Anda di halaman 1dari 12

Aerasi

Definisi
Aerasi merupakan salah satu proses
dari transfer gas yang lebih
dikhususkan pada transfer oksigen
dari fase gas ke fase cair
Fungsi utamanya adalah melarutkan
oksigen ke dalam air untuk
meningkatkan kadar oksigenterlarut
dalam air dan melepaskan
kandungan gas-gas yang terlarut
dalam air.

Penggunaan aerasi :
1. Menghilangkan kandungan gas-gas
terlarut
2. Oksidasi kandungan besi dan
mangan dalam air, serta membantu
pengadukan air
3. Mereduksi kandungan ammonia
dalam air melalui proses nitrifikasi
4. Meningkatkan kandungan oksigen
terlarut

Penggunaan Aerasi
1. Penyisihan Rasa dan Bau
Sebagian besar rasa dan bau
disebabkan oleh bahan yang sangat
larut dalam air, sehingga aerasi
kurang efisien dalam menyisihkan
rasa dan bau dibandingkan metode
lain (adsorpsi)

2. Penyisihan Besi dan Mangan


Dilakukan dengan Proses oksidasi
= Mengontakkan udara dg air
limbah agar kandungan logam, Fe
dan Mn yang ada dlm air limbah
bereaksi dg O2 yg ada di udara
membentuk endapan senyawa besi
dan Mangan.
Untuk Limbah mengandung Fe :
4Fe

2+

+ O2 +10H2O ==4Fe(OH)3 (s)+8H+

Untuk Limbah mengandung Mn :


Mn

2+

+ O2 + H2O

== MnO2(s) + 2H+

3. Penyisihan senyawa organik Volatile


Seenyawa organik yang bersifat mudah
menguap (volatile) dapat disisihkan
dengan cara aerasi
4. Penyisihan Karbondioksida
Karbondioksida memiliki kelarutan yang
rendah di dalam air, sehingga aerasi
sangat efisien. Biasanya diterapkan
pada pelunakan air tanah.

4. Penyisihan hidrogen sulfida


Hidrogen sulfida adalah senyawa
utama penyebab rasa dan bau.
Mekanisme pengolahannya adalah
terjadi oksidasi hidrogen sulfida
menghasilkan air dan belerang
bebas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi


perpindahan oksigen
Pengaruh Suhu
Suhu dalam air mempengaruhi tingkat
difusi, teganga permukaan dan
kekentalan air.

KLa : Koefisien penyerapan oksigen


f : koefisien empiris

Kejenuhan Oksigen
Konsentrasi jenuh oksigen air
tergantung pada derajat salinitas air,
suhu, dan tekanan parsial oksigen
yang berkontak dengan air.
Eckenfelder dan Oconnor
menyarankan bahwa konsentrasi
jenuh dapat ditentukan dari
persamaan :

Nilai konsentrasi pada persamaan


tersebut dapat dikoreksi untuk
tekanan barometik dengan
persamaan: