Anda di halaman 1dari 2

CIR (Critical Insidence Report)

NAMA

: ANDI ANGGRAENI RAMLI

NIM

: C121 12 105

RUANGAN

: LONTARA 2 BAWAH BELAKANG

Tindakan Keperawatan yang dilakukan : Pemeriksaan Tekanan Darah

Nama Klien

: Tn. S

Diagnosa Medis

: Hemoroid Gr 11

Tanggal Dilakukan

: 26 April 2016

Diagnosa Keperawatan

: Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan


antara suplai dan kebutuhan oksigen

Tujuan Tindakan

Mengetahui hasil pengukuran tekanan darah pasien sebagai data yang akan dibandingkan

dengan pengukuran sebelum dan yang akan datang.


Memantau perubahan kondisi pasien.
Menilai sistem kardiovaskuler sebelum dan sesudah operasi, selama dan sesudah
prosedur invasif.

Prinsip dan rasional tindakan

Pengukuran tekanan darah menggunakan prinisip bersih. Karena perawat kontak

langsung dengan pasien


Posisi pasien duduk atau berbaring untuk mendapatkan hasil yang akurat
Pasien dalam keadaan rilex dan pasien tidak melakukan aktivitas berat karena dapat
mempengaruhi nilai tekanan darah.

Adapun teknik pengukuran tekanan darah yaitu:


1. Menyiapkan posisi pasien.
2. Menanyakan tekanan darah yang telah diukur sebelumnya
3. Menyingsingkan lengan baju pasien, namun pada kasus ini pasien tidak mengenakan
pakaian.
4. Memasang manset 1 inchi (2,5 cm) diatas nadi branchialis (melakukan palpasi nadi
5.
6.
7.
8.

branchialis)
Mengatur spignomanometer
Meletakan diafragma stotoskop diatas denyut nadi brachialis yang teraba.
Memompa balon manset 180 mmHg
Mengendorkan pompa dengan cara membuka skrup balon manset hingga melawati bunyi
denyut nadi yang terdengar terakhir. Pada saat mengendurkan pompa perahtikan bunyi
denyut nadi pertama (sistol) sampai denyut nadi terakhir (diastol), sambil mendengr

bunyi, perhatikan diangka berapa bunyi tersebut dimulai dan diangka berapa bunyi
tersebut berakhir.
9. Melepaskan manset.
10. Mengembalikan posisi pasien dengan senyaman mungkin.
11. Mencuci tangan
12. Kontrak waktu untuk pengukuran selanjutnya.
Analisa Tindakan yang dilakukan :
Tindakan pengukuran tekanan darah dilakukan untuk memantau kondisi pasien
dengan kesadaran yang semakin menurun. Data pengukuran tekanan darah juga digunakan
untuk membandingkan kondisi pasien tiap jam nya.
Kesenjangan antara teori dan praktek dengan evidence based practice:
Peneliti dari Universitas Delhi menemukan alat tekanan darah yang lebih efektif
untuk mengukur tekanan darah, yaitu BIOPAC. Perbedaan keduanya yaitu pada
sphygmomanometer memakan waktu yang lama sedangkan mengukur tekanan darah dengan
BIOPAC terbukti sangat membatu dalam pengukuran karena memiliki kapasitas
penyimpanan data yang otomatis dan lebih besar dan dapat menghemat waktu serta dapat
meminimalkan kesalahan dalam pengukuran tekanan darah.
Sebuah penelitian mengatakan jika terjadi hipotensi, yaitu tekanan sistolik 90 mm Hg,
diastolik 70 mmHg, maka diberi NaCl 0,9% 250 ml selama 1 jam, dilanjutkan 500 ml
selama 4 jam dan 500 ml selama 8 jam atau sampai hipotensi dapat diatasi. Jika belum
terkoreksi, yaitu tekanan darah sistolik masih < 90 mmHg, dapat diberi dopamine 2-20
g/kg/menit sampai tekanan darah sistolik 110 mmHg.