Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 11

FAUZI YUSUPANDI
(111424006)
YUNUS MUHARRAHMAN
(111424031)

ION EXCHANGE

Latar Belakang
Dewasa ini, perkembangan industri di Indonesia sudah
berkembang
dengan pesat, namun seiring dengan
berkembangnya industri itu banyak kendala yang harus
dihadapi industri tersebut, salah satunya adalah sumber air.
Akhir-akhir ini air menjadi salah satu kendala terbesar dalam
pembangunan dan pengembangan suatu industri. Hal ini tentu
saja menjadi permasalahan bagi industri yang dapat
menghambat proses produksi mereka. Keadaaan sekarang ini
berbeda dengan era 80-an, pada era 80-an sumber-sumber air
mudah didapatkan namun kondisi saat ini jauh berbeda,
sumber-sumber air semakin susah didapatkan.

Mencakup luasnya materi yang akan dibahas,


maka perlu adanya pembatasan yang kaitannya
dengan judul makalah. Agar lebih terperinci, kami
sebagai penyusun akan membatasi permasalahan
tersebut dengan rumusan :
1. Bagaimana cara industri dalam mengolah air
secara ion exchange?
2. Apa saja keunggulan dan kerugian pengolahan air
ion exchange?

ION EXCHANGE
Ion exchange atau penukaran ion merupakan
salah satu metoda yang paling sering digunakan
dalam hal pengurangan mineral dalam air, media
yang paling umum dipakai berupa resin alam
atau sintesis.

PENGOLAHAN AIR SECARA ION


EXCHANGE
DI INDUSTRI
Ada dua cara pengolahan air secara ion
exchange :
1.Pengolahan air secara ion exchange
menggunakan resin kation
2. Pengolahan air secara ion exchange
menggunakan resin anion (-) dan kation (+)
atau Demineralisasi

Pengolahan air secara ion exchange menggunakan resin kation

Resin penukar ion mempunyai afinitas yang


berbeda terhadap tiap jenis ion yang ada di
dalam air. Akibatnya resin penukar ion
menunjukkan urutan selektivitas untuk tiap jenis
ion yang terlarut di dalam air. urutan jenis ion
positif mempunyai afinitas terhadap resin
penukar ion mulai dari yang terbesar sampai
yang terkecil adalah sebagai berikut : Kalsium
(Ca2+), Magnesium (Mg2+), Ammonium (NH4+),
Kalium (K+), Natrium (Na+) dan yang terakhir
Hidrogen (H+).

Gambar 1. Mekanisme pertukaran ion di dalam unggun resin penukar


ion positif

Pengolahan air secara ion exchange menggunakan resin


anion (-) dan kation (+) atau Demineralisasi

Demineralisasi
adalah
sebuah
proses penghilangan kadar garam
dan mineral dalam air melalui proses
pertukaran ion ( ion exchange
process ) dengan menggunakan
media resin/softener anion dan
kation.

Pada proses Demineralisasi, ada dua


macam alat penukar ion :
1.Alat penukar ion dengan kolom ganda
Pada proses kolom ganda, air mentah mula-mula
masuk ke dalam kolom penukar kation. Di sini sernua
kation yang terkandung dalam air (terutama ion kalsium,
magnesium dan natrium) ditukar dengan ion hidrogen.
Dalarn kolom berikutnya yang berisi penukar anion, maka
anion (terutama ion khlorida, sulfat dan bikarbonat)
ditukar dengan ion hidroksil. Ion hidrogen yang berasal
dari penukar kation dan ion hidroksil dari penukar anion
akan membentuk ikatan dan menghasilkan air. Setelah air
terbentuk maka resin penukar ion harus diregenerasi.
Pelaksanaan regenerasi pada proses kolorn ganda sangat
sederhana.

2. Alat penukar ion dengan kolom


tunggal (unggun campuran)
Pada proses kolom tunggal, resin penukar
kation dan penukar anion dicampur menjadi
satu dalam sebuah kolom tunggal. Dengan
proses ini dapat dicapai tingkat kemurnian
air yang jauh lebih tinggi daripada dengan
proses kolom ganda. Sebaliknya, pada
proses kolom tunggal regenerasi resin
penukar lebih kompleks. Air destilat
dipompakan
dengan
mempergunakan
destillate water booster pump, masuk
kedalam kolom mixed-bed yang berisi resin
kation dan anion (tercampur homogen)..

Keunggulan dan Kekurangan Ion Exchange


Keunggulan :
1.Mengurangi / menghilangkan unsur inorganic
dengan baik
2.Bisa diregenerasi kembali
3.Dapat digunakan untuk flowrate / debit yang
berfluktuasi
4.Jenis resin yang bervariasi, setiap jenis resin
dapat digunakan untuk menghilangkan unsur /
kontaminan tertentu
5.Untuk kualitas air baku dengan TDS < 500
ppm merupakan pilihan investasi dan operasi
lebih murah

Kekurangan :
1.Penanganan limbah buangan perlu hati-hati,
dapat merusak lingkungan
2.Semakin tinggi TDS semakin besar biaya
operasional
3.Tidak menghilangkan partikel, bakteri dan
pyrogen
4.Diperlukan pretreatment untuk hampir semua
air baku
5.Sensitif terhadap keberadaan unsur lain dengan
polaritas sama
6.Lemah terhadap fluktuasi kualitas air
7.Media resin berpotensi menjadi media
berkembang biak bakteri

KESIMPULAN

1. Ion exchange ini salah satu metode pemurnian air


yang bertujuan untuk menghilangkan kadar mineral
dalam air.
2. Media yang paling umum digunakan dalam metode
ini adalah dengan media resin baik resin alami
maupun resin buatan.
3. Terdapat dua jenis resin penukar ion yaitu resin
penukar kation(+) dan resin penukar anion(-).
4. Terdapat pula dua cara dalam pengolahan air secara
ion exchange di industri yaitu dengan menggunakan
resin kation (+) dan menggunakan resin kation (+)
dan anion (-) atau dapat disebut proses
demineralisasi.