Anda di halaman 1dari 9

Hak cipta “Laksamana Raja Dilaut”

Kelompok:
Hengky Tejawijaya
Shinta
Teddy Yunantha
Wa Ode Ruby
Wahyu Septina Mayangsari
KASUS
• Masalah ini berawal dari Nurham yahya yang
mengakui lagu laksmana raja di laut sebagai karya
ciptaannya, ini bertolak belakang dengan fakta yang
menyebutkan bahwa sebenarnya asal usul lagu
laksmana raja dilaut tidak diketahui siapa
penciptanya. Pernyataan Nurham Yahya inilah yang
kemudian menimbulkan perlawanan dari banyak
pihak seperti: iyeth bustami, Masyarakat Melayu
Riau dan Keturunan Datuk Ibrahim serta Suhaimi Bin
Mohd Zain alias Pak Ngah yang merupakan seorang
composer asal malaysia
TUJUAN PENELITIAN
• Proses penyelesaian sengketa lagu “Laksamana Raja
di Laut” di Pengadilan Negeri atau Niaga Medan

• Proses penyelesaian sengketa lagu Laksmana Raja


di Laut yang seharusnya dilakukan mengingat juga
terdapat masalah lintas negara di dalamnya
Proses di Pengadilan Negeri Medan
• Nurham Yahya menyatakan dirinya sebagai pencipta dan pemegang
hak cipta lagu LRD di mana juga sudah mendaftarkan hak cipta lagu
LRD kepada Dirjen HaKI.

• Nurham Yahya menuntut agar Iyeth membayar ganti rugi 10 miliyar


rupiah.

• Melodi lagu Laksmana Raja di Laut sama dengan melodi lagu


Nostalgia Aidilfitri yang merupakan ciptaan Pak Ngah.

• Pak Ngah sendiri tidak mengetahui siapa penggubah lirik dari


lagunya tersebut.

• Penolakan atas pengklaiman Nurham Yahya bahwa teks atau lirik


LRD adalah karya pribadinya
• Meminta kepada Dirjen HaKI untuk membatalkan
Surat Pendaftaran Ciptaan (22 Juli 2004) yang
mencantumkan nama Nurham Yahya sebagai
pencipta dan pemegang hak cipta lagu LRD dan
menghapusnya dari Daftar Ciptaan Umum.
• Berdasarkan keputusan pengadilan No. 030
K/N/HaKI/2006, maka Perkara Kasasi Iyeth Bustami
diputus kemenangan Iyeth, pada tanggal 10
November 2006.
Proses penyelesaian yang seharusnya di tempuh
mengingat terdapat masalah lintas negara

• mengingat Pak Ngah berasal dari malaysia,langkah


hukum yang sebaiknya ditempuh adalah melalui
arbitrase.
• Melalui arbitrase, Iyeth dan pak Ngah tidak perlu
membuat gugatan
• Nurham Yahya tidak harus membayar denda
sebesar 10 miliar rupiah (dari tuntutan awal
sebesar 7 miliar), tetapi hanya membatalkan Surat
Pendaftaran Ciptaan serta menghilangkan nama
Nurham Yahya dari Pencipta dan pemegang Hak
Cipta lagu “Laksamana Raja di Laut”
• Sebagai hasil akhir, lagu “Laksamana Raja di
Laut” tetaplah NN (anonim) atau tidak ada
penciptanya
• Tidak ada yang boleh membuat Surat
Pendaftaran Ciptaan untuk pencipta dan
Pemegang Hak Cipta sehingga setiap orang
berhak untuk menyanyikan lagu itu
KESIMPULAN
• Lagu Laksmana Raja di Laut yang dipopulerkan
oleh Iyeth Bustami tidak diketahui siapa pencipta
• Melodi dari lagu LRD ini sama dengan lagu
Nostalgia Aidilfitri yang diciptakan oleh komposer
Malaysia Suhaimi Bin Mohd Zain atau Pak Ngah.
• Sengketa lagu LRD dimenangkan oleh
penggugat(Iyeth bustami, Pak ngah, dan
Masyarakat melayu Riau). Para tergugat juga
wajib memenuhi segala tuntutan yang diajukan
oleh penggugat.
Saran
• Sengketa Laksmana Raja di Laut tidak harus
dilakukan lewat jalur pengadilan, namun
dapat juga dilakukan melalui cara arbitrase (di
luar pengadilan).

Anda mungkin juga menyukai