Anda di halaman 1dari 51

Bakteri Gram negatif

Dr.Noormuthmainah

Kokus Gram negatif


Neisseriaceae
Neisseria N. Gonorrhoe
N. Meningitidis
Perbedaan

hasil fermentasi gula-gula

N.gonorrhoe glukosa
N.menigitidis glukosa
maltosa

N.gonorrhoe
L0,8m p1,6m, diplokokkus,ginjal/biji
kopi
Gerak (-), spora (-),pili (+)virulensi
~ plasmid gen resisten penisilinase
Betalaktamase
Hidrolisis penisilin
Endotoksin, protease memecah Ig A

Sifat-sifat
Aerob, mikroaerofilik
Koloni cembung, permukaan mengkilat,
diameter 1-5 mm
Peka terhadap sinar matahari, pengeringan,
pemanasan,suhu rendah &perub.pH,tidak tahan
desinfektan dan t 39C
Peka terhadap AgNO3 1/4000
Katalase, sitokrom oksidase

Patogenesis
Gonore
Kuman (uretra,mukosa serviks,rektum
atau Konjuntiva)
permukaan sel epitel & mukosa
ruang atr sel

jaringan ikat

radang

Manfestasi klinis
MI 2-5 hari
Pria
disuria,panas,gatal,duh tubuh
(+)
Px:OUE tanda radang (+)
ektropion
Wanita
uretritits
(disuria,poliuria),sekret
Px:OUE tanda radang (+)

Komplikasi
Pria
Lokal : parautritis, tysonitis
Ascendens: Prostatitis, vesikulitis,
epidedimitis
Wanita
Lokal : servisitis,Parauretritis, bartolinitis
Ascendens: Salpingitis, PID
Sistermik : Artritis,meningitis, endokarditis,
perikarditis

Diagnosis
Ax, Px. Fisik, Px.penunjang
Px.Laboratorium
Bahan : sekret uretra, konjungtiva,serviks
darah, LCS
Px mikroskopis Diplokokus G (-)
Kultur Agar darah, thayer martin,NYCM
Media transport Stuart, carry blair, Amies
Media transgrow TM + Timetropim

Tes penunjang
Tes oksidase (+) (ungu tua kehitaman)
tetrametil fenilendiamin
dihidroklorida 1%
Tes yodometri enzim betalaktamase
Tes biokimia (gula-gula) glukosa

Terapi
Antibiotika
Drug of choice

penisilin
kuinolon, sefalosporin

N.Meningitidis
Meningokokkus
Idem N.gonorrhoe
Meragikan glukosa dan maltosa

Meningitis

Patogenesis
Meningokokus

TRA

Selaput nasofaring
Hematogen
Lesi metastatik

kulit, selaput otak, sendi, paru-paru

Manifestasi klinis

MI < 1 mgg
Demam, ISPA like
Makula eritematosa, petikhie,purpura
Rangsang menigeal:muntah-muntah, sakit
kepala,kaku kuduk
Gangguan syaraf kesad. , kejangkejang, koma,
Sindroma Waterhouse-friderichsen

Diagnosa lab.
BP: LCS,darah,petikhie, usap tenggorok,
nasofaring
Px Gram
Media TM

Terapi
Simptomatis
Antibiotika

Batang Gram negatif


Enterobactericeae
Hidup diusus besar manusia, hewan,
tanah, dan air
Kuman enterik flora normal usus besar
ISK,ISP,Infeksi luka,
septikemia,meningitis

Escherichia
E. Coli
E. Hermanii

Escherichia coli
Morfologi & fisiologi
Kokobasil, 0,4-0,7m x 1,4m,gerak(+), kapsul
tipis (+),spora (-)
Mikroaerofilik,mudah mati dg desinfektan,zat
khlor, kekeringan, dan pasteurisasi
Struktur antigen : OH,K

Faktor-faktor patogenitas
Antigen permukaan fimbrae (manosa
sensitif/pili & manosa resisten (CFAs I &II)
Colonization factor(perlekatan kuman pd
host)
Enterotoksin
1. toksin LT (termolabil)
2. toksin ST (termostabil)

Kerja toksin
Mergs adenil siklase (dlm sel epitel
mukosa usus halus
Peningkatan aktivitas enzim tsb
Peningkatan permeabilitas sel epitel usus
Akumulasi cairan

diare

Hemolisin
??, diduga patogenitas

Patogenitas dan gejala penyakit


penyakit usus (diare)
Enteropathogenic E. coli (EPEC) diare
Enterotoxigenic E.coli (ETEC) Secretory diarrhea
Enteroinvasive E.coli (EIEC) feces berdarah, mukus
dan pus

Penyakit-penyakit lain

ISK
Pneumonia
Meningitis
Infeksi luka

Diagnosis lab.
BP: urin, feces, darah, usap anal,
Kultur Mc Conkey, EMB,agar darah
Koloni basah,halus, permukaan licin dan
keabuan
Px Gram
Tes biokimia:Tes indol (+),Laktosa
(+),Glukosa (+),Motilitas ,lisin
dekarboksilase

Terapi
Antibiotika
Terapi cairan

SHIGELLA
Morfologi dan fisiologi
Batang, 0,5-0,7mx2-3m,gram(-),flagel (-), aerob
dan anaerob fakultatif,pH 6,4-7,8, topt
37C(kec.S.sonnei dpt tumbuh 45C)
Sifat biokimia:
adonitol (-), glukosa (-),Sitrat (-),urease
(-),DNaSe(-),
Lisin(-),fenilalanin(-),Sukrosa(-),VP(-),Manitol(-),
Laktosa (-)(kec.S.sonnei), sukrose(-),Xylosa(-),tes
motilitas (-) danH2S (-) (kec.S.flexneri)

Sifat koloni
Kecil, halus, tidak berwarna bila ditanam
pada agar SS,EMB,Endo, Mc Conkey

Daya tahan

Fenol %
5 jam, 1%
Es 2 bulan
Air laut
2-5 bulan
pada t 55C

1/2 jam

Struktur antigen
Berdasarkan antigen O, shigella:

Grup A : S. Dysentriae
Grup B: S. Flexneri
Grup C: S. Boydii
Grup D:S. Sonnei

Faktor-faktor patogenitas
Daya invasi
Enterotoksin
Neurotoksin dan sitotoksin
Kuman

usus halus

terminal ileum
& kolon
reaksi radang

Shigellosis

MI 2-4 hari
3 bentuk diare:
1. Disentri klasik tinja lembek,disertai
mukus,darah dan pus
2. Watery diarrhea
3. Kombinasi

Diagnosis lab.
BP : usap dubur, dari tukak mukosa
usus,tinja segar
Biokimia dan serologik

Terapi
Antibiotika
Simptomatis

Pencegahan
Kebersihan lingkungan
Khlorinasi air minum

Salmonella
Morfologi dan fisiologi
Batang,spora(-),1-3,5m x 0,5-0,8m,koloni 24mm,flagel (+)
Aerob, anaerob fakultatif,t 15-4C(topt
37C),pH 6-8
3 Species Salmonella:
1. S.Choleraesuis
2. S. Typhi
3. S. Enteriditis (S.paratyphi)

Daya tahan
Mati pada suhu 56C, kekeringan.
Dalam air tahan 4 mgg

Faktor-faktor Patogenitas

Daya invasi
Antigen permukaan (antigen Vi)
Endotoksin
Enterotoksin

Patogenesis

Salmonellosis

Manifestasi klinik:
Gastroenteritis
Demam tifoid
Bakterimia-Septikemia
Carrier asimptomatik

1.
2.
3.
4.

Diagnosis
Dx klinik
Dx Serologis Tes Widal
Kenaikan 4x (+),1/40,1/80.1/160,1/320
Dx Mikrobiologis kultur

Terapi

Antibiotika DOC kloramfenikol


Istirahat
Diet rendah serat
Asimtomatis

Vibrio

Batang, bengkok (koma), 2-4 m


Gerak aktif
Spora (-), negatif gram
Koloni cembung, bulat smooth, opak dan
granular,kuning
Aerob atau anaerob fakultatif

Patogenesis
Menghasilkan toksin diserap
gangliosida sel epitel
Merangsang hipersekresi air& klorida&
menghambat absorbsi natrium
Dehidrasi, syok,

Gejala klinis

MI 1-4 hari
Mual, muntah, diare dan kejang perut
Ricewater stools
Dehidrasi, kolaps sirkulasi dan anuri

Dx Lab: BP: feces/muntahan


Kultur TCBS, agar darah, agar pepton

Terapi
Rehidrasi
Antibiotika

Vibrio parahaemolyticus
Idem vibrio
Biakan hijau
Patogenesis
Idem
penularan air laut, sea food

Terapi
Rehidrasi
Antibiotika

Pseudomonas aeruginosa
Gram negatif batang, 0,5-1,0 x 3,0-4,0 m
Aerob dan anerob fakultatif
Menghasilkan Piosianin dan flouresen

Manifestasi klinik
Luka bakar, orang yang sakit berat,
penyakit metabolik, pemakaian alat bantu
kesehatan
Infeksi nosokomial

Terapi dan pencegahan


Antibiotika
Sterilisasi

Mycobacterium lepra

Lepra/kusta/morbus Hansen
Istimewa
Kuman tumbuh lambat, MI lama
Blm dapat ditumbuhkan pada media artifisial
Brepredileksi pada jaringan saraf
Infeksi lama dan baru sukar dibedakan
Hanya terdapat pada manusia
Stigma/phobia

Klasifikasi
Ridley& jopling TT,BT,BB,BL,LL
Madrid
Tuberkuloid,Borderline,lepramatosa
WHO Pausibasiler, Multibasiler
Puskesmas idem

Bagan dx menurut WHO

Lesi kulit

Kerusakan
saraf

PB
MB
1-5 > 5
asimetris
simetris
sensasi (-)
sensasi (-)
1 cab

> 1 cab

Tipe Puskesmas
PB
1. 1-5 bercak, BTA (-)
2. 1-3 bercak &/atau max. 1 syaraf terkena
MB
1. > 5 bercak
2. > 3 bercak, disertai 1 syaraf terganggu
3. > 1 syaraf terganggu
4. byk bercak dikulit seperti panu, tp tdk gatal
5. Mirip alergi
6. Infiltral t.u pada muka dan daun telinga
7. Benjolan dikulit, mirip jerawat batu
8. BTA (+)

Cardinal Signs
Bercak kulit (hipopigmentasi/eritema dg
mati rasa yg jelas)
Penebalan saraf tepi
BT

Tanda lain
Spt alergi
Berbenjol-benjol seperti jerawat batu

Dx Lab

BTA
Bakterial index:
1+ : 1-10 kmn dlm 100 LP
2+ : 1-10 -- -10 LP
3+ : 1-10 -- -- 1 LP
4+ : 10-100 ---1
5+ : 100-1000
6+ : > 1000

Tes serologis
Lepromin tes

Terapi
PB Rifamfisin 600 mg/bln
Dapson 50 mg/hari

6-9 bln

MB Rifamfisin 600 mg/bln


Dapson 50 mg/hari
Clofazimin 300 mg 1x 50 mg/bln 12-18 bln