Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN DKK

MENGIDENTIFIKASI MACAM MACAM ALAT


UKUR

Disusun Oleh :

1. Amirul Yahya ( 23 / X-TPm 1 )

PEMERINTAH KOTA KEDIRI

SMK NEGERI 1 KOTA KEDIRI


Jl.Veteran No.9 Mojoroto Kota Kediri Telp: (0354) 772271
Fax: (0354) 773276

KATA PENGANTAR
Puji syukur Kami ucapkan kepada Tuhan Yang Esa, sehingga Kami dapat
menyelsaikan laporan ini. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak
yang telah membantu Kami dalam pembuatan laporan ini. Teknik penyusun dibuat ringkas,
padat, dan mudah dipahami dengan dilengkapi gambar sebagai penjelas bagi materi yang
disajikan agar mudah dibaca dan dicerna oleh pembaca.
Kami sebagai perancang laporan ini menyadari akan kelemahan dan kekurangannya.
Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula
dengan laporan ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan
dengan sempurna dalam laporan ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan
kemampuan yang kami miliki. Dimana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan. Maka
dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan,
oleh karena itu segala kritik membangun dan sumbang saran akan diterima dengan penuh
ucapan terima kasih demi semakin baiknya sajian laporan ini.

Kediri, Juni 2012


Penyusun

Amirul Yahya

PENDAHULUAN
Arti pengukuran
Yang dimaksud dengan pengukuran adalah mencari ukuran suatu benda dengan alat
yang berfungsi sesuai dengan fungsinya.
Jenis-jenis pekerjaan pada pengukuran
Pekerjaan yang sering dilakukan pada kerja pelat meliputi :
A .mendengarkan materi
b. mengidentifikasi alat ukur
c. praktek dengan alat ukur
d. mengunakan alat ukar sesuai fungsinya
e.cara merawat alat ukur
macam macam alat ukur :

Jangka sorong
Micrometer
High gauge
Dial indicator
Universal bever protactor.

Materi dalam pelajaran DKK dibagi menjadi 2 :


1) Dkk pengukuran
2) Dkk materi

JANGKA SORONG
jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur tebal, panjang, dan lebar
benda kerja/digunakan untuk mengukur diameter lubang dan diameter luar, dan untuk
mengukur kedalaman lubang dan ketinggian benda kerja.
Jangka sorong termasuk alat mekanik presisi, karena mampu mengukur benda kerja
secara tepat dengan hasil sangat teliti hingga ketelitian 0,05 mm, 0,02 mm,0.01 mm, dan
dalam satuan inchi memiliki ketelitian 1/128 inchi, 1/1000 inchi atau 0,001 inchi dan
sebagainya. Ada beberapa macam jangka sorong, yaitu:
a. janka sorong skala nonius
b. jangka sorong jam ukur(dial)
c. jangka sorong digital( hasil ditunjukkan angka)
A. bagian bagian jangka sorong
1. rahang ukur
2. lidah ukur
3. ukuran tinggi
4. rahang tetap
5. rahang geser
6. lidah
7. baut penjepit
8. batang
9. ekor
10. skala nonius
11. knop atau sensor
12. skala utama
B. ketelitian jangka sorong
Ketelitian adalah kemampuan alatukur untuk menunjukkan harga ukur terkecil
dalam proses pengukuran. Setiap alat ukur pasti mempunyai ketelitian yang berbeda.
Ketelitian alat ukur dapat dihitung berdasarkan pada pengertian bahwa ketelitian alat
ukur adlah jarak terdekat antara satu divisi skala nonius dengan divisi skala utama
Cara mencari ketelitian suatu alat ukur adalah :
a. jarak 1 divisi skala nonius adalah 39(mm)/20 (divisi) = 1.95 mm
b. jarak skala utama yang terdekat dengan 1 divisi skala nonius adalah 2 mm
c. sehinggga ketelitian alat ukur tersebut adalah 2 mm 1,95 mm = 0,05 mm
d. secar matematis dapat dituliskan sebagai berikut
ketelitian = divisi skala utama divisi skala nonius
= 2 mm 1,9 = 0,05 mm
C. Jangka sorong ketelitian 0,05 mm
Cara pembacaan jangka sorong skala nonius ketelitian 0,05 mm:
a) Pada jangka sorong terdapat skala utama dan skala nonius
b) 1 divisi skala utam dibaca 1 mm(setiap 10 divisi ada garis dan dibaca 1 cm)
c) 1 divisi skala nonius dibaca 0,05mm(skala nonius terdiri dari 20 divisi)
d) Membaca jangka sorong addalah lihatlah lettak nol skala nonius terletak
seteelah berapa mm skala utama. Kemudian cari dua garis yang benar benar
segaris antara skala utama dan skala nonius, bacalah dengan posisi tegak lurus
terhadap jangka sorong.

D. Jangka sorong ketelitian 0,01 mm


Cara pembacaan jangka sorong dengan jam ukur ketelitian 0,01 mm
a) Pada jangka sorong terdapat skala utama dan skala nonius
b) 1 divisi skala utam dibaca 1 mm(setiap 10 divisi ada garis dan dibaca 1 cm)
c) 1 divisi skala nonius dibaca 0,01mm(skala nonius terdiri dari 100 divisi)
d) Untuk membaca jangka sorong, lihatlah bagian rahang geser , tepi rahang
geser terletak beberapa mm dari skala uatma kemudian lihatlah posisi jarum
ukur dan baca hasil pengukurannya.
E. Jangka sorong ketelitaian 0,02 mm
Cara pembacaan jangka sorong skala nonius ketelitian 0,05 mm:
a) Pada jangka sorong terdapat skala utama dan skala nonius
b) 1 divisi skala utam dibaca 1 mm(setiap 10 divisi ada garis dan dibaca 1 cm)
c) 1 divisi skala nonius dibaca 0,02mm(skala nonius terdiri dari 50divisi)
d) Membaca jangka sorong addalah lihatlah lettak nol skala nonius terletak
seteelah berapa mm skala utama. Kemudian cari dua garis yang benar benar
segaris antara skala utama dan skala nonius, bacalah dengan posisi tegak lurus
terhadap jangka sorong.
F. Cara menjaga jangka sorong
Gunakan jangka sorong sesuai fungsinya
Taruh jangka sorong pada landasan yang lunak sepaerti kain, karet, dll
Jaga jangan sampai jatuh, jaga agar tidak berbenturan dengan benda kerja
Jangan meletakkan jangka sorong dengan benda lainnya secara tertumpuk.
Bersihkan debu atau kotoran pada bagian bagian jangka sorong sebelum dan
sesudah pemakaian dengan mengunakan kain lap yang bersih dan halus.
Untukjangka sorong yang bukan terbuat dari stainless steel, sebaiknya pada bagian
yang bergesekan diberi pelumas untuk menghindari korosi / karat
Sehabis dgunakan, jangka sorong dimasukkan pada kotak /tempatnya kemudian
disimpan dengan jenisnya.

MIKROMETER
Macam- macam micrometer adalah micrometer luar, micrometer dalam, micrometer
ketinggian / kedalaman, micrometer kepala dan micrometer khusus.
Paling sering dipakai dalah micrometer luar yang lebih dikenal dengan sebutan micrometer,
berfungsi untuk mengukur tebal , panjang, dan diameter luar benda kerja secara teliti dan
presisi. Ketelitiannya 0,01 mm dengan kapasitas pengukuran 0-25 mm, 25 50 mm, 50 75
mm, 75 100 mm,100 125 mm, dst.
Sedangkan micrometer kepala dapat digunkan untuk mengukur ketinggian, mengukur
kedalaman lubang, mengukur kedalaman alur, mengukur perbedaan ukuran dari benda kerja
standart dengan produk yang ditolerransi. Ada 3 macam micrometer kepala, yaitu micrometer
kepala dengan skala nonius, micrometer system digital,dan micrometer kombinasi skala
nonius dan digital.
A. Cara membaca micrometer Luar
Cara pembacaannya micrometer luar
ketelitian 0,01 mm :
a) Pada micrometer terdapat 3
skala ukur, yaitu skala atas,
skala bawah, dan skala putar.

b) 1 divisi skala atas dibaca 1 mm(setiap 5 divisi diberi garis agak tinngi).
c) Satu divisi skala putar dibaca 0,01 mm(setiap 5 divisi diberi garis agak tinggi)
d) Untuk skala bawah, yang dipakai hanya 1 divisi yang terletek diantara skala
atas yang terakhir dan skala putar. Jika diantara skala atas yang terakhir dan
skala putar kelihatan ada satu divisi skala bawah dibaca 0,50 mm dan jika
tidak terlihat dibaca 0,00 mm
Contoh gambar disamping kanan dibaca :
a. skala atas dibaca : 18 mm
b. skala bawah dibaca : 0,50 mm
c. skala putar dibaca : 0,44 mm
jadi ukurannya
:18, 94mm
B. Micrometer dalam(inside micrometer)
Micrometer dalam berfungsi untuk mengukur
diameter lubang, selain itu dapat pula digunakan untuk mengukur lebar suatu alur,
keterbatasan alat ini adalah bentuknya yang panjang ( 50 mm) sehingga ukuran lubang atau
alur yang dapat diukur harus lebih besar dari 50 mm, alat ukur ini memiliki batang ukur
pengganti dengan berbagai ukuran, umumnya alat ukur ini mampu mengukur lubang atau
alur hingga 200 mm.
C. Cara perawatan micrometer
Gunakan micrometer sesuai fungsinya
Taruh micrometer pada landasan yang lunak sepaerti kain, karet, dll
Jaga jangan sampai jatuh, jaga agar tidak berbenturan dengan benda kerja
Jangan meletakkan micrometer dengan benda lainnya secara tertumpuk.
Bersihkan debu atau kotoran pada bagian bagian micrometer sebelum dan sesudah
pemakaian dengan mengunakan kain lap yang bersih dan halus.
Untuk micrometer yang bukan terbuat dari stainless steel, sebaiknya pada bagian yang
bergesekan diberi pelumas untuk menghindari korosi / karat
Sehabis dgunakan, micrometer dimasukkan pada kotak /tempatnya kemudian
disimpan dengan jenisnya.
Sebaiknya micrometer dikalibrasi atau distandartkan Lagi

MISTAR INGSUT KETINGGIAN (HEIGHT GAUGE)


High gauge adalah pengukur ketelitian dapat dipakai untuk mengukur tinggi benda
kerja untuk mengukur perbedaan ketinggian beberapa bagian benda kerja, untuk menandai
dan membuat garis sejajar. High gauge dilengkapi skala ukur dalam satuan inchi danmm
dengan ketelitian 0,02 mm atau 0,05 mm. height gauge termasuk alat ukur langsung yang
presisi karena dapat mengukur dengan tepat, teliti dan hasilnya dapat langsung dibaca. Car
pembacaan skala ukurnya sama seperti membaca jangka sorong.

A. Cara perawatan micrometer


Gunakan High gauge sesuai fungsinya
Taruh High gauge pada landasan yang lunak sepaerti kain, karet, dll
Jaga jangan sampai jatuh, jaga agar tidak berbenturan dengan benda kerja
Jangan meletakkan High gauge dengan benda lainnya secara tertumpuk.
Bersihkan debu atau kotoran pada bagian bagian High gauge sebelum dan sesudah
pemakaian dengan mengunakan kain lap yang bersih dan halus.
Untuk High gauge yang bukan terbuat dari stainless steel, sebaiknya pada bagian yang
bergesekan diberi pelumas untuk menghindari korosi / karat
Sehabis dgunakan, High gauge dimasukkan pada kotak /tempatnya kemudian
disimpan dengan jenisnya.

DIAL INDIKATOR
Dial indicator digunakan untuk mengukur jarak linier kecil. Alat ini digunakan untuk
proses manufaktur maupun industri otomotif. Pada manufaktur otomotif alat ini sering
digunakan untuk berbagai dimensi, missalkan untuk mengukur kebulatan suatu shaff / ,poros
mengukur kelurusan camsheef maupun juga dapat untuk mengukur hasil pembubutan yang
lurus atau bergelombang,dll
Dial indicator dibedakan menjadi 2 setuan, pertama jam ukur dengan satuan mm(mili
meter) dan yang kedua satuan berukuran inchi(inches). Jika ditinjau dari cara kerja probe
maka terdapat dua jenis pula. Jenis yang pertama adalah jam ukur (dial indicator) dan
pipintas(dial test indicator). Dial indicator memiliki ukuran antara 0,25 mm hingga 300
mm(0,015 12,0 inchi). Dengan ketelitian antara 0,001 mm 0,01 mm(0,00005 inchi
0,001 inchi)

Cara membaca dial test indicator Seperti


pada alat umumnya, dial test indicator memiliki skala utama dan skala nonius serrta nilai
ketelitiannya. Ketelitiannya tersebut merrupakan ukuran/jarak antar divisi skala nonius. Bila
pada skala utama menunjukkan nilai dari 0 sampai 9, dengan ketelitian yang tertera maka alat
ukur ini hanya memiliki jangkauan ukuran sebesar 10 mm
Saat dial test indicator digunakan jarum skala utama akan bergerak / berputar
berlawan arah jarum jam (CCW) sedangkan jarum skala nonius bergerak / berputar searah
dengan jarum jam (CW). Untuk membaca akuran yang ditunjukkan pada dial tersebut
sebagai barikut :
Lihat skala utama berapa mm jarum penunjuk telah melampui divisi skala utama.

Lihat pada skala nonius jarum penunjuk skala nonius berada pada divisi keberapa.
Langkah pembacaan dial test indicator :

Skala utama
Skala nonius

:
8
: 75 divisi x 0,01 (mm)=0,75
= 8derajat

UNIVERSAL BEVEL PROTACTOR


Alat ukur merupakan pegembangan dari busur derajat(protactor) dengan dua
bilah lengan (balade) yang dapat berputar. Alat ini serring digunakan pada pekerjaan
manufaktur, khususnya untuk mengukur sudut dengan ketelitaian hingga 5 menit.
1 divisi skala utama = 1
1 divisi skala nonius = 5 menit
=5 (menit)
Langkah 1 : lihat divisi skala utama yang telah dilewati angka 0 skala nonius. Panah a
skala nonius telah melewati nilai 52 derajat skala utama
Langkah 2 : karena pada langkah satu ternyata angka 0 skala nonius belum melewati 0.5
derajat dari angka 53 derajat, maka pada skala nonius dipilih panah c yakni 20
Langkah 3 : jumblahkan nilai skala utama pada langkah 1 dengsn nilai skala nonius pada
langkah sehingga nilai pengukuran adalah 52 derajat + 20 menit = 52 derajat 20menit
Cara menjaga universal bevel protektor
Gunakan universal bevel protektor
sesuai fungsinya
Taruh universal bevel protektor pada
landasan yang lunak sepaerti kain, karet,
dll
Jaga jangan sampai jatuh, jaga agar tidak
berbenturan dengan benda kerja
Jangan meletakkan universal bevel
protektor dengan benda lainnya secara
tertumpuk.
Bersihkan debu atau kotoran pada
bagian bagian universal bevel protektor sebelum dan sesudah pemakaian dengan
mengunakan kain lap yang bersih dan halus.
Untuk universal bevel protektor yang bukan terbuat dari stainless steel, sebaiknya
pada bagian yang bergesekan diberi pelumas untuk menghindari korosi / karat
Sehabis dgunakan, universal bevel protektor dimasukkan pada kotak /tempatnya
kemudian disimpan dengan jenisnya.

KESIMPULAN DAN SARAN


Bahwa sesungguhnya untuk memperoleh hasil yang baik dan benar
dalam bekerja khususnya pada pengukuran tidaklah mudah, kita harus benarbenar memperhatikan fungsi dan tujuan dari penggunaan alat-alat kerja.
Misalnya saja dalam mengukur bentuk yang berbentuk melengkung ataupun
bulat kita harus menggunakan alat yang tidak sesuai fungsinya, akan tetapi
hasilnya tidak akan lebih baik apabila kita menggunakan alat yang sesuai
dengan fungsinya. Jika kita menggunakan alat yang sesuai dendan fungsinya
kita akan mendapat hasil yang lebih baik dan akan lebih sempurna. Yang
kesimpulannya bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik maka kita harus
memahami kegunaan dari macam-macam alat yang kita pergunakan.
Tak banyak saran yang akan saya ungkapkan dalam laporan ini.
Yang perlu sedikit diperbaiki dalam alat-alat kerja pengukuran misalnya adalah
alat yang telah rusak, contohnya adalah micrometer yang telah rusak haruslah
diganti agar tidak mengganggu hasil pengukuran bagi yang menggunakan. Dan
sebaikknya alat alat yang lain di check dan diganti yang baru jika perlu untuk
kelancaran pelajaran praktek. Sekian saran dari saya kurang lebihnya saya
mohon maaf .