Anda di halaman 1dari 23

Ekonomi, Koperasi, Bisnis dan Kegiatan Pokok Ekonomi di Indonesia

A. Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang
berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Dalam
ekonomi ada beberapa hal yang harus di pelajari di antaranya adalah :
1. Inti Masalah Ekonomi
Kebutuhan hidup manusia merupakan masalah inti ekonomi. Secara kodrati untuk
mempertahankan hidup, manusia harus memenuhi sejumlah kebutuhan dasar seperti
makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, pendidikan, pengangkutan, hiburan dan
lain sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia berupaya dengan
bekerja.
a. Pengertian kebutuhan
Kebutuhan adalah keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat
memberikan kepuasan jasmani maupun kepuasan rohani demi kelangsungan
hidup. Sebagai contoh yang tergolong benda/barang adalah sesuatu yang tampak
jelas bentuk fisiknya seperti makanan, sepatu, mobil, rumah dan lain-lainnya.
Sedangkan jasa adalah sesuatu yang tidak tampak secara fisik antara lain seperti
jasa pendidikan, jasa kesehatan, jasa potong rambut, rekreasi dan lain sebagainya.
b. Jenis-Jenis Kebutuhan
1) Berdasarkan intensitas
Berdasarkan intensitasnya kebutuhan manusia digolongkan menjadi kebutuhan
primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang paling
penting yang harus dipenuhi, contohnya : makanan, pakaian, dan rumah.
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang timbul jika kebutuhan primer
telah terpenuhi, contohnya : pariwisata, rekreasi, hiburan. Kebutuhan tersier
adalah kebutuhan ketiga yang timbul setelah kebutuhan primer dan kebutuhan
sekunder terpenuhi, contohnya mobil, sepeda motor, komputer.
2) Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya kebutuhan manusia dapat dibagi menjadi dua yaitu
kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang
berhubungan dengan fisik kita, contohnya : makan, minum, olahraga.
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan batiniah atau
jiwa kita, contohnya : perhatian, hiburan, ibadah, rekreasi.
3) Berdasarkan waktu pemenuhannya

Berdasrkan waktu pemenuhanya kebutuhan manusia dapat di bedakan


menjadi kebutuhan sekarang, mendesak dan yang akan datang. Kebutuhan
sekarang adalah kebutuhan yang harus di penuhi saat itu juga dan tidak boleh
ditunda, contoh : obat bagi yang sakit, makan bagi orang lapar. Kebutuhan
mendesak adalah kebutuhan yang sangat kritis (tiba-tiba) contoh: bantuan
untuk masyarakat yang terkena bencana. Kebutuhan yang akan datang adalah
kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan kemudian hari, contoh: asuransi,
menabung di bank, dan tabungan hari tua bagi orang yang akan pensiun.
4) Berdasarkan subyeknya
Kebutuhan menurut subyeknya dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan individu
dan kebutuhan kelmpok. Kebutuhan individu adalah kebutuhan setiap orang
dan masing masing orang berbeda, contoh: petani membutuhkan cangkul,
siswa membutuhkan buku tulis dan pensil. Kebutuhan kelompok adalah
kebutuhan yang bermanfaat untuk bersama-sama, contoh: jalan umum,
irigasi,rumah sakit.
c. Hal-hal yang mempengaruhi kebutuhan
1) Keadaan alam
Keadaan alam mendorong terciptanya kebutuhan manusia sesuai dengan
kebutuhan alam tersebut. Sebagai contoh orang yang tinggal di daerah
pegunungan atau dataran tinggi yang bersuhu udara sangat dingin memerlukan
pakaian hangat. Sebaliknya manusia yang tinggal di dataran rendah atau pantai
yang bersuhu panas membutuhkan pakaian tipis.
2) Tingkat peradaban
Makin tinggi suatu peradaban makin banyak dan beragam pula kebutuhannya.
Kebutuhan manusia pada zaman dahulu hanya tertuju pada kebutuhan primer,
misal nenek moyang berpakaian memakai kulit kayu dan daun-daunan,
makan pun cukup ubi-ubian. Seiring perkembangan peradaban semakin
berkembang pula jenis kebutuhan, manusia membutuhkan makanan lain yang
bervariasi dan pakaian terbuat dari bahan yang bagus.
3) Agama
Perbedaan ajaran suatu agama dengan agama lain dapat mengakibatkan
kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya penganut agama Islam membutuhkan
sajadah untuk salat dan dilarang mengonsumsi daging babi, sedang penganut
agama Hindu membutuhkan sesajen dalam upacara keagamaan dan dilarang
mengonsumsi daging sapi.
4) Adat atau tradisi

Adat membentuk anggota masyarakatnya dengan suatu pola tertentu dalam hal
perilaku dan kehidupannya. Sebagai contoh tradisi upacara perkawinan di
berbagai daerah di Indonesia. Anda bisa melihat perbedaan kebutuhan akan
jenis dan aneka bentuk pakaian, mas kawin serta aneka keperluan untuk
upacara perkawinan lainnya.
2. Persoalan Ekonomi Modern
Perekonomian modern meliputi berbagai kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi. Produksi adalah kegiatan yang menghasilkan atau meningkatkan nilai guna
suatu barang dan jasa. Distribusi adalah kegiatan menyalurkan hasil produksi berupa
barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Konsumsi adalah kegiatan manusia
memakai,menggunakan, mengurangi, atau menghabiskan nilai guna suatu barang dan
jasa.
3. Faktor Produksi sebagai Sumber Ekonomi yang Terbatas
Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya
yang terbatas diperlukan upaya untuk menghasilkan alat pemuas kebutuhan manusia,
kegiatan tersebut dinamakan produksi. Produksi memiliki beberapa faktor yaitu faktor
alam, faktor modal, faktor tenaga kerja dan faktor keahlian.
a. Faktor alam adalah faktor yang sudah tersedia dari alam. Contoh: tanah, air, iklim
dan barang tambang.
b. Faktor modal adalah setiap barang atau hasil produksi yang digunakan untuk
proses produksi berikutnya contoh: uang dan mesin pabrik.
c. Faktor tenaga kerja adalah segala kegiatan manusia dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa. Klasifikasi tenaga kerja menurut tingkatannya
terbagi atas : 1) tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memperoleh
pendidikan baik formal maupun non formal, contoh : guru, dokter, pengacara. 2)
tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan
latihan dan pengalaman, contoh : montir, tukang kayu, sopir, 3) tenaga kerja tidak
terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan
jasmani daripada rohani, contoh: tukang sapu, tenaga kuli pikul, pemulung.
d. Faktor keahlian adalah manusia yang memiliki keahlian dalam menciptakan suatu
produk.
4. Pengertian Ilmu Ekonomi
Istilah "ekonomi" berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti "rumah
tangga" dan nomos yang berarti "mengatur". Jadi arti dalam bahasa Yunani ekonomi
itu adalah mengatur rumah tangga.
Ilmu ekonomi adalah pengetahuan yang tersusun menurut cara yang runtut dalam
rangka mengatur rumah tangga. Ilmu ekonomi dilatar belakangi oleh adanya
3

kebutuhan manusia yang tidak terbatas namun alat pemuas kebutuhan terbatas, usaha
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan penggunaan alat pemuas
kebutuhan. Pembagian ilmu ekonomi telah dilakukan para ahli yaitu ekonomi teori,
ekonomi deskriptif, dan ekonomi terapan.
a. Ekonomi teori merupakan kumpulan kumpulan teori bidang ekonomi yang
digunakan sebagai alat kebijakan ekonomi. Ekonomi teori dibagi menjadi mikro
ekonomi dan makro ekonomi. Mikro ekonomi mempelajari cara kerja sistem
ekonomi mulai dari aspek individu dan aspek perusahaan. Sedangkan makro
ekonomi mempelajari cara kerja sistem ekonomi dengan mempelajari susunan
perekonomian secara keseluruhan.
b. Ekonomi deskriptif adalah penggambaran keadaan ekonomi dalam bentuk
angka-angka. Sebagai contoh di negara kita selalu ada kegiatan survey ekonomi
yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik yang tujuannya menghasilkan keadaan
atau perkembangan ekonomi dalam bentuk angka-angka.
c. Ekonomi terapan merupakan penerpan teori ekonomi pada masalah-masalah
ekonomi tertentu
5. Prinsip ekonomi
Prinsip ekonomi adalah usaha dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh
hasil semaksimal mungkin, atau usaha untuk memperoleh sejumlah hasil tertentu
dengan menggunakan alat-alat yang tersedia melalui pengorbanan sekecil mungkin.
Prinsip ekonomi ini dilaksanakan secara sadar karena orang tidak ada yang mau
merugikan dirinya sendiri. Namun adakalanya tindakan manusia tidak sesuai dengan
prinsip ekonomi. Keadaan tersebut biasanya aspek naluri manusia lebih kuat dipakai
sebagai dasar dibandingkan menggunakan pertimbangan rasional. Contohnya Anda
dapat melihat orang yang lebih suka berbelanja pada toko serba ada yang sangat
megah dibandingkan dengan membeli barang yang sama dengan harga yang lebih
murah di toko kecil apa lagi pada pedagang kaki-lima. Dalam hal ini mungkin orang
lebih memperhatikan gengsi daripada hal-hal yang bersifat ekonomis. Selain itu
kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku bagi sekelompok individu dan masyarakat
kadang-kadang bisa juga mengalahkan prinsip ekonomi seperti misalnya pengeluaran
biaya untuk peristiwa kematian yang luar biasa besarnya.
6. Hukum ekonomi
Hukum ekonomi menunjukkan hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi.
Pola hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi itu dibagi menjadi dua macam,
yaitu Hubungan sebab akibat dan Hubungan fungsional. Hubungan sebab akibat
4

melukiskan hubungan suatu peristiwa sebagai penyebab dari peristiwa berikutnya atau
peristiwa tersebut merupakan akibat dari peristiwa sebelumnya. Hubungan fungsional
adalah peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi dianggap saling mempengaruhi.
Hukum ekonomi berlaku mutlak, berbeda dengan hukum dalam ilmu eksak.
Hukum ekonomi merupakan kecenderungan yang akan terjadi dengan syarat aktorfaktor lain tidak ikut berubah atau disebut ceteris paribus.
7. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala
aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan pemerintah atau swasta
berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.
Macam macam sistem ekonomi:
a. Sistem ekonomi liberal
Sistem yang menghendaki kebebasan setiap individu dalam berusaha memiliki
benda baik berupa barang modal dan barang konsumsi.
ciri-ciri sistem ekonomi liberal :
1) Faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, skill) dimiliki sepenuhnya oleh
2)
3)
4)
5)

perorangan/swasta
Pemerintah tidak mengadakan campur tangan di bidang perekonomian
Persaingan bebas terjadi di pasar yang terbuka bagi setiap orang
Para konsumen dapat mengatur sendiri pola konsumsi yang mereka butuhkan
Pendapatan tiap orang berasal dari faktor produksi dan jasa, seperti tanah,

tenaga kerja, modal, skill, dan teknologi.


6) Tidak ada monopoli dan oligopoli.
b. Sistem ekonomi komando
Sistem dimana pengaturan dan pengendalian seluruh kegiatan ekonomi
diselenggarakan oleh pemerintah pusat.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando :
1) Alat-alat produksi dikuasai dan sepenuhnya milik pemerintah
2) Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui
3) Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi dan konsumsi serta harga
ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara
c. Sistem ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis merupakan suatu reaksi terhadap perkembangan sistem
ekonomi liberal.
Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis :
1) Faktor-faktor produksi tidak mungkin menjadi milik perorangan melainkan
dimiliki oleh pemerintah (publik).
2) Ekonomi sosialis berdasarkan suatu perencanaan.
3) Pembagian pendapatan nasional yang merata.
5

d. Sistem ekonomi campuran


sistem ekonomi yang di dalamnya terdapat unsur kebebasan dan unsur
kekuasaan, artinya bahwa individu diberikan kebebasan untuk berperan serta
dalam perekonomian, demikian pula pemerintah mempunyai peran untuk
menciptakan kehidupan ekonomi yang sehat dan tidak membiarkan pemusatan
modal yang terlalu besar pada individu dan atau kelompok serta membantu
golongan ekonomi lemah.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
1) Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang
menguasai orang banyak dikuasai oleh negara
2) Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar adalah campur tangan
pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi
3) Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan
kepentingan umum
e. Sistem ekonomi Pancasila
Salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang didalamnya
terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan
berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan
diri, oleh, dan untukrakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Ciri-ciri sistem ekonomi pancasila :
1) Hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara (pemerintah)
2) Peran negara dan pihak swasta sangat penting, namun tidak dominan
3) Masyarakat adalah bagian yang penting, dimana kegiatan produksi dilakukan
oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawali oleh anggota masyarakat
4) Hubungan kerja antar lembaga ekonomi tidak didasarkan pada jumlah modal,
tetapi didasari atas asas kekeluargaan,
5) Terlaksananya sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi.
B. Koperasi
1. Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsi Koperasi
Koperasi berasala dari kata Co dan Operation yang mengandung arti bekerja
sama untuk mencapai tujuan. Koperasi merupakan penjabaran Undang-Undang Dasar
1945 pasal 33 ayat (1) dimana dinyatakan bahwa koperasi berkedudukan sebagai saka
guru perekonomian nasional. Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan
dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Menurut UndangUndang Nomor 17 Tahun 2012 tentang pengkoperasian, koperasi adalah badan hukum
yang didirikan oleh perseorangan atau badan hukum koperasi dengan pemisahan
kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi
6

aspirasi dan kebutuhan bersama dibidang ekonomi, sosial, budaya sesuai dengan nilai
dan prinsip koperasi. Sedangkan secara umum, Koperasi melandaskan kegiatan
berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Ciri-ciri Koperasi sebagai unit bersama sebagai berikut:
a. Koperasi adalah kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Artinya, koperasi
mengabdi dan menyejahterakan anggotanya.
b. Semua kegiatan di dalam koperasi dilaksanakan dengan bekerja sama dan
bergotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak, dan kewajiban anggotanya
yang berarti koperasi merupakan wadah ekonomi dan sosial.
c. Segala kegiatan di dalam koperasi didasarkan pada kesadaran para anggota, bukan
atas dasar ancaman, intimidasi, atau campur tangan pihak-pihak lain yang tidak ada
sangkut pautnya dengan koperasi.
d. Tujuan ideal koperasi adalah untuk kepentingan bersama para anggotanya.
Koperasi berfungsi sebagai alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi
kesejahteraan rakyat dan sebagai alat mendemonstrasikan ekonomi nasional,
dengan jelas dapat dilihat dari asas dan sendi-sendi dasarnya. Koperasi memiliki
fungsi ganda yaitu fungsi ekonomi dan fungsi sosial. Fungsi ekonomi meliputi
upaya peningkatan taraf hidup anggota, pendemokrasian, dan sebagai urat nadi
perekonomian nasional. Fungsi sosial berkaitan dengan upaya memupuk rasa
persaudraan dan kekeluargaan secara gotong royong dalam rangka membina
persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan Berdasarkan UU No. 25 tahun 1992
tentang Perkoperasian pasal 3 , tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun
tatanan perekonomian nasional , dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Prinsip Koperasi
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk
untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang
dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah
internasional) adalah:
a.
b.
c.
d.
e.

Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela,


Pengelolaan yang demokratis,
Partisipasi anggota dalam ekonomi,
Kebebasan dan otonomi,
Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi

Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.


Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
a. Keangotaan bersifat sukarela dan terbuka.
Maksudnya setiap keanggotaan / anggota secara sukarela memberikan modalnya
sendiri-sendiri untuk di gabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas
kekeluargaan dan kenggotaan bersifat terbuka maksudnya terbuka untuk siapa saja
yang mau menjadi anggota koperasi tersebut.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.
Karena setiap kenggotaan koperasi bebas berpendapat, tetapi yang dimaksud bebas
berpendapat harus memakai aturan yang jelas berdasarkan prinsip koperasi sebagai
gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan demi mewujudkan dan
mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama
berdasarkan asas kekeluargaan.
c. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masingmasing anggota.
Maksudnya setiap hasil usaha (SHU) adalah jasa darj masing-masing anggota dan
modal dari masing-masing anggota ,jadi pembagian SHU setiap anggota harus
dibayar secara tunai karena disini setiap anggota adalah investor atas jasa
modal,selain investor anggota koperasi adalah pemilik jasa sebagai pemakai
/pelangan. SHU juga merupakan hak dari setiap anggota koperasi.
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
Pembelian balas jasa di dalam anggota koperasi terbatas oleh besarnya modal yang
tersedia. Apabila modal sedikit pembelian balas jasanya juga sedikit dan begitu
juga sebaliknya, jadi dilihat dari besar-kecilnya modal anggota itu sendiri.
e. Kemandirian.
Maksudnya setiap anggota mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masingmasing atas setiap usaha itu sendiri, selain itu anggota koperasi di tuntut berperan
secara aktif dalam upaya mempertingi kualitas dan bisa mengelola koperasi dan
usaha itu sendiri.
f. Pendidikan perkoperasiaan
Maksudnya pendidikan perkoperasiaan memberikan bekal kemampuan bekerja
setelah mereka terjun dalam masyarakat karena manusia disamping sebagai
makhluk sosial juga sebagai makhluk individu, dan melalui usaha-usaha
pendidikan perkoperasian dan partisipasi anggota sangat di hargain dan dianjurkan
dalam berkehidupan koperasi, selain itu juga melalui pendidikan perkoperasiaan
setiap orang dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing.
g. Kerjasama antar koperasi.
8

Maksudnya adanya hubungan kerjasama antar koperasi satu dengan koperasi


lainnya untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama dan dengan adanya kerjasama antar koperasi dapat
mewujudkan kesejahteraan koperasi tersebu
3. Jenis Koperasi
1) Jenis Koperasi menurut fungsinya:
a. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah jenis koperasi yang anggotanya terdiri atas para
produsen dengan melakukan kegiatan usaha khusus penjualan barang barang
produksi para anggotanya. Contoh, koperasi ternak, koperasi cengkeh,
koperasi kopra, koperasi nelayan (Fishermen cooperative), dan koperasi
kerajinan (arts cooperative).
b. Koperasai Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah jenis koperasi yang memiliki anggota yang terdiri
atas kumpulan konsumen, bergerak khusus dalam aktivitas penjualan barang
barang konsumsi terutama barang kebutuhan para anggota koperasidan
masyarakat sekitarnya. Contohnya koperasi karyawan (KOPKAR), koperasi
pegawai republik Indonesia (KPRI), koperasi siswa/mahasiswa, koperasi RT,
dan koperasi ABRI.
c. Koperasi jasa
Koperasi jasa adalah jenis koperasi yang melakukan kegiatan usaha dengan
memberi pelayanan atau jasa kepada para anggota khususnya dan masyarakat
sekitarnya. contoh koperasi asuransi, koperasi simpan pinjam ataupun
koperasi perkreditan.
2) Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja yaitu:
a. Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota
sebanyak 20 orang perseorangan.
b. Koperasi Sekunder
Koperasi sekunder dalah koperasi yang terdiri dari gabungan badanbadan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan
dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
a) Koperasi pusat adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5
koperasi primer.
b) Gabungan koperasi adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi
pusat
c) Induk koperasi adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3
gabungan koperasi
9

3) Jenis koprasi berdasarkan usahanya;


a. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
Koprasi simpan pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu
menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang
menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam
dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan
melalui rapat anggota.Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan
dari, oleh, dan untuk anggota.
b. Koperasi Serba Usaha (KSU)
Koprasi serba usaha adalah koperasi yang bidang usahanya
bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan
untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit
produksi, unit wartel.
c. Koperasi Konsumsi
koprasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya
menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud
misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
d. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat
barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama.Anggota koperasi
ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota
mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
4) Jenis Koperasi menurut lingkungannya yaitu:
a. Koperasi fungsional adalah koperasi untuk Lingkungan Angkatan Bersenjata
yang merupakan suatu wadah kegiatan-kegiatan karyawan yang tidak lepas
kebijaksanaan pimpinanangkatan dalam usaha peningkatan kesejahteraan
anggota dan keluarganya seperti Kopad, kopal, kopau, dan sebagainya.
b. Koperasi Unit Desa adalah koperasi dalam rangka meningkatkan produksi
pertanian, khususnya pangan.
c. Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya merupakan murid-murid
yang ada di sekolah itu.
4. Kelebihan dan Kekurangan koperasi
Kelebihan koperasi:
a. Prinsip pengelolaan bertujuan memupuk laba untuk kepentingan anggota.
Misalnya koperasi pertanian mendirikan pabik pengilingan padi. Maksudnya
adalah laba/Sisa hasil Usaha yang dihasilkan oleh koperasi akan dibagi kepada
anggota,

10

b. Anggota koperasi berperan sebagai konsumen dan produsen. Agar koperasi


berjalan, anggotanya harus berperan ganda, anggota harus aktif dalam
menyimpan dana koperasi, dan melakukan pinjaman kepada koperasi,
c. Dasar sukarela, orang terhimpun dalam koperasi atau masuk menjadi anggota
dengan dasar sukarela. Maksudnya adalah seseorang yang akan menjadi anggota
koperasi atau yang ingin atau yang sudah menjadi anggota, bukan karena
terpaksa, melainkan keinginanya sendiri untuk memperbaiki hidupnya,
d. Mengutamakan kepentingan Anggota. Maksudnya didalam koperasi
menitikberatkan untuk kepentingan anggota buka individu. karena tanpa anggota,
koperasi tidak akan berjalan.
Kekurangan koperasi:
a. Keterbatasan dibidang permodalan. Bagi koperasi yang baru saja berdiri mungkin
akan mengalami sedikit kesulitan modal untuk dapat berkembang,
b. Daya saing lemah. Jika dibandingkan dengan badan usaha besar lainnyalainnya
koperasi bisa dikatakan kalah bersaing dengan mereka,
c. Rendahnya kesadaran berkoperasi pada anggota. Tidak semua anggota koperasi
memiliki kesadaran penuh dalam berkoperasi, seperti tidak menyetorkan Iuran
wajib terhadap koperasi,
d. Kemampuan tenaga professional dalam pengelolaan koperasi. Sumber Daya
Manusia yang tersedia terkadang kurang memiliki keahlian sehingga
menyebabkan Kurangnya kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya
dan masalah lainnya.
C. Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau
jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata
bisnis dari bahasa Inggrisbusiness, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam
konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta,
bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para
pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan
waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar
keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan
kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan
kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana

11

bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat
pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok
orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri
dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis
yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat
merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang
paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia
barang dan jasa.
Bentuk dasar kepemilikan bisnis
Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa
bentuk yang dianggap umum:
Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu
orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas
harta perusahaan.
Kelebihan
Mendapatkan semua profit
Kemudahan formasi
Kontrol penuh
Pajak lebih rendah

kekurangan
Menanggung semua kerugian
Kewajiban tidak terbatas
Keterbatasan keuangan
Keterbatasan kemampuan

Persekutuan
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama
mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Sama seperti
perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung
jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi
persekutuan komanditer dan firma.
Kelebihan
Dana yang di perolaeh lebih banyak
Kerugian usaha di tanggung bersama
Adanya spesialisasi keahlian
Perseroan

kekurangan
Tanggung jawab di bagi
Hutang tidak terbatas
Keutungan di bagi

Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan
diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas
atas harta perusahaan.
12

Kelebihan
Tanggungjawab atas hutang sebatas

kekurangan
Biaya pendirian mahal

modal yang di setor


Akses dana
Transfer kepemilikan

Pengungkapan keuangan
Komplesifitas problem dan pajak
tinggi

Koperasi
Koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan
untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan
dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas
ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa
koperasi.
Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat
dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat
digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang
dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.

Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah
atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh
manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau
pipa.

Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan
keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh
bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.

Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara
produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasikonsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula:Waralaba

Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang


mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.

Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan
pengelolaan modal.

Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualankembali properti intelektual (intelellectual property).
13

Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air,
dan biasanya didanai oleh pemerintah.

Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual,
menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.

Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara


mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

Pemegang Kepentingan Utama dalam Bisnis

Setiap bisnis mengadakan transaksi dengan orang maupun badan. Orang-orang


yang menjalankan bisnis tersebut harus menanggung akibat (resiko) karena bisnis
tersebut. Dengan kata lain setiap orang yang menjalankan bisnis harus menanggung
resiko yang muncul dari kegiatan operasional bisnis yang dialankan. Pelaku bisnis
dapat disebut pemegang kepentingan utama (Stakeholders) atau orang yang
berkepentingan dalam bisnis. Madura (2001:2) menyatakan bahwa terdapat 5 jenis
kepentingan yang terlihat dalam bisnis, antara lain:
1.Pemilik
Pengertian pemilik disini adalah individu atau sekelompok orang yang memiliki
ide untuk memulai suatu bisnis dengan mengorganisasikan, mengelola, dan
mengesumsikan risiko suatu bisnis yang dihadapi mulai dari permulaan bisnis.
2.Karyawan
Dalam hal ini yang dimaksud dengan karyawan adalah manajer yang berperan
sebagai pengelola dan pembuat keputusan penting dalam perusahaan. Madura
(2001:4) mengartikan bahwa manajer adalah karyawan yang mempunyai
tanggungjawab mengelola pekerjaan yang ditugaskan pada karyawan lain dan
membuat keputusan penting dalam perusahaan.
3.Kreditor
Disebut sebagai salah satu pemegang kepentingan dalam bisnis, karena berkaitan
dengan bagaimana perusahaan mendapatkan tambahan dana dari pihak ketiga (Contoh
: bank sebagaikreditor). Madura (2001:3) megatakan bahwa kreditor adalah individu,
institusi atau lembaga keuangan yang memberikan pinjaman.
4.Pemasok

14

Setiap perusahaan membutuhkan bahan baku untuk menjalankan produksi dan


menghasilkan produk, oleh karena itu kinerja perusahaan sebagian ditentukan juga
dengan kemampuan pemasok dalam mengantarkan dan memenuhi bahan baku tepat
pada waktunya.
5.Pelanggan
Dikatakan sebagai pemegang kepentingan karena keuntungan yang diperoleh
perusahaan berasal dari produk perusahaan yang dibeli oleh pelanggan.Oleh karena
itu, untuk menarik pelanggan perusahaan harus memberikan barang dengan kualitas
dan harga yang sesuai. Apabila perusahaan tidak dapat memberikan baran dan jasa
yang berkualitas, maka pelanggan akan beralih keproduk perusahaan pesaing yang
dapat menimbulkan ancaman berkurangnya profitabilitas (keuntungan) yang
diperoleh perusahaan.

Fungsi Bisnis
Fungsi bisnis adalah untuk menciptakan nilai (kegunaan) suatu produk, yang
semula kurang bernilai, setelah diubah atau diolah menjadi menjadi dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat / konsumen. Nilai kegunaan (Utility Value) yang diciptakan
oleh kegiatan bisnis, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat adalah
terangkum dalam fungsi utama bisnis.
Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk atau jasa dengan cara :
- Bisnis berfungsi untuk mengubah bentuk bisnis(form utility), yang tidak lain dari
fungsi produksi
- Bisnis berfungsi untuk memindahkan bentuk (place utility), atau fungsi distribusi
- Bisnis mengubah pemilikan (possessive utility), yaitu fungsi penjualan
- Bisnis berfungsi menunda waktu kegunaan. (time utility), atau fungsi pemasaran
Steinhoff menyebutkan ada tiga fungsi utama bisnis, yaitu :
-Untuk mencari bahan mentah (acquiring raw material)
-Untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi(manufacturing raw materials
into product)
-Untuk menyalurkan barang yang sudah jadi tersebut ketangan konsumen (distributing
product to consumers)

15

PERLUNYA BERBISNIS
Dengan memahami bagaimana bagaimana bisnis itu bekerja, akan lebih

memudahkan orang untuk melakukan bisnis dalam menggapai suatu keberhasilan


dalam kegiatan bisnis nya sendiri.Secara umum sebenarnya ada 5 (lima) alasan
penting untuk belajar tentang bisnis, yaitu:
1. Adanya saling ketergantungan baik secara individual maupun sebagai suatu negara.
Tidak masalah bagaiman bebasnya kita, hampir semua orang bergantung dengan
orang lain, baik zaman dulu hingga di era ini.
2. Adanya peluang internasional. Meningkatnya globalisasi di dalam dunia bisnis telah
membuka peluang bisnis. Era baru dunia bisnis dalam dalam pasar internasional
memerlukan pemimpin bisnis yang tahu bagaimana memulai, mengopersikan, dan
melanjutkan suatu usahanya.
3. Usaha mempertahankan dan meningkatkan standart hidup. Standart hidup adalah
suatu ukuran tentang seberapa baik seseorang atau keluarga yang dapat memuaskan
kebutuhan dan keinginan dengan barang dan jasa. Jadi, standart hidup menunjukkan
jumlah barang dan jasa yang dipandang rata-rata seseorang atau sebuah keluarga
sebagai kebutuhan.
4. Adanya perubahan. Bisnis bersifat dinamis,selalu berubah. Mengikuti hal-hal yang
dapat diperkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dapat leboh mudah, lebih
efisien, dan dapat mengurangi traumatik jika dapat memahami bisnis.
5. Mencegah kesalahpahaman. Memahami bisnis juga dapat mencegah kesalahpahaman,
kesalahan informasi, dan ketidakaakuratan data yang diterima sebagai sesuatu yang
benar.
TUJUAN BISNIS
Tujuan bisnis tidak lebih dan tidak lain adalah memperoleh keuntungan karena
semua orang yang berbisnis mulanya berawal dari fikiran-fikiran dan keinginan
mereka untuk memperoleh keuntungan sehingga muncul inisiatif untuk menjalankan
bisnis dari keinginan mereka tersebut.
Meskipun tujuan utama mereka adalah memperoleh keuntungan namun hal
tersebut bukan berarti bahwa mereka tidak mempunyai tujuan lain selain tujuan
tersebut, masih banyak tujuan-tujuan para pembisnis yang ingin mereka raih dan

16

tujuan antara satu dan yang lainya bisa saja berbeda. Tujuan lain yang ingin dicapai
oleh pelaku bisnis itu diantaranya :

Ingin mencukupi berbagai kebutuhannya


Untuk memakmurkan keluarga
Ingin namanya dikenal banyak orang
Karena ingin menjadi penerus usaha keluarga
Ingin mencoba hal baru
Ingin memanfaatkan waktu luang
Ingin mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain.
Ingin mendapat simpati. Dsb.
Dalam jangka panjang, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya untuk memenuhi
kebutuhan konsumen, namun terdapat banyak hal yang ingin dicapai oleh perusahaan
dalam bisnisnya, diantaranya:

1. Market standing, yaitu penguasan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan
untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka panjang.
2. Innovation yaitu inovasi dalam produk (barang atau jasa) serta inovasi keahlian.
Tujuan bisnis yang ingin dicapai melalui inovasi adalah menciptakan nilai tamabah
pada suatu produk, misalnya shampoo 2 in 1.
3. Physical and financial resources, perusahaan memiliki tujuan penguasaan terhadap
sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangkan perusahaan menjadi semakin
besar dan semakin menguntungkan.
4. Manager performance and development, manager merupakan orang yang secara
operasional bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. Untuk dapat
mengelola perusahaan dengan baik, manager perlu memiliki berbagai kemampuan
dan keahlian yang sesuai dengan profesinya. Maka diperlukan peningkatan kinerja
dan pengembangan kemampuan manager melalui serangkaian kegiatan kompensasi
yang menarik dan program training and development yang berkelanjutan.
5. Worker Performance and Attitude, untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap
para karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat
bekerja dengan baik.
6. Public Responsibility, bisnis harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan
kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi dan menciptakan lapangan
kerja, dll.
D. Kegiatan Pokok Ekonomi
17

1. Kegiatan Produksi
a. Pengertian Produksi
Produksi adalah semua kegiatan yang menghasilkan atau meningkatkan nilai guna
suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Orang atau lembaga yang yang menghasilkan barang atau jasa disebut produsen.

b. Tujuan Produksi
Kegiatan produksi bertujuan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa dengan
memperhatikan nilai gunanya.
c. Nilai Guna Barang Produksi
Nilai guna barang dapat terjadi apabila ada proses perubahan :
1. Bentuk (form utility).
2. Dasar (Elementary Utility)
3. Waktu (Time Utility).
4. Tempat (Place Utility)
5. Kepemilikan (Own Utility).
6. Jasa (Service Utility).

d. Faktor Produksi
Faktor produksi adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam usaha menghasilkan
barang dan jasa dalam rangka menambah guna suatu barang dan jasa.Faktor produksi
digolongkan menjadi dua :
1) Faktor produksi asli, meliputi:
a) Faktor produksi alam
Faktor produksi alam adalah segala sumber yang telah disediakan oleh alam yang
dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha mencapai kemakmuran. Faktor
produksi alam meliputi:
Tanah; Sebagai tempat untuk berpijak, selain itu dimanfaatkan sebagai lahan
pertanian, peternakan, perikanan, dan mendirikan bangunan.
Air; Merupakan sumber penghidupan, selain itu untuk pengairan.
Barang tambang; Merupakan sumber daya alam yang terdapat di bumi.
Iklim; Pertanian dan perkebunan membutuhkan iklim yang sesuai dengan
letak geografinya.
Tenaga Alam; Tenaga alam dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
b) Faktor tenaga kerja
Kegiatan produksi sangat memerlukan tenaga kerja.Tenaga kerja yang
dimaksud adalah tenaga kerja yang terampil dan cakap. Tenaga kerja dapat
digolongkan menjadi:
(1) Tenaga kerja menurut sifatnya :

Tenaga kerja rohani; Segala kegiatan pikiran yang memberikan


sumbangan produktif pada produksi.

18

Tenaga kerja jasmani; Kegiatan jasmani yang memberikan sumbangan

produktif pada produksi.


Tenaga kerja terdidik;Tenaga kerja yang memerlukan pendidikan terlebih
dahulu agar memperoleh keahlian dalam bidangnya. Misalnya: guru,

dosen, dan pengacara.


Tenaga kerja terlatih; Tenaga kerja yang memerlukan pelatihan terlebih
dahulu agar memperoleh keterampilan. Contoh: sopir, penjahit, dan

montir.
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih; Tenaga kerja yang tidak
memerlukan pendidikan atau pelatihan terlebih dahulu. Tenaga kerja ini

biasanya hanya mengandalkan kekuatan fisik.


(2) Tenaga kerja menurut kedudukannya; Meliputi tenaga kerja dengan usaha
sendiri dan tenaga kerja yang bekerja pada orang lain.
(3) Tenaga kerja menurut hubungannya dengan proses produksi; Meliputi
tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
2) Faktor produksi turunan, meliputi:
a) Faktor modal
Faktor modal adalah alat-alat yang dapat digunakan untuk mempermudah
atau mempercepat proses produksi berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Modal dibedakan berdasarkan:
(1)
(2)
(3)
(4)

Modal menurut sumber modal terdiri modal sendiri dan modal pinjaman.
Modal menurut sifatnya terdiri modal tetap dan modal lancar.
Modal menurut fungsinya terdiri modal masyarakat dan modal perorangan.
Modal menurut bentuknya terdiri modal tidak nyata (abstrak) dan modal
nyata (konkret).

b) Faktor produksi kewirausahaan


Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki oleh
seseorang untuk mengatur faktor-faktor produksi seperti faktor alam, tenaga
kerja, dan modal untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam
hal ini pengusaha harus mempunyai kemampuan: menyusun perencanaan
(planning), pengorganisasian (organizing), menggerakkan (actuating),
pengendalian atau pengawasan (controlling).

e. Bidang Produksi
1) Produksi ekstraktif, yaitu kegiatan produksi dengan langsung
mengeksploitasi/mengumpulkan kekayaan alam. Misal : pengumpul batu sungai,
pengumpul kayu bakar.
2) Produksi agraris, yaitu kegiatan produksi yang berhubungan dengan pengelolaan
alam baik berupa pendayagunaan, pemeliharaan ataupun penambahan fungsi dan
jenis (varietas baru) hasil alam tersebut. Misal : menyilangkan tanaman, budidaya
lele.
19

3)

Produksi manufaktur, yaitu kegiatan dimana suatu barang diubah ke dalam bentuk
lain atau menjadi barang baru, bahkan bisa jadi dengan kegunaan baru pula. Misal

kayu menjadi meja, karet menjadi ban.


4) Produksi jasa, yaitu kegiatan melayani atau memenuhi kebutuhan manusia dalam
bidang jasa. Misal : usaha pariwisata, usaha hotel.

f. Etika Ekonomi Dalam Memanfaatkan Faktor Produksi


Etika ekonomi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber dayaekonomi
dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan kelestarianlingkungan.
Cara pemanfaatan faktor produksi yang sesuai dengan etikaekonomi tersebut sebagai
berikut: Tidak melakukan eksploitasi besar-besaran; Selalu menjaga kelestarian
lingkungan; Memanfaatkan faktor produksi alternatif yang lain.

g. Cara Peningkatan Mutu Dan Jumlah Hasil Produksi


1) Intensifikasi, yaitu usaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi
dengan cara meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi yang sudah ada
tanpa menambah jumlah faktor produksi. Misalnya: petani yang ingin menambah
hasil panennya dengan melakukan pengolahan tanah yang benar, menggunakan bibit
tanaman yang unggul.
2) Ekstensifikasi, yaitu usaha meningkatkan jumlah atau mutu produksi dengan cara
menambah atau memperbanyak jumlah faktor produksi. Misalnya: memperluas
pabrik, menambah tenaga kerja, dan membeli mesin-mesin canggih.
3) Diversifikasi, yaitu peningkatan jumlah atau mutu produksi dengan cara
menganekaragamkan jenis produksi untuk meningkatkan hasil produksi.
Misalnya:petani yang menanam padi dengan diselingi tanaman palawija dan dalam
lahan yang sama tersebut juga memelihara ikan.

2. Kegiatan Distribusi
a. Pengertian Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyampaikan atau menyalurkan hasil produksi berupa
barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Orang atau lembaga yang melakukan
kegiatan distribusi disebut distributor.

b. Tujuan Distribusi
1)
2)
3)
4)

Menyalurkan barang dari produsen kapada konsumen.


Agar hasil produksi lebih berguna bagi masyarakat.
Kebutuhan masyarakat akan barang/jasa terpenuhi.
Agar kontinuitas produksi terjamin.

c. Sistem Distribusi
1) Distribusi langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasa yang dilakukan secara
langsung tanpa perantara dari produsen ke konsumen. Misalnya: penjual bakmi keliling,
penjual sate yang menjajakan dagangannya langsung ke konsumen.
2) Distribusi semi langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasayang dilakukan oleh
produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang masih bagian dari
20

produsen atau melalui toko milik produsen sendiri. Misalnya: pabrik sepatu Nira
menjual hasil produknya melalui toko sepatu Nira.
3) Distribusi tidak langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen
kepada konsumen melalui perantara seperti agen, grosir, pedagang kecil. Misalnya:
pabrik minyak pelumas motor yang menjual product melalui bengkel-bengkel motor.

d. Lembaga Distribusi
Lembaga distribusi adalah orang atau perusahaan yang menjadi perantara antara produsen dan
konsumen. Lembaga distribusi dibedakan menjadi:
1) Pedagang, yaitu orang atau badan yang membeli barang dagangan dari produsen dan
menjualnya kepada konsumen. Pedagang terdiri dari:
a) Pedagang besar (grosir), yaitu pedagang yang membeli dan menjual barang-barang
dalam jumlah besar yang kemudian menjualnya kembali kepada pedagang kecil atau
pengecer.
b) Pedagang kecil (retailer), yaitu pedagang yang membeli barang dari grosir yang
kemudian menjual barang dalam jumlah kecil dan langsung kepada konsumen.
2) Agen, yaitu lembaga atau seseorang yang melaksanakan perdagangan dengan
menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan barang
ataupun merupakan wakil dari produsen yang bertanggung jawab atas penjualan hasil
produksinya. Hasil yang diperoleh agen atas penjualan barang milik produsen disebut
komisi.
3) Makelar, yaitu perantara dalam perdagangan yang membeli dan menjual barang bukan
atas namanya sendiri, tetapi atas nama orang atau lembaga yang menyuruhnya. Makelar
bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan jual beli barang yangdilakukannya.Hasil
yang diperoleh atas kegiatannyadisebut provisi atau kurtase.
4) Komisioner, yaitu perantara dalam perdagangan yang mengatasnamakan dirinya sendiri
walau barang tersebut milik orang lain. Komisioner bertanggung jawab atas tindakan dan
kegiatan jual beli barang yang dilakukannya. Hasil yang diperoleh atas kegiatannya
disebut komisi.
5) Importir, yaitu orang atau badan usaha yang membeli dan mendatangkan barang dari luar
negeri dengan tujuan untuk dijual kembali di pasar dalam negeri.
6) Eksportir, yaitu orang atau badan usaha yang mengirim barang ke luar negeri.

e. Etika Ekonomi Dalam Distribusi Barang Dan Jasa


Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa adalah tindakanberusaha memperoleh
keuntungan yang wajar tanpa merugikan pihak lain (konsumen, produsen, dan
distributor). Etika dalam distribusi diantaranya pemerataan dan keadilan.

3. Kegiatan Konsumsi
a. Pengertian Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan manusia memakai,menggunakan, mengurangi, atau
menghabiskan nilai gunasuatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Orang atau
lembaga yang menggunakan barang atau jasa disebut konsumen.
21

b. Tujuan Konsumsi
Tujuan seseorang melakukan kegiatan konsumsi yaitu untuk memperoleh kepuasan
dan tingkat kemakmuran yang setinggi-tingginya sesuai yang diingikan. Tujuan konsumsi
dibedakan menjadi:
1) Konsumsi produktif, yaitu konsumsi yang tujuannya untuk menghasilkan barang atau
jasa lain.
2) Konsumsi konsumtif/akhir, yaitu konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan
sendiri.

c. Skala Prioritas Kebutuhan


Yang perlu diperhatikan dalam membuat skala prioritas kebutuhan yaitu:
1) Memprioritaskan kebutuhan primer dibandingkan dengan kebutuhan sekunder atau
2)
3)
4)
5)

tersier.
Disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan penghasilan.
Harus menghindari pola hidup boros.
Memperhatikan kualitas dan harga barang.
Menghindari pembelian barang di luar kemampuan.

d. Aspek Positif Dan Negatif Konsumtif


1) Aspek positif perilaku konsumtif antara lain : Menambah lapangan kerja, Meningkatkan
motivasi konsumen untuk menambah jumlah penghasilan, Menciptakan pasar bagi
produsen, Memberikan kepuasan bagi konsumen, Memberikan keuntungan bagi
produsen dan kegiatan ekonomi lain, Meningkatkan perputaran roda perekonomian.
2) Aspek negatif perilaku konsumtif antara lain : Hidup boros dan dapat menimbulkan
kecemburuan sosial, Mengurangi kesempatan menabung, Berperilaku konsumtif dan
cenderung tidak memikirkan kebutuhan yang akan dating, Menimbulkan kesenjangan
sosial, Menimbulkan inflasi.

e. Faktor Yang Mempengaruhi Pola Kegiatan Konsumsi


1) Faktor penghasilan; Tingkat penghasilan, merupakan faktor utama dalam memengaruhi
tingkat konsumsi. Semakin besar penghasilan seseorang, kecenderungan untuk memenuhi
kebutuhan juga semakin besar. Sebaliknya semakin kecil penghasilan yang diperoleh,
maka tingkat konsumsinya juga terbatas.

2) Faktor selera; Setiap orang mempunyai selera yang berbeda, sehingga pola konsumsinya
pun berbeda-beda sesuai dengan selera masing-masing. Semakin besar selera seseorang,
maka tingkat konsumsi terhadap barang dan jasa juga besar.

3) Faktor harga barang/jasa; Semakin harga barang dan jasa dapat terjangkau untuk
dikonsumsi, maka pola konsumsi terhadap barang dan jasa juga besar.

4) Faktor tingkat pendidikan; Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka kebutuhannya


terhadap suatu produk seringkali akan berbeda.
5) Faktorjumlah anggota keluarga; Suatu keluarga yang memiliki jumlah anggota yang
besar, maka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan juga semakin besar.

22

6) Faktor lingkungan; Lingkungan tempat tinggal sangat memengaruhi tingkat konsumsi


seseorang. Orang yang bertempat tinggal di kota tingkat konsumsinya lebih besar
daripada orang yang tinggal di desa.

23