Anda di halaman 1dari 25

Listrik Dinamis

SMA X/II
Ucu Milasari
1122070072

Kuat Arus

Hukum
Kirchof

Tegangan

Listrik
Dinami
s
Rangkaia
n Listrik

Hukum
Ohm

Hambata
n Listrik

Kuat Arus Listrik


Gambar berikut menunjukkan rangkaian listrik sederhana terdiri atas
sumber arus, kawat penghantar, lampu dan saklar

Rangkaian listrik terbuka adalah suatu rangkaian yang belum


dihubungkan dengan sumber tegangan, sedangkan rangkaian
listrik tertutup adalah suatu rangkaian yang sudah dihubungkan
dengan sumber tegangan

Pada rangkaian listrik tertutup,


terjadi aliran muatan-muatan
listrik.
Aliran muatan listrik positif
identik dengan aliran air

B
Jadi, arus listrik dapat didefinisikan
sebagai aliran muatan positif dari
potensial tinggi ke potensial
rendah. Arus listrik terjadi apabila
ada perbedaan potensial

jumlah muatan listrik yang melalui


penampang suatu penghantar setiap satuan
waktu dinamakan dengan kuat arus listrik.
Secara matematis kuat arus dapat ditulis
sebagai berikut:

Keterangan:
I : kuat arus listrik (A)
Q : muatan listrik yang mengalir (C)
t : waktu yang diperlukan (s)

Besarnya kuat arus yang mengalir pada suatu


penghantar dapat diukur
denganmenggunakan amperemeter.

Cara membaca skala Amperemeter

Skala yang
ditunjuk

Skala Maksimum
Skala batas ukur
10A

00

21 00

5A

1 A

100 m A

42 00

63 0

Tegangan Listrik
Beda potensial listrik (tegangan) timbul
karena

dua

benda

yang

memiliki

Potensial tinggi

potensial listrik berbeda dihubungkan

Ar
us

oleh suatu penghantar.


Beda

potensial

ini

berfungsi

untuk

mengalirkan muatan dari satu titik ke


titik

lainnya.

Satuan

beda

potensial

adalah volt (V). Secara matematis


beda potensial dapat dituliskan sebagai

Al
ira
n

lis
tri
k

el

ek
(b
te
tro
ed
ga
n
a
n
g
po
te an
ns
Potensial
ia
l)
rendah

berikut.

Keterangan:
V : beda potensial (V)
W : usaha/energi (J)
q : muatan listrik (C)

GAYA GERAK LISTRIK (E)


beda potensial antara ujung-ujung sumber tegangan
pada saat tidak mengalirkan arus listrik atau dalam
rangkaian terbuka.disebut Gaya gerak listrik.
Pengukura ggl
10V
5V
v
1 V

100 m V

TEGANGAN JEPIT (V)


beda potensial antara ujung ujung sumber
tegangan saat mengalirkan arus listrik atau dalam
rangkaian tertutup disebut Tegangan jepit .
Pengukura Tegangan Jepit

10V

42 00

5V
1 V

100 m V

63 00

84 00

voltmeter merupakan Alat yang digunakan


untuk mengukur beda potensial listrik.

Cara Membaca Skala


Voltmeter
Skala yang
ditunjuk
Skala Maksimum
Skala batas ukur
10V

42 00

63 00
5V

1 V

100 m V

84 00

Hukum Ohm
Hubungan antara V dan I pertama kali
ditemukan oleh seorang guru Fisika berasal
dari Jerman yang bernama George Simon
Ohm. Dan lebih dikenal sebagai hukum
Ohm yang berbunyi:
Kuat arus yang mengalir pada suatu
penghantar sebanding dengan beda
potensial antara ujung-ujung penghantar
itu dengan syarat suhunya konstan/tetap.

Secara
matematis Hukum Ohm dapat
dirumuskan dengan

Hambatan Listrik
Berdasarkan persamaan hukum Ohm, hambatan listrik dapat
didefinisikan sebagai hasil bagi beda potensial antara ujung-ujung
penghantar Dengan kuat arus yang mengalir pada penghantar tersebut.

Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur


besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui
suatu rangkaian listrik dan alat untuk mengukur
besarnya hambatan adalah ohmmeter.

Untuk berbagai jenis kawat, panjang kawat dan penampang


berbeda terdapat hubungan sebagai berikut:

Rangkaian Hambatan
Rangkaian

Hambatan Seri

Pada rangkaian seri kuat arus pada


setiap titk adalah sama, sehingga
besar hambatan pengganti adalah

V V1 V2 V3
V I1R1 I 2 R2 I 3 R3
IRt I ( R1 R2 R3 )
Rt ( R1 R2 R3 )

Rangkaian Hambatan
Rangkaian

Hambatan paralel

Pada rangkaian paralel, jumlah


kuat arus yang masuk ke titik
cabang sama dengan jumlah kuat
arus listrik yang meninggalkan
cabang tersebut. Maka hambatan
penggantinya adalah

I I1 I 2 I 3
V
V
V

R
R1
R2
1
1
1

R
R1
R2

Hukum I Kirchof
Rangkaian seri
10A

42 00
5A

1 A

10A

63 00 42 00

21 00

5A

1 A

100 m A

84 00

63 00

100 m A

L1

Klik

Klik

L2

Rangkaian Paralel
10A

21 00

42 00

63 00

5A

1 A

100 m A
10A

42 00
21 00
5A

1 A

100 m A

63 00
42 00

L2 4 0
8 0

10A

63 00

5A

1 A

100 m A

L1

Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah


kuat arus listrik yang masuk pada titik
cabang sama dengan jumlah kuat arus yang
keluar dari titik cabang.
Secara matematis dinyatakan dalam
persamaan
Imasuk = Ikeluar

Hukum II Kirchof

Hukum
II Kirchhof atau hukum loop menyatakan bahwa
jumlah perubahan potensial yang mengelilingi lintasan
tertutup pada suatu rangkaian harus sama dengan nol.
Secara matematis hukum II Kirchhof dapat dinyatakan
sebagai berikut.

Keterangan:
E : ggl sumber arus (volt)
I : kuat arus (A)
R : hambatan ()

Pada perumusan hukum II Kirchhof,


mengikuti ketentuan sebagai berikut.
Semua hambatan (R) dihitung positif.
jika sumber arus berawal dari kutub negatif
ke kutup positif, maka gglnya dihitung
positif. Jika sebaliknya Dari kutub positif ke
kutub negatif, Maka ggl nya dihitung
negatif.
Arus yang searah dengan penelusuran loop
dihitung positif, sedangyang berlawanan
dengan arah penelusuran dihitung negatif

Kuat arus dalam rangkaian


majemuk
Gambar disamping menunjukkan
satu rangkaian tertutup yang
terdiri atas satu loop.

Menurut
hukum
II Kirchhof pada rangkaian berlaku
persamaan
Oleh karena itu persamaannya
menjadi seperti berikut.

Misalkan Anda akan menentukan tegangan


atau beda potensial antara titik A dan B
pada. Berdasarkan Hukum II Kirchhof dapat
dihitung dengan persamaan berikut.

Untuk rangkaian yang memiliki dua loop atau


lebih dapat diselesaikan dengan hukum II
Kirchhof dan hukum I Kirchhof.

Miskonsepsi yang
ditemukan...
Miskonsepsi

Konsep

Konduktor tidak memiliki


hambatan

konduktor memiliki hambatan,


meskipun bernilai kecil
(hambatan dalam)

Arus yang mengalir dalam


rangkaian menjadi lebih besar
karena arus tidak lagi terbagi
pada dua lampu tetapi hanya
mengalir pada satu lampu.

Dua lampu yang dihubungkan


paralel dengan suatu sumber
tegangan akan memiliki beda
potensial yang sama ada kedua
ujung-ujungnya yaitu sama
dengan beda potensial V
sehingga bila salah satu benda
dilepas, beda potensial pada
lampu lainya tidak akan
terpengaruh sehingga nyala
lampu sama terangnya dengan
semula.