.
Blok adalah bidang tanah yang dibatasi sekurang-kurangnya oleh rencana jalan
lingkungan atau sejenisnya sesuai dengan rencana kabupaten.
Zona adalah kawasan atau area yang memiliki fungsi dan karakteristik spesifik.
Zonasi adalah pembagian kawasan ke dalam beberapa zona sesuai dengan fungsi dan
karakteristik semula atau diarahkan bagi pengembangan fungsi-fungsi lain.

Acuan Normatif
Undangundang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

(lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara


Nomor 4725);
Undangundang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
((Lembaran Negara
g
Tahun 2004 Nomor 125,, Tambahan Lembaran Negara
g
Nomor 4437);
Undangundang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran
Negara Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4433);
Peraturan

Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang


Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2019
Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5103);
Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata
Ruang Nasional (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 48,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4833);
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 16/PRT/M/2009 tentang

Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten.

3/20/2012

KEDUDUKAN RTR KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN DALAM SISTEM


PENATAAN RUANG DAN SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

SISTEM PERENCANAAN

KEDUDUKAN PEDOMAN RTR-KSK TERHADAP


PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT

3/20/2012

FUNGSI DAN MANFAAT RENCANA TATA RUANG


KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN
Fungsi RTR-KSK (non perkotaan) adalah sebagai:

Acuan bagi kegiatan pemanfaatan ruang

Acuan bagi kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang kabupaten.

Dasar penetapan lokasi investasi oleh pemerintah dan swasta atau masyarakat.

Acuan dalam penyusunan dan sinkronisasi program pembangunan sektoral dan daerah.

Acuan dalam penerbitan izin lokasi pembangunan dan izin pelaksanaan pembangunan.

Acuan dalam penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Acuan dalam penyusunan peraturan zonasi.

Acuan dalam administrasi pertanahan.

serta menjadi kendali mutu produk RTR-KSK.


Manfaat RTR Kawasan Strategis Kabupaten (non perkotaan) adalah:
Alat operasionalisasi dalam sistem pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik di
kabupaten baik yang dilaksanakan oleh instansi vertikal di daerah, pemerintah daerah, swasta maupun
masyarakat.
Arahan lokasi dari berbagai kegiatan yang mempunyai kesamaan fungsi maupun lingkungan permukiman
dengan karakteristik tertentu.
Upaya penetapan intensitas pemanfaatan ruang untuk setiap bagian-bagian wilayah sesuai dengan
fungsinya di dalam struktur tata ruang kabupaten secara keseluruhan.
Dasar pertimbangan bagi penyusunan RTBL yang meliputi ketentuan mengenai kerangka materi pokok bagi
penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan.

JENIS RENCANA RINCI TATA RUANG KABUPATEN

Kawasan yang perlu dirinci tata ruangnya ini dapat


merupakan:
Kawasan Perkotaan (RDTR Kawasan Perkotaan).
Kawasan Perdesaan (RDTR Kawasan Perdesaan
yang berbasiskan pada administrasi kecamatan
atau beberapa desa).
Kawasan Agropolitan (RDTR Kawasan Agropolitan).
g
p
((RTR Kawasan
Kawasan Strategis
Kabupaten
Strategis Kabupaten)

10

3/20/2012

TIPOLOGI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN

Kepentingan

Sub Kepentingan
Kawasan Industri

Pertumbuhan
Ekonomi

Kawasan Pariwisata
Kawasan Agropolitan/Minapolitan
KTM
Kawasan Rawan Konflik Sosial

Sosial dan Budaya

Pendayagunaan SDA
/
dan/atau
Teknologi Tinggi
Fungsi dan Daya
Dukung Lingkungan
Hidup

Kawasan Adat Tertentu dan Warisan


Budaya

Kawasan Teknologi Tinggi


Kawasan Sumber Daya Alam
Kawasan Hutan Lindung Kabupaten
Kawasan Rawan Bencana Alam

11

Kriteria Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten


Sudut Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi (Pasal 48,PPNo.15/2010)

Kriteria Kawasan Strategis Kabupaten dari sudut kepentingan pertumbuhan


ekonomi merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki
potensi sebagai berikut :
Potensi ekonomi cepat tumbuh , misalnya kawasan perkotaan
ekonomi misalnya
Sektor unggulan yang dapat menggerakan sektor ekonomi,
kawasan pariwisata di Puncak, Kab. Cianjur , Jawa Barat
Potensi ekspor.
Dukungan kawasan perumahan dan permukiman yang dilengkapi jaringan
prasarana dan utilitas, serta sarana pemerintahan penunjang kegiatan
ekonomi
Kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi
Fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka
mewujudkan ketahanan pangan, seperti Kawasan MIFFE di Kabupaten
Merauke , Papua
Fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam
rangka mewujudkan ketahanan energi

12

3/20/2012

Kriteria Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten


Sudut Kepentingan Sosial DanBudaya (Pasal 49,PPNo.15/2010)

o Tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya,


misalnya kawasan perdesaan di Baduy, Kab.Banten ,Jawa Barat
o prioritas peningkatan sosial budaya
h
dili d
i dan
d dilestarikan
dil
ik
o aset yang harus
dilindungi
o tempat perlindungan peninggalan budaya. Contoh : Candi
Borobudur di Muntilan, Jateng
o tempat yang memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman
budaya, atau
p yyangg memiliki kerawananan terhadap
p konflik sosial . Misalnya
y
o tempat
; Kecamatan Tentena, Kab. Poso

13

Kriteria Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Sudut Kepentingan


Pendayagunaan SDADan/Atau Teknologi Tinggi (Pasal 50,PPNo.15/2010)

Fungsi bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan


teknologi berdasarkan lokasi dan posisi geografis sumber daya
alam strategis, pengembangan teknologi kedirgantaraan, serta
tenaga atom dan nuklir
Sumber daya alam strategis
Fungsi sebagai pusat pemanfaatan dan pengembangan teknologi
kedirgantaraan
Fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir, atau
Fungsi sebagai lokasi dan posisi geografis penggunaan teknologi
kedirgantaraan teknologi tinggi strategis Misalnya : tempat
peluncuran satelit di Pameungpeuk, Kab. Garut

14

3/20/2012

Kriteria Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Sudut Kepentingan Fungsi Dan


Daya Dukung Lingkungan Hidup (Pasal 51,PPNo.15/2010)

Tempat perlindungan keanekaragaman hayati.


Kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem, flora, dan/atau
fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi
dan / atau dilestarikan.
Kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang
setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian.
Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro
Kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup
Kawasan rawan bencana alam.
Kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai
dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.

15

Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten


(Pasal 52,PPNo.15/2010)

1) Kriteria nilai strategis untuk kawasan strategis nasional, kawasan


strategis provinsi, kawasan strategis kabupaten/kota ditentukan
eksternalitas akuntabilitas,
akuntabilitas dan efesiensi dalam
berdasarkan aspek eksternalitas,
penanganan kawasan.
2) Kawasan strategis nasional dapat ditetapkan sebagai kawasan
strategis provinsi dan/atau kawasan strategis kabupaten/kota.
3) Kawasan strategis provinsi dapat ditetapkan sebagai kawasan
strategis kabupaten/kota.
j mengenai
g
g sebagaimana
g
4)) Ketentuan lebih lanjut
kriteria nilai strategis
dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri.

16

3/20/2012

KETENTUAN TEKNIS
MUATAN
RENCANA TATA RUANG
KAWASAN STRATEGIS
KABUPATEN

Tujuan Penataan Ruang Kawasan Strategis


Kabupaten
Kebijakan Penataan Ruang Kawasan
Strategis Kabupaten
Strategi Penataan Ruang Kawasan Strategis
kabupaten
Rencana Struktur Ruang Kawasan Strategis
Kabupaten
Rencana Pola Ruang Kawasan Strategis
Kabupaten

17

TUJUAN DIBENTUKNYAKAWASANSTRATEGISKABUPATEN
Kawasan Strategis Kabupaten berdasarkan Kepentingan
Pertumbuhan Ekonomi (KSK-PE)
1. Mengatur potensi komoditi yang akan dijadikan komoditi
unggulan;
2. Mengatur investasi secara terpadu dalam suatu KSK-PE
yang mempunyai kemampuan untuk memacu
pertumbuhan ekonomi;
3. Meningkatkan produksi pangan dalam rangka
mempertahankan ketahanan pangan; atau
4. Mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam
rangka mewujudkan ketahanan energi.
5. Mengatur lembaga pengelola KSK-PE.

Kawasan Strategis Kabupaten berdasarkan Kepentingan


Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan/atau Teknologi
Tinggi (KSKSDA)
1 Mengoptimalkan pemanfaatan SDA dalam rangka
1.
pengembangan wilayah, dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat dan pembangunan berkelanjutan;
2. Mencegah dampak negatif dari kegiatan eksplorasi,
eksploitasi dan pengolahan SDA di dalam KSKPSDA;
3. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
berdasarkan lokasi dan posisi geografis sumber daya alam
strategis, pengembangan teknologi kedirgantaraan, serta
tenaga atom dan nuklir;
4. Mengelola sumber daya alam strategis secara terencana
dengan tetap memperhatikan linkungan hidup;
5. Mengatur kelembagaan pengelola KSKSDA.

Kawasan Strategis Kabupaten berdasarkan Kepentingan


Sosial dan Budaya (KSK-SB)
1. Melindungi dan melestarikan warisan budaya dan/atau
pengembangan dan pelestarian adat istiadat tertentu;
2. Meningkatkan kualitas sosial ekonomi masyarakat
setempat;
3. Mengatur kelembagaan pengelola KSK-SB

Kawasan Strategis Kabupaten berdasarkan


Kepentingan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan
Hidup (KSKLH)
11. Meningkatkan kualitas dan pelestraian lingkungan;
2. Mengatur keterpaduan pembangunan di sekitar kawasan
hutan lindung dan konservasi keanekaragaman hayati.
3. Tempat perlindungan keanekaragaman hayati;
4. Melindungi ekosistem, flora, dan/atau fauna yang
hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus
dilindungi dan/atau dilestarikan;
5. Memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air
berpeluang menimbulkan kerugian;
6. Mengatur kelembagaan pengelola KSKLH
18

3/20/2012

Tujuan Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten


FUNGSI
Sebagai dasar untuk memformulasi kebijakan dan strategi penataan ruang KSK;
Memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTR KSK; dan
Sebagai dasar dalam penetapan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang KSK

Perumusan Tujuan Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten


Berdasarkan :

Dengan Kriteria :

Visi, misi, dan rencana pembangunan jangka

Tidak bertentangan dengan tujuan penataan

panjang daerah;

ruang kabupaten;

Tujuan RTRW Kabupateni

Jelas dan dapat dicapai dalam jangka waktu

karakteristik tata ruang KSK;

perencanaan; dan

Isu strategis tata ruang KSK; dan

Tidak bertentangan dengan peraturan

Kondisi objektif yang diinginkan.

perundang-undangan
19

Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten


FUNGSI
Sebagai dasar untuk memformulasikan strategi penataan ruang KSK;
Sebagai dasar untuk merumuskan konsep pengembangan KSK, antara lain struktur
dan pola ruang KSKP;
Memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTR KSK; dan
sebagai dasar dalam penetapan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang KSK.

Perumusan Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (KSK)


Berdasarkan :
Tujuan penataan ruang KSK;
Karakteristik tata ruang KSK;
kapasitas sumber daya KSK dalam mewujudkan
Tujuan penataan ruangnya;
Karakteristik pasar;
Aspirasi kabupaten/kota yang berada di
wilayahnya; dan
Ketentuan peraturan perundang-undangan
terkait.

Dengan Kriteria :
Mengakomodasi kebijakan penataan ruang wilayah
nasional dan penataan ruang wilayah provinsi yang
berlaku pada KSK bersangkutan;
Jelas, realistis, dan dapat diimplementasikan dalam
jangka waktu perencanaan pada KSK bersangkutan;
Mampu menjawab isu-isu strategis tata ruang baik
yang ada sekarang maupun yang diperkirakan akan
timbul di masa yang akan datang;
Memliki kelembagaan KSK; dan
Tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan.
20

10

3/20/2012

Strategi Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten


FUNGSI
Sebagai arahan untuk penyusunan konsep pengembangan KSK, seperti : rencana
struktur ruang, dan rencana pola ruang,
Memberikan arahan bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTR KSK;
dan
Sebagai arahan dalam penetapan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang
wilayah kabupaten.

Perumusan Strategi Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten


Berdasarkan :

Dengan Kriteria :

Kebijakan penataan ruang KSK;


Kapasitas sumber daya dan persoalan yang
dihadapi;
Karakteristik pasar; dan
Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

Memiliki kaitan logis dengan kebijakan penataan


ruang;
Tidak bertentangan dengan tujuan, kebijakan, dan
strategi penataan ruang wilayah nasional dan
provinsi dan kabupaten;
Jelas, realistis, dan dapat diimplementasikan dalam
jangka waktu perencanaan pada KSK bersangkutan;
Harus dapat dijabarkan secara spasial dalam
rencana struktur dan rencana pola ruang KSK; dan
Tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan.
21

Rencana Struktur Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (1)


Pusat pertumbuhan kawasan strategis
kabupaten , yang dapat terdiri atas:
a.
b.
c.
d.

PKN yang berada di KSK;


PKW yang berada di KSK;
PKSN yang berada di KSK;
PKL yang ditetapkan oleh
pemerintah daerah provinsi; dan
e. Pusat kegiatan yang hirarkinya di
bawah PKL ditetapkan oleh
pemerintah daerah kabupaten/kota.

FUNGSI
Untuk mewadahi struktur ruang kawasan yang tidak bisa terakomodasi dalam
rencana struktur ruang RTRW provinsi dan RTRW kabupaten/kota;
Sebagai pembentuk sistem pusat kegiatan KSK yang memberikan layanan bagi
wilayah internal kabupaten
Sebagai arahan perletakan sistem jaringan prasarana

dalam wilayah

kabupaten/kota yang juga menunjang keterkaitan pusat kabupaten/kota pada


wilayah provinsi.

Perumusan Rencana Struktur Ruang Kawasan Strategis Kabupaten


Berdasarkan :
Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten;
Kebutuhan pengembangan dan pelayanan wilayah kabupaten dalam rangka mendukung kegiatan sosial, ekonomi;
Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup wilayah kabupaten;
Kedudukan kabupaten dalam wilayah yang lebih luas; dan
Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

22

11

3/20/2012

Rencana Struktur Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2)


Kriteria Rencana Struktur Ruang Kawasan Strategis Kabupaten
Mengakomodasi rencana struktur ruang nasional dan provinsi serta memperhatikan rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang berbatasan;
Jelas, realistis, dan dapat diimplementasikan dalam jangka waktu perencanaan pada wilayah kabupaten bersangkutan;

Mengadopsi pusat-pusat kegiatan yang kewenangan penetapannya berada pada pemerintah pusat

Pusat-pusat di
dalam struktur
ruang wilayah
kabupaten

yang terdiri atas: PKN, PKW, dan PKSN yang berada di wilayah kabupaten bersangkutan;
Memuat penetapan PKL; dan
Harus berhirarki dan tersebar secara proporsional di dalam ruang wilayah kabupaten serta saling
terkait menjadi satu kesatuan sistem perkotaan.

Dapat memuat pusat-pusat kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut:


a. pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKN (dengan notasi PKNp);
b. pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKW (dengan notasi PKWp);
c pusat kegiatan yang dapat ditetapkan sebagai PKNp hanya pusat kegiatan yang sudah berstatus PKW;
c.
d. pusat kegiatan yang dapat ditetapkan sebagai PKWp hanya kota-kota yang memenuhi persyaratan PKL; dan
e. pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada huruf d angka 1) dan angka 2) harus ditetapkan sebagai kawasan strategis
provinsi dan mengindikasikan program pembangunannya ke dalam arahan pemanfaatan ruangnya, agar pertumbuhannya
dapat didorong untuk memenuhi kriteria PKN atau PKW.
Pusat permukiman di dalam kawasan perkotaan metropolitan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai PKN dapat
ditetapkan menjadi PKL dalam sistem pusat-pusat permukiman dalam struktur ruang wilayah kabupaten sesuai dengan fungsi
yang diemban dalam skala kabupaten;
Sistem jaringan prasarana wilayah kabupaten dibentuk oleh sistem jaringan transportasi sebagai sistem jaringan prasarana
utama dan dilengkapi dengan sistem jaringan prasarana lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan
23

Rencana Struktur Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (3)


Struktur Ruang Kawasan Strategis Kabupaten
Sistem Prasarana Utama

Sistem Prasarana Lainnya

Darat

Laut

Udara

JARINGAN JALAN

PELABUHAN

BANDAR UDARA

Jaringan jalan
nasional yang ada &
yang menjadi
kewenangan
kabupaten
Terminal tipe A dan
B dalam wilayah
kabupaten

JARINGAN KA

Jalur KA umum
Jalur KA khusus
Stasiun KA besar
Stasiun KA sedang

JARINGAN SDP
Alur pelayaran dan
lintas
penyeberangan di
wilayah kabupaten
Pelabuhan sungai,
danau, dan
penyeberangan di
wilayah kabupaten

Internasional hub
Internasional
Nasional
Regional
Lokal

PELABUHAN
KHUSUS

yang telah
ditetapkan dalam
RTRWN

BANDAR UDARA
khusus yang berada
di wilayah
kabupaten

RUANG UDARA

untuk penerbangan :
Di atas bandar udara
yang dipergunakan
langsung untuk
kegiatan bandar
udara
Di sekitar bandar
udara yang
dipergunakan untuk
operasi penerbangan
Ditetapkan sebagai
jalur penerbangan

Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan


Pembangkit listrik di wilayah kabupaten
Pipa minyak dan gas bumi
Sistem prasarana listrik : jaringan Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi
(SUTUT), Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), dan Saluran
Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di wilayah kabupaten
Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi
Jaringan terestrial dan jaringan satelit
Rencana Sistem Jaringan SDA
Jaringan SDA lintas negara dan lintas provinsi untuk mendukung air baku
pertanian
Jaringan SDA untuk kebutuhan air baku industri
Jaringan air baku untuk kebutuhan air minum
Sistem pengendalian banjir di wil kabupaten dan/atau lintas wilayah kabupaten

Rencana Sistem Jaringan Prasarana Wilayah Lainnya yang disesuaikan


dengan kebutuhan pengembangan kabupaten
Pemetaan Struktur Ruang Wilayah Kabupaten

24

12

3/20/2012

Rencana Pola Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (1)


PERUMUSAN BERDASARKAN

FUNGSI
Untuk mewadahi pola ruang kawasan yang tidak bisa
terakomodasi dalam rencana pola ruang RTRW provinsi
dan RTRW kabupaten/kota;

Kebijakan dan strategi penataan ruang KSK yang


memperhatikan kebijakan dan strategi penataan

Sebagai alokasi ruang untuk kawasan budi daya bagi


berbagai kegiatan strategis untuk pertumbuhan ekonomi,
sosial budaya, lingkungan, pertahanan dan keamanan, serta
kawasan lindung bagi pelestarian lingkungan dalam KSK;

ruang wilayah nasional, provinsi dan

Mengatur keseimbangan dan keserasian peruntukan ruang;

KSK;

Sebagai dasar penyusunan indikasi program utama jangka


menengah lima tahunan untuk dua puluh tahun; dan

Kebutuhan ruang untuk pengembangan kawasan

Sebagai dasar dalam pemberian izin pemanfaatan ruang


skala besar, sedang dan kecil oleh pemerintah daerah
kabupaten.

menunjang KSK dan kawasan lindung yang

Sebagai alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial


ekonomi masyarakat dan kegiatan pelestarian lingkungan
dalam wilayah kabupaten yang dinilai mempunyai
pengaruh sangat penting terhadap wilayah kabupaten
bersangkutan; dan

kabupaten/kota;
Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup

budi daya sesuai kebutuhan aktivitas untuk


disesuaikan dengan hasil analisis

programming/aktivitas yang dibutuhkan; dan


Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

Sebagai dasar penyusunan rencana tata ruang kawasan


strategis kabupaten.

25

Rencana Pola Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2)


DIRUMUSKAN DENGAN KRITERIA
Harus sesuai dengan rencana pola ruang yang ditetapkan dalam RTRWN, RTRWP, dan RTR
Kabupaten/Kota;
Mengakomodasi kebijakan pengembangan kawasan strategis nasional yang berada di KSK
bersangkutan;
Memperhatikan rencana pola ruang wilayah kabupaten dan kabupaten/kota yang berbatasan;
mengacu pada klasifikasi pola ruang KSK yang terdiri atas kawasan lindung dan kawasan budi daya

26

13

3/20/2012

Masa Berlaku Rencana TataRuang


Kawasan Strategis Kabupaten (RTRKSK)
RTR KSK berlaku dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun atau sesuai dengan masa
berlaku RTRW Kabupaten. RTRKSK dapat ditinjau kembali setiap 5 (lima) tahun.
Peninjauan kembali RTRKSK dapat dilakukan kurang dari 5 (lima) tahun jika:
o Terjadi perubahan RTRW Kabupaten terkait dengan perubahan kebijakan dan
strategi yang mempengaruhi pemanfaatan ruang wilayah; dan
o Terjadi dinamika internal yang mempengaruhi pemanfaatan ruang secara
mendasar antara lain berkaitan dengan bencana alam skala besar dan pemekaran
wilayah yang ditetapkan dengan peraturan perundangundangan, dimana RTRW
Kabupaten juga perlu ditinjau kembali. Peninjauan RTRKSK dalam kasus ini tetap
harus memperhatikan RTRW Kabupaten.
Peninjauan kembali dan revisi RTRKSK dilakukan bukan untuk pemutihan terhadap
penyimpangan pemanfaatan ruang.

27

Muatan Rencana TataRuang


Kawasan Strategis Kabupaten

Tujuan Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten


Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten
Strategi Penataan Ruang Kawasan Strategis Kabupaten
Rencana Rinci Struktur Ruang
Rencana Rinci Pola Ruang
Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Kawasan Strategis
Kabupaten
o Rencana Pemanfaatan Ruang
g
o Ketentuan Pengendalian
Ruangg
o
o
o
o
o
o

28

14

3/20/2012

ProsedurPenyusunanRencanaTataRuang
KawasanStrategisKabupaten(Pasal57Ayat1,PPNo.15/2010)

Prosedur penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis


Kabupaten/kota meliputi :
o Proses penyusunan rencana tata ruang kawasan strategis
kabupaten/kota
o Pelibatan peran masyarakat pada tingkat kabupaten/kota
dalam penyusunan rencana tata ruang kawasan strategis
kabupaten/kota.
o Pembahasan rancangan rencana tata ruang kawasan
strategis kabupaten /kota oleh
pemangku kepentingan di tingkat kabupaten/kota.

29

ProsesPenyusunan RDTRKabupaten (Pasal 57ayat 2,PPNo.15/2010)


Persiapanpenyusunan
o PenyusunanKerangkaAcuanKerja(KAK);
o Metodologiyangdigunakan;
o Penganggarankegiatanpenyusunanrencanatataruangkawasanstrategis
kabupaten/kota.
P
l d t palingsedikit
li
dikit meliputi:
li ti
Pengumpulandata
o Datawilayahadministrasi;
o Datafisiografis;
o Datakependudukan;
o Dataekonomidankeuangan;
o Dataketersediaanprasaranadansarana;
o Datadatapenggunaanlahan;
p
g
o dataperuntukanruang
o Datakhusus/spesifikterkaitdansesuaidengantemapengembangankawasan
strategiskabupaten
o Petadasarrupabumidanpetatematikyangdibutuhkan,

30

15

3/20/2012

Lanjutan .

Pengolahan Data
Pengolahan data dan analisa. Paling sedikit harus menyertakan teknik analisis yang terkait dengan nilai strategis
kawasan yang dimilkinya

Perumusan konsepsi rencana paling sedikit harus (Pasal 57 ayat 2d, PP No. 15/2010):
o mengacu pada :
a. rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota;dan
b. pedoman dan petunjuk pelaksanaan bidang penataan ruang.
o Memperhatikan :
a. rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang menjadi bagian dari kawasan strategis kabupaten/kota
atau dimana kawasan strategis kabupaten/kota terletak.
b. rencana pembangunan jangka panjang provinsi.
c. rencana pembangunan jangka menengah provinsi.
d. rencana pembangunan jangka panjang kabupaten
g
jjangka
g menengah
g kabupaten
p
pembangunan
e. rencana p
o Merumuskan :
a. tujuan, kebijakan, dan strategis pengembangan kawasan strategis kabupaten
b. konsep pengembangan kawasan strategis kabupaten

31

Pelibatan Peran SertaMasyarakat

Pelibatan masyarakat dalam penyusunan RDTR kabupaten


dilakukan pada tahapan:
a. Pada tahap persiapan, pemerintah telah melibatkan
masyarakat secara pasif dengan pemberitaan mengenai
informasi penataan ruang.
b. Pada tahap pengumpulan data, peran masyarakat/organisasi
masyarakat akan lebih aktif dilibatkan
c. Penyampaian Informasi/Masukan melalui Media yang
digunakan
d. Pada tahap perumusan konsepsi RTR KSK, masyarakat
terlibat secara aktif dan bersifat
dialogis/komunikasi dua
arah. Dialog dilakukan antara lain melalui konsultasi publik,
workshop, FGD, seminar, dan bentuk komunikasi dua arah
lainnya. Pada kondisi keterlibatan masyarakat dalam
penyelenggaraan penataan ruang telah lebih aktif, maka dalam

penyusunan RTR
KSK
dapat memanfaatkan
RTR-KSK
lembaga/forum yang telah ada.
e. Asosiasi profesi terkait dengan penataan ruang serta
perguruan tinggi dapat dilibatkan dalam setiap tahapan
penyusunan RTR-KSK
.

32

16

3/20/2012

Pembahasan Rancangan Rencana DetailTataRuang Kabupaten


Pembahasan raperda ini dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan baik legislatif
maupun eksekutif. Masyarakat, asosiasi profesi terkait dengan tata ruang dan perguruan
tinggi dapat berperan dalam bentuk pengajuan usulan, keberatan, dan sanggahan
terhadap raperda tentang RDTR kabupaten melalui:
Media massa (televisi, radio, surat kabar, majalah);
W b it resmii lembaga
l b
i t h yang berkewenangan
b k
Website
pemerintah
menyusun RDTR
kabupaten;
Surat terbuka di media massa;
Kelompok kerja (working group/public advisory group); dan/atau
Diskusi/temu warga (public hearings/meetings), konsultasi publik, workshops,
charrettes, seminar, konferensi, dan panel.

33

Penetapan DanJangka Waktu Penyusunan RDTRKabupaten

34

17

3/20/2012

Kelengkapan Materi Untuk Penetapan RTRKSK

RDTR ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten. Dalam pasal 15 ayat


(2) UU 10 Tahun 2004 disebutkan bahwa Perencanaan penyusunan
Peraturan Daerah dilakukan dalam suatu Program Legislasi Daerah Dalam
penetapannya, maka dibutuhkan tiga buah dokumen, yaitu:
o naskah Teknis (Laporan RTR KSK baik untuk kawasan
perkotaan, perdesaan, agropolitan/minapolitan maupun
kawasan strategis kabupaten);
o naskah Akademik;
o naskah Raperda.
Naskah Akademis merupakan pertanggungjawaban secara akademik
mengenai perancangan suatu peraturan perundangundangan yang mengkaji
secara mendalam dasardasar yuridis, sosiologis, dan fisolofis didahului
dengan penelitianpenelitiandan kajiankajian secara ilmiah menyangkut hal
yang akan diatur dalam suatu peraturan perundangundangan.

35

Prosedur Penetapan (Pasal 58,PPNo.15/2010)


Prosedur penetapan rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten/kota meliputi:
Pengajuan rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang rencana tata ruang
kawasan strategis kabupaten/kota dari bupati/walikota kepada Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kabupaten/kota;
Penyampaian rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang rencana tata
ruang kawasan strategis kabupaten kota kepada Menteri untuk memperoleh
persetujuan substansi dengan disertai rekomendasi Gubernur;
Persetujuan bersama rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang rencana
tata ruang kawassan strategis kabupaten/kota antara bupati/walikota dengan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/kota yang didasarkan pada persetujuan
substansi dari Menteri;
Penyampaian rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang rencana tata
ruang kawasan strategis kabupaten/kota kepada Gubernur untuk dievaluasi; dan,
Penetapan rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang rencana tata ruang
kawasan strategis kabupaten/kota oleh Bupati/walikota.
Persetujuan substansi terhadap rencangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang
kawasan strategis kabupaten/kota dapat didekonstrasikan kepada gubernur
36

18

3/20/2012

TataCaraPembahasan Raperda Atas Prakarasa Pemerintah DaerahMenurut


Peraturan Pemerintah No.25Tahun 2004

37

Contoh Peta Kawasan Strategis Kabupaten Jembrana,Provinsi Bali

38

19

3/20/2012

Contoh Peta Kawasan Strategis Kabupaten Konawe Selatan,Prov.Sultra

39

Contoh :Kawasan Strategis Kab.Landak


Kawasan Strategis Nasional
(KSN)
(KSN):
KAPETKhatulistiwa

Kawasan Strategis Provinsi


(KSP):
KIMandor
Kaw.Perkotaan Ngabang
g
g
Kaw.Pertambangan Bauksit
Landak
Kaw.Niyut Penrissen
Kaw.Agropolitan Senakin
Komplek

Kawasan Strategis Kabupaten


(KSK):
Kawasan Agropolitan (KUAT)
Sompak Komplek,dan Sebanagki
Komplek
Kawasan Perkotaan Karangan,
Darit,Pahauman
Kawasan cepat tumbuh di Kec.
AirBesar
Kawasan Cagar Alam Mandor

40

20

3/20/2012

41

21

3/20/2012

Sekian dan Terima Kasih

43

22