Anda di halaman 1dari 16

ERECTILE

DYSFUNCTION
KOMUNIKASI,
INFORMASI DAN EDUKASI

KELOMPOK 2 AC

Sani Pradasari Afifah


Annissa Fadilla Martha
Dian Aulia Rahma
Nisa Utami Dewi

PERTANYAAN
Berikan informasi terkait obat dan kondisi penyakit

(KIE Farmakterapi dan KIE Non-Farmakoterapi)

Identifikasi Faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi

KASUS
Pasien : Mr.K, 51 thn, riwayat penyakit Hipertensi, DM2, dan GERD, sudah berhenti merokok 11

tahun lalu, dulu pecandu alkohol tapi sudah berhenti 16 thn lalu, aktif berjalan 2mil/hari dan
suka golf

Keluhan : sudah 14 bulan sering kali tidak mencapai ereksi dan terkadang mencapai ereksi tapi

sangat lambat, masih punya hasrat seksual, hubungan renggang dengan istri

Hasil lab :
- Tekanan darah tinggi 160/92 mmHg
- Nadi normal
- RR normal
- Gula darah tinggi 246 mg/dl
- Testicles menurun dari segi ukuran maupun konsistensi
Riwayat pengobatan :

- glipizid xL 10 mg po/hari
- omeprazol 20 mg po/hari
- HCT/Triamteren 25mg/37.5 po/hari

ANALISA PENYEBAB DISFUNGSI EREKSI YANG


DIDERITA PASIEN
Pasien menderita hipertensi yang mencapai 160/92 mmHg. Karena pasien menderita

hipertensi, kemudian pasien mengonsumsi obat antihipertensi. Obat antihipertensi yang


digunakan adalah Hidroklorotiazid/Triamteren 25 mg/37,5 mg per hari. Obat yang
digunakan merupakan jenis obat tiazid combo (diuretik). Obat apapun yang merupakan
golongan diuretik dapat menyebabkan disfungsi ereksi, karena obat diuretik dapat
menurunkan secara signifikan volume intravaskular yang sekaligus dapat menurunkan
aliran darah pada pembuluh arteri yang ada di penis.
Pasien juga menderita DM tipe 2, dimana dengan kondisi seperti ini terjadinya

penurunan pada sintesis nitric oksidase


Kemungkinan masih adanya efek karena gaya hidup sebelumnya yang merokok dan

minum-minuman beralkohol.

TERAPI FARMAKOLOGI
Nama Obat

Indikasi

Dosis

Efek Samping

Penanganan
Efek Samping

Interaksi
Obat

Pare, kayu
manis

Glipizid XL

Mengurangi
glukosa darah
pada pasien
DM tipe 2

5 mg po q
day

Omeprazole

Terapi GERD

20 mg po q
day

Amlodipine

Terapi
Hipertensi

5 mg po q
day

Edema

Sildenafil

Terapi
Disfungsi
Ereksi

50 mg po 1
jam sebelum
berhubunga
n

Sakit Kepala

Sakit kepala

Istirahat yang
cukup

dapat
meningkatkan
kerja Glipizid

SILDENAFIL SITRAT (VIAGRA)


Sildenafil bukan merupakan zat perangsang

dan juga tidak meningkatkan nafsu seksual,


tetapi hanya bekerja bila ada stimulasi
seksual

Dosis : 50 mg (diminum 1 jam sebelum

aktivitas seksual), dosis dapat dinaikkan


sampai 100mg/hari atau bahkan dikurangi
hingga 25mg/hari (>65thn)

Perhatian : untuk pasien dgn hipotensi atau

hipertensi (170/110) dalam keadaan


istirahat, pasien payah jantung, atau
penyakit koroner

I.O : Simetidin, Eritromisisn, Ketokonazol,

Ritonavir, Rifampisin (DOI. Edisi 11. 2008)

Efek onset dapat tertunda jika

penggunaannya bersamaan dengan


makanan. (http://pionas.pom.go.id/ioni/bab7-obstetrik-ginekologik-dan-salurankemih/74-gangguan-saluran-kemih/745disfungsi-ereksi-1)

Efek samping :
Headache (7-16%)
Flushing (4-10%)
Epistaxis (8%)
Dyspepsia (4-8%)
Insomnia (6%)
Erythema (5%)
Diarrhea (4%)
Dizziness (2%)
Skin rash (2%)

KONTRA INDIKASI
Kontraindikasi absolut dari pemakaian sildenafil adalah

pasien yang menggunakan semua bentuk nitrat. Preparat


nitrat tidak boleh dikonsumsi selama 24 jam
penggunaannya. Mild angina yang berulang terjadi
setelah pemakaian sildenafil adalah kontraindikasi absolut
lainnya, dan pasien sebaiknya disarankan untuk beralih
pada preparat non nitrat anti ischemic heart disease
seperti penghambat beta. Sama juga halnya jika unstable
angina yang dijumpai pada pemakaian sildenafil, maka
hanya obat penghambat beta, Ca channel blocker,
narkotik, heparin, dan aspirin yang boleh digunakan.

Perhatian :

TERAPI NON-FARMAKOLOGI YANG


DISARANKAN
Modifikasi Gaya Hidup
Menurunkan berat badan dan menjaganya agar tetap pada
berat badan ideal, mengurangi atau tidak makan-makanan
yang berkolesterol tinggi, rajin berolahraga, menghindari
kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol.
Melakukan Psikoterapi
Terapi dilakukan untuk membantu mengatasi disfungsi
ereksi yang diderita oleh pasien dengan cara mendatangi
sebuah sesi psikoterapi. Diharapkan dalam menjalankan
terapi ini harus bersamaan dengan pasangan.

LAKUKAN SIMULASI KIE TERHADAP PASANGAN/ISTRI PASIEN


*ceritanya pasien/Mr.K malu untuk berkonsultasi sendiri