Anda di halaman 1dari 16

BIOKIMIA PERIKANAN

METABOLISME NITROGEN

Disusun Oleh :
Kelompok 3
Kelas B
Usi Supinar

230110140074

Pipit Widia N

230110140083

Ruli Aisyah

230110140091

Ulfah Maisyaroh

230110140105

Mandala Eka P

230110140113

Ridwan Ariyo N

230110140117

Agnesia Amalia S

230110140128

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah Metabolisme Nitrogen ini dengan baik dan tepat waktu.
Kami juga tidak lupa untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada
Dosen mata kuliah Biokimia Perikanan yang selalu membimbing dan mengajari
kami serta semua pihak yang membantu kami dalam hal penyusunan makalah ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang membangun sangat kami
harapkan untuk dapat memperbaikinya. Kami mohon maaf apabila terdapat
kesalahan pada penyusunan maupun kesalahan lainnya.
Atas perhatian dari semua pihak yang membantu penulisan ini kami
ucapkan terimakasih. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Jatinangor, Desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

ii

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1

Latar Belakang..........................................................................................1

1.2

Tujuan........................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................3
2.1

Metabolisme Nitrogen...............................................................................3

2.2

Siklus Nitrogen..........................................................................................4

2.3

Proses-Proses Dalam Daur Nitrogen.........................................................5

2.3.1

Fiksasi Nitrogen.................................................................................6

2.3.2

Asimilasi............................................................................................7

2.3.3

Reduksi Nitrogen...............................................................................8

2.4

Pengubahan NH4+ menjadi Senyawa Organik..........................................9

2.5

Fungsi Dan Manfaat Nitrogen Dalam Ekologi........................................10

BAB III PENUTUP.............................................................................................12


3.1 Kesimpulan.................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................13

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lintas biosintetik menuju asam amino dan nukleotida sama-sama
memerlukan nitrogen, tetapi senyawa nitrogen yang dapat larut dan
bermanfaat bagi aktivitas biologik biasanya jarang terdapat di lingkungan
alamiah. Karena alasan ini, ammonia, asam amino, dan nukleotida
dipergunakan secara ekonomis oleh kebanyakan organism, terutama
karena senyawa-senyawa tersebut merupakan perkusor bagi asam nukleat
dan proteinnya. Memang, kita telah melihat bahwa asam amino bebas,
purin, dan pirimidin, yang dibentuk selama putaran metabolic, seringkali
dihemat dan dipakai berulang-ulang.
Bentuk nitrogen yang paling banyak dijumpai terdapat di udara,
yang mengandung sampai empat per lima molekul nitrogen (N2). Akan
tetapi hanya beberapa spesies saja yang dapat mengubah nitrogen atmosfer
menjadi bentuk nitrogen yang bermanfaat bagi orgaisme hidup, yang
karenanya, menghemat dan menggunakan kembali nitrogen yang tersedia
secara biologik di dalam siklus nitrogen yang sedemikian luas. Tahap
pertama dalam siklus nitrogen adalah dengan fiksasi nitrogen adalah
fiksasi nitrogen atmosfer oleh organisme pengikat nitrogen, menghasilkan
ammonia. Amonia dapat dimanfaatkan oleh hampir semua organisme
hidup. Akan tetapi, terdapat beberapa bakteri tanah penting yang
memperoleh energinya dengan mengoksidasi amonia untuk membentuk
nitrit dan akhirnya nitrat. Karena organisme ini amat banyak dan aktif,
hampir semua amonia yang mencapai tanah, akhirnya teroksidasi menjadi
nitrat, proses ini dikenal sebagai nitrifikasi. Tanaman dan banyak bakteri
segera mereduksi nitrat kembali menjadi ammonia melalui nitrat
reduktase; proses ini dikenal sebagai denitrifikasi. Ammonia yang
terbentuk dapat dibangaun menjadi asam amino oleh tanaman, yang
kemudian dipergunakan oleh hewan sebagai sumber asam amino esensial
dan nonesensial untuk membangun protein hewan. Pada hewan yang telah
mati, degradasi protein mikrobial mengembalikan amonia ke tanah.

Selanjutnya bakteri nitrifikasi mengubahnya menjadi nitrat (NO2-) dan


nitrat (NO3-) kembali. Sekarang marilah kita mengamati proses fiksasi
nitrogen yang penting bagi setiap bentuk kehidupan. Pada tumbuhan,
banyak dari nitrogen digunakan dalam molekul klorofil, yang penting
untuk fotosintesis pertumbuhan lebih lanjut meskipun atmosfer bumi
merupakan sumber berlimpah nitrogen, sebagian besar relatif tidak dapat
digunakan oleh tanaman.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami Metabolisme Nitrogen
2. Untuk mengetahui dan memahami Siklus Nitrogen
3. Untuk mengetahui dan memahami Proses-Proses Dalam Daur Nitrogen
4. Untuk mengetahui dan memahami Pengubahan NH4+ mejadi senyawa
organik
5. Untuk mengetahui dan memahami Fungsi Dan Manfaat Nitrogen
Dalam Ekologi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Metabolisme Nitrogen
Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (78% gas
di atmosfer adalah nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen
pada bidang biologis sangatlah terbatas. Nitrogen merupakan unsur yang
tidak reaktif (sulit bereaksi dengan unsur lain) sehingga dalam penggunaan
nitrogen pada makhluk hidup diperlukan berbagai proses, yaitu: fiksasi
nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Nitrogen adalah komponen penting bagi tumbuhan terdapat dalam
banyak senyawa. Protein dan asam nukledit yang biasanya diserap dari
tanah dalam bentuk sangat teroksidasi dan harus direduksi oleh proses yang
bergantung pada energi sebelum bergabung menjadi protein dan senyawa
lain dalam sel.
Nitrogen di alam berada dalam berbagai bentuk dan berada dalam
keadaan dinamis mengikuti perubahan fisik dan kimia dalam suatu daur
Nitrogen. Meskipun nitrogen di udara mampu masuk keluar tubuh
tumbuhan, tetapi tidak ada enzim yang mampu menangkapnya.
Kebanyakan Nitrogen yang masuk tubuh tumbuhan telah mengalami
reduksi oleh mikroba prokaryotic atau dalam bentuk NO3- dan NH4+
dalam air hujan. Penambatan nitrogen dapat dilakukan secara simbiotik
atau non simbiotik antara tumbuhan tingkat tinggi dan mikroba. Tumbuhan
tinggi dapat menggunakan Nitrogen yang telah tereduksi tersebut. Bagi
tumbuhan lain yang tidak bersimbiosis dengan nitrogen , nitrogen diserap
dalam bentuk NO3- atau NH4+. Umumnya dalam bentuk NO3- karena
NH4+ akan dioksidasi menjadi NO3- oleh bakteri nitrifikasi.
Konsep metabolisme difokuskan pada metabolisme nitrogen dimana
Reduksi nitrat menjadi ammonium dan perubahan ammonium menjadi
senyawa organic yang terdapat pada tumbuhan.

2.2

Siklus Nitrogen
Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang
mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang
lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis.
Siklus nitrogen secara khusus sangat dibutuhkan dalam ekologi karena
ketersediaan nitrogen dapat mempengaruhi tingkat proses ekosistem kunci,
termasuk produksi primer dan dekomposisi. Aktivitas manusia seperti
pembakaran bahan bakar fosil, penggunaan pupuk nitrogen buatan, dan
pelepasan nitrogen dalam air limbah telah secara dramatis mengubah siklus
nitrogen global.
Sebagian besar nitrogen yang terdapat di dalam organisme hidup
berasal dari penambatan (reduksi) oleh mikro organisme prokariot.
Sebagian diantaranya terdapat di akar tumbuhan tertentu atau dari pupuk
hasil penambatan secara industry. Sejumlah kecil nitrogen pindah dari
atmosfer ke tanah sebagai NH4+ dan NO3- bersama air hujan dan diserap
oleh akar. NH4+ ini berasala dari pembakaran industry, aktivitas gunung
berapi dan kebakaran hutan sedangkan NO3- berasal dari oksidasi N2 oleh
O2 atau ozon dengan bantuan kilat atau radiasi ultraviolet, sumber lain
NO3- adalah samudera.
Penyerapan NO3- dan NH4+ oleh tumbuhan memungkinkan
tumbuhan untuk membentuk berbagai senyawa nitrogen terutama protein.
Pupuk, tumbuhan mati, mikroorganisme, serta hewan merupakan sumber
penting nitrogen yang dikembalikan ke tanah tapi sebagaian besar nitrogen
tersebut tidak larut dan tidak segera tersedia bagi tumbuhan.
Pengubahan nitrogen organic menjadi NH4+ oleh bakteri dan fungi
tanah disebut Amnoifikasi yang dapat berlangsung oleh berbagai macam
mikroorganisme pada suhu dingin dan pada berbagai nilai ph. Selanjutnya
pada tanah yang hangat dan lembab dan ph sekitar netral NH4+ akan
dioksidasi menjadi nitrit (NO2) dan NO3-dalam beberapa hari setelah
pembentukkannya atau penambahannya sebagai pupuk disebut dengan
Nitrifikasi yang berguna dalam menyediakan energi bagi kelangsungan
hidup dan perkembangan mikroba tersebut.

Selain itu terdapat pula denitrifikasi yaitu suatu proses pembentukan


N2, NO, N2O dan NO2 dari NO3- oleh bakteri aneorobik yang
berlangsung di dalam tanah yang penetrasi O2- nya terbatas, tergenang,
padat dan daerah dekat pemukiman tanah yang konsentrasi O2 nya rendah
karena penggunaannya yang cepat dalam oksidasi bahan organik.
Tumbuhan kehilangan sejumlah kecil nitrogen ke atmosfer sebagai NH3,
N2O, NO2, dan NO terutama jika diberi pupuk nitrogen dengan baik.

Gambar 1. Daur Nitrogen

Nitrat sangat mudah larut dlm tanah sehingga cepat hilang krn
proses pembusukan. Taraf ketersediaan nitrogen dlm tanah tergantung pada
banyaknya bahan organik, populasi jasad renik, tingkat pembasuhan. Dlm
keadaan alami terjadi keseimbangan antara laju pertumbuhan dan gayagaya yg menentukan penyediaan nitrogen dlm tanah. Pemanenan
menyebabkan terkurasnya nitrogen krn pengambilan bahan organik dan
erosi. Hal ini menyebabkan pertanian intensif sangat tergantung pada
tambahan pupuk nitrogen. Awalnya nitrogen berasal dari sumber organik,
terutama guano (kotoran burung). Saat ini nitrogen dibuat menurut proses
Haber-Bosch: nitrogen + hidrogen amoniak.
2.3

Proses-Proses Dalam Daur Nitrogen


Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia
termasuk nitrogen organik, amonium (NH4+), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-),
dan gas nitrogen (N2). Nitrogen organik dapat berupa organisme hidup,
atau humus, dan dalam produk antara dekomposisi bahan organik atau
humus dibangun. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu

bentuk kimia ke bentuk kimiawi yang lain. Banyak proses yang dilakukan
oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen
dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Gambar 2. Proses Daur Nitrogen

2.3.1

Fiksasi Nitrogen

Fiksasi nitrogen adalah proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah
nitrogen di udara menjadi amonia (NH3). Mikroorganisme yang
memfiksasi nitrogen disebut diazotrof. Mikroorganisme ini memiliki
enzim nitrogen yang dapat menggabungkan hidrogen dan nitrogen. Reaksi
untuk fiksasi nitrogen biologis ini dapat ditulis sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e 2 NH3 + H2
Mikroorganisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain:
Cyanobacteria,Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia.
Selain itu ganggang hijaubiru juga dapat memfiksasi nitrogen. Beberapa
tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa hewan (rayap), telah membentuk
asosiasi

(simbiosis)

dengan

diazotrof.

Selain

dilakukan

oleh

mikroorganisme, fiksasi nitrogen juga terjadi pada proses non-biologis,


contohnya sambaran petir. Lebih jauh, ada empat cara yang dapat
mengkonversi unsur nitrogen di atmosfer menjadi bentuk yang lebih
reaktif:

a.

Fiksasi biologis: beberapa bakteri simbiotik (paling sering dikaitkan


dengantanaman polongan) dan beberapa bakteri yang hidup bebas
dapat memperbaiki nitrogen sebagai nitrogen organik. Sebuah contoh
dari bakteri
pengikat nitrogen adalah bakteri Rhizobium mutualistik, yang hidup
dalam nodul akar kacang-kacangan. Spesies ini diazotrophs. Sebuah
contoh dari hidup bebas bakteri Azotobacter.

b.

Industri fiksasi: Di bawah tekanan besar, pada suhu 600 C, dan


dengan penggunaan katalis besi, nitrogen atmosfer dan hidrogen
(biasanya berasal dari gas alam atau minyak bumi) dapat
dikombinasikan untuk membentuk amonia (NH 3). Dalam proses
Haber-Bosch, N2 adalah diubah bersamaan dengan gas hidrogen (H2)
menjadi amonia (NH3), yang digunakan untuk membuat pupuk dan
bahan peledak.

c.

Pembakaran bahan bakar fosil : mesin mobil dan pembangkit listrik


termal,yang melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx).

d.

Proses lain: Selain itu, pembentukan NO dari N2dan O2karena foton


danterutama petir, dapat memfiksasi nitrogen.
Hasil penelitian tentang fiksasi N ini menunjukkan bahwa ada

cukup banyak genera bakteri yang dapat mem-fiksasi N termasuk spesies


dari Bacillus, Clostridium, dan Vibrio. Pada habitat perairan, cyanobacteria
adalah kelompok utama yang melakukan fiksasi N (Anabaena, Nostoc,
Gloeotrichia, Oscillatoria, Lyngbya, dll) Komponen yang berperan dalam
fiksasi N di habitat perairan adalah heterocyst, tapi ada cyanobacteria yg
tidak memiliki heterocyst yg juga dpt fiksasi N. Fiksasi N memerlukan
cukup banyak energi dalam bentuk ATP dan koenzim.
2.3.2

Asimilasi
Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar

baik dalam bentuk ion nitrat atau ion amonium.

Sedangkan hewan

memperoleh nitrogen dari tanaman yang mereka makan. Tanaman dapat


menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut akarnya. Jika
nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion

amonium untuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat dan


klorofil. Pada tanaman yang memiliki hubungn mutlisik dengan rhizobia
nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk ion amonium laangsung dari
nodul. Hewan, jamur dan organism heterotrof lain mendapatkan nitrogen
sebagai asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil.
Asimilasi merupakan Penyerapan dan penggabungan dengan unsur
lainmembentuk zat baru dengan sifat baru. Senyawa Nitrat (NO3)- diserap
oleh tumbuhan mengalami proses asimilasi menjadi bahan penyusun organ
pada tumbuhan. Tumbuhan sebagai Produsen dikonsumsi oleh manusia
dan hewan. Nitrogen pada biomassa tumbuhan masuk ke dalam proses
biokimia pada manusia dan hewan.
Jumlah relatif NO3- dan nitrogen organik dalam xylem bergantung
pada kondisi lingkungan. Jenis tumbuhan yang akarnya mampu
mengasimilasi N, dalam cairan Xylem dijumpai banyak asam amino, amide
an urine, tidak dijumpai NH4+. Sedangkan jika di dalm cairan xylem
mengandung NO3- berarti akar tumbuhan itu tidak mampu mengasimilasi
NO3-. Kalau dlam lingkungan perakaran NO3- terdapat dalam jumlah besr,
cairan xylem akan mengandung NO3- juga.
2.3.3

Reduksi Nitrogen
Reaksi kedua dari proses reduksi nitrat adalah pengubahan nitrit

menjadi NH4. Nitrit yang ada di sitosol diangkut ke dalam kloroplas di


daun atau ke dalam proplastid di akar. Di daun, reduksi NO2 menjadi NH4
memerlukan enam elektron yang diambil dari H2O pada sistem
pengangkutan elektron non siklik, pada kloroplas selama pengangkutan
elektron ini, cahaya mendorong pengangkutan electron dari H2O ke
feredoksin (fd). Proses keseluruhan reduksi NO3- menjadi NH4 yaitu :
a.

Reduksi Nitrat
NO3- + NADH

NO2+ + NAD + H2O

Reaksi ini berlangsung di sitosol, enzim yang mengkatalis adalah


nitrat reduktase, enzim yang memindahkan dua elektron dari NADPH2,
hasilnya adalah nitrite, NAD (NADP) dan H 2O. Nitrat reduktase adalh
suatu enzim besar dan kompleks yang terdiri dari FAD, satu sitokrom dan

Molibdenum (Mo) yang semuanya akan tereduksi dan teroksidasi pada


waktu elektron diangkut dari NADH2 ke atom nitrogen dalm NO3.
b.

Reduksi Nitrit
NO2 + 3 H2O + 6 Fd +2 H+ + cahaya

NH4+ + 1,5O2 +3 H2O + 6Fd

Reaksi ini berlangsung di kloroplas (pada daun) atau pada


proplastida (pada akar), dengan enzim Nitrit reduktase. Meskipun Fd
tereduksi merupakan donor elektron yang khas bagi nitrit reduktase di
daun.

Gambar 3. proses keseluruhan reduksi NO3 menjadi NH4

2.4 Pengubahan NH4+ mejadi senyawa organik


NH4+ (ammonium) yang diserap langsung dari tanah atu yang
dihasilkan oleh fiksasi N2 tidakb pernah dijumpai tertimbun dalam tubuh
tumbuhan. Ammonium ini bersifat racun, mungkin menghambat
pembentukan ATP dalam kloroplas maupun dalam mitokndria. Ammonium
ini segera ditangkap oleh asam glutamat untuk menjadi glutamine dengan
enzim glutamine sintetase, glutamin direaksikan dengan asam keto
glutarat menjadi 2 molekul asam glutamate. Untuk reaksi ini juga
diperlukan elektron yang bersal dari Fd (dalam kloroplas) dan NADH atau
NADPH2 dalam proplastida dari sel-sel non-fotosintetik. Salah satu dari
kedua glutamate yang terbentuk diperlukan untuk mempertahankan reaksi
1, sedang glutamat yang kedua dapat berubah langsung menjadi protein

atau asam amino lain yang diperlukan untuk sintesis protein, klorofil, asam
nukleat dan lain-lain.
Selain membentuk glutamate, glutamine dapat memberikan gugus
amide-nya kepada asam aspartat untuk menjadi asparagin yang dikatalis
oleh enzim asparagin sintetase. Glutamin dan asparagin menjadi senyawa
nitrogen organik pertama yang terbentuk, selanjutnya gugus NH2 dapat
diberikan kepada keto karboksilat, membentuk asam amino. Proses ini
dinamakan transaminasi. Dengan transaminasi berbagai asam amino dapat
dibuat, tergantung pada keto karboksilatnya.

Gambar 4. Pengubahan ammonium menjadi senyawa organik yang penting

2.5 Fungsi Dan Manfaat Nitrogen Dalam Ekologi


Nitrogen sangatlah penting untuk berbagai proses kehidupan
di Bumi. Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino,
yang nantina dimasukkan kedalam protein, protein adalah zat yang sangat
dibutuhkan dalam pertumbuhan.
pembentuk asam

Nitrogen juga

hadir

di

basis

nukleat, seperti DNA dan RNA yang nantinya

membawa hereditas.
Pada tumbuhan, banyak dari nitrogen digunakan dalam molekul
klorofil, yang penting untuk fotosintesis dan pertumbuhan lebih lanjut.
Meskipun atmosfer bumi merupakan sumber berlimpah nitrogen, sebagian
besar relatif tidak dapat digunakan oleh tanaman. Pengolahan kimia atau

10

fiksasi alami (melalui proses konversi seperti yang dilakukan bkteri


rhizobium , diperlukan untuk mengkonveksi gas nitrogen menjadi bentuk
yang dapat digunakan oleh organisme hidup, oleh karena itu nitrogen
menjadi komponen yang dapat digunakan oleh organisme hidup, oleh
karena itu nitrogen menjadi komponen penting dari produksi pangan.
Kelimpahan atau kelangkaan dari bentuk tetap nitrogen, (juga dikenal
sebagai nitrogen reaktif), menentukan berapa banyak makanan yang dapat
tumbuh pada sebidang tanah.

BAB III

11

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Nitrogen merupakan komponen penting pada protein dan asam
nukleat yang biasanya diserap dari tanah dalam bentuk sangat teroksidasi
dan harus reduksi oleh proses yang bergantung pada energi, sebelum
bergantung menjadi protein dan senyawa lain dalam sel. Nitrogen
merupakan salah satu unsur makro esensial yang dibutuhkan oleh
tanaman. Tanaman menggunakan nitrogen dalam proses pembentukan
DNA, RNA, maupun protein sebagai pembangun jaringan tubuh
tumbuhan. Nitrogen dapat diserap tanaman dalam bentuk nitrat dan
amonium. Amonium adalah salah satu bentuk senyawa nitrogen yang tidak
dapat diakumulasikan dalam jaringan tumbuhan dalam jangka waktu yang
lama Senyawa ini dapat menghambat produksi ATP. Gejala defisiensi
nitrogen adalah tanaman tumbuh kerdil dan daunnya menjadi kekuningan
(klorosis).
Proses pereduksian nitrat menjadi amonium dapat terjadi dalam
dua reaksi yang berbeda yaitu yang dikatalis oleh nitrat reduktase dan
pengubahan nitrit menjadi NH4+ yang dikatalis oleh nitrit reduktase. Proses
pengubahan amonium menjadi senyawa organik terbagi atas 5 reaksi
antara lain glutamine sintetase, glutamat sintase, asparagin sintetase,
transaminase, PEP karboksilase.

DAFTAR PUSTAKA

12

Champbell, Reece Mitchell. 1999. Biologi Edisi Kelima (Terjemahan). Penerbit


Erlangga : Jakarta.
Dwidjoseputro, D.1998. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta.
Effendi, Hefni.2003.Telaah Kualitas Air, Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan
Lingkungan Perairan. Kanisius: Yogyakarta.
Patty, Aldi.2010. Fiksasi nitrogen oleh bakteri. Gramedia : Jakarta.
Sasmitamihardja, Dardjat. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Proyek Pendidikan Tenaga
Akademik,

Direktorat

Jendral

Pendidikan dan kebudayaan.

13

Pendidikan

Tinggi,

Departemen