Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN
A. DISPERSI
Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi
cahaya-cahaya monokromatik (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu)
pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan. Hal itu membuktikan bahwa cahaya
putih terdiri atas harmonisasi berbagai cahaya warna dengan panjang gelombang yang
berbeda-beda . Cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari 400 nm
disebut ultraviolet (UV) dan cahaya dengan panjang gelombang lebih besar dari 750
nm disebut inframerah (IR-infrared).
Warna
Ungu
Biru
Hijau
Kuning
Orange
Merah

Panjang gelombang
400-440 nm
440-495 nm
495-580 nm
580-600 nm
600-640 nm
640-750 nm

Cahaya polikromatik adalah cahaya yang mempunyai bermacam macam


panjang gelombang dan dapat diuraikan dari beberapa komponen warna. Sedangkan
cahaya monokromatik adalah cahaya yang tidak dapat diuraikan lagi atas beberapa
komponen.
Jika sebuah sinar yang keluar dari kotak diarahkan ke salah satu bidang pembias
prisma, maka sinar yang keluar dari bidang prisma lainnya akan terpisah menjadi 7
warna pelangi. Cahaya putih (polikromatik) yang dirambatkan pada prisma kaca
mengalami dispersi sehingga membentuk spektrum warna-warna pelangi. Dispersi
gelombang yang terjadi dalam prisma kaca terjadi karena kaca termasuk medium
dispersi untuk gelombang cahaya. Sebuah prisma mempunyai kemampuan untuk
menguraikan cahaya menjadi warna-warna pelangi. Hal ini terjadi karena indeks bias
materi bergantung pada panjang gelombang.
Cahaya putih merupakan campuran dari semua panjang gelombang yang
tampak, dan ketika jatuh pada prisma, panjang-panjang gelombang yang berbeda
tersebut dibelokkan dengan derajat yang berbeda-beda. Seperti yang terlihat pada
gambar 1 di bawah ini:

Gambar 1
Jika ditinjau dari susunan sprektrumnya , maka:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Indeks bias (n) : ungu terbesar sedang merah terkecil


Deviasi () :ungu terbesar sedang merah terkecil
Frekuensi (f) : ungu terbesar sedang merah terkecil
Energy foto (Ep) : ungu terbesar sedang merah terkecil
Panjang gelombang () : ungu terkecil sedang merah terbesar
Kecepatan (v) : ungu terkecil sedang merah terbesar

Peristiwa dispersi ini terjadi karena perbedaan indeks bias tiap warna cahaya.
Oleh karena itu, pembahasan tentang dispersi akan melibatkan sifat pembiasan cahaya
pada prisma.
a. Sudut Deviasi. Cahaya yang melalui prisma akan mengalami dua kali
pembiasan, yaitu saat memasuki prisma dan meninggalkan prisma. Jika sinar
datang mula-mula dan sinar bias akhir diperpanjang, maka keduanya akan
berpotongan di suatu titik yang membentuk sudut yang disebut sudut deviasi.
Jadi

sudut deviasi () merupakan sudut yang dibentuk oleh


perpotongan dari perpanjangan sinar datang (i1)
dengan perpanjangan sinar yang
meninggalkan prisma (r2).

b.
Gambar 2 Jalannya sinar pada
peristiwa pembiasan cahaya pada
prisma

Perhatikan gambar 2. Besarnya sudut deviasi yang dialami cahaya adalah sebagai
berikut:
Pada segiempat ABCE berlaku hubungan:

ABC 180 0

Pada

ABC

berlaku hubungan:

r1 i 2 ABC 180 0
Sehingga diperoleh hubungan:
ABC r1 i 2 ABC
r1 i 2

...(4)

dengan

=sudut pembias prisma


i2
r1

Pada

= sudut datang pada permukaan 2


= sudut bias pada permukaan 1

ACD

berlaku hubungan:

ADC CAD ACD 180 0

dengan :
CAD i1 r1

dan

ACD r2 i 2

sehingga berlaku;

ADC i1 r1 r2 i 2 180 0

ADC 180 0 r1 i 2 i1 r2

Jadi sudut deviasi ( ) adalah:


180 0 ADC

180 0 180 0 r1 i 2 i1 r2

i1 r2 r1 i2

Diketahuai

r1 i2

i1 r2

dengan:

= sudut deviasi

, maka besar sudut pada prisma adalah


...(5)

=sudut pembias prisma


i1
r2

= sudut datang pada permukaan 1


= sudut bias pada permukaan 2

Sudut deviasi berharga kecil ( =0) jika


i1

sudut datang pertama ( ) sama dengan sudut


r2

bias kedua ( ). Secara matematis dapat ditulis

m
syarat terjadinya deviasi minimum (

) adalah

i1 r2

= dan

r1 i 2

, sehingga persamaan

2 dapat ditulis kembali dalam bentuk:

m i1 i1
2i1

m
2

i1

...(6)

Selain itu, deviasi minimum juga bisa terjadi jika

r1 i 2

, maka persamaan 1

diperoleh:
r1 r1

r1

...(7)

Bila dihubungkan dengan Hukum Snellius diperoleh:


n1 . sin i1 n 2 . sin r1
sin i1 n 2

sin r2 n1

Masukan

i1

dari persamaan 3 dan

r2

dari persamaan 4 sehingga:

sin

1
m n
2
2
1
n1
sin
2

sin m n2

sin
2
n1
2
...(8)

Untuk sudut pembias yang kecil ( < 150) :


n

m 2 1
n2

Jika

n1

= udara, maka

...(9)
n1

= 1, sehingga persamaan diatas menjadi

m n 2 1
...(10)
dengan:
n1
n2

= indeks bias medium


= indek bias prisma

= sudut pembias (puncak) prisma

m
= sudut deviasi minimum
b. Sudut Dispresi
Pada Gambar 2, tampak bahwa cahaya putih yang melewati
prisma diuraikan menjadi spektrum warna, yaitu warna merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Hal ini menunjukkan
bahwa

sesungguhnya

cahaya

putih

tersebut

merupakan

gabungan dari ketujuh warna di atas. Cahaya yang merupakan


gabungan dari beberapa jenis warna disebut polikromatis,
sesangkan

cahaya

yang

terdiri

dari

satu

warna

disebut

monokroatis.
Apabila spektrum warna hasil deespersi diurutkan dari warna
merah hingga ungu, maka diperoleh beberapa sifat : sudut

deviasi semakin besar, indeks bias semakin besar, frekuensi


semakin besar, dan gelombang semakin kecil.
Sudut dispersi menyatakan lebar spektrum yang ditimbulkan
oleh prisma yang besarnya bergantung pada selisih antara sudut
deviasi warna ungu dan warna merah.
=DuD m
( nu 1 ) (n m1)
=(n unm )
Dengan

= sudut dispersi

nu

= indeks bias waarna ungu

nm

= indeks bias warna merah

= sudut punck atau sudut pembiaas prisma

c. Penerapan Fisika (Fakta)


Pelangi merupakan contoh dispersi yang luar biasa terjadi oleh tetesan-tetesan air.
Kita dapat melihat pelangi ketika melihat tetesan-tetesan air dengan Matahari
berada di belakang Kita. Proses terjadinya pelangi adalah bermula
dari ketika cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan yang
kemudian dibelokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan
tersebut, yang memisahkan cahaya putih itu menjadi sebuah
warna spektrum. Kemudian, warna-warna yang terpisah ini
memantul di belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak
lagi

saat

meninggalkannya.

Akibatnya,

cahaya

tampak

melengkung menjadi kurva warna yang disebut sebaga pelangi.


Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu,
terdapat dib agian kurva dan yang memiliki panjang gelombang
terpanjang seperti merah trdapat pada bagian luar.