Anda di halaman 1dari 83

Gizi

Masyarakat,
TPG dan KP
ASI

PENGANTAR

Makanan salah satu persyaratan pokok


manusia
Fungsi pokok makanan :

Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/


perkembangan serta mengganti jaringan tubuh
yang rusak
Memperoleh energi guna melakukan kegiatan
sehari-hari
Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai
keseimbangan mineral dan cairan tubuh lain
Berperan di dalam mekanisme pertahanan tubuh
terhadap berbagai penyakit

Zat makanan

Protein

Nabati dan hewani


Fungsi :

Lemak

Nabati dan hewani


Fungsi :

Pembentuk energi

Vitamin

Menghasilkan kalori (9, 3 kal/gr)


Pelarut vitamin
Pelindung terhadap suhu rendah

Karbohidrat

Membangun sel-sel yang rusak


Membentuk zat-zat pengatur (enzim & hormon)
Membentuk zat inti energi (menghasilkan 4,1 kal/1 gr)

A, B, C, D, E, K

Mineral

Ca, Fe, F, Na, Cl, K, I, Se, Mn, Zn

Sasaran

perorangan
Gizi
Klinik
Vs
(individu yang
kekuarangan/
kelebihan gizi)
Kuratif
Urusan bidang
kedokteran
Berurusan dengan
masalah klinik

GIZI KLINIK

Sasaran

masyarakat

Gizi Masyarakat

Preventif

& promotif
Multisektor &
multidisiplin

GIZI MASYARAKAT

PENYAKIT-PENYAKIT GIZI
Konsumsi

gizi menentukan status gizi


Kesehatan optimum gizi optimum (tubuh
terbebas dari penyakit dan daya tahan bagus)
Bila tidak seimbang mal nutrisi :

Kelebihan (overnutrition)
Kekurangan (undernutrition)

Jenis

gangguan :

Kurang kalori protein


Obesitas
Anemia
Zeropthalmia
Penyakit gondok endemik

Kurang Kalori Protein


disebabkan

ketidakseimbangan antara konsumsi kalori


dengan kebutuhan energi
Ada defisit energi dan protein
Sering terjadi pada balita (balita mengalami
pertumbuhan pesat)
Tingkatan penyakit :

Ringan BB anak : 84 95 % dari BB menurut Standart


Harvard
Sedang BB anak : 60 - 84% dari BB menurut standart
Harvard
Berat BB anak : < 60% dari BB standart

Ada

juga yang membedakan :

Ringan (gizi kurang)


Berat (gizi buruk) marasmus/ Kwashiorkor sangat
kurus (< 60%), muka berkerut seperti lansia, apatis,
rambut halus, jarang dan berwarna kemerahan

KKP

pada dewasa oedema (hanger odema)/ busung


lapar/ kurang makan/ kelaparan tampak odema pada
kaki

Kategori Status gizi


berdasarkan Standart
BB/U : BURUK, KURANG, BAIK, LEBIH
WHO 2005
PB/U

ATAU TB/U : S. PENDEK, PENDEK,


NORMAL, TINGGI
BB/PB ATAU BB/TB : S. KURUS, KURUS,
NORMAL, GEMUK
IMT/U : S. KURUS, KURUS, NORMAL,
GEMUK

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLNIS


ANAK GIZI BURUK (lanjutan ..)
1. Kwashiorkor

Perubahan status mental: apatis & rewel


Rambut tipis, kemerahan spt warna rambut
jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok
Wajah membulat dan sembab
Pandangan mata sayu
Pembesaran hati
8

TIPE,TANDA
TANDA
DAN
GEJALA
KLNIS
DAN
GEJALA
KLINIS
ANAK
GIZI BURUK
ANAK GIZI
BURUK
(lanjutan ..)
KWASHIORKOR (lanjutan.)
Edema :

Minimal pada kedua punggung kaki, bersifat


pitting edema
Derajat edema:
+
Kedua punggung kaki
++ Tungkai & lengan bawah
+++ Seluruh tubuh (wajah & perut)
Derajat edema untuk menentukan jumlah
9
cairan yang diberikan

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLNIS


ANAK GIZI BURUK (lanjutan ..)
KWASHIORKOR (lanjutan.)

Otot mengecil (hipotrofi)


Kelainan kulit berupa bercak merah muda
yg meluas & berubah warna menjadi coklat
kehitaman dan terkelupas (crazy pavement
dermatosis)
Sering disertai: penyakit infeksi (umumnya
akut) anemia dan diare
10

Gambar anak kwashiorkor

11

Sumber: Prioritas pediatri di negara berkembang, edisi Indonesia, 1979,

Foto anak gizi buruk :


Kwashiorkor (dengan campak)
Tampak ruam

12

Edema muka
rambut kemerahan, mudah
dicabut
kurang aktif, rewel/cengeng
pengurusan otot
Kelainan kulit berupa bercak
merah muda yg meluas &
berubah warna menjadi
coklat kehitaman dan
terkelupas (crazy pavement
dermatosis)

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang

Foto anak gizi buruk :


Kwashiorkor (dengan campak)
Tampak ruam

Scrotum edema

13

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang

Foto anak gizi buruk :


Kwashiorkor (dengan campak)

14

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang

Foto anak gizi buruk :


Kwashiorkor

Hepatomegali
Pitting Edema

15

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo,

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLINIS


ANAK GIZI BURUK (lanjutan..)

2. MARASMUS
Tampak sangat kurus, hingga seperti tulang

terbungkus kulit
Wajah seperti orang tua
Cengeng, rewel
Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat
sedikit sampai tidak ada (~pakai celana longgarbaggy pants)
Perut umumnya cekung
Tulang rusuk menonjol (Iga gambang, piano
16
sign)
Sering disertai penyakit infeksi (umumnya
kronis berulang) diare persisten

Gambar anak marasmus

Anak gizi buruk kehilangan lemak dan otot,


terlihat tulang terbungkus kulit,
17
sehingga anak sulit untuk dapat berdiri tegak
Sumber: Prioritas pediatri di negara berkembang, edisi Indonesia, 1979,

Anak gizi buruk :


Marasmus (dengan HIV/AIDS)

18

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang

wajah seperti orang


tua
kulit terlihat longgar
tulang rusuk tampak
terlihat jelas
kulit paha berkeriput
kulit di pantat
berkeriput (baggy
pants)

Anak gizi buruk : Marasmus


dengan TB

Rambut hitam
Iga gambang

19

Tulang belakang menonjol


Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo,

Atrofi otot

Anak gizi buruk : Marasmus


(dengan HIV/AIDS)

20

Kulit pantat berkeriput (baggy pants)


Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo,

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLINIS


ANAK GIZI BURUK (lanjutan)

3. MARASMIK - KWASHIORKOR
Gambaran klinik merupakan campuran dari
beberapa gejala klinik Kwashiorkor dan
Marasmus dengan BB/TB-PB <-3 SD
disertai edema yang tidak mencolok

21

Anak gizi buruk :


Marasmik - Kwashiorkor
Iga menonjol

Atrofi otot

Edema di ke 2 punggung 22
kaki
Sumber: Koleksi foto RSUD Dr. Chasan Bosoire,

Anak gizi buruk :


Marasmik - Kwashiorkor

23

Iga menonjol

Sumber: Koleksi foto RSUD Dr. Chasan Bosoire,

Atrofi otot

Anak gizi buruk :


Marasmik - Kwashiorkor

Noma

Iga menonjol

24

Edema di ke 2 punggung kaki


Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo,

Obesitas
Ketidaseimbangan

antara konsumsi kalori dengan


kebutuhan energi /konsumsi energi
Intake kalori lebih banyak daripada penggunaan
energi
Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam
bentuk lemak
Keadaan normal, timbunan lemak jaringan
subcutan, usus, ginjal
Obesitas organ tubuh harus bekerja keras
(membawa kelebihan BB) lebih cepat gerah,
capai, kecenderungan membuat kekeliruan dalam
bekerja
Akibat : penyakit kardiovaskuler, hipertensi, DM,

Berat badan ideal (Brocca)


BB

ideal = (TB 100) 10% (TB 100 )


Batas ambang yang diperbolehkan adalah + 10%
Bila > 10% sudah kegemukan dan
Bila > 20% sudah terjadi obesitas
Dan sebaliknya yaitu kurus atau sangat kurus< 10% - < 20%
Contoh :
wanita dengan TB = 161 cm, BB = 58 kg
BB ideal
= (161 100) 10% (161 100)
= 61 6,1 = 54,9 (55 kg)
BB 58 kg masih dalam batas normal > 10%

Indeks Masa Tubuh (IMT)

Rasio antara berat badan (kg) dan tinggi badan (m) kuadrat

IMT =

BB (Kg)
TB2 (m)

Sumber : Azwar Azrul, Tubuh Sehat Ideal Dari Segi Kesehatan, seminar Kesehatan obesitas, FKM UI, 2004.

Status Gizi

Wanita

Pria

Normal

17 -23

18 25

Lebih

23 27

25 - 27

> 27

> 27

Obesitas

Sumber : Kusmana Dede, Olah Raga Untuk Orang Sehat dan Penderita Penyakit Jantung, FKUI, edisi ke-2, 2006.

Normal

Lebih

Obesitas

25

26 - 29

30

Klasifikasi BMI Menurut WHO (1998)


Kategori

BMI (kg/m2)

Resiko Comorbiditas

Underweight

< 18.5 kg/m

Rendah (tetapi resiko terhadap


masalah-masalah klinis lain
meningkat)

Batas Normal

18.5 - 24.9 kg/m2

Overweight:

25

Pre-obese

25.0 29.9 kg/m2

Meningkat

Obese I

30.0 - 34.9kg/m2

Sedang

Obese II

35.0 - 39.9 kg/m2

Berbahaya

Obese III

40.0 kg/m2

Sumber : PT. Roche Indonesia, thn 2000

Rata-rata

Sangat Berbahaya

Klasifikasi Berat Badan yang diusulkan berdasarkan BMI


padaPenduduk Asia Dewasa (IOTF, WHO 2000)
Kategori

BMI (kg/m2)

Risk of Co-morbidities

Underweight

< 18.5 kg/m2

Rendah (tetapi resiko terhadap


masalah-masalah klinis lain
meningkat)

Batas Normal

18.5 - 22.9 kg/m2

Rata rata

Overweight:
At Risk

23
23.0 24.9 kg/m2

Meningkat

Obese I

25.0 - 29.9kg/m2

Sedang

Obese II

> 30.0 kg/m2

Berbahaya

Sumber : PT. Roche Indonesia, thn. 2000

Anemia

Hb kurang dari normal


akibat kurang Fe (zat besi)

Cara penanggulangan anemia:


Pada ibu hamil diberikan TTD setiap hari 1 tablet selama 90 hari
Pada remaja diharapkan minum TTD setiap minggu 1 tablet ditambah setiap menstruasi 1 tablet 1 hari
Pada ibu nifas diharapkan mengkonsumsi TTD 1 minggu 1 kali
Diharapkan mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan zat besi yaitu dari daging, hati, sayuran hijau tua dan kacang2an

Zerophthalmia

Kurang vit A
Gejala :
Kekeringan pada biji mata kelenjar
lacrimalis menurun sekresinya
Selaput bola mata keriput dan kusam
Fungsi mata menurun rabun senja
( hemeralopia/ nictalpia)
Tidak sanggup melihat cahaya/ fotophobia
Stadium lanjut keratomalacia kebutaan

Penanggulangan defisiensi
vitamin A
Diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000
IU) warna merah, pada anak balita usia 1-5 tahun
setiap 6 bulan sekali
Diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (100.000
IU) warna biru, pada anak balita usia 6-11 bulan
setiap 6 bulan sekali pada bulan februari dan
agustus
Diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000
IU) pada pada ibu nifas sesudah melahirkan 1
kapsul kemudian 24 jam berikutnya diberikan 1
kapsul

Penyakit Gondok Endemik

Kurang Iodium
Iodium diperlukan sebagai komponen Hormon
Thyroksin
Iodium dikonsentrasikan dalam Kel Gondok (Glandula
Thyroidea) u/ sintesis Hormon thyroksin.
Kurang Iodium hypothiroidisme kompensasi
menambah jaringan kelenjar gondok hipertropi
kelenjar gondok
Endemik di daerah terpencil di pegunungan (air
minum kurang mengandung mineral Iodium)
Kurang Iodium Cretinisme (cebol) kadang-kadang
disertai dengan :

Keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan


Biasanya karena ibu kurang Iodium

Pencegahan peningkatan konsumsi Iodium


Program Iodiumisasi (penyediaan garam yang
beryodium

Kelompok rentan Gizi


Bayi

(0 1 tahun)

Masa pertumbuhan dan perkembangan pesat


Butuh zat-zat gizi yang cukup
ASI makanan utama bayi (0 6 bulan)

Balita
Umur rawan gizi dan rawan penyakit
sebab :
Masa transisi (dari makanan bayi ke makanan
dewasa)
Pada anak yang sudah mempunyai adik
perhatian ibu kurang
Balita yang sudah mulai main tanah rawan
terinfeksi berbagai macam penyakit
Belum mampu mengurus diri sendiri

Anak

Sekolah :

BB rendah
Defisiensi Fe
Defisiensi vit E

sebab

Aktifitas tinggi banyak bermain dan banyak


kegiatan
Nafsu makan menurun

Program

UKS untuk membina & meningkatkan


gizi dan kesehatan kelompok usia ini

Remaja
Pertumbuhan sangat pesat (kegiatan jasmani mencapai
puncaknya)
Usaha UKS, Karang taruna, remaja masjid dsb

Ibu

Hamil
Berkaitan dengan pertumbuhan janin
yang dikandung dan organ yang
mendukung kehamilan
Kebutuhan kalori : meningkat 300 350
kal
Peningkatan kebutuhan protein : 10
gr/hari
Peningkatan metabolisme kebutuhan
vitamin dan mineral juga meningkat
Kurang gizi BBLR, prematur, lahir mati
dsb

Ibu menyusui

ASI makanan utama bayi


800 850 ml/hari (kalori 60 65) harus digantikan
dengan suplai makanan yang cukup bagi si ibu
Kebutuhan ibu meningkat suplai harus ditambah 800
kal/ hari dan 25 gr protein tambahan/ hari
Dalam batas tertentu zat gizi diambil dari ibu (tanpa
menghiraukan apakah ibu punya cukup persediaan/ tidak
Konsumsi ibu tidak cukup berpengaruh terhadap ASI
Khusus untuk protein bila konsumsi ibu tidak mencukupi
maka akan mengambil dari ibu ibu tampak kurus
Bila Ca kurang juga akan mengambil dari ibu
gigi/tulang

Lansia

Terjadi proses degeneratif juga pada


organ pencernaan makanan kurang
dapat di cerna secara sempurna
Makanan tinggi serat mudah dicerna
Hindari obesitas

Gizi Seimbang
Dinas Kesehatan

40

Gizi Seimbang
Susunan makanan
sehari-hari yang
mengandung zat
gizi dalam jenis dan
jumlah yang sesuai
dengan kebutuhan
tubuh, dengan
memperhatikan
prinsip:

Widya Rahmawati, PSIG FKUB, 2012

41

Prinsip Gizi Seimbang:


4. Berat Badan Ideal (BBI) atau
Desired
Body
Weight (DBW)*
Bayi (0-12
bl):
BBI = (usia dlm bl/2) + 3
atau 4 (bila BB lahir tidak
diketahui)
BBI Usia 6 bl = BB lahir x 2
BBI Usia 12 bl = BB lahir x 3
Anak (usia 1-12 th)
BBI = (usia dlm th x 2) + 7
atau 8
Remaja (13-18 th) dan
Dewasa
BBI = (TB dlm cm 100) x
90%
*S Rum Teguh dkk,
2009

IMT untuk orang


Asia**
IMT
Kategori
< 18.5
18.5-22.99
23-27.49
27.5-32.49
32.5-37.49
>37.5

Underweigh
t
Normal
Overweight
Obese class
I
Widya Rahmawati, PSIG Obese
FKUB, 2012 class
**WHO expert consultation, 2004
II
Obese class

42

Tumpeng Gizi Seimbang (TGS),


Nutrition Guidelines untuk
masyarakat Indonesia
Minyak, gula, garam

(seperlunya)
2-3 p protein nabati
2-3 p protein hewani
3-5 p sayuran
2-3 p buah
3-8 p makanan pokok
8 gelas air
Gizi seimbang
dibarengi dengan
aktivitas fisik teratur,
pola
hidupPSIG
bersih
&
Widya Rahmawati,
FKUB, 2012
mengontrol BB

Ukuran Rumah Tangga


(URT)*

1 sdm gula pasir = 8 g


1 sdm tepung susu
=5g
1 sdm tp beras, tp sagu=6 g
1 sdm terigu, maizena, hunkwe=
5g
1 sdm minyak goreng,
mentega=10 g
1 sdm = 3 sdt = 10 ml
1 gls = 24 sdm = 240 ml
1 ckr = 1 gls = 240 ml

gls nasi = 100 g = 50 g beras


1 ptg pepaya (5 x 15 cm) = 100 g
1 bh sdg pisang (3 x 15 cm) = 50 g
1 ptg sdg daging (6x5x2 cm) = 50 g
1 ptg sdg ikan (6x5x2 cm) = 50 g
1 ptg sdg tempe (4x6x1 cm) = 25 g
bj besar tahu (3x6x2,5 cm) = 50 g

*Sunita Amatsier, 2009


Widya Rahmawati, PSIG FKUB, 2012

43

Anjuran Makanan Satu Hari menurut Golongan


44
Umur*
Umur (th)

BB
(kg
)

Nasi
@100
g

Lauk
Hewa
ni @
50g

Lauk
Nabat
i @
25 g

Sayur
@ 100
g

Buah
@ 100
g

Susu
@ 200
ml

1-3

12

1,5x

2x

2,5x

1x

1x

1x

4-6

18

2,5x

2x

2,5x

1x

2x

1x

7-9

24

3x

2x

2x

1,5x

2x

1x

10-12

30

3x

2,5x

3x

1,5x

2x

13-15

45

4x

2,5x

4x

1,5x

2x

16-19

56

4,5x

2,5x

4x

1,5x

2x

10-12

35

3x

2,5x

3x

1,5x

2x

13-15

46

3x

2,5x

4xWidya Rahmawati,
1,5x PSIG FKUB,
2x 2012

Anak

Remaja putra

Remaja putri

16-19
3x
2,5x
3x
2xdkk
*Direktorat Bina 50
Gizi Masyarakat
(1994) dalam
S 1,5x
Rum Teguh
(2009)

Anjuran Makanan Satu Hari 45menurut Golongan


Umur*
Umur (th)

BB Nasi
(kg @100
)
g

Lauk
Hewa
ni @
50g

Lauk
Nabat
i @
25 g

Sayur
@ 100
g

Buah
@ 100
g

Susu
@ 200
ml

Laki-laki
dewasa
20-39

62

5x

2x

3x

1,5x

2x

40-59

62

5x

2x

3x

1,5x

2x

>60

62

3x

2x

2x

1,5x

2x

20-39

54

3x

2x

3x

1,5x

2x

40-59

54

3x

2x

3x

1,5x

2x

>60

54

1,5x

2x

2x

1,5x

2x

1x

Hamil

3x

2,5x

4x

3x

2x

1x

Menyusui

4x

3x

1x

Wanita dewasa

5xWidya Rahmawati,
3x PSIG FKUB,
2x 2012

*Direktorat Bina Gizi Masyarakat (1994) dalam S Rum Teguh dkk


(2009)

1x

46

Kebutuhan Energi
Bayi 0-12 bl
: 120-110 kkal x BBI
Anak 1-3 th
: 100 kkal x BBI
Anak 4-6 th
: 90 kkal x BBI
Anak 7-9 th
: 80 kkal x BBI
Anak 10-12 th : 70 kkal x BBI
Remaja 13-15 th
: Lk: 55 kkal x BBI
Pr: 50 kkal x BBI
Remaja 16-18 th
: Lk: 50 kkal x BBI
Pr: 45 kkal x BBI
Dewasa : Lk: 31-58 kkal x BBI
Pr: 30-51 kkal x BBI

Widya Rahmawati, PSIG FKUB, 2012

47

Kebutuhan Protein
Bayi
Balita

: 2,5 3 g x BBI
dan anak: 2 g x BBI

Remaja

: 1,5 g x BBI

Dewasa

: 0,8-1 g x BBI

Widya Rahmawati, PSIG FKUB, 2012

TEKNIK
1. BERMAIN PERAN MELALUI KERJA
KELOMPOK MERANCANG MENU 1 HARI
SESUAI KANDUNGAN GIZINYA
2. KELOMPOK BERBELANJA SESUAI MENU
YANG DIBUAT TADI, NARASUMBER MENILAI
BERDASARKAN KANDUNGAN GIZINYA
DENGAN MENGGUNAKAN SIMBOL BINTANG

PRAKTEK MEMBUAT
MAKANAN BAYI DAN ANAK
PRAKTEK

MEMBUAT MAKANAN BAYI DAN


ANAK SESUAI DENGAN USIA 6 BULAN
SAMPAI 1 TAHUN DARI MAKANAN JADI
MEMBANDINGKAN DENGAN MAKANAN
DARI BUBUR INSTAN

PEMANTAPAN
PEMBENTUKAN
TPG

Pembentukan Taman
Pemulihan Gizi

Melatar belakangi hasil intervensi yang diberikan berupa


pemberian PMT pemulihan dan penanganan oleh petugas
kesehatan ternyata belum memberikan hasil yang signifikan
karena masyarakat bersikap pasif, tidak dilibatkan sehingga
masyarakat hanya menerima yang pada akhirnya kegiatan
pemberian PMT dari pemerintah (Dinas Kesehatan) habis, maka
status gizi balita kembali turun.
Masyarakat cenderung pasif hanya meminta bantuan pada
pemerintah.
Kemudian upaya inovasi Pemerintah Kabupaten Jombang
membuat terobosan dengan kemitraan membuat kegiatan yang
melibatkan semua pihak Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat,
dunia usaha dan masyarakat, dalam hal ini terutama keluarga
balita yang gizi kurang dan buruk dengan membentuk Taman
Pemulihan Gizi

Tahapan tahapan untuk


Memberikan sosialisasi
tentang pembentukan Taman
membentuk
Taman
Pemulihan Gizi
Pada Kepala Puskesmas sebanyak 34 Puskesmas
Pemulihan
GiziPKK Kecamatan dan Kabupaten
Pada Ibu Ketua
1.

Pada Kepala Desa se Kabupaten Jombang


2. Pelatihan Positif Deviance / Penyimpangan Positif dalam
upaya pembentukan Taman Pemulihan Gizi pada:

Pelaksana Gizi Puskesmas

Bidan Desa

Kader Posyandu
3. Melaksanakan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa)
membahas kondisi keadaan status gizi masyarakat dan
upaya yang akan dilakukan yang dipimpin oleh kepala
desa melibatkan tokoh masyarakat.
4. Pembentukan Taman Pemulihan Gizi / Pos Gizi di desa
Taman Pemulihan Gizi merupakan kegiatan dari masyarakat,
oleh masyarakat dan bersama masyarakat untuk
menanggulangi bersama-sama masalah gizi yang
ditemukan oleh masyarakat

Tujuan
Tujuan umum :
Meningkatkan kesadaran dan kepedulian dari
masyarakat dan keluarga serta mengetahui
masalah gizi yang ada pada keluarga dan
masyarakat.
Tujuan khusus :
1. Meningkatkan motivasi dan kesadaran dan
kepedulian masyarakat dan keluarga dalam
penanggulangan masalah gizi.
2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
keluarga tentang penanganan balita gizi
buruk dan gizi kurang sehingga dapat
merubah perlaku baik yaitu sadar gizi.
3. Memperbaiki status gizi balita.

Sasaran : balita yang berada pada garis merah


(BGM) dan garis kuning/bawah garis titik dalam
KMS dari keluarga Gakin maupun Non Gakin
Pelaksana : kader Posyandu kerjasama ibu balita
dengan dimotori oleh pemerintah desa dan PKK
Anggaran :
- penggalian dana hasil jimpitan peduli gizi buruk
- Swadaya masyarakat
- PNPN mandiri dan dana desa
Kegiatan :
- Pemberian makanan lengkap pada jam 10 pagi
antara makan pagi dan siang selama 12 hari,
selama 3 bulan
- Memberikan pengetahuan dan ketrampilan

PEMBENTUKAN KP- ASI


KABUPATEN JOMBANG

AWAL YANG
BAIK

IKHLAS
SENYUM

60

Lagu cucok rowo

( SUSUNE)

Susune, susune, susu ASI


Bayi ASI sehat dan cerdas
Pagi, siang, sore, malam,
minum ASI
Enam bulan asi eksklusif,
Enam bulan tanpa tambahan 2x

Gundul-gundul pacul

ASI ngek - JEL


ASI

ASI eksklusif
Enam bulan
ASI ASI eksklusif
Sehat bergizi
Praktis,

ekonomis, kasih sayang terpenuhi


Langsung ngeK jel, ibu-bayi pasti senang

DASAR PROGRAM ASI


EKSKLUSIF

Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang


Kesehatan,
Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang
pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.
Peraturan bersama Menteri Negara Pemberdayaan
Perempuan Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan
Menteri Kesehatan Nomor : 48/Men.PP/XII/2008;
Nomor : PER.27/MEN/XII/2008; Nomor :
1177/Menkes/PB/XII/2008 tentang peningkatan
pemberian Air Susu Ibu (ASI) selama waktu kerja di
tempat kerja.
Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
237/MENKES/SK/IV/1997 tentang Pemasaran
Pengganti ASI

PERATURAN BUPATI
TENTANG PROGRAM ASI EKSKLUSIF
PERATURAN

BUPATI NO. 41 TAHUN 2011


Tentang Peningkatan Pemberian Air Susu
Ibu bagi Ibu Pekerja

PERATURAN

BUPATI NO. 10 TAHUN 2012 Tentang


Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu

MENGAPA MEMBERI ASI?


QS AL BAQARAH: 233
Dan ibu-ibu itu menyusui anak-anak mereka sampai dua
tahun yang sempurna
Maka jika kedua-duanya menghendaki menghentikan memberikan
susu atas dasar saling rela dari keduanya
Dan jika kamu berkehendak akan meminta anak-anakmu disusukan
oleh wanita lain, maka tidak ada halangan juga bagi kamu apabila
memberikan upah menurut yang patut

QS AL QASHASH :7,12
Dan Kami ilhamkan kepada ibunda Musa (sesudah Musa lahir)
Susuilah dia
Dan Kami jadikan hati Musa enggan untuk menyusu kepada
perempuan yang akan menyusui sebelumnya

QS LUKMAN: 14
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada 2 orang
ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah
yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam 2 tahun

QS AL AHQAAF:15
Dan kami perintahkan kepada manusia untuk
berbuat baik terhadap ibu bapaknya. Ibunya
mengandungnya dengan susah payah dan
melahirkannya pun dengan menderita kesukaran
dan menyapihnya dari susuan selama tiga puluh
bulan
QS AN NISA: 23
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibumu.dan
ibu-ibumu yang menyusukan kamu dan saudarasaudara sesusuanmu

KESEHAT
AN

HAK ASASI
MANUSIA

KASUS GIZI
> POLA
ASUH

PENINGKATAN
PERAN SERTA
MASYARAKAT

KP-ASI
66

KP-

ASI adalah kelompok beberapa orang yang


mengalami situasi yang sama atau memiliki
tujuan sama, bertemu secara rutin untuk saling
menceritakan kesulitan, keberhasilan, informasi
dan ide berkaitan dengan situasi yang dihadapi
atau upaya mencapai tujuan yang diinginkan
yaitu berhasil
menyusui eksklusif dilanjut
kan sampai anak umur 2 thn

KEGIATAN

KP-ASI
Bertukar pengalaman, berdiskusi dan
saling memberi dukungan terkait
kesehatan ibu dan anak khususnya
seputar kehamilan, menyusui dan gizi,
dipandu/difasilitasi oleh motivator,
konselor, Bidan, dan petugas yang sdh
dilatih.

Peserta KP_ ASI :

ibu hamil
ibu ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dan 7- 24 bulan
Kelompok ini terbuka untuk orang orang lain yang memiliki minat
yang sama.
Suami atau anggota keluarga lain dari seorang ibu hamil / menyusui
Seorang perempuan yang belum hamil tapi sudah berkeinginan untuk
menyusui bayinya suatu saat
PKK
Tokoh Masyarakat : Bu Kasun, Perangkat Desa dll
Toko Agama : Muslimat, Fatayat, Aisiyah dll
Ibu ibu dan Bapak bapak, Pemuda pemudi (Karang Taruna) yang
ingin jadi pejuang ASI
Tenaga kesehatan yang ingin belajar dari dan berbagi informasi
dengan para ibu hamil/menyusui dapat dilibatkan dalam pertemuan
Kelompok Pendukung ASI
Semua orang bisa menjadi kelompok Pendukung ASI

KELOMPOK PENDUKUNG ASI


( KP- ASI )
Ibu menyusui
Ibu hamil
Ayah, Nenek, Kakek

TOPIK

DISKUSI

Misalnya perawatan ibu pada masa kehamilan, proses


persalinan dan pemulihan pasca persalinan,
pemberian makanan tambahan pada anak dll.
Secara umum terdapat 10 topik umum diskusi
kelompok ibu, yaitu:
1. Masa kehamilan yang menyenangkan
2. Inisiasi menyusu dini
3. ASI eksklusif 6 bulan
4. Payudara dan produksi ASI
5. Menyusui yang nyaman untuk ibu dan bayi
6. Menyusui dan gizi ibu
7. ASI ibu cukup tidak, ya?
8. Menangis.....tak selalu berarti lapar
9. Kasih Asi.......... dimana saja. Kapan Saja?
10. Setelah bayi berusia 6 bulanberikan makanan
Pendamping ASI

Pertemuan

KP_ASI dimaksudkan sebagai


pertemuan yang santai dan tidak kaku. Dengan
berjalannya waktu, bertambahnya keakraban
diantara peserta dan bertambahnya ketrampilan
pengalaman Motivator Menyusui sebagai
pemandu, maka pertemuan Kelompok Pendukung
ASI biasanya menjadi lebih santai dan akrab.

DATA YANG PERLU DIKETAHUI


Jml Ibu hamil
Jml bayi (0-6 bln)
Jml Ibu menyusui
Jml Ibu nifas
JUMLAH WUS
JUMLAH PUS

Kelompok Pendukung ASI


Tingkat Desa
Tingkat Dusun / Posyandu

Kegiatan dan tugas KP-ASI


Menyusun

rencana kegiatan
Menyebarluaskan informasi PKK, Kelp
pengajian, Karang Taruna, dll
Pendampingan ASI eksklusif bagi keluarga yang
mempunyai bayi 0-6 bl tujuan mendorong,
menyemangati, membimbing dan memberikan
kemudahan bagi keluarga untuk berkomunikasi
Melakukan pelaporan POSYANDU + KASUS
KHUSUS

KEGIATAN KP-ASI
1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.

Membuat Komitmen Pembentukan KP-ASI


Membentuk Organisasi/Kepengurusan KP-ASI
Memperkuat dengan SK Bupati, Camat, Kades
Membuat Jadwal kegiatan KP-ASI
Melakukan kegiatan berkelompok secara
berkala untuk saling membahas informasi
tentang kegiatan menyusui dari para anggota
Pembina dan pengurus KP-ASI mendampingi
kegiatan KP-ASI secara berkala.,
Evaluasi cakupan ASI Eksklusif yang dicapai
masyarakat desa.

KOMITMEN PEMBENTUKAN KP-ASI

PEMBENTUKAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI


KAMI WARGA DESA.KEC.KAB
PADA HARI: , TGL: , TEMPAT: ..
MEMBENTUK KP-ASI DAN BERKOMITMEN DALAM MENDUKUNG SERTA
BERPERAN AKTIF DALAM KEGIATAN YANG UTAMANYA :
1.
MENDUKUNG PELAKSANAAN IMD DAN PEMBERIAN ASI
EKSKLUSIF
2.
MEMBERIKAN ASI SAJA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DAN
MEMBERIKAN MP-ASI SETELAH 6 BULAN, SERTA ASI DITERUSKAN
SAMPAI DENGAN 2 TAHUN
3.
TIDAK MEMBERIKAN DOT/ EMPENG DAN SUSU FORMULA SELAMA
BAYI USIA 0 6 BULAN.
4.
MENYEBARLUASAN INFORMASI TENTANG ASI EKSKLUSIF KE
SELURUH MASYARAKAT
5.
MELESTARIKAN KEGIATAN KP-ASI SECARA TERUS MENERUS

JANGAN BERI SUSU FORMULA


SEJAK LAHIR SAMPAI UMUR 6 BULAN
BAYI AKAN GAMPANG
TERKENA PENYAKIT
DAN
ANAK MENJADI KURANG
CERDAS DIKEMUDIAN
HARI

JANGAN SENANG
KARENA GEMUK
TAPI SENANGLAH
KARENA CERDAS

80

SALAM ASI :
ASI EKSKLUSIF YES
SUSU FORMULA ... NO
Inlah harapan keluarga Cerdas
dengan ASI EKSKLUSIF

82

( Lagu TEPUK TANGAN)


Jika kau beri ASI, tepuk tangan
Jika kau sayang bayi, tepuk tangan
Jika kau beri ASI & sungguh sayang bayi
Jika kau beri ASI.......tepuk tangan
Jika bayinya sehat, sorak ASI ..... ASI
Jika uangnya hemat, sorak o yes ..... o yes
Jika bayinya sehat, uangnya juga hemat
Jika bayinya sehat, sorak ASI .....ASI

Terima kasih Ibu


Telah Engkau berikan aku ASI,
Ibuku, Malaikatku

Sekian
TERIMA KASIH

83