Anda di halaman 1dari 4

Peran CT Scan dalam Diagnosa Perdarahan Otak dan Iskemik Otak

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak 1972 telah diperkenalakan suatu alat canggih, yang meskipun sangat mahal, namun
telah merebut pasaran serta menempati tempat teratas dalam dunia kedokteran dalam waktu sangat
cepat, yaitu alat tomogram yang dikendalikan oleh komputer, yang dikenal sebagai computer assisted
tomography (CAT) atau computerized tomography. Di Indonesia, CT mulai dipakai pada tahun 1983
di RS Pusat Dr.Cipto Mangunkusumo dan rumah sakit lainnya. Tomografi aksial terkomputerisasi
dianggap sebagai revolusi dalam upaya diagnosis dan penatalaksanaan penyakit neuro logis.
Penggunaannya berkurang dengan perkembangan MRI.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. CT Scan
CT scan hampir dapat digunakan untuk menilai semua organ dalam tubuh, bahkan di luar
negeri sudah digunakan sebagai alat skrining menggantikan foto rontgen dan ultrasonografi. Yang
penting pada pemeriksaan CT scan adalah pasien yang akan melakukan pemeriksaan bersikap
kooperatif artinya tenang dan tidak bergerak saat proses perekaman. CT scan sebaiknya digunakan
untuk :
1. Menilai kondisi pembuluh darah misalnya pada penyakit jantung koroner, emboli paru,
aneurisma (pembesaran pembuluh darah) aorta dan berbagai kelainan pembuluh darah
lainnya.
2. Menilai tumor atau kanker misalnya metastase (penyebaran kanker), letak kanker, dan jenis
kanker. Semua tumor dengan ukuran lebih dari 2-4 mm dapat dilihat dengan CT-scan.
Tergantung pada gambaran yang terlihat, interpretasi diagnosis tumor tertentu dapat
ditegakkan. Sensitivitas CT-scan untuk identifikasi tumor meningkat dengan
pemberian kontras mengandung jodium.
3. Kasus trauma/cidera misalnya trauma kepala, trauma tulang belakang dan trauma lainnya
pada kecelakaan. Biasanya harus dilakukan bila timbul penurunan kesadaran, muntah,
pingsan ,atau timbulnya gejala gangguan saraf lainnya.
4. Menilai organ dalam, misalnya pada stroke, gangguan organ pencernaan dll.
o Penyakit serebrovaskuler. Nilai dasar CT-scan pada penyakit serebrovaskuler adalah
untuk membedakan perdarahan dengan infark serebri. Pada CT-scan perdarahan akan

tampak sebagai daerah dengan peningkatan densitas, sedang infark akan tampak sebagai
daerah dengan penurunan densitas atau normal. Penentuan ini penting mengingat tidak
mungkin membedakan perdarahan dengan infark hanya berdasarkan pada gambaran klinis
saja, sedang terapi untuk keduanya jelas berbeda. Tidak ada penderita yang mendapat
antikoagulan sebelum dilakukan CT-scan untuk menyingkirkan perdarahan. Pungsi
lumbal kurang sensitif dibanding CT-scan dalam mengidentifikasi perdarahan intrakranial. 15-20% infark serebri segera tampak pada pemeriksaan CT-scan, sedang
sebagian besar infark ukuran sedang akan tampak pada hari ke 3-5. Diagnosis infark mul tipel akibat embolia dapat ditegakkan dengan CT-scan, termasuk infark pada daerah yang
tidak menimbulkan gejala klinis. CT-scan dapat mengidentifikasi AVM dan aneurisma,
o

meskipun untuk menegakkan diagnosis sesungguhnya memerlukan arteriografi.


Hidrosefalus. CT-scan dan MRI menggantikan pneumoensefalografi untuk menunjukkan

adanya dan evaluasi hidrosefalus.


Penyakit degenerasi. Pada penderita penyakit degenerasi susunan saraf pusat seperti
penyakit Alzheimer, biasanya menunjukkan kelainan CT-scan. Sesuai dengan pertambahan usia penderita, biasanya didapatkan pelebaran sulkus dan pelebaran ventrikel akibat
berkurangnya massa jaringan otak. Bertambah dalamnya sulkus tidak berkaitan dengan

terjadinya demensia dan juga dapat terlihat pada individu


5. Membantu proses biopsi jaringan atau proses drainase/pengeluaran cairan yang menumpuk di
tubuh. Disini CT scan berperan sebagai mata dokter untuk melihat lokasi yang tepat untuk
melakukan tindakan.
6. Alat bantu pemeriksaan bila hasil yang dicapai dengan pemeriksaan radiologi lainnya kurang
memuaskan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan anda melakukan pemeriksaan selain
CT scan.
Hasil CT scan akan menunjukkan gambaran radiologik:

Hypodens: hitam, biasanya daerah yang berisi cairan


Isodens: jaringan parenkim otak sendiri
HIperdens: padat, kalsifikasi, pendarahan

Hounsfields Unit (HU) merupakan skala kuantitatif untuk menggambarkan radiointensitas


atau atenuasi jaringan

Udara = - 1000
Air = 0 30
Tulang = 400
Pendarahan = 50 70
Parenkim = 30 40
CT scan polos atau tanpa kontras dilakukan pada diagnosis stroke infark atau pendarahan. CT

scan kontras, dilakukan dengan menyuntikkan kontras melalui arteria terdekat. Pada kondisi
inflamasi, ada tumor, metastasis atau ekstravasasi pendarahan, maka akan muncul enhancement. CT-

scan tidak selalu memerlukan kontras dan keputusan untuk itu tergantung pada keadaan klinis
penderita. Penyengatan kontras biasanya digunakan untuk mengarahkan diagnosis infeksi tertentu
atau tumor. Bahaya penggunaan kontras secara rutin berhubungan dengan reaksi alergi terhadap
larutan kontras dan efeknya terhadap fungsi ginjal.

B. Anatomi
Otak dibungkus oleh selubung mesodermal, meninges. Lapisan luarnya adalah duramater dan
lapisan dalamnya, dibagi menjadi arachnoidea dan piamater.

Duramater
Dura kranialis atau pachymeninx adalah suatu struktur fibrosa yang kuat dengan suatu lapisan

dalam (meningeal) dan lapisan luar (periostal). Kedua lapisan dural yang melapisi otak umumnya
bersatu, kecuali di tempat di tempat dimana keduanya berpisah untuk menyediakan ruang bagi sinus
venosus (sebagian besar sinus venosus terletak di antara lapisan-lapisan dural), dan di tempat dimana
lapisan dalam membentuk sekat di antara bagian-bagian otak. 4

Arachnoidea
Membrana arachnoidea melekat erat pada permukaan dalam dura dan hanya terpisah

dengannya oleh suatu ruang potensial, yaitu spatium subdural. Ia menutupi spatium subarachnoideum
yang menjadi liquor cerebrospinalis, cavum subarachnoidalis dan dihubungkan ke piamater oleh
trabekulae dan septa-septa yang membentuk suatu anyaman padat yang menjadi system ronggarongga yang saling berhubungan.
Cavum subaracnoidea adalah rongga di antara arachnoid dan piamater yang secara relative
sempit dan terletak di atas permukaan hemisfer cerebrum, namun rongga tersebut menjadi jauh
bertambah lebar di daerah-daerah pada dasar otak. Pelebaran rongga ini disebut cisterna arachnoidea,
seringkali diberi nama menurut struktur otak yang berdekatan. Cisterna ini berhubungan secara bebas
dengan cisterna yang berbatasan dengan rongga sub arachnoid umum.

Piamater
Piamater merupakan selaput jaringan penyambung yang tipis yang menutupi permukaan otak

dan membentang ke dalam sulcus,fissure dan sekitar pembuluh darah di seluruh otak. Piamater juga
membentang ke dalam fissure transversalis di abwah corpus callosum. Di tempat ini pia membentuk
tela choroidea dari ventrikel tertius dan lateralis, dan bergabung dengan ependim dan pembuluh-

pembuluh darah choroideus untuk membentuk pleksus choroideus dari ventrikel-ventrikel ini. Pia dan
ependim berjalan di atas atap dari ventrikel keempat dan membentuk tela choroidea di tempat itu. 4
Walaupun berat otak adalah 2% daripada jumlah total berat badan namun otak menerima 15
hingga 20% darah yang dipompa oleh jantung. Darah tiba di otak melalui a. carotis interna dan
a.vertebralis. a. vertebralis bergabung membentuk a. basilaris yang berada pada ventral batang otak. a.
basilaris dan a. carotis interna membentuk Sirkulus Willisi. Cabang-cabang dari Sirkulus Willisi dan
dari a. basilaris mensuplai darah ke otak.
Kortex Serebri pada otak kiri dan kanan disuplai dengan darah oleh tiga cabang arteri dari
Sirkulus Willisi yaitu; a. serebri anterior, a. serebri media dan a. serebri posterior. Arteri a. serebri
media mensuplai darah pada permukaan lateral otak. a. serebri anterior mensuplai darah pada bagian
medial lobus parietalis dan frontalis. a. serebri posterior mensuplai darah pada lobus occipital dan
permukaan medial lobus temporal. Arteri serebri dan cabangnya terletak dalam ruang subarachnoid.
Cabang arteri meninggalkan ruang subarachnoid dan memasuki piamater. Cabang pre kapiler
meninggalkan piamater dan memasuki otak. Arteri di dalam otak membentuk kapiler. 5