Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

F DENGAN GANGGUAN SISTEM


KARDIOVASKULER : PENYAKIT CONGESTIVE HEART FAILURE
DI RUANG FLAMBOYAN
RSUD BANYUMAS

KELAS : II B
DISUSUN OLEH :
1.
2.
3.
4.
5.

Meilia Ristanti
(A01401920)
Melinda Budi Utami (A01401921)
Mia khoirul Amin (A01401922)
Mirza Olivia N.
(A01401923)
M.Bima Billy Ardy (A01401924)

6.M.Zakki Aulia
7.Muya Hanif Zakir
8. Nadi Apriliani
9. Nailil Hidayah
10. Namat Islam S.

(A01401925)
(A01401926)
(A01401927)
(A01401928)
(A01401929)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU


KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2015/2016
SKENARIO KASUS

Tn. F (50 tahun) datang keRSUD Banyumas, dirawat di Ruang Flamboyan dengan
keluhan sesak nafas, dada terasa berat. Pasien mengatakan lemas dan sedikit pusing.
Dada berdebar-debar setelah melakukan aktifitas, sehingga pasien hanya tiduran
berbaring di tempat tidur. Edema pada kedua eskremitas, terdengar ronkhi pada
kedua paru. Karena Tn. F mengkonsumsi alcohol sejak 10 tahun yang lalu, dan
merakok 2 bungkus perhari. TB 160cm, BB 90kg, RR 30x/menit, TD 150/100
mmHg, S 370C, Nadi 110 x/menit.
.
1. Kata sulit
a. Edema
akumulasi cairan pada tubuh diluar sel (ekstraseluler) dan di luar
pembuluh darah (ekstravaskular)yang menyebabkan pembengkakan yang
dapat terjadi di mana saja pada tubuh. Biasanya mempengaruhi
ekstremitas seperti kaki, lutut, lengan dan tangan, tetapi juga di sekitar
organ lain seperti edema paru di mana penumpukan cairan mempengaruhi
paru-paru.
b. Eskremitas
anggota badan seperti lengan dan tungkai . ekstreminitas terdiri dari tulang
dan otot. Ekstreinitas tulang yakni contoh nya pada sistem rangka tubuh
manusia.
c. Ronkhi
bunyi gaduh yang dalam. Terdengar selama : ekspirasi. Penyebab :
gerakan udara melewati jalan napas yang menyempit akibat obstruksi
napas. Obstruksi : sumbatan akibat sekresi, odema, atau tumor. Contoh :
suara ngorok.

2. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian dari Congestive Heart Failure ?
b. Bagaimana klasifikasi dari Congestive Heart Failure?
c. Sebutkan penyebab terjadinya Congestive Heart Failure?
d. Sebutkan tanda dan gejala terjadinya Congestive Heart Failure!
e. Sebutkan komplikasi dari Congestive Heart Failure !
f. Bagaimana cara pencegahan terjadinya Congestive Heart Failure?
3. Brain stroming
a. Pengertian dari Congestive Heart Failur
Gangguan pada fungsi jantung

untuk memompa darah sehingga tidak

memenuhi kebutuhan jaringan yang kaya oksigen dan nutrisi. Biasanya


ditandai dengan adanya sesak nafas.
b. Klasifikasi dari Congestive Heart Failure
- Gagal jantung yang tidak ada pembatasan aktivitas fisik
- Gagal jantung yang ringan dengan sedikit batasan aktivitas fisik
- Gagal jantung yang sedang dengan adanya batasan aktivitas fisik
- Gagal jantung yang berat dimana penderita tidak mampu melakukan
aktivitas fisik
c. Penyebab terjadinya Congestive Heart Failure

gangguan otot jantung.

Hipertensi.

radang otot jantung

Gangguan ritme jantung.

d. Tanda dan gejala terjadinya Congestive Heart Failure

cepat letih (fatigue),


gelisah/cemas (anxity),
detak jantung cepat (tachycardia),
batuk-batuk serta irama detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
mual dan muntah,
keletihan,
detak jantung cepat serta sering buang air kecil di malam hari(Nocturia).

e. Komplikasi dari Congestive Heart Failure


a. Syok kardiogenik
b. Edema paru
f. Cara pencegahan terjadinya Congestive Heart Failure
Mengurangi faktor yang dapat menyebabkan kondisi gagal jantung, berhenti
merokok, kurangi konsumsi makanan berlemak, upayakan melakukan
olahraga, pola atau haya hidup yang teratur.

4. Mind Mipping

PENGERTIAN
CHF

KLASIFIKASI
CHF

PENYEBAB CHF

CHF

CARA
PENCEGAHAN
CHF

TANDA DAN
GEJALA CHF

PENGOBATAN
CHF

KOMPLIKASI
CHF
5. Learning Outcome
a. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian dari Congestive Heart Failure
b. Mahasisa mampu mengetahui klasifikasi dari Congestive Heart Failure
c. Mahasiswa mampu mengetahui penyebab terjadinya Congestive Heart Failure
d. Mahasiswa mampu mengetahui tanda dan gejala terjadinya Congestive
Heart Failure
e. Mahasiswa mengetahui komplikasi dari Congestive Heart Failure
f. Mahasiswa mampu mengetahui cara pencegahan terjadinya Congestive
Heart Failure
g. Mahasiswa mampu mengetahui pengobatan Congestive Heart Failure
6. Literatur
A. Pengertian dari Congestive Heart Failure

Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk


memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. Secara klinis
keadaan pasien sesak napas disertai dengan adanya bendungan vena
jugularis, hepatomegali, asites dan edema perifer. Klasifikasi dari
Congestive Heart Failure
B. Klasifikasi gagal jantung berdasarkan kemampuan fungsional
Gagal

jantung

menurut

New

York

Heart

Association

(NYHA)

diklasifikasikanmenjadi:
a. Kelas I Penderita gagal jantung yang tidak ada pembatasan aktivitas
fisik.
b. Kelas II Penderita gagal jantung yang dikategorikan ringan dengan
sedikit batasanaktivitas fisik karena akan timbul gejala pada saat
melakukan aktivitastetapi nyaman pada saat istrahat.
c. Kelas III Penderita gagal jantung yang dikategorikan sedang dengan
adanya batasanaktivitas fisik bermakna karena akan timbul gejala pada
saat melakukanaktivitas ringan.
d. Kelas IV Penderita gagal jantung yang dikategorikan berat dimana
penderita tidakmampu melakukan aktivitas fisik karena gejala sudah
dirasakan pada saatistrahat.
C. Penyebab terjadinya Congestive Heart Failure
a. Kardiomiopati atau gangguan otot jantung.
b. Penyakit jantung koroner dan serangan jantung
c.

Hipertensi. Tekanan tinggi pada darah menyebabkan jantung bekerja


lebih keras untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh dan otomatis otot
jantung akan menebal untuk mengimbangi kinerja yang meningkat
tersebut

d. Miokarditis atau radang otot jantung


e. Kerusakan katup jantung.
f.

Gangguan ritme jantung.

D. Tanda dan gejala terjadinya Congestive Heart Failure


Tanda serta gejala penyakit gagal jantung dapat dibedakan
berdasarkan bagian mana dari jantung itu yang mengalami gangguan
pemompaan
1.

darah,

lebih

jelasnya

sebagai

berikut

Gagal jantung sebelah kiri : tandanya adalah cepat letih (fatigue),

gelisah/cemas (anxity), detak jantung cepat (tachycardia), batuk-batuk serta


irama

detak

jantung

tidak

teratur

(arrhythmia).

2. Sedangkan Gagal jantung sebelah kanan : menyebabkan pembengkakan


di kaki, pergelangan kaki, tungkai, perut (ascites) dan hati (hepatomegaly).
Tanda lainnya adalah mual dan muntah, keletihan, detak jantung cepat serta
sering buang air kecil di malam hari (Nocturia).
E. Komplikasi dari Congestive Heart Failure
Beberapa komplikasi yang terjadi akibat gagal jantung:
a.Syok kardiogenik
Syok kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel kiri yang
mengakibatkan gangguan fungsi ventrikel kiri yaitu mengakibatkan
gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan
yang khas pada syok kardiogenik yang disebabkan oleh infark miokardium
akut.
b. Edema paru
Edema paru terjadi dengan cara yang sama seperti edema dimana saja
didalam tubuh. Factor apapun yang menyebabkan cairan interstitial paru
meningkat dari batas negative menjadi batas positif.
Penyebab kelainan paru yang paling umum adalah :
1) Gagal jantung sisi kiri (penyakit katup mitral) dengan akibat peningkatan
tekanan kapiler paru dan membanjiri ruang interstitial dan alveoli.
2) Kerusakan pada membrane kapiler paru yang disebabkan oleh infeksi
seperti pneumonia atau terhirupnya bahan-bahan yang berbahaya seperti gas

klorin atau gas sulfur dioksida. Masing-masing menyebabkan kebocoran


protein plasma dan cairan secara cepat keluar dari kapiler.
F. Cara pencegahan terjadinya Congestive Heart Failure
Mengurangi faktor yang dapat menyebabkan kondisi gagal jantung,
berhenti merokok, kurangi konsumsi makanan berlemak, upayakan
melakukan olahraga, pola atau haya hidup yang teratur. Tentunya bagi
mereka yang mengalami atau menderita penyakit yang dapat berakibat
menimbulkan serangan gagal jantung sebaiknya rutin mengkontrolkan diri
ke dokter, misalnya penderita darah tinggi (hypertension), kencing manis
(diabetes), penumpukan plak (kolesterol atau lainnya) pada pembuluh darah
jantung (Coronary Artery Disease).
G. Pengobatan dan perawatan Congestive Heart Failur
Pengobatan medikamentosa yaitu mengurangi retensi cairan dan garam,
meningkatkan kontraktilitas dan mengurangi beban jantung. Sedangkan
penanganan secara umum meliputi istirahat, pengaturan suhu dan
kelembaban, oksigen, pemberian cairan darah.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. F

No. Register

: 0234679

Ruang

: Ruang Flamboyan

Tanggal/Jan MRS

: 14 September 2015

Tanggal Pengkajian : 15 September 2015

Diagnosa Medis

: Congestive Heart Failure

DATA SUBYEKTIF
a. Biodata Pasien
Nama
Alamat
Jenis Kelamin
Umur
Agama
Suku/Bangsa
Pendidikan
Pekerjaan

: Tn. F
: Sumpiuh
: Laki-laki
: 50 Tahun
: Islam
: Jawa Tengah/Indonesia
: SMA
: Wiraswatsa

b. Biodata Penanggung jawab


Nama
Alamat
Jenis Kelamin
Umur
Agama
Suku/Bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Hubungan dengan px
No. HP

: Ny. F
: Sumpiuh
: Perempuan
: 40 Tahun
: Islam
: Jawa Tengah/Indonesia
: SMA
: Ibu rumah tangga
: Istri
: 085643987220

RIWAYAT KESEHATAN
a. Keluhan Utama
Pasien mengatakan sesak nafas
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke rumah sakit pada tanggal 14 september 2015 jam 07.00 dengan
keluhan sesak nafas dan dada terasa berat, terdengar ronkhi pada kedua paru,
edema dan pada kedua eskremitas. TB 160cm, BB 90kg, RR 30x/menit, TD
150/100 mmHg, S 370C, Nadi 110 x/menit.

c. Riwayat Penyakit Dahulu


Istri klien mengatakan klien sudah mengkonsumsi alkohol sejak 10 tahun yang
lalu, mengkonsumsi rokok 2 bungkus/hari, klien mengatakan pernah dirawat di
rumah sakit sebelumnya dengan penyakit hipertensi.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan adanya riwayat penyakit hipertensi di keluarganya. Ada
riwayat penyakit jantung.
POLA PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR VIRGINIA HENDERSON
1. Pola Oksigenasi
Sebelum sakit : klien mengatakan tidak sesak nafas, tidak menggunakan alat
bantu pernafasan.
Selama sakit
: klien sesak napas , menggunakan alat bantu pernapasan
2.

oksigen nasal kanul 3 liter/ menit.


Pola Nutrisi
Sebelum sakit : Klien mengatakan makan 3 kali sehari dengan porsi banyak dan
menyukai sate kambing, menyukai masakan yanga asin, mengkonsumsi alcohol
10 tahun, konsumsi kopi, dan merokok 2 bungkus/hari.
Selama sakit : klien makan kurang teratur dan mulai menghindari makanan yang
asin dan berkolesterol tinggi, menghindari kopi dan alcohol, mengurangi
konsumsi air putih, dan mengurangi rokok.

3.

Pola Eliminasi
Sebelum sakit : keluarga pasien mengatakan pasien dapat BAB 1 kali sehari,
dengan konsistensi lembek warna kuning. Dan BAK 3 kali sehari dengan warna
kuning jernih. Tidak ada keluhan saat BAK maupun BAB, bau khas.
Selama sakit : selama sakit pasien belum BAB sejak masuk rumah sakit. Dan
BAK 2 kali, warna kuning, jernih, bau khas, pasien dipasang kateter dan diberi

4.

obat pencahar.
Pola Aktivitas
Sebelum sakit : Klien mengatakan tidak ada gangguan dalam beraktivitas seharihari dan tidak menggunakan alat bantu.

Selama sakit : Klien hanya berbaring ( bed rest), bergerak dengan hati-hati dan
5.

mengalami kesulitan mobilitas karena adanya sesak napas.


Pola Istirahat
Sebelum sakit : Klien mengatakan tidur 7-8 jam di malam hari, kadang tidur
siang kurang lebih 2 jam, tidak ada gangguan pola tidur.
Selama sakit : klien mengatakan tidur malam 6-7 jam kadang terbangun karena
merasa nyeri dan keluar keringat dingin saat malam hari, terbangun 3-4 kali tiap

6.

malam.
Pola Berpakaian
Sebelum sakit : Klien mengatakan mengganti pakaian 2x sehari dan dapat
melakukannya secara mandiri.
Selama sakit : klien mengatakan mengganti bajunya sebanyak 2 kali, dan dibantu

7.

oleh keluarganya.
Pola Menjaga SuhuTubuh
Sebelum sakit : klien mengatakan jika cuaca panas biasanya mengenakan
pakaian tipis dan menyalakan kipas angin. Sedangkan jika cuaca dingin, pasien
biasanya mengenakan pakaian tebal.
Selama sakit : klien mengatakan jika cuaca panas biasanya mengenakan kaos

8.

sedangkan jika cuaca dingin pasien menggunakan baju tebal dan selimut dari RS.
Pola Personal Hygine
Sebelum sakit : klien mengatakan biasa mandi 2 kali sehari, sikat gigi 2 kali
sehari dan keramas 2 hari 1 kali dan jika kuku tangan dan kaki sudah panjang
dipotong sendiri.
Selama sakit : klien mengatakan diseka 2 kali sehari oleh keluarga, menggunakan

9.

air hangat. Dan gosok gigi sebanyak 2 kali sehari dibantu oleh keluarga.
Pola Aman dan Nyaman
Sebelum sakit : klien mengatakan merasa aman dan nyaman terutama berada di
tengah-tengah keluarganya
Selama sakit : klien mengatakan kurang nyaman berada di rumah sakit karena

sesak napas dan dada terasa berat, serta kondisi lingkungan yang belum sesuai
10. Pola Komunikasi
Sebelum sakit : klien mengatakan dapat berkomunikasi dengan baik ,
menggunakan bahasa jawa dan Indonesia, serta tidak mengalami gangguan
pendengaran.

Selama sakit : klien mengatakan kurang dapat berkomunikasi dengan baik, benar,
dan lancar dengan anggota keluarga, perawat, dan orang lain.
11. Pola Spiritual
Sebelum sakit : klien mengatakan beragama islam, jarang menjalankan ibadah
Sholat 5 waktu.
Selama sakit : klien mengatakan tidak menjalankan ibadah sholat 5 waktu.
12. Pola Rekreasi
Sebelum sakit : klien mengatkan biasanya pergi berlibur diakhir pekan bersama
keluarga
Selama sakit : klien tidak pernah keluar rumah sakit, hanya istirahat di tempat
tidur (bed rest), dan hanya menonton tv.
13. Pola Bekerja
Sebelum sakit : klien mengatakan bekerja sebagai dosen dan mampu mencukupi
kebutuhan ekonomi keluarga dan perannya menjadi kepala keluarga.
Selama sakit
: klien mengatakan tidak bisa bekerja seperti biasanya.
14. Pola Belajar
Sebelum sakit : klien mengatakan sudah mengetahui tentang penyakit CHF dan
biasa membaca Koran setiap hari.
Selama sakit : klien mengatakan semakin mengetahui tentang penyebab, gejala,
penanganan penyakit CHF.
DATA OBYEKTIF
a). Pemeriksaan Umum
a. Keadaan Umum (KU)

: Lemah

b. kesadaran : compos mentis


d. TD : 150/100 mmHg
e. N : 110 x/menit
f. S

: 37 0C

g. RR : 30 x/menit

b). Pemeriksaan Fisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi) :


a.

Kepala : bentuk kepala simetris, tidak ada lesi, tidak ada edema, rambut
beruban bersih, tidak mudah rontok

b.

Muka : terlihat pucat

c.

Mata

: konjungtiva anemis, letak simetris, sklera an-ikterik,

pandangan mata tidak terganggu


d.

Hidung : bentuk hidung simetris, tidak ada lendir dan polip, terpasang
alat bantu nafas oksigen kanul 3 liter/menit

e.

Mulut

: mukosa bibir lembab, kebersihan gigi cukup bersih, lidah

terlihat bersih, tidak ada perdarahan pada gusi, tidak ada stomatitis,
fungsi pengucapan normal.
f.

Telinga : simetris kanan dan kiri, tidak ada lesi, tidak terpasang alat
bantu pendengaran, sedikit serumen, tidak keluar cairan dari telinga,
fungsi pendengaran normal.

g.

Leher

: leher ada pembesaran vena jugularis, tidak ada lesi, tidak ada

pembesaran kelenjar tiroid, JVP (+)


h.

Dada
: jantung dan paru menggunakan tekhnik (IPPA)
Paru-paru :
I : tidak simetris, ada otot bantu pernafasan, RR 30x
permenit.
P : dinding dada tidak simetris, vocal vremitus paru-paru
kanan dan kiri tidak seimbang, teraba pembesaran

Jantung:

paru.
P : pekak pada sisi kanan dan kiri paru
A : ronkhi pada sisi kanan dan kiri paru
I : tidak terlihat pulsasi

P : teraba, ictuscordis bergeser ke lateral 2 cm


P : pekak
A : gallop
i. Abdomen : (IAPP)
- I : tidak ada benjolan, abdomen terlihat datar
- A : bising usus normal 25 x/menit
- P : tidak ada nyeri tekan pada abdomen
- P : tidak kembung, terdengar bunyi timpany
j. Ekstremitas :

atas : tangan kanan kiri dan kiri ada edema, pitting 4 ml,
tangan kiri terpasang infuse RL 16 tpm
bawah : ada edema, pitting 3 ml

l. Genetalia : kebersihan cukup, terpasang kateter, warna urin jernih


3.

Pemeriksaan Penunjang
a. EKG : adanya S-T elevasi yang merupakan tanda dari iskemi,
gelombang T inversi atau hilang yang merupakan tanda dari injuri, dan
b.

c.

4.

gelombang Q yang mencerminkan adanya nekrosis


Kolesterol
Kolesterol dalam darah : 240 mg/dl (n : 200-239)
LDL Kolesterol : 140 mg/dl (n: 100-129)
HDL Kolesterol : 65 mg/dl (n: 40-59)
Trigliserida : 250 mg/dl (n: 150-159)
AGD :
-

PH: 7,359 (7,35-7,45),

PCO2: 46,0 (35-45),

PO2: 115,0 (80-104),

HCO3: 25.

Terapi Medis

5.

TERAPI

DOSIS

SATUAN

Infus RL : Dex 5%

16

TPM

O2 Kanule

Liter/menit

Aspirin

1x1

350 mg / IV

Diuretik

200

Mg/IV

Propanolol

0,01-0,25

Mg/kg IV

ANALISA DATA

NO DATA FOKUS
MASALAH
1
Ds: pasien mengatakan Gangguan

PENYEBAB
Perubahan membrane kapiler-

sesak napas dan dadanya pertukaran gas

alveoli seperti penumpukan/

terasa berat

perpindahan

cairan

ke

intersisial/alveoli
Do

bernapas

pasien

terlihat

dangkal

dan

pendek, menggunakan otot


bantu pernapasan, pasien
tampak

pucat,

dan

mengalami keringat dingin


pada malam hari

Ds:

pasien

mengatakan Penurunan

lemas dan sedikit pusing, curah jantung


serta dada berdebar debar
Do: pasien tampak gelisah

Penurunan
miokard

kontraktilitas

Ds:

pasien

tangan

mengatakan Kelebihan

dan

kakinya volume cairan

semakain membengkak
Do:

edema

pada

Penurunan
gloerulus

laju
dan

filtrasi
penurunan

curah jantung

ke-2

ekstremitas, adanya ronchi


pada ke-2 paru,

Ds:

pasien

mengatakan Intoleransi

lemas, dan lelah, serta aktivitas


sesak

napas

setelah

beraktivitas
Do:

pasien

hanya

berbaring dan beristirahat


ditempat tidur

6. PRIORITAS DIAGNOSA

Ketidak seimbangan antara


suplai dan kebutuhan oksigen

1.

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan Perubahan membrane


kapiler-alveoli

seperti

penumpukan/

perpindahan

cairan

ke

intersisial/alveoli
2.

Penurunan

curah

jantung

berhubungan

dengan

Penurunan

kontraktilitas miokard
3.

Kelebihan volume cairan berhubungan dengan Penurunan laju filtrasi


gloerulus dan penurunan curah jantung

4.

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan Ketidakseimbangan antara


suplai dan kebutuhan oksigen

7. INTERVENSI KEPERAWATAN
Tgl/jam

No.DX

Tujuan dan KH

15/9

Setelah di lakukan tindakan keperawatan Rencana Tindakan :

2015
08.00

3x24 jam di harapkan masalah Gangguan


pertukaran gas dapat teratasi sesuai KH
sebagai berikut :
KH : status pernafasan : pertukaran
gas

NIC

1. Tinggikan kepala

dan

posisikan

semifowler.
2. Berikan oksigen
tambahan
Kanule

(O2
3

liter/menit)
3. Kolaborasi
pemberian

obat

(salbutamol 2 x 1
hari)
4. Memonitor bunyi
napas pasien
5. Memonitor

frekuensi

dan

tanda-tanda vital

Indikator

Kriteria Hasil

Kemudahan

bernafas
Tidak
sesak

2
ada

nafas 2

saat
beraktivitas
Tidak
ada

2.

sianosis
Keseimbangan

perfusi

3
3

ventilasi
Setelah di lakukan tindakan keperawatan Rencana Tindakan :
3x24 jam di harapkan masalah Penurunan Cardiac Care
curah jantung dapat teratasi sesuai KH
sebagai berikut :

1. Memonitor tanda
vital,

bunyi,

frekuensi

dan

irama jantung\
2. Memantau EKG
3. Berikan makanan
yang lunak, tidak
banyak
mengandung
kolesterol,
lemak,

dan

garam
4. Hindari merokok
dan

minuman

beralkohol
5. Kolaborasi terapi

KH : Pompa Jantung Efektif

obat
Indikator

Kriteria Hasil
1 3

Tekanan
darah

dalam

batas normal

Nadi DBN

4 5

2
Tidak

ada

suara jantung
yang
abnormal
Tidak
ada
edema perifer
dan

edema 2

pulmo
Tidak terjadi
3.

disritmia
2
Setelah di lakukan tindakan keperawatan Rencana Tindakan:
3x24 jam di harapkan masalah Kelebihan Monitor cairan :
1. Tentukan riwayat
volume cairan dapat teratasi sesuai KH
jumlah dan tipe
sebagai berikut :
intake cairan dan
eliminasi
2. Kolaborasi terapi
obat (diuretic)

KH : status Keseimbangan Cairan

3. Memonitor berat
badan
4. Mencatat

Indikator
Keseimbangan

Kriteria Hasil
1 3

intake

dan

output

dalam 2

24 jam
Tekanan

paru

normal

ada

distensi

vena

jugularis
Tidak

ada

edema perifer

intake dan output


5. Monitor adanya
distensi

leher,

ronchi,

dan

oedema
6. Batasi

cairan

seminimal

2
Tidak

setiap

mungkin
3

2
1

2
Rata-rata

tekanan arteri 2
4.

DBN
Setelah di lakukan tindakan keperawatan
3x24 jam di harapkan masalah Intoleransi
aktivitas dapat teratasi sesuai KH sebagai
berikut :

Rencana
Tindakan
Terapi Aktivitas :
1. Menentukan
penyebab
toleransi aktivitas
2. Pantau
respon
kardiopulmonal
sebelum
sesudah

dan

Kriteria Hasil : Konservasi Energi


Indikator

kerja

Kriteria Hasil

Mengenal

keterbatasan
tenaga
Keseimbangan

2
1

antara aktivitas 2

kardiopulmonal
4. Tingkatkan

an

tahan
cukup

yang 2
untuk

beraktivitas

secara

bertahap
5. Monitor

dan

untuk
3

mentoleransi

energi 2

secara adekuat
Tingkat daya

aktivitas

catat kemampuan

dan istirahat
Mempertahank

beraktivitas
3. Meminimalkan

aktifitas
6. Kolaborasi obat
(pencahar)