Anda di halaman 1dari 322

PUTHUT EA

Menanam Padi di Langit
Puthut EA
© EA Books, 2015
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Pemeriksa Aksara: Eko Susanto
Desain Sampul dan Tata Letak: Hamzah Ibnu Dedi
Cetakan Pertama, 2008 oleh Ark Gallery
Cetakan Kedua, 2015 oleh EA Books
309+ix hlm, 14x21 cm
ISBN: 978-979-17943-0-5
EA Books
Drono, Gang Elang 6E No 8 RT 4 RW 33, Sariharjo,
Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581

Untuk:

Blora Frida, Bintang,
Bima dan Panji

di mana kalau kita tidak mengerjakan sesuatu. Padahal tak ada pada mereka. kerja dan karya. pernah kamu katakan kepadaku. “Bung. dan kalau kita mengerjakan sesuatu. mereka berubah menjadi sangat cerewet.” . orang akan nyinyir dan sinis kepada kita. kita telah tiba di suatu musim.S.

Gampang Menangis— 41 Mozaik Eksterior — 53 Mozaik Interior — 63 Forum Adu Goblok — 81 Cah Lor-Cah Kidul — 93 Memintal Benang Merah — 107 Steak Daging Kacang Ijo — 119 Njeglek! — 145 Mendongkel Kursi Tua — 159 Taring Padi Unjuk Gigi — 171 Hal Seperti Ini Sudah Cukup Buatku — 185 Anaknya Tiga.DAFTAR ISI Pengantar: Cetakan Kedua —viii Prolog: Kekacauan di Bandara — 1 Anak Gereja dan Virus Tante Rosa — 15 Ibunya Lima — 31 Gampang Tertawa. Sulung Semua — 203 Jari Kelingking dan Rasa Bersalah — 221 NIN — 241 Jejaring Yang Khas — 261 Ketika Sampah Bisa Menjadi Emas — 277 Epilog: Nandur Pari Neng Awang-awang — 289 Bahan Bacaan dan Sumber Wawancara — 306 Ucapan Terimakasih — 308 .

buku ini adalah buku yang paling menguras energi saya. Namun. tapi besar artinya bagi saya. sekaligus memberi tantangan yang besar.. Mungkin karena hal tersebut. cetakan pertama buku ini menyimpan kekeliruan yang sekalipun terlihat kecil. sekalipun harus menunggu kurang-lebih sampai 7 tahun. saya telah memperbaiki kekeliruan tersebut. dan tidak saya tak punya cukup medium untuk menyampaikan kekeliruan tersebut. Ada satu kutipan hasil wawancara yang keliru.PENGANTAR: CETAKAN KEDUA Pembaca yang budiman. Karena saat itu sudah telanjur dicetak. viii . D I antara sekian banyak buku saya. Dengan terbitnya cetakan kedua ini.. saya tidak bisa memperbaikinya. saya merasa buku ini sebagai salah satu buku yang saya sukai.

istri dan anakku. sebelum ada tanda-tanda untuk dicetak ulang. Kini di samping saya sudah ada seorang istri yang baik dan penyabar. 31 Desember 2015 Puthut EA ix . Mereka bertiga juga berkenan membaca lagi dan memberikan endorsement untuk buku ini. Terimakasih juga untuk Ayos Purwoaji. Kepada Wijaya Eka Putra.Khusus untuk cetakan kedua ini. dan Nuran Wibisono. Terimakasih untuk Hamzah Ibnu Dedi yang membuat sampul dan menata halaman demi halaman buku ini. Selamat membaca. Terimakasih untuk Diajeng Paramita dan Bisma Kalijaga. Yogya. Ketiga orang tersebut telah mengapresiasi buku ini jauh hari.. saya belum menikah dan memiliki anak. saya juga berhutang budi karena berkenan menerbitkan buku ini lagi. termasuk Azka yang telah membantu memberi masukan soal perwajahan buku. dan seorang putra yang lucu dan menggemaskan.. sekali lagi saya harus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ark Gallery yang membiayai pembuatan buku ini ketika terbit pertama kali. Dewi Kharisma Michellia. Ketika buku ini ditulis.

.

Prolog: Kekacauan di Bandara .

.

Bob memang tidak sadar kalau ada seseorang yang sedang memperhatikan kegiatannya melabur kanvas dengan cat minyak. Sekalipun di bagian tertentu lantai yang disulap dalam waktu singkat untuk melukis sudah digelari karpet tipis. Mereka yang berkumpul di ruang itu adalah para kawan lama Heidi. Hari itu adalah Jumat tanggal 7 Maret 2008. bertepatan dengan hari raya Nyepi. Mereka tidak sempat bertegur sapa. beberapa orang terdengar berbicara keras dari ruang tamu. Heidi sengaja sengaja bangun tidur di siang hari. sedang menerima tamu di pinggir kolam renang. Posisi Bob memunggungi Heidi. si penyewa rumah itu. Di ruang tamunya yang luas dan nyaman. di meja itu ada dua jenis koran: Jakarta Post dan Kompas. namun tetap saja. Di meja itulah biasanya Heidi sarapan dan membaca koran. Sementara. ada meja kayu panjang diapit dua kursi kayu yang juga panjang tanpa sandaran. Bob tidak menyapa Heidi. Jakarta gerah. Bisa jadi. Di bilangan Kemang. Heidi. benih kekacauan itu dengan cepat mengeluarkan sulur dan siap melilit leher beberapa orang yang berada di dalam rumah itu. ia mendapati Bob Sick masih asyik melukis. yang bisa menebak perasaan Heidi.S ORE itu. Heidi bangun tidur sekitar pukul dua siang. Biasanya. Di ruang itu. atau mungkin lebih tepatnya tidak peduli. Tetapi tidak ada seorang pun yang mengira. Tidak ada seorang pun yang kebetulan di sana saat itu. bercak tinta berleleran di bagian lantai yang lain. sembilan lukisan dengan tinta yang masih basah tersender di beberapa bagian tembok. Karena hari itu libur. Sore itu. di malam harinya. sebuah benih kekacauan mulai berkecambah. dan Heidi pun tidak menyapa Bob. Lalu ada setumpuk 3 . Bahkan beberapa bagian dinding yang bercat putih bersih pun tertempel bercak-bercak tinta. Begitu bangun tidur dan membuka kamar. di salah satu rumah yang pagarnya senantiasa tertutup rapat. Heidi mengambil air minum dan sempat memperhatikan sejenak aktivitas Bob.

majalah seperti Time dan Tempo edisi berbahasa Inggris. Bob saat itu menjawab. Namuan semenjak kedatangan kawan-kawan lamanya. tapi ia sempat juga bilang kalau Pollock juga mempunyai efek lelehan di lukisannya. terdapat satu set sofa. dan juga ceceran nasi serta gelas-gelas kotor bekas kopi dan minuman anggur. abu rokok bertebaran. Heidi sempat berdiri dan mendekat ke arah Bob yang sedang asyik bermain warna. Bob berkata bahwa semalam ia tidak tidur. Bob duduk di kursi dan berbincang dengan Heidi. karena ia ingin ada lelehan cat di kanvasnya. semacam mengucapkan selamat pagi. Hari itu. Saat itu. 4 . pasti Teddy tertidur karena mabuk berat. mereka saling tersenyum. ia ada janji untuk diwawancarai oleh seorang penulis. lalu melukis kembali. tepat di depan kamar mandi. Selesai membuat kopi. Juga beberapa kaleng bir yang belum terbuka dan setengah botol wiski. Lalu ada beberapa katalog pameran. Heidi langsung maklum. Di dekat meja itu. tapi kadang-kadang juga di lantai. asbak yang penuh. Begitu melihat Heidi sudah bangun dari tidur dan berada di ruang itu. meja panjang itu bertambah beban: beberapa bungkus rokok. Bob membalikkan badan. Heidi sempat mangut-manggut. tamunya akan datang. bertegur sapa. tergeletak Teddy. Bob merokok bebeapa batang. ia ingin membuat kopi. namun melukis dengan kanvas terlentang. Efek lelehan itulah yang sedang dikerjakannya saat itu. Sebentar lagi. Begitu melihat Teddy tertidur di lantai. sekalipun hari telah siang. jam tiga sore. Tepat di saat itu. Perempuan berwarga negara Australia itu sempat bertanya mengapa Bob kadangkadang melukis dengan kanvas tersandar di dinding. Di ruang itu pula. dengan bahasa yang susah didengar oleh telinga orang yang tidak biasa mendengar suaranya. Toni tertidur. Dan di salah satu kursi sofa. Setelah itu Heidi masuk kamar untuk mandi.

Ia menenteng laptopnya. agar kelak 5 . Ia langsung mendekati Bob. Coki menumpang di rumah Heidi karena kebetulan ia sedang ada proyek pembuatan sebuah film dokumenter tentang flu burung. Setelah itu ia kembali duduk di kursi kayu dan berbicang dengan Coki. siapapun yang datang pasti langsung bisa menebak kalau Heidi. Seandainya toh tidak ada sembilan kanvas besar yang masih basah oleh cat. Sudah sejak tiga bulan sebelumnya. Lakilaki itu bernama Bowo. seorang laki-laki tinggi berkepala pelontos keluar. si empunya rumah.Tidak lama kemudian. di dekat kolam renang. Coki dan si tamu. memberi tahu kalau tamu yang sudah janjian dengn Heidi telah datang. Dari kamar yang berbeda lagi. duduk di kursi berhadapan dengan Coki. Coki Nasution. tidak menyapa Bob. ibu penjaga rumah Heidi masuk. Heidi memutuskan agar wawancara dilakukan di halaman samping. Setelah beberapa saat. mengamati dari dekat bagaimana Bob melukis. pastilah seorang pencinta seni. Sesekali. lalu meletakkan dan membuka laptop itu di atas meja kayu. Si tamu kemudian menyusul masuk. jika tertarik dengan isi perincangan. Ia asyik sendiri dengan laptopnya. Heidi. Hanya berselang sepuluh menit kemudian. seorang laki-laki muncul dari kamar yang berbeda. Mereka bertiga. nama lakilaki itu. berbincang hangat. Bob menimpali sembari terus melukis. terdapat sketsa Samuel Indratma. tetapi teman-teman dekatnya memanggilnya dengan sebutan Jemek. sembari menunggu Heidi selesai mandi. Namun tidak lama kemudian ia pun ikut bergabung di meja panjang untuk berbincang bareng. Dan yang selalu menarik perhatian siapapun yang baru datang ke rumah itu pastilah sebuah hiasan: sepasang sepatu berwarna hijau digantung di dinding dan dipigura. Di bagian tertentu dinding rumah itu. dan sejenak mendekati Bob untuk berbasa-basi. Heidi keluar dari kamar dengan wajah segar dan rambut yang masih basah.

Sepanjang malam. mereka ingin melukis dan menginap di tempat Heidi. Jadwal penerbangan mereka pukul tujuh malam. dan hanya Bob yang terus melukis sampai sore harinya tanpa tertidur. walaupun toh akhirnya usaha itu sia-sia belaka. dalam ukuran yang juga sama besarnya dengan kanvas-kanvas yang berada di dalam ruangan. Hingga akhirnya Toni tertidur di sofa. Mereka sedang terlibat proyek dengan Jemek. Bob dan Toni datang ke Jakarta sehari sebelumnya. Sebab bukan hanya lantai yang kotor. proses wawancara tidak terganggu. T Jemek tentu saja dengan senang hati mempersiapkan apa saja yang diminta oleh ketiga pelukis tersebut. tetapi itu tidak mengganggu proses wawancara. Bob dan Toni. D. Hanya saja. Tetapi karena hari itu adalah hari libur. mereka bertiga berpesan agar disediakan kanvas dan perangkat melukis. hari Kamis. Teddy. mereka tidak perlu bergegas karena di saat libur. melainkan juga tembok rumah. Teddy. berencana pulang ke Yogya Jumat malam. Di dekat kolam renang. dan tentu saja minuman beralkohol. Tiket pesawat telah tersedia. --eddy. jalanan di Jakarta tidak macet. 6 . Sebelum datang.jika Teddy dan Toni terbangun dari tidur. Hanya pelan terdengar perbincangan antara Jemek dan Coki. Teddy terkapar di lantai. seusai membahas sebuah proyek di daerah Kedoya. ia membeli karpet plastik untuk berjaga-jaga agar lantai rumah Heidi tidak kotor. terdapat juga beberapa kanvas. kanvaskanvas itu hanya dicoret dengan arang. Bahkan. Mereka bertiga bilang. Bob dan Toni melukis sembari menenggak minuman keras. lalu diberi tandatangan: S. Kanvas yang di luar. Suasana masih sepi. Teddy. Wawancara dimulai. seusai pembahasan tentang proyek itu.

Teddy langsung menengak lagi minuman keras yang masih tersisa di meja. Bob terus bergeming walaupun sudah diingatkan agar segera berkemas. Kadang-kadang Toni datang. wawancara masih berjalan. Mereka bahkan masih sempat menerima kedatangan dua orang kawan lama mereka. Dan kadang-kadang Teddy datang. Tiba-tiba Toni bilang kalau ia menggagalkan rencananya untuk pulang hari itu. dan semenjak itulah proses wawancara mulai terganggu. mengisap rokok. Teddy terlihat mabuk berat. lalu ikut nimbrung wawancara. juga entah milik siapa. Lambat namun pasti. ia mengambil celana dalam. Tetapi semua mendadak serba kacau.Sampai pukul empat sore. begitu terbangun dari tidur. dan Teddy malah sibuk berjalan mondar-mandir sambil mengeluarkan katakata yang serba tidak jelas. Taksi panggilan datang. Kegaduhan di ruang tamu belum cukup mengganggu jalannya wawancara. Ia hanya duduk diam. Bob pun terlihat mabuk berat. Ia bilang. Dan yang lebih gila lagi. entah milik siapa. --i ruang tengah. Hanya sekali saja. lalu meracau. suasana masih baik-baik saja. Waktu menggiring Bob dan Teddy untuk segera berkemas. mereka bertiga akan berangkat ke bandara. Mereka yang berada di ruangan itu juga minum. ada hal yang harus dibicarakannya dengan Heidi. Akhirnya ia menemukan kaus kaki. lalu celana dalam itu dipakai 7 . Toni mulai bangun. juga Teddy. D Secara bergantian. Bob datang ke halaman samping. Toni dan Teddy sesekali menuju haaman samping. benih-benih kekacauan mulai tertebar. yang jelas ia memakai kaus kaki sebelah kanan berwarna hitam dan sebelah kiri berwarna abu-abu. Di halaman samping. Sore itu. Sementara Teddy masih sibuk mencari kaus kakinya. Bob akhirnya bangkit menuju pintu keluar. Satu jam lagi. menurut rencana.

kekhawatiran merambat di ruangan jembar yang masih penuh dengan aroma cat minyak. selalu saja Toni menjawab. oke…” Tapi kemudian tertidur lagi. “Oke. Toni mabuk berat. Di saat jam mendekati pukul tujuh malam itulah. Ia mencoba mengecek Teddy dan Bob yang sudah seharusnya berada di bandara. Malam itu. Heidi berbincang dengan Coki dan Jemek. Ketika ia keluar kamar beberapa menit kemudian.untuk membungkus kepalanya. Heidi segar bugar. Jemek menghubungi telepon genggam Teddy. dan asap rokok. lalu tertidur. --- 8 . Perbincangan itu sendiri sebetulnya sudah ‘beda frekwensi’. lebih tepatnya membangunkan Toni. Begitu terus. Heidi punya janji dengan Dolorosa Sinaga untuk sebuah urusan. “Di kantor polisi?!” Begitu Jemek mengeluarkan kalimat seperti itu. Toni bilang ingin ikut. Semua yang berada di sana. dan mungkin pesawat yang mereka tumpangi sedang bersiap untuk tinggal landas. sampai berkali-kali. Sambil sesekali mengingatkan. Heidi tidak keberatan. Pertama. Wawancara selesai sesaat setelah Bob dan Teddy pergi. Lebih tepatnya. Begitu tahu Heidi akan bertemu Dolorosa. mungkin sudah masuk kabin pesawat. Tetapi gagal. Di saat itulah. ketika Bob menjawab panggilan teleponnya. tegang. sementara Coki dan Jemek sudah ‘agak tinggi’ karena pengaruh alkohol. ia sudah mendapati Toni tertidur. ia menghubungi telepon genggam Bob. Jemekkontan berdiri dan mengeluarkan kata-kata. Setiap kali Heidi membangunkan Toni. bau alkohol. Heidi masuk kamar untuk mempersiapkan kepergian. Lalu secara iseng. Jemek memencet tombol telepon genggam. Dan Jemek saat itu berpikir.

Pengakuan Toni dilakukan dengan cara yang khas: terus terang. karena itulah. Heidi segera membangunkan Toni. Aku segera ke sana!” Selesai mengucapkan kalimat itu. istri Teddy. Jemek juga merasa khawatir. Jemek menutup telepon. Tunggu di sana. dan terus menduga. Kedua. “Iya. ia membatalkan diri untuk ikut terbang bersama kedua rekannya. Baru saja telepon dimatikan. Ketika Heidi dan Coki menceritakan apa yang baru saja terjadi. Kali itu. Jemek hanya bisa bilang bahwa Bob dan Teddy mabuk berat di bandara. Iya. Kepada Coki dan Heidi. yang saat itu sedang mengandung memasuki bulan kedelapan.. sehingga ditahan di kepolisian bandara.“ Ya. Heidi dan Toni kemudian pergi ke rumah Dolorosa. ia terlihat sudah tak sabar karena harus segera memenuhi janji. karena dirinyalah yang mengundang ketiga pelukis dari Yogya itu. lalu mereka berdua membuat ulah. dan selalu tersenyum. Tere. yang juga sedang mengandung memasuki bulan ketiga. D Selain itu. dan seharusnya ia bisa menjaga ketiga orang tersebut. telepon genggam Jemek berbunyi lagi. pelan.” Jemek segera memakai sepatu. selain mengabarkan tentang apa yang terjadi. Lalu terdengar suara Jemek. ia merasa tidak enak dengan Tere. Setelah kepergian Jemek. bukan malah membuat mereka bertiga mabuk berat di saat yang tidak tepat. Pertama. Tere. Toni hanya tersenyum. istri Teddy. pasangan Bob. sembari berpesan agar diberi tahu segala perkembangan yang terjadi menyangkut Bob dan Teddy. perasaan Jemek berkecamuk. Kelak. ya. ini aku baru akan ke sana. sekaligus merasa tidak enak dengan Widi. Iya. 9 . usaha Heidi berhasil. --i dalam taksi. Ia merasa bersalah. kali ini datang dari Tere. Toni mengaku bahwa ia tahu sesuau akan terjadi menimpa kedua temannya itu. suasana di rumah itu lengang.

Teddy tidak mau duduk di kursi. Bob berada di kursi depan. Jemek juga merasa tidak enak dengan Heidi. “Sori. Bob dikelilingi beberapa petugas kepolisian. Sementara itu. Mek…” Jemek segera mengambil alih tanggungjawab. ia melihat Teddy duduk di lantai sambil bersandar di dinding. lalu berkata. Tetapi ia sudah kembali tidak sadar. Jemek berhasil menggiring kedua temannya itu masuk ke dalam tubuh taksi. Si sopir tahu persis. “Bocah asu!” Teddy sambil mengeriyipkan mata. Sementara Teddy dan Jemek berada di belakang. Sementara Jemek berada di atas kursi. Ia sudah membuat kotor rumah Heidi. Begitu taksi yang ditumpanginya berhenti. setengah berlari menuju empat di mana Bob dan Teddy diperiksa. kondisi dua dari ketiga penumpangnya sedang dalam keadaan buruk. Taksi memasuki halaman rumah Heidi tepat pukul sembilan 10 . dan entah energi apa yang merasukinya saat itu. Mulut Teddy meracau. Jemek langsung melompat keluar. Ia yang menjawab semua pertanyaan dari petugas. Setelah sampai di ruangan tersebut. dan tubuhnya diamankan dengan sabuk pengaman. Taksi berjalan menuju ke Kemang dengan kecepatan yang terjaga. Pertama yang dilakukan oleh Jemek adalah mendekati Teddy. Hanya kurang dari tigapuluh menit. dan janganjangan Heidi pun bisa terlibat peristiwa konyol itu jika persoalan di kepolisian menjadi berlarut-larut. membuat kekacauan. Tubuhnya terjepit. dan memilih untuk tiduran di lantai mobil. lalu mengambil alih semua masalah. Kemudian.sebetulnya apa yang terjadi sehingga Bob dan Teddy gagal ikut penerbangan dan malah terparkir di kepolisian bandara. kepalanya terjuntai ke jendela. memandang ke arah Jemek. dan menepak kepala Teddy sambil berujar. ia mampu menjawab semua pertanyaan dengan baik.

dua untuk Bob. para petugas keamanan bandara mengerubunginya. hanya sepotong kalimat yang keluar dari mulut Teddy. Mereka berdua segera menjadi pusat perhatian di bandara. Bob yang juga sudah teler. mereka pasti akan menjadi pusat perhatian. dan dua untuk sopir taksi. Langkah kedua orang itu terhuyung. Teddy memaksa si sopir agar mau menerima jatahnya. Tahu kalau kedua orang yang baru turun dari taksi mulai menebar kekacauan di bandara. Setiap kali bersimpangan dengan orang. “Aku ini seniman! Aku ini seniman!” 11 . mengumpati mereka. jika tidak pun. Jangankan dalam keadaan mabuk. Kedua orang itu segera dibopong oleh Jemek. Kedua orang itu berambut gimbal dan bertato. mengiyakan. jatah Bob pun dihabiskannya. Sekalipun sopir taksi menolak diberi bir. Sesampai di bandara. Dan dengan cepat. Keenam bir itu lalu dibagi rata. Coki dan penjaga rumah Heidi.malam. Teddy selalu menantang orang itu. justru Teddy menantang mereka untuk berkelahi. Saat mereka membopong Teddy. begitu pintu taksi terbuka. “Aku bersalah kepada Bob…” --Sesungguhnya beginilah rentetan peristiwa yang dialami oleh Bob dan Teddy… Begitu taksi membawa mereka berdua menuju ke arah bandara sore itu. Atau kalaupun tidak. Di saat itulah. di tengah perjalanan. Ia mulai mengumpat dan meracau. Kemudian ia meminta jatah Bob satu kaleng. Lalu ia meminta kembali jatah bir yang telah diberikannya kepada sopir taksi. dua untuk Teddy. Teddy terjatuh. Dan terus berkata dengan keras. Bahkan wajah Bob pun penuh dengan tato. Satu kaleng ditandaskan lagi. dan akhirnya ia membeli empat enam kaleng bir. Teddy yang sudah mabuk berat meminta Bob untuk membeli bir lagi. Dua kaleng bir jatah Teddy lebih dulu tandas.

kalimat yang paling banyak diucapkan adalah. Saat mendengar hal itu. Di dalam tasnya ada obat penenang. “Aku harus pulang! Istriku sedang hamil!” Teddy tidak bisa diinterogasi. Jemek berhasil melakukan proses negosiasi dengan pihak maskapai penerbangan agar tiket mereka berdua bisa digunakan untuk keesokan harinya. Hanya dompet dan tasnya saja yang digeledah petugas. sehingga ia tidak takut mengaku kalau mabuk obat. Jemek datang.Bob ingin mengingatkan Teddy agar ia tidak usah membuat keributan. “Saya mabuk obat!” Bob memang sedang berobat. Maskapai penerbangan yang hendak ditumpangi oleh Bob dan Teddy. Hal utama yang ditanyakan adalah mereka mabuk apa? Ditanya seperti itu. “Kesalahan saya adalah saya minum bir. “Aku ini seniman!”. “Teddy mabuk alkohol!” Lalu petugas bertanya. sekaligus kopian resep dari dokter. kalimat yang paling banyak diucapkan adalah. Ia hanya tahu. Lalu Bob melanjutkan berkata. tindakan Teddy semakin tidak terkontrol. 12 . Tetapi kepala Bob pun sudah berat. mereka berdua pasti akan berhadapan dengan masalah. Dan kita semua sudah tahu apa yang kemudian terjadi di ruangan itu. kalimat Teddy berubah. maka ketika di ruang pemeriksaan. melainkan diseret petugas kepolisian bandara ke ruang pemeriksaan. Jika sebelumnya. tapi hanya sekaleng!” Di saat itulah. menolak mereka berdua untuk ikut serta dalam penerbangan karena mereka berdua mabuk berat. Bob menjawab. Kepulangan mereka tertunda. Di ruang periksa. Bahkan si pilot mengancam. maka ia tidak mau menerbangkan pesawat. pukul delapan pagi. Tetapi bukannya ia bisa ikut terbang. lalu ia dibiarkan terduduk di lantai sambil tetap meracau. Bob mabuk apa? Bob menjawab. Para petugas lalu menginterogasi Bob. jika mereka berdua diijinkan ikut penerbangan. Ia mengumpat dan memaksa agar bisa ikut penerbangan.

Debut ‘kegilaan’ mereka dimulai ketika mereka bertiga. lalu bertanya lagi. “Aku berada di mana?” Coki yang saat itu belum tidur menjawab. T Tetapi yang dikenal paling ngedan saat itu adalah Bob dan Teddy. melainkan juga trio pembikin onar. “Lho kok bisa?” Coki hanya tersenyum. masuk lokalisasi. Malamnya. Teddy dengan bertelanjang dada. Agendanya adalah melakukan takziah karena pendeta yang akrab dengan Teddy sejak kecil. Hal pertama yang keluar dari mulutnya. “Bocah asu!” Teddy tersenyum. Bob dan Toni adalah teman sebaya. ditambah dengan Edo Pillu membentuk sebuah grup musik dengan nama: Steak Daging Kacang Ijo. Kalimat pertama yang meluncur dari mulutnya. di ISI Yogya.Bob terbangun dari tidurnya pukul tiga dini hari. “Aku berada di mana?” Jemek yang saat juga sudah bangun dan bersiap mengantar mereka berdua pergi ke bandara hanya bilang. mereka bukan hanya dikenal sebagai tiga sahabat. dan mereka berempat mabuk berat. Mereka berempat meminjam mobil salah seorang teman. --eddy. meninggal dunia. Tetapi preman- 13 . mereka mampir ke kedai arak. “Di rumah Heidi…” Bob bingung. mereka berdua pergi ke Blora bersama Coki dan seorang teman mereka lagi bernama Sigit. Di kampus mereka dulu. Lalu menyulut sebatang rokok. mereka berempat mengunjungi lokalisasi. Pernah suatu saat. sambil berteriak-teriak. terutama Teddy dan Bob. “Aku seniman kaya! Aku dari dayak dan tatoku banyak! Aku punya teman dari Batak!” Kontan lokalisasi itu heboh dengan segera. mengetuk pintu-pintu kamar. Teddy bangun pukul lima pagi. Dalam keadaan mabuk itulah. dan pemegang setir mobil dipercayakan kepada Teddy.

Setiap kali ada rumah yang menarik perhatian mereka. menyusul ketiga temannya yang lain. Teddy dan Bob turun dari mobil lalu melanjutkan perdebatan mereka. dan sebagian lagi akan menjadi legenda. Kita tidak pernah tahu. sehingga mereka hanya ‘menjaga’ Teddy dari jauh. sembari menenangkan para pelacur agar tidak usah takut. kemudian tidur. Mereka segera menuju kota Cepu. ia mematikan mesin mobil. Teddy menghentikan mobil. Teddy dan Bob masuk ke mobil. tetapi kota Blora yang kecil itu sudah mereka kelilingi. Sepanjang malam. apakah mereka akan menjadi legenda. Akhirnya mereka masuk ke sebuah kompleks pemakaman tua. atau justru termasuk di dalam golongan yang lain: tetap gila. Kisah-kisah di atas adalah sediki dari serentetan kisah gila yang mereka alami. Mungkin kita akan segera diingatkan dengan sebuah pameo tua: sebagian orang gila akan tetap gila. saat matahari sudah mulai terbit. Puas berteriak-teriak. Setelah lelah. Mereka belum puas berdebat. indah atau tidak. Mereka memutuskan untuk mencari sate ayam di daerah Cepu. Perdebatan kacau itu merentang dari mulai apa itu kuburan. 14 . Tetapi kota yang seharusnya hanya ditempuh kurang dari satu jam dari Blora itu tidak juga mereka capai. Setelah lelah berdebat. lalu ia mengajak berdebat dengan Bob. Tetapi yang mereka lakukan adalah berputar-putar di kota Blora. Inti perdebatan itu kira-kira: rumah itu keren atau tidak.preman di sana kenal baik siapa Teddy. Sigit dan Coki hanya bisa menunggu di dalam mobil sambil terus-menerus mengingatkan kalau mereka berdua lapar dan harus segera ke Cepu untuk makan sate ayam. dan kira-kira dibangun tahun berapa. sampai diskusi tentang kematian. Teddy hanya mengitari alun-alun itu. Yang mereka tahu kemudian adalah mereka semua terbangun di pinggir alun-alun kota Blora. gaya artsitekturnya apa. Teddy masuk mobil lagi. yang sudah terlebih dulu terlelap. atau belum sepenuhnya tahu.

Anak Gereja dan Virus Tante Rosa .

.

Teddy hanya diam. Ibunya. tiba-tiba perutnya terasa sakit. dan 17 . memang sejak kecil sudah hidup di Sumatera Barat. Teddy. bapak Teddy. yang ditugaskan ke Sumatera Barat untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta. Sunarmi. Si tante panik. yang pada tahun 1964 ditugaskan ke Sumatera Barat. Di tengah jalan. Sedangkan huruf ‘S’ di depan nama Teddy adalah nama baptis: Stefanus. juga seorang tentara. seperti hendak melahirkan. Nama belakang ‘Darmawan’ diberikan kepada si bayi dengan harapan agar kelak anak itu menjadi sosok yang dermawan. Saat itu. 25 Agustus 1970. sebagaimana biasanya. lahir di Padang. Kebetulan sang bapak berprofesi sebagai tentara. berasal dari Kudus. ia orang Jawa. Awalnya. Dan bayi kecil yang dikandung Sunarmi lahir dengan selamat. oleh sang tante yang saat itu menjaganya.B ANYAK orang mengira bahwa Teddy adalah orang Padang. ibu Teddy. proses kelahiran Teddy merupakan proses kelahiran termudah yang dialaminya. berumur 10 bulan kurang 3 hari. Lalu mereka mampir ke sebuah rumah sakit. Sejak kecil. Teddy meminta untuk dinaikkan pagar tembok setinggi lebih dari 1 meter. Namun sejatinya. di sebuah pagi. D. Mereka memberi nama si jabang bayi itu dengan nama Teddy Darmawan. Teddy terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara pasangan Siradz dan Sunarmi. Sebab di berbagai katalog pamerannya. karena mengikuti orangtuanya. ibu dan bapak Teddy bertemu. dan bapaknya berasal dari Purwokerto. Tetapi tidak lama kemudian. Tetapi Teddy adalah anak Sunarmi yang paling lama dikandungnya. Teddy sudah menunjukkan gejala sebagai anak yang hiperaktif. senantiasa tertulis: S. ketika ia berumur tiga tahun. kemudian melangsungkan pernikahan. umur kandungan Sunarmi saat mengandung Teddy hingga kemudian melahirkan. Pernah suatu saat. ia berdiri dan mulai berjalan-jalan di atas pagar itu. Siradz. Di sanalah. Menurut Sunarmi. Sunarmi berjalan-jalan bersama suaminya.

di rumah sakit. Ia mengumpulkan semua teman lakilakinya sekelas. lalu mereka saling memotong rambut hingga semua anak laki-laki sekelas itu berkepala pelontos. ia mempunyai mobil jip yang persis sama dengan jip buatannya sendiri saat ia masih kecil. usaha si tante terlambat. lalu satu per satu temantemannya juga mencopot topi mereka masing-masing. Keesokan harinya. si guru yang awalnya merasa marah.segera hendak meraih kembali Teddy kecil. Tetapi anak-anak itu malah menundukkan kepala. Teddy segera dilarikan ke rumah sakit. Teddy membuat ulah. dan menjadikan anjing-anjing itu seperti kuda-kuda yang menyeret kereta. Menjelang masuk sekolah dasar. Teddy dikenal kreatif. Begitu tahu apa yang sedang terjadi. Dokter mendiagnosa. Teddy pun ikut dibawa serta. Siradz ditugaskan di daerah Kudus. Teddy lantas membuat semacam kereta kecil. tidak ada yang mencopot topi. Sebelum Teddy berhasil diraihnya. Keluarga Siradz memelihara beberapa anjing kecil. 18 . anak itu telah terlebih dahulu jatuh dengan posisi kepala yang pertama menyentuh tanah. Dan kelak ketika Teddy sudah menjadi pelukis yang cukup ternama. Teddy membikin ulah. semua anak memakai topi. Tetap sayang. dengan cat berwarna biru. Ia terjatuh lagi dari dipan tempatnya dirawat. Mobil itu dikagumi oleh banyak teman sepermainannya. Ketika mulai duduk di kelas 5 SD. Jawa Tengah. berbalik tersenyum. Akhirnya. Ia membuat sendiri mainan-mainannya. Selain menunjukkan tingkah laku yang hiperaktif. saat masuk ke dalam kelas. menjelang kenaikan kelas. Teddy lalu dirawat di rumah sakit. Teddy-lah yang mula-mula mencopot topinya. Mobil mainan itu berupa mobil jip kecil. Teddy menderita gegar otak. Berkali-kali sang guru meminta anak-anak yang bertopi itu untuk melepas topi mereka. Tetapi yang paling diingat oleh Teddy adalah saat ia membuat mobil-mobilan dari triplek. Terang saja guru mereka heran. Tetapi lagi-lagi.

dari Kudus menuju Pati. Jarak dari Banjarejo ke Blora. Dari Kudus menuju Blora. Teddy memilih jalur yang terakhir. tidak mengantar Teddy sampai ke rumah. Dengan diantar oleh seorang tentara yang sedang bertugas saat itu. Teddy dibawa menuju kecamatan Banjarejo. Pertama. Begitu mendapati rumahnya kosong. Teddy didampingi oleh salah seorang pembantu kakeknya. Ketika Teddy pulang ke Kudus. Atau. Di dalam hari Sunarmi. ia mengaku sebagai anak Pak Siradz. relatif jauh. kembali Siradz dipindahtugaskan ke kota Blora. Dari Jakarta. SMPN 1 Blora. --ulus dari sekolah dasar. Teddy bertanya kepada tetangga-tetangganya. dari Kudus menuju Rembang. Di sanalah Siradz bertugas sebagai komandan rayon militer (Danramil). dengan terlebih dahulu melewati Pati dan Juwana. Teddy segera menyusul seorang diri. sejauh 12 kilometer. Sesampai di Blora. Teddy masuk SMP paling favorit sekabupaten Blora. ke mana keluarganya pindah. sekaligus rasa waswas. yang kebetulan juga punya keluarga di Kudus. ditempuh Teddy pulangpergi dengan naik angkutan pedesaan (angkudes). Ketika tahu bahwa keluarganya pindah ke Blora. Teddy segera menuju ke Kodim Blora. Tetapi tepat di saat pindahan rumah.Saat naik kelas menuju kelas 6 SD. mobil colt pick L 19 . Kedatangan Teddy seorang diri ke Blora. Saat itu. Teddy baru saja naik ke kelas enam. Jarak antara kota Kudus dan kota Blora. Di sana. sempat membuat geger keluarganya. baru kemudian menuju Blora. Keluarga itu pindah rumah tanpa Teddy. setelah sampai Rembang perjalanan bisa dilanjutkan menuju ke Blora. Teddy sedang berlibur di rumah kakeknya yang berada di Jakarta. ia mendapati rumahnya telah kosong. Tetapi orang yang dititipi Teddy. Ia melewati kota Rembang. bisa ditempuh dengan 2 jalur. Anak kecil itu mulai menunjukkan nyalinya. terselip perasaan bangga. lalu melanjutkan ke Purwodadi. sebuah kecamatan arah barat daya dari kota Blora.

dijadikan satu kelas: 2A. Di kelas itu. begitu memasuki tahun kedua. bahkan di jam-jam istirahat pun mereka berada di dalam kelas untuk belajar. Begitu mereka berkenalan. tetapi juga cukup bandel. Sudah jamak di tahun-tahun itu. Di SMP itulah. yang rata-rata begitu suntuk dengan pelajaran. Di sana. Persahabatan dua orang itu terjadi hanya karena soal sepele. anak-anak terpandai dirangking. seorang keturunan Tionghoa. naik di atas atap mobil. Untung termasuk siswa yang cerdas. sementara Bowo berada di belakang. Bagi mereka yang masuk rangking 40 besar. Teddy sering mampir ke rumah Bowo untuk samasama berangkat ke sekolah dengan naik sepeda angin Bowo. 20 . mengayuh sepeda. Teddy mengenal Bowo. Sedangkan Bowo. sebuah istilah lokal di mana seorang siswa tidak masuk kelas hanya untuk mata pelajaran tertentu. Nama panggilan Jemek memahkotai Bowo ketika ia kelak kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Hobinya adalah bergelayut di bagian paling belakang. Tetapi persahabatan mereka tetap berjalan. terdapat rumah Bowo. Hanya saja. sesuai dengan kapasitas intelektualnya saat itu. Angkudes yang ditumpangi Teddy. maka Teddy yang berada di depan. Bowo saat itu belum dipanggil Jemek. mereka sering ngeblong. Teddy harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer lagi. Untuk menuju ke SMPN 1 Blora.up. menerima takdirnya sendiri. Di antara jalan yang harus ditempuhnya itulah. hanya turun di sebuah perempatan kota. dan karenanya ia masuk kelas 2A. atau kalau tidak. Berbeda dengan kebanyakan teman sekelas Teddy yang lain. yang sampai sekarang merupakan sahabat karibnya. di kompleks kuburan itu. Satu-satunya teman yang bisa diajaknya membandel adalah Untung. Teddy tidak kerasan. Karena Bowo yang memiliki sepeda. Mereka bertiga sering ngeblong di sebuah kuburan yang dekat dengan lokasi sekolah mereka. Bertiga bersama Untung. Teddy masuk rangking 18. membonceng. ia berada di kelas 1E.

mereka merokok dan makan buah jamblang atau duwet.
Saat memasuki tahun ketiga SMP, Bowo kembali satu kelas
dengan Teddy. Kenakalan mereka semakin menjadi-jadi. Mereka
berubah dan mulai tumbuh sebagai duo-pembikin-onar. Salah
satu hobi mereka adalah mendekati anak laki-laki yang terlihat
alim, lalu menginterogasi mereka satu per satu. Biasanya
materi ‘interogasi’ itu menyangkut apakah anak tersebut sudah
pernah melakukan onani atau belum. Jika mereka menjawab
sudah, duo-pembikin-onar itu akan membuat propaganda dan
menyebarluaskan. Tetapi jika ada anak yang menjawab belum,
mereka merayu dan membujuk mereka bahwa melakukan onani
itu nikmat sekali.
Dengan segera Teddy dan Bowo menempati urutan teratas
sebagai anak bandel sekaligus duo yang disegani di SMP yang
kebanyakan siswanya bukan hanya merupakan anak-anak
terpintar di kabupaten tersebut, melainkan juga tempat sekolah
anak-anak para pejabat di tingkat kabupaten.
Karena mulai menduduki ‘posisi sosial’ tertentu dan mulai
menancapkan pengaruh mereka, maka apa yang dilakukan oleh
Teddy dan Bowo segera dianut oleh taman-teman mereka yang
lain. Termasuk salah satunya adalah menonton film di gedung
Bioskop, terutama film-film dengan tulisan: Untuk 17 tahun ke
atas. Tetapi baik penjual tiket maupun petugas bioskop tidak
pernah peduli. Bintang pujaan mereka saat itu adalah Eva Arnaz.
Duo itulah yang menyebarkan virus Tante Rosa, sebuah
akronim dari bahasa Jawa: Tangan tengen, nganggo sabun (Tangan
kanan, memakai sabun). Sebuah istilah yang mendeskripsikan
bagaimana seseorang melakukan onani.
Lalu mereka pun mulai ikut mempopulerkan sebuah guyonan
khas anak muda saat itu. tiba-tiba saja, entah Bowo atau Teddy
memanggil teman mereka. Mereka berdua pura-pura bersedih
dan menyesal. Mereka bilang, “Wah aku sudah tidak perjaka
lagi…”

21

Kalau kemudian si lawan bicara mereka bertanya dengan
siapa mereka berdua melakukannya, maka dengan serempak baik
Bowo maupun Teddy menjawab, “Dengan Dita…”
Hampir semua orang yang diajak bercakap model begituan,
pasti mulai berpikir keras. Ada begitu banyak nama Dita di
sekolah mereka saat itu. Kalau kemudian lawan berbincang
mereka mulai capek menebak Dita yang mana, barulah kedua
orang itu menjawab, “Di tangan!”
--eluarga Siradz memeluk agama Kristen Protestan.
Keluarga itu sangat religius. Konsekuensinya, anakanak mereka pun sering diajak terlibat dalam kegiatan
keagamaan, tak terkecuali Teddy.

K

Sejak kecil, Teddy sudah terbiasa menjadi anak gereja. Ketika
semakin besar, ia mulai terlibat dalam berbagai kegiatan yang
berhubungan dengan agama. Kalau ada hari raya tertentu yang
diperingati agamanya, maka ia terlibat, mulai dari ikut mendesain
panggung gereja, sampai ikut bermain drama.
Pernah suatu ketika, saat Teddy sedang muncul di panggung
untuk memerankan seorang tokoh, tiba-tiba adik terkecilnya,
Samuel, yang saat itu baru berumur tiga tahun, entah bagaimana
bisa muncul di atas panggung. Pasangan Sunarmi dan Siradz
tentu saja terkejut, dan merasa degdegan, menunggu apa yang
terjadi selanjutnya.
Di atas panggung, tak kalah terkejutnya. Apalagi saat Samuel
mulai berteriak, “Mas Teddy, Mas Teddy…”
Di saat itulah, improvisasi Teddy muncul. Cerita yang semula
sangat serius, tibatiba ia belokkan menjadi bergaya srimulatan.
Dengan segera Teddy berkata, “Iki anake sapa, melu-melu munggah
panggung…”
Semua pengunjung gereja tertawa terpingkal-pingkal.
Pertunjukan malam itu boleh dibilang sukses. Dan Teddy menjadi

22

bintangnya.
Bahkan ketika Teddy kelak menginjak bangku SMA, ia juga
mengajar di sekolah Minggu. Di luar semua itu, mungkin kedua
orangtua Teddy belum begitu tahu kebandelan anaknya di luar
rumah.
Sementara itu, keluarga Bowo adalah keluarga yang cukup
berada, setidaknya untuk setingkat kabupaten Blora. Ayahnya
bekerja di Perhutani. Di daerah seperti Blora, di mana dikenal
dengan kualitas kayu jati nomor 1, dan sekaligus mempunyai
wilayah hutan jati yang luas, pegawai Perhutani menempati urutan
perekonomian yang cukup tinggi. Seorang Administratur, yang
mengepalai sebuah Kawasan Pengelolaan Hutan (KPH), bisa
jadi lebih kaya dibanding seorang bupati. Dulu, sebelum hutan
jati dalam keadaan serba-rusak seperti saat ini, ada istilah jaspro,
akronim dari ‘jasa produksi’, di mana semua pegawai perhutani
akan menerima uang jaspro yang bisa sampai lima kali lipat gaji
bulanan mereka. Sekalipun bukan seorang administratur, ayah
Bowo adalah pegawai Perhutani dengan posisi yang cukup tinggi.
Di rumah Bowo itu, Teddy sudah dianggap sebagai keluarga
sendiri. Teddy sering makan di sana, bahkan sesekali menginap.
Karena hubungan antar-anak yang cukup dekat, akhirnya
keluarga Siradz pun akrab dengan orangtua Bowo.
Di rumah Bowo pula, Teddy mulai suka membaca buku.
Orangtua Bowo berlangganan Kompas, sementara di rumah
Teddy hanya ada koran Angkatan Bersenjata (AB). Di rumah
Bowo juga melimpah dengan berbagai buku bacaan, maklum
saja karena saudara-saudara Bowo yang lebih tua sangat gemar
membaca, dan kadang-kadang saudara-saudara keluarga Bowo
yang tinggal di kota-kota besar sering mengirimi berbagai buku.
Bacaan favorit Bowo dan Teddy adalah serial Musashi, yang
dimuat secara berkala di koran Kompas, serta berjilid buku
ensiklopedi untuk anak-anak.
Sampai sejauh itu, kedua keluarga ini hanya tahu kalau Teddy

23

dan Bowo tidak termasuk anak yang nakal. Kalau pun toh nakal,
itu kenakalan khas anak-anak yang biasa saja.
--ulus dari SMP favorit di kabupaten Blora, Teddy dan
Bowo masuk ke SMA yang juga favorit di kabupaten itu:
SMAN 1 Blora. Di sinilah, masa-masa remaja kedua anak
itu mulai lebih bergeliat lagi.

L

Bacaan-bacaan di rumah Bowo sudah ‘tidak mencukupi’ lagi
keingintahuan mereka akan hal-hal lain. Mereka mulai membeli
dan membaca majalah remaja Hai, dan mulai rajin mengunjungi
perpustakaan daerah yang terletak di sebelah utara alun-alun
kabupaten Blora, jadi satu dengan kompleks kantor bupati.
Di usia itulah, mereka mulai membeli dan mendengarkan
musik-musik cadas yang sedang merebak saat itu, seperti
Skid Row, Iron Maiden dan Kiss. Mereka berdua pun mulai
membentung sebuah geng dengan nama: Ndeprox’z.
Saat berada di SMA, ketrampilan Teddy dalam hal seni
mulai moncer. Ia membuat sendiri tas sekolah yang berbahan
dari poster-poster grup musik yang ia sukai. Poster-poster itu
dilaminating, lalu dibuat tas. Jika ada orang yang tertarik, maka
Teddy menjualnya. Uang hasil penjualan itu dipakainya untuk
membeli rokok, minuman keras, dan juga berjudi.
Selain membuat tas, Teddy juga membuat stiker dan kaus.
Di saat itu, sudah biasa setiap kelas menunjukkan identitasnya
dengan membuat stiker dan kaus. Hampir semua kelas di SMA
1 Blora saat itu, memesan stiker dan kaus dari Teddy. Desain
kaus dan stiker Teddy sudah mulai dikenal sangat menarik, dan
berkualitas bagus. Untuk memesan stiker, Teddy dan Bowo sering
pergi ke kota Kudus, sementara untuk memesan kaus, mereka
berdua pergi ke Klaten. Hasil ‘bisnis kecil-kecilan’ itu, lagi-lagi
selalu habis untuk tiga hal: rokok, alkohol dan perjudian.
Ketika naik ke kelas 2, Teddy sempat stres berat. karena
berdasarkan rekomendasi dari pihak sekolah, ia harus masuk

24

ke kelas 2 Fisika. Sementara itu, Bowo masuk ke kelas Sosial.
Mungkin hal itulah yang membuat kenakalan Teddy semakin
menjadi-jadi. Ia kerap bolos hanya untuk berjudi, terutama di
saat ada pelajaran-pelajaran yang tidak ia sukai.
Di sekolah, Teddy dan Bowo pun mulai sering membuat ulah.
Bukan saja mereka semakin sering membolos dan ngeblong,
terutama jika sedang memesan stiker dan kaus, tetapi juga
melakukan hal-hal lain yang di saat itu sudah bisa membuat
orang menggelengkan kepala.
Suatu saat, Teddy pernah membuat ulah sehingga bapaknya
harus dipanggil kepala sekolah. Di SMAN 1 Blora saat itu, di
setiap ruang kelas, di atas papan tulis, selalu ada gambar burung
garuda Pancasila yang diapit oleh presiden dan wakil presiden.
Entah kegilaan apa yang merasuki pikiran Teddy saat itu, gambar
presiden disiletinya hingga hancur.
Kedua orangtua Teddy dan Bowo juga pernah sama-sama
dipanggil kepala sekolah lagi. Gara-garanya, saat itu usai liburan
panjang, di mana Teddy melewatkan waktu liburan dengan
berlibur ke Jakarta. Di kota besar itu, grafiti sudah mulai muncul
di mana-mana. Begitu pulang, seluruh kota Blora, di pikiran
Teddy adalah ‘hamparan kanvas kosong’. Dengan segera, berbekal
belasan botol piloks, seluruh tembok kota Blora penuh dengan
kata: Ndeprox’z. Tentu saja pelakunya gampang ketahuan. Empat
pentolan geng itu dipanggil oleh kepala sekolah beserta orangtua
masing-masing, dua di antara empat orang itu, tentu saja Teddy
dan Bowo.
Ndeprox’z sendiri, mulai melegenda di kota kecil Blora. Setiap
malam minggu, puluhan remaja dan anak-anak menunggu
kemunculan geng itu dengan sepeda motor mereka mengitari
alun-alun kota Blora. Penampilan mereka cukup eksentrik,
dari mulai aksesoris sepeda motor sampai pakaian yang mereka
kenakan. Dan semua itu tidak luput dari sentuhan seni tangan
Teddy.

25

Selain mulai mengoleksi jenis kenakalan seperti mengkonsumsi
alkohol, main judi dan juga melakukan kegiatan corat-coret
tembok, Teddy juga mulai suka berkelahi. Biasanya, setelah
beberapa geng saling memamerkan diri mereka mengitari alunalun kota Blora, mereka kemudian minum-minuman keras di
pojok-pojok tertentu. Saat mabuk seperti itulah, Teddy sangat
sensitif. Ada apa-apa sedikit, ia mudah tersinggung. Tetapi ia
tidak pernah mengajak teman-temannya untuk membela dirinya.
Ketika temantemannya sedang asyik minum-minuman keras, ia
berdiri dengan tenang, mendatangi kelompok lain yang berada
di pojok alun-alun yang lain, lalu ‘bak-buk-bak-buk’ berkelahi.
Kemudian ia bergabung lagi dengan temannya untuk ikut minum
lagi, sembari mukanya telah lebam, dan bibirnya telah berdarah.
Jika teman-temannya tahu hal itu dan hendak membelanya,
Teddy selalu bilang, “Sudah, sudah, semua sudah selesai.”
Sementara di dalam lingkungan sekolah nama Teddy mulai
terkenal, di luar sekolah namanya pun merambah dunia yang
lain. Ia kenal dengan baik para tukang becak, sopir angkutan, dan
juga para preman. Setiap kali ia naik motor, tangannya tak pernah
berhenti melambai, karena kenalannya berada di mana-mana.
--enjelang kenaikan kelas dua ke kelas tiga, sehari
sebelum penerimaan rapor, di SMAN 1 Blora sudah
tersebar isu tentang siapa-siapa yang tidak akan naik
kelas. Sejumlah anak yang merasa diri mereka bandel, mulai
merasa waswas, termasuk Bowo dan Teddy. Salah seorang murid
mengaku telah menerima bocoran siapa saja yang tidak akan
naik kelas. Ada dua nama yang disebut, dan salah satunya adalah
Bowo. Nama Teddy lolos, artinya, Teddy naik kelas. Segera Bowo
stres berat. Teddy dengan gayanya yang sok bijaksana berusaha
menenangkan Bowo, “Sudahlah, Wo, tidak apa-apa. Kita tetap
saja berteman sekalipun nanti aku jadi kakak kelasmu.”

M

Kalimat yang bernada menghibur itu justru menyakiti hati
Bowo. Ia segera pulang. Sesampai di rumah, Bowo menunggu

26

Kalau mereka berkumpul.” Keesokan harinya. Kalau kamu malu sekolah di sana. muka Bowo menunjukkan penyesalan yang mendalam. Teddy dan Bowo saling bersalaman. Lalu tiba giliran bapak teddy keluar dari ruang kelas. Ketika teman-temannya mulai lulus dan kuliah. dengan gugup Bowo mulai bercerita. Saat itu. kapan mereka balik ke kota tempat mereka kuliah. pasti di antara mereka saling bertanya. Ketika liburan semesteran tiba. “Kamu naik kelas. Ia semakin rajin berjudi dan rajin menenggak minuman keras. Yang keluar pertama kali adalah bapak Bowo. Segera Bowo bertanya. Sambil bercerita seperti itu. Yogya. menjelang liburan berakhir.bapaknya pulang dari kantor. Dan terakhir. ya pindah saja. “Lihat saja besok. kok. ada yang di Jakarta. deh… Kalau tidak naik ya terserah kamu. Bagaimana. Solo. Dan di fase itulah ‘penderitaannya’ semakin mengencang. lalu berkata. teman-temannya berkumpul dan saling bercerita tentang kegiatan mereka di kota-kota tempat mereka kuliah. Teddy-lah yang tidak naik kelas. ia baru naik ke kelas tiga. Pak?” Si Bapak tersenyum dan bilang. Mendapati dirinya yang kemudian berada di satu tingkat dibandingkan teman-temannya yang lain. atau liburan lebaran. Setelah bapaknya pulang. bapaknya sudah berkata. mereka selalu bertanya. Teddy belum sempat bertanya. Bowo dan Teddy duduk menunggu berdampingan. sang bapak hanya diam. Ted?” 27 . ayo pulang!” Ternyata. saat penerimaan rapor. awalnya membuat Teddy merasa stres berat.” Bowo bersorak gembira. kemungkinan besar ia tidak naik kelas. Bowo kuliah di STIE Perbanas Jakarta. “Teddy. Mendengar hal seperti itu. Semarang dan Surabaya. “Kamu balik kapan.

Saat kuliah. Teddy sempat agak kecewa dengan pilihannya. Sebuah teknik yang memutuhkan kejelian. Tetapi saat itu pula ia sadar bahwa beberapa ketrampilan yang kelak dibutuhkannya. Teddy. Akhirnya kedua orangtua Teddy mencari-cari kabar. karena bingung. Di sana ia diajari dasar-dasar teknik menyungging wayang. ia tidak mengerjakan soal-soal ujian. ia mengikuti saja saran ibunya. kebandelan Teddy semakin menapaki taraf yang lebih tinggi lagi saat berada di Solo.Jika ditanya seperti itu. Namun ketika tes. Yang penting saat itu bagi Teddy ada kata: desain. dan semakin kerap mabukmabukan. ia pernah mendengar profesi itu. Selain itu. 28 . Saat itulah. Ia berkarib dengan beberapa preman. di mana sekolah yang dimaksudkan Teddy. Teknik itu adalah memberi karakter kepada tokoh-tokoh wayang. Teddy juga belajar teknik yang menurutnya sangat penting. yakni teknik membuat wondo. Teddy bilang kalau ia ingin jadi desainer. Mereka akhirnya menyerahkan apapun pilihan Teddy. Salah seorang kenalan orangtua Teddy menyarankan agar Teddy masuk saja ke STSI Solo. Teddy hanya bisa mengumpat. di bayangan Teddy ia ingin menjadi seorang desainer. dan ia masuk ke jurusan desain set panggung. Semarang. Barulah di sana. Ibunya sendiri yang saat itu mengantar Teddy ke Semarang. “Asu!” Begitu lulus dari SMA. terutama dalam membuat gradasi warna. Ibunya lalu menyarankan agar Teddy mnecoba masuk ke Politeknik Universitas Diponegoro. Namun. Yang jelas. Teddy akhirnya mendaftar masuk. Belum jelas saat itu. dan ia merasa ia bisa serta cocok dengan keinginannya. Namun kali itu ia gagal. ia meminta untuk mendaftar di ISI Yogya. Tentu saja ia tidak diterima. Orangtua Teddy tentu saja bingung. pastilah berguna. walaupun ia belum tahu kelak itu akan seperti apa. apa itu desainer. saat lembar jawaban dihadapinya.

terutama dalam hal menyungging dan mengerjakan wondo. Teddy lama menghilang.” ungkap Bonyong. 29 . Teddy mempersiapkan dan mengasah ketrampilannya agar bisa diterima di ISI.Salah satu dosen Teddy bernama Bonyong Munni Ardhi. Ternyata selama bebeapa bulan itu. dan mengabarkan kalau ia sudah diterima masuk ISI. salah satu tokoh yang pernah ikut mewarnai suasana ISI Yogya. pada tahun 1992. dan tidak pernah lagi menemui Bonyong. Dan yang paling penting. Setelah dua tahun kuliah di STSI Solo. “Ia perlu teman dan lingkungan yang tepat untuk mengasah ketrampilannya. Teddy menemui Bonyong. dan diterima. ia ikut tes masuk ISI. dasar-dasar pelajaran penting di STSI sudah ia kuasai. Teddy menggut-manggut. melihat Teddy tidak tepat berada di Solo. Bonyong menyarankan agar Teddy mencoba masuk ISI jurusan seni lukis. Bonyong tersenyum lega. Kemudian ketika suatu saat bertemu denan Teddy. Saat itu. sebetulnya Teddy juga sudah berpikir untuk mencoba lagi masuk ISI. Setelah pertemuan itu.

.

Ibunya Lima .

.

Rumah Sakit Mangkuyudan. yang kebetulan kenal baik dengan Ninung. menyuruh Ninung agar menginap saja di rumah sakit. Ninung sedang hamil tua. pengaruh psikologis tentang ketakutannya untuk melahirkan. dokter yang sedang bertugas saat itu. Perdebatan kecil terjadi. Sesungguhnya yang terjadi pada diri Ninung adalah perasaan takut. akhirnya dokter yang berjaga berkata kepada 33 . Ninung merasa belum saatnya melahirkan. “Dok. berpengaruh besar pada kandungannya. Apalagi di rumah sakit itu. perasaan khawatir Ninung pada anak yang sedang dikandungnya lebih dominan. ia telah mengalami ‘bukaan pertama’. Dokter Anwar. Saya tidak usah nginap saja. penuh sesak dengan orang yang akan melahirkan. sih? Sudah bukaan pertama kok tidak mau menginap. Segera Ninung ditangani oleh petugas jaga.Y OGYA. tetap tidak ada perkembangan lebih lanjut. Keesokan harinya. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit Mangkuyudan lagi. Besok saya ke sini lagi.” sergah dokter Anwar. 24 Mei 1971. dengan catatan pasangan itu harus selalu berjaga-jaga jika terjadi apa-apa. Tetapi saat itu. Tapi ketika keesokan harinya lagi. Setelah beberapa kali diperiksa. Ia takut melahirkan. seakan ingin mengharapkan rasa maklum dari dokter yang memeriksanya itu. Salah satu di antara mereka adalah Ninung. “Kamu itu bagaimana. Kemungkinan besar. suara erang kesakitan perempuan-perempuan lain yang sedang melahirkan bisa didengarnya dengan jelas. Sunardiyono. Umurnya saat itu baru 19 tahun. Hari itu.” begitu katanya dengan nada pelan. Dengan diantar oleh suaminya. Akhirnya sang dokter yang mengalah. pertanda seharusnya sebentar lagi bayi yang dikandungnya akan keluar. tidak ada perubahan di diri Ninung. Ninung diijinkan pergi. kayaknya saya masih lama melahirkannya.

dengan umur kandungan tepat 9 bulan dan 10 hari itu. dan ketakutan dioperasi sehingga si bayi bisa lahir dengan cepat. Begitu mendengar dua kata: kamar operasi. Nama ‘Bob’ diberikan kepada jabang bayi karena ninung sangat tergia-gila dengan suara Bob Tutupoli. bekerja di pengilangan minyak swasta. Suteja. KO itu apa?” “Kamar Operasi. Nama ‘Agung’ diberikan oleh suster yang membantu melahirkan si bayi dengan harapan agar si bayi kelak penuh dengan keagungan. Bayi yang dikandungnya lahir dari sebuah ketegangan yang dicipta dari dua tiang pancang: ketakutan melahirkan sehingga prosesnya lama. ia bertanya kepada si dokter. segera ketakutan memuncak di diri Ninung. Tetapi justru di saat itulah. P Ninung saat itu sudah memutuskan untuk berhenti dari sekolah 34 . si sulung dari lima bersaudara Pandawa. tetapi bisa juga tidak. sedangkan Sunardiyono berasal dari keluarga kaya. Raut wajah si dokter. diberi nama: Bob Yudhita Agung. Satu-satunya yang sama dari kedua pasangan itu adalah mereka sama-sama masih muda. Bu…” jawab si dokter pelan. “KO dibuka!” Ninung kaget. bayi yang dikandungnya segera lahir dengan cepat. ayah Sunardiyono. bisa saja menjadi kenyataan. dan saat itu Suteja sedang bertugas di Palembang. Bayi yang lahir pada tanggal 26 Mei. Namun sebagaimana setiap doa dan pengharapan. Nama adalah doa dan pengharapan. Sedangkan nama tengah ‘Yudhita’ disematkan ke bayi itu karena Ninung berharap agar kelak anaknya sebijaksana tokoh wayang bernama Yudhistira. --asangan Ninung dan Sunardiyono adalah pasangan dengan latar belakang yang berbeda. Ninung berasal dari keluarga yang pas-pasan. dan istilah ‘KO’ membuatnya khawatir. Dengan nada takut.petugas medis yang membantunya. “Dok.

“Bahkan dulu. Sedangkan Sunardiyono. Sementara itu. yang hanya berjarak kurang-lebih 2 kilometer dari daerah Pandega Bakti. beliau telah meninggal dunia. Menjelang Yudhi masuk sekolah dasar. Apalagi Ninung tinggal di daerah Seturan. bernama Suharto. Dan hal seperti itulah yang mulai kerap menghantui pasangan muda itu.” lanjut Ninung. Ninung kemudian menikah lagi dengan tetangganya. “Seperti Sophan Sophian…” kenang Ninung. Percekcokan pun kerap terjadi. Mereka berpisah. dalam sejarah hidupnya menikah sebanyak tiga kali. begitu Ninung memanggil anaknya. Yudhi mulai dipanggil temantemannya dengan nama depannya: Bob. Yudhi. Walaupun telah berpisah. Jika ada acara keluarga dari pihak Suteja. berumur 11 bulan. saat baru saja bercerai dengan bapak si Yudhi. Ketika masuk sekolah dasar.” begitu pengakuan Ninung. Kini. sedangkan Sunardiyono masih mencoba bertahan melanjutkan sekolahnya. saya masih sering dikirimi wesel oleh Pak Suteja. kerap sekali Sunardiyono diincar oleh para gadis. Si Bob kecil ini sangat 35 . hubungan Ninung dengan keluarga Suteja terjalin dengan baik. menggambarkan bagaimana baiknya hubungan dua keluarga itu. Ninung pun masih sering menengok Yudhi. pasangan Suteja dan Sutinem. “Pak Nardi dan Pak Harto juga berhubungan dengan baik. akhirnya diambilalih oleh orangtua Sunardiyono. Karena ketampanannya itulah. pasangan itu sudah tidak dapat dipertahankan lagi. mereka kerap satu mobil. Yudhi dibawa ke Palembang. adalah laki-laki yang tampan. Saat Yudhi. yang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). menurut Ninung. pasangan Suteja dan Sutinem pindah ke Yogya.menengah. Mereka menempati rumah di kawasan yang cukup elit di Yogya. Sunardiyono. anak hasil pasangan Ninung dan Sunardiyono. di daerah Pandega Bakti.

dan suami saya seorang pegawai negeri. terutama para tentenya yang dipanggil ibu. sekaligus ia bergelimang uang. Saking dimanjanya. Bakat corat-coretnya.dimanja oleh keluarga besar Suteja. saat masih gadis remaja. Hal itu terus dilakukannya sampai SMA. Bob selalu menyabet gelar juara. Tatik dan Tutik. Ia juga dikenal pintar merangkai bunga. Soal hal seperti itu. kemungkinan besar didapat dari Ninung. oleh teman-temannya. selalu siap memberi. maka Bob pun memanggil ‘mamak’ kepada Sutinem. B Dulu. Ninung menjelaskan. dan juga neneknya. Klenthing. Bahkan. ibu-ibunya. dan mulai sering mencorat-coret di kertas gambar. Puluhan tropi dan piagam penghargaan sebagai juara lomba menghiasi sebuah lemari di rumah keluarga Suteja. dia menjadi juara harapan 36 . Bob kecil bukan hanya bergelimang kasihsayang. Kami harus menyekolahkan anak-anak kami sendiri. Bob kecil pun mulai sering diikutkan lomba menggambar. Paling apes. sejak kecil Bob tidak pernah mau makan kalau tidak ada ayam goreng. maka Bob pun memanggil tante-tantenya dengan panggilan ‘ibu’. Ninung dikenal sebagai perempuan yang ‘nyeni’. Apapun yang diminta oleh Bob. Karena tidak bersama dengan Ninung. Karena begitu disayang oleh tantetantenya. Setiap kali ikut lomba. Ia lebih sering berada di rumah. dan hal itu membuat banyak orang suka dengan klenthing Ninung. Dengan ‘lima orang ibu’ itulah. Maklumlah. “Kalau saya sih tidak bisa memberi uang.” --ob kecil jarang keluar rumah. yang dipenuhi mainan. ibu kandungnya. Bob memanggil dengan sebutan: Ibu Ninung. neneknya. Ada tiga tantenya yang dipanggil dengan sebutan ‘ibu’ yakni Murti. Sedangkan kepada Ninung. Ninung membuat sebuah kolam kecil yang indah di rumahnya. alat mengambil air yang terbuat dari tanah liat miliknya digambari. saya hanya ibu rumah tangga biasa.

Kalau pun toh sakit. Bob lebih suka mengoleksi kaset band-band negeri sendiri. Tetapi ia tidak pernah berkelahi. Karena punya banyak uang. Tapi sayang. Bob paling menyukai grup rock Power Metal. Bob dikenal rajin mengaji dan salat lima waktu. Dan obatnya juga mudah. itu pun berasal dari para penyanyi atau grup musik dari negeri Jiran. Bob bilang sambil tertawa. sekalipun suka menyanyi. B 37 . yang saat itu banyak mendominasi tangga-tangga lagu di Indonesia. Bob tetap menjadi ‘anak manis’ sekaligus anak rumahan. Ia sudah khatam Alquran sebelum kelas 6 SD. dan kalau pun mengoleksi kaset dari negeri asing. Dari para musisi negeri sendiri. paling hanya masuk angin. Saat itu. tinggal memberi tahu ibu kandungnya. Satusatunya ‘kenakalan’ yang pernah dilakukannya saat SMA hanyalah mencoba merokok di atap rumah. Sedangkan lagu Isabela. yang dilantunkan oleh musisi dari negeri Jiran. kalau tidak juara satu pastilah juara dua. musisi yang dikagumi ibu kandungnya. Bob juga akrab dengan lagu-lagu. Bob tidak suka Bob Tutupoli. Selebihnya.dua. Bob tergabung dalam geng Q’zruh. Bob juga tergabung dalam sebuah geng. Selain itu. lalu Ninung akan datang ke Pandega Bakti untuk ngerokin Bob. pasti teman-temanku maju lebih dulu. adalah ‘lagu wajib’-nyasampai sekarang. di Yogya ada dua geng besar” Q’zruh dan Joxin.” Dan sebagaimana remaja yang lain. suara Bob tidak semerdu suara Bob Tutupoli. Hampir semua remaja SMA saat itu mejadi pendukung salah satu geng tersebut. Namun berbeda dengan temantemannya. ia mengalami rasa bersalah yang luar biasa. Sebagaimana umumnya anak-anak remaja yang lain. ia mengoleksi ratusan kaset. Tetapi setelah itu. Sampai SMA. “Kalau aku mau berkelahi. --ob jarang sakit. Dan tentu saja.

Namun pernah suatu saat Bob harus diopname selama beberapa bulan di rumah sakit karena sakit tipus. uang Ninung hanya pas-pasan. Hati Ninung ragu-ragu. Ia tidak jadi membeli nomor yang disarankan oleh temannya. untuk mengganti pengetahuan formalnya yang terhenti di tengah jalan. maka ia tidak punya sedikit pun uang untuk membayar biaya pengobatan Bob. Mulai dari kursus menjahit. Ninung. Untuk kali itu. sampai aktif di Darma Wanita tempat suaminya bertugas. Bahkan sejak remaja. Dan ia pun dikenal kawan-kawannya sebagai orang yang cakap berorganisasi. nomor itulah yang memang keluar. namun pergaulannya luas. Salah seorang teman Ninung yang kebetulan berprofesi sebagai pencatat judi Loda. sehingga ia bisa mendapatkan banyak keringanan biaya. Ninung selalu ikut kursus. sejenis judi legal yang saat itu marak (semacam SDSB). 38 . Selain suka berorganisasi. Belasan angkutan. Sayang. sampai berbagai kursus kesehatan. sekalipun tidak tamat SMA. maka ia akan bisa membayar lunas semua biaya Bob. dokter di rumah sakit itu banyak yang kenal dengan Ninung. kursus memasak. saat salah satu pimpinan suaminya melakukan pindah rumah dari Lampung ke Yogya. Akhirnya Ninung tidak berani berspekulasi. kalau uangnya dipakai untuk berjudi dan kemudian menang. bahkan akan ada sisa cukup banyak. Ia ikut berbagai jenis organisasi. diatur oleh Ninung dari mulai Lampung sampai Yogya. ia dikenal sebagai gadis yang ‘gaul’. mulai dari truk sampai mobil pribadi. Ninung diberi nomor yang diperkirakan akan keluar. Saat itu ia berpikir. Tetapi jika ternyata nomor yang dibelinya tidak keluar. Karena kepintarannya itu. Untunglah. kursus merangkai bunga. Ninung ingin sekali bertanggungjawab dengan membayar biaya rumah sakit. Ninunglah yang diminta untuk memimpin pindahan rumah. terutama kecapakannya di dalam mengorganisasikan sesuatu. Dan sialnya. dari mulai klub sepeda angin. Hampir semua jenis kursus ketrampilan pernah ia ikuti.

Oleh karena itu. Ninung.” ungkap Bob. Ninung jugalah yang sering mengantar Bob ikut lomba menggambar. Aku ingin bebas!” tegas Bob. sebab ia sadar kalau ia tidak mungkin membiayai kuliah Bob. “Aku tidak ingin jadi orang kantoran. yakni bebas 39 . Mereka yang membiayai semuanya. termasuk Bob. mengambil jurusan perminyakan. yang kerjanya pergi ke lau atau pergi ke hutan. sebagaimana kebanyakan orang tua saat itu. Ninung mempunyai 4 orang anak. Tetapi saat itu. Bob pun lantas masuk ke sebuah universitas swasta di Yogya. Pernikahannya dengan Suharto. atau jadi orang yang kerja di perminyakan. --asalah mulai muncul saat Bob lulus SMA. “Toh aku tidak membayar. Ia ingin masuk ISI. Bob menurut. termasuk Bob. Artinya. Bob belum berani melakukannya. “Bahkan saat masih di SMA pun saya masih suka mengantarnya ikut lomba menggambar. hati kecilnya mulai berontak. Ia ingin jadi pelukis. keluarga Suteja menyarankan agar Bob pun kuliah di bidang perminyakan. hampir semuanya bekerja di bidang perminyakan. juga tampak dari caranya membagi waktu kepada anak-anaknya. juga berharap anaknya kalau tidak menjadi dokter ya menjadi insinyur. Tetapi ia tidak berani menyarankan kepada anaknya. M Sebagai anak manis yang tidak pernah memberontak.Kepiawaiannya dalam hal mengatur sesuatu. dari dirinya sampai anak dan menantunya. Ninunglah yang bertugas untuk mengantar dan menjemput kelima anaknya itu. Di keluarga besar Suteja. Sementara itu. Sebab ia juga sedang menikmati ‘kebebasannya’ yang lain. mengantar dan menjemput anak-anaknya. Tetapi sesungguhnya saat itu.” tandas Ninung. Ketika anak-anaknya masih kecil. ia punya 5 anak. dengan sepeda motor bebek berwarna merah. Ninung bergerak dari sekolah satu ke sekolah yang lain.

bagaimanapun juga. atau tinggal di lepas pantai. Sekaligus merayakan kebebasannya dengan cara tidak pernah masuk kuliah. Ia akan tinggal di hutan. keluarga besar itu kecewa dengan pilihan Bob. Dan untuk merayakan kebebasannya itu. 40 . Dan untuk menandai hal itu. Mereka akhirnya menijinkan. ia akan terikat oleh jadwal kerja. bebas dari memakai seragam sekolah. pikiran Bob masih terus dihantui oleh betapa mengerikannya kalau kelak ia lulus. akan segera terenggut kembali begitu ia selesai kuliah.dari masuk setiap hari. Awalnya. Masih tetap di bagian yang bisa disembunyikan. Ia merasa bahwa ‘kebebasan’ yang sudah diraihnya saat itu. Bob kemudian mendaftar masuk ISI pada taun 1991. dan bebas dari mengikuti upacara bendera. Tetapi mereka juga terlalu sayang kepada Bob. ia membuat tato kecil yang disembunyikannya di tangan. Ia diterima. Namun. di mana tidak perlu lagi masuk dari jam tujuh pagi dan tidak memakai seragam sekolah. ia menato tubuhnya. Akhirnya Bob memutuskan untuk mengatakan apa yang diinginkannya kepada keluarga besar Suteja. sekali lagi.

Gampang Tertawa. Gampang Menangis .

.

sehingga hal seperti itu mempengaruhi psikologinya. pada tahun 1968. Sebab kala itu pemerintah mengeluarkan Keppres No 80 Tahun 1968 yang berlaku surut. Namun kemudian pemerintah membentuk sebuah badan yang bernama Badan Urusan Tenaga Kerja Sukarela (BUTSI). Saat itu. Dan sebagai konsekuensi logis dari peristiwa itu. situasi politik Indonesia masih panas. Nama itu adalah nama asli. Yusman salah satu orang yang lolos seleksi program tersebut dan ia ditempatkan di daerah Ungaran. Pada gelombang pertama. baik kepala desa maupun camat 43 . memberi penyuluhan tentang gizi keluar. termasuk Yusman. Di sana. Keppres itu berisi semua institusi negara tidak boleh menerima pegawai baru. Tetapi mereka salah. bapak Toni. mensukseskan program keluarga berencana (KB). BUTSI membuka lowongan bagi pekerja sukarela yang akan disebar ke berbagai wilayah di Indonesia. adalah lulusan UGM jurusan Administrasi Negara. Saat itu. Sedangkan kelompok yang lain mungkin berpikir bahwa nama itu.K EBANYAKAN orang yang membaca namanya. dan Toni berasal dari Indonesia. Yustoni Volunteero. Jawa Tengah. setiap orang yang lulus kuliah. ia belum berkeluarga. terutama untuk mensukseskan beberapa program seperti: pembinaan adminsitrasi pemerintahan desa. ia bertugas untuk memberi penyuluhan soal KB. BUTSI membuka lowongan untuk 30 orang. bisa jadi mempunyai rentetan kisah. Yusman. Celakanya. di tempatnya bertugas saat itu. mungkin akan berpikir bahwa ia bukan berasal dari Indonesia. Setiap pemberian nama. Saat itu yang mendaftar 113 orang sarjana. Kelompok pertama. Badan ini dikelola oleh 11 departemen dan 1 lembaga non-departemen. dengan adanya peristiwa Gerakan 1 Oktober (Gestok). dan masih banyak yang lain. maka kebanyakan orang akan terbelah di dalam dua kelompok. terutama nama belakang ‘Volunteero’ pastilah nama tempelan belaka. tidak dapat segera mendapatkan pekerjaan. Dan yang lebih celaka lagi.

dan membaca isi surat. masing-masing punya anak sebanyak 13 orang. “Sudah punya anak berapa?” Kartini saat itu langsung menjawab. karena memang ia hanya berbasabasi. kalaupun toh ia menikah. ia tidak yakin dengan 44 . Setahu Yusman. ia sering memelesetkan istilah KB menjadi keluarga besar. Karena hal itulah. Surat itu berasal dari Kartini. Di lokasi kuburan itu pula. belum punya. Pertama. Yusman sedang takziah karena camat Ungaran saat itu meninggal dunia. Kartini sudah yatim-piatu.” Basa-basi berakhir. Sebagai basa-basi. tidak dinyana. Aku punya gaji 2000 rupiah. karena dulu ia tahu kalau Kartini pernah berpacaran dengan salah satu kawannya. setiap kali Yusman berceramah. karena ia merasa tidak jatuh cinta dengan Kartini. Yusman bertanya. masih di lokasi kuburan. Perempuan itu bernama Kartini. Kedua. kok. begitu mendengar hal tersebut. Sejak kecil. Setahun berada di sana.di daerah itu. Isinya padat dan singkat: Apakah Yusman serius dengan ajakannya kepada Kartini tempo hari dulu? Yusman kelabakan. Yusman menyeletuk. ia berpapasan dengan seorang perempuan yang telah lama dikenalnya. Dan yang ketiga. Saat hendak menyeberang jalan. Kartini adalah tetangganya di Yusman di Salatiga. seseorang memberikan sepucuk surat kepada Yusman. Baik Yusman maupun Kartini pulang ke tempat masingmasing. “Sudah ikut aku saja ke Ungaran. yusman membuka amplop surat. Kartini sudah menikah. Dengan iseng. suatu hari ia sengaja jalan-jalan ke pasar Johar. Suatu siang. Kemudian ia bercerita bahwa pacarannya dengan kawan Yusman telah lama berakhir karena mantan pacarnya itu bertugas sebagai polisi di wilayah Papua. Mereka lalu saling berkabar.

Kini teganya kamu mempermainkannya!” Yusman mencoba berdalih. Begitu si ibu diberi tahu masalah Yusman. si anak diberi nama Yustoni Indriyanto. karena kamu pekerja sukarela. “Yusman.honorarium sebesar 2000 rupiah. menteri tenaga kerja saat itu. nama Indriaynto dihapus dari nama Toni. “makanya dari dulu kerjaku jadi sukarelawan terus…” lanjutnya sambil tertawa terbahak-bahak. sedang berkunjung ke Ungaran. kasih saja nama anakmu Volunteero. Kalau kamu kekurangan uang.” Semenjak itu. kamu tahu. jangan pikirkan itu. tetapi tidak ada yang serius. Bu…” “Sudah. aku akan membantu. “Tapi uangku pasti tidak akan cukup untuk menghidupi keluarga. Nikahi saja Kartini. Kartini ini sejak kecil sudah menderita. Tidak lama kemudian. si anak buah akan meminta ‘kenang-kenangan nama’. Tetapi di saat bersamaan. anaknya malah membawa masalah baru. Saking bingungnya. “Yus. pada tanggal 14 juni 1970.” ujar Toni. ia bisa menghidupi sebuah keluarga. dan bila di saat itu ada anak buahnya yang sedang mempunyai anak yang baru lahir. sudah berkali-kali Yusman pacaran. Nama ‘Yustoni’ diambil sebagai akronim dari nama kedua orangtuanya: Yusman dan Kartini. Dengan keras ibunya berujar. Terutama karena si ibu merasa. “Nama Volunteero itu seperti karma atau kutukan bagiku. Ia yatimpiatu. Sudah jamak saat itu. Awalnya. lahirlah anak laki-laki pertama mereka. Laksamana Madya Daeng Koko.” Yusman memenuhi nasihat ibunya. bila ada atasan yang berkunjung. si ibu meradang. Begitu juga dengan Yusman. Dan kini. Daeng Koko lalu berkata. sehingga namanya berubah menjadi: Yustoni Volunteero. Segera ia melamar dan menikahi Kartini. Yusman kemudian menemui ibunya di kampung. --- 45 .

ia masih bisa memberi nafkah lahir dan batin kepada kelima istrinya.S emenjak Toni mau masuk TK. ia akan terpingkal-pingkal. justru yang maju adalah adik perempuan Toni bernama Yusti Damayanti. Jika ada anak lain yang mengganggunya. ia terobsesi dengan hal-hal yang berbau pemberontakan dan pembangkangan. merasuki alam pikiran Toni kecil. Kisah-kisah keluarga seperti itu. Sejak SD. ketika Singadimeja akhirnya tertangkap oleh pihak Belanda. Tetapi Toni kecil. Ilmu yang pertama. Singodimejo digambarkan sebagai tokoh hero yang mirip tokoh Robinhood. keluarga Yusman pindah ke Yogyakarta. Dan sejak kecil pula. Ia merampok orang-orang kaya. Diam-diam. Jika ada sesuatu yang lucu sedikit saja. Tetapi jika ada sesuatu yang membuatnya bersedih. salah satu kakeknya yang bernama Singodimeja. gampang tertawa sekaligus gampang menangis. Konon. apalagi menanantangnya berkelahi. misalnya melihat seroang pengemis yang lewat di depan rumahnya. bisa membuatnya tidak terlihat secara kasat mata alias menghilang. ia dengan mudah akan menangis. Singodimeja ini mempunyai dua ilmu penting. Hingga kemudian. untuk kemudian dibagibagikan kepada rakyat miskin. menjadi pendukung utama Pangeran Diponegoro. Toni sudah menonjol di dua bidang: menggambar dan hasta-karya. Yusman. kepala Toni selalu dipenuhi oleh cerita-cerita heroik menyangkut keluarganya. dikeluarganya. terutama dari pihak Belanda dan antek-anteknya. Toni kecil juga dikenal sebagai seorang anak yang tidak suka berkelahi. dikenal sebagai sosok yang pendiam. Diceritakan pula. Ia pernah menyabet gelar sebagai juara 1 lomba 46 . yakni aji panglimunan dan aji ngrogoh suksma. dan ilmu kedua bisa membuat sukmanya keluar dari raganya. konon adalah keturunan orang Aceh yang dikejar-kejar Belanda.

Ia tidak tembus untuk kedua jurusan. Setelah cukup lama berpikir. Mendengar niat Toni untuk masuk ISI. akhirnya ia memutuskan untuk masuk ISI. Sejak SD sampai SMA. Pikirannya sederhana saja saat itu. Ia berpikir punya modal ketrampilan yang memadai untuk masuk ISI. hobinya adalah memasukkan bola di gawang kesebelasannya sendiri. Sementara di kampung. dan pernah menjadi ketua remaja masjid.melukis tingkat kabupaten. dan ia pernah beberapa kali menjuarai lomba menggambar. Mulai dari ikut grup bola basket sampai ikut kelompok sepakbola. Yusman segera mencecar. jeblok. “Kamu ngapain masuk ISI? Mau nambah pengangguran saja!” Mendengar kalimat bernada keras dari sang bapak. Sejak SMP sampai SMA. Selain menggambar. K Ia cukup terpukul dengan hal tersebut. kalau ia ikut bermain sepakbola. Toni mendaftar ikut tes masuk UGM dengan mengambil jurusan psikologi dan Sastra Jepang. Hasilnya. ia pernah menjadi ketua pemuda kampung. soal pilihannya itu. ia aktif sebagai anggota Pramuka. Karena penyakitnya itu pula. bakat Toni yang paling menonjol adalah berorganisasi. ia punya bakat menggambar. memberi contoh beberapa temannya yang masuk ISI dan semua menjadi pengangguran. terutama di hal olahraga. Tetapi di kalangan teman-temannya. Toni mengidap penyakit asma yang cukup akut. 47 . Lalu bapaknya kembali berkata. Akhirnya ia bicara kepada bapaknya. Toni merasa. Misalnya saja. yang di dalam ‘strata’ UGM sendiri termasuk jurusan dengan banyak pesaing. --etika lulus dari SMA. saat itu yang paling berperan di dalam mengembangkan bakat melukisnya adalah guru SD-nya yang bernama Pak Bani. ia rajin ikut segala kegiatan olahraga. Namun sejak kecil. ia aktif pula sebagai pengurus OSIS. Toni hanya diam. mulai dari masuk klub beladiri sampai klub bulutangkis. Toni dikenal sebagai anak yang ‘kacau dan ngawur’.

Ia saat itu menjabat sebagai kepala seksi di Depnaker daerah Yogya. organisasi Yusman termasuk yang diincar oleh RPKAD. dan seberapa kuat alasan Toni untuk masuk ISI. nanti aku yang akan mencarikan kerja buat kamu. Tetapi di dalam sebuah rapat. yang tugasnya adalah mengangkat dan menempatkan para pekerja di departemen tersebut. di mana ketika huru-hara Gestok terjadi. “Kok di rapat ini tidak ada lambang Garuda Pancasila dan bendera Merah Putih?” Pertanyaan seperti itu seharusnya mengundang reaksi keras dari para seniornya. Yusman adalah salah satu aktivis Gerakan Pemuda Marhaen. Agak ganjil memang. organisasi tersebut adalah salah satu pecahan HMI yang menolak berasas tunggal Pancasila. ia hanya diam.Tapi akhirnya Yusman bertanya. Misalnya saja ketika ia masuk HMI-MPO. sebab saat masih muda. Kalau sudah lulus. 48 . kamu kuliah saja di Akademi Akuntansi YKPN. “Sudah begini saja. ia mulai kembali terlibat dalam berbagai kegiatan kampus. Akhirnya Toni masuk AA YKPN. Di sana. “Kamu mau apa masuk ISI?” Pertanyaan itu sebetulnya jenis pertanyaan yang sederhana. Yusman mencoba memberi solusi. posisi pekerjaan Yusman memang tergolong tidak main-main. sifat nyeleneh Toni mulai kelihatan. Toni hanya bisa manut. Ia mengikuti saran bapaknya. dan masuk organisasi HMIMPO. Tetapi ternyata pertanyaan Toni malah disambut dengan gelak tawa.” Saat itu. Tetapi karena dari awal Toni sudah merasa terdesak. kamu bisa meneruskan ke Sekolah Tinggi Ekonomi mana saja yang kamu pilih. Setelah mengetahui anaknya tidak bisa menjawab pertanyaannya. Saat itu. Toni bertanya dengan nada tidak bersalah. Saat mulai kuliah itulah. Nanti kalau sudah selesai. lebih untuk ingin mengetahui seberapa mantap hati Toni. terutama di pers mahasiswa.

Di sana ia sangat aktif dan mengepalai sebuah rubrik. Toni selalu berangkat. acara begitu saja kok menangis… Namun yang menarik perhatian Toni tetaplah kegiatan di pers mahasiswa. Suatu hari. sang ibu. ia langsung pulang dan mengobrak-abrik sisi kamarnya untuk mencari formulir pendaftarannya. ketika bapaknya sedang bertugas ke Jakarta. di manapun berada. Sepulang dari sana. adalah yang diadakan di Universitas Satya Wacana Salatiga. Termasuk salah satu yang paling diingatnya. Toni ikut ibunya menjenguk salah satu saudaranya yang sakit di rumah sakit.Bahkan ketika dibaiat sebagai anggota baru. Gampingan. Ia memang sudah merasa Toni tidak betah berada di kampusnya. iseng ia lewat di kampus ISI. mungkin belum saatnya…” Semenjak itu. Setiap kali ada acara kursus jurnalistik untuk mahasiswa. seketika itu juga Toni lemas. Sekalipun mulai menikmati kegiatan di kampus. Ia semakin tidak 49 . Toni akhirnya mendaftar. Setengah berlari. Akhirnya Kartini memberi sejumlah uang kepada Toni untuk ikut masuk ke ISI. batin dan pikiran Toni goncang. ketika teman-teman seangkatannya menangis. Toni mengutarakan niatnya untuk ikut seleksi masuk ISI kepada ibunya. hanya bisa diam. hati kecil Toni tetap berontak. Hanya saat pengumuman. Kartini. Hatinya merasa tidak enak. Namun ia tidak melaporkan ‘tragedi’ itu kepada ibunya. kenapa banyak sekali anakanak yang berada di luar pagar dan sedang menggambar? Seperti sedang ada ujian. di mana terjadi prosesi pembacaan ayat-ayat suci. Setelah akhirnya mendapati formulir yang dicarinya. Ia membatin. Suatu saat. karena kursus jurnalistik itu menurutnya sangat berkualitas. Ia merasa tidak cocok jika kelak kemudian akan menjadi seorang akuntan. Ia ingin sekali masuk ISI. Toni malah tersenyum-senyum. Si ibu saat itu hanya menjawab dengan bijak. ia bilang kepada ibunya kalau ia tidak lolos. “Ya. Ternyata hari itu adalah hari seleksi masuk ISI. Ia heran.

baru kemudian masuk ISI. Toni tidak pulang ke rumah. Toni sudah memasuki tahun kedua. ia bertemu dengan salah satu teman seangkatannya di AA YKPN yang kebetulan punya pacar anak ISI angkatan 1986. Ia minggat. ia hanya meminta Toni mandi. Selama seminggu lebih. Tetapi saat itu Yusman tanggap. hingga akhirnya ia mendengar dari kawan dekatnya. Lagilagi Toni bersikukuh tidak mau. tanpa sepengetahuan bapak-ibunya. dan ia pun ikut menangis. Percakapan menemui jalan buntu. lalu tidur. Alasannya. Ia merasa bersalah kepada ibu yang sangat disayanginya. keinginan sang anak sepertinya sudah bulat. Toni menemui ibunya. sebab di YKPN. Yusman tentu saja kaget. Toni langsung keluar rumah. “Besok kita bicarakan masalahmu. Sesampai di rumah. 50 . Ia hidup dari satu kawan ke kawan yang lain. Ia bilang saat itu. Kemudian Yusman. Yusman tidak merestui anaknya mencoba ikut tes masuk ISI. rampungkan dulu kuliahmu di AA YKPN. umurnya sudah cukup tua kalau harus menunggu setahun atau dua tahun lagi. Diam-diam. “Sudah begini saja. Saat itu. ia bukan tipe orang yang ‘bercabang’ dan tidak dokus pada satu hal. dan ia mulai sering hidup di jalanan. satu di AA YKPN dan satu lagi di ISI. Negosiasi mentok. barulah Toni berani bilan ke orangtuanya untuk mencoba ikut tes masuk ISI. Toni langsung pulang.suka kuliah di AA YKPN.” kata Yusman. yakni kalau nanti Toni diterima masuk ISI. Suatu saat. Menjelang pembukaan pendaftaran masuk ISI. Anak ISI itu membuka kursus untuk para calon mahasiswa ISI yang ingin lolos ujian seleksi masuk ISI. Mendengar hal itu. Mendengar hal itu.” Toni menggelengkan kepala. Toni ikut kursus itu. ia harus kuliah dobel. kalau Kartini mencari-cari Toni sambil menangis. Kemudian Yusman mencoba memberi solusi. mencoba memberi pilihan terakhir. Sementara Yusman hanya diam saja.

dan memang menemukan namanya di sana. untuk kali pertama. Pada saat itulah. Toni segera membeli koran. Yusman bilang kalau ia memperbolehkan Toni untuk mencoba ikut tes masuk ISI di tahun 1991 itu. tanpa banyak perdebatan.Keesokan harinya. Selang beberapa hari kemudian. Toni diberitahu oleh kawannya kalau namanya tercantum sebagai salah satu anak yang diterima di ISI. Sepanjang jalan ia berjingkrak-jingkrak. Toni mendaftarkan diri. Ia berteriak kegirangan. Sesampai di rumah. Di saat pengumuman tiba. Toni melihat sepasang mata bapaknya berkaca-kaca… 51 . ia memberitahu kedua orangtuanya tentang keberhasilannya saat itu.

.

Mozaik Eksterior .

.

dan juga di bawah besutan seorang intelektual muda kiri yang flamboyan dan berjiwa seni bernama Nyoto. Tentara (dalam hal ini terutama adalah Angkatan Darat alumni Peta). menyebar di mana-mana. dengan segera mereka berhasil membangun partai dengan sangat gemilang. Selain itu. Salah satunya. Bayangkan saja. Aidit. Indonesia. Kekuatan kiri di Indonesia. sepak-terjang PNI mulai meredup. Hanya saja. Sementara itu. sebagian besar para aktivis partai radikal ini dibuang ke Digoel. Pertentangan ketiga golongan ini masih belum sampai pada taraf permukaan. PKI berhasil menduduki peringkat empat. 55 . di tahun 1959. dan terutama mulai masuk ke dalam sektor masyarakat sipil yang lain. terutama Angkatan Darat (AD). masih seseorang yang mempunyai pengikut besar dengan slogan: Pejah-gesang. bagaimanapun juga. karena maing-masing pihak masih berhitung. dia masih sebagai ikon pimpinan PNI. Soekarno. Pada tahun 1948.P ERANG dingin antara Amerika Serikat versus Uni Sovyet.N. Namun saat partai dibawah kendali duo AiditNyoto. setelah mengambil alih pimpinan PKI dari para orangtua. yang sejak awal sudah mempunyai nilai tawar yang tinggi terhadap kekuatan Soekarno juga berhasil mengkonsolidasikan kekuatan mereka. ketika partai ini mulai berkembang lagi di bawah pimpinan Muso. serta PKI. kekuasaan politik di Indonesia hanya bisa dipetakan menjadi tiga kekuatan besar: Soekarno. bagaimanapun juga. dan mengklaim memiliki 10 juta kader partai. nyaris sampai rata dengan tanah. peperangan kedua negara adi daya itu memercik di negaranegara yang mereka perebutkan. Ndherek Bung Karno! (Hidup-mati ikut Soekarno). pada tahun 1927. Saat itu. sekalipun saat itu. di bawah kendali seorang militan yang keras kepala bernama D. si pihak tentara. Sekalipun disebut ‘Perang Dingin’ namun sesungguhnya yang terjadi adalah perang yang senyatanya. pada saat pemilu pertama kali berlangsung. termasuk para teknokrat yang kelak dijuluki Mafia Barkeley. kembali disikat.

mulai terjadi polemik yang berkepanjangan antara Lembaga kabudayaan Rakyat (Lekra) versus para deklarator Manifes Kebudayaan (Lekra kemudian membuat akronim musuh mereka itu dengan sebutan ‘Manikebu’). di Jakarta. masih menjadi perdebatan. Mereka. dan yang lebih penting lagi. ikut memperkaya polemik sebelumya antara Sutan Takdir Alisyahbana versus Sanusi Pane. Sampai sekarang. yang kelak membentuk organ Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). para pelukis yang sudah termasuk senior 56 . seiring dengan semakin kooperatifnya para pimpinan politik Indonesia terhadap penguasa Jepang. salah satu pelukis ternama Indonesia saat itu membentuk Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi). misalnya menghapus dan melarang seluruh istilah yang memakai bahasa Belanda. Pembentukan organisasi iu sendiri lebih dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendobrak kejumudan dunia seni rupa Indonesia yang dikungkung oleh dominasi Belanda. dalam dunia sejarah sosial Indonesia. Polemik antara Lekra versus Manikebu itu sendiri sebetulnya merupakan polemik yang cukup ‘bermutu’. Di medan kebudayaan. dengan seluruh hal yang khas. Pada tahun 1945.juga di lini budaya yang kelak melahirkan para deklarator Manifes Kebudayaan. terutama Soekarno yang kemudian terlibat di dalam pendirian Poesat Tenaga Rakjat (POETRA). para paktivis Persagi ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa para pelukis Indonesia itu ada. di bawah kekuasaan Jepang. Di masa itulah. Pada tahun 1937. di dunia seni rupa itu sendiri. Sementara itu. apakah sebetulnya Lekra itu merupakan underbuow PKI. maka dibentuklah Keimin Bunka Shidoso. sebuah peta perkembangan juga terus bergerak. masuk ke sektor mahasiswa. atau sebuah lembaga kebudayaan independen yang kebetulan mempunyai kesamaan visi dengan PKI. semacam pusat kebudayaan. Hal ini paralel dengan kebijakan Jepang sendiri dalam bidang yang lain.

Ibukota negara yang semula berada di Jakarta. kecuali Pelukis Rakyat. di antaranya adalah Affandi. Hendra dan Affandi keluar dari SIM di tahun yang sama. Selain para politikus Indonesia yang mengikuti hijrah massal ini. dan masih banyak yang lain. 57 . bertemu dan bergumul dengan pelukis-pelukis yang masih muda seperti Basuki Resobowo. Karena terjadi perbedaan pendapat. Agus Djaja dan Affandi. beberapa pelukis pergi dari lembaga tersebut. di saat itu. Sudjojono kembali menunjukkan sisi lain kesenimanannya. termasuk Basuki Resobowo kembali bergabung dengan lembaga bikinan Sudjojono tersebut. PKI pun mulai mencengkeramkan kekuatannya di ranah politik. terjadilah eksodus besar-besaran dari Jakarta ke Yogyakarta. Trubus. Dari peristiwa inilah. misalnya Trubus. Maklumlah. Pelukis Rakyat lambat laun mulai terlihat kedekatan ideologis antara Pelukis Rakyat dengan PKI. Affandi dan teman-temannya. Pelukis Rakyat kemudian mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Lekra. Ia membentu sebuah lembaga bernama Seniman Indonesia Muda (SIM). lalu ia membuat lembaga baru bernama Pelukis Rakyat. Pada tahun 1947. Ketika kemudian Jepang hengkang dari Indonesia. hampir semuanya lesu. Hendra. Yogya mulai menjadi tempat baru bagi pertumbuhan dunia seni rupa di Indonesia. Pergumulan dan pergaulan itu bukan hanya semata seperti transformasi ketrampilan melukis. tak ketinggalan para pelukis pun melakukan perjalanan yang sama. Tidak heran. dipindah ke Yogyakarta. Di antara sekian banyak lembaga seni rupa saat itu. Beberapa seniman muda ikut bergabung di lembaga baru tersebut. namun juga terjadi transformasi ideologi.seperti Sudjojono. Tetapi fase itu hanya berlangsung sesaat. Karena hal itu. yakni kemampuan untuk berorganisasi. dan Belanda bersama sekutunya mulai merangsek masuk lagi dalam teritori Indonesia. menuju Yogya.

sebab dukungan utama mereka saat itu yakni Soekarno. Alasannya jelas. Kubu ini memberi nama gerakan tersebut dengan sebutan G-30-S/PKI. Sedangkan versi kedua menyebutkan bahwa peristiwa itu sebetulnya hanyalah konflik internal di antara kalangan AD.Gambaran di atas adalah gambaran sederhana tentang perkembangan seni rupa di Indonesia. terutama PKI. Sementara kubu lain yang merasa menjadi korban. Di Bandung. P Ada banyak versi tentang gerakan yang menyebabkan tewasnya 6 orang Jenderal dan seorang prajurit ajudan. Kelak. dengan nama Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). yang kemudian memenangi laga wacana. di tahun 1968. --ada tahun 1965. lembaga pendidikan seni formal itu kemudian tergabung di dalam Insitut Teknologi Bandung. Lembaga tersebut didirikan dan dikelola oleh orang-orang Belanda. PKI ingin segera mengambil alih kekuasaan di Indonesia. lembaga ini berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI. berdiri Universitaire Leergang tot Opleiding voor Tekenleraren (Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar). yang disebut dengan cara yang berbeda oleh dua kubu yang bertentangan. Sementara itu. dengan sebuah departemen yang diberi nama Departemen Seni Rupa. Kelak. pada tahun 1947. yang definisinya kurang lebih adalah Gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI. terjadi perkembangan yang patut dicatat. sedang sakit keras dan diperkirakan akan meninggal dunia. terutama antara para perwira muda dan para 58 . Versi pertama. Kubu pertama. Di lembaga pendidikan formal sendiri. adalah kubu di bawah kendali AD dengan pimpinan Soeharto. namun di luar lembaga formal (baca: sekolah). misalnya. Tragedi ini kelak mempunyai dua nama. lembaga pendidikan seni formal juga berdiri di Yogya pada tahun 1950. PKI dituduh terlibat dalam peristiwa tersebut. meletuslah sebuah tragedi kemanusiaan. memberi nama peristiwa itu dengan nama Gerakan Satu Oktober (Gestok).

Di depan mereka. terutama yang dianggap sebagai orang komunis. pembuian. bahkan juga dianggap sebagai Soekarnois. Angka yang paling rendah tentang jatuhnya korban adalah 150. imbas dari pristiwa inilah yang sesungguhnya penting. serta mulai tidak patuh terhadap Soekarno. Kemenangan versi pertama.000 orang.000 orang. Seperti dijelaskan di atas. dan angkat tertinggi yang pernah diteliti. seiring dengan semakin banyaknya penelitian menyangkut peristiwa yang sampai sekarang masih dianggap sebagai ‘peristiwa gelap’. AD tidak sendirian bermain memenangi laga politik itu.000. antara tahun 1966 sampai tahun 1969. Bahkan ada yang pada tahun 1972 masih ditangkap oleh aparat. korban tragedi ini menjapai 1. ada KAMI yang sampai tahun 1970 masih terus berusaha menghabisi kekuatan kiri yang tersisa. Ada banyak sekali penelitian yang mencoba memperkirakan berapa banyak jatuh korban.jenderal. Sementara itu. ada versi ketiga yang berargumen bahwa dalam di balik kejadian tragis itu dilakukan oleh Central Intelligence of Amerika (CIA). terutama Soekarno dan PKI yang semakin merapat ke Moskow dan Beijing. setidaknya telah mengakibatkan jatuhnya banyak korban yang tidak berdosa. yang kemudian melebar ke menghabisi apa yang kelak disebut sebagai ‘kekuatan Orde lama’. dengan alasan bahwa Amerika terlalu mengkhawatirkan kedekatan Indonesia. dengan seluruh instrumen politik dan budaya yang dikerahkan untuk mendukung versi tersebut. terutama yang kemudian ikut membersihkan 59 . Namun yang jelas. Proses pembantaian. Sebetulnya masih ada sekian versi lagi tentang peristiwa ini. karena dituduh terlibat peristiwa tersebut. Di garda depan itu pula. dan menjadi tonggak baru dalam kehidupan sosial-politik-ekonomi di Indonesia. Para perwira muda merasa tidak puas dengan tingkah laku para pimpinan mereka yang gemar berfoya-foya. dan pembuangan orang-orang yang tertuduh berdosa itu pun berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

dan sebagian lagi menjadi pengusaha yang kelak juga menopang perekonomian Orde Baru. lalu balik melakukan kritik tajam terhadap Orde Baru. Di saat itu. tentara ‘meminjam’ tangan kelompok Islam dengan Bansernya. Gerakan Mahasiswa (GM) kembali menguat untuk menentang Orde Baru. Sementara itu. Arief Budiman pula yang kemudian menjadi pelopor gerakan Golput ketika pemilu tahun 1971 sedang dipersiapkan. kelompok ini pun tidak monolitik. yakni para teknokrat yang kelak akan banyak mendesain keputusan ekonomi Orde Baru (demikian kelompok ini menamakan diri mereka untuk membedakan diri dengan kelompok lama yang dicap ‘Orde Lama’). yang sejak semula sudah bisa dilihat sebagai proyek buang-buang duit dan sarat akan korupsi. digantikan dengan 60 . Tokoh muda ini mulai menyoroti pembantaian manusia yang dilakukan oleh kekuatan Orde Baru. ketika memasuki tahun 1973. terutama yang dilakukan di Bali. mulai terlihat bagaimana fondasi ekonomi berdikari yang selalu digembar-gemborkan Soekarno. tampaknya kubu KAMI mulai terbelah. Tetapi sebagian kecil yang lain. di belakang para tentara. mencoba menghindar dari ‘jebakan kemewahan’ itu. Di antara para mahasiswa yang mulai mengkritik Orde Baru adalah Arif Budiman dan Syahrir. Pada tahun 1970. sudah mulai muncul protes. Dari pihak kami. terutama disuarakan oleh tokoh muda yang kelak juga meninggal dunia dalam usia yang sangat muda: Soe Hok Gie. dan para budayawan serta seniman yang tergabung dalam kelompok Manifes Kebudayaan. mulai terserap ke dalam parlemen. Sebagian besar. birokrasi. Kedua orang itu juga merupakan corong bagi mahasiswa yang merasa masih punya kewajiban moral untuk mengkritisi sebuah orde yang semula mereka dukung.orang-orang yang dianggap berideologi kiri. yang kelak akan mendesain jalannya kebudayaan di Indonesia. Tetapi rupanya. dan ia pula yang menjadi pelopor memprotes kebijakan dibuatnya Taman Mini Indonesia Indah (TMII). sebuah kekuatan sedang digodok.

Dan di saat itulah. Karena peristiwa tersebut. momentum itu bertepatan dengan agenda pemilu. termasuk masih ikut menyeret isu sebelumnya: ketergantungan perekonomian Indonesia terhadap pihak asing. Pada tahun 1977 sampai tahun 1978. sehingga pecahlah apa yang kemudian dikenal sebagai Malapetaka 15 Januari (Malari). Syahrir dan salah seorang aktivis dari Yogya. juga mulai balik menyerang Orde Baru. Aini Chalid. dengan kepiawaiannya memainkan kata-kata dan bergerak di panggung pementasan. di mana segera dapat diketahui bahwa pesta demokrasi itu hanyalah opera sabun belaka yang kelak akan mengukuhkan kembali Soeharto sebagai presiden. Kebetulan pula. Demonstrasi mahasiswa yang semula ditujukan untuk memprotes kedatangan Perdana Menteri Jepang Tanaka. beberapa pentolan mahasiswa ditangkap dan dipenjara. Namun tampaknya peristiwa tersebut bukannya meredam sikap politis dan kritis mahasiswa. Kantor-kantor perusahaan Jepang dibakar. Dan kambing hitam adanya kerusuhan itu diarahkan ke para mahasiswa. terutama yang dilakukan oleh Jepang. Penyair ini pun akhirnya ditangkap dan dipenjara selama setahun. kebijakan ekonomi yang tidak adil bagi rakyat jelata. Peristiwa itu menyebar ke seluruh Jakarta. dengan cepat ia mendapatkan massa pendukungnya. ratusan orang ditangkap. mahasiswa kembali bangkit dengan isu yang semakin tajam. Mereka mulai mengkritisi kekuasaan tentara yang semakin dominan.diterimanya banjir modal dari luar negeri ke Indonesia. belasan orang meninggal dunia. Salah seorang penandatangan Menfes kebudayaan. Sastrawan yang kerap dijuluki Si Burung Merak itu mulai meradang. WS Rendra. berakhir dengan bara api di mana-mana. Rentetan demonstrasi mahasiswa itu semakin lama semakin membesar. beberapa di antara mereka adalah Hariman Siregar. Tampaknya pukulan balik yang dilakukan elemen pendukung Orde Baru bukan hanya dilakukan oleh para aktivis mahasiswa. ratusan mobil Jepang juga dibakar. Akibat peristiwa tersebut. 61 .

Kebijakan NKK ala Daoed Joesof tampaknya berhasil meredam kegiatan mahasiswa di kampus. Dan pembenahan administratif untuk mendukung hal tersebut benar-benar dilakukan dengan sistematis. elemen politik Orde Baru pun mulai terkonsolidasi di bawah kekuasaan tunggal Jenderal Soeharto. dan lagi-lagi yang diangap pentolan serta biang kerok ditahan dan dimasukkan penjara. Kebijakan itu mencoba mentralkan wilayah kampus dari kehidupan politik praktis.Tetapi pukulan dari mahasiswa terhadap kekuasaan. di sisi lain. Semua Dewan Mahasiswa (Dema) dibekukan. Tetapi senjata pamungkas yang disabetkan oleh Orde baru di kampus adalah ketika Menteri Pendidikan Daoed Joesoef mengeluarkan sebuah kebijakan bernama Normalisas Kehidupan Kampus (NKK). Dan yang lebih menolong Orde Baru lagi saat itu untuk kembali merebut kepercayaan rakyat adalah dengan adanya booming minyak. Tentara beserta panser masuk kampus. yang menguntungkan Indonesia secara ekonomis. 62 . Sementara itu. dibalas Orde Baru dengan ‘serangan yang mematikan’.

Mozaik Interior .

.

Bentukbentuk seperti bulatan. tepatnya pada bulan Desember. datanglah Sanento Yuliman. menjelang tutup tahun itu. setahun sebelum terjadinya peistiwa Desember Hitam. dan yang menyabet karya terbaik adalah Abas Alibasyah. Konsepnya saat itu. Ternyata saat pameran digelar. lalu ia bertanya. mereka ingin menentang paham universalisme yang dianut oleh salah satu dosen mereka. Menurut Bonyong. di Bandung disuarakan oleh Sanento. dunia politik digegerkan dengan meletusnya Malari. ia dan beberapa temannya seperti FX Harsono. itulah yang disebut sebagai anti-lirisme. Irsam. Mereka lalu mengeksplorasi halhal yang dianggap tidak seni itu. Bonyong dan keempat rekannya dari Yogya. tetapi dalam sejarah gerakan apapun. terjadi sebuah persitiwa seni rupa yang menggegerkan: Desember Hitam. Mas…” Hasil kunjungan Sanento di pameran itu kemudian ditulis di media massa. ada yang pro dan tentu saja ada yang kontra. 65 . Sanento mendekati Bonyong. Hardi dan Nanik Mirna. Mereka diundang dalam rangka menghadiri sebuah lomba seni lukis. Saat itu yang terpilih sebagai juara antara lain: Aming Prayitno. “Enggak tahu aku. menggelar sebuah pameran yang ia sebut sebagai ‘pameran main-main’. dianggap bukan seni. Lalu dari sana mulai muncul polemik. yang saat itu sudah mulai dikenal sebagai seorang kritikus senirupa yang ulung. sebuah atmosfir politik senantiasa memberi asupan energi di berbagai bidang kreatif.S EMENTARA di awal tahun 1974. Wacana tersebut terus menggema. diundang ke Jakarta. segitiga maupun garis. AD Pirous. Bonyong saat itu mengaku terbengong-bengong dan bilang. apakah Bonyong sadar bahwa apa yang telah Bonyong lakukan bersama teman-temannya itu merupakan hal yang luar biasa. sementara di Yogya disuarakan oleh Sudarmadji. Memang belum ada yang berani menyimpulkan dengan pasti relasi antara kedua peristiwa yang cukup berdekatan dalam konteks waktu tersebut. Setahun kemudian.

kedua. Malam itu juga. Tetapi perdebatan memanas setelah tahu karya siapa saja yang terpilih sebagai juara. Selain itu. menurut versi Bonyong.Menjelang pengumuman. Nyong?” “Ke Yogya. ada pula manifesto yang dibuat oleh para pemrotes. bukanlah hal yang memalukan alias biasa. Jakarta. “Besok kamu mau ke mana. pokoknya untuk sesuatu…” Saat acara pembagian hadiah tiba. “Sudahlah. Ketiga. Namun Bonyong tidak berpikir hal itu akan berbuntut panjang. terutama dan Bandung. mendadak forum dikejutkan oleh datangnya beberapa orang yang mengusung keranda bersama karangan bunga dengan tulisan: Turut berduka cita atas kematian seni lukis Indonesia.” jawabnya Bonyong singkat. Pertama. Sekalipun sebagian orang yang diprotesnya adalah para dosen yang mengajarnya. Inti dari perdebatan yang kemudian tidak pernah tuntas itu. sebetulnya sudah mulai ada perdebatan tentang karya mana yang akan terpilih sebagai juara. setelah berada di Yogya. ia ditolak oleh salah 66 . Selang beberapa hari kemudian. Bonyong sempat meminta uang kepada para pemenang. Abas Alibasyah bahkan sempat bertanya. dan tentu saja kelima orang dari Yogya. ia dan kawan-kawannya tidak sepakat kalau di dalam seni lukis terjadi penjurian. ia menjawab. Saat ditanya untuk apa. Hal-hal seperti itu. banyak nama yang ikut bertandatangan. ia kenal cukup dekat dengan orang-orang yang diprotesnya. Dan yang poin keempatlah yang sebetulnya meyakinkan Bonyong bahwa peristiwa itu pasti cepat berakhir: ia dan kawan-kawannya yang protes sempat ditraktir makanmakan oleh beberapa juri dan para pemenang. tetapi hubungan mereka lebih sering sebagai kawan. toh uang yang dipakai untuk melakukan aksi itu adalah uang dari para pemenang. Mau daftar ulang kuliah. ia kenal betul dunia senirupa. saat Bonyong mau daftar ulang di kampusnya. Malam itu. Pak.

Sebelum berangkat ke Jakarta. termasuk Fajar Sidik. Ada hal yang agak ganjil. ia sempat menemui beberapa dosen yang akan mengujinya. Sementara Darmanto Jatman akhirnya mengajar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. peristiwa itu membuatnya kesal sekali. Sudarmadji akhirnya mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). “Selamat bertemu di arena ujian. Pak?” Si dosen tetap bergeming. justru mendapatkan pujian dari civitas akademika. “Itu kan tidak ada hubungannya dengan kuliah. Bonyong dan Hardi gagal melakukan proses daftar ulang hari itu juga. Sebab di Bandung. dari sejak mendaftar ulang saja. Bonyong dan Hardi tidak terima. “Ada masalah apa. kemudian pergi ke Belanda. Pak?” Sang dosen mempermasalahkan mereka yang terlibat dalam aksi Desember Hitam tersebut. Pak!” Alih-alih bertemu di arena ujian. apalagi sebetulnya dia tinggal menyelesaikan tugas akhir. para penandatangan dan mereka yang terlibat aksi Desember Hitam. ia sudah kena cekal. Darmanto Jatman. Saat itu Bonyong sempat berkata dengan nada optimistis.satu dosennya. Bagi Bonyong sendiri. Bonyong meminta maaf dalam konteks anak muda yang bersalah kepada 67 . Berkebalikan dengan apa yang terjadi di Yogya. yang saat itu berbarengan mendaftar ulang. Mendengar hal itu. Di antara mereka yang keluar adalah Sudarmadji. Fajar kemudian meminta agar Bonyong bersedia meminta maaf. Bonyong dan Hardi. Beberapa dosen bahkan menyatakan diri keluar dari STSRI-ASRI karena merasa pihak kampus telah melakukan kesalahan yang telak. Saat itu juga. Berkali-kali Bonyong menemui beberapa dosennya. memang. Protes dilakukan oleh para mahasiswa. bertanya. tidak lama kemudian muncul keputusan dari pihak kampus bahwa kelima mahasiswa yang ikut menandatangi Desember Hitam mendapat sanksi akademik. Berita segera menyebar ke mana-mana.

membuka seluas mungkin kemungkinankemungkinan di dalam berkarya. Bonyong menemui jalan buntu untuk bisa meneruskan kuliahnya yang tinggal setapak lagi. salah satu dosen yang ikut memberi sanksi akademik. menolak spesialisasi di dalam senirupa. Bonyong menolak keras. Tetapi kelak di kemudian hari. tidak membuat Bonyong surut untuk terus bergerak di dunia senirupa. Fajar kemudian meminta agar Bonyong melakukan ujian untuk tugas akhirnya. Kembali. Mereka pun menggelar sebuah pameran bersama di TIM.orang yang lebih tua. Tetapi Fajar Sidik meminta syarat yang lain. yaitu Bonyong harus pernyataan yang pernah dibuatnya di depan publik. Mereka sering mengadakan pertemuan dengan perupa-perupa dari kota lain yang mempunyai gagasan yang sama. GSRB masih sempat pula melakukan pameran kedua sekaligus pameran yang terakhir pada tahun 68 . --anksi akademik yang diterima oleh Bonyong dan temantemanya. mengembangkan sendiri sejarah senirupa versi Indonesia yang dilakukan oleh para pemikir Indonesia. S Pertemuan dan komunikasi yang intens itu kemudian mengerucut dan menggelindingkan sebuah gerakan senirupa yang masuk dalam catatan sejarah: Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB). terutama dengan kelompok Jim Supangkat di Bandung. Jika diambil saripati gerakan tersebut kira-kira isinya adalah menolah paham lama mengenai senirupa. setelah hampir 10 tahun ia kena sanksi akademik. Gagasan GSRB tentu saja lebih mengkristal di banding dengan peristiwa Desember Hitam. apalagi dengan dilansirnya semacam manifesto yang diberi judul: Lima Jurus Gebrakan Gerakan Seni Rupa Baru. ia dicari dan ditemui oleh Fajar Sidik. Pameran tersebut pun menuai pro-konra. serta mengharapkan senirupa lebih berguna bagi masyarakat luas. Untuk kali itu. Akhirnya Bonyong lulus pada tahun 1983.

1977.
Sementara di tingkat lokal Yogya, Bonyong dan temantemannya, membuat gebrakan tingkat lokal dengan label
Kepribadian Apa (Pipa). Namun yang menjadi motor penggerak
Pipa adalah perupa-perupa yang lebih yunior seperti Haris
Purnama, Gendut Riyanto (alm), Tulus Warsito, Mulyono dan
masih banyak lagi. Pipa sempat melakukan du akali pameran
bersama, yang pertama pada tahun 1977 dan yang terakhir pada
tahun 1979. Gerakan ini jelas terinspirasi dari GSRB, dan oleh
karena itu, intisari pemikiran mereka pun tidak jauh dari intisari
pemikiran GSRB.
Begitu dekade 70an berakhir, sebagaimana lanskap sosial
politik yang telah samasama kita ketahui, kampus kembali sunyi.
Tetapi setiap kesunyian, sesungguhnya menyimpan potensi
bunyi, kalau tidak dikatakan sebagai suatu jenis bunyi.
--ogyakarta adalah magnet bagi banyak orang yang terobsesi
dengan dunia kreatif dan intelektual. Sebutan ‘Kota
Palajar’ bukanlah sembarang sebutan yang dititahlan dari
langit. Sebutan itu termanifestasi dalam kehidupan dan geliat
kota tersebut.

Y

Semenjak tahun 1950an, kota itu sudah mengundang para
pemuda yang haus akan ilmu pengetahuan dan pergaulan
intelektual. Mereka menyerbu Yogya seperti laron-laron yang
melihat cahaya lampu. Tetapi puncak kehidupan yang dinamis
kota tersebut sebetulnya terjadi di era 1970an.
Di saat itulah, Malioboro menjadi pusat perhatian dengan
dikomandani oleh seorang Presiden Penyair Malioboro: Umbu
Landu Paranggi. Dari sentuhan tangannya, dan dari interaksinya
bersama anak-anak muda zaman itu, lahirnlah tokoh-tokoh
beken dalam dunia sastra dan budaya, seperti Linus Suryadi AG,
Emha Ainun Nadjib, Ashadie Siregar, Suminto A Sayuti, Faruk
HT, Simon Hate, Halim HD dan masih banyak lagi.

69

Tidak jauh dari tempat tongkrongan para kaum inteletual
yang ngangsu kaweruh bersama di pinggiran Malioboro itu,
terdapat sebuah gedung yang monumental bagi perkembangan
senirupa saat itu yakni Gedung Senisono. Di gedung itulah, para
perupa dari STSRI-ASRI sering mengadakan pameran. Selain
berpusat di gedung tersbut, para perupa juga aktif melakukan
kegiatan mereka di kampus, di daerah Gampingan, yang kurang
lebih hanya berjarak 2 kilometer dari gedung Senisono.
Hubungan antara kaum inteletual-sastrawan-perupa saat itu
sangat dinamis. Setiap proses kreativitas selalu butuh lawan dan
kawan. Mereka berproses serupa filosofi mencari ilmu orang
Jawa dalam prosesi menumbuk padi. Kulit padi yang mengelupas
bukan hanya karena ditekan oleh alu dan lumpang, melainkan
tergesek oleh sesama padi saat alu menumbuk lumpang.
Tetapi poros imajiner antara Malioboro-SenisonoGampingan, juga terkena hukum waktu. Ada saatnya bermula,
dan ada saat pula untuk berakhir. Hal itu terjadi karena masingmasing orang yang terlibat di sana mulai bergelut suntuk dengan
dinamika sosial dan fokus kerja masing-masing, dan yang tidak
kalah pentingnya, dipicu oleh hengkangnya Sang Presiden Umbu
Landu Paranggi yang kemudian memilih pergi ke Pulau Bali.
Mungkin hanya kebetulan, tapi mungkin juga tidak, redup
dan pudarnya pesona Malioboro itu terjadi juga di akhir tahun
1970an.
--arry Wahyu, yang oleh teman-temannya lebih sering
dipanggil dengan nama Ong, masuk STSRI-ASRI
tahun 1980. Ia masuk jurusan grafik. Jurusan yang
keliru dipilihnya, sebab sebetulnya yang ia maksud adalah masuk
jurusan desain komunikasi visual. “Sudah terlanjur masuk, malas
kalau mau mengulang lagi,” ucapnya, mengenang kekeliruannya
memilih jurusan.

H

Bersama Ong, di dalam satu angkatan itu, namun beda jurusan

70

yakni jurusan seni lukis, ada setidaknya tiga nama yang kemudian
tenar sebagai pelukis: Heri Dono, Eddie Hara dan Dadang
Christanto. “Memang dari dulu, ketiga orang itu sudah terlihat
mencorong di antara sekian banyak teman-teman mereka,” begitu
pengakuan Ong.
Di tahun 1980an itu, apa yang sebelumnya terjadi di dalam
batupal (milestone) dunia senirupa seperti GSRB dan Pipa sudah
pula pudar. Masih menurut Ong, kehidupan di kampus memang
penuh kreativitas, tetapi lebih kepada soal ngedan, sebuah istilah
untuk menunjuk pada eksplorasi gila menyangkut perilaku dan
eksplorasi karya.
Ong masih bisa mengingat dengan baik, bagaimana Eddie
Hara melakukan seni peristiwa (performance art), dengan
kekasihnya yang berasal dari luar negeri. “Tugasku saat itu bagian
motret.” kata Ong.
Ong juga masih bisa mengingat seni peristiwa yang lain, yang
terekam kuat di dalam ingatannya, yakni ketika Haris Purnama
menggelar seni peristiwa bertajuk: Karnaval Proyek Luka. Saat
itu, Haris keliling kota Yogya dengan naik sepeda angin yang
seluruh bagian sepeda itu dibalut perban.
Di tahun-tahun itu, pengertian soal lukisan masih konvensional,
yang disebut lukisan ya hanya yang berupa cat minyak di atas
kertas. Sketsa dan medium selain kanvas, tidak dianggap sebagai
lukisan. Pada saat itu pula, tempat pameran masih sangat terbatas,
setidaknya saat itu hanya ada tiga tempat: Senisono, Bentara
Budaya dan Karta Pustaka. Setiap perupa yang pameran di saat
itu, berarti ia siap rugi, sebab lukisan saat itu tidak laku, kecuali
beberapa seniman saja, misalnya Ivan Sagito.
Perupa yang ingin mencari uang sendiri, tidak mengandalkan
kiriman orangtua, biasanya terlibat ikut membuat iklan, dari
mulai membuat spanduk sampai poster. Ada juga yang mengisi
ilustrasi di berbagai koran. Dan yang dianggap proyek besar saat
itu adalah ketika ada perupa yang diminta oleh pihak Gramedia

71

untuk menggambar ulang sampul buku di atas triplek besar,
untuk acara tertentu, seperti peluncuran buku atau sekadar
promosi biasa.
Saat itu, di kampusnya, sama sekali tidak ada kegiatan yang
berbau politik. Dan paralel dengan hal itu, booming minyak
membuat Indonesia makmur secara ekonomi, sekalipun
sesungguhnya hanyalah gelembung ekonomi (bulb economic),
banyak orang kaya baru dan banyak bank yang didirikan.
Soal absennya kegiatan politik di kampus juga dibenarkan oleh
Dwi Maryanto, yang pada tahun 1984 sudah mulai mengajar di
kampus STSRI-ASRI yang saat itu telah berubah nama menjadi
Institus Seni Indonesia (ISI). Saat itu jika ada yang mencoba
ngomong politik, selalu dibilang kawannya yang lain, “Sudahlah
soal politik dan ekonomi sudah ada anak-anak UGM yang lebih
jago.”
Maka kemudian yang lebih banyak terjadi adalah eksplorasi
media dan pencarian bentuk lukisan. Misalnya saja Dwi
Maryanto mencontohkan, saat itu yang sedang populer adalah
karya seni lukis yang surealistik. Salah satu pelukis yang diingat
begitu dahsyat melakukan eksekusi gagrak (genre) itu adalah
Lucia Hartini. Lucia pernah melukis baskom yang terbalik di
tengah laut. Kemudian Lucia juga pernah melukis seekor burung
bangau yang tersangkut di alang-alang.
Baik Ong maupun Dwi Maryanto mengakui, saat itu, dan
kemungkinan besar juga sampai beberapa tahun selanjutnya, ada
semacam strata antara anak seni lukis dibanding jurusan-jurusan
yang lain. Ong mengaku, saat itu, “Orang lukis itu nomor satu.”
Sementara Dwi Maryanto mengatakan, justru karena hal
itulah, orang seperti dirinya lalu mencari berbagai peluang,
seperti kemudian menjadi penulis dan kurator. “Makanya sampai
sekarang banyak anak grafik yang menjadi kurator atau penulis,”
kata Dwi Maryanto menandaskan.

72

“Zaman itu di kampus, isinya ngedan, mabuk-mabukan,
dagelan dan hura-hura.” ungkap Ong, ketika ditanya apakah saat
itu kehidupan politik masuk di ISI. Pernah katanya, ia dan temanteman satu angkatannya, termasuk Eddie Hara, membuat wayang
dari karton. Tokoh-tokoh di dalam wayang itu adalah para teman
dan dosen mereka. Ceritanya seronok dan lucu, berkisah tentang
kehidupan keseharian kampus, dalangnya anak Diskomvis, dan
musik pengiringnya adalah grup musik keroncong.
Bagi Ong, kampusnya adalah sebuah tempat yang memberi
limpahan energi kreatif yang luar biasa. Ia menggambarkan
kampusnya seperti hal ini, “Seperti sanggar tapi besar sekali.
Hanya bedanya, ada yang disebut guru dan ada yang memberi
nilai. Tetapi nilai pelajaran tidak penting-penting amat, yang
penting terus bisa berkreasi.”
--i Kampus ISI Gampingan, semenjak lembaga tersebut
masih bernama STSRI-ASRI, tempat itu merupakan
tempat favorit anak-anak kampung sekitar. Selain
tempatnya teduh, dulu selain ada pohon beringin besar yang
sampai sekarang masih ada, juga terdapat banyak pohon kemiri.
Di tempat itu juga, dulu ada banyak sisa-sisa cat, yang boleh
digunakan oleh anak-anak untuk mengecat apa saja, mengecat
tembok sampai mengecat batu.

D

Salah satu anak yang selalu bermain di ISI adalah Gandung.
Tetapi Gandung adalah nama paraban, nama julukan. Naman
aslinya Wahyudiyono. Ia kelahiran 1969.
Gandung tidak lulus SD. Sejak kecil, orangtuanya cerai. Dan
sejak kecil pula, ia sudah terbiasa mencari uang sendiri. Ia bahkan
mulai mengayuh becak semenjak usia 11 tahun, dan karena belum
bisa mengayuh dari sadel, terpaksa ia lakukan dari spatbor roda
bagian belakang.
Karena sejak kecil selalu berada di kompleks ISI, ia mengenal
hampir semua orang yang pernah kuliah di sana, terutama para

73

mahasiswa yang aktif. Sebutlah siapa saja, pasti dia akan tahu.
Gandung mengaku kalau dirinya nakal. Tetapi ia mempunyai
alasan khusus untuk itu, “Bagaimana tidak nakal, saya itu sejak
kecil kalau tidur, melihat simbok saya main judi. Suatu saat ketika
saya sudah besar dan sudah bisa mencari uang sendiri, kebetulan
saya juga suka judi, simbok saya mengingatkan agar saya tidak
berjudi. Tetapi saya balikkan kata-katanya, kalau dulu dia pun
suka berjudi bahkan di depan anak sendiri.”
Selain suka berjudi, Gandung juga dikenal sebagai peminum
berat. “Saya selalu nyanding vodka atau sejenisnya. Kalau bangun
tidur tidak minum alkohol, rasanya badan ini kurang bergairah.”
Dulu, tempat mangkal Gandung dengan becaknya berada di
perempatan Wirobrajan, hanya spelemparan batu dari kampus
ISI. Selebihnya, ia nongkrong di ISI, ikut mabuk bareng dengan
para mahasiswa.
Dia tahu betul siapa saja dan dari angkatan berapa saja yang
sangat ngedan di ISI. “Bahkan ada yang edan betulan, namanya
Marganus. Kalau tidak angkatan ’78 ya angkatan ’79. Saya masih
sering ketemu dia di jalanan. Karena saya diweling Pak Ong agar
memperhatikan orang itu, ya setiap ketemu masih sering saya
beri rokok.”
Ia juga tahu betul siapa saja mahasiswa yang sudah berhasil dan
masih teringat sama dia, dan yang sudah melupakannya. “Kalau
Mas Heri Dono dan Eddie Hara itu baik sekali. Kalau datang ke
kampus, pasti nyari saya, dan sering diberi uang. Tetapi andalan
saya jika kepepet dan tidak punya uang ya datang ke Pak Ong.”
Gandung bertubuh tambun, tetapi tampak kuat. Beberapa
bagian giginya hancur. Beginilah pengakuannya, “Saya ini brjiwa
seniman. Saya pernah enam tahun jadi anggota grup musik
dangdut, bagian saya memainkan kendang dan ketipung. Kalau
soal gigi, itu gara-gara waktu kecil saya sering ikut grup jathilan.
Kalau pas ndadi (trance), saya makan beling dan mbrakoti sabut

74

Terutama untuk menjaga mahasiswa-mahasiswa yang mabuk agar tidak bikin onar dan berantem. Sekarang serba necis. Kalaupun toh minum. kalau ada seseorang yang ingin tahu masa lalu seorang tokoh di ISI. Gandung khusus mengantarkan tamu-tamu yang ingin berwisata seni. Makanya gigi saya hancur semua. kini ia juga berprofesi sebagai tukang pijat. Bantul. semenjak anak angkatan 1998 sampai tahun-tahun berikutnya. sudah tidak kuliah lagi di Gampingan. Sebab zaman sudah berubah.” Namun jika ada acara mabuk-mabukan di kampus. Dan tentu saja mengumpulkan botol serta kaleng minuman bekas tempat alkohol untuk dijual. sudah enggak ngedan seperti dulu lagi. Sebuah tempat 75 . termasuk lewat dunia maya. Tetapi masalahnya. ia tetap terlibat. Selain itu. asal di atas tahun 1977 sampai 1997. “Anak ISI sekarang sudah enggak asyik lagi. Sesuai dengan namanya. paling sekarang hanya minum bir. dan Samuel pula yang mengiklankan ke mana-mana. ketika anak pertamanya lahir.kelapa. melainkan sudah di Sewon. Maka.” Tetapi semenjak tahun 1991. Dan beginilah menurut penuturan Gandung. itu pun kalau ada yang membelikan. terutama di galerigaleri atau tempat-tempat pameran. Gandung sudah tidak mau minum minuman keras. Gandung adalah salah satu orang yang pantas ditanya. “Saya takut diwelehke anak saya. Terutama anakanak angkatan 1998 ke sini…” Mungkin saja benar omongan Pak Gandung. Dan becaknya sekarang pun sudah terkenal dengan sebutan ‘Gandung Becak Art Trip’. bahkan semenjak bernama STSRI-ASRI. Ia juga kerap diminta beberapa pelukis untuk mengantar karya mereka ke tempattempat tertentu. takut mengalami seperti yang dilakukannya kepada simboknya. Sebutan ‘Gandung Becak Art Trip’ diberikan oleh Samuel Indratma.

Arahmaiani mencemplungkan diri. Tetapi ITB. masing-masing tempat itu mempunyai stereotip sendiri-sendiri. di gerakan politik. sebagaimana dua kampus lain yakni UI dan UGM. Tetapi karena pertimbangan bahwa orangtuanya tinggal di Bandung. Pendapat tersebut didukung oleh Ong. selalu tidak pernah putus melahirkan generasi-generasi penentang Orde Baru. Sesungguhnya. Saat ia masuk di ITB. terutama menentang agenda pemilu 1977. seni rupa ITB serig disteretipkan sebagai laboratorium Barat. Tetapi Yogya. --rahmaiani memang baru berdomisili di Yogya pada tahun 2001. Hal itu dilakukan bukan tanpa latar belakang. bukanlah kota asing baginya. cukup politis. maka ia memutuskan untuk kuliah di ITB. A Ia masuk kuliah di Departemen Seni Rupa ITB pada tahun 1979. Sedangkan STSRIASRI sering distereotipkan dengan hal-hal yang berbau kerakyatan. saat ia masih duduk di bangku SMA pun ia pernah ditahan karena sudah terlibat aktivitas politik. Baginya. Sedangkan di STSRI-ISI dikenal sebagai kampus yang bersetia dengan lukisan gagrak realis. walaupun dengan penekanan yang agak berbeda. gema GSRB sudah tidak terdengar lagi di kampusnya. Menurut Arahmaiani. “Hanya saja kan waktu itu Orde Baru sedang kuat-kuatnya. di saat itu. Di sanalah. semenjak awal tahun 1980an. terutama karena ia menjalin hubungan yang erat dengan banyak seniman dai Yogya. Menurutnya. sehingga setiap kegiatan politik harus dibungkus dengan rapi.” ITB dan ISI. Arahmaiani agak menyangsikan kalau STSRI-ASRI relatif bersih dari kegiatan politik.yang tentu saja jarang dikunjungi Pak Gandung. termasuk dealam hal gagraknya seperti kubisme dan abstrak. anak-anak senirupa ITB unsur modernismenya kuat. ia juga diterima masuk STSRIASRI. apa yang dulu dilakukan oleh Eddie Hara dan kawan-kawannya. 76 .

seni peristiwa sudah lama pula dilakukan. seni peristiwa itu sering hanya disebut dengan istilah ‘njeprut’. “Mungkin karena di Bandung. serta dianggap sarafnya sudah putus. “kalau di Yogya kan bisa di angkringan atau di rumah siapa gitu…” Perihal pemahaman seni yang konvensional dalam lembaga pendidikan formal. senimansenimannya lebih individualistis dan elitis…” jelasnya. ia begitu terpukau dan terobsesi dengan bayangan. Tetapi Arahmaiani juga tahu. 77 . Semenjak ia kuliah seni di Belanda. --ella Jarsma datang ke Indonesia karena digiring oleh bayangan (shadow). M Kebetulan saat kuliah itu pulalah. Terutama di saat angkatan Heri Dono dan kawan-kawan. di bandung pun menurut Arahmaiani sama saja. Lagi-lagi menurut Arahmaiani. jika di Yogya yang namanya lukisan ya cat minyak di atas kanvas. ia selalu mencoba memotret bayangannya sendiri. sesuatu antara gelap dan terang. Dulu. Praktik-praktik berkesenian di Yogya menurutnya lebih bisa dimengertinya daripada praktik-praktik kesenian di Bandung. yang kurang lebih artinya gila-gilaan. Dan karena ketertarikannya itu. sperti yang pernah disitir oleh Ong. saat ada matahari.Arahmaiani sendiri mengaku sebetulnya merasa lebih cocok dengan orang-orang Yogya.” Perupa yang sudah sejak lama menekuni bidang seni peristiwa (performance art) ini juga sempat mengungkapkan bagaimana susahnya ia mengembangkan bidang itu.” ujarnya. tidak jelas. Ia begitu terpukau dengan bayangan. di Yogya. ia mengenal wayang kulit. tempat ngumpul seniman Bandung sangat terbatas. batas antara yang hidup dan yang mati. maupun saat ada sumber cahaya yang lain. “Aku pernah tidak lulus ujian gara-gara aku melukis dengan arang. “Paling-paling di kampus. tegangan antara yang material dan imaterial.

Karena itu. ia mencari beasiswa yang memungkinkannya berkunjung dan sekolah di Indonesia. semata-mata untuk mendalami kemungkinankemungkinan perihal bayangan. Sedangkan di Yogya tidak seperti itu. maka mereka cenderung hanya berkumpul di kampus. Eddie Hara. Dan kebetulan pula. Ia bosan di Jakarta. Ia pun lantas berkunjung ke Indonesia. Tetapi hanya bertahan enam bulan. Bahkan ia menyewa rumah yang tidak mempunyai aliran listrik. yang menurutnya. Di Yogya. mengambil seni patung dan instalasi. Nama laki-laki terakhir itu. perihal bayangan semakin mengeras di pikiran dan batinnya. Mella terus mencoba mengeksplorasi bayangan. Sepasang kekasih itu akhirnya sama-sama pulang pergi ke Belanda. tetapi juga bisa didiskusikan di masing-masing kos-kosan. Di negeri ini. Selama di Belanda itulah. Mella bertemu dengan geng Dadang Christanto dan kawan-kawannya yang lain. misalnya saja di warung-warung angkringan yang hanya diterangi lampu teplok dan dikelilingi terpal plastik. mahasiswa bisa berkarya di mana saja. Awalnya ia kuliah di IKJ. Di saat 78 . dan kemudian menikah di sana. ia berhasil mendapatkan beasiswa. karena jarak rumah atau kos-kosan para mahasiswa saling berjauhan. Selain soal bayangan. karya para mahasiswa bisa didiskusikan di kampus. sperti Heri Dono. kelak menjadi suaminya. Tahun 1986. lebih mempunyai konsep bayangan yang lebih kaya. Di IKJ. beasiswanya selesai. Tahun 1985. begitu lulus kuliah. Nindit bisa mendapat beasiswa pergi ke Belanda. ada hal lain yang membuat Mella lebih kerasan berada di Yogya dibandingkan dengan di Jakarta. dan Nindityo Adipurnomo. di masingmasing kos mahasiswa bisa jadi studio. mereka berdua sering menghabiskan waktu untuk jalan-jalan di galeri seni. Akhirnya Mella memilih hengkang ke Yogya.sebuah pertunjukan yang berhubungan erat dengan bayangan. Di Yogya. dan tiba di Indonesia.

kalau mereka perlu membuat semacam galeri di Yogya. Sketsa. hubungannya dengan pihak pengelola ruang pameran juga selesai. serta tidak ada upaya dari pihak galeri yang ada untuk terus mengikuti perkembangan seorang seniman yang pernah berpameran di sana. Galeri Seni Cemeti bisa menjadi galeri alternatif di Yogya. pengertian bahwa senirupa. Pertama. Dan alasan ketiga. belum dianggap sebagai bagian dari seni yang penting. mereka membuat sketsa di atas kertas. Banyak seniman bahkan. tepatnya pada bulan Januari 1988. instalasi. dan ada sebuah majalah dinding di sebuah sekolah yang memakai nama Cemeti juga. Nama itu pula. karena mereka merasa di Yogya butuh sebuah lecutan seni. seni patung. sketsa itu dibuang begitu saja. Mereka benarbenar berharap dan berjuang. Ong Harry Wahyu.itulah muncul pemikiran. mereka hanya mempunyai ruang pajang untuk pameran seluas 4x7 meter. hanyalah semata-mata terfokus kepada seni lukis. sebuah galeri bernama Galeri Seni Cemeti berhasil mereka dirikan. inilah yang nampaknya paling penting. Saat Galeri Seni Cemeti dibuka. Tidak ada sistem dokumentasi dan informasi yang terus dimutakhirkan. Nama ‘cemeti’ itu mereka ambil. yang sebelum membuat sebuah lukisan. digelarlah pameran bersama lima perupa: Mella Jarsma. ruang pameran itu hanya sebatas sebagai ruang pameran. Pada bulan Agustus 1987. tetapi begitu lukisannya sudah jadi. Untuk pembukaan galeri ini. hal sperti itulah yang menjadi perhatian Mella dan Nindit. mereka telah sampai lagi ke Indonesia. ketika seorang seniman selesai melakukan pameran. sebetulnya diambil saat mereka berdua berkunjung ke Semarang. Kedua. Eddie Hara dan 79 . Nindityo Adipurnomo. karena ruang pameran di Yogyakarta saat itu sangat sedikit. Alasan dibentuknya cemeti sebetulnya berawal dari niatan yang sederhana. dan hanya butuh waktu setengah tahun.

Heri Dono. bahkan di Indonesia. Ketika sketsa mulai laku dijual. sudah mulai menjadi impian banyak perupa. Dan lambat laun. dan visi yang terus terjaga. baru banyak perupa yang terbuka pikiran mereka. dan saat Teddy masuk ISI pada tahun 1992. lalu mengantar sendiri undangan-undangan ke orang-orang yang diundang. Saat Bob dan Toni masuk ISI pada tahun 1991. ternyata sketsa pun merupakan produk seni dan bisa dijual. Cukup lama mereka menggunakan uang pribadi mereka di saat awal-awal galeri tersebut berdiri. Dengan manajemen yang baik. Mella dan Nindit benar-benar membangun Galeri Seni Cemeti dari nol. Bisa berpameran di Galeri Seni Cemeti. terutama para turis yang membeli lukisan dan sketsa. 80 . Galeri Seni Cemeti benar-benar menjadi galeri alternatif di Yogya. Lalu kelima perupa itu giliran melakukan pameran tunggal di sana. banyak orang yang mulai berdatangan. Mereka menyablon sendiri poster dan undangan. Galeri Seni Cemeti sudah menempati posisi yang cukup penting dalam dunia senirupa di Yogya.

Forum
Adu Goblok

S

YAMSUL Barry atau Icul, sebagaimana remaja lain yang
merasa mempunyai bakat menggambar, dan sekaligus
ingin menjadi seniman, begitu lulus dari SMA, mencoba
mencari sekolah tinggi yang dipikirnya mampu menggilapkan
ketrampilannya. Lalu ia mendengar kalau di Yogyakarta
ada sebuah sekolah tinggi bernama STSRI-ASRI. Ia segera
meninggalkan kota tempat asalnya, Jakarta, untuk menuju Yogya.
Peristiwa itu terjadi pada tahun 1989.
Setiba di Yogya, ia dikagetkan oleh dua hal. Pertama, sekolah
tinggi yang ditujunya itu ternyata telah lama berubah nama
menjadi ISI. Kedua, ketika kemudian mengikuti ujian masuk ISI,
bakat menggambarnya tidak cukup buat menembus ujian masuk.
Ia gagal masuk ISI. Kelak, kekagetannya akan bertambah lagi.
Tetapi Icul tidak mau balik ke Jakarta. Ia menetap di Yogya,
dan sembari menunggu kesempatan di tahun berikutnya, Icul
kursus bartender di sebuah akademi pariwisata. Saat itu ia
berpikir, “Kalau nanti tidak tembus lagi, aku akan buka warung
makan. Bisnis makan tidak pernah sepi pembeli.”
Tetapi ternyata di tahun berikutnya, 1990, ia berhasil masuk
ISI dengan jurusan Kriya. Begitu masuk ISI, kekagetannya
semakin bertambah. Di kampus, menurut Icul, suasananya ‘rock
‘n roll’, gila habis. Di mana-mana banyak mahasiswa berlaku gila,
dan alkohol bisa diminum di setiap pojok kampus. Saat itu, ia
sempat berpikir, “Wah, bagaimana bisa belajar kalau suasananya
seperti ini?”
Tetapi pikiran Icul tidak sejalan dengan praktiknya. Dengan
segera, apalagi ia mempunyai ketrampilan mengoplos minuman
yang dipelajarinya dari tempat kursus, segera ia menjadi ‘bartender
idola’ di kampus ISI. Icul pun mulai terlibat dalam aksi gilagilaan
ala ISI. Kalau ada pentas musik, botol minuman berterbangan di
panggung. Musisi dengan seenaknya diturunkan oleh penonton
yang kemudian mengambil alih panggung dengan kegiatan apa
saja, apakah hanya sekadar menjerit atau bahkan bertelanjang

83

memamerkan tato. Kalau ada acara kemah, aksi gila seperti itu
bisa sampai menyiram minyak tanah ke dalam kantung beras
yang sedianya untuk bahan makan.
Icul menyatakan, kalau angkatan 1989 dan 1990 disebutnya
sebagai masa ‘transisi’. Sebab, kelak kemudian, setelah tahun
1991, ada perbedaan yang cukup mencolok di kegiatan kampus
ISI. Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan oleh Icul,
sebab di dunia luar (baca: politik nasional), juga tengah terjadi
pergeseran atmosfir, terutama ketika kekuasaan Orde Baru yang
berhasil menetralisir kampus dari aksi politik mulai luntur, dan
kebijakan politik Orde Baru di tingkat rakyat mulai semakin
memperlihatkan kebrutalannya.
Salah satu orang yang juga satu angkatan dengan Icul adalah
Edo Pillu. Ia punya sejarah yang cukup unik mengapa bisa
kuliah di ISI. Edo berasal dari Bandung. Sejak SMA, ia sudah
mempunyai ketrampilan membuat patung dan bermain musik.
Saat lulus dari SMA, ia bekerja kepada seorang pematung di
Bandung. Suatu saat, Edo iseng-iseng menggambar di kertas,
dan hasil gambarnya itu dilihat oleh si pematung. Melihat ‘bakat
tersembunyi’ Edo, si pematung segera memberi Edo uang untuk
mendaftar kuliah yang ada jurusan seninya. Saat itu, Edo pikiran
Edo bercabang, memilih antara masuk seni rupa ITB atau
ISI. Namun akhirnya Edo memilih masuk ISI. Alasannya pun
sederhana, ia ingin suasana kota yang baru.
Begitu masuk ISI, hampir sama dengan Icul, ia cukup terkejut.
Kehidupan ala bohemian dengan alkohol dan kegilaan yang
merebak di seantero kampus, membuatnya terbengong-bengong.
Tetapi sebagaimana akhirnya mahasiswa baru yang lain, apalagi
yang memang mempunyai bibit keliaran, Edo segera memasuki
pergaulan seperti itu dengan santai. Tiada hari tanpa mabuk.
--ada tahun 1991, di antara 30 mahasiswa baru jurusan
seni lukis, terdapat dua nama: Bob dan Toni. Menurut
pengakuan Toni, ia seperti sudah pernah mendengar nama

P

84

Bob sebelumnya. “Kayaknya aku sudah pernah dengar nama
Bob, deh. Mungkin karena dia anak Q’zruh, mungkin karena dia
pernah sering menjadi juara menggambar. Tapi kemungkinan
besar, aku rancu dengan Bob yang lain. Bisa jadi yang kudengar
adalah Bob Dylan atau Bob Marley, bukan Bob yang kawan satu
angkatanku ini.” paparnya sambil tertawa.
Berbeda dengan Icul dan Edo, begitu masuk ISI, Toni
langsung merasa senang bukan kepalang. Inilah kampus yang
bisa membuatnya berbuat segila yang dia mau.
Apa yang dirasakan Toni, hampir sama juga dengan apa yang
dirasakan oleh Bob. Di pikiran Bob saat itu, apa yang sering
disebutnya dengan ‘kebebasan’ semakin terang. Namun, ia punya
pengalaman yang agak buruk saat mulai masuk ISI, yakni ketika
terjadi perpeloncoan bagi mahasiswa baru.
Sudah menjadi rahasia umum di seantero Yogya, sistem
perpeloncoan di ISI merupakan salah satu sistem perpeloncoan
yang terkenal dengan kegilaan dan keganasannya. Oleh para
kakak-kakak seniornya, Bob dan beberapa temannya disuruh
telanjang, untuk diperiksa, apakah ia punya tato atau tidak.
Bagi yang punya tato, perpeloncoan bisa lebih kejam lagi. Sebab
oleh para senior, mereka yang bertato sudah punya pengalaman
dan mental yang nakal. Dan sebab lain, sebagaimana hukum
perpeloncoan, setiap yunior tidak boleh menyaingi para senior,
juga dalam hal bertato.
Malang bagi Bob, ia ketahuan mempunyai tato. Maka ia
dikelilingi belasan seniornya, dan mengalami perpeloncoan
yang lebih keras lagi. Mulai dimaki, sampai ditantang berkelahi.
Tetapi dasar Bob, keesokan harinya, ia malah menambah satu
tato lagi, dan saat itu, tatonya mulai diperlihatkan. Para seniornya
marah lagi, Bob kena hukuman lagi. Dan keesokan harinya lagi,
Bob menambah satu tato lagi. Begitu seterusnya sampai fase
perpeloncoan usai.
Di antara anak-anak seni lukis angkatan 1991, terdapat nama

85

perempuan yang cukup antik. Namanya, Bunga Jeruk. Ia masuk
ISI selain karena sejak kecil suka menggambar, juga karena
didorong oleh ayahnya, Darmanto Jatman. Sang ayah bilang
kepada Bunga, “Kamu jadi seniman saja, masuk ISI sana.”
Gayung bersambut. Bunga pun masuk ISI. Sekalipun
perempuan, Bunga justru tidak termasuk orang yang mengalami
‘gegar budaya’. “Sejak SMA, aku sudah bergaul dengan banyak
seniman di Solo, jadi aku enggak kaget.” kata Bunga.
Dan masih menurut Bunga, dua orang teman seangkatannya
yakni Bob dan Toni memang sudah ‘mencuri start’. Bunga
mengungkapkan, “ Mereka sudah kenal dengan kakak-kakak
angkatan. Mungkin karena mereka dulu sebelum masuk ISI
pernah kursus menggambar agar lolos masuk ISI.”
Bunga juga masih ingat, di awal-awal kuliah, kedua orang itu,
Bob dan Toni, sudah terlihat selalu ingin tampil dan menonjolkan
diri. Kata Bunga, mulai dari saat penataran, Bob dan Toni selalu
bertanya kepada para penatar, walaupun pertanyaan mereka tidak
begitu jelas, atau lebih tepatnya tidak begitu bermutu.
Tampaknya, nama Bunga, benar-benar menjadi ‘bunga’
di kampusnya saat itu. Dan salah satu cowok yang berusaha
mendekati Bunga adalah Toni. “Aku sering diajak bermain,
pergi ke tempat-tempat pameran, dan bahkan pernah diajak ke
rumahnya.”
Tetapi Bunga akhirnya menjauh dari kejaran Toni, karena
kebetulan ia mempunyai teman yang si teman tersebut ternyata
adalah salah satu teman satu SMA dengan Toni. Kata si teman,
sejak SMA, Toni sudah dikenal sebagai cowok play boy. Selain
itu, Toni juga dikenal sebagai cowok yang celelekan alias konyol.
Pernah di saat SMA, Toni disetrap gurunya gara-gara saat ia
kebagian mempimpin doa, ia memimpin dengan mengatakan
hal seperti ini, “Mari teman-teman, kita berdoa menurut alat
kelamin masing-masing.”

86

Omi kos di daerah Pogung. Dan sesuai 87 . Icul malah merasa bisa nyaman dengan anak-anak angkatan 1991. “Wah itu posmo…” A Atau jika ada orang yang ingin mengajak ngedan temantemannya. walapun Bob seperti halnya Toni juga naksir Bunga. Bon dan kawan-kawannya.Bunga kemudian lebih dekat dengan Bob. dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Kalau ada ulah sedikit saja. melainkan karena hal lain. Karena hal itulah. sampai masalah penyakit anjing.” kenang Bunga. Bunga sering bersama Bob. dengan bandana yang ditalikan di kepalanya. yuk…” Demam posmodernisme pun menyerang kepala Icul. dan dengan jaket penuh gambar tengkorak. Apa saja bisa dibicarakan di forum itu. mulai dari masalah tema politik. selalu ada yang nyeletuk. Icul mengusulkan dibentuk sebuah forum diskusi. di dekat UGM. Tetapi dengan teman-teman seangkatannya. “Saat itu kan musimnya grup musik Guns ‘N Roses. yang saat itu terpilih sebagai ketua angkatan anak-anak jurusan melukis tahun 1991. Icul merasa tidak begitu klop. saat ia ingin mengunjungi Omi. Bersama anak-anak angkatan 1991 itulah. Bunga mempunyai kakak perempuan bernama Omi Intan Naomi. wah tampilan Bob dimiripmiripkan dengan Axl Rose. Nama forum itu: Forum Adu Goblok. Kedekatan itu bukan karena Bunga naksir Bob. Sekalipun tidak paham apa itu posmodernisme. ia bisa saja dengan ringan berkata. Saat itu. angatan Tono. kecuali dengan Edo. yang kebetulan juga dekat dengan rumah Bob yang di Pandega Bakti. namun anak-anak muda ISI saat itu. Sama sekali enggak mirip Axl Rose. dengan julukan: Kepala Suku. “Mosmo. sosial. di Indonesia merebak wacana posmodernisme. yang kuliah di Fakultas Sosial-politik UGM. --wal tahun 1990an. sudah sering gembargembor tentang posmodernisme.

untuk kemudian dibawanya masuk ke ruang kelas. lalu menceburkan diri di bak penampungan. tidak ada civitas akademika 88 .” Ada satu mata kuliah yang dulu menjadi favorit banyak anak ISI. Ia saat itu ‘patah hati’ karena gagal mendapatkan seorang perempuan dari jurusan Diskomvis. Toni juga sempat membuat heboh. Menurut Toni tentang kehadiran Teddy. Sampai beberapa minggu. termasuk melebihi para seniornya. “Keliaran dan kegilaannya melebihi siapapun. di berbagai dinding kampus. Bob berbuat lain. sebab ia mempresentasikan karyanya di depan kelas dengan cara mengambil atau lebih tepatnya mendongkel pintu kamar mandi yang berada di kampus. Di sana ia bertelanjang bulat. Di mata kuliah itu. Pernah suatu ketika. dalam jumlah yang sangat banyak. yang lebih dominan dalam ‘diskusi’ itu adalah memperdebatkan mengapa burung Garuda Pancasila. Suatu saat. Karena ditolak cintanya. ketika bertambah tahun. Sementara itu. sebelumnya. tetapi kemudian yang terjadi. Ketika salah satu anak jurusan seni lukis angkatan 1992 ikut bergabung. orang yang nimbrung di forum tersebut pun bisa seenaknya ngomong. di mana setiap anggota yang terlibat diskusi harus bertelanjang bulat. mata kuliah itu bernama Experimental Art. Forum itu semakin gila. Teddy sempat membuat syok warga kampus dengan menempel poster bergambar dirinya sendiri. Toni dan Teddy. tetapi juga ganjil di dalam berperilaku. dan bisa seenaknya membelokkan tema yang telah disepakati. Di mata kuliah yang sama. kepalanya menengok ke kanan. Forum Adu Goblok. Forum Adu Goblok bukan hanya nyeleneh secara tema. tema diskusi itu membahas tentang sepak bola.dengan namanya. serta kencing di sana. pernah digelar diskusi di forum itu. Bob naik ke menara tempat penampungan air yang berada di kampus ISI. sembari memamerkan tato-tato ditubuhnya. alih-alih meniru kedua orang yang kemudian menjadi sahabatnya. Orang itu adalah Teddy.

para penggemar pil koplo dijuluki Serpiko: Sersan Pil Koplo. Ketika kemudian Icul dan David datang. Ada peristiwa yang memantik sehingga Toni teler berat. entah kenapa langsung ditelan oleh Toni. Icul pun sedang nenggak pil bersama dengan Edo Pilu dan salah seorang teman mereka bernama David. Serpiko sendiri sebetulnya merujuk kepada seorang tokoh film bernama Serpico. kemudian sedikit demi sedikit ketiga orang itu bergantian menyyeruput kopi. Begitu keluar dari kamar mandi. karena ulah Bob. “Dulu dia tidak seperti itu. Saat Toni datang. Toni sampai sekarang kalau berbicara agak lambat dan kurang runtut. semakin menggila ketika banyak anak ISI mulai mengonsumsi pil koplo. dan setelah itu. lalu satu papan pil koplo dimasukkan ke dalam gelas berisi kopi. Toni menelan satu papan atau satu tik (istilah untuk menyebut satuan pil koplo dalam jumlah antara 12 sampai 16 biji). hanya karena masih panas. kopi sudah teraduk bersama pil. termasuk orang-orang yang sangat doyan pil koplo. Ulah gila-gilaan tersebut di atas. Icul dan David keluar rumah sebentar untuk membeli rokok. Bahkan karena tergila-gila dengan pil koplo itulah. ketiga orang itu menunggu hingga kopi agak dingin. Sementara menunggu kopi dingin. Mereka bertiga mempunyai cara tersendiri yakni. Lalu ia bermain di tempat kos Icul. Suatu hari. sebab kopi yang telah diracik oleh Icul ternyata telah tandas diminum Toni. Sementara. Edo berada di rumah bersama Toni yang baru saja datang. seorang tokoh polisi yang dimainkan oleh Al Pacino. Edo kemudian pergi ke kamar mandi. gaya bicaranya melambat. Seluruh pil yang berjumlah 12 biji itu. Toni. Edo kaget sekali. Icul membuat kopi panas.” ujar Icul. mereka 89 . Teddy.di lingkungan kampus ISI yang berani menggunakan air di lingkungan itu. Bob. Tetapi cara menelan pil mereka berbeda dengan cara menelan pil Toni. kebetulan di sana. Di Yogya. yang memang tidak tahu saat minuman itu ‘diracik’.

sesuai dengan kebutuhan yang ada.berdua pun kaget begitu tahu kalau segelas kopi itu dihabiskan sendirian oleh Toni. Misalnya saja ketika di daerah tertentu terjadi banjir. Ketiga orang kawan yang masih sadar itu semakin kacau. mereka juga mempunyai ‘pahlawanpahlawan lokal’ ala kampus. Sementara Toni hanya tertawa-tawa. Titik-titik itu bisa diisi apa saja. ada semangat pemberontakan yang dilakukan oleh anak-anak ISI. Jika ada Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). --ebetulnya. Walaupun Toni masih terus dalam keadaan ‘on’ hingga beberapa hari kemudian. Mereka bertiga bingung. mereka membuat acara tandingan dengan nama: binal. kalau Toni sudah mengkonsumsi pil koplo dalam jumlah yang besar. Begitu Toni bangun tidur. Bob misalnya. nyawa Toni jels terancam. Mereka bertiga akhirnya menunggui Toni sampai keesokan harinya. berubah menjadi lambat. mereka pun bisa memakai lembaga tersebut dengan nama Forum Seniman Peduli Teman yang Sakit. Mau membawa Toni pergi ke rumah sakit. gaya bicara Toni yang semula tegas. S Lembaga yang menyerupai Forum Adu Goblok juga pernah didirikan oleh Toni yaitu Forum Seniman Peduli… (Baca: Forum Seniman Peduli Titik-titik). mereka sangat lega. apalagi jika ditanya dokter apa sebabnya. ia langsung tersungkur. sebab dalam waktu yang hampir bersamaan ia menenggak 24 pil koplo. Kalau tidak dibawa ke rumah sakit. Apalagi Icul tahu persis. Jika ada teman yang sakit. anak-anak ISI membuat FKY Tandingan. tetapi merasa hal itu sangat berbahaya. Semenjak itulah. Setelah itu. mereka selalu ‘serba anti’. Bagi anak-anak ISI angkatan Icul dan Toni. Jika digelar peristiwa biennial. tetapi itu hanya berlangsung selama beberapa menit. di tahun-tahun sebelum 1990an. 90 . maka lembaga tersebut berkegiatan dengan memakai nama Forum Seniman Peduli Banjir.

Heri Dono dan Dadang Christanto. sebuah perkembangan baru muncul. Misalnya. Suku Naga dan Suku Badui. “Tetapi ada juga tokoh lain yang dinilai tidak kalah hebatnya. “Eddie Hara itu ibarat imamku.” Sebetulnya pula. Mereka mempunyai sebutan yang khas untuk orang-orang UGM. apalagi jika diajak ngomong oleh dia…” Sementara. Lembaga ini pernah berkeliling ke beberapa wilayah di Indonesia seperti ke Suku Dayak. “Jangankan bertemu dan bertegur sapa. mereka membenahi lembaga pencinta alam di ISI. sambungan dengan orangorang di luar kampus mereka.ia mengaku tergila-gila kepada Eddie Hara. terutama di dalam Forum Adu Goblok. diubah konsepnya menjadi sebuah lembaga yang peduli untuk melakukan konvservasi alam dan lingkungan. melihat lukisannya pun aku sudah merasa bahagia. selain gila-gilaan dalam berperilaku. sebuah sebutan yang ambigu: Cah Lor. yaitu Mulyono. dan aku dengan rela masuk ke dalam saf (barisan)-nya. Bob bilang. melihat Eddie Hara dari jauh pun aku sudah merasa gila. Di sana mereka belajar tentang misalnya saja bagaimana teknologi lokal itu membuat sambungan kayu dalam membuat rumah. Konsep Sasenitala yang semua hanya merupakan wahana para mahasiswa untuk naik gunung. orang-orang macam Eddie Hara.” tegas Icul.” Lebih lanjut Bob berkata. 91 . yakni ketika anak-anak ISI mulai menemkan lagi sambungan imajiner lama yang dulu sempat memudar. Icul dan Toni pun mulai berpikir dengan lebih dalam. ia juga dikenal oleh para mahasiswa sebagai orang yang konsisten dengan paham seni yang dianutnya. menjadi semacam inspirator. yang artinya Orang Utara. Dan di saat itu pula. “sebab Mulyono selain dulu membuat gebrakan dengan tugas akhirnya berupa instalasi berjudul Koperasi Unit Desa. Mahasiswa Seni Pencinta Alam (Sasenitala). terutama dari UGM. Icul pun mengakui kalau saat itu.

.

Cah LorCah Kidul .

.

Kebanyakan LSM yang muncul dan berdiri pun sebagian besar terjebak dalam paham ‘pembangunanisme’ rezim Orde Baru. baik fiksi maupun non-fiksi di dalam khasanah sastra dan budaya di Indonesia. tidak boleh melakukan aktivitas politik sekecil apapun. satu dari empat buku yang sering disebut orang sebagai Kuartet Buru Pramodya Ananta Toer. Di antara ribuan gelombang manusia yang menjadi korban politik itu. sebetulnya adalah ‘penjelmaan’ dari salah satu tokoh nasional 95 . karena rasa percaya diri rezim Orde Baru atas keberhasilan dominasi politiknya. serta karena tekanan dunia Internasional. yang kebanyakan dibuang di Pulau Buru. sebab kata itu tidak berarti benar-benar bebas. Perkembangan politik lain yang patut dicatat adalah. Novel ini merupakan novel sejarah. dan perekonomian Indonesia berkembang dengan lebih menjanjikan karena menuai booming minyak. Karya awal Pram berjudul Bumi Manusia. dan hanya butuh waktu tiga tahun saja. yang sebelum ia dibuang ke Pulau Buru. Kondisi itu dipicu oleh ‘keberhasilan’ Orde baru di dalam mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Kata ‘dibebaskan’ harus diberi penekakan. menjelang tutup tahun 1970an. Pramoedya keluar dari Pulau Buru pada tahun 1977.M ENJELANG akhir tahun 1970an dan awal Tahun 1980an. ditopang pula dengan berhasilnya Daoed Joesof ‘menetralkan’ kampus dari aktivitas politik praktis. kondisi politik Indonesia mulai marak dengan munculnya banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). dengan tokoh utama bernama Minke. secara bergelombang ‘dibebaskan’. Tokoh ini. maka para korban Gestok. sebuah karya fiksi semisejarah. telah melemparkan belasan karya bermutu. ia mengeluarkan sebuah novel yang kemudian akan menjadi inspirasi ribuan pemuda Indonesia angkatan 1990an untuk melawan rezim Orde Baru. diawasi. Mereka selalu dimintai wajib lapor. terdapat seorang sastrawan nasional bernama Pramoedya Ananta Toer. bahkan kelak di Kartu tanda Penduduk (KTP) mereka diberi tanda khusus dengan kode ET yang artinya Eks-Tapol.

lebih dikarenakan mereka takut runtuhnya wibawa Orde Baru dengan munculnya kembali seorang tokoh kharismatik dan keras kepala seperti Pram. Para aktivis baik LSM maupun aktivis mahasiswa yang saat itu asyikmasyuk dengan kembali di pola lama pergerakan yakni Kelompok Diskusi. mulai dari difotokopi sampai diketik ulang. di dalam sebuah karya novel. puluhan ribu orang 96 . pertanyaan yang tajam terasa percuma untuk dihunjamkan. mulai muncul di permukaan berbagai kasus di sektor buruh dan petani. rezim topeng keberhasilan Orde Baru mulai mengelupas. serta membuat hati mendidih melihat segala macam penindasan. Bahkan pada tahun 1985. Sementara. tetapi tetap dikonsumsi secara sembunyisembunyi oleh ribuan puluhan ribu orang. Dengan tingkat kepiawaian yang tinggi. mulai dari pembangunan karekter tokoh yang kuat. sebuah peristiwa besar yang memicu perlawanan sengit dari para elemen pro-demokrasi mencuat. dan menyelipkan kisahkisah subtil mulai dari percintaan sampai keraguan hati. Karya ini.terkemuka di akhir abad 19 dan awal abad 20: Tirto Adhi Suryo. namun dengan alasan yang dangkal. permainan plot yang ciamik. dan kemudian karyakarya selanjutnya Pramoedya. Dan sebagaimana setiap kedangkalan alasan. terutama yang mulai berpikir kritis tentang Orde Baru. rezim Orde Baru secara memalukan menuduh karya ini mengembangkan tuduhan bahwa di dalam karya ini terdapat ajaran marxisme-leninisme. Dengan rencana itu. buku-buku Pram mulai beredar di mana-mana. menyebarkan bukubuku Pram. Buku ini memang dilarang beredar. Pram mampu meracik sebuah karya dengan latar belakang sejarah yang kuat. dengan seluruh elemen novel yang memukau. Kasus itu adalah Kasus Kedung Ombo. Orde Baru segera melarang karya ini. Satu per satu. Proyek itu berencana membuat sebuah waduk raksasa di daerah Kedung Ombo. akan memicu mereka untuk bertanya tentang sejarah kebangsaan Indonesia. Jawa Tengah. jika dibaca oleh mereka yang berpikiran kritis. kelenturan berbahasa. Dengan begitu. Pelarangan itu.

--alah satu okota yang cepat memanas oleh hawa panas politik adalah Yogyakarta. Untuk kasus Kedung Ombo. Aktivitas lembaga tersebut merambah ke berbagai isu lain. membalas kebijakan rezim Orde Baru dalam kasus Kedung Ombo dengan menggelar demonstrasi besar-besaran. dilakukan oleh tiga kota di sekitarnya: Yogya. terutama dari kota-kota besar di Jawa. Berbagai elemen pro-demokrasi. Para aktivis SKEPHI merupakan orang-orang yang kemudian menjadi motor penggerak bagi tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga sejenis. seperti LSM yang mulai sadar diri untuk keluar dari jebakan ‘pembangunanisme’ Orde Baru. sentral pengorganisasian dan kampanye. Sedangkan salah satu elemen LSM yang keras menentang kebijakan itu adalah lembaga bernama Sekretariat Kerjasama Pelestarian Hutan Indonesia (SKEPHI). yang memposisikan dirinya di barisan penentang kebijakan itu adalah Romo Mangun Wijaya. menjelang tutup akhir dekade 1980an. Aksi-aksi massa banyak digelar. Istilah ‘pelestarian hutan Indonesia’ bagi SKEPHI sepertinya hanya berupa istilah saja. Atmosfir politik nasional seperti itulah.terancam kena penggusuran. Bandung. bahkan aksi massa besar-besaran dilakukan juga di Jakarta. bersama dengan elemen mahasiswa yang mulai suntuk hanya melakukan diskusi terus-menerus. Semarang dan Surabaya. yang dalam bahasa rezim Orde Baru mendapatkan istilah penghalusan menjadi ‘dimukimkan kembali’. Sebuah atmosfir yang kondusif untuk melahirkan ribuan para pembangkang baru. Salah satu tokoh demokrasi Indonesia yang terkemuka. yang mempunyai agenda utama mengkritisi semua kebijakan Orde Baru yang tidak pro-rakyat. S 97 . Salatiga dan Solo. selain tiga kota tersebut: Jakarta. dengan mengkonsolidasikan banyak sekali aktivis politik. yang memayungi beberapa kota dan kampus di Indonesia.

saat keputusan sidang dibacakan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. sebuah organ tunggal mahasiswa tingkat kota berhasil dikonsolidasikan dalam satu lembaga bernama Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY). Bambang Isti Nugroho dan Bambang Subono.Semenjak zaman Perang Kemerdekaan. Aksi itu kemudian dibubarkan aparat dengan kekerasan. Bahkan ketika PKI sudah mulai dihabisi di Jakarta. sebab bentrok aparat dengan para demonstran terjadi di daerah Kusumanegara. Yogya masih penuh dengan tumpukan kayu yang terus menyalakan tungku perlawanan terhadap rezim Suharto tersebut. sebuah aksi massa digelar. organ legal mahasiswa PKI. sebelum kemudian hampir seluruh aktivisnya dipenjara dan dibuang ke Pulau Buru. benar-benar 98 . terutama darah-darah muda kaum intelektual dan seniman. Ketiga aktivis itu adalah Bonar Tigor Naipospos. Universitas Islam Indonesia. Kebanyakan aktivis yang terlibat di lembaga ini berasal dari beberapa universitas besar di Yogya seperti UGM. Universitas Janabadra (UJB) dan Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga (IAIN Suka). Institut Seni Indonesia (ISI). CGMI. Peristiwa itu kemudian dikenal oleh para aktivis Yogya sebagai peristiwa ‘Kusumanegara Berdarah’. FKMY. masih aktif menggalang dukungan dan melakukan serangkaian aksi massa. Salah satu kelompok studi yang mencuat menjelang akhir tahun 1980an adalah Kelompok Studi Sosial Palagan Yogyakarta (KSSPY). atau biasa disebut hanya dengan Kelompok Studi Palagan. tiga anggota kelompok ini ditangkap aparat dengan tuduhan melakukan tindakan subversif karena menyebarkan buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer. sebab di hanay di sanalah. Pada tanggal 16 Agustus 1989. Pada tahun 1989. Yogya memang selalu memasok orang-orang yang menyalakan perlawanan. Ketika rezim Orde Baru sedang menancapkan kekuasaannya di era 1980an. dengan model yang saat itu menjamur: kelompokkelompok studi. Para mahasiswa di kota Yogya juga menorehkan sebuah batupal sejarah gerakan mahasiswa. saat itu.

terutama mahasiswa Yogya. lembga ini pecah menjadi tiga: Dewan Mahasiswa dan Pemuda Yogyakarta (DMPY). di SKEPHI terjadi perdebatan yang berakhir pada perpecahan antara dua kubu dengan masing-masing tokohnya: Indro Cahyono dan Daniel Indra Kusuma. Memang perpecahan di SKEPHI sendiri sebetulnya terjadi pada tahun 1992. Serikat Mahasiswa UII (SM-UII) dan Solidaritas Mahasiswa Yogyakarta (SMY). dan sekaligus mengubah dari ‘Persatuan’ menjadi ‘Partai’. terutama menyangkut para perupa yang berada di kampus selatan (Gampingan). Tetapi pada tahun 1991. penjelasan perihal ini akan banyak membantu untuk memperlihatkan benang merah pergerakan di Yogya. Perpecahan ini sesungguhnya juga merupakan imbas dari adanya perpecahan ‘SKEPHI di Jakarta. Saat itu. hampir mencapai seribu aktivis. dibuktikan di saat lembaga tersebut melakukan berbagai aksi massa. dengan seorang pimpinan mereka yang sangat terkenal saat itu yakni Brotoseno. Kubu Daniel Indra Kusuma.menjadi organ gerakan mahasiswa yang mempunyai anggota cukup besar. yangpenting dicatat di sini adalah soal aktivis dari ISI. yang kemudian diambil alih oleh generasi yang lebih muda seperti Budiman Sujatmiko dan kawankawannya. sebab di kelak kemudian. Saat itu. sudah lama terjadi. Hal itu. berdekatan dengan kampus IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta). aktivis mahasiswa ISI yang terlibat politik berasal dari jurusan Teater. kemudian merapat ke SMY. mendekat ke DMPY yang kebanyakan aktivisnya berasal dari IAIN. tetapi manuver kedua kubu tersebut di tingkat mahasiswa. Dan beberapa aktivis SMY ini pula yang kelak 99 . Pada saat itu pula. Lembaga SMY itulah yang kelak menjadi embrio bagi terbentuknya sebuah lembaga bernama Persatuan Rakyat Demokratik (PRD) pada tahun 1994. Penjelasan ini perlu dikemukakan. Sedangkan kubu Indro Cahyono. Hanya saja. dan klimaksnya terjadi pada tahun 1991. basis utama aktivisnya berasal dari UGM. tempat kuliah anak ISI jurusan teater masih berada di daerah utara. ISI dan UJB.

baik dari jumlah mahasiswa maupun gedungnya: Fakultas Filsafat UGM. fakultas itu tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain. H Saat masuk dan mengalami hari pertama perpeloncoan. dan memilih Fakultas Filsafat karena di saat ia ikut UMPTN pada tahun 1989. --amzah. Mereka kemudian melebur dalam organ tunggal bernama Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) pada tahun 1994 dengan tandem pimpinannya yang sangat legendaris yakni Andi Arif (Ketua) dan Nezar Patria (Sekretaris Jendral). dan Solidaritas Mahasiswa Jakarta (SMJ). ia didekati salah seorang seniornya. “Gantung Suharto!” 100 . Ia berasal dari Semarang. terutama yang menentang rezim Suharto. kelak akan ikut mendinamisasikan perkembangan ‘trio dari selatan’ yang semakin akrab: Toni. sudah sama-sama kita ketahui memberikan kontribusi penting dalam setiap tahap pergerakan. Memahami dengan baik peta pergerakan mahasiswa Yogyakarta dan sekaligus menengok dengan lebih jeli Fakultas Filsafat menjadi sangat penting. begitu masuk dan diterima sebagai mahasiswa fakultas Filsafat UGM.” kata Hamcrut. sekalipun hanya secara sepintas saja. dalam arti sesungguhnya. Teddy dan Bob. segera mendapatkan julukan baru: Hamcrut.bergabung dengan lembaga mahasiswa lain di beberapa kota seperti Ikatan Mahasiswa Solo (IMS). “Pokoknya yang paling aneh yang aku pilih. terdapatlah sebuah fakultas kecil. Yogyakarta pada umumnya. tidak bisa berhenti. Dan di antara fakultas-fakultas yang terus memasok sumberdaya-sumberdaya baru bagi pergerakan. Julukan itu mungkin disematkan kepadanya karena kalau ia bicara. Sebab kedua faktor itu. selalu ngethuprus atau ngecuprut alias ngecuprus. Solidaritas Mahasiswa Semarang (SMS). dan kemudian disuruh meneriakkan keras-keras. Solidaritas Mahasiswa Salatiga (SMST). Dan kita juga sama-sama tahu perihal keterlibatan para mahasiswa dari UGM.

Nama sebenarnya Kingkong adalah Webi Warouw. Sang senior itu dipanggil Kingkong. diiringi bentakan untuk terus meneriakkan ‘Gantung Suharto!’. Mereka puas sekali. dengan seluruh embel-embelnya seperti: Penyelamat Pancasila dan Bapak Pembangunan. paling-paling berantem dan mabuk-mabukan. “Nakalku hanya standar remaja biasa. propaganda tentang kehebatan Suharto pun merasuk di pikirannya. dengan lirih Hamcrut mengucapkan kalimat. akhirnya membuat Hamcrut kalap. dalam hati saat itu ia berkata. karena tertekan. kita kemasukan agen Suharto!” Teriakan yang serba keras. kampus apa-apaan ini?” --- 101 . “Gantung Suharto!” Senior-seniornya marah. Sebagai anak pegawai negeri sipil. Pelan. di mana bapaknya merupakan anggota pegawai negeri sipil. Dengan keras dan emosi. “Awas. Sejak SMA. dan mempertimbangkan saat itu ia juga sudah dilingkari seniorsenior yang lain.” Hamcrut juga berasal dari sebuah keluarga. “Kalau anaknya bertubuh kecil.Tentu saja Hamcrut syok. sementara di dalam hati Hamcrut mulai panik dan berkata. tetapi menurutnya. “Wah. Hamcrut berteriak keras sekali. senior yang mendekatinya bertubuh besar. akan kuajak duel saja!” Tetapi sayang. ia melirik ke arah seniornya itu. para seniornya bertepuk tangan gemuruh. Melihat tidak ketidakmungkinan ia mengajak duel sang senior. bukan karena ia memang benci Suharto. untuk menggambarkan saking besar bentuk tubuhnya. Mereka segera mencaci maki Hamcrut. Hamcrut memang bandel. “Gantung Suharto!” Begitu mendengar lengkingan suara Hamcrut yang keras itu. dan saling berteriak.

sebab kelak dari angkatan ini. Jati setahun sebelumnya sudah pernah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus. Sehingga ketika kemudian di Fakultas Filsafat. ia senang sekali. yang diterima tujuh puluh anak…” Juga agak berbeda dengan Hamcrut. Edi Hariyadi. dan lain-lain. Jati dan Hamcrut. ia ketemu dengan para seniornya yang menjadi pembangkang Orde Baru. ia sudah mulai dekat dengan para senior seperti Sugeng Bahagiyo. ketika masih kuliah di Semarang. masuk Fakultas Filsafat pada tahun yang sama dengan Hamcrut. seperti suka dengan hal-hal berbau seni dan sastra. Semarang. Ia mengaku. seperti ikut demonstrasi dalam rentetan aksi membela warga Kedung Ombo. Agak berbeda dengan Hamcrut. Webi Warouw. Andi Munajat. Dan hanya butuh beberapa bulan saja. muncullah sederet nama yang melejit sebagai motor penggerak gerakan mahasiswa. Di antara mereka adalah Nezar Patria. Jati sudah sering datang ke Undip untuk mengikuti berbagai diskusi politik. Yayan Sopyan. kedua orang itu sudah mulai terlibat dengan aktivitas berbahaya para seniornya. dan Bowo Arif. Angkatan 1990 inilah yang sering disebut senior-senior mereka sebagai ‘Angkatan Emas’. Yulianto Sigit. awalnya ingin masuk Fakultas Psikologi.J ati. sekalipun hanya sebagai ‘massa cair’ sebuah istilah untuk menunjukkan massa yang hanya ikut-ikutan aksi. dan mulai terlibat juga dalam aksi Kusumanegara Berdarah. 1989. anak-anak baru Fakultas Filsafat angkatan 1990. karena mempunyai kesamaan dalam beberapa hal. nama lengkapnya Raharjo Waluyo Jati. mereka berdua sudah mulai iku memelonco yunior mereka. ia memilih Fakultas Filsafat. “Saat itu saingan masuk Filsafat jauh lebih rendah dibandingkan saat masuk Psikologi. mereka berdua pun cepat akrab. Tetapi ketika melihat besarnya jumlah saingan yang harus dimasuki. Setahun kemudian. Saat mulai perpeloncoan. 102 . Alexander Edwin. Di Filsafat yang daftar seribu sekian.

Tetapi nama lain yang perlu disebut di sini adalah ‘Tuhan’. sebab ia selalu berkeringat. Jati dan Hamcrut mulai sering mengadakan aktivitas seni yang berisi nada protes. seperti Icul. Ada juga kelak seorang anak yang dipanggil Antun Gondrong. karena merasa mempunyai jiwa seni.Nama terakhir. ia dijuluki teman-temannya dengan nama ‘Jemek’ yang artinya ‘becek atau basah’. ia menggondrongkan rambutnya. Para yunior mengira. wajahnya menyerupai Yesus. Tuhanlah yang kemudian menjalin hubungan dengan Bob. Dalam aktivitas itulah. kalau ia berdekatan dengan perempuan. Bowo. Tetapi keringat Bowo semakin deras mengalir. setelah ia bosan kuliah di Universitas Perbanas Jakarta. Salah satu ciri perpeloncoan di Fakultas Filsafat adalah mencari alasan namanama paraban (julukan) para senior. sebagaimana kita ketahui. Ia disebut Tuhan karena begitu masuk Fakultas Filsafat. rambutnya lalu dibiarkan gondrong. Nama lengkapnya Antun Jaka Susmana. dan untuk mengkamuflasekan itu. yang sering diucapkan oleh orang-orang dari Gampingan. Sudah tentu. Bowo. Dari sanalah. dan kebetulan. Maka ia segera dimahkotai dengan julukan ‘Tuhan’. dan perlahan kepala mereka diisi oleh semangat pembangkangan. dan ia angkatan 1991. bisa dipakai untuk beragam M 103 . Toni dan Teddy. --enarik untuk sejenak melacak mengapa ada istilah ‘Cah Lor’. masuk Fakultas filsafat UGM. kelak mereka berdua bertemu dengan orang-orang dari Gampingan. Sementara itu. biar dikira julukan ‘Gondrong’ berasal dari rambutnya. Kelak. misalnya. Antun dipanggil ‘Gondrong’ karena memang rambutnya sangat panjang. Namanya Hendro. adalah teman Teddy saat masih remaja di kota Blora. rahasia-rahasia kecil para senior dibongkar di depan para mahasiswa. Sebutan itu. Tetapi kemudian terbongkar rahasia lain: Antun disebut Gondrong karena giginya agak maju ke depan. nama itu hanyalah julukan berapa.

UJB dan IAIN. dengan anak-anak seni rupa yang saat itu posisinya ada di Gampingan (selatan). Sedangkan menurut Jati. munculnya juga istilah ‘Cah Kidul’ atau Anak Selatan. yakni antara para aktivis dari Jurusan Seni Pertunjukan yang saat itu posisinya berada di utara. “Sok mbagusi. tidak punya pendapat soal mengapa terdapat istilah ‘Cah Lor-Cah Kidul’. istilah ‘Cah Lor’ dan ‘Cah Kidul’ merupakan istilah yang saling dilemparkan oleh sesama orang ISI. istilah ‘Cah Lor’ saat itu muncul karena mengacu kepada perpecahan di FKMY. sok radikal. Oleh karena itu. Menurut Jati. dan tidak bisa diajak berorganisasi dengan baik. sejak dulu memang seperti ada rivalitas antara kedua kubu di dalam tubuh internal anak-anak ISI. melainkan di Kuningan. sebutan dari Cah Lor untuk Cah Kidul juga berkebalikan dari arti itu yakni sok nyeni. orang-orang Gampingan sering merasa anak-anak aktivis ISI yang ada di utara sebagai. Dan istilah tersebut memicu. kampus UGM terletak di sebelah utara kampus ISI.nada. Tetapi penting kiranya untuk melacak sebab-musabab istilah tersebut. ungkapan ‘Cah Lor’ yang diucapkan oleh ‘Cah Kidul’ itu lebih bernada sinis. tak punya konsep. sebab saat itu kampus aktivis ISI bukan di Gampingan. Seringkali. Tidak ada hubungannya dengan anak-anak dari Gampingan. Menurut Jati. hanya saja ia membenarkan kalau dari dulu ada rivalitas antara anakanak seni rupa dan anak- 104 . enggak nyeni. istilah itu masih sering diucapkan oleh para seniman yang berada di wilayah selatan untuk menyebut anak-anak UGM. Sampai sekarang. yang kemudian akrab dengan anak-anak Gampingan. otoriter. sok nyeleneh. yang bisa diartikan kurang-lebih sok intelektual. sehingga sampai sekarang terus direproduksi. bisa saja sinis dan bisa saja bernada ejekan.” Sementara Icul sendiri. Menurut Hamcrut. enggak inteletual. dan hanya bisa ngomong doang. Kebetulan saja.

karena kerap kali mempropagandakan halhal yang buruk tentang perpecahan di FKMY. “Dulu. Dulu. Sebuah rentetan yang kemudian mencapai klimaks dengan terjungkalnya kekuasaan Suharto. guyonannya. Sedangkan anak seni rupa. kok uduruduran. saat baru masuk ISI. “Tetapi aku jadi menjauhi mereka. Batinku saat itu. “kalau anak-anak seni pertunjukan. lawannya pun sama. lakunya kalau masih muda. pada praktiknya. makin tua makin laku. orang-orang Gampingan dan orang-orang UGM kemudian saling merapat. makin tua makin enggak laku.” Tetapi apapun itu.anak seni pertunjukan. termasuk Brotoseno.” Kalau Toni mempunyai versi yang agak berbeda lagi. lha wong sama-sama melawan.” kata Icul. 105 . ia sudah mulai mendengar ketenaran para aktivis anak-anak seni pertunjukan. Tentu saja dengan rentetan berbagai peristiwa yang melatarelakangi semua itu.

.

Memintal Benang Merah .

.

Sesekali Teddy datang ke Solo. Kebetulan saat itu musim penghujan sehingga genuk itu penuh dengan air yang berasal dari air hujan. dan tentu saja sampah yang berasal dari dedaunan yang rontok. Namun. Ia tahu persis. Dalam pertemuan-pertemuan informal itu. dan saking mangkelnya tidak mau menyuguhi minuman kepada dua anak muda itu. “Orang mabuk itu ya sebaiknya sewajarnya. bukan setiap hari dan setiap saat. Beberapa kali. juga semakin meningkat. Mereka anak-anak muda yang potensial. Keesokan harinya.” Pernah suatu ketika. selain ngobrol hangat perkawanan. Bonyong kesal dan tidak ingin melayani omongan mereka. mereka berdua pergi dari sini. kerap sekali diikuti dengan obrolan serius soal dunia seni rupa dan bahkan politik. menurut Bonyong. terutama dengn Bonyong. biasanya ia mengajak kawan-kawannya dari Yogya. Toni dan Bob berhubungan dengan minuman keras dan pil koplo. Lalu dengan nikmat sekali.” Bonyong tidak bisa berbuat apa-apa.S ETELAH Teddy pindah kuliah ke Yogya.” kata Bonyong. “Teddy dan Toni datang ke rumah. Teddy dan Toni datang ke rumahnya sudah dalam keadaan teler. “Mereka terlihat nikmat. sekadar dolan. Toni dan Bob mabuk berat. sayang sekali kalau terjerembab hanya karena minuman keras dan pil koplo. “Pernah juga satu kali. Lagi-lagi dalam keadaan mabuk. namun apa yang terjadi? Di depan rumah Bonyong terdapat genuk. bukan berarti hubungannya dengan kawankawan perupa dari Solo putus. Hal itu cukup sering menjengkelkan sekaligus membuat Bonyong mengkhawatirkan rekan-rekan mudanya dari Yogya itu. dan kalau ia datang ke Solo. seperti minum es teh. intensitas Teddy. percuma saja melarang kedua orang itu untuk menghentikan kegiatan minum air kotor dari genuk. dlam acara diskusi informal. serupat-seruput. perbincangan menjadi memanas hanya karena Teddy. Setelah malam tiba. Toni dan Teddy menyeruput air kotor dari genuk itu secara bergantian. seperti Toni dan Bob. saya melihat kok ada sepatu bagus di 109 . semacam wadah air besar yang terbuat dari tanah liat.

“Pak. terus kaca mobil Pak Bonyong saya pecah. yang tampaknya juga sudah teler itu. Pak. Bonyong lantas berpikir.” Setelah itu. dibuat sebuah boneka. tidak sepasang.depan pintu? Tetapi sepatu itu hanya satu. pasti sepatu itu kalau tidak milik Teddy ya milik Toni. ia langsung pergi lagi. di Taman Budaya Solo pada tahun 1993. menggelar sebuah acara bertajuk ‘Sapu Lidi’. Toni dan Bob datang dengan belasan seniman muda lain dari Yogya hanya dengan naik satu mobil kijang. Bob segera mendekati Bonyong. “Direspons dengan cara bagaimana?” “Nanti saya mau baca puisi. Saya berpikir saat itu. dan itu pun yang memakai bukan aku tetapi istriku. karya Pak Bonyong saya respons?” Bonyong agak kaget dengan pertanyaan Bob. dan tentu saja dengan tetap teler. Agak tidak enak juga ia kalau tidak 110 . Teddy. Saat itu. deh…” balas Bob dengan nada tidak bersalah. siang harinya Teddy datang lagi sambil senyamsenyum. Bonyong sendiri menggelar seni instalasi dengan memajang mobil tuanya. beserta trio edan dan teman-teman mereka dari Yogya. Belasan seniman itu berdesakan dalam satu mobil. dan di belakang setir mobil.” Benar. Begitu para seniman muda dari Yogya itu tahu karya instalasi Bonyong. lantas Bonyong ingin memperjelas. Di dalam mobil itu diisi penuh dengan jerami. memecah kaca mobil? “Bob. Pak Bonyong itu kurang total.” Bonyong semakin kaget. itu mobil satu-satunya milikku.” “Wah. lalu bilang. persis sedang menyetir mobil. boleh enggak nanti pas pembukaan. “Mau ngambil sepatu. yang sering dipakai oleh istrinya untuk bekerja. Namun peristiwa yang paling tidak dapat dilupakan oleh Bonyong dengan trio edan itu adalah saat ia dan teman-temannya dari Solo.

Bonyong merasa lega. Bonyong hanya bisa geleng- 111 . dengan tubuh gontai. Bob mabuk. Hampir sama dengan Teddy. sambil terus membaca puisi. mati aku!” batin Bonyong. Dan diam-diam mengagumi lemparan Bob yang tetap tepat sasaran sekalipun dalam keadaan mabuk dan dari jarak yang cukup jauh. dan melempar helm ke arah mobilnya dari jarak yang cukup jauh. jangan kaca yang lain. hal yang di luar perkiraan Bonyong. ketika Bob terlihat emosi dan mulai menginjak atap mobil itu berkali-kali. Bagaimanapun ia tahu. Nanti kaca bagian depan. saat acara pembukaan pameran dimulai. Tiba-tiba dari arah penonton. “Prang!” Kaca mobil pecah. hati bonyong tetap degdegan. Dengan masih terus memaki. Akhirnya ia menemukan cara. melompat-lompat di sana. “Waduh. yang entah didapatnya dari mana. ke arah mobil Bonyong. Pasti meleset. ketika kemudian Bob mulai naik ke atap mobil.mengijinkan seniman muda seperti Bob tidak menyalurkan ekspresinya. Seketika itu juga. Hampir semua isi puisinya pun penuh dengan umpatan. samping boneka akan kuganti dengan kaca biasa.” Mendengar solusi dari Bonyong. mulailah ia membaca puisi. “Hidup Pak Bonyong. Tetapi segera hati Bonyong berubah menjadi ketar-ketir. “Oke Bob. gini saja. susah dikontrol. lemparan Bob tepat di kaca yang memang sudah dipersiapkan untuk dipecah. pecah saja enggak apa-apa. Tepat di saat itu ia sudah pasrah. Bob segera berteriak. pikir Bonyong saat itu. dan jika dia sudah mabuk. sambil memaki keras-keras ia melempar helm itu dari jarak yang cukup jauh. Begitu dekat dengan mobil. seniman segala zaman!” Malamnya. Anehnya. Bob mendekati mobil. Bob membawa helm. suasana Taman Budaya Solo hening. Tapi ingat ya. Tepat di detik pembukaan mulai berdentang. Makin kacau hati Bonyong. Bob pemabuk.

Tetapi akhirnya mereka dengan sangat terpaksa meminta Thukul agar tidak membacakan puisi. pada tahun 1994. Bonyong tetap menjalin hubungan dengan mereka. Karya itu kemudian hendak direspons leh Wiji Thukul dengan membacakan puisinya. trio edan tidak membikin ulah. Semenjak kejadian itulah. --- 112 . menurut ingatan baik Teddy maupun Bonyong. Kalau tidak salah.geleng kepala. “Ketiga anak itu punya energi kreatif yang luar biasa. salah satu pimpinan Taman Budaya Solo lalu menghubungi Bonyong dan bilang. Sekalipun mempunyai pengalaman yang buruk dengan seniman-seniman muda dari Yogya. Para seniman kecewa berat. Tetapi acara hampir saja gagal dilakukan karena saat itu suatu kejadian.” Setahun setelah kejadian itu. acara bakal dibatalkan. Kali itu. ia hanya mengikutkan karya instalasinya. Mulyono sendiri saat itu tidak hadir di acara tersebut. walaupun kadangkadang berbahaya. kalau Wiji Thukul tetap mau membacakan puisi. Tetapi saat pihak Taman Budaya Solo tahu Wiji Thukul akan hadir dan membacakan puisi. Mobil bagian atasnya. yang terkena dampak pembuatan waduk. dan bersama mereka hadir pula para aktivis dari UGM termasuk Hamcrut. terutama dengan Teddy. Toni dan Bob. Mereka juga datang. Teddy mulai kenal dan akrab dengan Thukul. penyok di sana-sini akibat ulah Bob. karena saat itu Mulyono sedang mendampingi masyarakat di kalau tidak di daerah Tulungagung mungkin Pacitan. Kali itu bertajuk Nur Gora Rupa. digelar pameran bersama antara seniman Yogya dan Solo lagi. Mulyono di acara tersebut menggelar karya seni instalasi berupa waduk air.

karya itu boleh dibilang paling dominan di kelilingi para pengunjung. Alexander Edwin. mereka lalu membuat sebuah kelompok dengan nama Lembaga Pemajuan Budaya (LPB). seperti Icul. Nico Warouw. Tetapi yang paling menarik pengunjung pameran itu setidaknya dua karya. Dan di sekitar karya itu. sera beberapa orang yang lain. Karya terbuat dari petasan mainan dengan bahan utama koran-koran yang berisi berita-berita politik. Mereka lalu mengontak para seniman yang ingin mengisi acara tersebut. Hamcrut. lalu di salah satu kakinya disangga oleh batu. 113 . di antara mereka yang intens ngumpul adalah Jati. terdapat mata cangkul. pada tahun 1992. Sekalipun sederhana. Dari judulnya. lalu di masing-masing karya ditempeli foto para anggota Petisi 50. Toni dan kawan-kawan mereka. Kiswondo. baik berupa pentas pembacaan puisi atau telaah sastra maupun diskusi-diskusi soal kebudayaan yang lain. Maka mereka pun menyelenggarakan Parade Seni Akhir Tahun. pertama karya Icul yang berjudul ‘Petasan 50’. dan di bawah batu itu. sebuah kelompok politik yang digawangi mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin. yang mencoba mengkritisi kebijakan Orde Baru. jelas kalau karya itu memelesetkan ‘Petisi 50’. mulai terdengar kasak-kusuk bahwa gedung Seni Sono akan ditutup. Karya lain yang berhasil menyita publik penonton adalah karya Hamcrut dengan judul ‘Mendongkel Kursi Tua’. kebanyakan seniman yang terlibat di acara tersebut justru para perupa dari Gampingan. dibri jerami serta cangkul. Para perupa itu kebanyakan membuat karya seni peristiwa dan seni instalasi. banyak kegiatan dilakukan. hanya memajang sebuah kursi kayu yang sangat tua dan sudah reot. Semenjak lembaga itu dibentuk. Teddy. mulai rajin terjadi pertemuan antar-para seniman atau setidaknya mereka yang menaruh perhatian di bidang seni. Karya itu sangat sederhana.D i UGM. menjelang tutup tahun 1993.

di Yogya. Pada tanggal 10 Desember 1993 misalnya. sekitar 40 aktivis dari berbagai latar belakang. baik Teddy dan Toni harus bergelut dengan risiko yang lain. duo Toni dan Teddy melakukan seni peristiwa dengan memakai pakaian dari goni. pada tanggal 2 Mei 1994. Teddy dan Toni keliling kota Yogya seharian penuh dengan melabur tubuh mereka berdua dengan bahan dari kapur. tubuh mereka terasa panas. Detik dan Editor. ada banyak orang yang sengaja mendekatkan diri mereka agar bisa berfoto dengan kedua seniman itu. ketika terjadi kasus pembredelan tiga media massa cetak nasional: Tempo. berkumpul di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta. Sebelumnya. dan banyak bagian di kulit mereka yang mengelupas. Seni peristiwa itu juga terbilang cukup menarik. sudah biasa dilakukan oleh Toni. banyak orang yang terlibat dan menyatakan salut. Kegiatan itu diberi judul ‘Seni Rupa Jalan-jalan’. Beberapa bulan sebelum deklarasi itu.Di acara tersebut. terutama bagi para pelakunya. Pada tahun 1994. sebagai ketua. dukungan atas pembentukan lembaga tersebut diteken oleh banyak orang. “Itu momentum yang paling strategis yang harus diambil siapa saja.” ujar Raharjo Waluyo Jati. Pembredelan ketiga media massa tersebut memicu aksi massa besar-besaran. Bahkan ketika di sepanjang Malioboro. dan digunakan oleh kaum aktivis pergerakan untuk mempercepat konsolidasi dan memanaskan situasi politik. terpilihlah Sugeng Bahagiyo. Tiga di antara sekian banyak orang yang 114 . dari kubu mana saja. serta diapresiasi dengan baik oleh warga Yogya. tetapi begitu acara selesai. Melakukan kegiatan konyol dan kemudian menerima risiko kecil-kecilan seperti tidak akrab dengan bahan. sebab setelah itu tubuh mereka gatal-gatal sampai beberapa hari. sampai hampir dua minggu. untuk mempercepat bola panas perlawanan. untuk mendeklarasikan sebuah lembaga politik baru bernama Persatuan Rakyat Demokratik (PRD). Acara tersebut sukses berat. bahan yang biasa dipakai untuk melabur dinding rumah.

“Kalau ada yang mau menyediakan koran satu truk. ada pembredelan tiga media massa oleh pemerintah. yang terletak di jalan Kaliurang (sekarang dipakai menjadi kantor Jawa Pos Yogya) dengan koran. tiba-tiba mempunyai gagasan yang nyeleneh. Toni dan Icul. sampai teler.” ujar Icul mengingat peristiwa itu. puluhan anak Sasenitala berbondong-bondong menuju Jalan Kaliurang. Anak-anak Sasenitala. --- 115 . kami akan mengerjakannya. Mereka ingin ‘membungkus’ kantor biro Tempo di Yogya. Segera. dari luar sampai dalam. Mereka lalu bersepakat menjual sisa koran itu ke pasar Bringharjo. Toni. suhu politik di Indonesia benar-benar memanas dengan cepat. bahkan sampai luar Jawa. Dan ketika beberapa bulan kemudian. tetapi masih ada koran yang tersisa sebanyak setengah truk. Yogya. Icul dihubungi wartawan tersebut. Gelombang massa tumpah di mana-mana. termasuk juga Icul dan Toni. Solo.” kata Icul kepada salah satu wartawan yang dikenalnya. dari mulai Jakarta. dan mengatakan pihak Jawa Pos siap menyuplai aksi mereka dengan mendatangkan koran satu truk di kantor biro Tempo Yogya. dan dalam waktu semalam. Tidak lama kemudian. bahkan hanya memakai celana dalam sampai keesokan harinya.bertandatangan adalah Teddy. Menjelang pukul 3 dini hari. Momentum itu membuat banyak aktivis yang merasa yakin. pekerjaan selesai. Saking telernya. Bahkan juga komputer-komputer pun dibungkus koran. Surabaya. “Sampai dapat ratusan botol bir. mereka ‘membungkus’ bangunan itu dengan koran. Bandung. Semarang. dan uang hasil penjualan itu mereka belikan bir. Mereka yang terlibat pekerjaaan dahsyat itu lalu minum bir sebanyak-banyaknya. kekuasaan Suharto sudah semakin keropos.

apa yang mereka rasakan. Ternyata apa yang dilakukan Thukul mendapat sambutan yang bagus di kalangan teman-temannya yang hidup di lapis ekonomi bawah. Mereka berdua bersama Wiji Thukul. mulai dari jualan koran. sampai menjadi buruh pelitur di sebuah perusahaan mebel. Thukul dikenal oleh banyak orang. Ia lahir di kampung Sorogenen Solo. Semenjak itu. Semua temannya menggelengkan kepala. Thukul mengubah gayanya di dalam berbahasa puisi. Ia senang sekali menulis puisi. di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia. dan suka sekali menonton pertunjukan teater. Pendidikan formalnya berhenti di tengah jalan. Hamcrut dan Teddy sedang pergi ke salah satu daerah di Jawa Timur untuk mendampingi para petani yang juga sedang mendapatkan masalah politik. tidak paham dengan apa yang dibaca oleh para penyair. jurusan Seni Tari. tetapi anehnya bukan mengamen lagu. Ia lalu menjalani beragam profesi. Begitu pulang dari menonton pertunjukan itu. Segera kemudian. melainkan mengamen puisi. saat itu memang tengah menjadi idola di kalangan mahasiswa di beberapa kota di Pulau Jawa. Thukul bertanya kepada teman-temannya. adakah yang salah dengan itu semua? Mengapa puisi hanya dipahami oleh ‘orang-orang pintar’ saja? Semenjak itu. pada tahun 1963. termasuk penggiat jaringan kebudayaan bernama Halim HD. dengan harapan puisi-puisinya bisa dipahami oleh orang-orang seperti dirinya dan temantemannya. Tetapi tampaknya Thukul mempunyai jiwa seni yang kuat. Halim- 116 . Ia memang lahir dari keluarga miskin. Suatu ketika. menjadi calo karcis bioskop. Thukul mengajak beberapa temannya yang buruh pelitur untuk menonton sebuah acara pembacaan puisi.S aat peristiwa ‘membungkus’ kantor Tempo Yogya dengan koran dilakukan. Thukul selalu berpikir. Ia juga sering mengajak teman-temannya untuk mengamen. Thukul.

Sementara Toni. Warga Kedung Ombo saat itu dimobisasikan bersama para aktivis menuju gedung DPR/ MPR. Hubungan para aktivis dengan Thukul pun semakin intens. Mereka lalu menempel poster dengan judul besar berbahasa Inggris: Change Your Mind! 117 . yang disuarakan dengan serak dan pelo (tidak bisa dengan jelas melafalkan huruf ‘R’). Di setiap panggung massa. tujuannya sederhana. dan dari sana kemudian sajak-sajak Thukul yang sederhana. suatu hari. Thukul membacakan sajak-sajaknya. Geregetan dengan keadaan itu. syair-syairnya bergema. tetapi seperti lazimnya puisi. di kampus Gampingan sendiri. Detik dan Editor. Aksi itu mendapatkan sambutan yang meriah oleh warga Surabaya. mereka gantian membungkus pohonpohon dengan koran. suasana masih adem ayem. namun ia pun bekerja total di sana. Dan di saat itu pula. mulai memperlihatkan muatan-muatan politis. Di salah satu taman kota Surabaya. Kata-katanya tetap sederhana. Teddy dan Hamcrut pun berhubungan dan bekerja dengan Thukul untuk agenda-agenda politik tertentu. Teddy segera pergi ke Surabaya. Begitu mendengar bahwa teman-temannya heboh ‘membungkus’ kantor Tempo Yogya dengan koran. Toni mengajak Teddy untuk melakukan aksi ‘gila’. Teddy merasa ‘kecolongan momentum’. Teddy dan Icul serta beberapa anak seni rupa ISI yang lain mulai terlibat aktivitas politik di luar.lah yang banyak memperkenalkan Thukul ke para aktivis. dalam kesederhanaan ada ketajaman. Puisi Thukul dibaca di mana-mana. bersama Thukul dan Weye Haryanto. Jati bertemu Thukul pertama kali saat ia terlibat aksi besarbesaran untuk kasus Kedung Ombo. agar memicu terjadinya penyegaran pikiran. Lalu saat ada peringatan 100 hari pembredelan Tempo. Jati tersihir oleh karya Thukul. Thukul kemudian bukan hanya masuk dalam lingkungan politik. Di sana.

Kontan saja. dari mulai rambut sampai kaki. kegiatan itu dilakukan selama seminggu penuh. Keesokan harinya. hingga kemudian menuju ke satu titik yang hampir sama: atmosfir melawan.Selama seminggu. Pada saat itulah. berbagai forum mulai bergeliat. Teddy. mereka berdua datang ke kampus dengan mewarnai seluuh tubuh mereka. 118 . apa yang dilakukan oleh Teddy dan Toni. namun dengan cat yang berbeda warna. Begitu seterusnya. mereka melakukan lagi. memukau banyak orang di kampus Gampingan. Aksi mereka lalu dibicarakan di mana-mana. Toni dan Edo Pillu bersepakat membuat sebuah grup musik ngedan dengan nama yang juga nyeleneh: Steak Daging Kacang Ijo. dengan satu warna yang sama. Akhirnya apa yang mereka inginkan tercapai. Bob.

Steak Daging Kacang Ijo .

.

pohon beringin itu telah menjulag tinggi. Artinya. ia nongrong di tempat itu. Saat ia nongkrong bersama Cah Sor Ringin. Icul dan Dodo Hartoko. sedangkan kalau sore sampai malam. misalnya saja terdapat sebuah nama yang kelak mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pelukis ternama: Ugo Untoro. Dan tentu saja. berdiri rimbun pohon beringin yang cukup tua. bukanlah anak ISI. mencari uang sebagai pelukis potret. di sana pastilah hadir Gandung. Bob. Teddy. Terlalu banyak nama untuk disebut. saking seringnya dan ramainya orang-orang berkumpul di sana. seorang tukang becak yang dari kecil sudah akrab dengan tempat itu. Kalau pagi sampai sore. Agung ‘Leak’ Kurniawan. Di angkatan yang lebih tua dari mereka bertiga. Sebelum gedung itu dibangun. Nama terakhir ini. ia anak desain interior angkatan 1993. Anak-anak ISI dari segala jurusan dan dari berbagaia angkatan. tetapi ia kerap ikut bergerombol di bahwa pohon beringin. Selain di arena parkir kampus. sudah banyak kawankawan satu angkatannya yang hengkang. untuk melihat beragamnya orang yang sering nongkrong di tempat legendaris itu. ia nongkrong di Malioboro. Toni. anak-anak di bawah pohon beringin. Ia bahkan satusatunya orang yang tercatat berani memanjat pohon beringin tua itu sampai pucuknya. Ugo adalah anak ISI jurusan seni lukis angkatan 1988. ada pula nama Kokok P Sancoko. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh 121 . terutama yang suka berulah gila-gilaan. Eddo Pillu. Bahkan ada satu periode tertentu. termasuk orang yang suka nongkrong di sana.D I kompleks kampus ISI Gampingan. Di samping gedung itu. semacam pendopo yang tepat berada di tengah kampus. dengan gampang bisa ditemui di sana. Iwan Tipu. sebutlah misalnya Samuel Indratma. tepatnya di bawah pohon beringin. ada sebuah gedung bernama Aji Yasa. tempat nongkrong sekaligus ngedan anak-anak ISI Gampingan adalah di samping gedung Aji Yasa itu. muncullah sebuah julukan: Cah Sor Ringin. Dari angkatan yang lebih muda dari Teddy. tetapi ada baiknya kita tahu beberapa nama tersebut.

keduanya lalu sepekat untuk membeli rokok bersama. menggagas sesuatu. pil koplo. menjadi ‘pengawas sekaligus pengawal’ anak-anak tersebut jika sudah mabuk di luar kontrol. Dan ia. teler. Ada banyak kisah unik yang beredar dari mulut ke mulut. 122 . beberapa orang bahkan menyebut ‘kumpulan orang suka mencuri perhatian’. sebab sudah banyak yang mengalam sensasi mabuk mushroom. Ia juga kerap mengantar anak-anak itu pulang ke kos masingmasing. yang itu artinya menunjuk ke satu hal: jamur tahi sapi. sampai jamur tahi sapi. Ia kerap melerai orang yang berantem tanpa sebab. di dalam tulisan ini. segila apapun mereka. Cah Sor Ringin. Semua jenis barang yang memabukkan dikonsumsi di sana. di tempat itu. Sebagai contoh. Mereka. Tetapi supaya lebih ‘mendekati’ gaya bahasa mereka. Gandung. yang sejak kelahiran anak pertamanya tahun 1991 sudah bersumpah untuk tidak mabukmabukan lagi selain minum bir sekadarnya. yang dalam bahasa Inggris sebetulnya hanyalah berati jamur. karena sudah teler berat. ganja. diskusi. bukan berarti itu kisah bohong. dan tidak secara spesifik menunjuk pada jamur tahu sapi yang jika dikonsumsi bisa memberikan sensasi yang mengerikan. berantem. kata mushroom akan tetap digunakan. dan mereka melakukan aksi-aksi yang aneh. hanya karena pengaruh alkohol.anakanak ISI. mulai dari minuman beralkohol. Mereka mabuk. Tetapi tempat itu merupakan situs yang kondusif bagi sekelompok orang untuk melalui masa muda mereka yang penuh gejolak. dan juga kebanyakan orang Yogya yang suka mabuk-mabukan. atau sesekali akan disebut dengan kata jamur. untuk tidak dikatakan sebagai aksi yang membahayakan. sudah dikenal oleh banyak mahasiswa dan bahkan dosen-dosen mereka sebagai sosok-sosok yang ‘liar’. ada dua orang yang mabuk mushroom. Tetapi sekalipun beredar dari mulut ke mulut. tentu saja sibuk mengumpulkan botol dan kaleng sisa minuman keras untuk dijualnya. berkaitan dengan mushroom itu. menyebut jamur tahi sapi itu dengan sebutan mushroom.

Mereka ingin melakukan sesuatu. Lalu ada juga kisah orang yang mabuk mushroom. Toni dan Bob. dan yang lain membonceng. tetapi sampai lama. Tetapi tidak semua orang yang menjadi bagian dari Cah Sor Ringin pemabuk. Mereka berpencar. “Aku kadangkadang saja minum. marah-marah.” Tetapi gila-gilaan di bawah pohon beringin itu tampaknya tidak cukup buat trio Teddy. ‘sesuatu’ itu belum jelas juga. Sampai di debuah pertigaan. Aku sangat suka berada di sana karena banyak diskusi tentang seni rupa dan hal lain yang mengasyikkan.Salah seorang dari mereka lalu menyalakan motor. 123 . Bagaimana hal aneh seperti itu bisa terjadi? Tanyakan saja pada yang menciptakan mushroom. yang menyetir motor ingin belok ke kiri. yang dibonceng ingin belok ke kanan. terlihat sangat emosional. Merkea sempat berdebat beberapa saat. Mereka ‘seakan-akan’ saja naik sepeda motor berdua. Lalu orang yang berada di depan memutuskan belok kiri. mereka tidak naik motor. terutama mushroom yang tumbuh dari kotoran sapi! Ada juga orang yang mabuk mushroom. mereka hanya berlari berdua. Tetapi tidak lama kemudian ia melakukan salat sampai berpuluh-puluh rakaat sambil menangis. dan orang yang di belakang memutuskan belok kanan. sudah menjadi semacam aturan main tidak tertulis. jika ada orang mabuk mushroom. Praktiknya. Maka. harus ada orang yang tidak ikut mabuk untuk berjaga-jaga dari ulah gila. yang satu di depan (seperti sedang menyetir) yang satu lagi di belakang (seperti sedang membonceng). Bagaimana bisa dalam sebuah sepeda motor ada satu orang belok kek kiri dan yang satu belok ke kanan? Perlu Anda tahu. itu pun hanya sedikit. Pendeknya. mabuk mushroom adalah salah satu jenis mabuk yang sangat berisiko. Tapi kemudian masing-masing orang terjungkal. mengumpatngumpat. Salah satunya adalah Kokok. Tetapi sekian menit berikutnya ia menangis keras-keras. sekian menit ia tertawa keras-keras. dan mengakui dosadosa apa saja yang telah ia lakukan di dalam hidupnya.

dari mereka hanya baru belajar main gitar sampai pementasan grup-grup di tingkat kampus. Semenjak dilansirnya album Nevermind pada tahun 1991. dan suara serak melengking seperti auman serigala dari hutan yang keluar dari kerongkongan Kurt. wajah Kurt nongkrong di mana- 124 . tetapi dengan pakaian itu-itu saja: sepasang sepatu tenis merek Converse. Para anak muda yang suka memberontak. dan derajat cuek yang sangat tinggi. kata-kata yang ganjil. meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda.--ahun 1994. Janis Joplin. yang meninggal persis di usia yang sama. 27 tahun. Ia. dan sesekali terlihat dengan memakai kardigan yang sudah luntur pula warnanya. kaos belel yang telah memudar warnanya. Soe Hok Gie dan Ahmad Wahib. menyusul para legendaris musik yang lain. Kurt. berada dalam sebuah ketegangan. jika mereka manggung. 27 tahun. dunia sedang melansir berita duka. T Berita kematian Kurt menyebar seperti wabah mematikan ke seantero dunia. dan terbiasa tidak mencuci rambut sampai lebih dari seminggu. Salah satu personel grup musik Nirvana. celana jins yang rombeng dan robek besar di bagian lutut. dan tentu saja tokoh paling dipuja dalam dunia musik rock: Jim Morrison. di saat Cah Sor Ringin sedang gila-gilanya. Ia biasa tidak mengganti kaos sampai beberapa hari. Ia artis ternama. kematian Kurt menambah daftar pahlawan bagi mereka. berita kematian yang menyesakkan dada. Kurt juga dipuja karena sikap seenaknya sendiri. dinyanyikan di mana-mana. wabah Nirvana menyebar ke Indonesia. Lagu dengan akor sederhana. sperti Jimi Hendrix. Sebagaimana kebanyakan kaum muda Indonesia lain yang juga memiliki pahlawanpahlawan lokal yang mati muda seperti Chairil Anwar. Lagu Smells Like Teen Spirit adalah lagu wajib bagi banyak grup musik kampung dan kampus. Semenjak kematian Kurt. tetapi sekaligus mendapatkan pahlawan baru yang patut dipuja.

stiker sampai kaos. Jika ada masalah besar. Kematian Kurt Cobain. Tetapi seandainya saja mereka tahu proses kematian Kurt. sebagaimana mereka sering mengutip salah satu kalimat dari Chairil Anwar: Sekali beberarti. atau setidaknya menyitir kalimat Kurt yang lain. semakin menggila ketika album Unplugged dikeluarkan. istrinya. yang dianggapnya teman lamanya sejak kecil. Dan kalimat: I hate my self and wanna die. yang jelas. dan mereka tidak perlu tahu juga di puisi yang mana terdapat kalimat Chairil Anwar itu. yang biasanya diimbuhi dengan cuplikan kalimat Kurt yang sangat terkenal: I hate my self and wanna die. setiap remaja dan anak muda butuh pahlawan. Dan mereka telah mendapatkannya. sampai di kaos. diteriakkan oleh mulut mereka di mana-mana. sosok 125 . dan kalimat itu diucapkan banyak orang. Dan yang satu lagi ditujukan untuk Boddah. Kurt selalu berbicara dan menulis surat kepada Boddah. dikutip. Wabah Kurtisme. yang pertama surat pendek untuk Coutrney. Kaos itu diburu banyak remaja dan pemuda di Indonesia. sebelum Kurt bunuh diri. yang berlangsung dengan liris dan dramatis. Mereka sering sekali menyanyikan lagu-lagu Kurt Cobain di bawah pohon beringin. stiker. Kurt menulis dua surat terakhirnya. baik di poster kamar. Sesaat sebelum bunh diri. dari kaset. Mereka juga mengumpulkan semua barang yang berhubungan dengan Kurt Cobain. Toni dan Bob sebagai hal yang mengerikan sekaligus menggairahkan. Sebab kematian Kurt adalah satu di antar sekian kisah kematian lewat cara membunuh diri. Kurt Cobain adalah pahlawan mereka. mungkin mereka akan berbuat hal yang lain. Mereka tidak perlu tahu. dalam konteks apa Kurt mengucapkan kalimat tersebut. mereka keliping. sebuah nama imajiner. dirasakan oleh trio Teddy. poster. dengan diiringi gitar bolong yang dipetik oleh Edo Pillu. Semua berita tentang Kurt Cobain yang mereka temukan di berbagai media cetak. sudah itu mati.mana. Album itu direkam secara langsung oleh MTV dalam sebuah acara MTV Unplugged in New York pada tahun 1994.

di mana panggung musik adalah manifestasi dari eksistensinya sebagai seorang pemusik. hidupnya berkecambah dengan benih narsisme yang mengakar kuat. “Kamu tahu.” Dari sana kita tahu. ternyata justru tidak bahagia jika berada di atas panggung. 126 . sebagaimana kebanyakan seorang seniman besar. Maaf. sang rock star. Lalu ada kalimat lain yang juga memberi sedikit gambaran tentang Kurt. Selanjutnya Kurt menutup surat itu dengan. kali ini surat itu bukan hanya panjang. Aku tak tahu ke mana aku akan pergi.” Frances.yang tidak ada di dunia riil Kurt. Dan kata ‘maaf ’ yang ditulis oleh Kurt begitu panjang. Kurt. melainkan penuh dengan persoalanpersoalan yang menghimpitnya. adalah anak Kurt dengan Courtney. seorang pisces yang lemah. Tolong jangan ikuti aku. Kemudian ia melanjutkan menulis surat panjang kepada Boddah. Surat kepada Courtney dibuka dengan kalimat sederhana. “Tapi aku hanya seorang narsis yang hanya menghargai sesuatu jika sesuatu itu sudah tidak ada lagi. kita bisa mendapatkan sedikit gambaran penderitaan Kurt. Tetapi di surat itu pula. surat itu sudah dianggap Kurt selesai. maaf.” Kurt. kita mendapatkan sebuah ungkapan yang sendu. “Aku akan selalu ada. maaf…. “Kejahatan terbesar yang pernah kulakukan adalah menipu kalian dengan memalsukan kenyataan bahwa aku 100 persen menikmati saat-saat di atas panggung. Kurt bisa mengeluarkan seluruh uneg-unegnya dengan tingkat emosi yang tinggi. aku mencintaimu. Hanya dengan Boddah. “Aku adalah Jesus man. tetapi sangat menggetarkan. Kurt bisa terbuka dan berterus terang. orang-orang yang dicintainya. Courtney dan Frances.” Sebetulnya. Aku akan melindungimu. seakan ingin mendedahkan rasa bersalah yang teramat sangat kepada mereka berdua. Di dalam lariklarik panjang itu. Hanya kepada ‘sosok yang tidak ada’. dan dilanjutkan pula dengan kalimat-kalimat sederhana yang lain. Tapi aku tak bisa tinggal lebih lama lagi. Aku minta maaf. misalnya saja dalam kalimat ini. Aku mencintai Frances.

Namun Kurt kemudian membubuhkan lagi tiga kata di akhir surat pertamanya itu. empati. rokok kegemarannya. lebih baik terbakar habis. dan meminum beberapa teguk root beer. yang ditujukan untuk istrinya. Dan tentang keluarganya. Dengan pelan. (Tingkah anakku) Itu membuatku ketakutan. Aku hanyalah seorang anak main-mainan yang plinplan! Sudah tidak ada semangat yang tersisa dalam diriku.” Kurt melipat surat keduanya itu. dan seorang putri yang mengingatkanku akan diriku sendiri di masa lalu. “Dari dasar perut mualku yang terasa terbakar. seusai menulis dua surat. (Putriku) Penuh cinta dan selalu gembira.” Dan kemudian ia menulis namanya sendiri: Kurt Cobain.” Lalu di bagian akhir surat panjang itu. setelah mematikan batang Camel terakhir yang dihisapnya. dan penuh dengan rasa bersalah. dan balik membuka lipatan surat pertamanya yang jauh lebih pendek. Kurt kemudian bangkit. kita bisa mengerti satu elemen yang memilin kompleksitas pribadi Kurt sehingga ia memutuskan untuk bunuh diri. merokok berbatangbatang Camel Light. cinta. aku ucapkan terimakasih atas perhatian kalian selama ini.” Dari kalimat-kalimat itu. ia mendedahkan sederet kalimat subtil. yang awalnya sudah dianggap selesai. Kurt masih sempat berdiam diri. mencium siapa saja yang dia temui karena menurutnya semua orang itu baik dan tidak akan menyakitinya. sampaisampai aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa membayangkan frances tumbuh menjadi rocker busuk yang suka menghancurkan diri sendiri danmenyedihkan. “Damai.tidak tahu berterimakasih dan bersedih. 127 . Kurt hanyalah manusia biasa yang rapuh. kita menjadi tahu. seperti aku sekarang. Sebelum menuju ke puncak prosesi kematian. lalu ia meracik barang yang paling digemarinya: heroin black tar dari Meksiko. “Aku punya istri yang bagaikan dewi yang berkeringat ambisi dan empati. Jadi ingatlah. daripada memudar.

lalu menemui Teddy dan Bob dengan menawarkan proposal gagasan yang konyol: Membuat grup musik. Kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh Kurt. Istilah ‘Ebiet G Ade’ itu bukan merujuk kepada permainan musik dan lagulagu. mereka terus mabuk dan bertukar gagasan. dan biografi yang kemudian diberi judul Heavier Than Heaven: The Biography of Kurt Cobain. Toni dan Bob. ia tidak bisa mengingat itu dengan baik. Heroin itu lalu disuntikkan di bagian siku. Ditambah dengan aksi gila-gilaan yang ingin melakukan ‘sesuatu’. melainkan ia mengundangnya. Kurt tidak mendekati ajalnya dengan langkah pelan. baru diterbitkan pada tahun 2001. sebetulnya hanyalah pemain gitar ‘Ebiet G Ade’. tetapi ia mendatanginya. yang kita tahu hanyalah: Kurt mati dengan cara bunuh diri. Toni dan Bob. Hingga kemudian Toni membawa robekan koran atau mungkin majalah. --eddy. Bagaimana tidak? Toni tidak bisa bermain satu alat musik pun. dan meletakkan ujung senapan itu di mulutnya. Kurt kemudian meraih senapan yang sudah dibelinya beberapa hari sebelumnya.Kurt. kematian Kurt Cobain. termasuk kisah di atas. pasti dan puitis. tidak jauh dari tato berhuruf ‘K’. tentu tidak tahu drama kematian Kurt akan sepuitis itu. Sebab karya biografi gemilang tentang Kurt Cobain. Kurt tidak menghadapi malaikat pencabut nyawa. baru selesai ditulis oleh salah satu wartawan gaek mudik dari Amerika bernama Charles R Cross. T Tetapi tidak bisa disangkal. mencengkeram di otak banyak orang. atau bahkan ketrampilan bermain gitar seorang penyanyi ternama bernama Ebiet G Ade. sebab yang mereka konsumsi dari Kurt Cobain adalah potongan berita yang ditulis di koran-koran atau majalan-majalah. termasuk Teddy. tidak menunggu kematian. Sedangkan Bob. sama halnya dengan Teddy. yang mengaku bisa bermain gitar. Tetapi istilah ‘Ebiet G Ade’ itu 128 . Konyol dalam arti yang sesungguhnya.

Sekarang masalahnya tinggal memilih nama grup musik. tetapi sangat penting. Toni cukup memencet bagian senar G. tanpa harus secara rumit mempelajari sebuah akor. baik Teddy dan Bob menyambut dengan antusias. Tetapi Toni berhasil meyakinkan kedua sahabatnya itu bahwa mereka bisa membuat grup musik yang legendaris tanpa harus bisa bermain musik. Mereka bertiga lalu menawari Edo untuk bergabung bersama mereka dalam sebuah grup musik. Edo bahkan bisa memainkan berbagai alat musik. dan juga hasrat yang terpendam untuk melakukan sesuatu yang sudah lama ditahan. dan bukan sekadar memainkan sekadarnya. lalu mereka sepakat memilih Edo Pillu. melainkan memang sungguh-sungguh menguasai alat musik. Mendengar penjelasan Toni. terdapat sebuah tulisan bahwa untuk jenis musik aliran tertentu.merujuk kepada kemampuan Bob yang hanya bisa memetik gitar dengan akor G. Edo bukan sembarangan pemain musik. Bob jelas saja kebagian sebagai pemegang gitar. kebagian sebagai vokal. Toni bertugas memainkan alat musik bas. Sebab robekan koran atau majalah yang dibawanya. Sangat sederhana. terutama punk rock. Dan Teddy. hanya dibutuhkan tiga akor. Edo menyambut tawaran gila dari trio edan itu. Sialnya. satu petikan untuk satu nada. Berhari-hari mereka mencari nama grup untuk grup musik 129 . yakni drum. Edo bahkan terampil bermain musik klasik dan jaz. di mana di setiap gang muncul grup-grup musik dengan ketrampilan yang memadai. dengan pelajaran yang sederhana. Mereka lalu berpikir harus ada satu orang lagi yang diajak untuk main musik. Sedang instrumen yang pasti tidak dapat dimainkan oleh ketiga orang itu. yang gampang dihapalkannya. Kemudian dibagilah keempat orang itu dengan masing-masing ketrampilan yang bisa dimainkan oleh keempatnya. Di luar dugaan. Ia produk khas orang Bandung. Jika ada akor G. terpaksa dibawah kendali Edo. A dan D.

kemudian mereka berempat menuju ke kampus untuk mabuk-mabukan. termasuk di berbagai kampus. Bob yang saat itu sudah beristri dan mempunyai anak. tidak bisa bermain musik. tetapi selalu menemui jalan buntu. “Kenapa kita enggak pakai nama itu sebagai nama untuk grup musik kita?” Anak-anak yang lain terbengongbengong. Tetapi lalu mereka sepakat dan antusias dengan judul nyeleneh grup musik mereka. dan sebuah nama aneh dipilih sebagai nama grup tersebut: Steak Daging Kacang Ijo. Pentas musik muncul di manamana. mulai tahun 1994 sampai tahun 1995. Poster pertama yang mereka tempel: Steak Daging Kacang Ijo menerima undangan untuk menghibur di acara pernikahan. berlari mengelilingi gedung Adi Yasa sebagai prosesi lahirnya grup musik mereka. Tidak lama setelah mereka sampai di sana. Tetapi hampir semua orang di Gampingan dikejutkan dengan poster-poster Steak Daging Kacang Ijo.mereka. secara cuek berkata. Hingga suatu hari.” Teddy langsung mengahut dengan nada pelan. “Wah tadi aku dikasih sarapan sama istriku. mereka bersepakat tekanjang bulat dan berhujan-hujanan. Berbagai poster pertunjukan dan pergelaran musik tertempel di banyak tempat. termasuk para dosen. D Mereka tidak kenal ada sebuah grup dengan nama Steak daging Kacang Ijo. para musisinya selain satu orang. hujan turun dengan deras. sebuah grup musik berdiri. dalam keadaan telanjang bulat mengitari gedung Adi Yasa. Dan poster seperti itu telah menyihir banyak orang 130 . Toni dan Edo sedang berkumpul. Bob datang di saat Teddy. Untuk merayakan pembentukan nama grup musik sekaligus kelahiran grup musik mereka. Banyak orang yang mengenang peristiwa dahsyat itu. Benar. mereka pun berhujanhujanan. --emam membuat grup musik melanda Yogya. sunatan dan hajatan. Setelah mereka mabuk. Hari itu. steak daging dan kacang ijo. setengah bertanya.

melihat sosok di depannya. Akhirnya keluarlah Tuhan menemui Bob. berikut diberi keterangan jam pertunjukan. Dengan setengah teler. dalam keadan mabuk dan seluruh badan serta mukanya penuh dengan tato. tetapi tidak pernah terlihat.untuk tahu apakah grup musik itu? Tetapi setiap kali ada pentas musik di Gampingan. tetapi Arif bukan sosok yang ‘dicarinya’. tetapi lewat poster-poster. Awalnya Tuhan kaget. Pernah suatu saat. dan sampai lama mereka tidak juga tampil di panggung. Steak Daging Kacang Ijo. Dead or Alive: Steak Daging Kacang Ijo. ada poster Steak Daging Kacang Ijo hanya dengan tulisan: Wanted. di sekitar daerah Wirobrajan. dengan nama keren: Tuhan. --ampir bersamaan dengan proses pendirian dan ulah aneh Steak Daging Kacang Ijo. “Kamu. Bob ingin sekali berkanalan dengan orang Filsafat UGM. Dalam keadan mabuk. “Pokoknya ingin kenal saja. grup itu tidak pernah ikut manggung. diikuti dengan kalimatkalimat yang bombastis. Kemudian Arif memberi sebuah alamat di dekat rumah Bob di Pandega Bakti. Bob bertanya. Tidak jelas alasannya. terus menggempur dinding-dinding ISI Gampingan. Sekali waktu muncul sebuah poster dengan informasi bahwa Steak Daging Kacang Ijo akan melakukan pentas tunggal di sebuah lapangan. untuk sementara adalah hantu belau yang terkenal. Hanya poster-postre mereka yang cerdas dan menarik secara visual. menuju tempat tersebut. di tanggal dan jam yang telah ditentukan.” kata Bob. Eksistensi awal Steak Daging Kacang Ijo bukan diawali dengan pertunjukan mereka. Tuhan?” 131 . Ia mengebel berkali-kali rumah itu. H Kebetulan ia kenal seorang mahasiswa Fakultas Filsafat UGM bernama Arif. Berbondong-bondong anak ISI. Bob mencari alamat Tuhan. Tetapi di sana tidak ada apa-apa. di saat malam hari.

“Itu kaos gila. Dan Tuhan. dengan perasaan waswas.” Tuhan kaget. ia merasa kalau ia memang bisa berteman dengan sosok aneh itu. Aku ingin berteman denganmu.” Dua orang ini. Bob dan Tuhan. Linda. Tetapi ternyata tidak. Tuhan tidak suka mabuk-mabukan. sangat suka begitu tahu Bob bersahabat dengan Tuhan yang ‘bersih’ itu. Semenjak malam yang mencengangkan itu. Bob mengungkapkan. selalu berusaha menjaga Bob. rata-rata hanya dicetak 10 buah. Tetapi di saat itu. Kaos bikinan Bob dicetak dengan sangat terbatas. Untuk soal itu. Bob yang membuat gambar. lebih tepatnya lukisan-lukisannya untuk digunakan sebagai desain kaos. istri Bob saat itu. sementara Tuhan sosok yang kalem dan santun.” kenang Tuhan. dan saat itu pikirannya dipenuhi oleh dugaan.Tuhan mengiyakan. dan paling banyak dicetak 20 buah. Bob ingin mengeksplorasi karya seni. ada orang yang memakai kaos dengan lukisanku di bagian depan kaos itu. Bob bersahabat akrab dengan Tuhan. dengan harapan kelak Bob akan bisa sembuh dari mengkonsumsi barang-barang yang memabukkan. sekalipun berpuluh kali ia mengalami bagaimana Bob membuat onar. Bob Sick. Bob pemabuk berat. “Puas rasanya. Bob tukang bikin onar. ketika awal-awal bekerja bersama Bob. lalu Tuhan yang membuatnya menjadi kaos. Ia merasa tidak pernah punya masalah dengan orang. berbeda dalam segala hal. “Aku Bob. orang itu akan menantangnya berkelahi karena sebuah urusan. Masak dalam satu kaos. “Aku tidak mungkin membiarkannya sendirian. Kadang capek juga sih menjaga orang mabuk pil koplo yang banyak tingkah. Bob sendiri yang menjual kaos itu ke temantemannya. terutama mengkonsumsi pil koplo. Tetapi hubungan mereka memang klop. tetapi rasa kasihan menjaga seorang sahabat membuatku tetap bertahan di 132 . Saat itu. warnanya bisa sampai delapan. tanpa alasan yang jelas.

dan grup itu belum pernah punya wahana untuk mengekpresikan musik mereka di atas panggung. dan sangat cuek. --egitu anak-anak ISI tahu Steak Daging Kacang Ijo akan pentas. Hamcrut mempersilakan grup musik Steak Daging Kacang Ijo pentas untuk kali pertama. digiring oleh rasa penasaran yang cukup tinggi. setelah beberapa grup musik pentas dan mendapatkan respons yang hangat dari penonton. mereka berduyun-duyun mendatangi Fakultas Filsafat. dan kali itu benar-benar akan terjadi. maka pada tahun 1995. orang-orang berambut gimbal. Tuhan mengontak panitianya. bertato. yang salah satunya juga dikenal oleh Teddy dan Toni: Hamcrut. Ketika Tuhan tahu Bob mendirikan grup musik Steak Daging Kacang Ijo.” tutur Tuhan. Dengan senang hati.sampingnya. Steak Daging akcang Ijo memainkan lagu karangan Maladi. para penonton yang kebanyakan anak UGM. ketika di Fakultas Filsafat ada pentas musik kampus memperingati hari ulang tahun kelompok pencinta alam Fakultas Filsafat yang bernama Mahasiswa Pencinta Jagat Raya (Mapajaga) Pantharei. teler berat. Sebuah lagu dinyanyikan. mulai menduduki posisi masing-masing. Di atas panggung. lagu pertama langsung membuat seluruh penonton terheran-heran dan senyap. Teddy dan Bob menyanyi bersama-sama: Menguning. terbengong-bengong. Seperti apakah aksi panggung grup musik yang tenar tetapi tidak pernah pentas itu? B Malam itu. padi menguning Gemulai ditiup angin Berderai padi di sawah Seperti Lautan Gembira bapak tani melihat 133 . tibalah grup saatnya Steak Daging Kacang Ijo naik pentas. Saat satu per satu personelnya naik ke atas panggung.

Dadang Yuliatoro. terutama saat menjelang Suharto jatuh. Lagu kedua pun selasai. Andy Munajat dan John Tobing. Ketika Toni. sekaligus lagu terakhir. dikarang oleh: NN. Tetapi tanpa peduli dengan respons penonton. Tentu saja informasi itu salah fatal. lagu ini sering diberi keterangan. Para penonton tetap masih asing dengan lagu dan oang-orang ‘aneh’ di atas panggung. Tetapi lagu ini bukan lagu asing di Fakultas Filsafat UGM. Kelak. dibuat oleh Wiji Thukul. lagu ini mengumandang ke seantero negeri ini. Edo Pillu maju bersama menuju bibir panggung. sebab syair lagu ini dibuat bersama-sama oleh anak-anak Filsafat seperti Webi Warouw. lagu ini dinyanyikan tanpa iringan musik. tidak ada yang bertepuk tangan. bahkan ada juga yang menyebut dikarang oleh Bimo Petrus.Syukur pada Ilahi Rezeki melimpah Selesai lagu itu dilantunkan. Dan di banyak buku serta selebaran di berbagai kampus. karena akor lagu ini sangat rumit. dibuat oleh musisi cum aktivis Fakultas Filsafat: John Tobing. Steak Daging Kacang Ijo menyanyikan lagu ‘Darah Juang’. Teddy. Musik dan suara mereka fals. Terpujilah wahai engkau Ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup Dalam sanubariku …. dan hanya satu dua penonton yang bertepuk tangan. tetapi penampilan mereka terlihat sangat percaya diri dan enak dilihat. Sedangkan lagunya sendiri. sembari mengepalkan tangan kiri dan melantunkan 134 . Bob. Dan sebagai lagu ketiga. Teddy dan Bob kembali menyanyikan lagu kedua: Hymne Guru. atau kalau tidak.

“Hidup!” Untung saja Steak Daging Kacang Ijo menyanyikan lagu itu. Segeralah berkumandang syair lagu yang menggetarkan itu… Di sini negeri kami Tempat padi terhampar Samuderanya kaya raya Tanah kami subur Tuhan Di negeri permai ini Berjuta rakyat dirampas haknya Anak kurus tak sekolah Pemuda desa tak kerja Mereka dirampas haknya Tergusur dan lapar Bunda relakan darah juang kami Tuk membaskan rakyat Bunda relakan darah juang kami Padamu kami berjanji Suara massal itu bergetar.lagu Darah Juang. terbang ke langit gelap. mungkin mereka tetap hanya mendapatkan 135 . Kalau tidak. Berpuluhpuluh orang menangis. mengacungkan tangan kiri. puluhan aktivis yang berada di sana segera ikut berdiri. Hal itu diikuti oleh penonton-penonton lain yang belum kenal lagu itu. salah seorang penonton berteriak dengan keras sekali: Hidup rakyat! Teriakan itu disambut dengan keras oleh para penonton: Hidup! Lalu yang lain melanjutkan lagi dengan teriakan. Dan begitu lagu tersebut usai dinyanyikan. “Hidup mahasiswa!” Dan segera teriakan itu disambut dengan bergemuruh oleh penonton.

beberapa tepuk tangan yang tidak bersemangat. keempat musisi (kecuali Edo) yang nyaris tidak bisa bermain musik itu. mereka memang calon-calon pemusik dengan banyak penggemar. tampaknya merepresentasikan keanehan pendukung mereka. bermain di atas panggung dengan gaya mereka. sesuai dengan tingkat ketrampilan mereka dlam bermusik: tidak mungkin bisa membuat lagu. penampilan Staek Daging Kacang Ijo semakin brutal saja. mengendorkan dan mengencangkan tali senar bas yang dipegangnya. Seperti yang telah mereka saksikan malam itu. Toni pernah dengan sengaja. semakin aneh pula cara mereka manggung. Kadang-kadang Toni berorasi. karena di atas panggung ada alat musik kibor. P Bayangkan saja. selain lagu-lagu ‘bawah tanah’ seperti Himne Darah Juang. juga semakin banyak undangan pementasan yang diterima oleh Steak Daging Kacang Ijo. --enampilan aneh Stead Daging Kacang Ijo akhirnya menyebar di mana-mana. Semakin lama. Grup ini pun menciptakan lagu-lagu sendiri. dengan iseng ia memencet tuts kibor yang sma sekali tidak dipahami bunyi dan cara memencetnya itu. dan tidak mungkin mereka menghapalkan nada-nada lagu yang mereka ciptakan. Tetapi kuartet Steak Daging Kacang Ijo tidak menyadari hal itu. Tetapi puisipuisi itu bisa dilagukan dengan cara yang berbeda-beda. Dan tidak 136 . Mereka berpikir. yang lambat laun kian membeludak. atau lagu-lagu yang tidak pernah dipikirkan dibawakan oleh grup musik lain seperti Himne Guru. dan anehnya. kadang-kadang Bob yang pegang gitar. Tetapi justru keanehan itu mendapatkan dukungan yang luar biasa dari publik ISI. yang berasal dari puisi-puisi Bob. yang sama pula tidak bisanya bermain musik. Kadang pula Toni yang bosa pegang bas minta gantian sama Teddy. Steak Daging Kacang Ijo konsisten dengan cara tidak menyanyikan lagu-lagu orang lain. Keanehan Steak Daging Kacang Ijo. Semakin grup yang sableng luar-dalam itu sering tampil.

tidak pernah berhenti sampai dering beker berbunyi. Grup-grup yang akan tampil lebih banyak mengandalkan alat-alat musik yang disediakan oleh pihak penyelenggara. pementasan Steak Daging Kacang Ijo merupakan sebuah. mereka meletakkan jam beker dengan durasi 15 menit. Di tahuntahun itu. “Demonstrasi di atas panggung. dan selama itu pula mereka memainkan alat musik sesuka mereka. hanya kampus-kampus tertentu atau panitia-panitia penyelenggara jenis musik tertentu saja yang mengundang mereka. tidak diikuti oleh keinginan para penyelenggara musik di kampus. menurut Toni. jarang sekali ada grup musik yang tampil dengan membawa peralatan sendiri. Begitu mereka naik panggung. Sebuah demonstrasi yang cantik. Kalau Bob sendiri jika menerangkan Steak Daging Kacang Ijo. Akibatnya. kalau Steak Daging Kacang Ijo dengan seenaknya mengubah senarsenar gitar dan bas.” Aksi gila-gilaan Steak daging Kacang Ijo terus berlanjut.” ungkapnya. Tetapi gelombang pecandu grup musik Steak Daging Kacang Ijo yang kian memanjang. Steak Daging akan jadi legenda beneran. mungkin merujuk gagrak seni happening art. dengan bersemangat ia berkata. Pasalnya sederhana. Bahkan sering pula mereka memutuskan tali senar gitar dan bas. Sedangkan menurut Edo Pillu. Pernah pula mereka bermain hanya satu lagu di panggung. “Kalau diteruskan. Tentu menjadi masalah tersendiri. memang begitulah konsepnya. sang vokalis. bilang. dan bernyanyi sesuka mereka pula. “Itu grup musik yang memecah kebuntuan!” Teddy. 137 . “Steak Daging itu bukan grup musik biasa. itu sebuah happening band.” katanya. Kegilaan dalam bermusik itu. Mereka pikir-pikir jika harus mengundang grup musik satu itu.perlu mencocokkan dengan nada senar di gitar Bob.

Dengan diiringi puluhan sepeda motor penggemar mereka. Dari Gampingan. digantikan oleh salah seorang pendukung mereka. mereka berangkat bersama dari Gampingan dengan seluruh pendukung grup itu. barisan bermotor ini mulai keliling kota Yogya. terutama Edo Pillu. Edo Pillu diikuti beberapa orang keliling tempat itu. Dan mereka hanya menyetel radio itu. lalu penggemar mereka yang berjingkrak dengan aneh di bawah panggung seperti umat. Sebelum pertunjukan dimulai dan para penonton datang. Panggung tidak jadi ditutup sebab baik para musisi Steak Daging Kacang Ijo dan penggemar mereka yang banyak itu akan mendesak panitia agar tidak menutup acara terlebih dahulu jika mereka belum manggung. Tidak jarang pula. atau sedang malas manggung. Ia memakai jas hujan dan hanya mengenakan celana dalam. lalu pawai keliling kota besar. dan tentu saja dengan dikawal oleh para satpam. kuartet Teddy. Pernah dan sering pula. sebetulnya kehadiran Steak Daging Kacang Ijo yang sangat penting adalah karena di saat 138 . Steak Daging Kacang Ijo beserta seluruh penggemar mereka datang lebih dulu. Steak Daging Kacang Ijo akan datang menjelang acara berakhir. seluruh personel Steak Daging Kacang Ijo sudah memakai kostum yang aneh. Toni. Mereka seperti melakukan sebuah ritual. grup ini tidak dipanggil untuk ikut terlibat. Sering pula. Yang paling diingat oleh para personel Steak Daging Kacang Ijo tentang hal seperti itu adalah saat mereka diundang untuk mengisi pemenasan di fakultas Pertanian UGM. mereka akan datang. kalau di lingkungan ISI sendiri. mulai jam 7 malam. jika ada salah satu personel yang capek. kalau Steak Daging Kacang Ijo diundang pentas. Kadang. lalu langsung tancap gas main di atas panggung. Bob dan Edo Pillu sebagai pimpinan sebuah mazab. Sampai di debuah kompleks perbelanjaan. kalau mereka tidak diundang manggung. Dalam konteks yang lebih luas.Pernah mereka hanya membawa radio di atas panggung. sambil berjoget dan bergantian berteriak di depan corong pengeras suara.

maraknya aksi menentang kebijakan Kecung Ombo. ‘Pukulan pancingan’ itu kemudian dibalas. kita bisa mengingat sebuah judul buku yang pernah ditulis sastrawan Indonesia yang cerdas. H Pada tahun 1996. ternyata dukungan pemilih 139 . Pada tahun 1987. sang presiden sakit keras dan kemungkinan besar ia akan meninggal dunia. termasuk kelompok pendukung Sukarno disingkirkan dari kancah politik. menyebarkan isu bahwa ada sebuah gerakan bernama Dewan Jenderal. dan masih menjadi polemik sampai sekarang. Mulai dari akhir tahun 1990an. membuka ‘peperangan’ dengan lawan mereka melalui sebuah ‘pukulan pancingan’ dan ketika para kubu yang kontra rezim ini membalas pukulan itu. --ampir sama seperti tahun 1965. sastra bicara. Pada pemilu 1992. rezim Suharto sebagaimana di tahun 1965. tepat sekali kalau ada aktivis yang bilang: Saat aktivis dibungkam. kondisi politik nasional menuju sebuah titik lain. Di tahun 1996. Ia menjadi anggota parlemen dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDI).grup musik ini mencuat. Seno Gumira Ajidarma: Saat jurnalisme dibungkam. sampai kemudian pada tahun 1994 dengan kasus pembredelan Tempo. beserta puluhan lagi masalah politik. musik bicara. dengan adanya penculikan para jenderal. Tetapi konsekuensi dari peristiwa itu kita semua sudah tahu: PKI dan anasir-anasir politiknya. kita juga sama-sama tahu tensi politik semakin meninggi. Tetapi untuk konteks Yogya saat itu. dan Suharto naik tahta. sekali lagi. Editor dan Detik. membuat melakukan sebuah ‘pukulan pancingan’ dengan dua hal: pertama. rezim Suharto mengeluarkan seluruh daya mereka untuk menghabisi lawan-lawannya. rezim ini melakukan menuver politik dengan membuat pukulan pancingan lagi. Pada saat itulah. Tepat di saat itulah. menyebarkan isu bahwa Sukarno. dan kedua. faksi terkuat di Angkatan Darat. Megawati memasuki gelanggang politik legal. membuat barisan penentang Suharto semakin menguat. kali ini korbannya adalah Megawati Sukarno Putri.

sebuah momentum yang bisa berujung pada dua hal: klimaks atau anti-klimaks politik. Berbagai elemen mahasiswa non-PRD. termasuk Megawati Sukarno Putri. Saat itu. teruatam di Jakarta. hampir semua elemen penentang rezim Orde Baru disikat. PRD sebelumnya juga mengalami tarsformasi politik yang baru. dan mungkin. juga diburu. Para penggiat dan pendukung PDI versi 140 . di Jalan Diponegoro. yakni direbutnya PRD yang sebelumnya bernama Persatuan Rakyat Demokratik dengan ketua Sugeng Bahagiyo. ini karena ada anak-anak Sukarno di partai tersebut.kepada PDI mengalami pertambahan yang signifikan. dan lembaga-lembaga tersebut dilarang. seluruh pengurus organisasi tersebut beserta lembaga-lembaga underbuow-nya seperti Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID). termasuk PRD. tetapi pada praktiknya. menjadi buron. Markas PDI di jalan Diponegoro dijadikan tempat berkumpulnya para aktivis anti-Suharto. Pukulan pancingan rezim Orde Baru disarangkan. Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI). lalu mengubah nama dari Persatuan menjadi Partai Rakyat Demokratik (PRD). dan Jaringan Kerja Kesenian Rakyat ( Jaker). tetapi kemudian korbannya merembet ke mana-mana. Serangan gencar dari elemen-elemen anti-Suharto. Momentum ini adalah momentum paling besar yang pernah terjadi. Berhari-hari. di tahun 1996 sekalipun bidikan rezim hanya kepada PRD. terutama di markas PDI yang berhasil dikuasai oleh para pendukung Megawati. terjadi demontrasi besar-besaran. dengan cara mensahkan kongres PDI versi pendukung pemerintah. di berbagai kota. Serikat Tani Nasioal (STN). Dan hampir sama dengan peristiwa pada tahun 1965. PDI versi Megawati mulai disingkirkan dari kancah politik. dengan mengkambinghitamkan PRD. Segera demonstrasi merebak di mana-mana. yang kemudian pimpinan partai itu diambil alih oleh Budiman Sujatmiko dan kawan-kawannya. dibalas dengan cepat oleh rezim. yang saat itu kambing hitamnya adalah PKI. Itu artinya.

dari mulai Gubernur sampai Camat. Para Camat itu meminta agar orang tua bukan hanya mewaspadai anak mereka sendiri. Bahkan. Tetapi yanglebih mengerikan. yang dihubung-hubungkan dengan PKI. Hubungan itu bahkan diikuti oleh analisa aktivis-aktivis PRD punya hubungan darah (baca: kekerabatan) dengan para aktivis PKI. berisi siapa sebenarnya PRD itu. dari hingar bingar demonstrasi. terutama di daerah Jawa Tengah. kontradiksi rakyat terhadap Suharto justru menajam. termasuk aktivis kelas anak bawang di kampus. para pemimpin daerah. Semua aktivis. sekalipun diam-diam… --- 141 . lari ketakutan. terutama mereka yang kuliah di Yogyakarta. Rezim Suharto gagal membungkam rakyat. tetapi juga masuk kampus. Situasi politik nasional mengawali babak baru. menimbulkan perdebatan yang panjang dalam konteks wacana gerakan mahasiswa di Indonesia dengan sebuah pertanyaan kritis: Apakah tindakan PRD yang radikal itu menguntungkan secara politik terhadap memanasnya situasi nasional. hal itu hanya bisa terjadi beberapa bulan.Megawati juga disikat. sempat ikut menyebarkan selebaran palsu. banyak Camat di berbagai daerah. menjadi babak sunyi aktivitas politik. di beberapa kota di Pulau Jawa. atau justru mendinginkan situasi nasional. Peristiwa ini kelak. di kedalaman tertentu. mengobrak-abrik kantorkantor pers mahasiswa. Tentu saja selebaran itu bohong belaka. Tentara bukan hanya mengobrak-abrik markas PRD dan lembaga di bawah naungannya. Tetapi ternyata. yang mengumpulkan para orangtua yang punya anak mahasiswa. melainkan kalau bisa meminta anak mereka pulangke kampung agar mudah diawasi. dan sekalipun mereka menang di permukaan.

Pementasan itu benar-benar reguler. atau biasa disebut Admo. ratusan bahkan ribuan orang melakukan aktivitas di sana. Mereka lalu sering bertemu. kampus UGM memang selalu ramai. Termasuk kampus fakultas Filsafat UGM. seperti IAIN dan UJB. yang berani nongol di kampus. pentas musik di Minggu Pagi. Mereka menyebar. ada yang masuk pondok pesantren. ia mendapati tidak seorang pun temannya. ia hanya sendirian. dan satu-satunya mahasiswa aktivis muda yang berani muncul di kampus Filsafat UGM adalah Manik Wijil Sadmoko. dengan acara reguler. Yogyakarta. Setelah menyelesaikan tugasnya di sana. studio dadakan itu kemudian dipindah ke kampus. Di hari Minggu pagi. di hari Minggu seperti itu. dan memfasilitasi sebuah tempat bermusik di wilayah Kalasan. Tak pelak. Berbulan-bulan mereka berdua hanya diskusi dan ngopi. kampus segera sepi. Lalu mereka menghubungi dua dedengkot anak angkatan 1994 yang dikenal sebagai pimpinan anak-anak band kampus: Gendel dan Gundul. angkatan 1995. Hamcrut ditugasi untuk mengevakuasi para mahasiswa aktivis ke Semarang. Hingga kemudian mereka mendapatkan ide untuk kembali menghidupkan geliat kampus dengan cara berkumpul bersama anak band kampus. Sejak jam 6 pagi sampai jam 10. bahkan yang dari angkatan paling muda. Kampus-kampus lain juga sepi. dari jam tujuh pagi sampai 142 . Setelah semakin ramai. Sampai beberapa bulan. mulai berolah raga sampai sekadar ngeceng. ada pula yang diselamatkan oleh para rohaniawan Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Situasi seperti itulah yang menjadi pertimbangan para musisi di fakultas Filsafat untuk melakukan pementasan setiap Minggu pagi.K etika banyak aktivis diburu. para penjual musiman bermunculan. sarang-sarang para mahasiswa pembangkang. Fakultas Sospol dan Fakultas Sastra.

Teddy. yang juga seorang perupa yang mulai naik daun. Tetapi kemudian. nama itu ditulis menjadi Sande Monink. yang memang cukup strategis. sesuai dengan waktu pementasannya. salah satu grup musik yang rajin tampil adalah Steak Daging Kacang Ijo. aktivits bermusik di pagi hari itu mulai mengundang banyak musisi untuk berkumpul di sana. Steak Daging Kacang Ijo mendapatkan cobaan untuk kali pertama. 143 . Tetapi di tahun itu.jam sepuluh. Lambat laun. beberapa grup musik memainkan musik di halaman depan kampus Filsafat UGM. Dan peristiwa itu pula yang membuat beberapa aktivis mulai berani lagi masuk ke kampus dengan menyaru sebagai penonton musik. Vokalis. atau saat terjadi korsleting. Orang Yogya menyebut orang yang depresi dengan kata: Njeglek! Seperti listrik yang kelebihan beban. mengalami depresi berat. Dalam pementasan di Sande Monink itu. Acara reguler itu kemudian diberi nama: Sunday Morning.

.

Njeglek! .

.

dan setiap karyanya selalu memberikan warna baru. hal itu menjadi salah satu pemicu yang menyebabkan Teddy mengalami njeglek. tetapi hampir sebagian besar mereka mengakui bahwa totalitas Teddy di dalam dunia yang digelutinya. terutama. Mereka kerap melakukan ekplorasi materi dan diskusi tentang wacana. Toni maupun Bob tetap melakukan aktivitas di bidang seni rupa. hubungan dua orang yang umur mereka terpaut jauh itu. Tetapi kelak. tidak begitu mengganggu hubungan keduanya. Karya-karyanya juga menunjukkan paradigmanya itu. Diakui oleh Teddy. Ia kemudian datang dan berkarya di Indonesia. selain dianggap sinting. terutama dalam memandang wilayah politik. tidak dapat dipungkiri. Rita kemudian berpacaran dengan Teddy. mulai memperlihatkan bahwa perupa muda satu ini bukan hanya matang di konsep tetapi juga piawai dalam mengeksekusi konsep tersebut menjadi sebuah karya. di kalangan kawan-kawan dekatnya. banyak pikiran Rita yang saat itu mempengaruhinya. sampai menggeluti berbagai materi dan media seni rupa. di kalangan para perupa di Indonesia. dan kemudian juga melakukan aksi ugal-ugalan di dalam Steak Daging Kacang Ijo. Hal itu dibuktikan Teddy di dalam menggelar berbagai pameran. merupakan seniman yang berasal dari Jerman. Awalnya. Teddy merambah dari hulu sampai hilir proses kreasi dalam kerja-kerja seni rupa. Perjalanan di danau Toba Sumatra yang pernah 147 . Pasangan Rita dan Teddy juga kerap melakukan perjalanan keliling Indonesia. Rita sendiri. dikenal sebagai seorang feminis radikal. Teddy. dan berani mengeksekusinya menjadi sebuah karya. Perempuan kelahiran tahun 1949 itu. selain tentu saja ada beberapa faktor lain. yang dilakukan di Taman Budaya Solo pada tanggal 20-26 Maret 1995. Salah satu pameran Teddy bersama dua orang yang lain yaitu Rita Oetters dan Suryo. Ia dikenal berani suntuk berpikir tentang soal-soal seni rupa. dunia seni rupa.S ELAIN terlibat dalam politik praktis. baik Teddy.

“Itu lho Ted. Garagaranya hanya sepele. kelonengan sapi dari Madura. 148 . mereka berdua diusir oleh pemilik penginapan. akhirnya membuat pasangan kekasih itu membawa pulang seekor anjing yang menjadi kesayangan mereka berdua. misalnya. Si anjing. bukannya membuat Teddy bangga. --ementara itu. dan sering disebut oleh banyak orang sebagai salah satu perupa yang menjanjikan di masa depan. bahkan di Indonesia.” Tetapi baru saja Teddy dan Rita menginjakkan kaki ke Madura. diberi nama: Kapten. di sana. Sambutan publik penonton dan media massa atas pameran itu. tetapi justru ia resah. terutama yang berasal dari Yogya. seluruh pikiran dan energi Teddy diperuntukkan buat pameran tunggal di Cemeti. segera pulang ketika kaki mereka baru saja menginjak Pulau Madura.mereka lakukan. Dan sebagai salah satu perupa muda di Indonesia saat itu. Teddy pun menyimpan obsesi untuk bisa berpameran di Cemeti. sambil bergurau. mereka datang dengan membawa kapten! Alih-alih mencarikan barang pesanan Bonyong. yang digelar pada tanggal 4-29 September tahun 1996. semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu galeri alternatif di Yogya. Kayaknya barang itu antik sekali. perjalanan itu kandas dalam waktu yang sangat cepat. S Tetapi apa yang diharapkan Teddy. Dan mulai saat itu. Teddy nyaris syok. Teddy bertanya. Ketika mereka berdua sedang akan melakukan perjalanan ke Madura dengan naik mobil jip. Teddy menyempatkan mampir ke rumah Bonyong. “Pak Bonyong mau dioleh-olehi apa?” Bonyong saat itu hanya menjawab sekilas saja. Galeri Seni Cemeti. Berpameran di Cemeti. rupanya datang lebih cepat dari yang ia kira. menerima tawaran itu. Cemeti yang terus mengikuti perkembangan banyak perupa muda. adalah imajinasi bagi para perupa muda. menawari Teddy untuk melakukan pameran tunggal di Cemeti.

Ia mencoba lari dari dunia masalah yang dihadapinya. Toni. dengan dua kultur yang berbeda. yang jelasjelas menentang konsep rumah tangga. Hubungan antar-manusia dua negara. Hampir setiap hari. yang belum begitu jelas pada hal yang mana. “Apa hubungannya dengan Kurt Cobain?” Tetapi tampaknya. Ia sering teriak-teriak sendiri. Berulang kali mereka meminta agar Teddy tidak memuat ulah 149 . tentu bukan perkara mudah. Kedua. aku enggak mau seperti Kurt Cobain…. Rita sendiri dikenal sebagai aktivis radikal. ia angkatan 1992 masuk ISI. ditambah kehidupan liarnya. walaupun usia mereka terpaut 20an tahun. Pertama. Teddy sudah melakukan pameran tunggal di sebuah galeri yang menjadi impian bagi banyak perupa muda. sementara Teddy. “Ton. Dengan kelindan masalah yang menimpanya saat itu. dan ia orang Indonesia. hanya ada satu jalan yang paling mudah ditempuh oleh Teddy: mengkonsumsi pil koplo sebanyakbanyaknya. karena Rita orang Jerman. ke dalam dunia tenang yang dijanjikan oleh obat-obatan. dan pada tahun 1996. Teddy selalu bilang. Menyaksikan hal itu. Teddy mengkonsumsi pil koplo dalam dosis yang berlebihan. berbarengan dengan masalah asmara Teddy dengan Rita. Bagi Toni saat itu. ketika Teddy melakukan pameran tunggal di Cemeti. seliar apapun. Teddy masih terhitung muda. di tempat kosnya. memang membuatnya salut.” Toni tidak begitu paham dengan maksud omongan Teddy. ketakutan menjadi sepeti Kurt Cobain. masih mengharapkan kelak akan bisa membina sebuah keluarga. induk semang Teddy merasa khawatir. Dan Teddy sadar hal itu bukan perkara sepele. dalam keadaan mabuk. ia sering membikin ulah. Kepada Toni. Tetapi di pikiran Toni saat itu.Orang pertama yang menangkap keresahan Teddy adalah salah satu sahabatnya. ia juga sering mengekspresikan apa yang ia pendam kepada orang-orang di sekitarnya. Teddy sangat mencintai Rita. Dan Semenjak itu.

yang setiap saat harus diganti karena Teddy tetap kencing dan berak di celananya. Teddy yang dalam keadaan mabuk berat. Teddy dikurung di penjara kantor polisi Gondomanan. Kampung tempat Teddy segera geger.yang mengundang perhatian para tetangga. Ia berteriak. Toni dan Edo Pillu. Teddy sudah di luar kontrol. dalam ruangan yang sangat sempit itu. kedua orang itu sudah mendapati Teddy dalam keadaan yang sangat buruk. Di sana. Di sana. 150 . pihak kepolisian yang memeriksa Teddy ingin segera anak pembuat ulah itu segera menyelesaikan berkas berita acara pemerikasaan. termasuk memberi kabar ke kawankawan dekat Teddy yang lain. Mendengar itu. pisau yang dipakai untuk mengancam ibu kosnya. Salah satu hal yang harus mereka lakukan. tersinggung. ia berak dan kencing di celana. Di saat Teddy sudah tidak dapat lagi dinasihati. Lalu terjadilah sebuah tragedi yang hampir menyeret Teddy masuk ke dalam bui. dan yang lebih mengerikan lagi. dan yang kedua. bahwa pisau yang disita polisi adlah pisaunya. berlari-lari di tempat. yang dengan sabar mencoba merawat Teddy. Toni kebagian mencari bentuk pertolongan yang lain. eberapa kali. Ia mengejar ibu kosnya. segera menjenguk Teddy di kantor polisi. Ketika konsisi Teddy mulai agak membaik. Akhirnya satu kijang polisi menangkap Teddy. lalu membawanya ke kantor polisi Gondoman. dengan membawa sebilah pisau. Teddy harus segera hengkang dari tempat kosnya. Tetapi Teddy cuek. tidak mau makan. sementara Edo Pillu kebagian mulai dari mencari makanan dan mengganti pakaian dalam Teddy. Edo Pillu dan Toni-lah. Teddy mengalami tuduhan serius. ia dituduh hendak membunuh orang. ia dituduh mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Di tahanan kantor polisi. sang induk semang mengeluarkan maklumat. adalah membuat Teddy menandatangani pernyataan tentang barang bukti. Berita itu cepat menyebar. pertama.

” begitu kenang Teddy soal sensasi dan halusinasi dalam depresinya. daripada berlama-lama di sini. Yang pertama adalah Teddy yang berada di dalam ruang tahanan. Dan ia tidak membawa pisau. Di kesadaranya saat itu. sampai berhari-hari. Sedangkan Teddy kedua. “Saat itu. tetapi bukan untuk membunuhnya. adalah Teddy sang bandar narkoba. Saya tidak pernah punya barang yang tidak artistik karena saya seorang seniman!” Lagi-lagi. biarlah aku masuk penjara. ia jago beladiri. pemeriksaan mengalami jalan buntu. ya sudahlah. Tetapi pihak polisi bersikeras. dan ia tetap berlari-lari di dalam ruang tahanannya yang sangat sempit itu. saat polisi itu memperlihatkan pisau itu di depan Teddy.Teddy tidak mengakui itu pisaunya. aku merasa ada tiga Teddy. “Pak. ia bilang bahwa sebetulnya ia memang mendatangi ibu kos. Teddy mengancam ibu kos dan ada barang bukti berupa pisau yag dibawanya. Sedangkan Teddy yang ketiga sedang berada di Amerika. melainkan untuk meminta maaf. Teddy sudah mantap untuk menandatangani bekas acara pemeriksaan berkaitan dengan pisau itu. 151 . dan meminta Teddy yang berada di tahanan untuk sementaa waktu harus berlatih fisik dengan cara berlari-lari di dalam ruang tahanan. Akhirnya Teddy berpikir. Pisau itu enggak artistik sama sekali. sehingga ujung kepala dan ujung kakinya bisa saling menyentuh membentuk lingkaran. Teddy mempunyai versi sendiri menyangkut mengapa ia berlari-lari di dalam tahanan. Proses itu berjalan dengan alot. Dia bilang saat itu. Saya tidak mungkin punya pisau sejelek itu. Teddy yang di Amerika ini bilang kepada Teddy yang di tahanan: Dua hari lagi aku akan menolongmu. Bandar itu berada di sebuah keranjang yang melingkar. Namun semua mendadak berubah. Begitu melihat bentuk pisau yang dalam bahasa Teddy ‘tidak artistik’. Tepat di saat itu. Teddy kembali menolak. Ia tidak mau makan. Teddy kembali dipanggil pemeriksa. Dan Teddy kembali depresi. saya ini seniman.

Siradz sudah pindah dinas ke kota Kudus. sebetulnya saya merasa menyesal. termasuk Sunarmi dan adik-adik Teddy. dalam halusinasinya. M Saat peristiwa itu terjadi. Segera Siradz menelepon kantor polisi di mana Teddy ditahan. Setelah sampai di Yogya. kalau ia akan menyelamatkan Teddy. Siradz.Selain itu. Edo menelepon keluarga Teddy. Mereka berdua berpikir sebaiknya mereka menelepon orangtua Teddy. bapak Teddy yang seorang tentara. supaya Siradz datang ke Yogya dengan pakaian dinas lengkap. Saat itu. yang mereka ingat hanyalah hari itu hari Jumat. para polisi yang berada 152 . mereka langsung ke kantor polisi tempat Teddy ditahan. telepon diterimanya pukul 12 malam. bisa memberi solusi terbaik bagi Teddy. “Setelah saya meletakkan gagang telepon. Tetapi bukannya mencoba menyelesaikan jalan keluar untuk kasus Teddy. mengapa saya harus bertengkar dengan polisi itu…” begitu pengakuan Siradz. Sang komandan kemudian bilang. berangkat ke Yogya. Si gadis kemudian berulang kali berkata kepada Teddy dengan lembut. --enurut pengakuan Sunarmi. Sunarmi dan sopir. ada salah satu mantan pacarnya saat di solo. beserta sopir dari pihak kesatuannya. Saat itu. setelah seminggu Teddy masuk kantor polisi. kembali Siradz dan para petugas polisi itu bertengkar untuk soal yang lain. Sementara itu. Edo Pillu dan Toni akhirnya menyerah. Siapa tahu. ibu Teddy. Siradz dan Sunarmi tidak ingat persis kapan tanggal kejadian itu terjadi. Siradz kemudian memutuskan untuk menghubungi komandannya. Akhirnya kedua abdi negara itu saling bertengkar keras lewat telepon. membuat Siradz naik pitam. dan semua keluarganya dibawa serta. yang juga berpakaian lengkap. yang berada di langit-langit ruang itu. di atap tempat ia disekap. seorang gadis SMA. Tepat pukul 2 dinihari. Tetapi jawaban sang polisi. Siradz meminta agar diperbolehkan berbicara kepada Teddy. Tepat tengah malam.

Suasana di kantor polisi masih tegang. tidak bisa melakukan kegiatan apa-apa karena tidak pernah mau makan selama berhari-hari. Tetapi kemudian komandan polisi yang berada di sana mempersilakan Sunarmi menjenguk Teddy di ruang tahanan. Mendengar jeritan Sunarmi itu. Mereka bahkan mengancam akan membawa masalah ini sampai ke Mabes Polri. Sunarmi segera menjerit kencang sekali. tetapi pihak kepolisian tidak mengijinkan. Ia dan Sunarmi kemudian balik ke kantor polisi. Sementara Siradz masih beradu mulut dengan para polisi di ruang depan. berdoa kepada Tuhan. selain isak tangis Sunarmi dari ruang tahanan yang 153 . menundukkan kepalanya. sang komandan juga naik pitam. Kembali mereka berdua berdebat sengit. “Tuhan Yesus. Siradz makin naik pitam. dua korps antara tentara dan polisi bisa berantem. Saat Siradz akan ikut menjenguk anaknya. sang komandan itu tidak memperbolehkannya. Ia meminta Siradz bertahan di kantor polisi. Suasana dengan cepat kembali memanas. Siradz dan Sunarmi kemudian keluar dari kantor polisi. Suasana menjadi hening seketika. yang lemas. sementara itu sang komandan akan menghubungi kepala Kodim Yogya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Siradz. Sebetulnya saat itu Siradz sudah merasa tidak enak. Hanya gara-gara urusan pribadinya. Sunarmi segera menjenguk Teddy di ruang tahananya.di sana merasa tersinggung dengan ucapan Siradz semalam saat menelepon. penuh dengan kotoran di celana. Begitu melihat keadaaan Tedy. mencari wartel terdekat untuk menghubungi sang komandan. Siradz langsung duduk di kursi. Ia lalu meminta pinjam menggunakan telepon untuk menghubungi atasannya yang berada di Kudus. tempat Siradz berdebat keras dengan para polisi. Begitu mendengar laporan dari Siradz. selamatkan anak kami!” Jeritan Sunarmi itu terdengar jelas di ruang depan.

Pak. Ia pernah merasakan berada di atas langit dengan bola-bola besar dengan berbagai warna metalik. dan berteriak. Gini saja. kedua tangan dan kaki Teddy terpaksa diikat. “Kebakaran! Kebakaran!” Tanpa jelas apa yang dimaksud olehnya. sang komandan langsung berkata. Kemudian ia disuntik obat tidur. menempel selayaknya spider-man. Akhirnya oleh pihak medis di rumah sakit tersebut. lupakan semua persoalan tadi. Mendengar hal itu. tiba-tiba komandan polisi itu bertanya dengan nada pelan. --elama di rumah sakit Bethesda. Ia melompat dari satu bola ke bola yang lain.terletak di belakang. yang kata Teddy menyerupai almarhumah Tien Suharto. Teddy segera diangkut ke rumah sakit Bethesda. Halusinasi lain yang ia rasakan. “Apakah Teddy seorang Kristen?” Siradz mengangguk. apa atau siapa yang terbakar. Halusinasi pertama yang ia rasakan adalah sebagian tubuhnya. Sesaat setelah Siradz selesai berdoa. ada kipas angin besar. kembali menyerang Teddy jika ia siuman dari pengaruh obat tidur. dan segera Tuhan memberi mereka pertolongan. di bagian kiri. Ia selalu meronta. berbagai sensasi dan halusinasi menerpanya dengan kencang. ia rasakan terbakar. kondisi Teddy bear-benar dalam keadaan buruk. Sekarang segera bawa Teddy ke rumah sakit. Tetapi rentetan halusinasi lain. Ia juga bercerita bahwa dirinya dan istrinya terlibat aktif di gereja. S Namun setiap kali pengaruh obat tidur itu lenyap dari tubuh Teddy. “Sudah. Ia merasa ada seorang perempuan berambut panjang. dan jika 154 . Ia butuh waktu berhari-hari untuk menyadari bahwa yang dilihatnya hanyalah halusinasi. Sehingga Teddy memposisikan tidurnya dengan cara miring ke kanan. di ruang tempatnya dirawat. dan ia kembali tersadar. Ia merasa doa istrinya dan doa dirinya didengar langsung oleh Tuhan. dari kepala sampai kaki.” Siradz langsung lega.

yang kenal baik dengan Teddy. “Saya percaya dengan kuasa Yesus. ia mendatangi Teddy ke Kudus. Dia sebetulnya anak yang baik…” Ketika keadaan Teddy sudah membaik. saya percaya Tuhan Yesus pasti akan menjaga Teddy. “Itu sensasi yang paling menyenangkan saat itu. Tetapi setelah beberapa bulan berad di Kudus. maka si penembak jitu itu akan menembak bapaknya.” kata Teddy. S Dengan berbagai pertimbangan.” Melihat kondisi seperti itu. Tetapi ada satu halusinasi lagi yang diingat Teddy dengan baik. dari jauh. Teddy menggenggam erat kedua jempol tangannya. ada mahasiswamahasiswa dari sebuah persekutuan gereja. Jika jempol tangan kanan itu teracung. “berkali-kali saya mau dicekiknya. ia lalu diajak keluarganya untuk pulang ke Kudus. menurut yang dirasakan Teddy. Teddy menenangkan diri. dan ingin balik ke Yogya lagi. lewat jendela tersebut ada seorang penembak jitu yang bersiap dengan senjata laras panjang lengkap dengan teropongnya. Dan jika jempol tangan kiri Teddy teracung. Dan yang paling penting. Ia bahkan sudah punya niat untuk tidak pernah kembali lagi ke Yogya.” papar Sunarmi mengenang saat Teddy masuk rumah sakit Bethesda. yang bisa dilakukan Sunarmi adalah berdoa. --elama di Kudus. Teddy dirawat di rumah sakit Bethesda selama kurang-lebih satu bulan. Tepat di saat itu. “Keadaannya kacau sekali.ia terpeleset dari bola besar yang menjadi tujuan lompatannya. maka ia diterima oleh bola besar lain di bawahnya. Dengan perasan seperti itu. Penembak jitu itu. Di belakang kepala Teddy terdapat sebuah jendela. selalu memperhatikan kode yang berasal dari jempol tangan kanan dan kiri Teddy. Menurut perasaannya. termasuk kepentingan Teddy 155 . Teddy merasa tidak kerasan. si penembak jitu akan menemak ibunya. karena mendengar Teddy sakit keras.

Tetapi suasana ramai di sanggar itu.” Kemudian Teddy bicara baik-baik dengan para pimpinan mahasiswa sukarelawan gereja. Tetapi ternyata. Saat tinggal berdua itulah. sampai melukis. dan di saat itu pulalah. lalu membelinya. Teddy pun hanya betah beberapa bulan bergaul bersama para mahasiswa sukarelawan gereja. “Rumah itu terpencil. Teddy tahu persis. kembali menggeluti dunia kanvas. Teddy kemudian mulai lagi sibuk melukis. selain merelakan Teddy pergi. ada seorang kolektor lukisan dari Belanda yang menyukai karya-karya Teddy. 156 . Teddy segera bergabung dengan Toni di Sanggar Kanvas. tentang pilihan hidupnya. Mereka pun tidak punya pilihan lain. Dan hal kedua yang dilakukan Teddy adalah mencari Toni. Di rumah itu. dengan cepat membuat kedua sahabat itu tidak betah. Duniaku adalah dunia seni. yang sekarang menjadi salah satu sutradara film ternama di Indonesia.” kata Teddy. Hanung saat itu mendirikan sebuah sanggar yang diberi nama Sanggar Kanvas. Aku belum siap hidup dengan cara seperti itu.untuk meneruskan kuliah. dengan catatan Teddy harus membentengi dirinya dari pengaruh buruk dengan cara aktif di gereja. Toni melukis. Saat itu. Teddy mengiyakan saran orangtuanya. Di sanggar itu. Di sana. selama di Yogya. Cukup lama mereka tinggal berdua di sana. Hal pertama yang dilakukan Teddy adalah menyelesaikan urusannya dengan Rita. orangtua Teddy mengijinkan anaknya kembali ke Yogya. di dekat gerumbulan bambu. “Tetapi dunia gereja bukan duniaku. kedua sahabat Teddy-Toni. mulai dari bermain teater. dan seperti Toni. Mereka berdua kemudian memutuskan hengkang dari sanggar itu. menari. mereka anak-anak baik. lalu mengontrak rumah berdua. Sewanya murah sekali. setahun hanya 250 ribu. Toni hidup di sebuah sanggar yang dikomandoi oleh Hanung Bramantyo. ada banyak orang melakukan aktivitas kesenian. Teddy berpacaran dengan Bunga.

Toni yang merasa suntuk di rumah itu. Akhirnya Teddy dan Toni bersepakat. Susilo. dan yang paling menohok adalah terdapat beberapa pakaian. saat itu Teddy sering sambat kalau dirinya capek. mereka berkenalan dengan seorang tukang becak yag suka melukis. teman serumahnya. tiap saat melukis dan menjual lukisannya.” Hal itulah yang membuat Toni kesal sama Teddy.Teddy mulai mempunyai uang sendiri. Sebab di rumahku banyak sekali cat dan kanvas. padahal Susilo mempunyai bakat melukis. “Kamu itu jualan banget!” S Tetapi menurut versi Teddy. Berkali-kali ia mencoba melukis. yang ternyata sahabat Wiji Thukul. botol mineral. tetapi berkali-kali pula gagal. Kata Teddy. “Biar dia bisa juga belajar melukis. sampai ia bilang. Karya itu berupa sebuah kulkas yang terbuka. maka ia harus terus bekerja. dan ia mulai semakin yakin dengan jalan hidup yang telah dipilihnya sebagai perupa. mungkin saking kesal 157 . Sebab kalau Susilo menyewa becak. Toni sebetulnya punya gairah berorganisasi atau setidaknye berkumpul dengan banyak orang. Menurut Mella Jarsma. “Tetapi anehnya. salah satu karya yang luar biasa di pameran itu adalah karya Toni. Tetapi menurut Toni. --etelah tinggal berdua dalam waktu cukup lama. ada satu tahap di mana Toni-lah yang giliran Njeglek. Sementara itu. seakan-akan hanya menyuntuki lukisan terus. lalu mereka berdua urunan untuk membelikan Susilo becak. di dalam kulkas tersebut ada berbagai barang seperti buah-buahan. berjudul Open Your Freezer: find Your Fresh President. Dan lukisan Teddy sudah mulai laku. ia terus melakukan itu. Bahkan mereka berdua pernah pameran bersama beberapa perupa lain di Cemeti dalam tajuk Slot in the Box. Susilo disuruh bantu-bantu di rumah itu. Ketika tinggal di rumah itu pula. Tedddy. Hingga pernah suatu ketika. Nama tukang becak itu.” Adu kreativitas dua sahabat itu sempat meghasilkan karyakarya yang menarik. sebuah karya instalasi yang mengkritisi kondisi politik di Indonesia menjelang Pemilu 1998.

saat itu ingin melakukan sesuatu. 158 . Aku memilih jalan hidupku sebagai seorang ronin. Sampai bertemu di gerbang kesuksesan. Toni. Teddy tertawa ngakak. Ketika Teddy sedang keluar bersama Bunga. Toni memilih pergi dari rumah itu. Sesuatu bak raksasa sedang menggeliat pelan. kondisi politik kembali memanas. menurut Teddy. di luar. Toni melakukan onani di atas kanvas. “Aku pergi dulu kawan.dan suntuknya Toni. suatu saat. Namun Teddy sadar betul. Melihat hal seperti itu. Sebuah batupal yang sering disebut: Era Reformasi. Krisis moneter mendera Indonesia. yang kelak memancang batupal baru bagi kehidupan politik di Indonesia. tetapi belum tahu persis apa yang harus dilakukannya. Dan spermanya berleleran di kanvas itu. Toni mengepak barang-barangnya lalu menulis surat di atas selembar kartu pos.” Saat surat itu dibaca oleh Teddy. karena apa yang ada di pikirannya tidak tereksekusi dengan baik di atas kanvas. Lalu tibalah. Surat itu berisi beberapa kalimat singkat. menjemput impian. saat itu kondisi Toni sedang labil.

Mendongkel Kursi Tua .

.

hampir semua aktivis mahasiswa tiarap. menghadang kampanye Partai Golkar. kehidupan di kampus lambat laun menggeliat kembali. Orde Baru kembali harus menghadapi geliat massarakyat ketika waktu mendekat ke arah momentum Pemilu 1997. ‘bilik-bilik perlawanan’ tetap menyala. hal ini terlihat misalnya dari misalnya yang terjadi di galeri Cemeti Yogya. seperti salah satu contoh kecil adalah pementasan reguler musik Sande Monink di halaman depan Fakultas Filsafat.S EMENTARA pasca-peristiwa 27 Juli 1996. Mulai dari Juli 1996 hingga tutup tahun 1997. satu-satunya partai yang didukung secara resmi oleh pemerintah. dan hampir semua pameran bermuatan politis! Menarik sekali melihat. tetapi tidk dengan aktivitas politik melainkan aktivitas seni. hanyalah sebuah kemenangan yang semu bagi rezim yang sudah uzur itu. tak kurang 14 pameran digelar oleh galeri altertantif tersebut. Ribuan orang mendadak turun ke jalan. Kekecewaan rakyat jelata mendapatkan manifestasinya ketika kampanye pemilu dimulai. tampaknya juga membuka ruang otonom sendiri. justru di wilayah seni musik dan seni rupa. ketika pembangkangan politik di tingkat praktis oleh para aktivis LSM maupun mahasiswa ‘melenyap’ karena serbuan gencar rezim Orde Baru. baik yang berafiliasi dengan PRD maupun yang tidak. Mereka menghadang kampanye itu dengan serangan batu dan blokade di jalan. Dan di dunia seni rupa. Tetapi gencarnya perburuan para aktivis dan pemenjaraan para tokoh-tokoh politik yang dianggap membangkang oleh Orde Baru. Di Solo. Tokoh tersebut bernama Mudrick 161 . tidak serta merta membuat para pendukung Megawati diam. Disingkirkannya Megawati dari ranah politik dengan diakuinya kepemimpinan Suryadi sebagai representasi Orde Baru di PDI. seorang tokoh PPP dengan berani mengibarkan bendera ‘Mega-Bintang’.

Di sepanjang Pantura. baik Mega-Bintang. Satudua aktivis mulai muncul. Yogya. sebuah penjelmaan protes dan kekecewaan rakyat yang mulai terlihat mengkristal. Bahkan petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun ketakutan dengan gerakan di luar kebijakan politik mereka. bentrokan dengan tentara tidak dapat dihindari. Dan di berbagai jalanan ibu kota. tidak membuat rakyat menyudahi perlawanan mereka. adalah acara Sande Monink. Tetapi larangan itu tidak berarti apa-apa bagi rakyat. pelan-pelan mulai mendekat ke kampus. merespons hasil pemilu yang dilakukan dengan curang itu. bentrok antara rakyat terhadap para pendukung Golkar bahkan mulai tertuju kepada satu fase penting yakni bentrok antara rakyat versus aparat keamanan yang bertindak sangat represif. setiap kali kampanye PPP digelar. dan seluruh sumberdaya yang ada dikerahkan untuk ‘memanaskan’ situasi Jakarta.Sangidu. S Sebagian aktivis PRD yang segera keluar dari trauma politik karena dikejar-kejar rezin Orde Baru segera melakukan konsolidasi. dengan hasil kemenangan mutlak Partai Golkar yang mencapai perolehan di atas 70% suara. Ketika hasil Pemilu 1997 diumumkan. Demikian juga yang terjadi di kota-kota besar lain seperti Solo. Tetapi sebagian lain yang masih trauma. giliran kampus dan kaum intelektual yang bergeliat. dan terutama di Jakarta. maupun Mega-Bintang-Rakyat. berkibar ratusan bendera dengan tulisan ‘Mega-Bintang-Rakyat’. iku menonton acara musik Sande Monink. Kini. dan 162 . --ebuah contoh kecil yang memperlihatkan metamorfosa dari sebuah kegiatan ‘bersenangsenang’ yang kemudian nyaris dalam sekejap mejadi tempat bagi segala aktivitas politik direncanakan dan kemudian dilakukan. Pemerintah segera melarang dua versi lembaga dari bawah itu. mulai dari Rembang sampai Banyuwangi.

dan tentu saja yang selalu menggema di sana adalah puisi-puisi perlawanan Wiji Thukul. Kelompok itu semakin menguat karena Indonesia mulai didera krisi moneter. Para perupa dari Gampingan pun mulai berdatangan. Bahkan dalam kumpulan massa yang semakin membeludak saban hari di Kampus Filsafat. mulai dari pembacaan puisi. Para aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi yang semula saling bertikai karena menyalahkan gerakan PRD yang membuat banyak aktivis lain tercerai-berai. Lagulagu perjuangan mahsiswa seperti Hymne Darah Juang. dalam waktu tiga hari kemudian. Hanya sehari begitu mogok makan itu dimulai. dengan cepat menyebar luas. Saban malam. berpadu dengan lagu-lagu kritik sosial Iwan Fals. dan masih banyak yang lain. di antara mereka yang paling sering nongol di sana adalah Toni Volunteero. sampai acara musik. Atonk bahkan menyumbangkan sebuah megapon yang masih gres untuk para panitia. dan mendapat dukungan dari gembong-gembong musisi Filsafat seperti Gendel dan Gundul. Jemek yang sebelumnya menghilang karena menjadi buron peristiwa 27 Juli pun mulai muncul. untuk terus mengundang para aktivis berdatangan. Lalu ketika situasi sudah hangat dan siap. selalu digelar acara kesenian. Atonk Tato. yang awalnya hanya diikuti oleh 5 orang peserta aksi mogok makan dan hanya didukung kurang dari 10 orang panitia mogok makan. Iwan Tipu. Bob Sik. Kegiatan yang semula diinisiasi oleh Hamcrut dan Admo serta salah satu angkatan tua bernama Terri. dan terutama dari 163 . peserta mogok makan menjadi 16 dan panitianya menjadi puluhan orang.mereka mulai membentuk lagi kelompok-kelompok diskusi. seni peristiwa (happening art). sebuah peristiwa bersejarah kembali dikibarkan: Mogok Makan di Fakultas Filsafat. mulai banyak muncul para aktivis lain seperti para mahasiswa dari Timor Lorosae (dulu masih Timor Timur). mendadak menjadi cair oleh memanasnya suhu politik 1998.

puluhan kelompk berani mati dengan masing-masing namanya yang khas. salah satu fakultas dengan banyak mahasiswa. Dan di dalam gerobak itu. Semenjak itu. Dan untuk kali pertama. Begitu massa sudah banyak dan semakin solid. Hamcrut dan beberapa orang berpakaian seperti petani sedang menyeret sebuah gerobak. penuh dengan senjata tajam. Aparat mundur. acara demonstrasi dikemas dalam bentuk seni peristiwa. Di UGM sendiri. Di Fakultas Sastra misalnya. telah dibangun dengan spontanitas. Dan mahasiswa pun mulai mempersenjatai diri. yang dulu dipakai sebagai kantor pers mahasiswa Pijar. Di Fakultas Filsafat sendiri. demonstrasi mulai dilakukan. Puluhan mahasiswa sastra bergabung di kelompok itu dengan senjata utama mereka ketapel berpeluru batu tajam. Di salah satu bangunan Fakultas Filsafat. Benar. pentungan segera dibagikan ke barisan depan demonstran. yang selama bertahun-tahun gagal mereka capai. kegiatan di sana mengundang para mahasiswa dari kampus lain seperti kampus UII. Di depan. bentrok pun pecah. yang selalu didesain oleh Hamcrut. didesain seperti ini. Dan yang paling terkenal adalah Pasukan Ketapel Indonesia (PKI). setiap malam dijaga puluhan aktivis dari berbagai kelompok dan universitas untuk menjaga 164 . aksi massa yang sudah mulai diikuti ratusan mahasiswa. radikalisasi massa sudah tidak bsa dibendung lagi. dalam waktu yang relatif sebentar telah terbentuk lebih dari sepuluh barisan pelopor untuk demonstrasi. ratusan senjatan kau pentungan ditutup oleh kain hitam. Dengan cepat pula. Untuk menarik massa mahasiswa yang lain. kuwalahan. pentungan dan bom molotov. mahasiswa berhasil merebut masuk ke bundaran UGM. “Setiap kali mau ada happening art untuk aksi. Tetapi Hamcrut mengakui. Setiap demoantrasi pasti terjadi bentrok. aku konsultasi dengan Teddy…” Pernah satu kali. saat aparat mulai mencegat demonstrasi itu.para mahasiswa Mapala dari berbagai kampus di UGM. Atmajaya dan Sanata Darma.

” Dan yang sebetulnya mewarnai demonstarsi di UGM sehingga lebih hidup. “Kawan kita sudah mati. seperti senat mahasiswa tingkat Universitas dan Fakultas. “Aparat itu pengecut. ada kelompok besar yakni yang berada di lembaga mahasiswa formal. dan hanya ada dua pilihan: tumbangkan rezim ini atau kita menyusul mereka pergi ke surga. Saat senat Universitas masih menggemakan tuntutan populis dengan reformasi politik dan turunkan harga. karena ada banyak ISI Gampingan yang terlibat. Sebuah mantra politik diselipkan di mana-mana. Kedatangan Bob termasuk satu dari sekian orang yang ditunggu orasinya di UGM karena selalu beda dan lucu. Emosi dan demonstrasi semakin tidak terkendali. Pernah suatu saat Bob maju dan berurasi di depan panggung seni yang sengaja didirikan untuk menghangatkan atmosfir perlawanan. Kita bisa melihat dari isunya. para ‘aktivis tertentu’ dilindungi oleh empat sampai lima penjaga. mau tahu kenapa? Karena mereka tidak mungkin berani menato tubuhnya!” Orasi singkat itu disambut gelak tawa dan tepuk tangan bergemuruh. Kemudian para orator yang lucu seperti Kuss Indarto dan Operasi Rahman. Sebagai contoh yang terjadi di UGM. Di sana ada Ugo Untoro yang selalu setia memakai pakaian seperti yang dikenakan Bung Karno. Lalu ada Atonk dan kawankawannya yang selalu pamer tato. --etapi sesungguhnya gerakan mahasiswa 1998 tidaklah monolitik. Di bawah koordinasi Hamcrut. Setidaknya saat itu. serta Bob Sick yang selalu ingin juga tampil orasi dengan gaya bahasanya yang seenaknya itu. sementara kelompok lain adalah kelompok yang jauh lebih radikal. kelompok radikal sudah membawa slogan besar: Turunkan Suharto! T 165 . di panggung itu ia bilang seperti ini.para peserta mogok makan. Situasi semakin gawat dan memanas ketika pada awal Maret tersebar isu penculikan para aktivis PRD dan beberapa aktivis non-PRD di Jakarta.

Sekarang masalahnya adalah. membuat sebuah gerakan yang secara tegas bisa memberi pernyataan ke masyarakat luas bahwa gerakan yang sekadang ini memanas bukan hanya sah dilakukan oleh mahasiswa.Ketika senat mahasiswa melakukan sebuah aksi massa besar dengan isu reformasi politik (tanpa tegas memberikan solusi defintif apa itu reformasi politik?) dan dengan himbauan untuk membawa jaket almamater karena mereka takut disusupi oleh ‘oknum’ yang tidak bertanggungjawab. sebuah skenario sedang disusun oleh orang-orang yang berada di Fakultas Filsafat. akan dipakai untuk bahan membuat sebuah karya instalasi. Sedangkan kelompok kedua. Iwan Tipu dan Ambar (salah satu mahasiswa ISI juga). Sebuah rencana yang bukan main-main di saat itu. Sedangkan untuk misi kedua ditunjuk beberapa mahasiswa perwakilan dari berbagai fakultas. juga akan melakukan aksi pembakaran jaket mahasiswa sebagai simbol bahwa saat itu yang melawan Suharto bukan hanya mahasiswa. Dalam sebuah rapat kecil. Keranjang-keranjang tersebut. menurut rencana Teddy. Dan yang kedua. Setelah diberi tahu apa yang mereka butuhkan dan 166 . membuat desain yakni dengan cara membuat patung Suharto. di antara mereka terdapat Jemek. Segera jemek dan beberapa temannya pergi ke tempat Teddy. membuat gerakan simbolis bahwa Suharto harus diturunkan. di tempat Teddy ada kerancangkeranjang bambu berbetuk lonjong. melainkan dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. yang kelak akan dibakar di tengah ribuan massa. Kelompok pertama. Toni. dari mana dan bagaimana cara membuat patung Suharto dengan ukuran yang besar? Jemek lalu teringat. ditunjuklah Hamcrut untuk mengetuai sebuah kelompok kecil yang bisa mempraktikkan misi tersebut. mereka yang berkumpul di Fakultas Filsafat merasa harus menajamkan kontradiksi yang ada dengan dua cara: pertama. Untuk misi yang pertama.

Paginya. sebuah gambar Suharto ditempel. dan sebagai simbolnya. bahkan dari rakyat di sekitar UGM mereka ajak serta. Tetapi teriakan massa radikal ternyata disambut teriakan ribuan massa mahasiswa yang lain. massa dari kelompk radikal tidak memakai jaket almamater UGM. Mereka berlarian turun dari podium. para panitia juga menyambut dengan hangat. Orasi demi orasi dilakukan. ketika arak-arakan muncul dengan berbagai jaket UGM. mereka pun mencopot jaket yang mereka kenakan. 167 . dan oleh Iwan Tipu. mereka membakar jaket mahasiswa UGM. Begitu para mahasiswa tahu bahwa jaket almamaternya dibakar. setiap aksi mahasiswa tidak boleh eksklusif. beberapa panitia dari pihak Senat Mahasiswa Universitas panik. keranjang-keranjang lonjong itu lalu disatukan memanjang. Api pun berkobar. mahasiswa radikal mengumumkan bahwa mulai detik itu. Serentak massa kelompok radikal berteriak. mencegah agar kelompok mahasiswa radikal tidak malaukan aksi ‘gila’ itu. akhirnya dibuka. dan tepat di bagian atasnya. Begitu tahu ada satu barisan panjang yang bergelora. Barang-barang itu kemudian diangkut ke Fakultas Filsafat. Awalnya ketika ribuan barisan radikal itu bergabung di Gedung Pusat UGM. termasuk salah satunya dilakukan oleh Amien Rais. Setelah sukses membakar patung Suharto. di sana mereka disambut belasan ribu mahasiswa yang memakai jaket almamater. “Bakar! Bakar! Bakar Suharto! Bakar Suharto!” Tahu hal tesebut. Teddy dengan senang menyuruh mereka mengambil barangbarang yang dimilikinya itu. sebagai simbol bahwa mereka menyetujui cara berpikir dan berpolitik mahasiswa kelompok radikal. membakar simbol sosok yang paling menakutkan sepanjang 32 tahun ia berkuasa. Berbagai elemen mahasiswa lain dari perguruan lain.untuk apa. patung panjang yang semula dibungkus plastik hitam di bagian kepalanya itu. Toni serta Ambar. Ketika suasana sudah mulai memanas.

selalu unjuk gigi di saat situasi menang.Beberapa bulan setelah itu. Jakarta. Pameran itu diselenggarakan di Erasmus Huis. Karya itu diberi judul: Seumur Hidupku. Sebuah hukum alam. karya tersebut dilarang untuk ditampilkan di Bentara Budaya. dan akhirnya Teddy merelakan karya yang dianggapnya sebagai salah satu karyanya yang cemerlang tidak dipajang. ketika Suharto terjungkal dari kursi kepresidenan. P Di pameran bentara Yogyakarta itulah. alasan dipilihnya judul itu sangat sederhana. Tetapi sayang. Lalu karya itu dipajang dengan cara dimasukkan ke kelambu yang juga berwarna pink. aksi pembakaran patung Suharto diklaim oleh beberapa pengurus Senat Mahasiswa UGM sebagai aksi mereka. Ia hendak menarik diri dari keikutsertaan pameran itu. Toni dan Teddy akhirnya bisa bicara dengan kepala dingin. Teddy mesih sempat berpameran dengan kedua kawannya. dan di sekeliling gambar Suharto itu dikelilingi oleh renda berwarna pink. dan karya ini sekarang sedang dicari dan dilacak oleh banyak orang karena menghilang dari peredaran. Lalu ia membuat sebuah karya yang sangat monumental. Namun kemudian baik Hafiz. Toni marah. --ada bulan Agustus 1997. dengan tajuk: Sebuah Percakapan. di Bentara Budaya Yogyakarta. Teddy membuat lukisan-lukisan di atas kanvas kain loreng militer. Bentuknya adalah lukisan Suharto yang cukup besar. hanya Suhartolah presiden Indonesia dan tidak pernah diganti. Karya tersebut berupa karya intslasi. Toni dan Hafiz. di saat kondisi politik nasioanal mulai memanas. karena di saat ia lahir pada tahun 1970 sampai ia dewasa (saat itu berumur 27 tahun). 168 . Mereka bisa mengerti kekhawatiran pihak Bentara Budaya. Menurut Teddy. Mereka yang ketakutan di saat situasi genting. Tahu kalau karya itu dilarang. Pameran kemudian dilanjutkan pada awal tahun 1998.

suatu saat. Dan tahun itu menjadi batupal penting di jelujur riwayat republik ini. pecahan perisai polisi. Semoga berguna. barangku saja aku kerap lupa kutaruh di mana. bekas bom molotov. kalau tidak dipaksa mengingat.” kata Teddy saat itu. karya tersebutpernah dipajang di Gelanggang UGM dalam sebuah pameran. Bahkan Hamcrut pun tidak ingat. 169 . ketika peristiwa itu sudah hampir sepuluh tahun berlalu. di depan gambar Suharto yang dikelilingi renda berwarna pink juga. Sebuah respons karya yang lauar biasa atas sebuah karya yang juga luar biasa. apalagi barang orang. sebuah judul yang akhirnya menjadi kenyataan. Aku merasa bersalah kepada Teddy…” ungkapnya. sandal demonstran. Hamcrut pun tidak tahu di mana karya Teddy itu berada. Tetapi sayang. di saat aksi-aksi reformasi masih bergulir. Di sana ada kaleng gas air mata. Di tangan Hamcrut. tahun 1998. “Itulah salah satu kelemahanku. bahwa pada tahun 1993 ia pernah membuat karya instalasi berjudul ‘Mendongkel Kursi Tua’. kursi tua itu terdongkel sudah. “Terserah mau kamu apakan. Di dalam kelambu berwarna pink. Crut. sampai sekarang. dan masih banyak lagi yang lain.Karya tersebut akhirnya diserahkan Teddy ke Hamcrut. Hamcrut meletakkan barang-barang yang didapatnya ketika berbagai bentrok antara mahasiswa dan aparat terjadi. hanya berselang 5 tahun setelah ia membuat karya itu.

.

Taring Padi Unjuk Gigi .

.

melainkan harus masuk ke antropologi dan etnografi. nih. berharap saat itu bisa menulis sebuah buku mengenai kehidupan di kedua wilayah yang di waktu itu. di mana di saat itu ia diajari soal olah tubuh. “Saya datang ke Indonesia karena ingin belajar jathilan. ia juga belajar teater. ia merasa untuk menjadi seorang jurnalis yang baik. “Wah. Kemudian ia pergi ke Vietnam dan Kamboja. datang ke Indonesia. Heidi memang tertarik dengan hal-hal yang berbau seni dan ilmu sosial. ada beberapa bahan bacaan yang berisi tentang kesenian semacam reog atau jathilan. ia pernah setahun kuliah di jurusan jurnalistik karena ia ingin menjadi seorang wartawan. akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke Australia. Hal itulah yang menarik perhatiannya. ia langsung berpikir. 173 . Ia mengenal kesenian jathilan karena saat ia masih belajar di jurusannya saat kuliah di Australia. di mana penuh dengan berbagai persoalan politik. Begitu tahu ada kesenian seperti reog dan jathilan. Sebelum kuliah di antropoligi. Sebab ada yang sampai ‘kerasukan’ segala…” Sejak muda. meditasi dan sebagainya. dan minornya mengambil ilmu politik. Akhirnya ia memutuskan untuk kuliah dengan mayornya mengambil studi antropoligi. Ketika pulang itulah. beberapa materi kuliahnya terutama di mata kuliah antropologi seni. Ada terdapat banyak kasus kekerasan dan penculikan. Apalagi saat masih duduk bangku sekoah menengah.H EIDI Arbuckle. tahun 1996. Tetapi ketika ia berada di Kamboja. lebih tepatnya ke Yogyakarta.” Ungkapnya. di jurusan Antropologi. seorang mahasiswa seorang mahasiswa dari Australia. ini satu tingkat di atas teater yang kupelajari. mengingta niatan pertamanya datang ke Indonesia saat itu. Sebagai seorang anak muda yang masih berumur 19 tahun saat itu. tidak harus mengambil kuliah di ilmu jurnalistik. situasi begitu kacau. di saat kondisi politik Indonesia sedang memanas.

174 . dan di luar itu. di daerah Gampingan. Saat ia datang ke Indonesia. Tetapi keinginannya itu kandas karena Departemen P & K tidak mengijinkan. Alasannya saat itu sangat sederhana. melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional). dan kebetulan saat itu. tetapi justru yang dipelajari adalah kesenian-kesenian yang dianggap ‘pinggiran’. mungkin mereka merasa aneh jika ada orang asing (baca: orang dari luar negeri) yang ingin mempelajari kesenian Indonesia. kesenian tradisional Indonesia saat itu ya gamelan atau tari-tarian keraton. Bantul. beberapa fakultas sudah menempati gedung ISI yang baru di daerah Sewon.Sebelum kuliah. ia merasa Australia dekat secara geografis dengan Indonesia dan Vietnam. jenis-jenis kesenian tradisional yang dianggap adiluhung. Begitu selesai kuliah di UGM. dengan harapan ia bisa mendapatkan pengetahun soal kesenian yang menjadi fokus perhatiannya: jathilan. masuk Fakultas Seni Pertunjukan. Saat Heidi kuliah di Seni Pertunjukan ISI. Bagi pihak pemerintah. ia mengambil kursus Bahasa Vietnam. Sedangkan Fakultas Seni Rupa masih menempati gedung ISI lama. beberapa mata kuliah yang belum ia selesaikan. ia langsung kuliah di ISI. Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan penelitian langsung ke lapangan. bisa digantikan dengan mengikuti kuliah di UGM selama satu semester. di ISI ia justru mendapatkan mata kuliah yang sudah ia pelajari menyangkut teater. sebetulnya Heidi sudah pernah mengambil pelajaran Bahasa Indonesia di kegiatan intrakuler. Tetapi kenyataannya. dalam usia yang masih sangat muda. ia hampir lulus kuliah. tetapi kebijakan universitasnya memperbolehkan. untuk pergi dan melakukan penelitian di Ponorogo. Saat itu bagi orang pemerintahan. ia sudah tertarik dengan isu-ise seputar pembangunanisme. masih duduk di bangku sekolah menengah. Tetapi ternyata Heidi lebih nyaman berada di Gampingan. seperti metode teater Stanislavsky.

“Itu bukan teater! Kamu mau meracuni kami. soal anak-anak Gampingan saat itu. Menurut pengakuan Heidi. sementara anakanak seni pertunjukan menurutku. dan kondisi kampus di Seni Pertunjukan tidak seperti kondisi di kampus anak-anak Seni Rupa yang sudah begitu politis. masih nyambung. Perjuangan 175 . Heidi pun sudah mendengar beberapa aktivis lama dari Seni Pertunjukan seperti Brotoseno.karena ia menganggap anak-anak di Gampingan lebih mempunyai kepedulian politik.” Memang. tidak sejelas anak-anak seni rupa. Kata Heidi. sedangkan ibuku berasal dari kelas pekerja.” Heidi menjadi saksi bagaimana perjuangan ibunya untuk bertahan dalam pola hubungan yang beda strata itu. terutama yang berhubungan dengan perubahan sosial. anak-anak ini sudah jelas bagaimana akan memposisikan diri di dalam gerakan itu. Ia juga merasa tidak cocok ketika berbicang-bincang dengan anak-anak seni pertunjukan. saat itu Brotoseno sudah tidak aktif di kampus lagi. Heidi bahkan juga sering mengikuti kuliah seni rupa di Gampingan. keturunan keluarga imigran dari Yunani. ia sering dicela orang teman-teman di kampusnya. Jadi saat gerakan mahasiswa sudah mulai tumbuh (lagi). mengapa ia begitu tertarik dengan hal-hal yang bersifat politik. “Sikap mereka sudah jelas. “Keluargaku cukup unik. salah seorang mahasiswa bilang. tetapi sejauh yang diketahui Heidi. juga hasil refleksi dirinya atas keluarganya sendiri. hal itu selain disebabkan oleh buku-buku yang dibacanya saat berada di Australia. ya!” Hal-hal seperti itulah yang membuat Heidi tidak kerasan di kampusnya. Tetapi kalau sudah ngomong soal Augusto Boal atau Paulo Freire. Bahkan saat ia mulai bicara perihal Teater Buruh. Menarik untuk melacak sedikit latar belakang Heidi. Dan ia justru lebih nyaman berada di kampus anakanak seni rupa. Kalau masih berbincang soal Bertold Brecht. Bapakku punya latar belakang aristiokrat Inggris.

Saat itu. Tentu dengan konteks waktu yang berbeda. sebuah ‘zaman bergerak’. Ia berada di sebuah ketegangan dan penasaran. Tetapi Heidi tidak mau. Heidi membawa kamera. Ketika tahun 1997 menjelang berakhir. banyak mahasiswa luar negeri yang sedang belajar di Indonesia diminta pulang oleh negara masing-masing. Dulu. dan sudah diterima. “Ya sudah keluarkan saja…” Ke mana-mana. Tetapi semua buku itu hanya bisa memperkirakan saja.sang ibu itulah yang terinternalisasi ecara kuat di alam pikir Heidi. meneruskan S2 di salah satu universitas. Atas hal itu. ia memang sempat banyak membaca buku-buku yang sudah memperkirakan Indonesia cepat atau lambat akan mengalami babak perubahan yang baru. Heidi merasa sedang akan menjadi salah seorang penyaksi dari sebuah negara yang akan memasuki babak politik baru. Paksaan lain datang dari pihak yang berbeda. ia merasa sudah menjadi bagian dari gerakan mahasiswa yang terjadi saat itu. tak terkecuali Heidi. dan kondisi politik Indonesia semakin naik tensi politiknya. Heidi sudah mendaftar kuliah. yang kebetulan bekerja di dpeartemen luar negeri Australia. Sedangkan saat ia berada di Indonesia. pihak universitas tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan Heidi. dan ia tidak sudi meninggalkan sebuah momentum yang mungkin tidak akan dialaminya dua kali sepanjang hidupnya. Heidi menjawab dengan ringkas. Pihak universitas bahkan mengancam. bahkan meminta secara khusus kedutaan besar Australia yang ada di Indonesia untuk ‘memaksa’ Heidi pulang. ia sudah berada dalam sebuah pusaran sejarah yang mirip dengan apa yang ditulis oleh Takashi Shiraishi. Ia tidak ingin 176 . apakah yang akan terjadi dalam waktu dekat itu? Tetapi Heidi betul-betul bisa merasakan euforia kondisi politik Inonesia saat itu. kalau Heidi tidak pulang. Saat itu. Ketika suhu politik Indonesia hampir mencapai titik didihnya. Salah satu kakaknya.

Kiswondo dan Tuhan. kampus ISI lama mulai kosong. sebuah tempat bagi bertemunya para aktivis radikal dari berbagai kelompok. terutama untuk minum-minum dan ngobrol sekadarnya. di daerah Sewon. sementara kalau dri UGM adalah Hamcrut. mungkin Heidi juga bisa bernasib buruk. Di antara nama-nama orang yang mulai getol membicarakan pembentukan sebuah lembaga seni. ia mengagumi keberanian para mahasiswa. Sebab jika seandainya yang terjadi adalah sebaliknya. Dan diam-diam. terutama mereka yang sering berkumpul di kampus Filsafat UGM. sebetulnya mulai semanjak akhir tahun 1997. aktivitas kegiatan belajar-mengajar di Gampingan di pindah ke kampus ISI yang baru. tidak berpenghuni. Pembicaraan itu terutama dilakukan saat banyak aktivis mulai berkumpul di Fakultas Filsafat UGM. Bantul. pihak penentang Suhartolah yang menang. dan perbincangan awal yang sempat diobrolkan di kampus Filsafat. atau sekelompok kecil orang saja yang masih sering berada di sana. kampus ISI Gampingan mulai ramai kembali. perbincangan di kalangan pekerja seni untuk melakukan atau membentuk sebuah lembaga yang bisa memberi kontribusi di ranah politik sudah mulai sering dibicarakan. mulai dibawa Icul dan Toni ke orang-orang yang sering datang di kampus ISI lama. kalau dari ISI Gampingan adlah Icul dan Toni. yang bahkan sudah mengusung slogan: Revolusi atau Mati! Dan Heidi tampaknya memang beruntung. M Hampir bersamaan dengan mundurnya Suharto dari tampuk kepemimpinan Indonesia. Hanya satu-dua orang.kehilangan momentum untuk mendokumentasikan segala hal yang terjadi. di saat itu pula. Secara otomatis. Dari pembicaraan itu muncullah gagasan yang semkin mengental untuk mendirikan 177 . Di tahun 1998 itu. terutama di saat-saat demonstrasi sedang berlangsung. --enurut versi Icul. Tetapi lama kelamaan.

di tingkat para pendirinya. Hal itu. menurutnya. mereka tidk ingin menjadi sebuah lembaga yang besar. karena sesuai dengan keinginan para pendiri Taring Padi. istilah ‘Taring Padi’ itu sendiri. melainkan seperti komite saja. dan mampu memberi inspirasi kepada kelompokkelompok seniman lain. melakukan diskusi itu adalah Toni. Sumatera Barat. Icul. serta referensi-referensi asing. “Kenapa tidak bernama Padi saja. atau dikenal sebagai Mat Ucup. sekelompok seniman dengan anggota kurang-lebih 20an orang mendeklarasikan sebuah lembaga dengan nama Lembaga Budaya Kerakyatan (LBK) Taring Padi. berorasi. Wowok dan beberapa gelintir orang lain. tetapi mengapa Taring Padi.sebuah lembaga yang bergerak di aras seni dan kebudayaan. “Tiba-tiba Toni naik panggung. setahu dia Taring Padi diucapkan oleh Toni yang saat itu berorasi di sebuah pergelaran musik di Gampingan. Sedangkan versi Icul. berasal dari konsep. atau cukup dipanggil Ucup saja. Dodi. terutama tentang praktik-praktik lembaga semacam ini yang pernah ada di Indonesia. Di sana. Mereka yang intens. tetapi cukuplah menjadi lembaga yang kecil namun mampu membuat ‘gatal’ para penguasa. Devi. ya karena niat awalnya seperti itu. nama ‘taring padi’ merujuk pada ujung padi yang sering membuat orang jika terkena benda tersebut akan merasa gatal-gatal. nama Taring Padi berasal dari dirinya. 178 . sebagai orang yang yunior saat itu. punya versi yang berbeda-beda. nama Taring Padi itu diusulkan oleh Dodi. Mereka pun mulai rajin mendudah buku-buku lama. Nama Taring Padi itu sendiri. Hanya kurang lebih 6 bulan setelah Suharto lengser. Manyul. di LBH Yogyakarta. di mana sebetulnya lembaga ini dibentuk bukan untuk menjadi lembaga permanen. di Bukit Tinggi. Dan forum menerima dengan bulat. lalu menyebut kata Taring Padi. menurut Dodi adalah istilah yang ada di kampung halamannya.” Sedangkan Muhammad Yusuf. Hestu.” ujar Ucup. Menurut Toni.

mereka kemudian mencuat dengan slogan mereka yang anti-galeri. mungkin semacam lembaga Legislatifnya. setiap karya yang dihasilkan oleh Taring padi. terpilih Toni. di antara mereka terdapat nama Icul dan Heidi. dan tidak disebut siapa saja nama pelukisnya. Di jajaran anggota dewan Taring Padi. ada beberapa anggota Taring Padi yang ikut pameran bersama di Cemeti. telah penuh dengan lukisan dan tulisan. Taring Padi pun mulai mencuat setelah kemudian mereka populer dengan karya-karya yang bersifat kolektif. dikerjakan oleh banyak orang. Tetapi di Yogya. Kampung Gampingan yang nyaris kosong melompong saat itu. Apapun perdebatan menyangkut siapa dan dari mana asal nama Taring Padi. lalu digunakan sebagai ruang kerja sekaligus tempat untuk menginap. mulai digunakan sebagai ajang berkumpulnya puluhan orang dari berbagai latar belakang. yang jelas dalam waktu singkat. lembaga ini mulai dikenal publik luas. Satu per satu ruang-ruang di dalam gedung itu yang semula dikunci. ada sederet nama. menyatakan bahwa Taring Padi sebagai lembaga 179 . Lembaga ini sering menyumbangkan poster atau baliho untuk berbagai acara kemanusiaan. Taring Padi juga semakin dikenal terutama di kalangan aktivis pro-demokrasi Indonesia. “Padahal kan Cemeti tidak seperti galeri pada umumnya…” ungkap Mella. Tidak cukup hanya dengan itu. dengan ditandatangani Presiden Taring Padi yakni Toni. dijebol. Sebagai ketuanya. melainkan: presiden. Tembok-tembok yang semual kusam. kata ‘anti-galeri’ itu seakan-akan menjadi ‘anti-cemeti’. Cemeti pernah kepentok sebuah masalah dengan Taring Padi. Dan suatu saat. dalam waktu yang relatif singkat. Saat itu. Untuk soal anti-galeri ini. Ia sebetulnya merasa salut dengan Taring Padi. Pameran tersebut kemudian juga akan dilangsungkan di Bali. secarik kertas dari Taring Padi. Mella Jarsma punya pendapat.Pengurus Taring padi pun terbentuk. yang kemudian berhembus. tetapi lembaga itu tidak menggunakan istilah ketua. Saat pameran yang di Bali hampir berlangsung.

terutama karang taruna di desa itu. Tetapi Taring padi sebetulnya tidak ada hubungan secara kelembagaan dengan PRD. Salah satu kegiatan yang dikenang oleh hampir semua anggota Taring Padi sebagai kegiatan yang luar biasa. sebagian warga Delanggu yang menanam padi dengan sistem pertanian organik. Singkatnya. apapun bentuk seni itu. Klaten. di mana banyak ruang kosong.” Taring Padi juga dianggap mempunyai kedekatan dengan PRD. --engan sekejap pula. ‘sarang’ Taring Padi di bekas kampus ISI Gampingan menjadi magnet bagi puluhan bahkan ratusan orang. Mella tentu saja kecewa dengan surat itu. untuk membuat acara bernama Festival Memedi Sawah. Para pengamen jalanan juga banyak yang hidup di tempat itu. Festival itu menandakan adanya sinergi yang luar biasa antara kelompok seniman. dengan air dan listrik gratis. padi-padi mereka diserbu oleh sekawanan besar burung. “Tetapi kemudian saya dengan cepat melupakannya. lebih lambat panen dibanding yang menanam padi dengan sistem pertanian non-organik. Akibatnya. dan warga masyarakat. asas Taring Padi pun sama persis dengan asas PRD: Sosialdemokrasikerakyatan. aktivis. Belasan grup punk dari berbagai kota sering berkumpul di sana. terutama yang menaruh perhatian kepad seni. sebab selain slogan-slogan serta jenis poster yang mereka buat hampir sama dengan hal-hal yang diperjuangkan oleh PRD.keberatan jika beberapa karya anggota mereka dipamerkan di Bali karena galeri di Bali itu dianggap terlalu komersial. LSM Keliling dan warga desa tersebut. Acara tersebut dikerjakan berbarengan antara Taring Padi. adalah saat mereka bergabung dengan para petani di daerah Delanggu. Gampingan. selain bahwa kedua lembaga ini mempunyai kemiripan isu yang diperjuangkan. Memedi-memedi sawah yang artistik itulah yang berfungsi mengusir sekawanan burung tersebut. menjadi D 180 . Karena saat itu. Dan yang paling penting adalah kontekstual dengan permasalahan yang ada.

banyak anggota PRD yang disersi atau dipecat dari lembaga tersebut. Masalah pertama. hubungan politik mereka dengan PRD merenggang. sampai harus kehilangan salah satu ginjalnya. kebetulan saat itu kebanyakan anggota Taring Padi sedang berada di luar kota. Akibat penyerbuan itu. sebetulnya antara Taring Padi dan PRD tidak ada masalah. Mendengar hal itu. Toni menjelaskan. --- 181 . Gampingan. terutama di akhir tahun 1999. dianggap sebagai tempat seks bebas dan tempat peredaran barang narkotika. dan sebagian yang lain sedang berada di pantai Parangtritis. Tetapi berbagai masalah kemudian menerpa Taring Padi. “Ada misalnya ‘orang-orang dari Jakarta’ yang datang dan kemudian membuat gosip yang ini atau itu tentang PRD…” Masalah lain muncul dari konteks politik lokal. namun sering kali masalah itu dibuat atau diperuncing oleh orang-orang di luar Taring Padi. berbagai kelompok yang menamakan dirinya identik dengan nama Islam dan menggunakan simbol-simbol Islam. dan mereka siap mendukung kita jika Taring Padi diserbu. “Padahal dari dulu kalau yang namanya mabukmabukan. kemudian pindah ke Taring Padi.” Tetapi saat taring Padi benar-benar diserbu kelompok tersebut. dihajar massa penyerbu. waktu masih sebagai kampus ISI pun sudah biasa…” kata Toni.surga bagi para seniman jenis tertentu. mulai mempertunjukkan perilaku kekerasan. Tetapi di saat itu. Kantor-kantor PRD dan sekretariatsekretariat mahasiswa yang dianggap radikal. diserbu. Taring Padi sebetulnya mempersiapkan diri untuk menghadapi kelompok tersebut jika mereka menyerbu Gampingan. seorang anak muda dari Bandung yang kebetulan menginap di taring Padi. Pasalnya. “Kita sudah koordinasi dengan banyak kawan dari berbagai tempat di Yogya. Menurut Icul.

Hal lain yang menurut Heidi sangat mengganggu pikirannya saat itu berkaitan dengan ‘paradigma’ orang-orang Taring Padi. cowok-cock Taring Padi cari pacar sebanyak-banyaknya. Icul merasa. Devi dan Dodi membantu Mulyono untuk mengadvokasi ke daerah Ponorogo. Icul menengarai. Heidi kembali memberi 182 . yang bagi dia sangat prinsip. kalau Taring Padi semakin hari sudah semakin menjauh dari apa yang dicita-citakan semula. Saat itu. “Taring Padi berubah menjadi semacam industri orderan bagi banyak lembaga untuk pesan poster dan baliho…” Masih menurut Icul. yang saat Taring Padi dibentuk.” Jawaban seperti itu tentu saja mengecewakan Heidi. munculnya anggota-anggota Taring Padi yang baru. fraksi itu mulai muncul karena memang ada perbedaan ‘cara pandang’ atas hal tertentu di kalangan orang-orang Taring Padi sendiri. Taring Padi. tidak bisa memahami ‘ideologi’ yang dianut oleh Taring Padi. supaya lebih punya warna yang lain. Sedangkan menurut Heidi. lalu duruh masuk saja ke Taring Padi. menurut Icul. sesuai dengan ideologi yang dianutnya. menyangkut kelompok tertindas lain. mengeluarkan solusi. Hal seperti itulah yang menurut pengakuan Icul. Heidi memberi contoh.K onflik internal pun mulai terjadi. “Ya sudah. banyak anggota Taring Padi yang jika diajak mengorganisir malah mangkir. sekaligus bisa menunjukkan kesadaran mereka atas relasi yang timpang antara laki-lai dan perempuan. kami bertiga. anggota Taring Padi yang perempuan sangat sedikit. dan Heidi mengusulkan agar Taring Padi mulai merekrut dan melibatkan banayk perempuan. sudah tidak lagi secara praktik. “Pernah suatu saat. tidak ada yang mau berangkat. aku. misalnya saja soal gender. Begitu kami pulang karena butuh sumberdaya manusia yang lebih banyak lagi. membuatnya putus asa lalu memutuskan keluar dari Taring Padi. Tetapi salah satu anggota Taring Padi menyeletuk.

yang meminta mereka agar segera meninggalkan gedung di Gampingan tersebut. Karena di Taring Padi sudah biasa. mereka menjadi ribut minta ampun. orang tidur bersama banyak orang. Misalnya ada orang kampung sekitar yang datang membawa golok karena tidak suka dengan salah satu orang yang sering nongkrong di taring Padi. Tetapi tetap saja banyak anak taring padi yang ‘mendekati’ cewek itu. Dan hal-hal seperti itu semakin lengkap dengan perginya satu demi satu anggota Taring Padi yang lain. kemudian tinggal di taring Padi.” ujar Heidi. ia sangat menikmati hidup di lingkungan Taring Padi. Setelah diserbu oleh sebuah gerombolan dengan cara kekerasan. entah pergi untuk sementara. sekadar membaca atau menulis. seorang lesbian datang dari Jerman. Dan sebagai gong bagi rentetan masalah tersebut adalah saat Taring Padi menerima surat dari pemerintah daerah dan ISI. Lalu ada pula salah satu orang yang datang. ada temannya. aku tetap masih punya waktu untuk bisa menyendiri. “Mereka masak bareng.” Juga Heidi memberi contoh perihal kasus lesbian. Padahal tidak terjadi pelecehan seksual di sana. “Suatu saat ada seorang kawan yang gay dari Kanada. atau pergi karena keluar dari Taring Padi. Selebihnya. malsah lain mulai muncul di Taring Padi. Tetapi begitu salah satu orang tahu kalau teman dari Kanada itu seorang gay. menurut Heidi. Heidi sudah menjelaskan ke hampir semua orang Taring Padi kalau si cewek seorang lesbian. dan membicarakan banyak hal secara bersama-sama. karena ruangannya sanagt banyak.contoh. Suatu saat. “Hal-hal seperti itulah yang membuatku pusing. Dan sekalipun ada banyak orang di tempat itu.” Tetapi kemudian masalah yang mendera Taring Padi hampir serempak berdatangan. Termasuk gaya hidup kolektif di sana. kawan itu pun tidur bersama mereka. --- 183 . tak lama kemudian orang itu melarikan anak orang.

Tetapi lambat laun. Sayang. 184 . Selama enam bulan. anggota Taring Padi yang berpencaran pun mulai terhubung kembali. yang akhirnya bisa membuat Taring Padi sanggup punya sanggar sendiri. karena tiba-tiba banyak bantuan datang ke Taring Padi. hanya berkonsentrasi untuk mendirikan rumah kontrakan itu agar layak dijadikan sekretariat.” ujar Ucup. Bantul. karena Taring Padi bercita-cita ingin punya sanggar sendiri. studio Teddy pun sedang dibangun di sana. Tetapi peristiwa itu juga menjadi semacam ‘sengsara membawa nikmat’. Tepat di sebelah sanggar Taring Padi. Sanggar itu terletak di daerah Sembungan. Bangunjiwo. “Bantuan itulah. “Uang itu kami tabung. Akhirnya Taring Padi dipindah ke daerah Sewon. ditambah dengan tabungan Taring Padi. Sekretariat Taring Padi di daerah Sewon pun luluh-lantak. tek berapa lama.U cup yang saat itu menjadi presiden Taring Padi pusing bukan kepalang. yang dijadikan studio sekaligus tempat tinggalnya. Toni menyewa sebuah rumah. Kegiatan Taring Padi mulai menggeliat lagi. Kini. gempa menggedor Yogya. memang Taring Padi telah mempunyai sanggar sendiri. Dan hanya sepelemparan batu dari tempat itu. Bahkan keberuntungan kemudian mendatangi Taring Padi karena ada salah satu lukisan mereka yang terjual senilai 20 juta di Malaysia. Karena saat itu lembaga tersebut sedang tidak punya uang. anggota Taring Padi yang menyusut menjadi kurang dari sepuluh orang. mereka hanya mampu menyewa kantor yang hampir ambruk.

Hal Seperti Ini Sudah Cukup Buatku .

.

dan semakin mengerucut. “Ya hati-hati ya. sedikitbanyak menyaksikan kiprah Toni di era yang sedang bergolak itu. “Saat itu aku mencari-cari Toni.K ETIKA Heidi lebih sering berada di Gampingan. Tetapi Heidi mulai merasa penasaran dengan Toni. ia merasakan rapat yang diikutinya tidak jelas. Heidi tahu kalau Toni sedang memakai 187 . Heidi mengaku. Dan tentu saja. yang segera mengambil alih forum menjadi sangat dinamis. ya tentu saja ia ingin ikut terlibat dalam aksi demonstrasi. suatu malam.. ia beberapa kali melihat Toni. Saat Heidi datang di rapat itu. Kemudian. dan bagaimana teknisnya. Rapat itu menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan demonstrasi di DPRD Yogya. “Tetapi saat itu aku belum menyimpan perasaan apa-apa sama dia…” kata Heidi. Mendengar jawaban Heidi. Tiba-tiba datanglah Toni dan Bob. Maklumlah. karena di Gampingan ia merasa lebih nyaman dan lebih mendapatkan ‘suasana politis’. tertawa ngakak mengingat peristiwa itu. ia diundang oleh beberapa anak ISI untuk mengikuti sebuah rencana mengadakan demonstrasi. terutama pada semester akhir 1997.” Toni tidak ada di aksi demonstrasi itu. Heidi merasa sudah terbiasa ikut demonstrasi. di awal tahun 1998. Tetapi tiba-tiba Toni bertanya ke Heidi.” kata Heidi sambil tergelak. Saat demonstrasi terjadi. Baru kemudian. ketika ada aksi seni peristiwa. di sana banyak intel dan kemungkinan besar aksi itu akan kacau. apa mau mereka. dan ia menduga hal sebaliknya juga terjadi. Hanya penasaran saja. Toni kemudian bilang. “Kamu datang ke sini untuk apa?” Heidi menjawab. saat itu baik Toni maupun Bob sudah sering melakukan rapat aksi di UGM. sehingga cukup terampil untuk mendesain sebuah aksi. dibandingkan berada di kampus ISI Sewon. “Kayaknya itu cara Toni mencuri perhatianku.” Dalam hati Heidi akan sebal mendengar ucapan Toni.

dari 188 . Terjadi aksi dorongmendorong antara para demonstran dan pihak aparat. Heidi terpaksa menuruti perintah itu. kelompok radikal yang terkumpul di Fakultas Filsafat UGM dengan wadah komite bernama Komite Perjuangan Rakyat untuk Perubahan (KPRP) akan membakar patung Suharto. --omentum yang paling diingat Heidi saat bersua dengan Toni terjadi pada saat aksi pembakaran Patung Suharto di Gedung Pusat UGM. saat rapat aksi digelar. saat itu. yang kebetulan juga sedang berada di Indonesia untuk sebuah penelitian.topeng dan terlibat di seni persitiwa yang ikut menyemarakkan aksi tersebut. ia semakin punya rasa penasaran sama Toni. terdapat seni pertunjukan yang dilakukan oleh salah satu elemen pendukung KPRP. Nama KPRP memang sudah mulai dikenal sebagai sebuah komite yang pertama sekaligus berani. Tetapi kemudian ia segera tahu. Nyaris tidak ada harian lokal di Yogya saat itu. Toni sedang menjalin hubungan dengan seorang perempuan dari Amerika Serikat.” jelas Heidi. Pulang dari aksi. Ia dipaksa mengeluarkan kaset videonya. Heidi datang ke UGM bersama salah satu kawannya yang bertugas ikut membantunya mendokumentasikan peristiwa yang sangat penting itu. yang absen dari pemberitaan menyangkut komite ini. M Heidi sudah berada di Gedung Pusat UGM sebelum barisan radikal KPRP datang. “Sebuah langkah yang membuatku sangat antusias. Heidi kemudian dikelilingi beberapa aparat dan intel yang berpakaian biasa. ribuan mahasiswa UGM yang sudah berada di tempat tersebut memberi sambutan yang meriah. ia sudah mendengar kasak-kusuk yang beredar di Gampingan kalau hari itu. Tetapi apa yag dipesan oleh Toni beberapa malam sebelumnya. benar-benar terjadi. Di barisan depan KPRP. Ketika kemudian barisan itu datang. Di tengah suasana yang memanas itu.

ia melihat Toni di hari itu. di warung-warung kecil seperti itulah terjadi semacam ‘pertemuan’ berbagai orang dari kalangan bawah. Suatu saat. Dan oleh karena itu. Alasan mereka pun cukup masuk akal. topi khas petani yang terbuat dari bambu. bahkan ia mulai sering pula menginap di tempat itu. tetapi dengan cara yang agak berbeda. lengkap dengan caping. Heidi saat itu mulai mempertanyakan.kelompok pengamen yang menamakan dirinya Serikat Pengamen Indonesia. Tetapi hatinya juga menjadi antusias untuk hal yang lain. ada seseorang memakai pakaian petani serba hitam. ketika sedang berada di tempat kosnya. dalam sebuah ‘pertunjukan’ yang memukau. Ide itu menurut Heidi sangat cemerlang dan khas. dan para tukang becak. Orang itu membawa poster yang teracung dengan tangkai bambu. sebab di antara orang-orang yang sedang melakukankegiatan seni peristiwa itu. karena ia harus pontang-panting memanggul kamera untuk mendokumentasikan peristiwa penting itu. Rapat itu berusaha mendesain sebuah selebaran. Dan tiba-tiba mata Heidi terbelalak. sehingga mudah dipahami. Hari itu. mereka ingin membuat versi selebaran yang bergambar. dan para tukang becak adalah semacam ‘kabar berjalan’ karena mobilitas mereka. Ia mengajak Heidi untuk mengikuti rapat di Gampingan. Alasan para peserta rapat di forum itu sederhana. Heidi memang lumayan capek. kalau yang menjadi tujuan dari selebaran itu adalah para penjual di warung-warung kecil. di poster tersebut ada gambar Suharto dan terdapat tulisan merah menyala: Tolak Suharto! Heidi tahu. Setelah peristiwa itu. orang yang berpakaian petani itu adalah Toni. tiba-tiba muncul Toni. ‘siapa’ yang dimaksud dengan ‘rakyat’ itu? atau lebih tepatnya rakyat yang mana? Barulah kemudian mereka menjelaskan. selebaran yang biasanya hanya berisi tulisan. Mereka berdua kemudian berangkat ke sana. Heidi bukan hanya semakin sering berada di Gampingan. tidak mudah untuk dipahami oleh rakyat. 189 .

Heidi tidur satu tempat tidur dengan Toni. antara kaget. dan kaget ketika ia pulang di rumah kontrakannya. “Tetapi saat itu belum begitu jelas perasaanku sama dia…” kata Heidi. Semenjak kejadian itu. sebab dialah satu-satunye penghuni tempat itu. Heidi diantar Toni untuk menyelesaikan urusan di kantor PLN. saat ia sudah membuka kunci pintu depan. sebal dan geli. 190 . Tidak terjadi kontak fisik di antara mereka berdua. dan masuk ke rumahnya. pada malam harinya. dan Toni tidur di tempat tidurnya! Perasaan Heidi saat itu campur-aduk. suatu hari. ia mendapati lilin-lilin di ruangannya sudah menyala. Heidi pulang ke rumah kontrakannya. Heidi heran sekaligus merasa agak takut. Walaupun saat itu listrik di rumahnya belum menyala. ternyata aliran listrik di rumah kontrakannya sudah disegel PLN karena belum dibayar sampai beberapa bulan. serta Heidi menjadi salah satu anggota Dewan Taring Padi.--ubungan Heidi dan Toni semakin akrab. dan Heidi juga punya urusan yang lain. karena ia punya banyak penerangan dari lilin. apalagi saat Taring Padi terbentuk. Heidi tidak merasa khawatir. Tetapi betapa kagetnya Heidi. Toni punya sebuah urusan. Kemudian mereka berpisah. dan listrik di rumahnya akan bisa menyala dalam dua hari ke depan. Heidi semakin sering menginap di Gampingan. Di sana sudah tergeletak Toni dalam keadaan tidur. Setelah menyelesaikan urusannya hari itu. Lebih kaget lagi ketika Heidi masuk di dalam kamarnya. Akhirnya malam itu. H Akhirnya. yang ditaruh di beberapa pojok rumahnya. dan saat Toni ditunjuk sebagai Presiden taring Padi. hubungan Heidi dan Toni semakin dekat. Tidur dalam arti harfiah. sekaligus satu-satunya orang yang memegang kunci rumah itu.

seperti biasa. “Bagaiman dengan pacarmu? Kalau kita jalan berdua. Dia itu cuek saja dengan mantan pacarku itu. banyak orang yang berkumpul.--aat hubungan antara Heidi dan Toni semakin dekat. Suatu saat.” Barulah kemudian Toni memutuskan pacarnya. Dianggapnya orang itu tidak ada. “Tapi gilanya Toni. jika suatu saat ‘terjadi apa-apa’ antara dia dan Toni. bisa menjadi masalah juga buat Taring Padi. untuk sekadar kangen-kangenan danmenyambut kedatangannya.” S Ketika kemudian perasaan Heidi kepada Toni semakin ‘jelas’. Heidi dulu yang kemudian memutuskan hubungan dengan pacarnya. tiba-tiba ada orang yang baru datang. Heidi bau pulang dari Australia untul liburan natal. tadi ada telepon dari…” 191 . Tetapi ada hal lain yang menghantui pikiran Heidi saat itu. Tetapi dalam sebuah situasi yang lebih subtil. Heidi sedang punya pacar. Si orang yang baru datang itu dengan tanpa merasa berdosa. apa yang dikhawatirkan oleh Heidi benarbenar terjadi. walaupun saat itu hubungannya denga Toni pun belum jelas. demikian juga Toni. segera berteriak ke Toni. “Ton. Mantan pacar Heidi sepertinya tidak bisa menerima keputusan itu. Begitu sampai di Indonesia. Ia merasa mempunyai ikatan dan komitmen yang jelas dengan Taring Padi. saat itu. hampir tiap hari. Akhirnya Heidi meminta ketegasan Toni. Di saat itu. orang itu tidak tahu kalau di antara beberapa orang yang sedang membentuk beberapa gerombolan terdapat Heidi. Kelak. Ia khawatir. Tapi beginilah kenang Heidi soal Toni di saat-saat seperti itu. Apalagi Heidi merasa. di sebuah ayunan. kemudian. Taring Padi-lah saat itu organisasi satu-satunya yang telah mantap ia pilih. ya. kamu harus bikin keputusan. si mantan pacar selalu tidur di depan rumah kontrakan Heidi. Toni masih tetap juga menjalin hubungan dengan pacarnya yang dari Amerika itu. dan di sana pulalah ia merasa apa yang dibaca dan diimpi-impikannya terwujud.

Heidi merasa ada sesuatu yang telah dilakukan Toni selama ia berada di Australia. Toni keberatan dengan tawaran Heidi itu. Menurut Heidi. dan hubungan Toni dengan perempuan yang lain juga diketahui oleh meraka semua. kalau ia menjalin hubungan dengan seorang perempuan. ia menauh rasa syak kepada lembaganya. untuk kali pertama. Tetapi peristiwa itu telah menakik di perasaannya. tetapi jika kemudian salah satu dari mereka tertarik dengan orang lain. 192 . Atau. orang-orang Taring Padi bisa bertanya ke si perempuan. Ia bahkan sempat menangis sambil sujud di lantai. Heidi akhirnya memaafkan. Heidi tentu saja marah kepada Toni. Tetapi ada hal lain yang menurut Heidi ‘aneh’ menyangkut komunitas Taring Padi. mereka bisa melakukannya. Heidi kemudian mendesak Toni untuk menjelaskan apa yang sebetulnya terjadi selama ia berada di Australia. menjadi sebuah catatan di dalam album batinnya. Barulah kemudian Toni mengaku. bahwa ada Heidi di situ. sebetulnya hubungan perempuan itu dengan Toni seperti apa? Kemudian orang-orang Taring Padi bisa memberi tawaran solusi kepada Toni. Tepat di saat itu. Hubungan Heidi dan Toni jelas diketahui oleh semua oarang yang berada di sana. meminta maaf dan bersumpah tidak akan mengulangi perbuatannya. dan tepat di saat itu pula. dengan catatan harus saling berterus terang. Tetapi kenapa mereka diam? Hal seperti itu merupakan masalah bagi Heidi. Artinya mereka tetap berpacaran.Sebelum orang itu menyelesaikan kalimatnya. paling tidak supaya Toni mengaku kalau sudah punya pacar. lalu ia menawarkan agar hubungan mereka bersifat ‘hubungan terbuka’ saja. ada orang lain di sana yang segera memberi isyarat. Pengakuan Toni adalah luka pertama Heidi atas hubungan mereka. orang-orang Taring Padilah yang akan memberitahu. bukankah sebaiknya orangorang di Taring Padi meminta penjelasankepada Toni sejauh mana hubungannya dengan perempuan itu. atau kalau Toni tidak bersedia.

dan menikahnya harus di Australia. --aat itu. dan bertanya sebetulnya persyaratan apalagi yang kurang? Petugas imigrasi juga bingung. disuruh saja untuk bilang kalau kedatangan Toni ke Australia adalah dalam rangka melamar Heidi. Ketika keputusan menikah benar-benar hendak diambil. “Persiapan pernikahannya pun hanya sehari.” 193 . “ Ya memang jalan ini yang tersedia dan yang harus kita pilih. visa Toni baru bisa kelar setelah 6 bulan. Heidi mengiyakan permintaan dinas imigrasi.Pada tanggal 22 Agustus 2002. mereka menyarankan agar prosesi itu menjadi mudah. Akhirnya. karena mereka tahu dari keterangan yang diberikan oleh Heidi bahwa Heidi dan Toni bertunangan. S Semua prosedur yang seharusnya dilakukan oleh pihak Heidi sebagai pihak yang mengundang Toni. Ia mendatangi kantor dinas imigrasi. Heidi otomatis mencakmencak. Heidi dan Toni. untuk kemudian menikah. lalu mereka menawarkan solusi. sekaligus mempersiapkan sebuah acara Taring Padi di Australia. Heidi dan Toni memutuskan untuk menikah. diharuskan sudah menikah dalam waktu maksimal 9 bulan. Heidi dan Toni menikah di Australia.Tetapi proses kedatangan Toni ke Australia ternyata berbelit-belit karena tepat di waktu itu. dan mendiskusikan hal itu dengan ibunya dan juga kepada Toni. Toni ingin berkunjung ke orang tua Heidi. Setelah beberapa saat berpikir. Pernikahan itu pun punya kisahnya tersendiri. ketika tenggat semakin mepet. Dan mereka. Toni masih sempat bertanya kepada Heidi. “Apakah kamu sudha yakin jalan ini yang harus kita pilih?” Heidi saat itu menjawab. pemerintahan John Howard sedang menghadapi masalah pengungsian besar-besaran terutama dari warga Afganistand dan Irak.” ujar Heidi. majal berhadpan dengan birokrasi Australia. Sekalipun sudah mengikuti saran dari pihak dinas imigrasi.

Pesta pernikahan itu dilakukan di sebuah pantai. termasuk beberapa kenalan mereka orang Indonesia yang berada di sana. mau gimana lagi…” kenang Heidi. Namun. Toni mengatakan. “Biasa kan ada semacam sumpah yang diucapkan terus diikuti dengan kalimat to be your wife?” Saat menjawab pertanyaan itu. ada hal yang membuat Heidi terharu. lalu Toni memakai caping petani. Sementara itu. membuat nasi tumpeng beserta seluruh pernak-perniknya. sudah banyak orang yang berkumpul. tempat pesta digelar. Toni berbelanja makanan. Undangan pun disebar ke beberapa kolega mereka di Australia. Malam sebelum hari H pernikahan. Ternyata sesampai di tempat pesta. “Yes. Sementara di belakang Toni. dan paginya ia memasak. Sewaktu sumpah pernikahan dilakukan. Heidi mempersiapkan hal-hal yang lain. salah satu anggota Taring Padi yang saat itu sedang berada di sana untuk mempersiapkan pameran Taring Padi di Australia. Ucup meniup seruling. Dan selama perjalanan menuju ke tempat pesta itu. 194 . Forefer and ever!” Jawaban singkat Toni itulah yang membuat Heidi menangis. yang paling penting dan yang mereka hormati adalah komitmen masing-masing orang untuk menjalin hubungan. Toni memakai sarung dan pakaian hitamhitam yang dipinjamkan oleh Dadang Christanto. Saat itu senja hari. “Ya yang ada di Audtralia saat itu bunga kamboja. Sebagai saksi resmi pernikahan mereka adalah Dadang Christanto dan Ucup. atau pernikahan yang legal. yang di Jawa dianggap sebagai simbok kematian. seperti pakaian. bunga yang ditebar oleh Heidi bukannya bunga yang kebanyakan dipakai untuk prosesi pernikahan di Jawa.Mereka berdua sebetulnya tidak terlalu peduli dengan selembar keterangan pernikahan. melainkan bunga kamboja. Heidi menebarkan bunga. pesta itu mirip sebuah seni peristiwa. Begitu sampai di pantai. Rombongan kemudian segera menuju pantai. Bagi mereka. dan konon sudah banyak orang yang datang di tempat itu semenjak siang hari.

Pesta berakhir ketika air laut mulai pasang… --ereka berdua sempat memperlama tinggal di Australia sampai hampir setahun setelah pernikahan itu. ia justru tahu bukan dari Toni. Barulah setelah Heidi mengkonfirmasi hal itu ke Toni. Temanteman mereka di Yogya pun menggelar acara untuk memperingati pernikahan Heidi dan Toni. biasanya mempelai saling bertukar cincin. Akhirnya ia meminjamkan kalung wasiat dari neneknya kepada Toni. Akhirnya Heidi memutuskan untuk melanjutkan studi S3 di Australia. dan badai-badai itu biasanya berasal dari Toni. Pesta pernikahan itu berlangsung dengan meriah. Tepat di saat itu terjadi. dan kemudian yang laing tidak bisa dimengerti oleh Heidi adalah. tetapi merasuk begitu dalam di hati Heidi. sudha tidak lagi dimilikinya terhadap Toni. Selaiknya sebuah pasangan yang sudah diresmikan. mereka sudah sampai di Indonesia.” Awalnya Toni tetap tidak mau dengan pola hubungan seperti 195 . sebagai fondasi sebuah hubungan. Hingga kemudian terjadi sebuah krisis di diri Heidi. krisis yang setidaknya dipicu dari dua hal. ketika Heidi sedang tidak ada di sampingnya. sampai jauh malam. Pertama.melainkan dari orang lain. M Tetapi ternyata. Acara digelar di Kaliurang.Jawaban yang sederhana. dan Heidi memasukkan cincin sederhana ke jari Toni. Tetapi Heidi tidak suka memakai cincin. Ia beberapa kali selingkuh. Kepercayaan. Kedua. Pada Januari tahun 2004. Kemudian ia bilang saat itu ke Toni. matahari mulai terbenam. barulah Toni mengaku. ia mengalami krisis hubungan dengan Toni. yang kemudian dikalungkan ke leher Heidi. “Ya sudah hubungan kita terbuka saja. terlalu banyak badai yang harus dihadapi oleh kedua pasangan itu. di saat itu mulai muncul krisis eksistensial di diri Heidi sendiri.

ia terus mengasah ketrampilan melukis dan berorganisasinya di Taring Padi. Si teman kemudian bertanya. secara legal masih berstatus suami-istri.” Tetapi ternyata Heidi mendengar apa yang terjadi malam itu. 2008). saat itu ia mulai bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Masalah pertama itu. ia sedang mabuk berat dan mendekati salah satu teman Heidi. bagi Toni sudah selesai. Saat Heidi tahu hal itu.” begitulah pengakuan Toni. Tetapi kelak kemudian. terutama kalau sampai Heidi tahu. ketika lagi-lagi Heidi sedang berada di Australia. ia segera sadar bahwa ia tidak mau melakukan itu. “Heidi oke saja kok. “Aku enggak mau nerusin…” kata Toni.. sat Heidi sedang berada di Australia. Dari Australia. hubungan itu tetap kandas juga. “dan memang malam itu tidak terjadi apa-apa antara aku dan temannya Heidi itu. Tetapi Heidi tetap menuntut. jika masingmasing orang tertarik dan menjalin hubungan dengan orang lain. Heidi marah. Hingga kemudian. “Aku mau hubungan yang setara. ia takut akan risikonya. Dan aku pikir itu solusi yang terbaik bagi hubungan kami. maka wajib berterus terang satu sama lain. aku memang tidak siap secara mental.” ‘Hubungan terbuka’ itu tetap dengan catatan. Di satu sisi. nanti biar aku yang ngomong.itu. “Ketika Heidi mengutarakan solusinya saat pertama kali masalah muncul di antara kami dengan model open relationship. menurut pengakuan Toni. marah besar kepada Toni. Kemudian Toni 196 . dilakukan Toni dengan seorang ‘aktivis perempuan’.” Menurut Toni. Hubungan Toni dengan perempuan lain selain Heidi. pertanyaan tentang ‘moralitas’ menerpa diri Toni. Sekalipun mereka berdua sampai tulisan ini ditulis (April. Tetapi Toni mengakui. dan Toni kemudian meminta maaf. di sisi yang lain. “ Lho terus bagaimana dengan Heidi?” Toni kemudian dengan gampang menjawab. Saat itu.

Aku segera potong rambut. dan membuat tato dengan nama Heidi di dada kiriku. dan menjelaskan bahwa tidak terjadi apa-apa antara dia dan temannya Heidi. “Aku hanya tertarik secara seksual dengan perempuan itu…” Hubungan Toni dengan perempuan itu kemudian semakin dekat. tetapi hal itu pula yang membuatku mulai berpikir dengan cara yang berbeda saat melukis. Tapi saat itu. Tetapi sekalipun begitu. lalu aku menjemput Heidi di Jakarta. hal itu terjadi ketika Heidi sedang berada di Australia. Tono mengaku. Peristiwa pertama terjadi saat Toni membonceng Heidi. Toni merasa hubungan mereka masih baik-baik saja. Ia kemudian kerap menyendiri di rumah kontrakannya yang baru. Saat itu. dan aku mendengar kicauan burung menjadi semakin jels di telingaku. saat sedang dirundung masalah. Toni sendiri. Heidi pun kemudian mendengar hal itu.” kata Toni sambil menunjukkan tato dengan nama Heidi di dada sebelah kirinya. Setiap Heidi datang ke Jakarta. Toni mengaku ia memasuki apa yang disebutnya sebagai ‘babak lain’ dalam proses kreatifnya sebagai seorang perupa. Tetapi Toni mengaku.” Tetapi kemudian Toni tertarik lagi dengan seorang perempuan. Namun. Toni sudah merasa telah melukai Heidi untuk kedua kalinya. Tetapi kemudian tiba saat apa yang disebut Heidi dengan krisis pada dirinya sendiri dan krisis kepercayaan kepada Toni. mereka berdua tidak berhubungan seksual. Hal itu jelas remehtemeh. 197 .lagi-lagi meminta maaf. mereka selalu berduaan. tangan Heidi tidak melingkar di pinggang Toni. di daerah Langensastran Yogya. “Waktu Heidi pulang ke Indonesia. saat itu aku gimbal. “Aku melihat kupu-kupu hinggap di atas bunga. Peristiwa ketiga inilah yang kemudian memicu keputusan Heidi bahwa relasi antara dirinya dengan Toni bersifat ‘hubungan terbuka’. menandai hal itu hanya dengan beberapa peristiwa. Dan sekali lagi. Di saat sering sendirian itulah.

aku membaca buku-buku tentang tanaman.” Heidi waktu itu memang sedang melakukan penelitian untuk disertasinya di Jakarta. Hanya saja saat itu karena aku sedang tertarik dengan tumbuhtumbuhan.itu hal yang aneh bagi Toni. karena Toni yakin. Heidi meminta agar ia berproses sendirian di Jakarta. “Aku ngedrop. dan mencecar dengan pertanyaan sebetulnya apa yang sedang terjadi pada hubungan mereka berdua? Pada saat itulah Heidi mengaku. Tetapi yang paling membuat Toni tidak habis pikir adalah ketika suatu saat mereka berdua datang ke sebuah acara tahun baruan di tempat salah satu teman mereka. Dan ketika Heidi bilang seperti itu. Lalu ia bertanya ke beberapa orang. Kalau aku mengirim sms. ia sedang krisis kepercayaan pada dirinya sendiri dan ada hubungannya dengan Toni. itu pun jarang diangkat. “Saat itu. Heidi pun pasti 198 . termasuk di sana ada Toni dan Heidi. aku sering menangis sendirian di rumah. Karena aku… aku itu merasa kalau cintaku. Akhirnya Toni mencari Heidi. Sat seperti itulah. Toni merasa Heidi semakin sering mengomentari dirinya. itu pun seperlunya. “Aku tidak boleh menengok Heidi ke Jakarta. ia ingin membuat kejutan untuk Heidi. beberapa orang tidur dalam satu ruangan. Ketika acara usai. Paling-paling aku hanya bisa menghubunginya lewat telepon. dan mereka menjwab kalau Heidi sudah pergi. Lalu hak kedua. “Oke tidak apa-apa.” tetapi sesungguhnya yang terjadi adalah Toni stres berat.” katanya. Toni diundang untuk menghadiri pembukaan pameran di Jakarta. Biasa. dan yang aneh lagi. aku dibilangnya tidak suka membaca buku.” panjang lebar Toni menjelaskan hal itu. “Oke tidak apa-apa.” Pernah suatu saat.” Sekalipun Toni mengatakan. ia sudah tidak mendapati Heidi di tempat tersebut. Aku ituu suka membaca buku. sayangku. Toni akhirnya hanya bisa berkata. Tetapi begitu Toni bangun. di acara seperti itu mereka lalu mabuk-mabukan. “Aku dibilangnya suka melukis sambil nyimeng. dari Yogya. Saat itu. itu buat dia. Benar-benar ngedrop. hanya kadang-kadang saja dijawab.

pada dini hari. Sampai akhirnya. Dan memutuskan esok harinya akan pulang ke Yogya. aku berada di luar. Toni merasa lama sekali menunggu Heidi pulang. Malam menjelang paginya ia pulang. Benar. menanyakan apakah ia akan pulang atau tidak malam itu? Heidi menjawab kalau malam itu ia pulang. Setelah tiga hari berada di Jakarta. Heidi memang pulang malam itu. Lalu ia keluar kamar mencari Heidi. Toni merasa sangat bahagia sekali. tunggu saja aku di rumah. “Enggak tahu ya. Sudah. Aku bahkan tidak berani masuk ke ruang pameran itu dan hanya duduk-duduk di luar. berkata: Heidi. dan ketika semakin mendekati areal pameran. Aku enggak mau ketemu orang-orang. Heidi mengontrak rumah dengan beberapa temannya.” Toni kemudian pergi ke rumah kontrakan Heidi. dengan setengah menangis. Ia tidak mendapati Heidi di sampingnya. kalau kamu mau ketemu aku. Toni terbangun. Heidi saat itu bertanya. “Kamu kenapa?” Toni hanya bisa menjawab. Lalu Toni bertanya. Saat itu. Ketika ia mendapati Heidi sedang 199 . Selama berada di rumah kontrakan Heidi. ia menelepon Heidi. Heidi berada di dala. “Tetapi sampai di Jakarta. Dan aku hanya berni nelepon dia.menghadiri pembukaan pameran itu. “Terus kamu mau ke mana?” “Aku mau ada acara sebentar…” “Aku boleh ikut. Aku ngedrop…” Selang kurang-lebih sejam kemudian. enggak?” “Enggak boleh. Toni mulai merasa tidak enak dengan Heidi. Dan mereka pun tidur dalam satu tempat tidur. Aku melihat dari luar. aku ngedrop saja…” Kemudian Heidi menyarankan agar Toni pulang saja ke tempat kontrakannya. aku kembali ngedrop. Saat itu. Heidi keluar menemui Toni.

seingat Toni. kembali Toni menjalin hubungan seorang perempuan lagi. Pacar baru Toni tahu betul kalau hubungan mereka hanya bersifat sementara. Mereka kemudian memutuskan untuk menjalani hubunga terbuka. Dan ia sadar juga. --aat Toni berada di Yogya dan Heidi berada di Australia. Toni bertanya. terutama soal ketidakberanian Toni untuk berterus terang. Akhirnya Toni bilang.duduk-duduk di ruang tamu. begitu tahu kalau Toni masih menjalin hubungan dengan Heidi menuntut agar Toni ngomong ke Heidi soal hubungan mereka berdua. Heidi sudah terlebih dulu tahu. Dan Heidi tentu saja marah sama Toni. tetapi dia mencoba mencari ‘waktu yang tepat’. Pacar baru Toni pun sebetulnya juga sedang punya pacar. kalau aku kangen sam Heidi. ia sebetulnya mau ngomong ke Heidi. dan sama-sama tahu risiko terbesar dari hubungan mereka adalah bercerai. dan merasa semakin membuat deretan luka di batin Heidi bertambah banyak. Kemudian muncullah kalimat-kalimat yang menurut Toni sendiri merupakan kalimat yang ‘ndangdut banget’. Tono dan Heidi sempat bertemu lagi. “Kamu kenapa sih. sebelum ‘waktu yang tepat’ itu didapatkannya. dan lain sebagainya. dan dia ngomong ke pacarnya kalau sedang menjalin hubungan sama Toni. Mengingatkan dulu saat mereka sama-sama tinggal di Yogya dengan kasur yang lepek. “Aku memang besok mau pulang ke Yogya kok…” Menjelang Heidi balik ke Australia untuk menyelesaikan disertasinya. Toni semakin linglung. Heidi menjawab kalau ia merasa gerah. tidak mungkin menggantikan posisi Heidi di hati Toni. Tetapi tampaknya Heidi tidak begitu merespons omongan Toni. Naas bagi Toni. Di diri Toni sendiri. “Bahkan. aku itu menangis di 200 . Pacar baru Toni. Heidi?” Saat itu. S Sedangkan hubungan Toni dengan pacar barunya pun menarik untuk disimak.

dan akan menyempatkan diri untuk mampir ke Bali menemui Toni. Ton…” Sebulan menjelang kedatangan Heidi ke Bali. “Kita sebenarnya masih punya harapan. Toni sudah mulai berpikir. Menurut Toni. dengan ‘nada halus’. Toni terpaksa menginap di teman ceweknya yang baru itu. lagi-lagi menurut Toni. membuat Toni memutuskan untuk tinggal sementara di Bali. merasa bersalah lagi. Saat berada di Bali. aku mau makan malam sama cewek dan kemungkinan besar aku akan menginap di rumahnya. Toni berhubungan dengan sorang perempuan yang lain lagi. enggak?” Lama. tidak ada jawaban dari Heidi. kok bisa ya aku seperti itu…” Hal seperti itu. Tetapi jawaban Heidi saat itu justru membuat Toni kembali menangis. Kamu oke. karena ada sebuah acara. tetaplah Toni. “Saat itu dia sepertinya benar-benar kehilangan kepercayaan kepadaku. bisa saja malam itu ‘akan terjadi sesuatu’ antara dia dan cewek kenalannya itu. juga berhubungan dengan beberapa kegiatannya yang lain. Heidi mengucapkan sebuah kalimat yang bagi Toni. Dan hal itu dipikir Toni sebagai isyarat bahwa apa yang akan dilakukannya. Selesai menjalin hubungan dengan pacar barunya itu. Toni memberi kabar kepada Heidi. Tapi Toni. “Sebenarnya kamu itu sama aku bagaimana sih?” Pertanyaan Heidi itu membuat Toni semakin merasa bersalah. “Tetapi kali ini awalnya sebatas teman saja…” kata Toni mencoba menjelaskan. ia mendapat pacar yang baru lagi. buru-buru Toni mengirim sms ke Heidi dan bilang.” kata Toni. Hingga suatu malam. oleh karena itu. “Heidi. Aku juga heran. Baru di saat itu. “Sepertinya Heidi merasa sangat sakit hati dan gagal menyembuhkan luka-lukanya yang disebabkan olehku. Heidi memberi kabar kalau ia akan bekerja di Indonesia. hal itu membuat kehidupannya merasa segar kembali.dada pacarku itu…” ungkap Toni. begitu tahu ia menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang lain lagi. Heidi bilang saat itu. Saat itu Heidi bilang. Pada saat itulah. tidak masalah 201 .

“Kalau dia datang dengan pacarnya ke rumahku pun aku sedikit pun tidak merasa cemburu. Toni bukan hanya ngedrop lagi sebab ia sudah terlanjur menggantungkan harapannya untuk bisa kembali lagi dengan Heidi. dengan ia bisa akrab kembali bersama Heidi.” Heidi memang kemudian tetap menemui Toni di Bali. Kalau kita bohong. ia juga bingung. ketika Heidi sudah berada di Jakarta. Dan hal seperti ini sudah cukup buatku.buat Heidi. Di saat itulah muncul kesepakatan bahwa mereka berdua ‘berpisah’. Itu perkara yang gampang. menurut mereka akan dibicarakan nanti. semacam pertautan hatilah. Soal perceraian secara legal. Malam itu. ia menyerang.. kata ‘tidur’ dalam arti konotatif. Toni tidur dengan cewek kenalannya itu. Tetapi saat itu juga. sering mengajak pacarnya main ke tempat Heidi. barulah datang kabar dari Heidi yang berisi komplain keras. ia marah. Kali itu.. rasa yang akrab antara aku dan Heidi. Paginya. Toni sampai sekarang masih mengaku cinta dan sering kangen dengan Heidi. terutama Toni yang suka banget tidur dengan perempuan lain. misalnya rasa peduli. Kali ini. Kalau kita terus terang. Kata Toni.” 202 . boleh datang sesukanya di rumah Heidi dan kembali bisa berbincang dengan leluasa. “Ya. dan Toni saat itu sudah mengatakan apa yang kemungkinan terjadi. Sementara kata Toni. Toni menegaskan perasaannya. Toh mereka sudah berkomitmen untuk menjalani hubungan terbuka.” kata Heidi. Sementara Heidi mengaku ia masih punya ikatan emosi dengan Toni. “Kadang-kadang perempuan itu aneh. walaupun dalam bentuk yang lain. itu sudah membuat hatinya gembira. Dan memang Toni beberapa kali.

Anaknya Tiga. Sulung Semua .

.

“Soal tato. sebuah tato dilapisi dengan tato lagi. entah saat berorasi di depan para demonstran. Bob pernah dinobatkan sebagai Presiden Tato. dengan menggantinya menjadi. Bob dan kawan-kawannya sesama penggemar tato memberi warna tersendiri di aksi-aksi itu. menunjukkan diri kalau ia punya tato di pantat. bagian-bagian tertentu. Urusan pertamanya dengan pihak kepolisian pertama kali terjadi saat ia digerebek bersama beberapa temannya yang 205 . Sepulang dari kontes itu. karena Bob saat itu belum punya tato di pantat. Tetapi tiba-tiba muncul seseorang yang sudah cukup tua. Karena tato itu pulalah. Bob segera menato penuh pantatnya. semua penuh dengan tato. dari ujung kaki hingga wajah. Di sekujur tubuhnya. “Rakyat bersatu tak dapat dikalahkan!”. dan selalu berada di barisan paling depan. di mana-mana. Bob pernah ‘dipermalukan’ oleh seseorang berhubungan dengan tato.B OB Sick identik dengan tato. jelujur sejarah Bob tidak pernah bisa jauh-jauh berurusan dengan aparat. Dewan juri segera memenangkan peserta yang sudah sepuh itu. Saat demonstrasi penggulingan Suharto sedang marak.” pengakuannya suatu kali. Bob yang merasa dirinya saat itu sudah mengkoleksi banyak tato. “Rakyat bertato tak bisa disalahkan!” Selain itu. tampak sekali kebenceian Bob kepada aparatus keamanan negara. maupun saat berorasi di panggung ketika Steak Daging Kacang Ijo pentas. ia dan kawankawannya selalu bertelanjang dada. Saat itu. beberapa huruf di yang ia tatokan di pantatnya membentuk sebuah nama: Bob Marley. memamerkan tato. Tidak jarang. Mereka lalu mempopulerkan sebuah slogan yang memelesetkan slogan gerakan mahasiswa saat itu. mengalahkan belasan orang yang lain. Dan memang. sangat percaya diri kalau ia bakal memenangi kontes tersebut. ada pentas kontes tato di kampus ISI Gampingan. aku selalu tidak pernah mau kalah dengan orang lain. Tetapi jauh hari sebelumnya.

Bob berad di depan. Bob kalap.” kata Bob. lalu ia melarikan diri. karena ia memang tidak terbukti membawa ganja. “Lha mamakku salah. ia berhak merusak karena si anak kos membandel tidak membayar uang kos. Masak dia bilangnya ke aku. Bob segera naik pitam. dan mendatangi tempat kos-kosan neneknya. Tetapi karena polisi melihat Bob menyengkelit badik. dengan syarat ia tidak mau naik di bak terbuka. Lagian sah baginya untuk merusak. kemudian ia mengobrak-abrik kamar kos anak tersebut. karena rumah itu adalah rumah milik neneknya. Tetapi Bob saat itu lolos. Sebab pertama. Saat polisi bertanya mengapa Bob melakukan pengerusakan. ada salah satu anak kos yang bandel dan tidak mau membayar uang sewa kos. Para polisi yang berurusan dengan Bob saat itu mengalah. kebetulan mempunyai bisnis kos-kosan. si anak kos itu mempunyai saudara yang bertugas sebagai polisi.” Urusan Bob yang kedua kalinya dengan polisi. Rupanya.” Dan sebab kedua karena salah satu aparat yang menciduknya adalah adik kelasnya saat di SMA. Ia menyengkelit badik. Mendengar aduan itu. “Aku bawa sebotol minuman keras. para polisi yang berada di belakang. Di situ terjadi pertengkaran yang menarik. Nenek Bob. jam 11 siang aku keluar. “Aku sempat masuk Patroli waktu itu. Suatu saat si mamak bilang kepada Bob. Bob menjawab dengan santai. Bob mau.menghisap ganja. 206 . Saat berada di sana. berlangsung lebih dramatis. saat itu aku mabuk berat. Aku saat itu memang yakin kalau aku akan keluar. si anak kos yang bandel itu tahu. “Jam 11 malam aku ditangkap. Yang dimaksud dengan ‘Patroli’ adalah acara kriminalitas yang ditayangkan oleh sebuah stasiun swasta di Indonesia. satu mobil polisi mendatanginya. Bob dibawa ke kantor polisi. yang dipanggilnya ‘mamak’. tetapi di depan. Tidak ada barang bukti di diriku.” kata Bob. Tahu kalau Bob melakukan pengerusakan.

salah satu polisi yang tidak tahu menahu urusan. Polisi lalu meminta Bob mencopot celana panjang kedua. Bob pun menuruti perintah polisi. aku ngaceng pengin tampil. kita duel satu lawan satu. sebetulnya pukulan itu tidak keras. tibatiba memukul Bob. Bob menurut. “Kok gitu cara mainmu? Kamu bener berani sama aku? Ayo kalau berani. Bob pun naik ke pentas. ia menghadiri acara pementasan musik. Suatu malam. Bob menjadi manajer sebuah grup musik bernama Peluru Karet. Bob pun nurut. menguras energi.” Seperti biasa. apalagi suasana begitu liar. Mereka tampaknya mulai berpikir lain tentang seseorang yang sedang mereka hadapi. “Sambil pamer tato. di panggung seperti itu. Begitu grup musiknya tampil. masih ada celana panjang lagi. Puas dengan aksinya ia turun panggung. Menurut Bob. jangan main keroyokan!” Semua polisi yang berada di kantor terdiam. kalau lihat panggung.” katanya sambil terkekeh. Lalu tibalah Bob berurusan untuk kali ketiga dengan aparat. Tetapi ketika celana panjang kedua sudah dicopot. dan berakibat fatal pada diri Bob. Tapi kemudian ada satu peristiwa yang membuat Bob segera dikeluarkan dari kantor polisi itu. tetapi hal itu telah menyinggung harga dirinya. “Aku kan orang pentas. Saat itu. Lalu polisi meminta Bob mencopot celana panjangnya. akan dibawa Bob sampai ia mati. dan setelah 207 . Karena membawa badik dan seperti orang yang sedang teler. ia mencopot celana panjangnya. Ternyata di dalam celana panjang itu masih ada celana panjang lagi. urusan itu begitu panjang. Jejak urusan itu. Bob sealu memakimaki aparat. Segitu seterusnya. Dengan segera Bob balas menggertak. Kali ini. sampai semua polisi bengong karena Bob memakai celana panjang rangkap lima! Akhirnya Bob dilepas malam itu juga.Sesampai di kantor polisi. Bob diminta mencopot bajunya.

Bob dipukuli. “Begitu ya caramu? Oke kalau itu maumu. Bob dipepet oleh serombongan orang. ternyata aksi buka bajunya di pub itu. kemudian dibawa ke sebuah kantor polisi. Dasar Bob. Merasa dilecehkan.” Ketika tiba di tempat yang sepi. dan saat itu Bob sudah pingsan. dan ditendangi. menyinggung para polisi yang berad di sana. bukannya berbaik-baik dengan polisi. Setelah cukup minum-minum di tempat itu. Hanya satu bukan satu lawan satu. “Saat itu.” Karena merasa gerah. mereka kan juga senang ngumpulngumpul dan minumminum. yang membuat seseorang menjadi pemberani dan sakti. ia kemudian pergi dari sana. yang ternyata adalah para polisi. Ia dicaricari kesalahannya.seluruh pertunjukan bubar. ia merasa dijemput oleh mobil patroli lain. ditabrakkan ke sebuah pohon. Naas bagi Bob. Tidak berapa lama Bob berada di sana. Ia balik menggertak. Tetapi menurut Bob. salah satu polis bertanya. Tiba di kantor polisi. di sana sudah penuh dengan polisi. ia malah menjawab seenaknya.” Kali itu. kita duel saja satu lawan satu. Bob kemudian melenggang sendiri ke sebuah pub. persis seperti yang ia katakan tempo dulu saat ia dipukul polisi. kesannya adalah kecelakaan. ‘pegangan’ itu serupa jimat. “Kamu itu punya pegangan apa?” Maksud polisi. darah Bob naik. sehingga jika ada orang yang menemukan Bob. Biasa. ia dibawa ke semak-semak. Ketika para polisi itu sudah puas menghajar Bob. Begitu ditonjok. Ada setidaknya lima orang polisi yang mengeroyok Bob saat itu. diinjak-injak. “Ini peganganku!” katanya sambil melempar KTP-nya. dibuang begitu saja. Bob mencopot bajunya. Pub itu cukup sering dikunjungi oleh Bob karena ia kenal dengan pemiliknya. kemudian 208 . Sepeda motor yang ditumpangi Bob. “Aku sebetulnya sudah lama diincar sejak ikut aksi-aksi ’98. polisi itu lalu menonjok muka Bob. tetapi satu lawan banyak. tantangan Bob dilayani. dengan masih setengah sadar.

Sampai sekarang. Ninung langsung lemas. ya Allah. Di rumah sakit itu.dibawa ke rumah sakit Bethesda. Heidi. Benci yang akan kubawa sampai mati!” ucap Bob dengan nada bergetar. --inung.” (Ya Tuhan. Ninung berdoa. nyuwun diparingi gesang. menawi lare menika saged mboten nyusahaken piyambakipun utawi kula. N Di hadapan Bob yang tidak sadar dan dalam keadaan koma. Bob tidak sadar sampai beberapa hari.” Saat itu. karena peristiwa tersebut. “Tidak seperti manusia lagi…” komentarnya mengingat kejadian itu. “Benciku kepada aparat. begitu tahu kondisi Bob. setelah peristiwa itu semakin menjadijadi. dan kemudian di rawat juga lewat pengobatan alternatif. salah satu orang yang sempat menengok Bob berkomentar. saya meminta agar ia tetap hidup. dan jalannya terpincangpincang karena saraf tulang belakangnya mengalami kerusakan. Sampai di rumah sakit. menawi badhe Panjenengan pundhut. segera menuju rumah sakit bersama suaminya. kula sampun ikhlas. ya Tuhan…) Tetapi setelah dirawat lebih dari sebulan di rumah sakit Bethesda. “Jelas itu bukan kecelakaan. kalau anak itu (Bob) bisa tidak akan menyusahkan dirinya dan diri saya. walau tidak mungkin pulih 209 . Bob akhirnya sembuh. Tetapi kalau ia akan menyusahkan dirinya sendiri dan keluarga. Menawi lare menika badhe nyusahaken piyambakipun kaliyan keluwarga. Beberapa giginya patah.. saya sudah ikhlas. Tulang rusuk serta tulang belakangnya mengalami cedera berat. “Duh Gusti Allah. Suharto. muka Bob mencong. Bob tidak bisa bicara dengan terang karena gigi dan mulutnya remuk. kalau memang Kamu minta. ibu kandung Bob begitu ditelepon pihak rumah sakit kalau anaknya mengalami ‘kecelakaan’ yang parah. Dan keadaan Bob benar-benar mengerikan.

dunia malam adalah satu dari beberapa hal seperti barang-barang memabukkan dan tato. kalau memang Bob tidak kecelakaan melainkan disiksa oleh pihak-pihak tertentu. kelab malam. Sementara soal apakah yang menimpa Bob itu ‘kecelakaan’ biasa atau karena disiksa oleh aparat. “Saya hanya berdoa kepada Tuhan. 210 . “Saat itu kalau tidak salah. ia sekaligus juga menangis dalam hati. “Tariannya indah…” kenang Bob. ada hal lain yang sebetulnya membuat Ninung lega begitu Bob sembuh. ia pasti bisa berguna bagi dirinya sendiri dan keluarga…” ungkap Ninung dengan mata berkacakaca. Bob mengaku. “Itu artinya. Bob merasa jatuh cinta dengan seorang perempuan bernama Linda. --ub. karena itulah satu-satunya yang bisa saya lakukan. Tuhan pasti adil. Saya meminta keadilan Tuhan. untuk kali pertama. atau diskotik dan berbagai tempat dalam dunia malam. kayaknya aku mati…” Tetapi ketika Bob sembuh. Dan saya yakin. orang-orang itu pasti sudah menanggung perbuatan yang pernah mereka lakukan. terutama semenjak tahun 1992. “Kalau tidak karena doa ibuku. Bob hanya bisa berkata. ketertarikannya kepada Linda berawal dari saat Linda turun dan berjoget di lantai dansa. adalah sebuah diskotik yang cukup ternama di Yogya saat itu: Papillon.seperti sediakala.” Namun. biaya pengobatan rumah sakitku saja berjumlah 47 juta…” kata Bob. Dan saya yakin. karena merasa ‘hutang-hutangnya’ kepada keluarga besarnya semakin menumpuk. yang segera ia cicipi. Soal kesembuhannya itu. Di sana pula. P Salah satu tempat yang sering dikunjungi Bob. Ninung hanya pasrah. memang bukan sesuatu yang asing bagi Bob. Semenjak ia lulus SMA. merasakan kebebasan yang diam-diam ia idamkan.

Linda hamil. dan baru ia memakai celana dalam. Bob memilih ‘memingit’ dirinya sendiri di Gampingan. Ia langsung sadar dari sisa telernya dan menjawab. kedua mempelai dipingit. Bob malah lupa. ibu kandungnya. Pernikahan itu berlangsung pada awal tahun 1995. Jadi ia memakai celana jins dulu. sesuatu yang kelak menjadi salah satu ciri Bob. “Bob. dan setahun kemudian. Pakaian seperti itulah yang membuat nenek si Linda tertawa terpingkal-pingkal. kamu jadi menikah atau enggak?) Bob segera tersadar. Bob bingung. Di saat akan menikah.Bob tanpa ba-bi-bu. dan tidak menunggu waktu lama. betul enggak aku sudah siap untuk menikah?” Tepat di hari pernikahan. Ia lalu datang ke tempat Ninung. salah satu tetangga Linda adalah anak ISI. dan cara yang digunakan Bob untuk mendekati Linda adalah cara khas Bob. Misalnya ia datang ke rumah itu dengan pakaian ala Superman. segera berkenalan dengan perempuan itu. Bu. yakni dengan memakai celana dalam di luar. Ninung hanya berkata. “Saat itu hampir tiap hari aku mabuk. “Sida.) 211 . kamu harus berlaku jantan. Ya wajar saja. “Bob kowe ki sida nikah apa ora?” (Bob. sudah menjadi tradisi Jawa. Ia masih dalam keadaan teler akibat sisa mabuk yang malam sebalumnya ia lakukan. aku selalu didera pertanyaan. Begitu tahu masalah yang dihadapi Bob. Jalan yang ditapaki Bob cukup lempang. Bob pun menikah dengan Linda. Kebetulan pula. dan kebetulan pula salah satu sepupu Linda juga kuliah di ISI. Ninung segera mencari Bob di kampusnya dan bertanya dengan nada keras.. Sementara Linda dipingit oleh keluarganya. Mereka berpacaran mulai tahun 1993. yang saat itu tinggal bersama neneknya. Kamu harus bertanggungjawab.” Akhirnya. ia segera main ke rumah Linda. Bu…” ( Jadi. dan anehnya justru mempersilakan cucu kesayangannya untuk diajak berpergian ole Bob.

nyaris menguras harta keluarga karena kecanduan putaw. hanya garam. 212 . Sebentar-sebentar. meminta bertemu dengan keluarga besarnya. Tetapi. Apalagi. aku harus berkarya. kalau di pesantren oleh jadwal mengaji dan salat. oleh pihak keluarga. petai dan sayuran juga diambil dari hasil pertanian pesantren. Akhirnya. Ketika Bimo mulai lahir. hanya bedanya kalau di sekolah itu. “semua makanan di ambil dari alam sekitarnya. kita dipatok oleh jam pelajaran dan seragam. Dan di sana. terdengar azan. ini saatsaat mudaku untuk melakukan pencarian dan pergulatan dalam berkarya. Jawa Barat. nasi dan biji lamtorogung…” Selama beberapa bulan di pesantren. “Aku seperti balik di saat menjadi murid SD sampai SMA. ikannya juga diambil dari sawah dan sungai. Bob kemudian merasa bahwa ia ingin sembuh dari ketergantungannya dengan pil koplo dan alkohol. dari sawah. salah satu sepupunya. kita makan beramai-ramai. Bahkan mungkin aku akan membuat pesantren sendiri. Bayi itu diberi nama: Bimo Chairul Setiawan. Bob benar-benar tidak mengkonsumsi alkohol dan pil koplo.” Bob kemudian pamitan dengan para pengurus pesantren. Kadang-kadang lauknya sangat sederhana. jauh di dalam hatinya. yang artinya aku harus salat berjamaah…” Pada saat yang sama pula. bilang kalau ia sudah sembuh dan ingin balik lagi ke Yogya. “Aku tidak bisa seperti ini. Bob dimasukkan ke sebuah pesantren di daerah Cianjur. Aku mungkin akan memasuki dunia seperti ini kalau aku sudah tua. Tapi saat ini. diam-diam.Linda kemudian melahirkan bayi hasil kolaborasinya dengan Bob. pakai daun pisang.” kata Bob. ia merasa bahwa ‘kebebasan’ yang didambanya juga lenyap. Kemudian Bob. “Di pesantren itu. lalu keroyokan. dan di hadapan mereka Bob bilang kalau ingin sembuh dan siap dibawa berobat ke mana saja. Bob mengaku belajar tentang kesederhanaan dan kebersamaan. nalur kesenimanan Bob bangkit lagi. Di pesantren itu.

Setelah berada di Taring Padi. Saat itu pula. “Ternyata cerai itu memang ada. Ia. markas Taring Padi. Mengenang perceraiannya dengan Linda. Karena ia punya banyak kenalan di Yogya. lebih tepatnya ke Mojokerto untuk mengeksplorasi situs-situs peninggalan Majapahit dalam rangka sebuah proyek tarian yang sedang digelutinya. Bob ingat kalau ia punya beberapa sahabat dekat yang ikut mendirikan dan aktif di Taring Padi. tapi nama panggilannya cukup: Oik. Ia tinggal punya uang beberapa ribu rupiah saat sampai di Yogya. seorang penari dari Jakarta. perceraian itu ada…” --ada tahun 2002. “Lukisan 213 . ia mengajak bersalaman dan mengucapkan. Kebetulan saat itu. Dan hal seperti itu adalah satu dari sekian masalah yang kemudian membuat pernikahan Bob dengan Linda kandas. Bahkan beberapa orang masih ingat. dan tinggal di Gampingan. Tapi saat aku menghadapinya. Oik mengunjungi beberapa kenalannya. hendak menuju ke Surabaya. Bob selalu jika bertemu dengan orang. Ia lalu menemui Toni. ya… Dulu aku tidak membayangkan kalau perceraian itu ada. Ia kembali masuk dalam dunia mabuk-mabukan. Oik bilang ke temannya. tahun 1999. tetapi jangan jauh-jauh. Di Yogya. hal seperti itu tidak lama dilakukan oleh Bob. ia melihat sebuah lukisan. Bob bingung.Sesampai di Yogya. dan ketika ia berada di salah satu rumah kontrakan temannya. Bob berkata. nama Taring Padi mulai dikenal publik. uangnya habis di tengah jalan. Bob pun akhirnya tidak bisa jauh-jauh dari alkohol dan pil koplo. baru aku tahu dan sadar. sebagaimana slogan para pecandu alkohol yang saat itu banyak mengedarkan stiker: Jauhi alkohol. akhirnya Oik memutuskan untuk berhenti saja di Yogya. “Assalamu’alaikum…” Tetapi ternyata. Nama penari itu Okty Budiati. P Tetapi saat itu. awalnya ia bisa menjauh dari alkohol dan pil koplo.

Dan Oik segera berkata. Jadinya aku malah kayak obat nyamuk bagi dia dan orang itu. saat Bob dikasih tahu kalau dirinya hamil. tidak mungkin melarang seniman lain mengeksplorasi sesuatu…” Dan hanya kurang-lebih sebulan tinggal bersama. dan ia selalu melarangku keluar rumah. Lalu hanya dalam beberapa hari kemudian. Mereka bisa membicarakan tentang masa depan mereka berdua. lukisan dan puisi. Oik hamil.itu aku banget!” Si teman memberi tahu bahwa nama pelukisnya. “Aku pengen dong kenalan sama pelukisnya…” Kesempatan Oik untuk berkenalan dengan Bob akhirnya terjadi. Kalau keluar malam. Aku mendukung aktivitas berkeseniannya. di bagian bawah studio Oik dan bagian atas studio Bob. bisa berdiskusi mulai dari soal tarian. “Bob cemburuan. Sementara Bob mengaku. ia bersikap mesra dengan orang lain dan aku dicuekin. tetapi dengan cepat mereka bisa bertengkar. Aku itu seniman.” sergah Bob saat 214 . Bob malah pergi. Tapi bagaimana enggak cemburuan. Kadang mereka mesra. ketika kedua orang itu sama-sama menghadiri sebuah pembukaan pameran patung. mereka kencan. mereka sudah tinggal bersama dalam satu rumah. bahwa mereka ingin membuat rumah dari batu. Menurut Oik. saat bertemu dengan banyak orang. Bob Sick. tetapi sebentar kemudian mereka sudah bertengkar lagi. “Saat aku hamil. aku tidak pernah melarangnya. setelah berkenalan dan kemudian asyik ngobrol berdua. Hubungan antara Oik dan Bob berlangsung dengan naikturun. yang banyak merawatku adlah anak-anak Rumah Panggung. “Ya aku memang cemburuan.” “Aku tidak meninggalkannya. Aku berobat. dan pasangan Mbak Yayuk-Ugo Untoro. Dan hanya selang beberapa jam. terutama di malam hari…” kata Oik.

“Tetapi aku selalu mengingatkannya agar ia jangan sampai lupa melukis. ia marah sekali. aku tidak ingin menikah!” Bapak Oik tidak memberi solusi apa-apa. terutama lewat pengobatan-pengobatan alternatif. Bob menyusul Oik ke Jakarta. melukis adalah hidup Bob. Di fase itu. Bob mulai sering terlibat dalam kegiatan mural dan menjadi manajer grup musik Peluru Karet. masak masih memakai celana dalam?” Pertengkaran-pertengkaran antara Oik dan Bob. ia sering datang ke tempat Ugo Untoro dan Putu Sutawijaya untuk meminta kanvas. “Di depan bapakku. Tetapi tidak berapa lama. Di dalam tarian itu.” papar Oik.” Sementara masih dalam keadaan hamil. Aku bahkan bilang: kenapa enggak telanjang bulat sekalian? Kan tanggung. Kemudian Oik pulang kembali ke Jakarta. Aku sangat tahu. Bob jarang mengkonsumsi obatobatan. “Begitu Bob tahu kalau aku suka meminta-minta. Bob memang sering merasa ingin sembuh dari kecanduannya. Di saat bersama Oik itulah. Ia lalu pergi dan tidak pernah nongol sampai beberapa saat. ia marah dan merasa malu.” Sedangkan Bob punya versi yang lain. Karena itu. “Enggak.” ujar Oik. Saking besarnya keinginan Oik agar Bob kembali melukis di atas kanvas. dan mereka tinggal serumah lagi. ia memang mempergunakan kanvas-kanvas itu untuk melukis. ia tidak bisa menerima kehadiran Oik dan Bob di rumahnya. Ia hanya bilang. Tetapi aku bilang sama bapakku. Oik menari dengan setengah telanjang. Aku hanya ingin Bob melukis. Tetapi aku enggak peduli. Oik melakukan pementasan tari di Kedai Kebun dengan judul ‘Belahan Jiwa’. Bob dan Oik pun akhirnya pulang kembali ke Yogya. mungkin. Dan akhirnya. “Begitu Bob melihat tarian itu. masuk dalam 215 . dan ia memang sering pergi berobat. enggak mungkin aku seperti itu.dikonfirmasi perihal itu. “Bob siap menikahiku.

Menurut Oik. “Jadi ya wajar. “Mulai dari kata ‘pelacur’ sampai seluruh isi kebun binatang diabsenin semua…” Bahkan mereka juga sering terlibat adu fisik.” Menurut Oik. bukan dalam keadaan mabuk. sumpah serapah Bob meluncur. ibu kandung Bob. Kalau sudah bertengkar. dan menyileti tubuhnya. “Bob hanya diam dan menunduk. ia bertemu dengan Ninung. Bob mengalami ‘kecelakaan’ yang membuatnya tidak sadar berhari-hari. Oik memecah gelas atau botol. Kemudian ia pergi. Tetapi seperti yang sudah-sudah. aku belum pernah memukul atau menamparnya…” papar Bob. kata Oik. dalam jangka beberapa menit setelah itu. Bob hanya bilang kalau dirinya tidak tahan hidup dengan Oik. jika sudah seperti itu. Ninung kemudian bertanya. Bob menganggap Oik lebih gila dari Bob karena saat Oik ‘gila’ itu dilakukan dalam keadaan sadar. Tetapi Bob mengakui kalau itu anaknya. Pada saat Oik sedang mengunjungi Bob di rumah sakit. kalau kemudian saya tidak pernah menganggap kalau anak itu cucu saya. Bob menolak keras kalau ia dibilang sering berkalahi secara fisik dengan Oik. Tapi aku menganggap 216 . “Ibuku boleh bilang kalau itu bukan cucunya. jika mereka bertengkar. mereka bisa berpelukan dan berciuman. Itu hak ibuku. dan harus menjalani pengobatan berbulan-bulan ke berbagai tempat. Mereka kemudian saling memukul.taraf yang mengerikan. Oik menjawab kalau itu bukan anak Bob. lalu membersihkan bercak darahku di lantai. Kemudian sering sekali. Bahkan percekcokan itu sampai pada taraf yang ‘mengerikan’. Awalnya Oik yang memukul Bob.” ujar Ninung. Di saat hubungan antara Bob dan Oik yang semakin memburuk itulah. “Sekali saja. terutama di bagian tangan dan kaki. kata Ninung. siapa anak yang sedang dikandung oleh Oik? Saat itu. lalu Bob membalas.

Tapi setelah peristiwa itu. 217 . Dan hal seperti itu sudah biasa dia lakukan kepada kuartet seniman yang dikenalnya: Bob. “Bagaimana aku bisa menengoknya? Aku saja hampir mati. Pertengkaran Bob dan Oik semakin sering terjadi.” Dan selama Oik melahirkan sampai Panji lahir hingga berumur beberapa bulan. Justru keinginanku untuk sembuh. istri harus di rumah untuk melayani suami. apalagi saat Bob sudah mulai sembuh. Oik sudah mulai suka berkencan dengan laki-laki lain. terutama kalau Teddy mabuk. Oik bilang kalau ia ‘selingkuh’ dengan Teddy. memang ia tidak melakukan apaapa dengan Teddy. Dia hanya dimanfaatkan oleh Oik saja. Ugo dan Toni.” Bayi itu kemudian diberi nama: Jembar Aji Kalangkuan. namun ia hanya bisa berad di dalam rumah karena belum bisa berjalan. Segera Bob mendamprat Teddy. Untung saat itu Teddy hanya diam. sebab anakku kemudian dipanggil Bob dengan sebutan: Panji.” Sedangkan menurut Bob.bayi yang dikandung Oik adalah calon anakku. Baru kelak kemudian Oik mengaku. di sisi yang lain harus merawat Bob. pasti tidak terjadi apa-apa. Dan jika Oik tidak meresponsnya. dan Oik sering memanas-manasi Bob. di satu sisi harus merawat Panji. salah satunya agar aku bisa melihat Panji!” bantah Bob soal peristiwa itu. “Bob semakin melarangku untuk berpergian. padahal aku yang merawatnya. Saat itu Teddy hanya diam. Bob itu masih seperti orang Jawa pada umumnya. memang ia sering merayu dan genit terhadap perempuan. sebatas berpelukan dan berciuman saja. Pernah suatu ketika. Bob berpikir. satu-satunya kontribusi nama atas bayi itu diberikan Bob berupa nama panggilan saja. Teddy. tanpa pikir panjang Bob mencari Teddy yang kebetulan berada di rumah Ugo Untoro. Aku sendiri pusing. Bob tidak pernah menengoknya. Mendengar hal itu. “Aku agak menyesal telah marah sama Teddy. “Nama itu pun bukan pemberian Bob. Berbulan-bulan aku hanya bisa mengurusi diriku supaya aku bisa sembuh. ia kenal betul Teddy.

--- 218 . “Liarnya hanya kalau ia mabuk. Dan untuk mengenang itu. hubungannya dengan Bob sangat menyakitkan hatinya. seluruh jejak yang ia alami bersama Bob tidak mungkin hilang dari dirinya. Oik benar-benar menari dengan telanjang bulat. Tetapi ia mengakui. Yogya. Tapi aku mendesaknya. Bob menyimpan hal-hal yang kontradiktif. enggak enak di aku. Riau dan Jakarta. Bob ingin menjadi seniman yang liar dan bebas. sementara hal itu tidak berlaku buat pasangannya. Oik merasa ‘jauh’ dari dunia panggung. ia membuat tato di payudara sebelah kirinya. “Enak di dia. bagaimana sikapnya atas lukisannya dan kanvasnya jika ia tidak sedang mabuk?” Selama bersama Bob. “Yang mau menato tidak berani. Lagi pula. tubuh ular itu ular biasa. seperti ada jejak Bob yang terus ada di diriku. dan aku menato di payudaraku. Aku menato ular melingkari puting payudaraku. Bagi Oik. Akhirnya si penato meminta agar Bob ikut menyaksikan saat aku ditato.” Bagi Oik. “Ya. Karya itu dipentaskan di Solo. untuk selama-lamanya. dong…” Lebih lanjut. pengalamannya selama berhubungan dengan Bob itulah yang membuat Oik menghasilkan karya tari dengan judul: Fragile. Tetapi setelah mereka berjauhan. Oik merasa.kalau dia membantah. menurut Oik. karena saat itu aku sedang hamil tua. Bob pun setelah kupaksa akhirnya mau. urusannya bisa tambah panjang…” kata Bob. tetapi kepala ular itu berbentuk kepala naga. Bob masih setengah-setengah dalam hal keliaran. aku sering bertanya. dan Oik kembali intens menggeluti dunia panggung. dan kalimat terakhirnya itu pelesetan dari sebuah judul buku karya Gunawan Mohamad: Tuhan dan Hal-hal yang Tidak Selesai. Di didriku ada: Bob dan hal-hal yang tidak selesai…” kata Oik. kisahnya dengan Bob cukup sudah. Untuk kali itu.

Kata ‘NIN’ adlah singkatan dari Naomi Intan Naomi. yang di dunia tulis-menulis lebih dikenal dengan nama Omi Intan Naomi.P ada tahun 2007.” 219 . selama hampir dua bulan. Bob menggelar sebuah pameran tunggal di Gampingan. berarti Bob punya tiga anak.” kata Bob. dan ketiganya merupakan anakanak sulung. Selama di tempat itulah. Saat mempersiapkan pamerannya itu. NIN memang sosok yang sangat dikagumi oleh Bob. kakak kandung Bunga Jeruk. bisa saja kutambahi nama anak itu menjadi: Bir Bintang. bekas kampus ISI lama yang kemudian berubah menjadi Yogya National Museum. juga menurut Bob untuk ‘menguasai medan tempur’. Dan jika kelak anak Widi hamil. Hanya Bintang saja. Selama proses melukis di Gampingan itu. selain untuk menyerap energi kreatif yang konon sangat besar di tempat itu. Hubungan Widi kemudian berlanjut ke jenjang pacaran. Pameran itu diberi tajuk ‘Happy Birthday NIN’. Bob tinggal di Gampingan. “Widi ingin anakku bernama Bintang. Widi adalah rekan Bob yang menemani dalam hal segalanya. “tapi kalau aku kelak ingin agak nakal. Bob ditemani seorang perempuan bernama Widi. Mereka lalu berencana untuk menikah di pertengahan tahun 2008. dan kemudian Widi hamil.

.

Jari Kelingking dan Rasa Bersalah .

.

terutama kepada Teddy. dan berantakan. lagi-lagi Teddy depresi. Pasti akan tiba saat Tuan mengulurkan tangan-Nya. ibu Teddy. Benar. Sunarmi hanya bisa berdoa kepada Tuhan. ketika sampai di Yogya. “Teddy pasti akan sembuh. ia biasanya kemudian memutuskan untuk pergi menengok Teddy di Yogya. Karena jarak yang jauh. dalam suasana yang lebih nyaman. hati siapa sih yang tidak prihatin dengan 223 . Ternyata saat itu. dan saat ia masuk ke rumah kontrakan Teddy. Puri Nirmala adalah klinik yang menjadi langganan baik Teddy maupun Bob. hampir tidak sadarkan diri. Lagi-lagi. Dengan digotong oleh Samuel. baik ketika ia masih tinggal di Blora kemudian pindah ke Kudus dan kemudian saat Siradz sudah pensiun kemudian keluarga itu menetap di Semarang. Di antara remang cahaya yang menerobos dari sebuah jendela. Pasti. merasa punya perasaan yang kuat kepada anak-anaknya. mereka sering mengejek sebagai sesama alumni Puri Nirmala.” kata Sunarmi. bersama Samuel. masing-masing mereka. rumah itu tampak sepi. Sunarmi melihat Teddy sudah tergeletak. Tubuhnya nyaris tak dapat berhadapan dengan dunia pikirannya sendiri. dan saat konsisinya sudah pulih. tidak makan berharihari dan hanya mengkonsumsi alkohol. entah lewat apa…” “Sebagai orang tua. Mengalami berkali-kal kejadian seperti itu menimpa Teddy. karena ada arus mendesir di hatinya. Teddy dibawa ke rumah sakit lagi. singup. “Tetapi saya yakin. Sunarmi dan Siradz hanya bisa pasrah dan berdoa. Pernah suatu saat. Teddy diperiksakan ke Puri Nirmala. mengatakan sesuatu sedang menimpa Teddy. Tetapi kalau perasaan tidak enak itu sudah sangat kuat. Teddy hanya bisa mengigau pelan. Setiap kali ‘terjadi sesuatu kepada Teddy’. ia menengok Teddy ke Yogya. sebuah klinik yang cukup ternama di Yogya khusus bagi mereka yang punya penderitaan psikis.S UNARMI. Kelak. perasaannya selalu tidak enak. setidaknya pernah tiga kali keluar-masuk klinik tersebut.

Anak itu punya jalan masing-masing. Tapi aku tahu.” T Pernah suatu saat. “tetapi kami ini jaraknya terlalu jauh dengan Teddy. Tuhan pulalah yang akan mengatur hidupnya.” Siradz menambahkan. Teddy tidak jauh-jauh dari gereja. dengan objek-objek yang sangat kecil. Bonyong melihat Teddy melukis di atas kanvas. Teddy itu hadir ke dunia karena kehendak Tuhan Yesus. Begitu saya tahu kalau Teddy sudah semakin jauh dari rumah Tuhan semenjak ia berada di Solo. ke rumah kontrakan Teddy. yang mengkhawatirkan Teddy bukan hanya kedua orangtuanya. “kalau bisa ia jangan sampai jauh dari rumah Tuhan. Tetapi dari dulu kami percaya. belum tentu bisa berbuat apa-apa. “Teddy itu punya pemikiran yang brilian. Dan hal itu bisa membahayakan jiwanya. setiap hari saya selalu berdoa khusus buatnya. meminta Teddy segera mengakhiri cara melukisnya yang seperti dilihat Bonyong saat itu. ia selalu mendatangi Teddy ke Yogya. Dan Bonyong langsung mengudar katakata. Pada waktu itu. bahwa kelak tangan Tuhan yang terulur untuk Teddy. darahnya segera terkesiap begitu melihat lukisan-lukisan Teddy. yang tidak bis dikontrol oleh orang tua.” “Saya berharap satu saja. setiap saat. Kami berdua sangat meyakini hal itu. dan setiap ada kesempatan. dia itu luar biasa. ketika Bonyong datang ke Yogya. tetapi yang dilukis hanya di pojokpojok tertentu.kondisi anaknya yang seperti itu?” tutur Siradz. dia di Yogya. Apalagi Teddy suka mengkonsumsi barang-barang yang memabukkan.” --ampaknya. Sebagai seorang perupa. 224 . “Dan pada akhirnya kami mendapat kesimpulan.” lanjut Sunarmi. pergolakan pikiran dan batinnya pastilah keras. hanya bisa lewat seorang perempuan yang kelak menjadi istrinya. Semenjak Teddy pindah dari Solo ke Yogya. ia selalu memantau perkembangan Teddy. tetapi juga Bonyong Munni Ardhi. Tapi kalaupun dekat pun.

Sebab kolektor yang jahat itu sebetulnya tidak pernah perhatian sama kamu. Kalau pas ada pembukaan pameran atau pas ada pesta. “Ia semakin sering mabuk. Dari sana aku tahu. Teddy pun sebetulnya tidak jauh-jauh dari hal seperti itu. tetapi sekali-kali saja. Pintarpintarlah memilih kolektor. Bahkan mungkin jika kamu mati. bergerak pun tidak. Aku meminta Teddy menghentikan cara melukis seperti itu. kena depresi akut. beberapa kolektor yang nakal sengaja memberikan barang-barang memabukkan untuk Teddy. silakan saja.” Menurut Bonyong. jangan rusak dirimu untuk hal-hal seperti itu!” kata Bonyong. Kekhawatiran Bonyong sampai lama terjadi. kamu diperalat oleh kolektor-kolektor yang jahat. di rumah kontrakan Teddy tergeletak salah satu pelukis. Tidak terus-menerus. saat ia ‘menceramahi’ Teddy soal itu. dan baru selesai ketika hari mulai malam. kamu tidak bisa seperti ini! Kamu itu masih muda. “Mabuk itu boleh. Dan aku bisa menandai dengan baik. Persis apa yang dilakukan oleh Teddy. Dan aku juga mendengar. terlebih ketika Teddy mulai dikenal sebagai salah satu pelukis yang menjanjikan. “Aku itu bertemu dengan Teddy jam 9 pagi. mereka akan senang. Sebab karyamu jadi mahal!” Bonyong bahkan ingat persis. Orang itu tidur dalam waktu yang sangat lama. kamu penuh bakat.“Aku punya pengalaman persis seperti itu dengan beberapa temanku sesama pelukis. Itu kelakuan yang kurang ajar. Aku juga bilang saat itu ke Teddy: Ted. bagaimana bisa berkarya?” --- 225 . Anak yang tergeletak itu. semua temanku yang melakukan hal itu. Tetapi kalau tiap hari mabuk. dan karya-karya Teddy mulai laku. Yang mereka pikirkan adalah membeli karyamu sebanyakbanyaknya lalu dapat untung yang besar. aku bilang saat itu: Teddy.

“apalagi di awal-awal aku mulai pameran tunggal. ia pun depresi. Tetapi harus menampilkan hal-hal termutakhir yang ada di diriku. pemahamanku terhadap apa itu karya instalasi juga belum penuh. Tetapi saat itu tidak memuaskanku. Harus ada pernyataan dan pemikiran baru di seni rupa. Dan aku juga sadar. Itu salah. ngapain aku harus pameran tunggal? Hal-hal seperti itulah yang sering membuatku stres. Dan setiap kali ada sesuatu yang ia pikirkan secara mendalam. Beginilah pengakuannya. atau paling tidak mengisi perkembangan seni rupa pada umumnya. dan akhirnya tidak bisa tidur sampai berhari-hari. Teddy mengaku. Teddy mencoba merefleksikan. “Aku itu keliru. apalagi jika tidak ada kuratornya. aku msaih sangat idealis. Kalau aku akan pameran. Dan hal itu membuatku semakin enggak pede.” 226 . “Kalau pameran tunggal. Setiap kali ia putus cinta. aku ingin menggarap karya itu. Dan setelah bangun tidur aku bisa fresh lagi. Harusnya aku tetap minum. Dan beginilah kesimpulannya. setelah beberapa tahun. Terus ada ketakutan aku akan diserang dan dikritik. aku stres berat. Lalu aku juga berusaha untuk mencari tahu apa itu seni instalasi. Padahal kenyataannya ya enggak sejauh itu…” Lalu. ia selalu depresi. Sebab apa. sebab karya instalasi belum begitu populer di sini.” Sebagai contoh. terutama pameran tunggal. karena kalau aku tidak minum. ia gampang depresi. Aku tidak bisa beristirahat. Aku banyak cari bahan bacaan dan bertanya ke banyak orang. Sehingga aku bisa tidur. Setiap kali mau pameran. mengapa ia selalu stres jika akan melakukan pameran. “Waktu itu aku sering meras enggak pede (percaya diri). Waktu itu yang ada di pikiranku hanyalah. Saat itu. ia juga depresi. Itu keliru besar. aku berhenti tidak menyentuh alkohol. pameran tunggal itu bukan hanya sekadar memajang karya. Kalau tidak. adalah saat Teddy awal-awal menggelar karya instalasi. pikiranku akan terus bergerak dan tertuju ke karyakaryaku.” begitu pengakuan Teddy.S ementara itu.

aku kan punya beberapa anjing. aku selalu mencacah-cacah daging dengan kampak untuk makan anjinganjingku.” Selain panik karena pameran. hal lain yang sering membuat Teddy stres adalah saat ia mengalami pemikiran yang disebutnya sebagai ‘pemikiran yang terlalu mendalam’. di sana ia bertemu dengan Kiswondo dan Coki Nasution. alangkah kurang ajarnya aku.” kenang Teddy. tidak bisa bertemu dan berkomunikasi dengan orang. biasanya Teddy hanya diam. “Akhirnya suatu hari. hanya ada dua orang yang bisa kudengarkan. Hamcrut dan Jemek berkomentar hampir sama. Barulah ketika Teddy mulai kembali main ke Gampingan. dan Teddy paling sering menyumbang uang untuk berbagai acara kebutuhan demonstrasi saat itu. Karya-karyaku semakin laku. atau kadang-kadang ia bilang sebagai ‘rasa bersalah’. Pak Bonyong dan Dadang Christanto. Dan biasanya ia tidak mau makan sampai berhari-hari. aku di rumah enak-enak melukis dan mulai menikmati uang hasil lukisanku. “teman-teman sibuk berdemonstrasi. Menurut Teddy. Sementara di luar teman-temanku terus bergerak menghadapi ancaman aparat.” Berita soal Teddy yang stres dan memotong jari kelingkingnya dengan segera menyebar ke banyak tempat. Aku mulai berpikir. Hal itu pulalah yang membuat Teddy berani mengambil keputusan agak gila. padahal sebetulnya ia mempunyai kontribusi yang besar bagi dunia pergerakan saat itu. Setiap pagi. ia memotong jari kelingking tangan kirinya dengan kampak sampai putus! “Saat itu. dua orang 227 . Sementara aku hanya tinggal di rumah terus. “Kalau aku sudah seperti itu.Kalau sudah stres berat. dan ya sudah… karena aku stres. Mulai dari memberi bahan-bahan untuk seni peristiwa. Teddy terlalu sensitif.” Kemudian Teddy melanjutkan kisahnya. memberikan lukisannya. kukampak sekalian saja kelingkingku. Hal seperti itulah yang kemudian sering membuatnya masuk Puri Nirmala.

Teddy mulai merasa tenang. bahkan mereka sering ke tempatku dengan membawa becak. ia tidak pernah berani sendirian. Teddy mulai sering main ke tempat Bunga. sekalian biar bisa belajar melukis. Kemudian. menurut Bunga. satu hal lagi yang membuat Teddy sering stres adalah saat ia putus hubungan dengan pacar-pacarnya. dia kayakanya anak yang baik. saat itu Teddy sudah sering mengirim salam buat dirinya lewat teman-teman Teddy. tukang becak kawan dekat Wiji Thukul yang kemudian disuruh tinggal di tempat Teddy dan Toni. “Ya sudah sama Teddy saja. Omi Intan Naomi. yang penting untuk diketahui. Bunga Jeruk. Teddy tidak perlu merasa bersalah. intinya. Tinggal satu lagi yang tersisa. saat itu. “Saat awal-awal Teddy main ke rumahku. Bunga berkonsultasi soal Teddy yang mendekatinya. Saat itu. Bunga sudah lulus dari kuliah. Menurut Bunga. yang saat itu satu rumah dengan Bunga. Selain Teddy mulai dekat dengan Bunga. Tetapi yang paling sering mengantar Teddy itu Toni. Pasti ada yang mengantarnya.anggota komunitas Taring Padi. Teddy juga dekat dengan kakak kandung Bunga. Mendengar hal itu. Goncangan kedua. Mereka berdua lalu memberi semangat ke Teddy. yang berhubungan dengan putus cinta. --epresi berat yang nyaris merenggut nyawa Teddy terjadi saat ia mengalami kegoncangan hubungan dengan Rita Oetters. dan ia masih ditunggu karya-karya terbaiknya muncul di depan publik. D Bunga mulai dekat dan kemudian menjalin hubungan kasih dengan Teddy pada tahun 1997.” Mungkin becak yang dimaksud oleh Bunga adalah becak yang dibeli secara saweran oleh Teddy dan Toni untuk Susilo. Dan dengan Omi pula. dialami Teddy saat ia diputus oleh pacarnya yang lain. Omi berkata.” 228 . Tetapi menurut Bunga.

Teddy langsung datang ke tempat kos jemek. Tetapi lama-kelamaan. Teddy semakin sering mabuk. ia yakin kalau dirinya tidak akan menikah dengan Teddy. Bunga berkata. walaupun tidak ada kata lisan yang menegaskan hal itu. Saat ditanya alasannya. kalau dia cinta sama aku. kadang punya uang. dan kadang tidak. Dia gampang banget tiba-tiba benci sama orang tanpa alasan yang jelas. Dia tahu aku tidak suka kalau dia itu mabuk. tidak jauh dari rumah kontrakan Bunga. saat ia sudah mulai agak lama berpacran dengan Teddy. harusnya dia tidak mabuk dong.” tutur Bunga. “Untung aku bisa menjelaskan. Kayaknya dia perlu jaga imej. dan untung mereka mengerti…” kata Bunga. sambil sesekali menempelak keningnya sendiri. aku ngilangin sepeda pacar Omi…” Awal-awal jalan bareng. Teddy meminjam sepeda angin milik pacar Omi. Teddy tidak segera memasukkan sepeda ke dalam rumah. juga tanpa alasan yang jelas.Bunga kemudian sering jalan sama Teddy. menurut Bunga. Tetapi pernah suatu saat. Sebab paginya. Dan tiba-tiba pula suka dengan orang yang sama. ya. dan mereka pun berpacaran. kemudian rebahan di tempat tidur. Teddy belum sering mabuk. “Mungkin karena itu awal pacaran. Tapi saat mengembalikan sepeda itu. Pada saat itu. melainkan hanya diparkir di halaman rumah. Dan Teddy terpaksa menggantinya. Bahkan sempat membuat ulah di sekitar rumah kontrakan Bunga dengan menantang berkelahi anak-anak mahasiswa dari Palembang yang saat itu mengontrak bareng satu rumah. Sepeda itu kemudian hilang. Jemek masih mengingat persitiwa itu dengan baik. “bahkan salah satu dari mereka merawat Teddy yang sedang mabuk berat saat itu. harga sepeda angin bukan hanya masih mahal. “Ya bagaimana. Teddy menurutku punya kecenderungan sakit jiwa.” 229 .” Tetapi menurut pengakuan Bunga. tetapi persoalannya adalah kondisi ekonomi Teddy pun belum begitu jelas. “Apes. dalam kondisi tidak terkunci. Lalu. lalu Teddy bercerita.

ia pasti tidak setuju kalau aku menikah dengan Teddy. Teddy pergi ke luar negeri selama dua bulan. ia ingin memutuskan Teddy saat itu pula. Bunga berkali-kali mendapati Teddy masuk ke Puri Nirmala. Lalu Bunga berkonsultasi dengan Omi. Bunga sering mendapati Teddy punya kelakuan yang ‘aneh’.” Tetapi Omi keberatan. Kalau ditanya soal perasaan Bunga saat itu dengan mengalami Teddy yang keluar masuk Puri Nirmala. Di saat itulah.” Hingga suatu saat. Menurut Bunga. “Ya aku cuek saja. Bunga merasa. dan menurut Teddy banyak orang yang tidak suka dengan anjingnya. Langsung saja. “Ya wis karepmu Ted. Teddy memotong jari kelingkingnya. saat Teddy tidak ada di Indonesia. “Kalau mau mutusin ya jangan lewat telepon.” “Saat itu. Ya 230 .Selain hal di atas. aku hanya bilang dalam hati. Bahkan saat berpacaran dengan Bunga pulalah. “Lho kok hidupku nyaman banget saat tidak ada Teddy?” Peristiwa itu terjadi pada tahun 2001.” Dan ada satu lagi yang membuat Bunga merasa tidak nyaman dengan Teddy. Bunga hanya berkomentar singkat. kalau mau edan ya edanlah sendiri. saat itu Teddy punya anjing. “Maksudku. biar tak putusin sat dia berada di Jerman. Biar langsung selesai utusannya. karena di saat itu. “Teddy itu kalau mabuk genit. Bahkan aku sempat mengajak ibuku untuk menengok Teddy di Puri Nirmala. Omi saat itu bilang. tepatnya di Jerman. Selama hampir empat tahun Bunga dan Teddy berpacaran. hampir tiap malam Teddy selalu telepon Bunga. sehingga kemungkinan besar walaupun ia demokratis terhadap anak-anaknya. Kata Bunga. Teddy seperti mendengar ‘suara-suara asing’ seperti suara-suara orang yang hendak membunuh anjingnya.” ungkap Bunga. Bunga mencontohkan. Dia itu sebetulnya play boy. Sering godain perempuan lain. biar ibuku tahu seperti apa pacarku. menurut Bunga. Lalu hampir tiap saat.

hanya dipisah oleh sebuah jalan yang tidak begitu ramai. dan hanya selalu bisa bertanya.sudah. Teddy tetap belum bisa menerima keputusan Bunga untuk menghentikan huubngan mereka. sering telepon. dan di saat itu juga. bahkan ia pernah dini hari datang ke rumah Bunga. “Bunga. Saat itu. Ia berada di rumah Bunga. Bunga berpikir. Teddy langsung kaget. kesannya serba mendadak. ibu Bunga dartang dari Solo. Itu adalah kali pertama Bunga bilang putus. Saat Teddy datang. ia benyak membawa oleh-oleh. dari bandara. bingung. mereka belum pernah terlibat dalam satu peristiwa yang membuat salah seorang di antara mereka bilang putus. Begitu pulang ke Indonesia. karena kalau saat itu juga. Teddy sering datang. Sekalipun suami Omi cukup jarang tinggal di Indonesia. 231 . sambil sering bertanya ke Bunga yang saat itu sudah mengunci dirinya di dalam kamar. karena ibu Bunga datang. mengangkat kopernya. hubungan mereka putus saja. linglung. “Salahku apa?” Bunga memaklumi respons Teddy. Bunga ngomong ke Teddy. melainkan datang ke rumah kontakan Bunga. karena Omi sudah menikah dengan seorang laki-laki keturunan Polandia tetapi tinggal di Jerman. tunggu saja sampai Teddy pulang. tidak tidur. Saat itu. Akhirnya. tepat di depan rumah kontrakan Bunga. sebab selama 4 tahun berpacaran. dan tentu saja banyak bercerita soal pengalamannya selama di Jeman. mungkin ia akan memutus hubungannya dengan Teddy beberapa hari lagi. Bunga sudah tinggal sendirian. Teddy tidak mau pulang. Teddy bukannya pulang ke rumah kontrakannya. Teddy segera pergi. Namun kemudian Bunga mengurungkan niatnya. Malam itu. Dan berjalan mondar-mandir.” Bunga pun menuruti nasihat kakak kandungnya. sekalipun sering ribut. salahku apa?” Tetapi paginya. tetapi Omi kemudian memutuskan untuk mengontrak rumah sendiri.

” ujar Bunga. kamu ngapaian malam-malam ke tempat Bunga?” Teddy bilang. Tetapi bunga tetap bergeming.” T Ketika lulus kuliah. aku mengomentari salah seorang artis yang ternyata enggak bisa berbahasa Inggris dengan baik. ia memutuskan untuk masuk ISI.menggedor-gedor pagar.” Akhirnya Teddy pun pergi dari rumah Bunga. Karena Teddy terus mendesak Bunga.” Dialog menemui jalan buntu. There. Tetapi sejak kecil. Kebetulan Bunga kenal akrab dengan Pak Iwan yang sering numpang baca koran di rumah Bunga. dan belum bisa menerima keputusan bahwa mereka berdua tidak berpacaran lagi.” Lalu Pak Iwan segera bilang. eh Teddy tersinggung. sesuai dengan namanya. Misalnya. segera mendengar percakapan antara Pak Iwan dan Teddy di luar. “Pak Iwan. mau ngajak Bunga datang ke pameran. ia hidup di daerah Jawa Timur. “Tetapi aku tidak pernah menang. karena waktu dialog itu berlangsung acara teve menyala. karena bapaknya bertugas sebagai kepala kehutanan di daerah Gunung Arjono. sambil memanggil-manggi Bunga. Saat itu. “Anu Pak. Bunga menelepon tetangganya yang bernama Pak Iwan. “Ted. “engak nyambung. Selain 232 . Teddy masih terus berusaha untuk mendekati Bunga sampai beberapa saat yang cukup panjang. itu lho Teddy datang. Pak Iwan bertanya. Suruh pulang saja. “Pameran apa jam tiga pagi begini. “Tapi dialog itu buntu. Bunga segera bilang. Dipikirnya.” Bunga yang saat itu belum tidur. sejak kecil suka menggambar dan suka ikut perlombaan. aku sedang menyindir dia. akhirnya Bunga meminta Omi memfasilitasi kedua orang itu untuk mencoba berdialog. --heresia Agustina Sitompul. ia keturunan Batak. Sudah kamu pulang saja. nama panggilan perempuan itu.

“Bocah ini jenius. Mulai dari jadi jaga pameran. Karena itu. tetapi dahsyat di dalam berkarya. “Ngapain kamu masuk sekolah seni?” Tetapi There mengangap pertanyaan bapaknya itu hanya angin lalu saja. Bahkan aku beberapa kali sempat melihat Teddy tidur di pasar dan di pinggir jalan karena saking mabuknya. Hanya saja sempat berpikir. pacaran dengan anak ISI. Tapi There sendiri baru mengagumi karya Teddy saat melihat karya instalasi Teddy yang berbentuk kepala manusia yang ada rodanya. There segera mendaftar ISI dengan mengambil jurusan seni grafis. Ia juga pernah terjatuh dari panggung saking pencilakan-nya.” batin There saaat 233 . ikut event organizer. Tetapi bapaknya bilang. dan ia diterima. “Pekerjaaan apa saja kulakukan supaya aku bisa dapat uang. Ia jarang dikirimi duit oleh bapaknya. di sana pula.” Saat itu. dan ia semakin mantap untuk masuk ISI. ada pemicu lain. menurut There. Teddy dengan polah tingkahnya yang ugal-ugalan dan liar. tetapi yang paling menyelamatkanku adalah aku selalu dapat beasiswa. dan sempat beberapa kali melihat pementasan Steak Daging Kacang Ijo. membuat temanteman There selalu menyebut nama Teddy. Suatu saat. sampai mulutnya nyonyor. There suka sekali dengan katalog itu.karena suka menggambar dan hal-hal lain yang berbau seni. “Mengerikan kalau pentas. sudah menjadi buah bibir di angkatan There. kakak perempuan There ssesekali bermain ke Yogya. Teddy. selalu kuburu. gimana ya?” There seorang perempuan yang mandiri. vokalisnya. There masuk ISI pada tahun 1999. Saat awal berad di Yogya. Pokoknya kalau ada beasiswa apapun itu. Salah satu kakak perempuan Tere. si kakak pulang dan membawa oleh-oleh katalog pameran Erika. “Kalau aku punya suami kayak gitu kelak. tetapi ia tidak pernah mengeluh. ia mulai tahu ada seorang seniman bernama Teddy. There cukup sering bermain di Gampingan. pernah buka celana di atas panggung.” Teddy saat itu. ia tidak punya ketertarikan dengan Teddy.

” kata There. “Alasan ndakik-ndakik khas laki-laki. lalu bilang dengan tidak kalah cueknya. Tapi There tahu persis. “Kalau enggak mabuk. enggak mungkin dia berani nelepon aku. dan ternyata Teddy sudah punya. “Gah aku lek pacaran. There kemudian bertemu dengan Teddy lagi saat mereka berdua sama-sama datangke sebuah acara pameran. There melenggang pergi. Teddy sering menelepon There. kalau Teddy menelepon. dengan alasan yang menurut There tidak jelas. sudah punya nomor teleponnya kok masih minta. Kemudian Teddy mulai sering datang ke tempat There. sampai mengajak makan malam. seperti tidak terjadi apaapa. Ia selalu membawa teman. mulai dari mengajak melihat truk yang baru saja dibelinya. Teddy dengan gayanya yang sok cuek berteriak.” ujar There. “Hei There. Semenjak itu. ada Teddy yang sedang nongkrong di tempat Ucup. karena kenal dengan Ucup Taring Padi. lek rabi wae piye?” (Tidak mau aku kalau hanay berpacaran. tetapi seperti halnya saat ia mulai datang ke tempat Bunga. Begitu melihat ada There. Di saat itu. yang saat itu baru menyelesaikan tugas akhirnya. sebab di saat seperti itu. biasanya ia sedang punya banyak kesibukan. Hingga kemudian. sengaja saat akan kuliah di ISI Sewon. berarti Teddy sedang mabuk. Teddy tidak pernah sendirian. bagaimana kalau menikah saja?). Teddy meminta nomor telepon genggam There. 234 . dengan logat Jawa Timurnya yang kental. setelah berkata begitu. suatu hari. “Arek gendheng!” komentar There saat itu. Saat itulah.itu. There mampir ke tempat Ucup untuk mengucapkan selamat. Tapi There saat itu lebih sering menolak ajakan Teddy. Tapi There akhirnya memberi juga nomor teleponnya. pacaran yuk!” There hanya sempat menoleh sekilas ke arah Teddy.

” Mendengar kalimat Teddy. kamu tadi keren banget! Kalau sudah ngomong gitu terus kujawab: Gombal!” Akhirnya hubungan mereka berdua semakin dekat. There membalas dengan tak kalah cueknya. There diajak Teddy ke Semarang. aku gak pernah mikir seperti itu…” Tetapi menarik untuk mengetahui bagaimana perasaan Sunarmi saat pertama kali melihat There. “Teddy itu kayaknya kalau nanti sudah menikah dan punya anak bisa berubah. Teddy juga benar-benar bertemu dengan There di saat acara-acara tertentu. There sempat bertanya ke Mbak Yayuk soal Teddy. Tetapi begitu bertemu dengan There.” T Kemampuan There menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Teddy telah banyak teruji. “Kalau pas saat seperti itu. terutama saat Teddy terlibat dalam sebuah pameran dengan tajuk ‘Broken Mirror’ di Galeri Langgeng Magelang.Kadang-kadang. Bahkan suatu saat. Menurut pengakuan There. “Aku ngajak kamu ini gak ada maksud apa-apa. Saat berada di sana. perasaan saya mengatakan: Inilah tangan Tuhan yang terulur lewat There untuk menolong Teddy. dan jawaban Yayuk. “Sayangnya. Salah satunya. “Saya pernah beberapa kali bertemu dengan pacar-pacar Teddy. dan Yayuk menjawab. Teddy bilang.” --here mengenal dengan baik pasangan Yayuk dan Ugo Untoro. “Ted. Teddy enggak mabuk. There datang juga di pameran itu. Pas aku pulang. Teddy semakin sering berkomunikasi dengan There. dia engak berani menyapaku. ketika suatu 235 . kamu itu butuh perempuan yang tegas dan galak kayak There. baru dia kirim sms: There. lho. Teddy pun sering curhat ke Yayuk soal bagaimana sebaiknya hubungannya dengan There.” Sementara itu. Bukan untuk ngenalin calon menantu ke mertua. Di dalam bis. menengok orangtua Teddy yang saat itu sudah pindah ke Semarang. Apalagi Teddy. yang sudah menganggap Ugo seorang sahabat.

Dapat sekarang. kebetulan aku pas punya. Mulai dari menyelesaikan masalah dengan polisi dan pihak yang ditabrak Teddy. There segera meminta kedua temannya untuk ikut bersama dirinya menyelesaikan masalah Teddy. Jadi dia juga sering tidak punya uang. Kala seniman lain. Pernah suatu saat. Teddy itu memang sudah banyak uang. “Yuk kitanikah saja. Segera There bertanya. masih ada pikiran untuk menabung.“Pernah. Gandung memberi kesaksian. Dan kemudian There membawanya ke rumah sakit. “Serius. Teddy bilang ke There. habis sekarang. “Tanganku bagaimana? Aku takut tidak bisa melukis lagi…” Saat itu. “kami sudah sering berbagi uang.” ungkap There. tangan Teddy memang cedera. “Sejak dulu. Uang itu habis hanya dalam waktu seminggu. membuat Teddy sering menginap di rumah kontrakan There. Yang penting bisa mabuk dan bersenang-senang dengan kawan-kawannya.. There ditelepon dari pihak kepolisian.saat. lukisan Teddy laku 15 juta saat itu. sampai merawat Teddy yang saat itu teler berat dan hanya bisa berteriak.” Soal Teddy yang memang tidak bisa mengelola uang dengan baik. blas tidak ada pikiran seperti itu.” Awalnya There tentu saja kaget dengan kalimat yang meluncur dari mulut Teddy. di tengah malam. tetapi tidak pernah jadi apa-apa. Tetapi kalau Teddy. Aku sudah capek begini-begini terus…” 236 . Kalau kebetulan aku sedang tidak punya uang. saat mulai sudah akrab. “Serius kamu?” Teddy menjawab. orang yang cukup sering pula mengantar Teddy pulang ke rumah kontrakannya kalau Teddy sudah mabuk berat. Dipakai mabuk-mabukan dengan teman-temannya. Teddy pas punya. juga dikatakan oleh Gandung. Itu prinsip dia saat itu.” Hubungan There dan Teddy semakin lengket. Kalau pas dia tidak punya uang. memberitahu bahwa Teddy tabrakan.

dan sedang dudukduduk di luar. dan di sana tertera tanda positif. dan kakak Teddy bernama Heri. There secara iseng mengecek urinnya. “Kayak orang pernah dibui di Nusa Kambangan saja. Teddy. “Ternyata aku berhasil ya setelah beberapa hari diet alkohol. ia bersama kedua orangtua Teddy. Jadi yang dilamar datang bersama rombongan orang yang hendak melamar. Jawaban orangtua Teddy saat itu.There saat itu juga bilang. Teddy yang saat itu juga sudah bangun tidur. bapakku galak lho. 237 . mereka memberi kabar ke orangtua Teddy. Heri dan kedua orangtua Teddy satu kamar. si bapak juga berkata. There bilang ke bapaknya kalau ia sudah punya pacar. “Sebetulnya aku juga sudah capek…” Hingga kemudian suatu pagi. Teddy bilang saat itu. Di perjalanan. There bilang. Kejadiannya pun unik. “Ted. “Ya sudah enggak apa-apa. segera diberitahu There. kapan kalian menikahnya?” Saat There memberitahu bapaknya. kalian enggak menikah. Dan pernah suatu kali. juga rasa bersalah karena Teddy menghamili There duluan. Mereka kemudian mencari hotel untuk menginap.” Dengan perasaan tak menentu. sementara There dan Teddy satu kamar. kamu tahu. There ikut rombongan Teddy dari Semarang. There sudah 5 tahun tidak pernah pulang dan berjumpa dengan bapaknya. There dan Teddy begitu masuk kamar langsung tertidur. Pak…” Jawaban bapak There singkat. banyak tatonya…” Akhirnya keluarga Teddy melamar There. hari masih sangat pagi. sementara ketiga orang di kamar yang lain tidak bisa tidur karena omongan There di mobil. Ted?” Teddy malah tertawa ngakak.” Sebetulnya. “Ya sudah. “Tapi orangnya tatonya banyak.” Sesampai di Mojokerto. sambil menunggu siang hari. “Gimana. Kalau enggak begitu. dia orang Batak.

semenjak kami menikah. dan heran. --here tahu persis kelakuan Teddy terutama kalau Teddy terkena minuman keras.” There sebetulnya pengen tertawa. pulang-pulang dalam keadaan hamil sekaligus dilamar. Mami. “Makanya. Kata There. Teddy sering berbuat genit kepada perempuan. Siang itu juga. “Ted.” Maksudnya. Mereka diterima pihak keluarga There dengan baik. kalau nanti kamu dipukul bapaknya There. There. tetapi pemabuk. Ia memang belum sanggup membayangkan apa yang akan terjadi di siang nanti ketika rombongan itu datang ke rumahnya. ia sudah mabuk dan kerap membuat onar. tidak terjadi. Pertemuan dua keluarga itu berlangsung dengan singkat. papi dan Heri tidak tidur. aku tidak mau Teddy mabuk di luar 238 . membicarakan bagaimana enaknya nanti…” Sementara itu. Hanya saja There tidak sempat berpikir kejadiannya akan semenakutkan yang dipikir oleh orangtua Teddy dan Heri. melihat ketiga orang tsrebut tidak tidur. walau Teddy hanya minum sedikit saja. mereka pergi ke kamar yang lain. biar aku yang maju. apalagi There sendiri sudah 5 tahun tidak pulang. bapakku sudah tidak segalak dan sekeras dulu. dan yang dilamar datang bersama rombongan yang melamar.Begitu Teddy dan There sudah bangun. kalau Teddy mabuk. pasti akan digodanya dan ingin dimesrainya. mempunyai definisi yang sama tentang Teddy. “Iya. ibu kandungku itu sudah meninggal dunia dan bapakku kawin lagi dengan orang Jawa. “Bapakku kan sudah lama di Jawa. “Teddy itu bukan peminum. rombongan keluarga Teddy pulang.” Ternyata apa yang dipikirkan oleh keluarga There. Sunarmi bilang ke There. terutama justru oleh bapak There. Heri langsung bilang ke Teddy. Hampir semua orang yang kenal Teddy. T There juga tahu persis. Dan There juga ikut rombongan Teddy lagi. Tidak peduli siapa perempuan itu. Jadi kemungkinan besar.

sepengetahuanku. Kalau mabukmu tanggung. Dan semenjak menikah. Karena itu. karyamu bagus.” There semakin protektif kepada Teddy saat usia kandungannya menginjak 8 bulan. Kalau kamu mabuk berat. “Dia pernah bilang ke aku: Untung ya Re.” ucap There. karyanya bagus. Maka di rumah There dan Teddy selalu tersedia bir. tetapi juga tidak berkarya tetapi hanya ngomyang enggak jelas lalu tertidur. aku enggak kecanduan pil atau cimeng…” Mendengar itu. There semakin ingin menegaskan. dan There tahu. “Ted.” Dan There tidak suka kalau ada teman Teddy yang mengajak Teddy mabuk tanpa ada There.” Karena itu pula. kamu kalau minum. Dan 239 .” Tetapi There pun sadar. minum bir saja. Kamu kalau mabuk kewer-kewer itu punya kelakuan yang buruk. kalau perlu kutonjok pun akan kutonjok. “Mereka kalau ada apa-apa dengan Teddy kan enggak bisa segalak kalau ada aku. kalau aku pas mau melahirkan terus dia dalam keadaan teler bagaimana?” Kandungan There memang sudah saatnya menginjak hari-hari di mana ia tinggal menunggu saatnya untuk melahirkan. There selalu bilang ke Teddy. There pelan-pelan mengikuti perubahan pada diri teddy walaupun sangat lambat. bukan hanya kewer-kewer. “Lha kalau tidak kujaga si Teddy. yang paling mungkin hanya mengurangi dan menjaganya. Teddy tidak bisa hidup tanpa alkohol. Karena aku bisa galak sama Teddy.“Teddy tidak mungkin bisa berubah. ia tidak mungkin mengubah Teddy.” Tetapi There sadar. Teddy kalau mabuknya tanggung. “Kalau bisa Ted. apalagi dalam hitungan bulan. There sangat benci kalau ada kolektor yang datang dan membawa pil koplo atau kinuman keras. Jangan minuman yang terlalu keras. “Mereka itu mau memanfaatkan Teddy saja. kamu itu minumnya bir saja.

Kalau ada kolektor datang. Persis Ugo Untoro. Saat itu. lukisan Teddy laku 7.” 240 . “Dia selalu memikirkan kawankawannya. dia selalu mempromosikan teman-temannya yang belum laku. dan semua uang hasil penjualan karya itu disumbangkan ke gereja…” Sunarmi kemudian semakin yakin. “Ternyata nama ‘Darmawan’ yang kami berikan kepadanya dengan niat agar kelak kalau ia sudah besar jadi seseorang yang dermawan betulbetul terjadi.5 juta. There mengakui. Doa kami berdua dikabulkan oleh Tuhan. Dan kami semakin yakin. There adalah penjelmaaan tangan Tuhan. Teddy banyak membantu keluarga jauhnya. Rumah saya pun dibangun ulang dengan biaya yang diberikan oleh Teddy.bayi yang dikandung There sudah punya nama: Blora Frida. sebetulnya Teddy itu orang yang baik. “Benar keyakinan saya. walaupun Teddy itu pemabuk. Teddy juga sering merekomendasikan kepada galeri agar temantemannya yang jarang ikut pameran bisa diikutkan kalau ada pameran bareng. saat Teddy menyumbangkan sebuah lukisannya untuk gereja. apalagi keluarganya sendiri.” Sementara Sunarmi pun menyatakan hal yang sama. bersama There. Teddy kelak akan semakin berubah ke arah yang semakin baik lagi. Ugo juga selalu melakukan hal itu. Tetapi yang paling membuat saya bahagia. Bahkan tidak tanggungtanggung. Teddy dering membelikan teman-temannya kanvas dan cat yang harganya tidak murah.

NIN .

.

” Mbak Sari. dan sepasang suami-istri itu seakan tidak ingin melewatkan setiap detik pun. karena kalau hari biasa. tetapi membuat Omi terlihat sangat marah. pernah terjadi suatu peristiwa yang sepertinya sepele. Saat itu. seperti merasa khawatir. Ia datang lebih awal. Biasanya. sebab ia tahu persis keseharian Omi yang baru berangkat tidur menjelang pagi. Di rumah itu. segera pergi ke rumah Bunga. Bunga bangun tidur dengan perasaan biasa saja. Tetapi Bunga berpesan agar Sari begitu selesai membersihkan rumahnya.H ARI itu. rumah Omi dulu yang harus dibersihkan baru rumah Bunga. datang tak seperti biasanya. Bunga hanya bilang ya sudah. seorang bocah yang mulai gemar memegang dan menelan sesuatu. Sari. Itu jelas bukan pagi yang biasanya bagi dia. sebab Sari. Sabtu tanggal 4 November 2006. terlebih dahulu membersihkan rumah Omi. membuka kunci pintu rumahnya. “Mbak. Bunga kemudian meminta agar Sari pergi ke rumahnya dulu untuk 243 . agar saat Omi tidur tak perlu lagi membukakan pintu buat Sari yang akan membersihkan rumah. Hari itu. suaminya. tidak seperti itu. Akira mulai tumbuh menjelang fase lucu-lucunya. anak laki-laki pertamanya yang saat itu baru berumur 1 tahun. tak begitu jauh dari rumah Bunga. Saat diberi tahu seperti itu. kok rumah Mbak Omi terkunci. Akira sedang sakit. dan sekaligus momong Akira jika Bunga mulai memegang kuas untuk melukis. baru kemudian ia pergi ke rumah Bunga. Bukan apa-apa. Lampunya juga masih menyala. Bunga segera bermain dengan Akira. jadwalnya dibalik. Bersama Andang. lebih baik Sari membersihkan rumahnya dulu. Omi tinggal sendirian. selain membantu membersihkan rumah Bunga. ya. seorang perempuan yang biasa membantu membersihkan rumah Bunga. kehilangan momentum perkembangan Akira. kakak kandung Bunga yang tinggal di sebuah rumah. lalu biasanya Omi akan mematikan lampu.

Maka. ia bertanya dengan nada agak keras. “Pintunya masih terkunci dan lampunya juga masih menyala. Hal seperti itu. hari itu. Mbak…” Bunga tetap tidak punya perasaan apa-apa. Karena. ia bertanya mengapa Sari belum datang juga? Lalu Bunga menjelaskan apa yang terjadi hari itu. Maksud Bunga saat itu. Omi lupa membuka kunci pintu rumahnya dan lupa mematikan lampu. Sari tidak akan berani mengetuk pintu rumah Omi. sakit sedikit dibawa ke dokter. Ia berpikir. “Bude. “Nanti orangnya ngamuk lho. Mbak…” kata Bunga kepada Sari. Sari segera berangkat.” kata 244 . akan membuat Akira tumbuh menjadi anak yang manja. sebab hal itu akan membuat Omi marah. kata Omi lewat pesan pendek. meminta Sari tinggal di rumah itu sesaat lagi. dan Akira tinggal bilang. Bunga hanya bilang. Omi hanya berkomentar kepada Bunga kalau Bunga terlalu mmemanjakan Akira. apakah Sari harus menunggu Bunga pulang dari memeriksakan Akira? Bunga baru ‘ngeh’ dengan ‘apa yang terjadi’. Tetapi lama-kelamaan. Sari langsung saja ke rumah Omi.membantu membereskan pakaian Akira. kalau ternyata pintu rumah Omi masih terkunci juga. pesan pendek Omi menjadi lebih jelas. ia meminta Sari agar lekas pergi ke rumah Omi. Hari berangkat siang. segera ia menghubungi Sari meminta agar Sari segera ke tempat Bunga. Tetapi di tengah perjalanan. karena ia dan suaminya akan memeriksakan Akira ke rumah sakit. Awalnya. begitu Bunga dan suaminya berangkat ke rumah sakit. lalu ketiduran. tanpa perlu menunggunya pulang. bude…” mungkin Omi tidak akan marah. “Mbak Omi biasanya bangun tidur antara jam 10 pagi sampai paling telat jam 12 siang. sebuah pesan pendek dari Omi masuk. ia datang lagi dan bilang. begitu di hari itu Bunga merasa pekerjaan Sari sudah beres. melewati batas waktu di mana Omi biasanya paling telat bangun tidur. lalu nanti menyuruh Sari datang lagi ke tempat Omi dengan membawa serta Akira. tetapi tidak lama kemudian. Kalau bersama Akira.

Teringat hal itu. Bunga merasa khawatir. “Mbak. Untunglah kemudian. Bunga segera meminta Andang untuk memanggil dokter beserta ambulans. sambil menunggui sampai cukup lama.” pinta Bunga. si dokter merekomendasikan agar Omi dibawa ke rumah sakit. Tetapi Omi sempat melarang. Begitu sudah mengecek keadaan Omi. “Mbak Omi memang takut sama dokter. dobrak saja pintunya. Akhirnya. yang saat itu masih berseberangan rumah dengan pasangan Bunga dan Andang yang baru saja menikah. menuturkan kebiasaan dan jadwal tidur kakaknya. dokter datang beserta ambulans yang dipesan. Tetapi tidak lama kemudian. nada suara Sari semakin memperlihatkan kekhawatiran.” ucap Bunga. dokter itu mencoba memberi pertolongan kepada Omi. Bunga dan Andang segera ke rumah Omi. keadaan Omi mulai membaik dengan relatif cepat. Hal itu membuat si dokter bingung. --- 245 . Bunga tidak peduli lagi dengan larangan Omi. Andang segera berangkat ke rumah Omi.Bunga. Bunga segera meminta Andang untuk mengecek kondisi Omi. yang saat itu sedang keluar rumah untuk sebuah urusan. Ia teringat persis kira-kira setahun sebelumnya. Sari yang lebih dulu membersihkan rumah Omi. Tidak lama kemudian. memberitahu kalau Bunga kalau Omi sakit. Ia sudah mendapati Omi kejang-kejang. Begitu masuk ke kamar Omi. di bulan November 2005. Bunga kaget. Sari balik lagi dengan Akira. kali itu. Tetapi Omi berontak. ada kejadian yang hampir membuat Omi nyaris direnggut maut. Begitu Andang pulang. Bunga segera menelepon Andang. ia tidak mau. Tetapi melihat keadaan Omi yang sudah seperti itu. Saat itu. “Kalau perlu. Bunga segera meminta Sari bernagkat dengan membawa Akira. sudah saya gedor berkali-kali tetapi tidak dibukakan juga…” Barulah di saat itu.

Omi diminta menyanyi dulu. Dan Omi dengan penuh percaya diri selalu mau menyanyi. Sejak kecil. Darmanto Jatman. Omi selalu mendapat rangking satu. Kegiatan Omi sejak SD sudah banyak sekali. Padahal. ia juga ikut kursus menari. mereka berdua memang tinggal di Solo. Tetapi dari kelas 1 sampai kelas 6. Nama lengkapnya. Mereka berdua tinggal serumah dengan ibu kandung mereka. ia menggunakan nama Omi Intan Naomi. Omi memang pintar berbahasa Inggris. beliau tidak pernah mengajari Bahasa 246 . Omi tidak pernah belajar. Tetapi sejak mereka berdua lahir. Hanya beberapa tahun belakangan saja. Omi dikenal sebagai anak yang pemberani dan suka menyanyi. Satu keluarga. dengan empat perempuan yang bernauh di rumah itu. Ibu kandung Bunga dan Omi. Omi masuk SD Kristen Margoyudan. Solo. menurut pengakuan Bunga.O mi lahir pada tanggal 26 Oktober 1970. selisih dua tahun lebih tua dibanding Bunga. tidak pernah masuk TK. Baik Bunga maupun Omi. sebab sekalipun sang ibu guru Bahasa Inggris. dan dosen yang cukup ternama. ia cukup menggunakan inisial nama aslinya kalau sedang memberi keterangan nama penulis atau penerjemah: NIN. Darmanto Jatman lebih sering bersama keluarganya yang lain. dan ia saat itu mengajar di Universitas Diponegoro (Undip). Sejak kecil. tetapi menurut pengakuan Bunga. sebetulnya Naomi Intan Naomi. seorang guru Bahasa Inggris. kritikus sastra. ia ikut paduan suara. Kalau kebetulan keluarga itu berkunjung ke salah satu saudara. Di kampung. di sebuah kampung yang bernama Kandang Sapi. Darmanto memang punya keluarga lain di Semarang. Bapak kandung Omi dan Bunga. Semarang. Sejak kecil. yang sempat mengajar di berbagai sekolah di Solo. tinggal di Semarang. tetapi semenjak Omi menjadi penulis dan penerjemah. begitu pamitan pulang. dan eyang putri mereka. pengetahuan Bahsa Inggris Omi didapat Omi dengan cara otodidak. Omi membuka pelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak sebayanya yang masih duduk di bangku SD. adalah salah satu sastrawan.

Bunga mengaku. Masih saat sekolah di SD. Anakanak dari kedua keluarga itu lalu diajak ke Gramedia. ia juga selalu membeli buku. tetapi jatahnya selalu lebih.Inggris anak-anaknya sendiri. Omi memang gemar membaca. Omi sudah membuat majalah sendiri. puisi dan gambar-gambar di majalah buatan tangan anak kecil itu. Majalah itu semua isinya dibat oleh Omi dan dibagibagikan secara gratis ke teman-temannya. Omi. Hal itulah yang sempat membuat eyang putrinya marah sama Omi. “Ibu terlalu sibuk. setiap peminjam diminta mengganti uang. Perpustakaan Omi awalnya berjalan. Tetapi ia tetap mendapat rangking 2. banyak buku yang tidak balik. Sementara kalau Omi. Di sebuah upacara bendera. Tetapi Darmanto tetap memberikan kekurangan nominal harga yang harus dibayar Omi. dan masingmasing anak dijatah uang 5. Omi sudah berpacaran. Dan jadwal kegiatannya mulai lebih banyak lagi. jatahnya selalu kurang. Omi membuat cerpen.000 rupiah untuk membeli buku. Harga bukubuku yang dibelinya. Ia mulai ikut paduan suara. dan pulang di senja hari. dan mulai memimpin sebuah geng khusus anak-anak perempuan. Di SMP. Bunga dan ibu mereka memang sering diminta bertemu di Yogya oleh Darmanto Jatman yang membawa serta istri seta tiga anaknya dari keluarganya yang di Semarang. 25 rupiah per buku. Omi sudah membuat grup tari modern. anak 247 . Ketika masuk SMP. seingat Bunga. sehingga ia bisa mendapatkan uang dari sisa jatah itu. Di SMP. grup tari pimpinan Omi pernah membikin geger karena ada acara ‘bukabukaan baju’. Saat ada pentas sekolah. Pada hari-hari libur. Omi masuk salah satu SMP favorit di Solo. Sejak kelas 1 SMP. sanga eyang berpikir.” Selain mengajar bahasa Inggris. Ia berangkat pagi-pagi. majalah itu diberi judul Mama Angsa. Ia mengajar di tiga sekolah. Omi juga jarang belajar. Omi dan kawankawannya disindir keras oleh kepala sekolah mereka. Omi juga sempat membuka perpustakaan. melebihi jatahnya. Akhirnya perpustakaan itu ditutup. SMPN IV. Tetapi lamakelamaan.

Sementara itu. lalu mereka jothakan. di sisi yang lain. Tetapi sebagai seroang kakak. Omi nyaris tidak pernah berada di rumah. “Saya takut berada di jalan raya. Omi dan Bunga. Omi cukup perhatian dengan Bunga. Sebagai dua bersaudara yang umur mereka tidak begitu terlalu terpaut jauh. dan saat SMP sudah meminta sepeda motor. Omi anak gaul. Saat di SMA. SMAN IV Solo. Solo Rock Band. Omi berpacaran dengan seorang gitaris dari kelompok grup musik yang cukup ternama di Solo.masih bau kencur kok sudah pacaran… Ketika masuk SMA. di luar. hanya sesekali saja Bunga keluar rumah. ia bergabung dengan kelompok teater yang cukup ternama di Solo. sementara Bunga anak rumahan. bahkan cenderung berlebihan. Bunga tidak akan menyapa Omi. kadang Omi juga tampil sebagai penyanyi latar. ia kerap keluyuran. Di sanalah kontradiktifnya sifat Omi. bahkan cukup sering keluarmasuk diskotik. Omi pun masuk ke SMA yang termasuk favorit di Solo. Omi cukup cerewet dan galak. Di satu sisi. Suatu hal yang kemudian berubah drastis ketika ia sudah menjelang lulus kuliah. Bunga dan Omi sering berantem. 248 . hanya dua tahun. Bunga paling tahan. Jika Omi sejak SD sudah meminta sepeda. Bunga relatif pendiam. Teater Gidak-gidik.” begitu pengakuan Bunga. sebab kemudian ia. tidak saling menyapa. berubah menjadi Manusia Kamar. Dan untuk hal yang seperti itu. ia ingin tampil sebagai kakak yang bisa ‘menjaga’ adiknya. adalah dua hal yang nyaris berada dlam kutub yang berbeda. Ia mulai ikut teater sekolah dan main musik. meminjam salah satu judul cerpen Seno Gumira Ajidarma. terutama dalam hal memproteksi Bunga dari pergaulan yang dianggap Omi bisa membahayakan Bunga. Ia bukan anak rumahan. Dan kegiatan Omi semakin seabreg. Bunga ke mana-mana cukup dengan naik becak atau jalan kaki. Di grup musik itu. Kalau Omi tidak mengajak ngomong duluan.

Pemuda itu. paling mung mlebu penjara 5 tahun!” (Kalau sampai orang itu macam-macam sama kamu.Pernah suatu ketika. Andang dan para tetangga Omi segera menelepon ambulans. Saat Bunga pulang. kemungkinan. A Saat berada di sana. Omi dibawa ke rumah sakit Ludira Husada. Saat diberitahu apa yang menimpa kakak kandungnya. ia berniat untuk sekolah teologi. Mulut Omi mengeluarkan buih. tak pateni tenan. dan sebagian tubuhnya berada di kasur. Cukup lama Andang dan Bunga berdiskusi apa yang sebaiknya mereka lakukan. --ndang mencoba menggedor pintu tumah Omi. mencoba melihat Omi dari jendela. Tetapi ia segera menyusul Omi ke rumah sakit Ludira Husada. Akhirnya. tetapi tetap saja tidak dibuka. Andang memanjat jendela Omi. 249 . Omi mendaftar masuk ke UGM mengambil jurusan Komunikasi. Lulus dari SMA. Pertama. dokter yang ahli penyakit yang sedang diderita Omi. aku akan membunuhnya. Segera. “Nek nganti bocah kuwi macem-macem karo kowe. dikenal Omi sebagai seorang play boy. Begitu tahu Bunga keluar dengan pemuda tersebut. Ben. Di sanalah Andang kaget bukan kepalang. Anehnya. paling-paling aku hanya akan dihukum 5 tahun). tidak sedang bertugas dan baru akan bertugas pada hari Senin. kalau Omi ternyata tidak tembus masuk ujian masuk. Bunga tidak berani melihat Omi diangkut ambulans. dengan dibatu oleh para tetangga. Omi mendamprat habis Bunga. lalu mereka mendobrak pintu rumah Omi. keadaan Omi sudah cukup parah. saat itu. Tidak apa-apa. Dan kemudian Omi berkata dengan keras. Omi terkena serangan stroke. dokter yang bertugas memberikan du ainformasi penting yang disampaikan kepada Andang dan Bunga. dan ada gosip yang menyebar bahwa pemuda itu pernah memperkosa seorang perempuan. Kedua. Bunga diajak seorang pemuda untuk keluar. Kemudian Bunga menelepon Deddy Irianto. Ia melihat kepala Omi berada di lantai. Omi menunggu Bunga.

juga merambah dunia intelektual. Bunga dan Bob pun kerap 250 . sang ibu sudah berada di rumah sakit. Selain itu. Omi tembus masuk Fakultas Sospol UGM jurusan Ilmu Komunikasi. Di dunia sastra itu. Tetapi selain menjalani dunia yang berbau seni dan sastra. si ibu saat itu ada acara yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan. Bunga sesekali mengunjungi Omi.pemilik Galeri Langgeng Magelang. daripada terjadi apa-apa di jalan. Omi masuk ke rumah sakit Bethesda pukul 8 malam. baru keesokan harinya. Deddy langsung meminta agar Bunga memindahkan Omi ke rumah sakit Bethesda. Omi mulai aktif di majalah pers mahasiswa UGM. dan karena Bunga kenal akrab dengan Bob Sick yang saat itu tinggal di daerah Pandega. menunggui sang putri yang belum tersadarkan diri. dunia main-main dan dugem. Balairung. salah satu rumah sakit terbaik di Yogya. Ia juga tetap sering bergonta-ganti pacar. Omi tetap tidak meninggalkan dunia lamanya. Bunga dan Andang segera memproses perpindahan Omi dari rumah sakit Ludira Husada ke rumha sakit Bathesda. daerah yang juga dekat dengan UGM. beberapa kami Omi pindah tempat kos. tetapi masih selalu di sekitar UGM. terutama yang cukup dikenal mampu menangani penderita stroke dengan baik.” Kemudian Bunga juga menelepon Darmanto Jatman. Kemudian Bunga ngomong. yang masuk dlam wilayah Yogya utara. nama Omi pun cepat menanjak. Omi juga menulis puisi dan cerpen. “Ya sudah. Setelah itu. sebagaimana yang ia lakukan sejak SMP sampai SMA. Ia sering diminta menjadi pembicara di berbagai acara diskusi. Tapi sayang. kolega sekaligus orang yang sering menggunakan jasa Omi terutama untuk menerjemahkan katalog-katalog pameran. dan Dramanto bilang. bapaknya sekaligus bapak Omi. ia menelepon ibunya. Selama kuliah. jangan terburu-buru. Namanya dalam waktu sekejap mencuat. Semenjak kuliah itulah. setengah jam kemudian.

Kos baru Omi itu campuran. Rumah kontrakan Bunga saat itu terdiri dari tujuh kamar. Omi yang terkenal sangat keras itu cukup permisif. Saat itu juga. Bob mulai akrab dengan Omi. di jalan Wates. Suatu saat. Omi hanya maklum saja. Dari sanalah. ia hanya tinggal berdua dengan salah satu temannya. Omi baru saja pindah kos lagi. Omi merasa ia diintip oleh salah satu penghuni kos. di dekat sumur. mulai akrab dengan teman-teman Bunga yang lain. dihuni oleh anak kos perempuan dan laki-laki. ia mulai sering menyendiri. Mereka bertiga. pagi pukul 6. selain Bob. dan tentu saja Teddy. Ia sudah membayar uang kos untuk enam bulan ke depan. Tetapi begitu tahu Bob yang datang. Teddy. Setelah tinggal beberapa saat di sana. tidak pernah keluar rumah. Bob dan Toni pun semakin akrab dengan Omi. Di rumah kontrakan Bunga. dan hanya dua kamar yang ditempati. Jadi mau enggak mau harus dilayani. Omi langsung menelepon Bunga. dan mulai menjalani siklus tidur di pagi hari. Omi pernah berkata kepada Bunga soal Bob. karena di saat itu. lebih tepatnya barat daya Yogya. Termasuk Toni. Suatu saat. Kemudian datanglah sebuah peristiwa yang membuat Omi memutuskan untuk pindah dari daerah Utara ke daerah Selatan. tidak bisa diusir. Omi sebetulnya benci dengan orang yang datang pagi-pagi. Bob sudah mengetuk pintu rumah kontrakan yang hanya dihuni tiga orang. sebagaimana biasanya tata-cara orang kos di Yogya. Omi memilih kamar paling belakang.” Hanya Bob-lah yang berani mengambil obat sakit kepala Omi dan meminum 251 . Omi yang saat itu juga sedang menyusun skripsi. Khusus untuk Bob. Suatu hari. yang kelak pernah menjalin hubungan pacaran dengan Bunga.bersama singgah di tempat kos Omi. “Bob ki kaya cah cilik. mengangkuti barangnya dan tinggal di rumah kontrakan Bunga. daerah yang sudah termasuk daerah Selatan yogya. saat mandi. Baru seminggu berada di kos barunya.

Bob yang biasanya tampil konyol. enggak sampai naksir. dengan senang hati menerima dua kucing titipan Bob. penuh dengan berbagai ragam tulisan. ada dua ekor kucing. Omi setiap hari menulis di dunia maya. Kasian. atau pacar Toni yang lain.kopi bikinan Omi. “Ini ada kucing. Teddy selalu bertanya. Tapi menurut Bunga. “Mbak. dan jadilah Omi ‘ibu’ bagi banyak kucing. ya…” Omi yang pada dasarnya suka kucing. mau ditembak kakekku. Dan semakin suka menyendiri lagi ketika ia sudah mulai merambah dunia internet. Apalagi ketika ia telah lulus kuliah dan memutuskan untuk bekerja menjadi penerjemah dan penulis bebas.com/rainforestwind. Toni sendiri akhirnya mengaku pernah menggoda Omi. Lalu Bob berkata kepada Omi dan Bunga. Omi mengontrak rumah berdua dengan Bunga. Sementara. menurut keterangan beberapa orang. “Lha pacarmu yang bule itu gimana?” Tidak jelas. bertanya. dengan cuek tetap saja masuk ke kamar Omi. Omi juga membuatkan situs web untuk 252 . Omi semakin suka menyendiri. yang jika Omi benar-benar sedang tidak ingin ketemu orang. alamat situ web gratisannya www. jika dengan Teddy. Omi sering mau menjadi lawan diskusi Teddy. Dan pagi itu. saat itu datang dengan mimik serius. enaknya aku berkarya apa lagi ya?” Lalu mereka terlibat diskusi-diskusi ringan. termasuk Teddy. Biar di sini saja. Biasanya. Hanya saja Omi pernah berkata kalau Toni mempunyai sex appeal. Hanya Bob-lah. Omi berusaha menstrukturkan pikiranpikiran Teddy yang saat itu kerap melompat-lompat. Kalau dengan Toni. penuh tawa. geocities. apakah di saat itu yang dimaksud ‘bule’ adalah Heidi. ngeyel dan agak ngawur. Saat itu Omi hanya menjawab. Saat kontrakan rumah yang dihuni tiga orang itu habis. Di tangannya. Kucing itu kemudian beranak pinak. mau enggak dijadikan pacar Toni. Semua tulisannya di situs web itu berbahasa Inggris. Omi sempat naksir Toni. Terutama.

Dodo Hartoko. memakai celana dalam di luar. disuruhnya sang suami ke Bali. Omi lebih memilih tinggal sendiri di rumah. Kalau suami Omi datang. Sementara. tentu dengan kostum yang identik dengan Bob. Omi keluar untuk berbelanja keperluannya sehari-hari. kelak Omi menemukan jodohnya. salah satu orang yang cukup kenal baik dengan Omi sekaligus Bunga. saat ibu kandung mereka datang. Omi meminta suaminya jalan-jalan.Teddy dan Bob. dan saat itu pula mereka menikah. --egitu sampai di rumah sakit Bethesda. dua kakak beradik. sehingga selalu si ibu menginap di rumah kontrakan Bunga. baru ia menemui tamunya di rumah Bunga. B 253 . atau jika hanya di Yogya. laki-laki keturuan Polandia yang tinggal di Jerman. terutama untuk makanan kucing-kucingnya. tepat berseberangan dengan rumah kontrakan Omi. tampaknya sangat akut. Yani Kozinski. Kalau menerima tamu. dan hasil pemindaian menyatakan bahwa tidak ada pembuluh darah Omi yang tersumbat atau pecah. omi pun enggan ibunya menginap di rumah kontrakannya. disuruhnya sang suami ke Malioboro selayaknya turis. Kesukaan Omi menyendiri. Kozinski sedang berada di Indonesia. Sementara itu. Resepsi pernikahan diadakan di Solo. dan hanya sesekali saja ia datang menjenguk Omi. Pernikahan antara Kozinski dan Omi pun terkesan mendadak. hanya dibatasi jalan yang sepi. Kadang-kadang saja. Setelah itu. tinggal di rumah yang saling berseberangan. Jadilah. ‘kostum superman’-nya. Omi segera dipindai. Di dunia maya itu pula. yangkerap mengantar Omi adalah Bob. dan masing-masing kakak beradik itu tinggal sendiri-sendiri. Dan biasanya. barulah Bunga mengontrak rumah sendiri. sudah datang ke rumah sakit begitu ia diberi tahu oleh Bunga bahwa Omi masuk rumah sakit dan dalam keadaan koma. ia menyuruh tamunya datang saja ke rumah Bunga. Bahkan. Saat itu. Tetapi Kozinski tetap tinggal di Jerman.

Sementara itu. ia akan mencoba untuk yang ketiga kalinya. sang ibu menyuruh Bunga pulang karena harus mengurus Akira. Esoknya. Darmanto Jatman datang. ia ditelepon dari pihak rumah sakit. Bunga pulang sebentar untuk mandi dan mengurus Akira. “Belum apa-apa kok sudah disuruh bawa gituan. ia juga ada urusan yang sangat penting di Solo. Bunga sudah mendapati Omi sedang dicoba diberi alat kejut jantung untuk yang kedua kalinya. Andang dan Dodo meninggalkan rumah sakit.” Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidak membawa alkohol dan kapas. Bunga. karena paginya. sang ibu. karena kondisi Omi semakin memburuk. Mendengar kata itu. siang itu juga Darmanto pun langsung balik lagi ke Semarang. Karena kesibukannya. Akhirnya malam itu.Setelah Bunga dan Andang menunggu cukup lama di Bethesda. ia berencana pulang Senin pagi. Hari Minggu sore. diminta segera datang menemani sang ibu. Ketika ia hendak berangkat lagi ke rumah sakit. sebetulnya juga berencana pulang Minggu malamnya. hari Senin. selain untuk menghindari rasa yang ganjil. hari Minggu pagi. Lalu pihak para medis bilang ke pihak keluarga Omi. Andang yang juga mendengar hal itu. juga beranggapan kalau pun toh nanti terjadi apa-apa. Tetapi kali kedua itu tetap gagal. pasti kedua barang itu juga ada di rumah sakit. setelah mencoba berbincang dengan salah satu dokter kenalannya yang saat itu bekerja di rumah sakit dan kebetulan juga sedang menangani Omi. tidak sepakat dan berkata. Bunga sudah berada di rumah sakit lagi. Semua orang yang berad di 254 . ya mohon diikhlaskan saja…” Suasana tegang dan sangat hening. Saat itu. “Kalau misalnya tidak berhasil. bahkan sang ibu berpesan agar Bunga sekalian membawa alkohol dan kapas. Dan siangnya. dan berkata. Sesampai di rumah sakit. Namun kepulangan sang ibu ditunda. Bunga langsung terkesiap.

dunia seni rupa. sejauh yang selama ini ia kenal. buku-buku itu justru dikasih-kasihkan ke orang. mulai dari sastra. Biasanya ia selalu berkomentar pendek. jurnalistik. Bob. atau kalau ia kepepet dijual. seni rupa dan dunia menari. teater. kalau ada orang yang mengajak berdiskusi seni rupa dengannya. Tetapi oleh Omi. politik. Saat itu. Omi memang sering sinis terhadap dunia seni rupa. Ugo dan Toni. S Omi pernah bilang ke Bunga. Tetapi lebih bodoh lagi. Omi mau menulis di katalog pameran. Bahkan pada saat mereka berempat menggelar pameran bareng di Galeri Langgeng.sana. nama Omi memang sering tercantum di katalog pameran. dihuni oleh kebanyakan orang yang bodoh. “Kenapa sih yang dianggap seni selalu jelek?” Bahkan karena Omi sering menerjemahkan buku untuk katalog. tetapi Teddy masih berhubungan baik dengan Omi. adalah orang-orang di dunia tari. tetapi hanya mau menjadi penerjemah. Tetapi tampaknya. bagi Omi. dengan empat perupa dari Yogya. Bahkan pada pameran tunggal Teddy yang digelar di Galeri Cemeti pada tahun 1998. tetapi Omi selalu tidak pernah mau. buku itu ya sastra. Omi adalah salah satu orang yang bisa diajaknya untuk bertukar gagasan. ternyata Omi mau bergaul dan akrab dengan mereka. Omi mau menulis lagi. menahan napas… --ekalipun hubungan Bunga dengan Teddy sudah putus. Beberapa orang sering meminta Omi untuk menulis di katalog pameran. Kata Omi. Tetap saja. Teddy menganggap. Buku seni rupa tidak dianggap ‘buku’ oleh Omi. para kenalan Omi itu sering membawakan Omi buku-buku seni rupa. masuk dan bergaul dalam berbagai bidang kreatif. 255 . dan ia kenal dengan banyak perupa. untuk pertama kalinya. sosial. seperti Teddy. dan komik. tentu saja sejauh yang diketahui Omi. bahwa ia sudah menjelajah.

Tulisan Omi tentang Bob. Selain menulis. Omi secara khusus menulis tentang Bob. tulisan itu belum terbit juga.tapi untuk kali itu. Omi mulai mengundurkan diri dari gelanggang intelektual dan sastra. kalau tidak menulis ya membaca. tetapi sampai sekarang. cukup membuat gentar orang yang hendak mendebatnya. Omi juga sempat membuat tulisan panjang tentang Ugo Untoro. kalau mau diajak bertarung. sebuah dunia yang saat itu masih dianggap asing oleh kaum intelektual Indonesia. tetapi orangorang yang mengenal Omi tidak ada yang berani berbantah argumen dengannya. bahkan karya-karya yang berada di dunia itu dianggap bukan karya layak diapresiasi. Ibarat pendekar. adalah Imagined Communities. dan puisi-puisinya masuk dalam buku-buku antologi puisi yang dianggap punya kualitas. Selain itu. Ia memilih menggeluti profesi sebagai penerjemah. senjata yang dimiliki Omi terlalu banyak. Ratusan tulisan telah dibuat oleh Omi. dan dia sudah terlanjur dicap sebagai pendekar sakti. sekalipun pamerannya berempat. dianggap salah satu ‘harta karun’ Bob yang paling besar. termasuk karya yang menjadi referensi banyak orang untuk melihat problem tentang negara-bangsa. Buku Anderson yang diterjemahkan Omi. Omi juga menerjemahkan sejumlah karya asing ke dalam bahasa Indonesia. Sekalipun Omi sering sinis dengan para perupa. Tetapi tampaknya. dan lebih memilih berkarya di dunia maya. Terjemahan Omi itu sempat menimbulkan kontroversi. Reputasi Omi sebagai seorang inteletual muda sekaligus sastrawan. dan tak terhitung karya 256 . ia telah menerbitkan beberapa buku berbobot dalam usia yang relatif muda. Bagaimana tidak? Hanya dua hal yang selalu ia kerjakan setiap hari. sebutlah misalnya Anjing Penjaga (1996) buku yang terbit ketika ia masih berusia 26 tahun itu mengejutkan banyak orang. Tetapi cap itu bukan gosip belaka. terutama soal negara-bangsa Indonesia. sebutlah misalnya karya Ivan Illich dan Benedict Anderson. ia masih menerbitkan sejumlah buku lain yang tak kalah berbobotnya.

yang telah diterjemahkannya, jika katalog pameran dianggap
sebagai sebuah karya terjemahan. Sehari-harinya, ia hanya berada
di kamar, sesekali keluar, memberi makan kucingkucingnya.
Berselancar di dunia maya, membuat Omi sering kali harus
kebobolan uang. “Di zaman awal-awal berkutat dengan internet,
sebulan khusus untuk bayar internet saja bisa sampai 2 juta
rupiah.” tutur Bunga. Padahal Omi tidak punya pendapatan yang
tetap, dan jika ia mendapat uang, Omi bukanlah tipe orang yang
pintar mengatur uang. “Dapat sekarang, bisa habis sekarang juga,”
lanjut Bunga memberikan kesaksian tentang kakaknya.
Saat masih tinggal serumah dengan Bunga, kalau sudah
kebobolan seperti itu, Bunga selalu yang membayar. Tetapi
yang membuat Bunga kesal, karena saat itu Omi menggunakan
saluran telepon untuk mengakses dunia maya, dan teknologi
belum secanggih saat ini, Bunga tidak bisa menelepon, dan jika
ada telepon yang masuk tidak diketahui. Saking tergila-gilanya
Omi dengan dunia internet, ketika ia sudah tidak satu rumah
lagi dengan Bunga, dan beban teleponnya melonjak tinggi
sekali sampai berjutajuta, akhirnya Omi harus rela sambungan
teleponnya dicabut.
Tetapi ketika dibuka pendaftaran sambungan telepon lagi,
Omi dengan antusias mendaftar lagi. Namun ia tidak mau
mencantumkan namanya. Ia minta Bunga yang mencantumkan
nama sebagai pelanggan telepon yang baru. Sementara rumah
Bunga yang juga ingin memasang saluran telepon menggunakan
atas nama suaminya.
Dalam hal seperti itu, Bunga mengungkapkan, “Ya begitulah
Mbak Omi, orangnya enggak kenal kompromi, dan sejak kecil
memang dominan, bukan hanya kepadaku tetapi juga kepada
teman-temannya…”
---

257

T

ernyata percobaan ketiga dengan cara memberi alat kejut
jantung, tetap tidak berhasil. Air mata orang-orang yang
ikut menyaksikan peristiwa itu turun pelan. Selang-selang
dicabuti dari tubuh Omi, dan jasad Omi dipindah ke sebuah
ruang yang lain. Di ruang itu, sang ibu yang nampak tabah,
membuka tas pakaiannya, ternyata ia sudah mempersiapkan
pakaian pengantin Omi yang dtinggal di Solo. Dari sana, Bunga
kemudian bisa mengerti, ibunya sudah punya firasat bahwa Omi
akan meninggal dunia.
Bunga kemudian mengirim pesan pendek ke tiga orang,
Hendro Wiyanto, salah satu kurator yang dihormati Omi
karena kapasitas intelektualnya yang mumpuni di bidang seni
rupa, Deddy Irianto, pemilik Galeri Langgeng yang sering
menggunakan jasa Omi untuk menerjemahkan katalog pameran,
dan Sari, pembantu Omi sekaligus pembantu Bunga. Berita
kemudian menyebar dengan cepat. Malam itu juga, Yayuk, istri
Ugo Untoro langsung datang dan memberitahu kalau Ugo tidak
sanggup melihat mayat Omi. Kemudian Teddy dan There juga
datang, tetapi kemudian segera pergi karena malam itu mereka
ada acara pergi keluar kota. Beberapa orang yang lain juga mulai
berdatangan, termasuk teman-teman Omi saat masih kuliah.
Paginya, sebuah misa kecil diadakan di rumah sakit Bethesda
untuk mendoakan arwah Omi. Kemudian jenazah Omi diantar
memakai ambulans ke Solo. Di dalam mobil ambulans itu ada
Bob, Andang, Tono dan Dodo.
Setelah Omi meninggal, Bunga baru bisa mengingat jejakjejak isyarat yang pernah didengar atau disaksikannya, serentetan
hal yang mungkin mengisyaratkan bahwa Omi mati dalam usia
muda.
Dulu, saat awal kuliah, Omi pernah diajak oleh temannya
pergi ke peramal. Omi hanya mengantar, teman Omi-lah yang
minta diramal. Tetapi si peramal, sat melihat Omi, walaupun
tidak secara langsung bilang dengan cara vulgar, memberi isyarat

258

bahwa Omi tidak akan sampai berumur tua.
Lalu ketika Akira sudah mulai lahir, dan rambutnya tidak
segera tumbuh, Omi sempat berkomentar, “Le, rambutmu kok
ora thukul-thukul to, mosok rambutmu thukul wae aku wis ora
menangi…” (Nak, rambutmu kok tidak cepat tumbuh? Masak
ketika rambutmu tumbuh, aku sudah tidak menyaksikannya
lagi…)
Atau, cukup sering Omi minta difoto bersam Akira sambil
berkata, “Sini kamu foto sama bude, biar besok kamu tahu kalau
kamu itu punya bude…”
Kelak, Akira pasti tahu bahwa ia punya bude bernama Naomi
Intan Naomi. Bukan hanya lewat foto, tetapi juga setumpuk
karya Omi. Pada akhirnya, karyalah yang akan membuat nama
seseorang menjadi kekal.
Setahun setekah Omi meninggal dunia, Bob Sick menggelar
pameran tunggalnya di Yogya National Museum, dengan tajuk
Happy Bitrhday NIN. Di tulisan Bob pada katalog pameran itu,
ia memberi judul tulisannya dengan: Remember 26. Lalu ada
subjudul yang sangat panjang: Nine Nin Nina Wilhelmina Naomi
Intan Naomi: Happy Birthday Nin. Tidak jelas apa maksudnya,
dan memang tidak untuk diperjelas. Kita hanya bisa menduga,
kalimat tak jelas itu serupa mantra, serupa doa…

259

Jejaring
Yang Khas

Bagi Toni sendiri. dan diamdiam sebentuk rasa cemas merayap di dirinya. ia mulai berkutat dengan masalah-masalah pribadinya sendiri. Tetapi begitulah dialektika setiap lembaga. Memang ada banyak pelukis yang berhasil. Taring Padi bagaimanapun juga sudah mencatatkan diri dalam lembar sejarah seni rupa di Indonesia. ada saat naik dan turun. perlahan. tetapi juga merupakan salah satu penggerak. ia bisa mengalihkan tugas organisasional ke orang lain. tetapi hal itu tidak bisa dihindarinya. Tetapi sayang. yang itu artinya jalan konvensional sebagaimana yang ditempuh oleh para perupa yakni berkarya dan kemudian lukisan mereka terjual. bukanlah soal yang mudah. hal seperti ini jarang dilihat oleh banyak 263 .A DA satu tahap di mana. Toni dikenal bukan hanya salah satu penggagas lembaga tersebut. Juga seperti yang sama-sama kita ketahui. masuk dalam barisan tersebut. Di dalam dirinya ada ketegangan. bahwa perjalanan Taring Padi kemudian memang tersendat-sendat. Ia merasa tidak tahu harus melakukan apa. dan sekalipun dirinya tidak pernah berniat menjadi figur sentral di sana. Tetapi yang gagal. Taring Padi kembali menggeliat lagi. menjelang tahun 2007. sekalipun nyaris semua orang yang pernah bersinggungan dengan Taring Padi tahu. merangkak sedikit demi sedikit memenuhi tugas-tugas sejarahnya. setelah cukup lama ‘mengambil jarak’ dengan Taring Padi. dalam kehidupan Toni. Tetapi kemudian. selain masalah hubungannya dengan Heidi yang cukup menyita energinya. jumlahnya jauh lebih banyak. “lalu aku mulai berpikir bisakah aku sebagai seniman juga bisa hidup dari lukisanlukisanku dan menempuh jalan sebagaimana para pelukis lain…” Tetapi apa yang disebut Toni sebagai sebagai ‘menempuh jalan sebagaimana pelukis lain’. “Aku pikir. juga masalah-maalah eksistensinya berkaitan dengan dirinya sebagai seroang perupa. lalu bisa hidup dan mencatatkan nama di barisan itu. Di Taring Padi.” kata Toni. dalam arti. ia seperti berada di Tubir masalah.

salah satu orang yang ‘disentuh’ oleh Yayuk adalah Bob Sick. Bob menemui Yayuk dan bilang. atau kelihatan enaknya saja. juga dianggap sukses ‘menyentuh’ banyak seniman yang lain. Tetapi yang gagal sebagai pelukis. Sedangkan lembaga yang dimaksud adalah Museum dan Tanah Liat. membikin ngiler hati siapa saja yang mengetahuinya. Jauh hari sebelum menggeluti dan mendirikan Taring Padi. Tetapi dunia seni rupa yang seperti itu. “Mbak. memang Bob bisa diandalkan. dan tiba-tiba bisa berubah menjadi emas. dengan direktur lembaga tersebut suaminya sendiri. ia tahu kalau Bob punya potensi untuk menjadi pelukis yang ‘laris’. “kuanggap duit ilangilangan… Dan saat itu pula. jarang dilihat. Dan dari segi kualitas karya. “Saat itu aku sama sekali tidak berpikir bahwa uang itu harus kembali. Yayuk mengalokasikan uang dari salah satu lembaga yang dikelolanya. mungkin karena sudah suntuk dengan jalan kreatif yang ia lalui. Sebagai contoh. Suatu saat. selain karir dirinya di Taring Padi. tidak bisa dilihat sebagai biasa-biasa saja. Ugo Untoro. Bob menggelar pameran tunggalnya yang bertajuk Happy Birthday NIN. ‘Karirnya’ sebagai perupa. tidak pernah masuk dalam barisan perupa yang mampu mejual karya sama sekali.orang yang mencoba terjun dan menekuni dunia seni rupa. dalam arti betul-betul gagal. menyentuh para perupa. Yayuk seperti seorang Midas. uang MdTL pun hanya terbatas. hanya melihat enaknya saja. apalagi saat booming lukisan dan harga lukisan melejit. jelas bukan dunia yang baru buat Toni. Bahkan. Akhirnya. jalan yang diinginkan Toni tetap saja tidak mudah. atau gagal dalam arti hanya sesekali karyanya terjual. ia menemui orang bernama Yayuk. yang dikenal selain sukses memanajeri suaminya.” ujar Yayuk. aku dimanajeri dong…” Lalu dicapai kesepakatan. Menurut pengakuan Yayuk. Bob juga. Saat itu. istri Ugo Untoro. aku terpaksa nyari duit tambahan ke san ke mari. ia sudah masuk dalam gelanggang seni rupa. Dan saat itu semua sepertinya lancar banget…” 264 . dalam posisi seperti itu pun.

Begitulah yang kubaca dari ramalan shio. setelah bertahun-tahun bertaruh bersama Taring Padi. Toni kemudian datang. Bob yang sangat suka dengan ramalan percaya bahwa di tahun 2007. Yayuk ilang ke Toni. Bob selalu bilang. Dan melakukan berbabagai kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh MdTL. Di pameran Bob itu. sebanyak 150 lukisan terjual ludes.Ternyata kelancaran proses pameran tunggal Bob. Kepercayaan itu bahkan sudah didengar oleh banyak orang di dekat Bob. Untuk soal seperti itu. Toni kemudian mulai melukis lagi.” Tetapi dengan nada merendah. “Ton. diikuti kelancaran penjualan karya Bob. ia akan mendulang sukses. Tetapi saat itu.” Semenjak Yayuk bilang seperti itu. “Tahun 2007 adalah tahun suksesku. Bob kan juga punya reputasi seni yang cukup baik. pakailah. “Itu kayak jodoh saja. tinggal menunggu hari untuk melahirkan bayi. dan aku mempercayainya. Tetapi selain itu.” Kepada sosok Yayuk-lah.” Yayuk tentu saja menerima Toni ‘bekerja’ di MdTL. aku bantu-bantu di sini ya (MdTL). beginilah yang dikatakan Yayuk. Kepada beberapa orang. Kali itu. apa sajalah. Juga kebetulan. “Mbak. Tetapi tidak lama kemudian. ia memasuki kembali gelanggang seni rupa yang pernah ditinggalkannya. Ia berlaga dengan atas namanya sendiri. kenapa enggak melukis saja lagi? Itu ada kanvas dan cat. Yayuk selalu bilang bahwa ia orang di balik suksesnya beberapa seniman yang ditanganinya. bertahun-tahun sebelumnya. kok. Toni hanya bilang ke Yayuk begini. --- 265 . orang yang berpameran sudah saatnya untuk meraih sukses. pekerjaan apapun aku mau. terjual lukisan dengan jumlah yang cukup fantastis. Hal-hal kayak gitu itu kan kayak orang mau babaran saja.” begitu pengakuan Bob. kamu itu sebetulnya mau apa? Kamu itu dari dulu kan pelukis. “Peran Mbak Yayuk sangat besar di pameranku itu.

” tutur Yayuk menjelaskan keinginannya saat itu. tidak gampang mengelola tiga rumah itu. Nama MdTL sendiri. dan setiap hari jadi tempat bagi banyak seniman muda untuk mabuk-mabukan. Pernah juga. Sedangkan saat itu. “Bagaimanapun seorang seniman. Sedangkan kalau ada pameran bisa diselenggarakan di tempat yang lain.” ungkap Ugo. dari yang harganya di atas 5 juta. Yayuk menjelaskan. 266 . Sedangkan Tanah Liat. ruang itu dipakai utuk hal yang lebih baik lagi. di mana ada banyak karya pelukis yang dipajang di sana. melainkan studio melukis Ugo. Di sana banyak orang yang berkumpul. aku pinjam duit ke teman-teman. misalnya saja untuk menggelar pameran bagi pelukis yang ingin menambah daftar panjang pameran yang pernah mereka ikuti. saat itu yang ada bukanlah sebuah museum. Ya benar-benar museum. MdTL sendiri. terutama pinjam ke Teddy.” Awalnya. dari pada dipakai untuk mabuk-mabukan. rumah kedua adlah kandang kuda. adalah nama anak pertama Ugo dan Yayuk. Tidak bisa seorang seniman kok tibatiba muncul dan kemudian jadi besar. Yayuk berpikir. Ugo belumlah semoncer dan selaris sekarang ini. Lama-lama. dan MdTL rumah ketiga. menurut Yayuk. didirikan oleh Ugo pada tahun 1998. seperti rumah ketiga bagi Yayuk. di sana ada kata ‘museum’-nya. MdTL perlahan-lahan dikembalikan fungsinya sebagai sebuah museum. “Tetapi bukan museum yang angker dan formal. aku ganti hp yang harganya 300 ribu. butuh curriculum vitae. Dia pengennya. semua butuh biaya. Sebetulnya. Dan aku pengennya museum itu khusus untuk para perupa yang masih muda.M dTL. MdTL sudah mulai bisa jalan sendiri. “Kadang kalau ada kegiatan di MdTL. sebetulnya merupakan impian Ugo untuk mempunyai sebuah museum. aku menjual hp-ku. saat ada pameran yang diselenggarakan oleh MdTL. “Rumah pertama adalah rumah tanggaku dengan Ugo.” Tetapi sekarang ini.

“Ngapain sih Pak beli lukisan saya banyak-banyak? Satu atau dua saja kan cukup…’ Dan hal seperti itu pun dilakukan oleh Teddy. ia akan menggeret perupa lain. terlihat sangat saling peduli.seperti pameran Bob yang digelar di Yogya National Museum. tapi harus beli lukisan pelukis ini dan itu…” Kalau si kolektor agak ngeyel. Ugo terus bilang. Kolektor itu kemudian diajaknya untuk pergi ke tempat Teddy. Teddy ikut mempromosikan kawan-kawannya. Ketika ada satu perupa yang mulai mendulang sukses. walaupun tentu proses menggeret itu juga tidak dilakukan dengan sembarangan. Hal ini pun diakui oleh Yayuk. kita bisa mulai melihat semacam jejaring yang cukup unik di Yogya. Para perupa satu dengan yang lain. “Bapak boleh beli lukisan saya. menurut pengakuan Yayuk. Ugo sering sekali meminta syarat jika ada kolektor yang ingin membeli lukisannya.” tutur Yayuk. ia selalu membawa kolektor tersebut datang ke perupa-perupa yang lain. Bahkan. ia selalu mempromosikan karya teman-temannya yang dianggapnya juga mempunyai kualitas yang bagus. walaupun yang menyelenggarakan acara tersebut adalah MdTL bekerjasama dengan Yogya National Museum. tidak seperti kota-kota 267 .” ujar Yayuk. Setiap ada kolektor yang datang kepadanya. ”mereka bilang: Yogya ini aneh. kalau kita jeli. dengan melihat cara bergeraknya MdTL. “Kalau bisa sih diselenggarakan di tempat-tempat seperti Cemeti atau Bentara Budaya. membentangkan gagasannya soal MdTL ke depan. sehingga MdTL benar-benar bisa dikembalikan fungsinya sebagai sebuah museum. S Ugo pun mengiyakan apa yang dikatakan oleh Yayuk. saat ia didatangi oleh kulektor lukisan. --epintas. “Sampai ada banyak kolektor yang berkomentar lho. misalnya Teddy. Dulu.

memang tetap saja ada semacam kompetisi antar-perupa.lain. lambat laun pemikirannya mulai mengalami pergeseran. dan kemudian Taring Padi memasuki fasefase yang cukup sulit. Sanggar itu memang telah membubarkan diri. bersama teman-temannya. jejaring yang khas seperti hal tersebut. dari berbagai jurusan yang lain. L Sanggar Caping kemudian secara kelembagaan dekat dengan Taring Padi. Selain itu. seperti kegiatan membuat sketsa bersama. “Walaupun tentu saja tidak mudah. baik ketika kampanye maupun saat melihat ada ‘perbedaan ideologi’ kelompok lain. Ia kemudian lontang-lantung tidak karuan. Benturan tentang apa yang kualami saat 268 . sebab sebelumnya. Di kota dan daerah lain. ada cara lain yang sering digunakan oleh para perupa Yogya untuk saling mendukung perupa atau seniman lain. Mella Jaarsma membenarkan hal itu. Dan itulah keunikan Yogya. tampaknya tidak terjadi. Berbagai kegiatan mereka lakukan bareng.” Hal seperti inilah yang sebetulnya agak khas dari pergaulan perupa di Yogya. mereka mendirikan sebuah sanggar bernama Sanggar Caping. tetapi mereka juga saling mendukung. Sampai pada taraf yang agak ekstrem seperti yang dilakukan oleh Ugo: boleh beli lukisannya dengan syarat membeli lukisan perupa lain yang direkomendasikannya. --atif masuk ISI tahun 1999. sebuah komunitas yang hidup dengan cara-cara kolektif membuat pikirannya terbuka. di mana banyak perupa juga bertebaran di wilayah-wilayah tersebut. ia sempat masuk dalam wadah salah satu partai politik yang selalu mengedepankan sikap kekerasan. juga Arahmaiani dan juga Ong Harry Wahyu. Ketika Latif mulai masuk ISI dan kemudian bergabung dengan Sanggar Caping dan Taring Padi. hal seperti ini. ia satu jurusan dan satu angkatan dengan There. di sini para perupanya saling merekomendasikan antara perupa satu dengan perupa yang lain. Pengalamannya selama di Taring Padi dan Sanggar Caping.

” “Kadang-kadang aku bahkan merasa tidak enak. “Teddy sering menyempatkan datang ke tempatku. dan mengepak lukisan-lukisan yang hendak dikirim. terutama dalam hal konsep sebuah lukisan. misalnya ikut membereskan alatalat melukis Teddy yang berantakan. Tapi 269 . melihat lukisan-lukisanku. seperti memasang kanvas. tetapi ia selalu memposisikan aku sebagai teman. Latif langsung mengiyakan. Ia tidak pernah menyuruh dan memerintah aku. Teddy mendorong Latif agar ia terus berkarya. ia hanya membantu hal-hal yang sederhana. kurang ini atau kurang itu. dan ditawari Teddy untuk ikut ‘bantu-bantu’ pekerjaan Teddy. dari mulai cat. tetapi juga banyak pengalaman. Kalau ada apa-apa. Awalnya. Teddy sering mengajak ngobrol Latif soal seni rupa.sebelum berada di lingkungan Taring Padi dan saat sudah berada di sana. mulai naik jenjang keterlibatannya. ia bertemu dengan Teddy. selalu bertanya: Kamu ada waktu luang enggak hari ini?” Latif juga merasakan betul.” Bagi Latif.” ujarnya. “Dari sana aku belajar banyak. Selain itu. Latif mengaku. lalu memberikan masukan. Ketika kemudian mulai luntang-lantung itulah. “karena Teddy sering sekali menawariku untuk mengambil kanvas yang sudah terpasang. dari mulai konsep. Tetapi lama kelamaan. kuas sampai kanvas. Teddy juga mendengarkan dengan baik. Tetapi kalau aku memberikan argumenku. bekerja membantu Teddy. atau membelikan kebutuhan-kebutuhan untuk melukis Teddy. bahwa sebetulnya dengan sedikit demi sedikit. Dari proses seperti itulah. baik Teddy dan There. membersihkan jamur.” tutur Latif. membuatnya bukan saja mendapatkan uang. dan menggunakan cat-catnya. Teddy mengajak dirinya untuk terus mengasah ketrampilannya. “Dan sekalipun aku itu bisa dibilang orang yang membantu Teddy. eksekusi karya sampai soal sifat-sifat media yang sering digunakannya.

“Tetap lambat laun. tiba-tiba Teddy ingin melihat karyanya kembali. sering bikin onar. Teddy tidak memintaku untuk segera datang.” Bahkan menurut Latif. sebab nama lengkapnya: Satrio Budi Gunawan. Dan bentuk dukungan lain yang penting adalah. agar ia bisa ikut pameran. Kalau kebetulan suasana hatinya sedang tidak enak. Dan Teddy selalu bilang agar Latif tidak lupa berkarya.menurutku itu sudah berlebihan. “Kalau dia mabuk berat kan suka nantangnantang orang di jalan. Dia terlalu baik. Dengan begitu. orang yang biasa membantu Teddy bernama Budi atau kadangkadang oleh orang lain ia dipanggil Satrio. Tapi menunggu hingga semua urusanku bantu-bantu teman selesai. Selain Latif. di dalam hidup ini dia harus selalu belajar dari siapa saja dan dari mana saja.” Tetapi proses menuju ke sana. aku jadi mengerti irama Teddy. Akhirnya aku yang harus ikut ngomong ke orang yang ditantang itu: Maaf Mas. tetapi begitu Teddy tahu kalau aku sedang membantu teman yang sedang pindah rumah. Budi banyak membantu kerja-kerja Teddy terutama yang berurusan dengan 270 . ia merasa dia memang sedang belajar dari Teddy. terpaksa Latif harus membongkar lagi barang yang sudah dikemasnya. “Pernah suatu ketika harus ada barang yang segera dipak dan dikirim. ia berusaha menjaga Teddy. kalau Teddy mabuk. seakan Teddy tahu kalau Latif sedang tidak ingin diganggu. Teddy tidak pernah menghubunginya. Dan di tahap ini. Dan kalau kebetulan ia sedang bersama Teddy. Teddy berusaha membuka akses untuk Latif. Teddy selalu menghargai privasi dirinya. dan Teddy juga mulai mengerti iramaku.” Tapi Latif juga mengakui. ke sebuah hubungan kerja membantu Teddy sebetulnya tidak mulus. Misalnya saja ketika sebuah karya sudah dibungkus dan siap dikirim. dia sedang mabuk…” Latif mempunyai prinsip. Atau Teddy sangat memperbolehkan Latif untuk terlibat dalam bentuk-bentuk pergaulan sebagai mahluk sosial.

sekalipun sebetulnya Budi itu membantu kerja-kerja Teddy. pergelaran diadakan di Gampingan dan salah 271 . sebab Budi anak ISI jurusan patung. terutama kalau menyangkut bahan-bahan yang akan digunakan dan di mana sebaiknya bisa dikerjakan.” ujar Budi. di mana tempat yang tepat untuk mengerjakan hal itu. “Benar-benar tak terkontrol.” Budi juga tahu. Gentong kerap berpindah-pindah tempat tinggal dan sekolah. Ia kemudian asyik berkumpul bersama komunitas para punker di Semarang. Sedari kecil. Lalu tugas Budi adalah dia mencoba memberi masukan ke Teddy. bukan hanya berhenti sebagai orang yang membantunya atau membantu seniman-seniman lain. dan ia cukup paham dengan sifat-sifat bahan untuk tiga dimensi. Budi berkata. O Kemudian tiba saatnya ketika di Yogya ada pergelaran musik. dan meminta pertimbanganku. dan kemudian mencari tahu. Selain itu. Tapi ya begitulah Teddy.karya tiga dimensi. tetapi Teddy selalu memposisikan Budi setara dengannya. Di saat itulah. saat itu tahun 2001. Dan hampir mirip dengan apa yang dilakukan Teddy kepada Latif.” ujar Budi sambil tersenyum. kelemahan terbesar Teddy adalah kalau dia sedang mabuk. “Ia selalu mendiskusikan gagasannya. soal pilihan bahan yang hendak dipilih. karena di komunitas punk sering ada diskusi politik. setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. hingga kemudian saat SMA ia berdomisili di Semarang. “Dia (Teddy) tidak pernah berhenti mendorong saya untuk berkarya. Seperti halnya Latif. ia punya banyak kenalan yang mempermudah pengeksekusian gagasan Teddy di dalam karya tiga dimensi. Dan sering merepotkan teman-temannya. tetapi kemudian keluar dari SMA. kesadaran politiknya mulai muncul. --rang yang pernah juga membantu Teddy bernama Gentong.

Dan Bob hanya berkomentar pendek saat itu. Gentong kemudian memutuskan untuk hidup di Gampingan. Begitu tahu ada sebuah tempat yang nyaman di Gampingan. Lalu Gentong berkenalan dengan Bob. tanpa uang. mahluk apa itu?” Tapi tubuh penuh tato itu ternyata menebar senyum ramah di mana-mana. tetapi tidak ada yang laku. ketika suatu siang. Bahkan pernah suatu kali. mereka berangkat berdua. tentu Gentong kenal. aku akan di Gampingan sampai akhir dunia. sehingga bisa lebih murah. Demikian juga sebaliknya. gak ada yang mau lukisanku!” Lalu mereka berdua pulang dengan tangan penuh. “Bayanganku dulu. menawarkan lukisan dari satu galeri ke galeri yang lain. ia tahu. Sedangkan Teddy. Toni. pengalaman mengasong lukisan juga dialami oleh Bob bersama temannya yang sat itu sudah mecoba peruntungan nasib 272 . “Ngentot nih para kolektor. ia diajak Bob ke Jakarta untuk ngasong lukisan. lalu sosok itu langsung menemui Toni dan Heidi. ternyata tidak…” Saat Gentong di Gampingan itulah. Dari situ Gentong tahu dan membatin. naik kereta api bisnis dengan membayar di atas. Eh. ada seseorang penuh tato menggeber sepeda motornya keras sekali masuk ke Gampingan. Mereka kemudian saling bercengkerama. Edo Pillu. ia juga kenal karena kalau punya uang selalu ke Gampingan dan ngajak semua orang untuk mabuk. Sedangkan Bob.satu grup musik yang pentas adlah Black Boot. ia tidak tahu.” Gentong baru tahu sosok Bob. Kelak. Gentong terheran-heran. Gentong lengket dengan Bob. namanya banyak disebut. tapi kantong kosong. sebuah grup punk yang digawangi oleh sebagian besar para aktivis Taring Padi. Mereka pergi dengan membawa 6 lukisan. ia mendengar sebuah grup musik yang legendaris bernama Steak Daging Kacang Ijo. “Wah. tetapi saat itu aku tidak tahu gimana bentuk orangnya. penuh lukisan. Saat itu. “Bob seperti hantu. “O ini yang namanya Bob…” Semenjak perkenalan itu. maksudnya.

Kini. Bantu-bantu dia mulai dari bersih-bersih rumah sampai masang kanvas…” Dari sanalah. Untuk merokok pun enggak ada. yang katanya saat itu akan dibuat menjadi karya pedang. Tetapi hubungannya dengan Toni. Gentong menjadi semakin paham mengapa Teddy benar-benar berpotensi menjadi seniman ulung. “Aku dulu pengen nyantrik sama Teddy. “Mereka selalu mendukung apapun yang ingin kulakukan. Saat itu hujan deras. sampai uang di kantong tinggal 250 rupiah. Teddy dan Bob tidak pernah putus.” Tetapi berkali-kali Gentong pun mengalami hal lucu bersama Teddy. Apapun itu. tinta tatonya sudah keburu habis…” Tetapi Gentong pun lama kelamaan bosan tinggal dengan Teddy. enggak setengah-setengah. Dan ternyata dilakukan betul. Teddy dan Bob. Edi Mulyo. Tetapi ada saat di mana kemudian Gentong bosan di Taring Padi. Teddy minta langes-nya dan dicoba untuk tinta lukisan. untuk naik bis pun gak bisa.” tutur Edi. Pernah suatu malam karena dulu rumah kontrakan Teddy dekat sawah. ngapain ya? Akhirnya Teddy menatoku. Gentong kemudian hengkang dari sana.” lanjut Gentong sambil tertawa ngakak. yang sekarang ini sering berada di tempat Bob. Ya terpaksa jalan kaki. maklumlah. Pernah juga ia ngumpulin besi bekas. Dan total. “Pernah. Gentong sedang mempersiapkan sebuah lembaga yang diinisiasi oleh Toni. dan memutuskan untuk tinggal dengan Teddy. ada banyak orang yang nyari katak dengan obor karbit.di Jakarta. termasuk memberiku uang. umurnya sat itu belum genap 20 tahun. “Saat itu Teddy enggak punya uang. “Saat itu ia sering mengekplorasi bahan. akhirnya ia pindah ke komunitas yang lain. lembaga tersebut bernama 273 . Terus kita bingung. Mereka berdua pun sering ngasong dan sering pulang dengan tangan hampa. Tapi sebelum selesai.

“Kalau aku kumpul sama mereka lagi (Toni.” Gentong mengakui. Bob). Teddy. Alasan kedua. Ketidakjelasan mendirikan ulang Steik Daging Kacang Ijo sebagai sebuah grup musik. cukuplah bahwa Steak daging Kacang Ijo cukup menjadi legenda saja.” tutur Edo. Rencananya. sama tidak jelasnya saat grup itu bubar dengan tidak aktifnya Edo Pillu. tapi sesekali saja. karena dulu Steak Daging Kacang Ijo dimunculkan untuk memecahkan kebekuan di saat rezin Suharto masih berkuasa. Tetapi di antara mereka bertiga masih belum bertemu dalam satu suara. Edo Pillu dipecat Toni dengan alasan Edo Pillu satu-satunya personel yang bisa main musik.Steak Daging Kacang Ijo Foundation. Tinggal tunggu Toni pameran tunggal. Menurut Bob dan Teddy. Terlepas soal perdebatan apakah grup musik Steak Daging Kacang Ijo mau bangkit lagi atau tidak. Bob menikah. Tetapi kata Toni. dan anak Teddy lahir. yang paling antusias untuk secepatnya merealisasikan gagasan itu adalah Bob. seharusnya memang Steak Daging Kacang Ijo bubar. bukan untuk menghibur penonton. karena saat itu Edo Pillu ingin sembuh dari ketergantungannya dari obat-obatan dan alkohol. Steak Daging Kacang Ijo memang pernah digosipkan mau didirikan lagi. Ada yang berpendapat dengan sangat yakin. karena Suharto sudah jatuh. Bob tidak ingin melewatkan ‘masa jayanya’ di Steak Daging Kacang Ijo. Sepertinya. kerja awal lembaga tersebut adalah membantu para musisi indie untuk rekaman. Tetapi ada yang tetap berkeinginan agar Steik Daging Kacang Ijo tetap pentas. temasuk ketika diomongkan ke Edo Pillu. aku bisa kambuh lagi. tetapi yang jelas Steak 274 . Pertama. Sedangkan saat hal ini dikonformasi ke Edo Pillu. ia mengatakan dua alasan. Edo keluar sendiri karena sudah mulai malas bermain musik. Dan sudah saatnya mereka cukup mendukung banyak musisi agar bisa membuat album rekaman. “Ini sudah mau jalan. cukup untuk menghibur diri para pemainnya sendiri.

sosok bernama Lazarus yang telah meninggal dunia selama 4 hari. “Saat itu. “Dia itu seperti Lazarus!” Rasanya tidak berlebihan jika kemudian Gentong berseru seperti itu. “Semangat untuk membantu kawan itu yang aku salut dari niatan lembaga ini didirikan. sudah mulai mencoba menerima bahwa.” tutur Gentong. Gentong dan beberapa kawannya yang lain.” Di saat menjenguk itulah. dan aku mendokumentasikan kondisi Bob saat itu. “Bob pasti lewat…” maksudnya. mengutip sebuah nama dari Alkitab. kemudian dihidupkan lagi oleh Yesus Kristus. Gentong memastikan hal itu sambil berkata.” Khusus dengan Bob. Gentong mengaku sampai saat ini masih melihat bahwa Bob adalah sebuah keajaiban. Tapi aku berjanji tidak pernah akan mempublikasikan hasil dokumentasi itu. “Saat itu bahkan aku bawa kamera. Gentong ikut menjenguk saat Bob ‘kecelakaan’ dan dirawat di rumah sakit.” Maka ketika kemudian Bob ternyata mampu bertahan dan kemudian melewati saat-saat kritis. Gentong hanya bisa bilang.Daging Kacang Ijo Foundation tampaknya dalam waktu singkat akan segera berdiri. Bob pasti meninggal dunia. 275 . “tidak ada seorang pun kawan yang yakin kalau Bob bisa hidup lagi.

.

Ketika Sampah Bisa Menjadi Emas .

.

jagat seni rupa Indonesia. banyak orang melihat. bahwa apa yang disebut sebagai booming seni rupa itu keliru. ketika terjadi booming kok terus lalu muncul seniman-seniman hebat.” Lebih lanjut Arahmaiani menjelaskan. Karena booming di sana seperti enggak ada akhirnya. sehingga orang-orang di sana (China) hanya beberapa saja yang bisa bermain. Tetapi ada juga yang sedikit membedakan dengan fase-fase booming sebelumnya. dan ada variabel lain yang penting. untuk kali ini. untuk kali ini ada hubungannya dengan pasar regional dan internasional. lompatan harga begitu tinggi.P ADA paruh tahun 2007. “Booming itu tidak menghasilkan apa-apa. bisa membawa pengaruh yang baik. kembali mengalami booming untuk yang ke sekian kali. ada beberapa ciri yang menyerupai dengan fase-fase booming sebelumnya. Sehingga Indonesia lebih bervariasi. ya akhirnya mereka mencari permainan ke wilayah Asia Tenggara.” katanya.” Kembali dalam kaitannya dengan booming lukisan. salah satu yang menjadi daya tariknya adalah Indonesia. Dan ia menegaskan. “Yang terjadi adalah booming lukisan. juga karya instalasi. dan harga-harga melambung sangat tinggi. Dan kalau bicara soal Asia Tenggara. mengapa Indonesia menjadi daya tarik. “Pada dasarnya (booming kali ini) merupakan dampak dari pasar seni rupa di China. mengingatkan. dan juga karena Indonesia mempunyai cukup sejarah seni rupa. Teddy. pasar seperti tidak terkendali dan liar. disamaratakan. Performance art tetap tidak dihargai. dalam arti. Arahmaiani melihat. “ini tidak bisa digebyah uyah. karena bidangbidang seni rupa yang lain tidak mengalami booming. sebab di Indonesia mempunyai lebih banyak seniman di banding misalnya Thailand atau Filipina.” Hendro Wiyanto juga mengoreksi hal yang sama. harga lukisan melejit tinggi. Kali ini. Arahmaiani mengatakan. dan sekaligus bisa juga membawa dampak yang buruk. “Seperti sinar matahari 279 . ini seperti dua mata pedang.

Ia melihat. “Seniman bisa punya akses yang lebih banyak dan punya uang sehingga mereka bisa membuat karya yang lebih besar dan teknik yang lebih istimewa.dan mendung yang datang bersamaan.” Dalam situasi yang seperti itu. “Tiba-tiba banyak pelukis di Indonesia yang meniru gaya pelukis China. terutama kreativitas seniman. mungkin menarik untuk menyimak beberapa pendapat. Arahmaiani melihat ada potensi pemiskinan kreativitas seniman di Indonesia. “Tetapi hal ini juga bisa merukak banyak hal. memang ada sisi baiknya.” Tetapi di sisi lain. Mella melihat juga sisi buruknya. dengan memanfaatkan booming yang sedang terjadi. kemudian fokus hanya mengurusi lukisan saja. yaitu seniman bisa mempunyai banyak uang dan bisa berkarya terus. pasar seni rupa Indonesia belum mendapatkan pendidikan dan informasi yang benar tentang dunia senirupa. sebab menurut Arahmaiani. Tetapi ia juga melihat sisi negatifnya. demikian juga banyak galeri yang diuntungkan secara finansial. Menurut 280 . Maka banyak pelukis muda yang mungkin masih perlu mengeksplorasi berbagai media dan bidang seni yang lain. ada sisi positif dari setiap booming.” tegasnya. Umumnya yang banyak beredar di pasar adalah para spekulan yang enggak ngerti dan pada dasarnya juga tidak peduli dengan seni. dengan bahan-bahan lukisan yang lebih awet dan bermutu. Di sinilah. Tiba-tiba kita seperti kehilangan identitas. hanya beberapa gelintir orang saja.” Arahmaiani melihat. Sebab kan yang laku hanya lukisan. potensi apakah yang bisa dimaksimalkan untuk mendorong dunia seni rupa Indonesia saat ini. Dalam situasi yang dilanda ‘Tsunami China’ seperti itu kan muncul keresahan dari banyak pihak yang punya perhatian terhdap perkembangan seni di Indonesia. mana identitas orang Indonesia? Dan kenapa kita harus meniru oang China?” Persoalan booming kali ini juga mengusik pikiran Mella Jaarsma. Kita harus berani bertanya. “Para kolektor yang memahami betul seni rupa dan mengapresiasi seni dengan sungguh-sungguh.

” Sedangkan Arahmaiani berpendapat. Terlepas dari berbagai tudingan yang diarahkan ke Adi Wicaksono. Ketika itu dipicu oleh wacana ‘goreng-menggoreng’ yang ditelorkan oleh seorang kurator bernama Adi Wicaksono. “Harus segera dibuka ruang untuk mengakomodasi jenis seni non-lukisan. satu ruang telah terampas kemerdekaannya. kolektor. memberi denah sirkuit kepentingan antar berbagai pihak di dunia seni rupa. yang membuatnya harus hengkang dari Yogya. “Ini saatnya untuk terus memperbaiki infrastruktur seni rupa di Indonesia. Dan tulisan tersebut merupakan salah satu tulisan seni rupa yang menyeruak ke khalayak. dalam arti bisa mengatakan tidak terhadap pasar yang terlalu jauh melenceng. soal validitas data. yang sering tidak dilihat atau sengaja memang tidak dilihat oleh para pelaku di dunia tersebut. Dan kemudian juga berharap akan semakin banyak buku tentang seni rupa yang bisa diterbitkan. sebuah bangunan yang lebih besar bisa roboh karenanya.Hendro Wiyanto. ketika pemikiran intelektual telah dihadang dengan tajamnya parang. atau bahkan pemilik galeri yang menginginkan pertumbuhan seni rupa di Indonesia lebih sehat lagi. dan jika tabiat seperti itu diteruskan. Oei Hong Djin. Dan yang lebih penting lagi. Apapun alasannya. Bahkan. Sebuah noda tertoreh. kata Hendro. sudah mulai muncul sejak booming luksian pada akhir tahun 1990an dan awal tahun 2000an. Tetapi ada banyak pihak yang mulai melihat dengan jernih duduk permasalahannya. tetapi hasil penelitian Adi sebetulnya termasuk mencoba ‘menyelam di dalam kedalaman dunia seni rupa’. termasuk mengatakan tidak terhadap lelang-lelang yang berisi (karya-karya) sampah. di saat seperti inilah. konon. para kurator mendapatkan momentum agar bisa menulis catatan kuratorial yang panjang dan berbobot. terutama infra-struktur yang independen. Memang kemudian situasinya mendadak memanas. Adi Wicaksono sempat didatangi beberapa pelukis dengan membawa senjata tajam. Menurut Arahmaiani. sebetulnya keresahan baik dari kalangan seniman.” Tetapi Hendro juga mengakui. 281 .

Lewat momentum inilah. “Pada dasarnya. terutama untuk memikirkan kemungkinan yang lebih baik ke depan bagi dunia seni rupa di Indonesia. Tetapi sayang. Apalagi ketika salah satu pemilik galeri yang punya keinginan kuat untuk memberikan kontribusi dalam perkembangan dunia seni rupa. karena para penggeraknya yang kemudian sibuk dengan kegiatan masing-masing. dan melihat posisi kita berada di mana. sebetulnya bisa mencerminkan bagaimana dunia global itu dioperasikan. mereka bisa ngobrol dan saling bedialog. dan beberapa kurator serta seniman yang peduli dengan perkembangan seni rupa di Indonesia. Apalagi di saat yang sama.” Dari pertemuan-pertemuan seperti itu. Arahmaiani.” 282 . “Di forum itu. terutama dari para kolektor yang berdomisili di Magelang dengan para seniman. “kita ingin mempertanyakan kembali identitas kita sebagai orang Indonesia. mulailah forum adu gagasan yang semula mandek. “Kita mulai dari refleksi 10 tahun reformasi. ‘Tsunami China’ yang menerpa dunia seni rupa Indonesia. Deddy Irianto. Dan masalahnya. muncul momentum 10 tahun reformasi. atau sebetulnya kita punya nilai tawar yang kuat. kita tetap saja sebagai kelompok yang dihisap. dalam situasi seperti itu. dengan potensi risiko yang lebih besar terjadi lagi. Deddy Irianto. kemudian banyak berkembang gagasan segar.” Lagi-lagi menurut Arahmaiani. harus berkutat melawan penyakit kanker yang dideritanya. terlebih ketika Deddy Irianto sudah lepas dari ancaman penyakit yang dideritanya. mulai dikembangkan lagi. mulai menginisiasi agar terjadi pertemuan antaa para klektor lukisan. Ketika booming terjadi lagi. ide itu bergulir dengan lamban.salah satu kolektor lukisan yang cukup disegani di Indonesia dengan reputasinya yang baik. Bahkan kadangkadang diundang para kurator untuk ikut memperkaya wacana seni rupa bagi para seniman dan para kolektor. mulai mematangkan dan memproses gagasan yang dulu sempat mengemuka.” kata Arahmianai. apakah kita akan mau menyerah begitu saja dijadikan sapi perah.

Di rumahnya. lalu meneruskan kuliah di Belanda. dan tidak perlu merasa minder. kata Arahmaiani. Kita bisa menyuarakan diri sebagai orang-orang yang memang datang dari keadaan negara yang sedang terpuruk secara ekonomi. memahami duduk perkaranya dengan baik. Tetapi mungkin perlu juga menyimak bagaimana sebetulnya persoalan booming di mata seorang kolektor seni lukis di Indonesia yang sangat ternama: Oei Hong Djien. dengan warna sendiri. tetapi tidak kesampaian. terutama lukisan-lukisan Belanda. sebetulnya bercitacita ingin menjadi dokter. dan tidak perlu berpura-pura jadi orang China. Oei Hong Djien sudah terbiasa hidup dengan memandang lukisan. pemilik galeri yang menyadari hal ini. terutama di saat memanfaatkan momentum booming kali ini. dan dengan identitas sendiri. punya potensi dan kekuatan untuk bertarung di kancah regional maupun internasional. Kita harus tampil percaya diri. maka isu ini bisa diangkat ke permukaan. dan berani bersuara dengan suara kita sendiri.Para seniman di Indonesia. banyak terpajang lukisan koleksi ayahnya. kurator. sehingga keinginan itu diwariskan kepada Hong Djien. Dan Hong Djien pun kemudian kuliah kedokteran di Universitas Indonesia. --ejak kecil. mengerti betul berada di mana posisi kita dalam konstelasi yang ada. Lalu kita bisa muncul sebagai orang-orang yang datang dari sebuah lingkungan sendiri.” Menarik menyimak para pemikir seni rupa Indonesia dalam melihat permasalahan seni rupa. “Para seniman kita bisa muncul dengan kekuatan sendiri. S 283 . dan Arahmaiani yakin.” Kalau banyak seniman. Kita harus yakin dengan hal itu. Ayah Hong Djien yang berbisnis tembakau. dunia akan menoleh ke Indonesia. “Kita bisa memberi suara yang beda tapi berisi dan bermakna. tanpa harus meniru para pelukis China. dan berusaha mencari celah untuk terus melakukan terobosan wacana dan paktik. apalagi harus ‘ganti pakaian’ meniru China supaya terlihat sejajar.

Suatu saat. ia banyak mengoleksi kartu pos yang bergambar karya para pelukis ternama. aku pengen tiga lukisan. dan itu butuh sentuhan seni. Hong Djien sering diajak bermain ke tempat pelukis-pelukis yang lain. Ayah Hong Djien tiba-tiba meninggal dunia. “Bagaimana cara Anda menilai lukisan?” Di saat itu. Hong Djien sempat gemetar. Hong Djien tidak mungkin bisa menjadi kolektor. tiba-tiba ada yang neyletuk bertanya. “Pak. dari seseorang yang mendalami patologi. tidak ada yang sama. sebab kata Affandi. ketertarikan Hong Djien terhadap lukisan semakin meningkat. dan mau tidak mau kemudian Hong Djien harus berpindah profesi. tanpa tembakau. Tetapi jalannya nasib tidak bisa diduga. Padahal yang datang saat itu banyak dari para intelektual dan pelukis kenamaan. Oleh Affandi. Affandi kemudian menjawab terserah. Hong Djien sering bertanya.Selama berada di Belanda.” katanya. di proses sperti itulah.” ujar Hong Djien suatu saat kepada Affandi. tetapi uangnya enggak ada. di sebuah acara pameran ia disuruh ceramah soal lukisan. ketika ditanya soal adakah hubungan antara tembakau dan seni. “Berapa lama. Affandi memberi potongan harga karena dibayar dengan cara dicicil. tentang lukisan yang bagus. Malah. “Tembakau itu seperti anggur. Dari Affandi-lah kemudian Hong Djien belajar banyak soal lukisan. cara itu bisa membuat dapurnya terus mengepul. Hong Djien boleh mencicil untuk membeli lukisannya. Affandi kemudian bilang. Saat ia mulai cermah. Pak?” tanya Hong Djien lagi. akhirnya sebagai jalan tengah karena tidak sanggup membeli lukisan. Suatu saat. ke bisnis tembakau. ia ingin sekali mempunyai lukisan Affandi. Lalu ketiga lukisan itu dicicil selama setahun. Dan hubungan yang lebih penting lagi adalah. lalu Hong Djien pun datang ke tempat Affandi. ia teringat bahwa pertanyaan itu pun pernah 284 .

Begitu terus. “Seorang kolektor itu bukan berarti tidak boleh menjual lukisan.” Hong Djien tidak pernah berpikir dirinya menjadi seorang kolektor lukisan. ada semacam pameo yang digaungkan.ditanyakan Hong Djien kepada Affandi. kalau ia menjual lukisan. berapa jumlah lukisan yang dikoleksinya. Dan oleh para koleganya. “Menilai lukisan itu kan dari visual. dan dirasakan bagus. harga lukisan mahal. Sedangkan Hong Djien sendiri mengaku. dan karena itu mata kita harus sensitif. saya yang pecah kepala saya!” katanya sambil tertawa keras. “Beli lukisan itu sudah nyandu buat saya. Hong Djien memang dikenal jarang menjual lukisan. warnanya bagus. Tapi kalau kondisinya seperti ini. ia membeli lukisan itu. seorang seniman belum dianggap pelukis kalau lukisan si seniman belum dikoleksi oleh Hong Djien.500 lukisan. bahkan menjadi semacam parameter terutama bagi pelukis muda. Hong Djien sudah punya jawaban sendiri tentang bagaimana menilai sebuah lukisan. Caranya adalah dengan melatih mata kita dengan pengalaman melihat lukisan sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya. tetapi ia pasti tidak mungkin menjual lukisan yang disukainya atau dianggapnya bermutu. Atau. hingga lukisan-lukisan koleksinya bertambah banyak. Pada saat itu. Ia kemudian bilang. Hong Djien termasuk kolektor yang disegani oleh para pelukis. sehingga kadang-kadang ia memang menjual lukisan yang sudah tidak disukainya. yang dia lakukan adlah jika ada lukisan yang bagus. karena ia memiliki lebih dari satu lukisan dari satu seniman dan kebetulan karya tersebut hampir sama coraknya. berarti ya bagus. para senimannya senang. “Kalau kelirnya bagus. selera dirinya juga berubah.” Tetapi saat ditanya di forum itu. sampai sekarang ia mempunyai koleksi lukisan antara 1.300 sampai 1. karena ia memang pencandu lukisan. dan hanya bisa memberi perkiraan.” 285 . Ia tidak ingat betul. terutama karya-karya yangsudah dinyatakan bagus oleh para ahlinya. dan saat itu Affandi menjawab.

terpatok kepada pragmatisme supaya lukisannya laku. Padahal juga tidak seperti itu. kalau Hong Djien sudah pesan lukisan. Soalnya nanti pelukisnyamikir. Soal seperti itu. dulu saya memang sering keliling dan membeli lukisan dari para pelukis muda. “Kalau kolekdol. misalnya si pedagang bilang Hong Djien sudah nawar lukisan itu. sering dimanfaatkan oleh para pedagang lukisan. dan membeli lukisan. Itu kan membuat pelukis itu tidak maju. Ketiga. Atau. Dan banyak pelukis muda yang seharusnya masih perlu berproses panjang. “Ya. 286 .” Nama dan posisi Hong Djien yang kukuh seperti itu. padahal tidak. Hong Djien bilang. disebarkan gosip sebelum pameran terjadi. terutama balai lelang. Hong Djien memposisikan dirinya di bagian yang pertama. Hong Djien dikenal suka menolong dengan cara sering berkeliling. cinta seni dan juga cina duit dari seni. Kalau kolektor. karena sudah saya beli ia menganggap lukisannya sudah bagus. Kedua. menurut pengakuan Hong Djien. Juga sering dimanfaatkan oleh galeri sat menggelar pameran. Hong Djien berkomentar. cinta duit dari seni.” Menurut Hong Djien. Dominasi pasar terhadap wacana seni rupa di Indonesia belum pernah seperti separah ini. cinta keduanya. bahkan saat ia kehabisan duit pun lebih baik hutang bank atau jual barang dari pada harus jual lukisan. yang membedakan antara seorang kolektor dengan seorang kolekdol. Khusus soal booming kali ini. padahal melihat pun Hong djien belum pernah.” Hal seperti itulah membuat banyak pelukis akhirnya hanya menuruti apa yang sedang dibutuhkan oleh balai lelang.” tutur Hong Djien. ada tiga kategori kolektor. Di kalangan pelukis muda. Pertama.Hal sepert itulah. cinta barang seninya. Mereka sering mengklaim sebuah lukisan sebagai bekas dikoleksi Hong Djien. “Menurut saya ini sudah kebablasan. sebuah istilah untuk orang yang suka membeli dan menjual lukisan. menurut Hong Djien. Tetapi yang jelek tidak saya beli. “motivasi mengoleksinya it bukan karena suka kepada sebuah karya melainkan karena ia ingin melakukan investasi.

Kolekdol yang seperti itu. karena keuntungan finansial. “okelah. kita tidak bisa menyalahkan kalau memang ada orang yang pertama-tama suka kepada lukisan dari sisi ekonominya. Kita tidak bisa mengharapkan. Sehingga kata Hong Djien. “Saya sebetulnya agak enggak nyaman ada sebutan seperti itu. Hal itu membuat kolekdol menggenjot lukisan-lukisan yang laku saja. pelukis sebanyak-banyaknya lalu dilempar ke pasar sehingga para seniman bisa bergelimang kekayaan. kalau awalnya daya tariknya hanya soal untung. tentang para kolekdol dari Magelang. Hong Djien bilang. lambat laun pasti suka. Karya itu dilihat Hong Djien di tempat Deddy Irianto. Tapi begini. terutama untuk menyebut para kolekdol yang berasal dari Magelang. “Lha sekarang kesempatan. pria berusia 69 tahun itu berkata. mereka akan suka dan memperdalam pengetahuan mereka soal seni. menurut Hong Djien. Apalagi bagi seniman-seniman yang dulu memang tidak laku dan menggunakan aji mumpung.Hong Djien juga mengakui. orang yang tidak punya latar belakang seni tiba-tiba bisa langsung suka kepada seni. sering sekali yang dianggap merusak wacana seni rupa itu dari apa yang kemudian disebut sebagai ‘kartel Magelang’. “Kalau sedang laku dibeli terus. Apalagi jika kemudian ada orang yang mengajak mereka berdialog soal seni. yang tidak laku kemudian dibuang. yang bisnis inti mereka kebanyakan bisnis tembakau. buang sampah jadi emas!” Salah satu koleksi lukisan Hong Djien yang paling disukainya adalah karya Teddy berjudul ‘Benang Merah’. bahwa gejala pasar yang hanya memprioritaskan lukisan yang laku yang dicari. lama kelamaan. Menanggapi hal itu. tidak bertanggungjawab terhadap seniman. kalau sudah tidak laku ditinggal”. itu sangat berbahaya. Tetapi kita bisa berharap. Kalau tiap hari mereka melihat dan dikelilingi lukisan.” Tetapi Hong Djien juga menyadari. Dan senimannya tahu kondisi seperti itu banyak juga yang senang. dan begitu melihat lukisan 287 .” lalu dengan nada agak bijak Hong Djien. Sebab kan enggak mungkin orang mau rugi.

mengenal peristiwa itu sambil terkekeh. baru beli lukisan. yang kemudian disentuh dengan cita rasa seni.” kata Hong Djien. hanya boleh dimasukkan ke dalam boks. itu jadi peti mati termahal karena dilukis oleh Widayat. Bob dan Ugo yang khusus didatangkan untuk melukis para tamu yang ingin dilukis potret. saat Hong Djien menikahkan salah satu anaknya. “Ini buat saya!” Saking cintanya Hong Djien dengan lukisan. tidak boleh memakai peti jenasah. Kata Hong Djien. saya beli lukisan apa saja. meninggal dunia akibat serangan kanker. jual lukisan dulu baru beli tembakau atau rokok…” Para tamu undangan yang mendengar celetukan itu tertawa terbahak-bahak. pada tahun 1992. tidak mungkin saya mengoleksi lukisan sebanyak itu. “Istri saya itu juga senang seni. dia enggak pernah marah. setidaknya ada dua peristiwa besar yang terjadi dalam kehidupan Hong Djien. Semua perlengkapan dan acara pernikahan disentuh oleh para seniman. Termasuk Hong Djien mengundang Teddy. Hong Djien langsung bilang. Kalau istri saya tidak senang dengan seni. “Wah masak tajuknya tobacco dulu baru art…” Hong Djien saat itu menjawab dengan rileks. 288 . Pesta pernikahan itu diberi tajuk ‘Tobacco and Art’. dan meninggal dunia di Jerman. Kotak yang berisi jenasah Wilowati itu kemudian sesampai di Indonesia. “Ya kan kalau saya. “Dilukis keempat sisinya. Peristiwa kedua terjadi pada tahun 2006. saat itu ada seniman yang nyeletuk. Peristiwa pertama adalah saat Wilowati. saya punya uang dari tembakau dulu. istrinya Hong Djien.” Saat jenasah sang istri dikirim ke Indonesia. dilukis oleh Widayat.itu. Itu bedanya dengan pelukis. kalau pelukis.

Epilog: Nandur Pari Neng Awang-awang .

.

Senja itu. Tapi Jemek bukan Teddy yang pernah punya halusinasi berubah menjadi tiga orang. Ada kalanya. Di sebuah kafe kecil. Kafe itu menjadi semacam ‘pengasingan’ buat Teddy. Teddy masuk ke bagian belakang kafe. mungkin sudah lebih dari 10 kali. Toni menyanggupi. karena tepat pukul 7. telepon dari Jemek diangkat. Sehingga Jemek hanya bisa memastikan Bob dan Toni lewat telepon genggam. Toni datang dengan mengendarai sepeda motor. tetapi ada kalanya tidak.30 malam. Senja berubah menjadi malam dengan cepat. di wilayah Yogya bagian utara. Pukul 7 malam. There dan Jemek turun dari mobil Teddy. berbincang sebentar dengan yang punya. dan Bob datang dengan diantar sopir serta istrinya. Jemek menelepon Toni dan Bob. jejak barang yang bisa mengisyaratkan kecemasan hatinya. Yogya basah oleh gerimis yang mulai turun sejak sore hari. Sejak hari Rabu. demikian juga Bob. Di bangunan lantai dua yang nyaris 291 . untuk membicarakan lagi Teddy.K AMIS. Tetapi perasaan Jemek kemudian menjadi segar seketika. setiap kali menit berganti. dan seketika wajah-wajah terpengarah. tepat ketika azan magrib terdengar hampir berbarengan dari beberapa masjid. 20 Maret 2007. dua gelas kopi dan sebotol bir telah ditandaskan Jemek. Sampai di lantai atas. Di meja kafe itu. lalu mengajak semua orang untuk naik ke lantai dua. rasa waswas itu semakin meninggi. ia sudah berulang kali memastikan ke Toni dan Bob. secara terus-menerus. Perasaan Jemek menjadi waswas. Begitu kedua orang yang telah ditunggu datang. Toni dan Bob di dalam sebuah proyek. bahwa pukul 6 sore di hari Kamis. Teddy sudah ‘dikawalnya’ sejak sore untuk memastikan pertemuan itu berlangsung. dan semua yang hadir di sana nyaris tidak ada yang tahu soal itu. Tapi Jemek tahu persis dengan siapa ia sedang membuat janji. Teddy menyalakan lampu. Tapi tidak di perasaan Jemek. mereka harus berkumpul kembali. Teddy.

” Toni hanya diam. prosesnya. Teddy. Toni dan Bob mengitari sebuah meja kecil. tertata rapi. Malam itu. karena ia dijaga ketat isrinya supaya tidak mengkonsumsi pil koplo.” kenang Toni sambil terkekeh-kekeh. itu maestro. Ketika beberapa botol bir dan beberapa gelas berisi kopi serta teh. Ia mencari tas lusuhnya.” kata Teddy. karena ia begitu tergilagila dengan film The Last of the Mohicans. beberapa konsep lukisannya yang terpajang di tempat itu. Teddy.semua bagiannya terbuat dari kayu itu. Toni dan Bob mencoba mengingat-ingat. calon istri Bob yang usia kandungannya mulai masuk ke bulan keempat. 292 .” ujar Teddy. Jemek. membuka. karena ia kelelahan dan juga karena kehamilannya yang semakin tua. Di sana. Mereka berbincang soal tempat itu. dan apa saja komentar di antara mereka. There langsung tiduran di atas kasur. membuka percakapan. ke mana-mana. ketika mulai membicarakan kesintingan Bob saat masih kuliah. dan Teddy sejenak menerangkan ke teman-temannya. meraba-raba isinya. apa saja yang pernah mereka lakukan bertiga. “Bob. lalu mengeluarkan alat hisap untuk meredakan asma yang sedang mengamuk di dadanya. Jemek sejenak lupa atas misinya. ada pula sebuah lukisan yang belum jadi. Demikian juga Widi. ia selalu membawa kampak dan di rambutnya selalu ada sehelai burung. sebetulnya mirip seperti ketika Toni berorasi. baik secara personal maupun soal karya. “lukisan-lukisan Toni. Perkakas melukis. hanya nyengir begitu mendengar komentar Teddy. “Kalau Toni. beberapa lukisan Teddy terpasang. Bob yang saat itu terlihat segar. Lalu suasana menjadi penuh gelak. “Dulu. dia itu seniman sekaligus orator. Ia dengan cermat melihat satu per satu lukisan Teddy yang ‘disembunyikan’ di tempat itu. Sementara itu.

kucing. ular itu hilang di sekitar pohon beringin. karena aku membawanya ke mana-mana. Lagi-lagi.” Kembali terdengar suara ngakak. jatuh terlebih dahulu dan tergencet gitarnya. “Ular ketiga. Karena Bob mabuk. ular yang melilit lehernya.” Semua orang di ruangan itu tertawa terpingkal-pingkal. “Bob selalu datang dengan anjing dan kucing yang terbuat dari kayu. ular itu diputar-putar sampai ratusan kali. mati hari itu juga. There sadar betul.” Semua orang menunggu ad kisah ular ketiga. enggak usah harus memberi makan…” Tetapi karena saat itu sering diejek teman-temannya. “Kan enggak susah.“Kapakku itu disita polisi di jalan. kalau sampai Teddy mabuk pasti akan lepas kontrol. jenisnya kobra. Sampai berminggu-minggu.” ujar Bob. jatuh. Ternyata memang ada. tetapi kemudian Toni yang mengalah. dan kemudian ia berkomentar. Kurang ajarnya Bob. membiarkan Teddy yang melanjutkan kisah. hampir tidak ada orang yang berani berkumpul di bawah pohon beringin. dan There mulai mengingatkan Teddy supaya tidak banyak-banyak minum. Juga Bob. ada saat di mana para mahasiswa terutama yang suka berkumpul di bawah pohon beringin. Bob tidak menyentuh bir. iguana. akhirnya Bob datang ke kampus dengan membawa ular. 293 . Begitu selesai diputar. “Ular pertama yang dibawa Bob. “Ular kedua. Kemudian Teddy berkisah. membawa binatangbinatang peliharaan. karena ketika Bob mabuk. Ia selalu melirik dengan takut-takut ke arah Widi.” Teddy mulai menenggak bir. Bob hampir menangis karena ularnya mati. Perut Jemek sampai terguncang dan mengencang. ayam dan tikus. ini ular yang terakhir.” hampir berbarengan Toni dan Teddy bersuara. dulu saat mereka kuliah. Ada yang membawa anjing. ia menambah daftar masalahnya dengan polisi. “mati juga saat Steak Daging Kacang Ijo manggung.

yang bercerita soal petani?” tanya Toni kemudian. Semua orang kembali tertawa. Sampai lama tidak ketemu. Ia berkata sambil sekali lagi melirik ke arah Widi. “Aku enggak mau mabuk lagi. Sambil mengingat-ingat. puisimu yang bagus itu. Bob langsung merespons denga cepat. Kalau dia (Widi) bilang jangan mabuk.“Ayo Bob minum…” Teddy menawari. “Kalau soal lukisan Bob?” pancing Jemek kepada Toni dan Teddy. aku pengen!” begitu selesai mengucapkan kata itu. Tapi akhirnya Bob yang ingat. “Nandur pari neng awang-awang! Menanam padi di langit!” Teddy yang merasa jadi vokalis grup musik aneh itu langsung sok ingat. Ia mulai terlihat mabuk. Begitu ditanya. di mana petani bisa menanam padi?” Kalimat Bob itu langsung membuat Teddy dan Toni juga berpikir keras. Aku itu setia dan mencintai pasanganku. ya aku enggak mabuk…” “O kalau gitu ya jangan…” ucap Teddy dengan nada sok bijak. “Ya itu saja syairnya. Toni malah kemudian bercerita. “Dulu. Pancingan Jemek tidak ada yang merespons. dari awal sampai akhir hanya nyanyi: Nandur pari neng awang-awan…” celetuk Toni sambil terkekeh. Bob langsung menandaskan satu botol bir lagi. meminta tambahan beberapa botol bir lagi. puisi-puisi Bob selalu jadi andalan pementasan Steak Daging Kacang Ijo…” “Apa Bob. coy?” tanya Teddy. 294 . “Kita dulu hebat ya. “Masalahnya. Bob langsung bersenandung. “Betul! Aku dulu sering menyanyikan lagu itu!” “Syairnya bagaimana?” tanya Jemek penasaran. berusaha mengingat-ingat. Jemek memanggil pramusaji. “Pokoknya aku ingin bercerita kalau lahan sudah penuh dengan bangunan. kecuali There dan Widi. Akhirnya Bob memukul-mukul keningnya dan berkata.

“Iya. “pernah suatu saat. Lha kalian. soal apa yang pernah mereka lakukan di waktu dulu. Aku sama Bob nyewa pakaian Hanoman dan Sugriwa dari persewaan kostum wayang di daerah Timoho. “aku kan sudah suka performance art.” Semua tertawa terpingkal-pingkal. Hanya ada satu ekor ikan piranha. ia mulai berpikir. dan ia langsung tertawa terpingkal-pingkal.” “Kalau aku brengsek kan wajar.” “Dia yang Sugriwo aku yang Hanoman!” Bob dengan semangat 295 . karena Toni kesal dengan bapaknya. Kan bapaknya Toni punya kolam lele di belakang rumah. ada temannya yang memelihara piranha. tapi kan aku enggak tinggal di rumah lagi. dengan ‘serangan kedua’. “brengsek kok enggak sembuh-sembuh. “Pas aku awal kuliah.” Toni mencoba bertahan. Toni ngajak aku mencuri lele dari kolam bapaknya. aku jauh dari orang tua. Toni juga terkekeh-kekeh. piranha itu dimasukkan ke kolam lele. saat bapaknya Toni pergi. ngambil barangbarang untuk dijual.” giliran Toni bercerita. enggak hanya dari dulu. Ada pentas wayang orang di UGM. forum yang ia gagas sedang melenceng jauh dari apa yang ia inginkan… Tetapi mereka bertiga tidak menyadari kegundahan Jemek. “Kalau brengsek ya sampai sekarang. dekat orang tua kok brengsek…” Teddy mulai ‘menyerang’ kedua rekannya.” jawab Bob. Hanya Jemek yang mulai berubah pendiam. Lalu orang itu pulang kampung dan menitipkan piranha itu ke Toni. tapi brengsek.“Bukan hebat. Tampaknya.” ucap Toni. “Toni itu asu!” ucap Teddy.” Teddy menyambut jawaban Toni. Beberapa bulan kemudian. “Tapi kalau lapar dan enggak punya duit pulang ke rumah. Kolam itu kita kuras. Aku minggat dari rumah. Mereka terus asyik membentang ingatan.

Ted! Kamu belum kuliah. Pemukulan. “Kan kita ini orang panggung! Kalau lihat ada panggung hanya ngeceng.” “Hanya cowok goblok yang enggak nggoda Reni. Teddy hampir mau mengeluarkan suara.” lanjut Toni. bilang ke Bob kalau ia digoda cowok di kampusnya. apakah kemudian jarik itu kuganti dengan mencuri punya ibuku atau Bob yang mencuri punya neneknya…” “Dulu. Itu pemukulan!” Semua orang kembali terkekeh-kekeh mendengar penjelasan 296 . Rani datang ke sor ringin.” Teddy. ngaceng dan ngaceng. Lalu terjadi perkelahian di sana…” tutur Toni. “saat pentas dimulai. pengen tampil!” “Tapi pulang-pulang. “Asu!” “Kami berdua naik sepeda onthel ke UGM. terus kupukul: jrot! Terus aku pergi. Bob? Bob menjawab: enggak perlu. “Salah!” Bob menyergah. karena kain yang dipakai Bob masuk ke jeruji roda dan robek. tapi Toni memangkasnya. pernah suatu hari. “Kamu enggak tahu. Bob langsung berkata. kucari orangnya.” Teddy tidak mau kalah. “Bob pernah datang ke kampus membawa cewek cantik banget. nyeletuk.ikut bercerita. Kan kami berdua ini kakak tingkatmu!” Teddy hanya bisa bilang. “Nah. “Bukan perkelahian. Dia bilang cewek itu pacarnya. Itu namanya bukan perkelahian karena tidak ada perlawanan. harus ngganti kain jarik. ketemu. Siapa namanya?” “Reni!” ketiga orang menyahut berbarengan. Aku datang ke sana. “Aku lupa. Tapi kemudian Toni yang melanjutkan kisah itu.” Lanjut Toni. di Instiper (Insitut Pertanian). terus aku tanya: perlu dikawal enggak. “Nah Bob langsung berangkat ke Instiper. kami ikut naik panggung!” Semua orang kembali tertawa ngakak.

” “Obat penenang. kamu langsung naksir. “Uang 2. “Kamu kok dulu pemberani gitu. Sekarang kan minum obat dari resep dokter…” “Tapi sama saja. sayangku mana?” tanyanya. Yang kamu minum itu juga sejenis pil koplo. wong aku ngoplo!” jawab Bob dengan jujur. Mendengar hal itu. Bob?” tanya Jemek. ia mendapatkan anugerah bergengsi di ISI. Aku kan nabrakin mobil kampus. “Dulu aku pengoplo berat…” kenang Bob sok bijak mengenang masa lalunya. Lalu terdengar suara Teddy. “Lho. lagi-lagi disambut gelak tawa. beli pil koplo dari tangan pertama. kan?” ejek Toni ke Teddy. Ia mendapat hadiah 800 ribu rupiah. bukan aku!” Kembali semua terkekeh. Bob memang dikenal pelahap pil koplo.800. bukan pil koplo.” ujar Bob.Bob. “Enggak berani gimana. Akhirnya aku pulang dengan membawa satu lodong penuh pil koplo. Pernah suatu saat. Teddy langsung menyergap dengan pertanyaan. Waktu iu tahun 1994. “Baru kemudian ketahuan kalau Reni itu ternyata sepupunya Bob!” “Begitu tahu kalau keponakan Bob.000 rupiah saat itu besar banget. dan karya itu dibeli orang dengan harga 2 juta.” Sahut Teddy. Affandi Prize.” “Sama saja!” Tapi tiba-tiba Bob terlihat bingung. “Memangnya sekarang sudah enggak?” “Enggak dong. ketika tidak melihat 297 . “Ya yang berani itu nipamku itu. “Ora sudi! Mana mau aku punya sepupu seperti Bob. Aku langsung ke Jakarta. dan sisanya masih banyak. kubengkelkan dari uang itu. matanya beredar ke manamana.

terutama kawankawan dekat. aku. Jemek segera meminta ke pramusaji beberapa botol bir lagi.” segera Jemek ambil suara. ia menjadi sadar. Setelah tepuk tangan mereda. Mereka mendedahkan konsep-konsep lukisan. mendadak percakapan menjadi lebih serius lagi. Percakapan kemudian berpindah ke tema soal apa yang mereka impikan ke depan. dan uneg-uneg mereka di dalam dunia seni rupa saat ini. memesan bir berkali-kali di forum yang seperti ini adalah sebuah kesalahan fatal. Dan hal itulah yang ditunggu-tunggu Jemek. “Aku ingin membuat Steak Daging Kacang Ijo Painting Institute. Jemek hanya bisa bilang.” “Aku daftar jadi mahasiswanya. Bob terlihat lega. Yang mengajar di sana. Teddy yang menjawab pertama kali. Dan tidak lama lagi. Secara pemikiran dan ekonomi. “Sudahlah. “Aku pengen membantu banyak seniman supaya bisa kaya.Widi di ruangan itu. kelasmu itu jualan lukisan saja!” jawab Teddy dengan dingin. Status yang belajar di sana adalah mahasiswa. sekalipun yang masuk ke sana tidak lulus SMA. “Asu!” Toni kemudian mengeluarkan impiannya. “Kalau aku impianku sederhana. Sayangku pengen punya panti asuhan di kampungnya. kita harus maju bersama-sama…” Sementara Bob bilang. Bob dan Toni.” Jawaban Bob disambut dengan tepuk tangan. --- 298 . “Ke kamar mandi!” teriak There. Aku akan berusaha mewujudkan hal itu.

Karya pendek Hemingway itulah yang membuatnya menyabet hadiah nobel. Hampir tiap saat ia menonton televisi. terutama mereka yang punya perhatian terhadap seni rupa adalah saat ia membuat kepala dan ada rodanya. seekor hiu menyantap ikan tersebut. Persoalan manusia tersimpan di sana. tetapi isi kepala kita mengelana ke mana-mana. Ia memberi judul karya itu ‘Old Head on the Sea’. dan selama berjam-jam ia melakukan tarik-ulur dengan ika itu. Hal itu bisa dilihat dari beberapa batupal kreativitasnya. yang menceritakan kisah seorang nelayan tua. Lalu 299 .” Dan satu lagi karya luar biasa yang dihasilkan Teddy dalam garapan serialnya tentang kepala. The Old Man and The Sea. Karya itu terbuat dari logam. Batupal karya Teddy yang juga mengengat publik seni rupa Indonesia adalah saat ia membuat banyak televisi dari batu. Proses karya itu berawal dari suatu saat lukisannya terjual.D i antara ketiga orang itu. dan masih berbahan logam adalah kepala di atas perahu. Dan dari sana ia membuat banyak karya tentang kepala. di rumah misalnya. kepala itu sangat penting dan mengerikan. tubuh kita berdiam di satu tempat. Dan kemudian membuat Teddy tidak bisa melihat televisi lagi. Teddy bilang. Ia total di sana. Tetapi ironisnya ketika seekor ikan marlin besar berhasil nyangkut di pancingnya. menghadapi dirinya sendiri dengan kesabaran dan keyakinan bahwa ia akan mendapatkan seekor ikan yang besar. Atau bisa juga. Tetapi hal itu kemudian membuatnya muak. judul itu mengingatkan kita kepada karya novelet Ernest Hemingway. Teddy memang dikenal orang yang paling tegang dan berpikir soal seni rupa. “Bagiku. Soal konsep karya itu. Pernah ia mengeksplorasi habis-habisan soal ‘kepala’. “Fisik kita bisa berjalan di mana-mana.” ucap Teddy. tetapi kepala kita bisa saja hanya terpaut pada sesuatu di satu tempat. Ketegangan manusia berada di sana. dan ia membeli sebuah televisi besar. termasuk yang sangat terkenal dan dikenal orang dengan baik.

televisi-televisi dari batu itu dipajang di pantai.” kata Teddy. Karya itu juga sempat membuat heboh karena di saat ada acara di Pantai Parangtritis. Serial kacang inilah yang dalam waktu dekat akan dipamerkan Teddy di Beijing China. Kadang ditemukan Teddy dalam kehidupan sehari-hari. dan di malam hari. teddy merasa terganggu kalau ada temannya yang makan kacang di dekatnya. Teddy pula yang akhirnya mengeluarkan kredo soal lukisan. Pernah suatu saat. Untuk soal seperti itu. benda-benda itu dipakai sebagai tempat duduk oleh para pelacur yang berada di sana untuk melakukan transaksi seks. di dalam dunia seni rupa. Ketegangannya dalam berproses dan berkarya. dengan kurator Hendro Wiyanto. soal konsep dan totalitas.ia membuat karya itu dengan judul ‘Tak Kutuk Dadi Watu’ (Kukutuk Menjadi Batu). “Kadangkadang. yang kemudian menjadi terkenal. Setelah dipikir-pikir. ia menjadi mendapatkan benang merah tentang kacang yang kebanyakan berisi dua biji. kalau Teddy dikenal sebagai perupa yang piawai membuat idiom. tidak selalu diawali dengan pencarian yang rumit. “Seperti atom dalam kimia. Teddy adalah jagonya. Dan salah satu ‘temuan’ Teddy yang kemudian langsung mencengkeram kuat di benak kawan-kawan dekatnya adalah saat Teddy mengeluarkan istilah ‘Art-Merdeka’. 300 . “Lukisan adalah gambar yang dipermudah atau diperumit. dan kredo ini kemudian sering dipakai oleh orang. bahkan dwi fungsi ABRI. tentang dualisme tubuh dan jiwa dalam teori Filsafat Manusia. Baik Toni maupun Bob mengakui.” Toni dan Bob juga tahu. Hendro Wiyanto mengakui. Sebuah konsep berkesenian yang butuh militansi dan total berada di sana. Hal itu mengingatkannya tentang teori bipolar. ada kecenderungan perupa untuk membuat hal-hal yang dengan konteks yang berlebihan. termasuk persoalan makrokosmos dan mikrokosmos. seperti ‘Gambarsari’ di mana bagi Teddy. gambar adalah intisari yang tidak lagi bisa dipecah dalam seni rupa.

S 301 .” begitu pengakuan Deddy. Suka genit dan jalan ke sana ke mari. “Kalau lukisanku bagus pun kalian tidak membelinya!” Semua orang lagi-lagi tertawa. dan berjalan ke san ke mari. “Tulisan Teddy itu kuanggap bagus. di mana ia bisa berdialog soal seni rupa dengan nyaman bersama Teddy. “Aku bisa belajar banyak tentang seni yang konseptual itu malah dari Teddy. Teddy itu tidak dalam posisi seperti itu. Kalau mabuk susah sekali dikontrol!” Tapi Deddy juga mengakui. Tapi ada juga yang jelek!” Mendengar komentar itu. dan karena itu ia menempelkan kata ‘sick’ sebagai namanya. Padahal sebetulnya itu hanyalah filosofi yang semu. kalau begitu aku melihat lukisannya aku langsung tertawa. Bob yang mengaku bahwa ‘sakit’ adalah filsosofi hidupnya. mengatakan bahwa melukis itu sudah seperti memuntahkan apa yang dia rasakan. Tapi kalau aku harus mikir dulu.Dan kemudian dibesar-besarkan oleh para kurator. Mereka punya pretensi untuk menjadi semacam filsuf-filsuf kecil.” Tetapi di saat kedua temannya. “Mungkin dia itu reinkarnasi dari monyet kali. Teddy langsung agak keras bersuara. mungkin aku juga tidak akan menemukan konsep-konsep seperti itu. Nah. berarti karya Teddy kuanggap belum berhasil. kalau antara dia dan Teddy terikat semacam cairan kimiawi. Bob punya komentar.” Sementara Toni berpendapat.. “Melukis kok pakai mikir!” ucapnya. seperti tidak jenak. mendengar sanggahan Teddy yang mulai terlihat mabuk. Deddy Irianto pernah bilang. Soal ciri mabuk Teddy itu.” Soal lukisan Teddy. “Kalau aku enggak pernah bersama-sama kalian. entah mencari apa. Teddy merendah dengan berkata. “Kebanyakan karya Teddy itu bagus. Bob dan Toni memuji dirinya. --ementara itu.

ia melihat kupu-kupu yang hinggap di antar bunga-bunga. Bob mengakui panjang lebar sambil mengeluarkan uneg-unegnya. sebab di kepalaku tertimbun begitu banyak masalah. Kalau kemudian lukisanku karena tetek-bengek pasar menjadi tidak laku ya tidak apa-apa. Tapi aku yakin. seperti tato.” Selesai mengudar gagasan dan uneg-uneg soal lukisan. --- 302 . karena kemudian itu bicara soal pasar di mana mereka ketakutan karyaku terlalu banyak berada di pasar dan kemudian anjlok. mabuk. Mau lihat buktinya? Lihat saja tato-tatoku!” Sedangkan Toni berkata dengan pelan. “Hidupku sudah penuh dengan masalah. Malah itulah saatnya aku bisa melukis untuk diriku sendiri. Karena ternyata hal itu dalam dunia seni rupa jadi masalah. “Semenjak itu. Bob bisa lngsung sratsret menyabetkan kanvas. dalam hal keberanian melakukan eksekusi di atas kanvas. Itulah sialnya. mereka kembali berbincang soal hal lain. Bob nyaris tidak ada bandingannya.” Bob berhenti sebentar. “Aku jadi memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup ini. semenjak ia punya masalah dengan Heidi dan masasah lain. lalu berkata lagi. dan spiritualitas mereka. jika kemudian harga lukisanku anjlok. kalau dalam menghadapi kanvas besar. lukisanlukisanku tidak pernah jauh-jauh dari permasalahan sosial dan politik. Masak karena itu aku harus tidak melukis? Melukis bagiku itu sudah seperti seorang kiai melakukan zikir.” Ia mengulang kisah di mana ia sendirian di sebuah rumah. mereka pasti tahu. “Tapi ya enggak apaapa.Ugo Untoro mengakui. Itu kebutuhan spritualku. aku akan bangkit lagi. Karena aku itu enggak mau kalah dalam hal berkompetisi. aku lebih meminimalisir aksesori di dalam lukisanku. Dan kanvas adalah tempat yang tepat untuk melampiaskan itu semua. Jadi jangan salahkan aku yang bisa melukis dengan cepat. tetapi di saat itu pula. Tapi bagi yang jeli. hatinya resah.

tatotatoku banyak bergambar simbol-simbol paganisme. dibangun. Dan aku kecewa hidup di sebuah negara yang mengatur soal agama. Pohon yang harus ditapaki dengan rasa cinta. Dan untuk urusan ini. Semua sama ketika mencapai tataran makrifat…” Untuk soal mabuk. bisa buta. Dan Teddy menanggapi soal mabuk seperti ini. “Aku suka dengan agama-agama pagan. gunungan itu membuka dan menutup cerita. “Akibatnya. dan kemudian diakhiri.“ Tato bagiku adalah hidup itu sendiri. Dan itu adalah simbol pohon kehidupan. “Aku mabuk 303 . Mabuk bagiku itu semacam jalan pedang bagi seorang samurai. aku tidak mau dikalahkan. Lalu Toni juga menunjukkan tato berupa gunungan wayang di lengannya. Kemudian Toni menjelaskan. Toni berkata. tato adalah alat untuk menunjukkan keyakinankeyakinannya dan filosofi hidupnya. Dan stimulan untuk berkarya. maka semua sama. Di tangan Toni tertulis kalimat terkenal Che Guevara itu: Kalau kamu menangis dan marah melihat ketidakadilan. kalau salah dikit saja. Ia menunjukkan tato dengan tulisan yang dipetil dari salah satu pidato tokoh revolusioner Argentina yang ikut berjuang bersama Fidel Castro menggulingkan pemerintah otoriter di Kuba. seperti di sekitar mata dan kelopak mata. lalu pergi lagi dan kemudian mati tertembak di Bolivia: Ernesto Che Guevara.” ujar Bob. “Mabuk itu bagiku untuk mensyukuri hidup ini.” “Mabuk itu kemerdekaan!” Bob mengucapkan kalimat singkat.” Sementara bagi Toni. didiami. karena itu. kau adalah kawanku. Ia bahkan berani membuat tato di bagian-bagian yang sangat berisiko. Spiritualitas itu jika tumbuh terus. Aku kecewa kenapa harus dilahirkan dengan agama besar.” Sedangkan Teddy menjelaskan bahwa tato baginya adalah mantra. “Di dalam wayang. Pohon yang harus dimulai.

Mobil Teddy akhirnya dibawa Jemek. “Masalahnya. “Keluar. Padahal aku enggak mabuk.karena aku haus. menembus gerimis yang masih saja turun. Forum terancam bubar.” Bob lalu mencari-cari telepon genggamnya. Karena lawan sadar adalah tidak sadar. 304 . lalu pergi mencari istrinya setelah ia menelepon sopirnya. Bob memanggil taksi. Aku juga enggak tahu. orang-orang turun.” “Lha ya jangan mabuk…” jawab Teddy dengan cepat. padahal aku itu sebetulnya tadi enggak pengen mabuk. kok ada suami mabuk dan yang mengawal istrinya. Mungkin belanja. Tapi Jemek sudah lega. sebetulnya aku yang sebenarnya itu yang dalam keadaan mabuk atau tidak mabuk. Lalu ia bilang ke teman-temannya. dan There memanggil taksi. “Sayangku di mana? Lho. Beberapa hal yang ingin ia dengarkan. “Maaf ya Pak. Tapi tiba-tiba. “Belanja apa malam-malam begini? Wah pasti dia ngambek gara-gara aku mabuk. Hanya mungkin dia heran. There tidak mau disetiri baik oleh Jemek maupun oleh Teddy. sudah ia dapatkan. Sepanjang perjalanan dari kafe itu ke rumah Teddy. There hanya berkomentar pelan si sopir. Teddy berceramah kepada sopir taksi tentang dunia melukis. Satu per satu. Dan jangan salah. Bob mencari sepatunya. tapi tidak diangkat. Bob mengedarkan pandangan dan bertanya-tanya. Kalau lawan mabuk adalah tidak mabuk!” Jawaban itu kontan menyulut gemuruh tawa. suami saya sedang mabuk…” Si sopir taksi mengangguk sambil tersenyum. Karena dalam kondisi yang agak teler. mabuk itu bukan kok tidak sadar.” Bob semakin bingung. “Itu kan. dan setelah ketemu ia menelepon istrinya. aku ternyata pengen!” selesai mengatakan itu. dan memakainya. There dan Teddy masuk ke dalam taksi. kekasihku di mana?” Ia mencari-cari Widi. Toni segera menghidupkan sepeda motor dan melenggang. There menjawab.

Mungkin di malam itu. pertanda hamil tua. Gerimis di malam itu. baru berhenti menjelang subuh.padahal si istri perutnya membesar. mereka menanam padi di langit sambil menyanyi satu lagu yang ternyata judul lagu itu adalah satu-satunya syair lagu tersebut: Nandur pari neng awang-awang… 305 . baik Teddy. Toni maupun Bob bermimpi sama.

Dua Seni Rupa: Sepilihan Tulisan Sanento Yuliman (2001). Kemudian buku yang disunting oleh Jim Supangkat. dan secara sengaja. lahir dari tangan Daniel Dhakidae. buku ini sudah berhutang inspirasi dari In Cold Bloodnya Truman Capote. dan The Invicible Palacenya Jose Manuel Tesara. Sejak mula. Dan juga karya Valerie Raleigh Yow. supaya tidak mengganggu proses pembacaan. Tetapi. Cole dan J. Sebelum dan Sesudah Soeharto (2007). Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru (2003). hanya saja disarikan dan dibahasakan ulang. Juga karya Max Lane. Lives in Context: The Art of History Research (2001). Recording Oral History: A Practical Guide for Social Scientists (1994). Bangsa yang Belum Selesai: Indonesia. beberapa ihwal di dalam buku ini. buku ini berhutang kerja pada karya Ken Plummer. dan Heavier than Heaven-nya Charles R. 306 . Lalu karya Ardra L. Dari segi data dan analisa politik Indonesia pasca-1965. Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (1979). saya mengandalkan karya intelektual anak bangsa yang membanggakan. Perihal bentangan sejarah seni rupa. didapatkan dari berbagai buku dan dokumen tertulis lain. saya harus menyebut sumber acuan yang saya gunakan yakni rampai tulisan Sanento Yuliman yang disunting oleh Asikin Hasan. melainkan dengan cara lain. Documents of Life: An Introduction to the Problems and Literature of Humanistic Method (1983). Gary Knowles. sumber tersebut tidak diletakkan sebagai catatan kaki. Sedangkan dari sisi teoritik dan metodologi.Bahan Bacaan Dan SUMBER WAWANCARA S ebagian besar buku ini disusun dari sumber wawancara. Cross.

Hamzah ‘Hamcrut’. Saya juga membaca sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan penting: 15 Years Cemeti Art House: Exploring Vacuum (2003). Widiasih. Theresia Sitompul. Syamsul Barry. di mana di dalam katalog-katalog tersebut terdaat sederet tulisan yang saya anggap penting. Happy Birthday NIN (2007). Dan sebagaimana saya sebut di awal. 307 . S. Alien: Nation (2007). Bunga Jeruk. Deddy Irianto. Heidi Arbuckle. Toni Volunteero. Ong Harry Wahyu. saya juga membaca setumpuk katalog pameran. dan berikut ini adalah daftar nama yang saya wawancarai. dari sisi seni rupa. Raharjo Waluya Jati.. katalog pameran FX Harsono. saya membaca skripsi hasil kerja F. Ugo Untoro. Bob ‘Sick’ Yudhita.Khusus untuk membantu menyegarkan ingatan saya atas peristiwa 1998. Siradz. Di dalam buku ini. katalog pameran Bob ‘Sick’ Yudhita. Dwi Maryanto. Oei Hong Djien. Bonyong Munni Ardhi. Taring Padi and the Politics of Radical Cultural Practice in Contemporary Indonesia (2000). namun ijinkanlah saya hanya menyebut beberapa di antara katalog-katalog tersebut: katalog pameran Haris Purnomo. saya membaca tesis karya Heidi Arbuckle. Ninung. Teddy D. Edo Pillu. Selebaran Gerakan Mahasiswa Pro-Demokrasi Yogya: Simbolisasi Penyadaran dan Perlawanan Kelas (2000). Hendro Wiyanto. Latif. sebagian besar isi buku ini berdasarkan wawancara. Gandung. Yasto dan Yayuk. Hendro ‘Tuhan’. Asisi Sukoeksi Widianto. Titik Nyeri (2007). Mella Jaarsma. Dan khusus untuk membantu saya mengingat kembali tahun penting tersebut dalam konteks gerakan mahasiswa dan sekelumit sejarah gerakan mahasiswa Indonesia. Coki Nasution. Octy ‘Oik’ Budiati. saya sebut secara alfabetikal: Arahmaiai. Sunarmi. Budi Satrio. Bowo Arif.

sampai menemukan sebuah tempat yang nyaman dan tersembunyi untuk saya menyepi mulai dari awal menulis. manajer proyek ini. tanpa bantuan dari Bowo ‘Jemek’ Arif. tidak terlalu penting. selalu saya tiba pada fase terdiam yang cukup lama. tetapi juga sangat tahu. tetapi dia selalu menyediakan waktu selama 24 jam untuk membantu saya dengan tingkat ketangkasan yang mencengangkan. dari mulai mencari data. sebagai sahabat lama untuk menuntaskan kerja kali ini. Hal tersebut mustahil saya lakukan. Tapi saya sadar. Saya punya cukup waktu luang untuk menyelesaikan buku ini. Saya tahu persis. Ope bukan orang yang tidak sibuk. yang berusaha mengimbangi kerja saya dengan memeriksa kata demi kata. dialah yang mengatur semua hal yang saya perlukan. orang-orang yang berhubungan dengan saya. yang dengan penuh tanggung jawab mengawal proses dari awal hingga akhir. dan tiga minggu untuk menuliskannya. dengan tempo tinggi dan jadwal yang ketat. Saya ingin juga mengucapkan terimakasih kepada Kang Eko Susanto. saya menyesal mengapa ada sejumlah nama yang tidak saya sebut di sana. Tetapi buku ini akhirnya bisa selesai saya tulis dalam waktu 15 hari. satu bulan untuk melakukan riset dan wawancara. setiap buku tersebut terbit. Terimakasih juga untuk Ope Wardhani. mengorganisasikan para transkriptor. bukan hanya tahu soal masalah seperti itu. 308 . Ia juga memberikan suntikan semangat. tapi saya juga sangat tahu persis. ucapan terimakasih dari saya untuk mereka. membuat jadwal kerja.UCAPAN TERIMAKASIH S etiap kali saya menyelesaikan sebuah buku. terutama untuk mengisi lembar halaman terimakasih. tidak mungkin seluruh nama yang berjasa di dalam penyelesaian sebuah buku saya sebut.

yang bahkan belum saya pikirkan saat itu. sebuah karya yang penting tetapi belum diterbitkan. yang meluangkan waktunya untuk membaca naskah ini. serta mempersilakan saya membaca tesisnya. saya juga mengucapkan terimakasih. Saya harus juga berterimakasih kepada Nurhady Sirimorok. 309 . Saya juga berterimakasih kepada beberapa lembaga di mana saya bisa mengakses informasi yang sangat saya butuhkan yakni Indonesian Visual Art Archive (IVAA). Kepada Bung Asisi. Galeri Seni Cemeti dan Pusat Data Kompas.Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Heidi Arbuckle. dan memberikan masukan. yang telah mengirimkan bukubuku yang saya anggap penting dari tempat yang sangat jauh. karena memberi saya pinjaman skripsi bahkan membawakan saya setumpuk dokumen lain yang juga penting.

.

ISBN 979179430-8 9 789791 794305 .