Anda di halaman 1dari 3

I.

PENDAHULUAN
Obesitas atau kegemukan adalah kelainan atau penyakit yang ditandai dengan
penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Penderita obesitas berpotensi
mengalami berbagai penyebab kesakitan dan kematian antara lain penyakit kardiovaskuler,
hipertensi, gangguan fungsi hati dan diabetes mellitus . Diagnosis obesitas pada anak
ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dari anamnesis bisa ditemukan
anak kurang aktif bermain diluar rumah, badan gemuk, asupan makanan lebih, dan pada
pemeriksaan fisik didapatkan muka bulat dan leher pendek, serta pengukuran status gizi
memakai BMI dan chart CDC,melebihi persentil 95%.
Obesitas pada masa anak beresiko tinggi menjadi obesitas di masa dewasa dan
berpotensi mengalami penyakit metabolik dan penyakit degeneratif di kemudian hari.
Profil lipid darah pada anak obesitas menyerupai profil lipid pada penyakit kardiovaskuler
dan anak yang obesitas mempunyai resiko hipertensi lebih besar. Menurut National Health
and Nutrition Examination Survey (NHANES) IV, dalam periode 1999-2002, dilaporkan
bahwa 15% anak overweight dan 31% beresiko menjadi overweight atau sudah melebihi.
Angka ini meningkat 300% dibandingkan tahun 1960-an dan sekitar 45% meningkat sejak
NHANES terakhir kali melakukan survey tahun 1988-1994.
Tata laksana komprehensif obesitas mencakup penanganan obesitas dan dampak
yang terjadi. Tujuan utama tata laksana obesitas adalah perbaikan kesehatan fisik jangka
panjang melalui kebiasaan hidup yang sehat secara permanen. Untuk mencapai tujuan
tersebut, terdapat 4 tata laksana dengan intensitas yang meningkat. Prinsip tata laksana
obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi. Oleh
karena itu, obesitas pada anak memerlukan perhatian yang serius dan penanganan yang
sedini mungkin dengan melibatkan peran orang tua.
a. Anamnesis

Pasien laki-laki usia 10 tahun 2 bulan masuk dengan keluhan sesak napas sejak tadi
siang. Sesak napas timbul pada saat tidur. Sesak napas sering muncul saat dingin.
Sebelum sesak napas, pasien mengeluh batuk berlendir berwarna putih sejak hari sabtu

kemarin. Pasien juga mengeluh demam sejak hari sabtu, menggigil (-), muntah setiap
makan (+), pusing (+), sakit menelan (-). BAB dan BAK lancar. Dalam sehari, biasanya
pasien makan 4-5 kali dengan porsi lebih banyak dari orang dewasa, selain itu pasien
juga sering makan cemilan berupa makanan ringan dan makanan cepat saji.. Namun
semenjak sakit, nafsu makan pasien berkurang. Pasien sering mengeluh sesak napas
sejak usia 1 tahun. Ibu pasien menderita asma. Pasien merupakan Anak ke-1 dari 2
bersaudara. Lahir normal di rumah dibantu oleh bidan. Berat badan lahir 3.500 gram,
panjang badan lahir tidak di ingat lagi. Riwayat imunisasi lengkap.
b. Pemeriksaan fisik
Keadaan umum sakit sedang, kesadaran komposmentis, berat badan 40 Kg, tinggi
badan 135 cm, status gizi Obesitas ( CDC = 40/30 = = 133%). Pemeriksaan tanda vital:
suhu tubuh 37,70C, denyut nadi 112 x/menit, respirasi 44 x/menit.
Kulit : ruam (-), petekie (-), sianosis (-), ikterus (-), eritema (-), turgor kembali cepat
Kepala : Normocephal, konjungtiva anemis (-), sclera ikterik (-), rhinorrhea (-),otorrhea
(-), lidah kotor (-), bibir kering (-), tonsil T2/T2 hiperemis (-)
Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran kelenjar tiroid (-)
Toraks : ekspansi paru simetris bilateral, vokal fremitus kanan=kiri, bunyi sonor
diseluruh lapangan paru, bunyi nafas bronkovesikuler +/+, wheezing +/+, ronki -/Abdomen : datar, bekas luka tidak ada, peristaltik usus (+) kesan normal, bunyi
timpani, tidak menunjukan adanya nyeri tekan.
c. Pemeriksaan penunjang
Darah Lengkap :
Leukosit
: 10,2 x 103 /mm3
Eritrosit
: 5,51 x 106 /mm3
Hemoglobin : 11,9 g/dl
Hematokrit : 39,7 %
Trombosit
: 294 x 103/ mm3
d. Resume

Pasien masuk dengan keluhan sesak napas yang timbul pada saat tidur. Sesak napas
sering muncul saat dingin. Pasien mengeluh batuk berlendir dan demam, muntah setiap
makan (+), pusing (+). Dalam sehari, biasanya pasien makan 4-5 kali dengan porsi
lebih banyak dari orang dewasa, selain itu pasien juga sering makan cemilan berupa
makanan ringan dan makanan cepat saji.. Namun semenjak sakit, nafsu makan pasien

berkurang.

Pasien sering mengeluh sesak napas sejak usia 1 tahun. Ibu pasien

menderita asma. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suara nafas wheezing, frekuensi
nafas 44 x/menit. Status gizi obesitas.
Berdasarkan anamnesis, peneriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang maka diagnosis
untuk kasus ini adalah Asma Bronkial + Obesitas.