Anda di halaman 1dari 6

KARIES GIGI

Pengertian:
Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi serta
merupakan penyakit pada jaringan keras gigi yang paling sering ditemui. Penyakit
ini ditandai dengan adanya kerusakan pada jaringan keras gigi itu sendiri (lubang
pada gigi). Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan
gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian. Penyakit ini telah
dikenal sejak masa lalu, berbagai bukti telah menunjukkan bahwa penyakit ini telah
dikenal sejak zaman perunggu, zaman besi, dan zaman pertengahan. Peningkatan
prevalensi karies banyak dipengaruhi perubahan dari pola makan. Kini, karies gigi
telah menjadi penyakit yang tersebar di seluruh dunia.
Penyebabnya:
Keberadaan bakteri dalam mulut merupakan suatu hal yang normal. Bakteri dapat mengubah semua makanan,
terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang
melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak dan plak akan terbentuk 20 menit setelah
makan. Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang paling
berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans.

Gejala:
Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam. Gigi berlubang
biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai persyarafan dari gigi tersebut.
Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena
rangsang panas, dingin, atau manis. Bila dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa,
yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan
terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat
menyebabkan kematian jaringan dalam kamar pulpa dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi,
sehingga dapat terjadi abses.

Pencegahan:

Sikat gigi dengan pasta gigi ber-fluoride dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan
dan malam hari sebelum tidur.

Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang
tersangkut di antara celah gigi-geligi.

Hindari makanan yang terlalu manis dan lengket, juga kurangi minum minuman yang
manis seperti soda.

Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.

Perhatikan diet pada ibu hamil dan pastikan kelengkapan asupan nutrisi, karena
pembentukan benih gigi dimulai pada awal trimester kedua.

Penggunaan fluoride baik secara lokal maupun sistemik.


Pengobatan:

Biasanya perawatan yang diberikan adalah pembersihan jaringan gigi yang terkena karies dan penambalan
(restorasi), dimana bahan tambal yang digunakan dapat bermacam-macam, misalnya resin komposit (penambalan
dengan sinar dan bahannya sewarna gigi), glass ionomer cement, kompomer, atau amalgam (sudah mulai jarang
digunakan).Pada lubang gigi yang besar dibutuhkan restorasi yang lebih kuat, biasanya digunakan inlay atau onlay,
bahkan mungkin mahkota tiruan. Pada karies yang sudah mengenai jaringan pulpa, perlu dilakukan perawatan
saluran syaraf. Terapi

kanal gigi atau terapi endodontik, direkomendasikan bila pulpa telah mati
karena infeksi atau trauma. Saat terapi, pulpa, termasuk saraf dan pembuluh darahnya, dibuang,
bekas gigi akan diberikan material seperti karet yang disebut gutta percha.Pencabutan atau
ekstraksi gigi juga menjadi pilihan perawatan karies, bila gigi tersebut telah hancur karena proses
pelubangan.
NGINGIVITIS
Pengertian:
Radang Gusi (Gingivitis) adalah peradangan pada gingiva yang menunjukkan
adanya tanda-tanda penyakit atau kelainan pada ginggiva. Yang ditandai
dengan adanya perubahan bentuk dan warna gusi, disebabkan oleh plak dan
dipercepat adanya iritasi lokal dan sistemik
Gingivitis sering terjadi dan bisa timbul kapan saja setelah timbulnya gigi.
Gusi tampak merah. Peradangan pada gusi dapat terjadi pada satu atau 2
gigi, tetapi juga dapat terjadi pada seluruh mulut. Gusi menjadi mudah
berdarah karena rangsangan yang kecil seperti saat menyikat gigi, atau
bahkan tanpa rangsangan (pendarahan pada gusi dapat terjadi kapan saja).
Penyebab:

Adanya karang gigi,


2. Bakteri,
3. Sisa makanan (plak) pada gigi,
4. Cara menyikat gigi yang salah,
5. bernafas melalui mulut. Karena bernafas melalui mulut membuat gigi menjadi kering dan
gusi mudah teriritasi.
6. Stress, sering merokok, pubertas, haid tidak teratur, kehamilan dan faktor lain yaitu
Diabetes Melitus (DM).

Gejala:

Gusi yang sakitt atau terasa lunak merupakan tanda terjadinya gingivitis. Biasanya mengeluh
mulut bau, gusi bengkak mudah berdarah, tanpa nyeri, hanya kadang terasa gatal. Pada pemeriksaan
gusi tampak bengkak, berwarna lebih merah dan mudah berdarah pada sondasi . Kebersihan mulut

Penumpukan plak dapat menyebabkan gingivitis (radang gusi), serta menjadi


sumber bakteri dan infeksi. Salah satu bentuk radang gusi adalah perikoronitis yang gejalanya lebih
biasanya buruk.

berat, yaitu demam, dan sukar membuka mulut.

Pencegahan:
Rajin memperbaiki kebersihan mulut dan berkumur dengan obat kumur.
Rajin menggsok gigi secara benar dan teratur sesuai anjuran dokter, minimal 2 kali sehari.
Bersihkan rongga mulut setiap 3 atau 6 bulan sekali.
Bersihkan karang gigi oleh dokter gigi.
Bila sudah terjadi radang gusi dan dengan perbaikan kebersihan tidak sembuh, obati dengan
antibiotic Amoksisilin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari, Anti nyeri dan anti inflamasi.
Banyak mengonsumsi buah-buahan yang mengonsumsi vitamin C karena berkhasiat sebagai
antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sumber vitamin C alami banyak terdapat pada buahbuahan segar seperti jambu biji, jeruk, tomat, sirsak dan mangga.
Menurut penelitian, brokoli dapat mencegah terjadinya infeksi termasuk infeksi kuman penyebab
radang gusi.
Hindari rokok karena dapat meningkatkan reiko terkena radang gusi.
Banyak minum air putih.

Pengobatan:

Kondisi medis yang menyebabkan atau memperburuk gingivitis harus diatasi. Jika penyebabnya adalah
obat-obatan, maka pertumbuhan gusi yang berlebihan harus diangkat melalui pembedahan. Jika terjadi
kekurangan vitamin C dan niasin, maka diberikan tambahan vitamin. Pada gingivitis deskuamativa
diberikan terapi sulih hormon. Pilihan pengobatan lainnya adalah tablet kortikosteroid atau salep
kortikosteroid yang dioleskan langsung ke gusi. Untuk mencegah terjadinya perdarahan pada leukemia,
sebaiknya penderita membersihkan giginya tidak dengan sikat gigi, tetapi menggunakan bantalan atau
busa. Obat kumur klorheksidin bisa diberikan untuk mengendalikan plak dan mencegah infeksi mulut.

PERIODONTITIS

Pengertian:

Periodontitis adalah gingivitis yang tidak diobati dan berkembang lebih lanjut
sehingga plak menyebar dan tumbuh di bawah garis gusi. Racun yang dihasilkan
oleh bakteri dalam plak mengiritasi gusi, merangsang respon inflamasi kronis dan
merusak jaringan dan pendukung gigi. Gusi menjadi terpisah dari gigi, membentuk
kantong (ruang antara gigi dan gusi) yang terinfeksi. Dengan berlanjutnya penyakit,
kantong akan meluas dan jaringan gusi dan tulang hancur. Seringkali, proses
destruktif ini memiliki gejala yang sangat ringan. Akhirnya, gigi dapat menjadi
longgar dan mungkin harus dicabut.
Penyebabnya:
Plak pada gigi dicurigai merupakan penyebab periodontitis. Plak terbentuk pada gigi ketika zat tepung dan
gula pada makanan berinteraksi dengan bakteri yang secara normal ditemukan pada mulut. Plak yang tidak
dihilangkan lebih dari dua sampai tiga hari dapat mengeras di bawah lapisan gusi dan menjadi Tartar. Tartar

Plak dan
karang gigi yang menempel lama pada gigi akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah.
Awalnya, plak dan kalkulus hanya dapat mengiritasi gusi (gingiva). peradangan yang
berlangsung pada akhirnya menyebabkan terbentuknya kantong di antara gusi dan gigi yang
mengandung plak, kalkulus, dan bakteri. Lama-kelamaan peradangan tersebut terus berlangsung
dan berkembang hingga kebawah jaringan gusi. Sehingga infeksi tersebut dapat menyebabkan
kerusakan dan kehilangan jaringan dan tulang pendukung gigi. Jika terlalu banyak tulang
pendukung gigi yang hancur, gigi dapat goyah dan kemudian dapat tanggal.
membuat plak lebih sulit dibersihkan dan anda membutuhkan pembersihan gigi oleh professional.

Gejala

Gusi bengkak, Gusi merah terang atau keunguan

Gusi terasa kebal ketika disentuh

Gusi yang terdorong maju, membuat gigi terlihat lebih panjang

Jarak yang timbul di antara gigi

Napas bau, rasa tidak enak pada mulut

Gigi tanggal dan Perubahan pada bentuk barisan gigi

Pencegahan:
Cara terbaik mencegah periodontitis adalah menjaga kebersihan mulut dengan baik secara konsisten seperti
menyikat gigi secara teratur. Pengobatan dan pencegahan gingivitis dapat mengurangi risiko terjadinya
periodontitis. Selain itu secara rutin periksakan kondisi gigi anda ke dokter gigi.
Pengobatan:

Skaling, merupakan tindakan untuk menghilangkan kalkulus dan bakteri dari

permukaan gigi dan di bawah gusi


root planing , merupakan tindakan menghaluskan permukaan akar, dan mengecilkan

penumpukan kalkulus lebih lanjut


Antibiotik , Dokter gigi atau dokter gigi spesialis periodonsia mungkin akan

meresepkan penggunaan antibiotik topikal atau oral untuk membantu pengendalian


infeksi bakteri.
Kumur-kumur antiseptic
Bedah periodontal
Ektraksi gigi
STOMATITIS
PENGERTIAN:

Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya
berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun
berkelompok.
Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah,
gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya,
namun sariawan sangat mengganggu. Ada pula yang mengatakan bahwa sariawan
merupakan reaksi imunologik abnormal pada rongga mulut.
Stomatitis adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut
yang berbentuk bercak warna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung.

PENYEBAB:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Luka tergigit
Mengkonsumsi makanan/minuman panas
Alergi
Kekurangan vitamin C dan zat besi
Gangguan pencernaan
Kebersihan mulut tidak terjaga
Faktor psikologi
Kondisi tubuh tidak fit
Kebersihan mulut yang kurang
Letak susunan gigi/ kawat gigi
Infeksi jamur dan kuman

GEJALA:

. Gejala
Gejalanya berupa rasa panas atau terbakar yang terjadi satu atau dua hari yang
kemudian bisa menimbulkan luka (ulser) di rongga mulut.
Bercak luka yang ditimbulkan akibat dari sariawan ini agak kaku dan sangat peka
terhadap gerakan lidah atau mulut sehingga rasa sakit atau rasa panas yang dirasakan
ini dapat membuat kita susah makan, susah minum, ataupun susah berbicara.
Penderita penyakit ini biasanya juga banyak mengeluarkan air liur.
Biasanya sariawan ini akan sembuh dengan sendirinya adalam waktu empat sampai
20 hari. Bila penyakit ini belum sembuh sampai waktu 20 hari maka penderita harus
diperiksa lebih lanjut untuk menentukan apakah ada sel kankernya
E. Pencegahan
Cara mencegah penyakit ini dengan mengetahui penyebabnya, apabila kita mengetahui
penyebabnya diharapkan kepada kita untuk menghindari timbulnya sariawan ini
diantaranya dengan :
1. Menjaga kebersihan mulut
2. Mengkonsumsi nutrisi yang cukup, terutama yang mengandung vitamin B12, vitamin C
dan zat besi
3. Menghadapi stress dengan efektif
4. Menghindari luka pada mulut saat menggosok gigi atau saat menggigit makanan
5. Menghindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin
6. Menghindari makanan dan obat-obatan atau zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi
pada rongga mulut.
D. Pengobatan
1.
Jika makan pelan-pelan sehingga tidak tergigit
2.
Hindari makanan atau minuman panas
3.
Konsumsi vitamin C tablet atau buah jeruk
4.
Hindari stress
5.
Jangan terlalu banyak pikiran
6.
Jaga kondisi tubuh tetap fit, dengan olah raga secara teratur
7. Bentuk-bentuk pengobatan stomatitis :
Obat kumur
Obat-obat pelindung
Anestetik local
Obat-obat antibakteri atau antijamur