Anda di halaman 1dari 15

PERALATAN PENYIMPANAN

Hal yang sangat diperlukan didalam peralatan industri proses adalah


penyimpanan bahan-bahan. Bahan yang akan disimpan biasanya dapat berupa bahan
mentah, produk antara dan produk yang sudah jadi. Pada saat proses penyimpanan
yang harus diperhitungkan adalah peralatan penyimpan bahan, karena dengan adanya
peralatan yang mendukung penyimpanan bahan maka bahan tersebut diharapkan
tidak akan berubah baik komposisi, sifat fisik dan kimia-nya.
Penyimpanan bahan diperlukan agar proses produksi dapat berjalan secara
kontinu dan persediaan (stok) bahan terjamin sehingga tidak mengalami kerugian
karena kehabisan bahan. Jumlah bahan yang disimpan disesuaikan dengan jumlah
bahan yang dikonsumsi atau tergantung pada kondisi pengiriman. Peralatan
penyimpanan bahan dibedakan menjadi 3 jenis berdasakan jenis bahan, yaitu :
Peralatan penyimpanan bahan padat
Peralatan penyimpanan bahan cair
Peralatan penyimpanan bahan gas
PENYIMPANAN BAHAN PADAT
A. KARAKTERISTIK BAHAN PADAT
Karakteristik bahan, terutama bahan padat, sangat menentukan

dalam

pemilihan jenis alat ataupun rangkaian alat untuk transport bahan padat ataupun
storing bahan padat dalam industri. Karakteristik bahan padat mencakup:
1. Sifat fisis bahan, antara lain ketahanan bahan terhadap pengaruh
cuaca, ukuran bahan, angle of repose bahan, dan sifat flowability bahan.
2. Sifat khemis bahan, antara lain tingkat korosifitas hazardous properties
(fire ability, explosive, and toxicity).

B. Ketahanan terhadap Pengaruh Cuaca


Bahan padat dikatakan tahan terhadap pengaruh cuaca jika bahan tersebut
berhubungan dengan cuaca (curah hujan, panas, angin, dsb) bahan tersebut masih
dapat dipakai di industri (masih memenuhi persyaratan kualitas bahan) yang
termasuk bahan ini antara lain:
a. Batu kapur, pasir besi, di industri persemenan.
b. Bahan galian alam, pasir kuarsa, gips, dan lain-lain.
Bahan padat dikatakan tidak tahan terhadap cuaca jika bahan tersebut
bersinggungan dengan cuaca (air. Humiditas, panas, angin) maka bahan tersebut
tidak dapat dipakai lagi (tidak memenuhi baku mutu sebagai bahan baku atau
produk) yang termasuk jenis bahan ini antara lain clikers semen, semen Portland,
bahan-bahan pada senyawa kimia, kristal gula pasir dan sejenisnya. Untuk
transportasi atau penyimpanan bahan ini dipilih alat atau tempat yang terlindung
dari pengaruh cuaca tersebut. Pada umumnya bahan padat bersifat higroskopis
tergolong tidak tahan terhadap cuaca.

C. Ukuran Bahan Padat


Dalam industri yang bekerja dengan bahan padatan, ukuran bahan padat
dibedakan menjadi empat jenis ukuran yaitu:
- Ukuran sangat halus, ukuran butiran lolos saringan 100 mesh ( < 149 mikron)
- Ukuran halus, yaitu ukuran lolos saringan 1/8 in dan tertahan 100 mesh
- Ukuran butiran atau glunular, bahan padat dengan ukuran lebih besar 3,18 mm
sampai dengan 12,7 mm
- Bahan padat berupa gumpalan/ lumpy material dengan ukuran > 12,7 mm
Yang terkait dengan sifat bahan, flowability (kemampuan bahan untuk meluncur
dengan sendirinya) bahan padat sangat terkait dengan ukuran bahan. Flowability
bahan dibedakan menjadi:

sangat free flowing, yaitu bahan padat yang memiliki sudut gelincir bahan
(angle of repose) < 300,

free flowing, yaitu bahan padat yang memiliki sudt gelincir antara 300 450,

sluggish material, yaitu bahan padat yang lamban untuk menggelincir, angle
of repose > 450.

Bahan padat yang tergolong dry and loose material pada umumnya bessifat free
flowing.Angle repose bahan adalah sudut kemiringan papan terhadap posisi datar
(horizontal) sedemikian sehingga bahan padat diatas papan mulai menggelincir
dengan sendirinya. Di industri tingkat kekasaran bahan/abrasivitas bahan padat akan
mempengaruhi terhadap pemilihan alat transport bahan yang akan dipakai.
Abrasiveness bahan dibedakan menjadi tiga yaitu:
-

non abrasive, permukaan bahan halus pada umumnya untuk bahan halus dan
granular,

abrasive, permukaan bahan kasar,

sangat abrasive, permukaan bahan kasar dan tajam atau runcing, contohnya
pecahan batu.

Selain sifat-sifat di atas karakteristik bahan padat juga dapat ditinjau dari sifat kimia
atau yang lainnya, antara lain:
-

korosifitas bahan, dibedakan menjadi highly corrosive dan middle corrosive,

harm-full to life, yaitu berdebu, berasap, beracun, explosive.

Sifat-sifat bahan diatas akan mempengaruhi terhadap pemilihan alat atau sistem
penyimpanan ataupun storing/ delivering equipment dan juga jenis alat transport yang
dipakai.

D. PENYIMPANAN BAHAN
Semua masalah yang berhubungan dengan pengankutan atau perpindahan
bahan juga meliputi masalah penyimpanan bahan. Sehingga perlu diketahui
metode yang umum dipakai untuk penyimpanan bahan didalam industri kimi,

dan harus menunjukkan bagai mana sistem penyimpanan (storing system)


pengambilan bahan dari alat penyimpanan teersebut (delivering equipments).
Bahan yang dapat disimpansebagai berikut:
a. bahan padat, yang terbagi dalam

: - Jumlah banyak;

- jumlah sedikit (dalam container).


b. bahan cair, yang terbagi dalam

: - Jumlah banyak;
- jumlah sedikit (dalam container).

c. bahan gas.
Tujuan dilakukan penyimpanan bahan (padat, cair, gas) baik sebagai bahan baku
( raw material) ataupun bahan hasil (product) adalah untuk menjaga
kelangsungan produksi, yang diartikan sebagai kelangsungan produksi ialah
pabrik tetap dapat mengeluarkan/ menjual produknya ke konsumen dalam batas
waktu tertentu walaupun terjadi hambatan/ kemacetan supply raw material
ataupun terjadi kerusakan alat-alat pabriki. Penyimpanan bahan di dalam proses
industri biasa dijumpai di tiga tempat yaitu:
- Pada permulaan/ awal proses, untuk penyimpanan bahan baku
- Ditenggah-tenggah proses, disini untuk penyimpanan bahan setengah jadi,
- Diakhir proses, untuki penyimpanan bahan jadi.
Jumlah bahan yang disimpan dan ukuran alat penyimpanan.
Besar kecilnya bahan yang disimpan biasanya dinyatakan dengan kapasitas/
tonnage tiap hari dari pabrik. Jumlah ini tergantung dari:
- alat-alat (equipments) dari pabrik secara keseluruhan,
- metode operasinya,
- frekuensi, lamanya waktu yang diperlukan untuk proses (duration) dan shut
dari masing-masing unit secara individu yang ada di plant,
- mudah sukarnya bahan tersebut didapat dan juga didistribusi bahan
produknya, beserta transporasi dari bahan tersebut.

Untuk bahan yang sangat mudah didapat (pad umumnya raw material dalam
negeri), maka jumlah bahan disimpan relatif lebih sedikit disbanding dengan
bahan yang sukar didapat.
Untuk produk-produk yang terikat kontrak jual-beli dengan pabrik lain,
jumlah bahan yang disimpan lebih banyak jika dibandingkan dengan produk
yang dipasarkan on retail. Untuk penyimpanan bahan baku (dipermulaan
proses), biasanya diperlukan persediaan bahan untuk satu bulan produksi,
demikian juga untuk bahan produknya. Penyimpanan ditengah proses, sangat
tergantung dari proses p-roduksinya.

1.

Penyimpanan Zat Padat


Penyimpanan zat padat dalam jumlah banyak dilakukan sebagai berikut:
- ditimbun dengan sisten outdoor,
- ditimbun dengan sistem indoor. Disimpan dalam bin/ banker dan silo.

a) Penyimpanan dengan sistem outdoor.


Bahan yang disimpan dengan cara ini ialah bahan yang tidak dipengaruhi oleh
udara, hujan, panas, dan lain-lainnya. Bahan yang disimpan biasanya : coal, batu,
kayu, belerang, dan sebagainya.
Pilihan dari metode penyimpanan bahan tergantung dari:
- bahan yang disimpan (sifat bahan)
- jumlah bahan yang disimpan
- cara handling bahan ke letak penyimpanan dab cara pengangkutan bahan dari
letak bahan/ letak penyimpanan ke unit produksinya (delivering system).

Ada 4 macam metode penyimpanan bahan dengan sistem outdoor yaitu:


1. Penimbunan dibawah traveling bridge
Penyimpanan/ pemindahan bahan ke alat yang lain dipakai alat crane yang
dilengkapi dengan bucket. Disini juga dipikirkan alat lain yang dipakai
untuk membawa bahan tersebut ke unit/ tempat yang lain, biasanya dipakai:
- lori-lori
- conveyor system,
- langsung dengan crane
2. Penimbunan dikiri kanan jalan.
Sebagai alat yang dipakai adalah locomotif crane yang dilengkapi dengan
bucket. Untuk memindahkan bahan tersebut ke alat transport lain (truk, lori,
hopper) atau langsung ke unit, dilanjutkan juga oleh :locomotif care tersebut.
3. Overhead sistem.
Sistem ini dipakai untuk jarak jauh. Ini dilakukan dengan monorial car,
cable way car dan sebagainya, yang dilengkapi dengan bucket.
4.Drag Scrapper Sistem
Sistem ini sangat banyak dipakai yang terdiri dari scrapper bucket yang
dikaitkan dengan kabel yang bergerak pada suatu pulley. Alat yang dipakai
untuk mengangkut bahan ke unit biasannya: lori, conveyor, bucket elevator.
Besar kecilnya bahan yang disimpan dengan sistem outdoor (sistem
penimbunan secara outdoor), tidak diketahui dengan pasti

b). Penyimpanan bahan secara indoor


Penyimpanan bahan dengan sistem ini dibagi menjadi 2 cara:
- penyimpanan indoor dalam bentuk timbunan,

- penyimpanan indoor dalam bin atau silo,


1. Penyimpanan indoor dalam bentuk timbunan
Ini biasanya digunakan untuk menyimpan bahan yang dipertahankan
tetap kering atau bahan yang memerlukan perlindungan terhadap atmosfer
pada musim tertentu. Misalnya: bahan keramik, mineral, hasil pertanian
dan sebagainya.
Alat yang dipergunakan untuk sistem ini:
- monorial crane, baik untuk storing maupun delivering,
- conveyor sistem, misalnya belt conveyor, bersama dengan bucket
elevator (storing) dan belt conveyor yang terangkai dengan feed hopper
untuk reclaiming.
- Conveyor sistem (belt) yang dilengkapi dengan tripper.
Bila jumlah yang dijumlah sedikit maka akan lebih ekonomis dengan
sistem

manual.

Untuk

jumlah

intermediate

lebih

ekonomis

menggunakan electricak industrial truck, traktor.

PERALATAN PENYIMPANAN DALAM PADATAN


A. SILO
Silo adalah struktur yang digunakan untuk menyimpan bahan curah (bulk
materials). Istilah silo pun merupakan turunan dari bahasa Yunani, siros, yang
berarti "lubang penyimpan biji-bijian". Silo modern pertama yang dibangun
dengan kayu dan diisi dengan biji-bijian, dibuat pertama kali oleh Fred Hatch di
McHenry County, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1873. Silo umumnya
digunakan di bidang pertanian sebagai penyimpan biji-bijian hasil pertanian
dan pakan ternak. Di luar bidang pertanian, silo digunakan untuk menyimpan batu
bara, semen, potongan kayu, dan serbuk gergaji. Ada tiga jenis silo yang banyak
digunakan hingga saat ini, yaitu tipe menara, bunker, dan karung. Dalam memuat
bahan

curah

ke

dalam

silo,

diperlukan

mekanisme elevator

biji-

bijian seperti konveyor (konveyor sabuk, konveyor udara, konveyor ember), auger,
dan hopper tergantung pada jenis bahan curah yang dimuat. Pengisian dilakukan
dari tingkat paling atas, sehingga yang masuk lebih dulu akan berada di bawah.
Sedangkan pengambilan bahan curah dilakukan dari bawah.Tergantung pada
bahan yang dimuat, pengendalian lingkungan di dalam bisa bervariasi.
Pengendalian kadar air di udara diperlukan dan disesuaikan dengan kadar air
kesetimbangan bahan jika menginginkan waktu penyimpanan yang lama.
Pengendalian jenis dan kadar gas di dalam silo diperlukan jika bahan mudah
bereaksi dengan gas tertentu seperti oksigen. Pengendalian kadar gas juga
diperlukan jika silo digunakan untuk prosesfermentasi, aerob maupun anaerob.
- Alat ini prinsipnya sama dengan BIN hanya ukurannya lebih besar (+_40 m)
- Cocok untuk menyimpan bahan seperti lime, semen, dll
- Penumpanan bahan melalui bagian atas dan karena ketinggiannya digunkaan
pengumpan berupa elevator, bucket atau sistem pneumatics.

Gambar 1. Silo

Berbagai jenis silo :


1. Berdasarkan jenis struktur:
a. Silo menara

b. Silo bunker
c. Silo karung
d. Silo kotak
2. Berdasarkan bahan yang disimpan:
a. Silo biji-bijian
b. Silo semen
c. Silo penyimpan garam dan pasir

B. Storage Piles
Storage Piles Merupakan cara penyimpanan yang murah dan sederhana.
Prinsip Kerja : bahan yang akan disimpan dibuat dalam tumpukan-tumpukan
(piles) ditempat terbuka. Tumpukan-tumpukan tersebut dibuat langsung dari
bahanbahan yang keluar dari belt conveyor (alat ini terdiri dari endless belt /
sabuk yang membawa solid dari satu tempat ketempat yang lain. Belt conveyor
membutuhkan tenaga yang kecil dan dapat mengangkut material yang cukup jauh).
Bahan-bahan yang dapat disimpan dengan cara seperti ini adalah bahan-bahan
padat yang tak berpengaruh terhadap keadaan cuaca. Contoh dari bahan tersebut
adalah batubara, kerikil, pasir.
C. Bin
Alat ini berupa bejana berbentuk silinder atau segi empat terbuat dari beton atau
baja yang biasanya tidak terlalu tinggi dan agak besar.
Prinsip Kerja : Pengeluaran zat padat pada bin dapat melalui setiap bukaan yang
terdapat di dekat dasar bin, dimana tekanan pada sisi keluar lebih kecil dari
tekanan vertikal pada ketinggian yang sama sehingga bukaan tidak dapat
tersumbat.
- banyak dipakai dan sangat menguntungkan bila feeding berlangsung secara
gravity
- Bahan yang disimpan bersifat free flowing
- Pengumpanan bahan melalui bagian atas bin yang terbuka menggunakan

monorail crane yang dilengkapi dengan tripper


- Pengeluaran bahan berlangsung secara gravity untuk bahan yang bersifat free
flowing sedangkan untuk bahan yang cenderung menyumbat dipakai
mechanical agitator
D. Hopper
Hopper adalah bin kecil dengan dasar agak miring dan digunakan untuk
menumpuk sementara sebelum zat diumpan ke dalam proses Alat Penyimpan Zat
Cair.
Prinsip Kerja : Mempermudah aliran padatan keluar dengan memberi getaran
dengan arah : Gyrating Hooper ,yaitu getaran yang dikenakan tegak lurus terhadap
saluran arus dan Whirpool Hooper, yaitu mempunyai arah getaran kombinasi dari
gerak memulir dan mengangkat.

GAMBAR HOPPER

PERALATAN PENYIMPANAN ZAT CAIR

Tempat penyimpanan bahan cair ini memiliki beberapa spesifikasi, seperti :


Cairan yang mudah membeku diperlukan tangki-tangki khusus yang dapat
dipanaskan;
Cairan yang mudah menguap diperlukan tangki-tangki khusus yang dapat
didinginkan;
Cairan yang mudah terbakar diperlukan tangki-tangki khusus dimana harus
memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh peraturan atau undang-undang.
Dilengkapi dengan pemasangan arde, ventilasi, instalasi listrik yang aman dari
ledakan, pengamanan terhadap api balik, instalasi alarm kebakaran dan instalasi
pemadam kebakaran.

Tanki ( Tanki Ukur Tetap Silinder Tegak )

Gambar 2.Tangki ukur tetap silinder


Tanki minyak adalah suatu alat yang terbuat dari plat baja, untuk menampung atau
menimbun minyak mentah dan produk hasil pengolahan serta produk hasil blending.
Tanki yang menyimpan cairan bahan baku ataupun produk biasanya disebut storage
tank, untuk gas disebut gas holder ( vessel ) atau kategori tanki bertekanan,
sedangkan tanki yang menyimpan padatan dinamakan silo atau bin. Tanki timbun di

desain dalam berbagai macam ukuran kapasitas serta desain konstruksi yang masing
masing dibedakan menurut penggunaanya. Dalam industri perminyakan dengan
berbagai macam jenis fluida yang ditampung, seperti minyak yang mudah menguap
(volatility), yang bertekanan dan mudah terbakar, maka tanki harus dibangun dengan
memperhatikan

beberapa

persyaratan,

antara

lain

a. Konstruksinya, kestabilan dan kekuatan.


b. Keamanan, terhadap bahaya kebakaran, petir dan karat.
c. Pencemaran lingkungan
d. Fasilitas tanki
e. Tata letak tanki
f. Jenis minyaknya.
g. Faktor ekonomisnya.
Dalam cara-cara penanganan tanki produk baik itu produk setengah jadi maupun
produk jadi, yang perlu diperhatikan adalah :
Menjaga jumlah dan mutu produk.
Mencegah kontaminasi
Memperkecil kehilangan minyak (Oil loss)
Keselamatan dan perawatan tanki serta peralatannya.
Mengurangi bahaya yang timbul.
Fasilitas Instalasi Tanki
Dibagian instalasi tanki terdapat beberapa fasilitas penunjang untuk kelancaran
operasi rutinnya, antara lain adalah :
Jumlah dan kapasitas tanki untuk masing-masing jenis minyak yang
mencukupi.
Jalur pipa dan pompa dengan kapasitas dan jumlah yang cukup.
Fasilitas loading, discharging dan transfer untuk BBM dan Non BBM.
Jalur pipa steam, pemadam kebakaran, keselamatan kerja dan penerangan
listrik.
Tanggul kebakaran dan saluran minyak buangan.
Kapasitas Tanki
Kapasitas tanki yang ideal adalah yang tidak pernah idle, selalu ada pergerakan
minyak.

a. Banyak sedikitnya kapasitas tanki akan mempengaruhi biaya investasi dan


kelancaran operasi.
b. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kapasitas tanki adalah :
Jenis tanki
Adanya perubahan jumlah dan bahan baku yang akan dikelola.
Jenis / banyaknya kegiatan pergerakan antar tanki
Fasilitas loading / discharging, transfer ke UPms dan blending produk yang
berhubungan dengan ullage yang harus disediakan.
PERALATAN PENYIMPANAN BAHAN CAIR
Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan maka penyimpanan bahan cair
ini terdapat standar warna gas & tabung gas secara internasional.
Standar Tabung Gas Internasional
Nitrogen, gas mulia (Ar, He), gas fluoro carbon, CO2 : Abu- Abu.
Gas beracun : HCN, asam chlorida, CO, NO2, Ammonium Chlorida, dll :
Kuning Tua.
Gas menyengat / korosif : ammoniak , chlor , SO2 , HCl , methyl chlorida ,
dll : Kuning Muda.
Gas mudah terbakar : H2 , acetylene, gas hydro carb(methan, propylene
,ethanol). Dasar Biru dengan tanda Merah sekelilingnya.
Gas pengoksida : O2, udara tekan : Biru Muda.
Tangki Penyimpanan Gas dalam Jumlah Besar.
Dapat digunakan tangki bertekanan yang berbentuk bulat, silinder vertical
atau horizontal. Terbuat dari baja biasa atau baja tahan korosi.
Tangki Penyimpanan Gas dalam Jumlah Kecil.
Disimpan didalam tabungan bertekanan yang terbuat dari baja dengan
kapasitas 1-100 Liter yang bertekanan hingga mencapai 200 Bar.
A. Tanki bola ( spherical tank )

Spherical tank ini juga disebut juga tengki bola karena kontruksinya yang
menyerupai bola. Sifat gas adalah menyebar ke segala arah sehingga tekanan
didalam tempat itu adalah sama, maka bila dalam tempat itu terdapat celah atau
lekukan yang membuat tekanan dalam tempat itu tidak sama akan menyebabkan
terjadinya kebocoran gas tangki ini biasanya digunakan untuk menampung gas
seperti butane, propane, gas alam, asam sulfat dan lain sebagainya. Dilihat dari
kontruksinya yang seperti bola maka bisa disimpulkan bahwa tanki ini digunakan
untuk fluida gas yang bertekanan tinggi.

Gambar 3. Tangki bola


Pressure vessel yang digunakan untuk menyimpan gas gas yang dicairkan seperti
LPG, O2, N2 dan lain lain bahkan dapat menyimpan gas cair tersebut hingga
mencapai tekanan 75 psi, volume tanki dapat mencapai 50000 barrel, untuk
penyimpanan LNG dengan suhu -190 ( cryogenic ) tanki dibuat berdinding double
dimana diantara kedua dinding tersebut diisi dengan isolasi seperti polyurethane
foam, tekanan penyimpanan diatas 15 psig.

Anda mungkin juga menyukai