Anda di halaman 1dari 24

KIMIA ANALITIK I

61200331 (2 SKS)
BY
NOOR FITRI

MOTIVASI
BELAJAR ADALAH

IBADAH

HIBAH PENGAJARAN
PEMBELAJARAN MATA KULIAH
KIMIA ANALITIK I DENGAN
METODE SEARCH SOLVE CREATE
SHARE (SSCS)

OLEH:
NOOR FITRI

TUJUAN HIBAH
PENGAJARAN
Penguasaan materi Kimia
Analitik I yang excelent :
lulusan yang berkualitas dan
berdaya saing tinggi

TUJUAN
PENELITIAN
MAHASISWA DAPAT MENGUASAI MATERI KIMIA
ANALITIK I DAN DAPAT MENGGUNAKAN
PENGETAHUAN TERSEBUT UNTUK PENGEMBANGAN
ANALISIS MINYAK ATSIRI, MAMPU BERPIKIR
KRITIS DAN KREATIF, MEMILIKI KETERAMPILAN
PROSES, SERTA MAMPU MEMIMPIN,
BERKOORDINASI DAN BEKERJA SAMA

TUJUAN KULIAH
Mahasiswa dapat lebih menguasai materi
kimia analitik I dan dapat menggunakan
pengetahuan tersebut untuk pengembangan
analisis Minyak Atsiri, mampu berpikir kritis
dan kreatif, mempunyai keterampilan
proses/saintifik, serta mampu memimpin,
berkoordinasi dan bekerja sama.

P1 - 6
K Anal.II, Noor Fitri

BUKU PEGANGAN
Harvey, D., Modern Analytical Chemistry,
McGraw-Hill Higher Education Pubs., 2000
Skoog, D.A., et al, Analytical Chemistry,
Saunder College Pubs., 1994
Vogel, Analisis Anorganik kualitatif makro
dan semimikro, 1990
Kennedy, J.H., Analytical
Chemistry:Principles, Saunder College Pubs.,
1990
P1 - 7
K Anal.II, Noor Fitri

ATURAN PERKULIAHAN
HADIR TEPAT WAKTU SESUAI JADWAL
POSISI DUDUK IKHWAH-AKHWAT TERPISAH,
MISAL: IKHWAH BARISAN KANAN; AKHWAT
BARISAN KIRI.
BERPAKAIAN SOPAN, MAHASISWI
MENGGUNAKAN ROK
WAJIB MEMBAWA AL QURAN TARJAMAH
KULIAH DIBUKA DENGAN BASMALAH
PEMBACAAN AYAT AL QUR`AN DAN
TERJEMAHANNYA
PEMBAHASAN MATERI KULIAH
KULIAH DITUTUP DENGAN HAMDALAH
P1 - 8
K Anal.II, Noor Fitri

SISTEM PENILAIAN

- Tugas kelompok 15 %
- Tugas mandiri 15 %
- Kuis (2 kali) 10 %
- UTS 25 %
- UAS 30 %
- Soal bonus dan kehadiran/kredit point
membawa Al-Quran 10 %

P1 - 9
K Anal.II, Noor Fitri

RANGE NILAI (ATURAN FMIPA UII 2006)


NILAI HURUF

BOBOT

NILAI MINIMUM

RANGE NILAI

80,00

> 80,00

A-

3,75

76,25

76,25 79,99

A/B

3,5

72,50

72,50 76,24

B+

3,25

68,75

68,75 72,49

65,00

65,00 68,74

B-

2,75

62.50

62.50 64,99

B/C

2,5

60,00

60,00 62,49

C+

2,25

57,50

57,50 59,99

55,00

55,00 57,49

C-

1,75

51,25

51,25 54,99

C/D

1,5

47,50

47,50 51,24

D+

1,25

43,75

43,75 47,49

40,00

40,00 43,74

< 40,00
P1 - 10
K Anal.II, Noor Fitri

MATERI KIMIA ANALITIK 1


1. Pengantar Kuliah Kimia Analitik I:
Defenisi dan peran Kimia Analitik;
Proses analisis
2. Perangkat dasar Kimia Analitik
3. Bahasa Kimia Analitik
4. Kesetimbangan kimia dan pH
5. Pelarut dalam Kimia Analitik
6. Analisis kualitatif Kation
7. Analisis Kualitatif anion
8. Persiapan sampel untuk analisis
P1 - 11
K Anal.II, Noor Fitri

MATERI PERTEMUAN 1
Diskripsi umum materi kuliah Kimia
Analitik I, sistem perkuliahan, sistem
penilaian, dan range nilai.
Defenisi Kimia Analitik, perspektif, dan
permasalahan analitik serta perannya
Proses analisis: pendefinisian masalah,
sampling, pemilihan metode, pemisahan,
kuantifikasi, dan evaluasi

P1 - 12
K Anal.II, Noor Fitri

DEFENITION
Analytical chemistry is the science of
obtaining, processing, and communicating
information about the composition and
structure of matter. In other words, it is
the art and science of determining what
matter is and how much of it exists.

P1 - 13
K Anal.II, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK

KIMIA ANALITIK:
KA MODERN: IDENTIFIKASI SUATU ZAT, ELUSIDASI
STRUKTUR, ANALISIS KUANTITATIF KOMPOSISI.
APLIKASI KIMIA ANALITIK: SANGAT LUAS.

CONTOH:
PEMANTAUAN PENCEMARAN TANAH;AIR;UDARA.

PEMANTAUAN SO2; CO, DAN CO2 SCR

BERKESINAMBUNGAN DG IR/FLUORESENSI
O2 TERLARUT DG POTENSIOMETRI/KOLORIMETRI

ANALISIS PESTISIDA DAN INSEKTISIDA DG

KROMATOGRAFI CAIR;
ANALISIS LOGAM DG AAS;

ISOLASI PROTEIN DG ELEKTROFORESIS:

P1 - 14
K Anal.II, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK


PROSES ANALISIS MELIPUTI:
1. DEFINISI: MENDEFINISIKAN PROBLEM
ANALITIK YG AKAN DIPECAHKAN
2. SAMPLING:
3. METHOD: MEMILIH METODE YG TEPAT
4. PEMISAHAN: MEMISAHKAN ANALIT DARI
KOMPONEN LAIN
5. KUANTIFIKASI: MENAMPILKAN
PENGUKURAN YG KUANTITATIF
6. EVALUASI: EVALUASI HASIL

P1 - 15
K Anal.II, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK


1.DEFINISI: MENDEFINISIKAN PROBLEM
ANALITIK YG AKAN DIPECAHKAN
SEBELUM ANALISIS DIMULAI; HARUS
DIRUMUSKAN APA PROBLEM YG AKAN
DISELESAIKAN DAN APA TUJUAN ANALISIS.
MISAL
APAKAH ANALISIS ITU DIPERLUKAN UNTUK
MENINGKATKAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN;
MENENTUKAN PRODUK BARU SBG HASIL REAKSI
KIMIA BARU;
MASALAH LINGKUNGAN;
KESEHATAN DSB.
P1 - 16
K Anal.II, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK


2.SAMPLING
PROSES SAMPLING YG REPRESENTATIF DISESUAIKAN DG
TUJUAN ANALISIS
REPRESENTATIF:SAMPEL YG DIPILIH UNTUK ANALISIS
MEWAKILI SAMPEL YG SEBENARNYA.
BAGAIMANA CARA SAMPLING BIJIH BESI?
BAGAIMANA CARA SAMPLING AIR SUNGAI?
TUGAS: CARI LITERATUR TENTANG CARA SAMPLING AIR,
TANAH, UDARA UNTUK TUJUAN PEMANTAUAN
PENCEMARAN LINGKUNGAN

P1 - 17
K Anal.II, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK


3.METODE
METODE YG TEPAT ADALAH YG PALING SESUAI DG SAMPEL
YG DIANALISIS.
FAKTOR PENENTU PEMILIHAN METODE:
PRESISI
AKURASI
BATAS DETEKSI
SELEKTIVITAS
LAMA ANALISIS
BIAYA
LEGALITAS

P1 - 18
K Anal.II, Noor Fitri

P1. METODE
2. presisi
Kedekatan nilai antara 2 atau lebih pengukuran yang
dilakukan dengan metode yang tepat sama. Ada
beberapa cara untuk menentukan presisi:
-Standar deviasi (s)
-Perbedaan (variance, s2)
-Standar deviasi relatif (RSD)
-Sebaran (spread) atau range (w)

P2 - 19
K Anal.I, Noor Fitri

P2-EVALUASI DATA ANALITIK: istilah/definisi


3. akurasi
Kedekatan nilai hasil analisis/pengukuran dengan nilai
sebenarnya atau nilai yang bisa diterima. Akurasi
dinyatakan dlm kesalahan.
Kesalahan absolut: E, perbedaan antara nilai
eksperimen dg nilai yg diterima. E = xi xt, dimana xi
nilai eksperimen, xt nilai sebenarnya/yg diterima.
Kesalahan relatif: Er, dinyatakan sbg
Er = xi xt x 100%
xt
P2 - 20
K Anal.I, Noor Fitri

P2-EVALUASI DATA ANALITIK: istilah/definisi

akurasi rendah, presisi rendah

akurasi tinggi, presisi rendah

akurasi rendah, presisi tinggi

akurasi tinggi, presisi tinggi

P2 - 21
K Anal.I, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK


4.PEMISAHAN
SALAH SATU POINT U MEMILIH METODE
ADALAH SELEKTIVITAS. NAMUN JIKA
METODE YG DIPILIH KURANG SELEKTIF
THD ANALIT MAKA DAPAT DILAKUKAN
PEMISAHAN ANALIT TSB DARI
KOMPONEN LAINNYA.

P1 - 22
K Anal.II, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK


5.KUANTIFIKASI
KUANTIFIKASI TIDAK BERARTI JIKA 4 TAHAP
SEBELUMNYA TIDAK DILAKUKAN DENGAN BAIK.
KUANTIFIKASI: ADL PENGUKURAN JUMLAH
ANALIT
UMUMNYA PENGUKURAN:
S=kA, dimana S = SINYAL, k = KONSTANTA , A =
ANALIT

P1 - 23
K Anal.II, Noor Fitri

P1: PENGANTAR KIMIA ANALITIK


6.EVALUASI
EVALUASI HASIL ANALISIS
DIPERLUKAN UNTUK MENGECEK PROSES
ANALISIS YANG DILAKUKAN
ANALISIS STATISTIK DIPERLUKAN U
EVALUASI HASIL ANALISIS

P1 - 24
K Anal.II, Noor Fitri