Anda di halaman 1dari 7

TUGAS SAP

(SATUAN ACUAN PELAJARAN)

PENGARUH JAJANAN TERHADAP KESEHATAN GIGI ANAK

Disusun Oleh :
Azyyati Putri

2011 16 087

Chininta Pratamasari

2011 16 088

Danty Melianingrum

2011 16 089

Dasa Paramartha

2011 16 090

Pembimbing :
Drg. Mutiara R.

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2012

PENGARUH JAJANAN TERHADAP KESEHATAN GIGI ANAK

Tujuan:
a.

Kognitif

: Memberikan pengetahuan kepada anak sekolah akan

b.

pengaruh jajanan terhadap kesehatan gigi.


Afektif : Agar anak mengerti jajanan yang baik untuk kesehatan gigi dan

yang akan berpengaruh kepada kesehatan gigi.


c. Psikomotorik : Agar anak dapat memilih jajanan yang baik dan menghindari jajanan
yang kurang baik terhadap kesehatan gigi.
Pokok Bahasan :
1. Jenis- jenis jajanan yang kurang baik dan baik terhadap kesehatan gigi.
2. Pengaruh jajanan terhadap kesehatan gigi.
3. Cara menjaga kesehatan gigi dari pengaruh jajanan terhadap kesehatan gigi.
Materi:
1. Jenis- jenis jajanan yang kurang baik dan baik terhadap kesehatan gigi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jajan diartikan sebagai membeli
makanan atau kudapan di warung-warung atau yang dijajakan oleh para pedagang, seperti
coklat, permen, kue, goreng-gorengan, minuman kemasan, mie-miean dll. 1
Terdapat beraneka ragam jenis jajanan yang dijual belakangan ini, anak-anak
dapatmembeli jajanan yang mereka sukai tanpa mengetahui apakah jajanan tersebut baik
atau tidak untuk kesehatan tubuh dan kesehatan gigi mereka.
Jajanan yang biasa dibeli oleh anak-anak, umumnya merupakan makanan yang
kurang baik untuk kesehatan gigi maupun kesehatan umum. Macam-macam jenis jajanan
yang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan gigi anak diantaranya adalah : 1,2,5,6
a. Jajanan yang manis seperti permen, coklat manis,es krim dan lainnya.
Jajanan tersebut memiliki kadar sukrosa yang tinggi. Sukrosa merupakan salah
satu jenis gula yang dapat dimetabolisme dengan cepat untuk menghasilkan zatzat asam.
b. Jajanan yang lunak, melekat, dan mudah terselip pada gigi.
Diantaranya yaitu coklat, biskuit, donat, cimol, dan kripik singkong. Jika sisa
makanan dari jajanan menetap terus-menerus di dalam mulut tanpa dibersihkan,

maka sisa makanan tersebut akan menghasilkan asam yang dapat meningkatkan
resiko terjadinya karies pada gigi.
c. Makanan dan minuman asam
Makanan dan minuman asam juga mempertinggi resiko terjadinya karies gigi,
seperti cuka pada pempek, jus jeruk asam (kemasan) dan lainnya.
Namun terdapat juga jajanan yang baik bagi kesehatan gigi, karena dapat mencegah
terjadinya karies, diantaranya yaitu : 1,2,3,4
a. Keju
Pada beberapa literature dikatakan bahwa keju dapat mencegah karies. Penelitian
pH plak menunjukkan bahwa keju yang ditambahkan dalam makanan bergula
dapat mencegah penurunan pH plak. Keju menstimulasi sekresi saliva dan
menambah konsentrasi kalsium dalam plak. Konsentrasi kalsium dalam plak
mempengaruhi keseimbangan antara demineralisasi dan remineralisasi enamel.
Dengan adanya keju, pH plak dapat meningkat (terjadi proses remineralisasi).
b. Susu.
Susu formula yang mengandung laktosa, kalsium, fosfor, dan kasein dapat
menghambat terbentuknya karies. Komposisi susu formula tersebut dapat
meningkatkan pH plak sehingga memudahkan terjadinya remineralisasi.
c. Makanan yang berserat, kacang-kacangan, dan permen karet yang mengandung
xylitol.
Makanan yang berserat, kacang-kacangan, dan permen karet xylitol bersifat
sebagai pelindung gigi terhadap karies karena makanan ini menstimulasi sekresi
saliva.
Sayuran dan buah-buahan yang berserat dan berair bersifat membersihkan karena
harus dikunyah sehingga dapat merangsang sekresi saliva. Kacang-kacangan
mengandung fosfat sehingga dapat mengahambat karies. Konsumsi permen karet
dapat merangsang sekresi saliva dan meningkatkan kecepatan aliran saliva.
d. Teh dan apel.
Teh dan apel mengandung polyfenol yang memiliki sifat antibakteria. Teh yang
baik untuk dikonsumsi adalah teh tanpa pemanis.
2. Pengaruh jajanan terhadap kesehatan gigi.1,2,7,8
Masalah kesehatan gigi yang sering ditimbulkan kebiasaan mengkonsumsi jajanan
kurang sehat adalah karies gigi. Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi.
Karies gigi terjadi melalui proses demineralisasi jaringan keras gigi yang disebabkan oleh

asam organik yang dibentuk oleh bakteri di dalam plak melalui metabolisme anaerob dari
karbohidrat.
Jajanan yang kurang sehat yaitu jajanan yang mengandung sukrosa dalam jumlah
tinggi. Sukrosa merupakan jenis karbohidrat yang paling cepat dimetabolisme menjadi
asam oleh bakteri di dalam mulut. Jika terdapat sisa makanan yang mengandung sukrosa
tertinggal didalam mulut. Keadaan mulut dapat menjadi asam dengan cepat dan
mengakibatkan pH dalam mulut menurun. Plak akan tetap bersifat asam selama beberapa
waktu. Untuk kembali ke pH normal sekitar 7, dibutuhkan waktu 30-60 menit. Oleh
karena itu, konsumsi yang sering dan berulang-ulang akan tetap menahan pH plak di
bawah normal. Hal ini akan meningkatkan daya larut kalsium hidroksiapatit pada
jaringan keras gigi (demineralisasi). Karies dapat berkembang apabila proses
demineralisasi dan remineralisasi tidak seimbang yaitu proses remineralisasi lebih singkat
dibanding proses demineralisasi.
3. Cara menjaga kesehatan gigi dari pengaruh jajanan terhadap kesehatan gigi.
Cara yang dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan gigi dari pengaruh jajanan kurang
sehat terhadap kesehatan gigi adalah : 2,6,7
a. Mengubah pola kebiasaan jajan anak.
Tentu sulit untuk melarang anak-anak untuk berhenti jajan. Namun mengubah
pola kebiasaan jajan anak dapat dilakukan dengan mengajarkan untuk memilih
jajanan yang baik dan menghindari jajanan yang tidak baik bagi kesehatan gigi
atau dapat dilakukan dengan membawakan bekal yang sehat untuk anak.
Sehingga anak tidak perlu lagi jajan disekolah dan terhindar dari jajanan yang
tidak baik bagi kesehatan gigi anak.
b. Pemeliharaan gigi
Mulut tidak bisa dihindarkan dari bakteri, tetapi mencegah bakteri dengan
membersihkan mulut dengan teratur. Ajarkan anak untuk menyikat gigi minimal
2 kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta
menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan gigi tiap 6 bulam sekali. Dan
ajarkan juga untuk berkumur atau meminum air putih setelah mengkonsumsi
jajanan.
c. Perawatan pada gigi yang sudah bermasalah.
Kerusakan gigi biasanya dihentikan dengan membuang bagian gigi yang rusak
dan diganti dengan tambalan gigi. Jenis bahan tambalan yang digunakan

tergantung dari lokasi dan fungsi gigi. Lakukan rehabilitasi pada gigi yang
dicabut akibat karies yang tidak dapat dirawat, yaitu dengan cara membuatkan
gigi tiruan.
SARANA
Poster
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Siswa dan siswi masuk ke dalam kelas.
Mahasiswa memberi salam dan menerangkan kepada siswa dan siswi dengan menggunakan
alat peraga poster mengenai :
a. Jenis- jenis jajanan yang kurang baik dan baik terhadap kesehatan gigi.
b. Pengaruh jajanan terhadap kesehatan gigi.
c. Cara menjaga kesehatan gigi dari pengaruh jajanan terhadap kesehatan gigi.
Setelah selesai memberi pengarahan, siswa dan siswi diharapkan dapat memilih jajanan yang
baik dan menghindari jajanan yang kurang baik terhadap kesehatan gigi, kemudian dilakukan
tanya jawab.
Mahasiswa berpamitan kepada siswa dan siswi serta guru yang bersangkutan untuk keluar
dari kelas serta mengucapkan terima kasih atas partisipasinya.
EVALUASI
Siswa siswi diberi kesempatan untuk menyampaikan ulang materi yang dijelaskan.
Mahasiswa memberikan pertanyaan kepada siswa siswi.
Mahasiswa menyampaikan kesimpulan materi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Dewi Simamongkir. Hubungan Pola Jajan dengan Pengalaman Keries Gigi Murid kelas
VI

SD

Islam

An

Nizam

Medan.

Tersedia

pada

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/19567 diakses pada 16 September 2012.


2. Jazzalina Aiza Jamil. Hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi jajanan dengan
pengalaman karies pada gigi susu anak usia 4-6 tahun di TK Medan. Tersedia pada
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30865/4/Chapter%20II.pdf diakses pada
16 September 2012
3. Ramadhan, Ardyan Gilang. 201. Serba-serbi kesehatan gigi dan mulut. Jakarta : Bukune.
4. Murray, J.J. et al. 2005. The prevention of oral disease. 4th ed. Oxford University press.
5. Daly, blanaid et al. 2005. Essential dental public health. America : Oxford university
press.
6. Tinjauan pustaka. Tersedia Pada http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/122/jtptunimusgdl-sitikhoiri-6082-3-babii.pdf Diakses pada 17 September 2012.

7. Pratiwi, Dona. 2007. Gigi Sehat. Merawat gigi Sehari-hari. Jakarta: Penerbit Buku
Kompas.
8. Kidd, Edwina. 1992. Dasar-Dasar Karies. Penyakit dan Penanggulangannya. Alih
Bahasa drg. Narlan Sumawinata. Jakarta : EGC