Anda di halaman 1dari 112

BAB III

ANALISA SITUASIONAL

A.

Sejarah Singkat RSUD Cibabat


1. Status RSUD Cibabat :
Pada tanggal 11 Agustus 2009, Walikota Cimahi melalui Surat Keputusan Walikota
Cimahi

No.

900/Kep.201-019/2009

menetapkan

RSUD

Cibabat

sebagai

Pola

Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).


a. Sejarah Singkat
Sebelum tahun 1940-an Rumah Sakit Cibabat merupakan kawasan Rumah Dinas
tempat tinggal pejabat Belanda di Kabupaten Bandung, dihuni oleh Tn. Rydee yang saat
itu menjabat sebagai Kepala Naamloze Vennootschap (NV) Gemeenschappelijk
Electriciteitsbedrijf Bandoeng en Omstreken (GEBEO) untuk kota Cimahi, semacam
perusahaan umum listrik. Sarana dan prasarana yang saat itu terdiri dari bangunan
seluas 300 m2 dan lahan seluas 912 m2.
Pada tahun 1943 pada masa pendudukan tentara Jepang di Indonesia atas instruksi
komandan tentara Jepang di Cimahi, rumah kediaman Tn. Rydee dialihfungsikan
menjadi klinik kesehatan bagi masyarakat dan tentara tahanan perang Belanda.
Pengelolaan klinik selanjutnya diserahkan kepada Prof. R. H. Moechamadsyah
Sastrawinangoen, DSOG berfungsi sebagai Markas Badan Keamanan Rakyat (BKR)
dan Balai Pengobatan bagi tahanan perang Belanda serta masyarakat sekitarnya.
Pada tahun 1945-1947 klinik kesehatan berfungsi sebagai pelayanan kesehatan
bagi tahanan perang dan masyarakat terus berjalan, namun pada periode tersebut
belum didapat informasi yang lengkap sehingga tidak banyak yang dapat diuraikan.
Tahun 1947, yang merupakan masa pengungsian, pengelolaan klinik kesehatan
selanjutnya digantikaqn oleh dr. Supardan, sedangkan Prof. R. H. Moechamdsyah

62

63

Sastrawinangoen, DSOG dipindah tugaskan menjadi kepala Kesehatan Priangan Timur


yang berlokasi di kota Tasikmalaya. Pada saat itu klinik kesehatan dan markas BKR
ditambah fungsinya sebagai Palang Merah Indonesia. Kepemimpinan dr. Supardan
dalam mengelola klinik kesehatan diperkirakan berakhir pada tahun 1949.
Tahun 1949, pemerintahan yang berkuasa pada saat itu meningkatkan status klinik
kesehatan menjdai Rumah Sakit Pembantu Cibabat pengelolaannya diserahkan kepada
Mayor. dr. Vogelsang. Kedudukan Rumah Sakit Pembantu Cibabat berada di bawah
kantor Kesehatan Kabu[aten Bandung. Mayor. dr. Vogelsang diperkirakan mengelola
Rumah Sakit Pembantu Cibabat sampai tahun 1950.
b. Akreditasi Pelayanan
Pada 28 Mei 1999 mendapat akreditasi penuh tingkat dasar untuk lima pelayanan
berdasarkan Keputusan Mankes RI No. YM.00.03.3.5.2495. administrasi manajemen,
pelayanan medis, pelayanan gawat darurat, pelayanan keperawatan, dan rekam medis
Pada 29 Agustus 2002 mendapat Akreitasi penuh tingkat lanjut duabelas pelayanan
melalui Keputusan Menkes RI NO. YM.00.03.2.2.909. Administrasi manajemen,
pelayanan medis, pelayanan gawat darurat, pelayanan keperawatan, rekam medis,
farmasi, K3, radiologi, laboratorium, kamar operasi, pengendalian infeksi di rumah sakit,
dan perinatal resiko tinggi.
Pada 3 januari 2012 mendapat akreditasi enambelas pelayanan dengan nilai lulus
tingkat lengkap oleh komisi akreditasi rumah sakit dengan nomor sertifikasi KARSSERT/24/1/2012: administrasi manajemen, pelayanan medis, pelayanan gawat darurat,
pelayanan keperawatan, rekam medis, pelayanan farmasi, keselamatan kerja,
kebakaran,

dan

kewaspadaan

bencana

(K3),

pelayanan

radiologi,

pelayanan

laboratorium, pelayanan kamar operasi, pelayanan pengendalian infeksi di rumah sakit,


pelayanan perinal resiko tinggi, pelayanan rehabilitasi medik, pelayanan gizi, pelayanan
intensif, dan pelayanan darah.
c. Visi, Misi, Motto dan Janji Pelayanan
Visi

64

Visi RSUD Cibabat merupakan gambaran masa depan yang diharapkan dan merupakan
komitmen yang akan memotivasi segenap anggota organisasi dalam melaksanakan
kegiatan 5 tahun kedepan (tahun 2013-2017).
Bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan bersama bagi semua pihak maka rumah sakit
harus selalu menjadi terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat
dan dapat memberikan kreativitas dalam mencari solusi terbaik meningkatkan
pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Misi
Untuk mencapai misi yang telah ditetapkan, RSUD Cibabat Cimahi menetapkan misi :
1. Meningkatkan sumber daya manusia secara bersinambungan sesuai kebutuhan
pelayanan
2. Meningkatkan kepercayaan masayarakat terhadap pelayanan rumah sakit
3. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prsarana sesuai kebutuhan dan
perkembangaan ilmu pengetahuan dan teknologi (EPTA)
Bahwa untuk menjadi yang terdepan dan kreatif dalam pelayanan kesehatan RSUD
Cibabat harus meningkatkan sumber daya manusia secara kontinyu dan
bersinambungaan sesuai kebutuhan masyarakat fokus terhadap utuh yang
diharapkan pelanggang (customers oriented) dan meningkatkan sarana dan
prasarana sesuai standar.

MOTTO
"Prioritas pada kesehatan dan mutu pelayanan
Health and Qualtiy Priority
JANJI PELAYANAN RUMAH SAKIT
Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Siap memberikan Pelayanan secara profesional dan
bermutu bagi masyarakat.
2.

Tinjauan Ruangan
Ruang Rawat Inap E2 adalah ruang perawatan bedah yang melayani rawat inap

kelas 3, ruang ini terletak di gedung E lantai 2 yang berseberangan dengan gedung C

65

lantai 2 dan Bank darah di gedung E lantai 1. Gedung E mempunyai 4 lantai tetapi yang
digunakan 3 lantai. Jalur masuk menuju ruang operasi adalah dengan melewati ruang
poli di

gedung C lantai 2 dan menuju lantai 5 (Ruang Operasi) melalui 1 lift yang

bergabung dengan lift pengunjung.


Ruangan ini melayani pasien umum, jamkesmas, jamkesda dan gakinda. Ruangan
E2 dengan kapasitas 40 tempat tidur.
a.

Alur Masuk Pasien


Pasien yang masuk ke ruangan E2 sebelumnya melalui pemeriksaan dari IGD dan

poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat. Perawat IGD atau Poli terlebih dahulu
menginformasikan kepada ruangan E2 adanya pasien baru. Pasien diantar ke Ruangan
Kasuari. Setelah pasien masuk ruangan kemudian perawat melakukan serah terima
dengan perawat yang mengantarkan pasien ke ruangan, kemudian menempatkan
pasien di kamar yang sudah dipersiapkan. Setelah masuk ruangan pasien dikaji oleh
perawat, kemudian perawat melakukan tindakan sesuai dengan instruksi dokter.

ALUR MASUK PASIEN E2


Pasien
Masuk

IGD

Ya
Konfirmasi
Ruangan
Ruang E2

POLI

Tidak

Pulang / Di
Rujuk

66

- Serah terima
- Di
tempatkan
sesuai
tempatnya
- Orientasi ruangan
- Penjelasan tentang
jamkesmas,
jamkesda,
gakinda
Masuk
perawatan
- Pulang sembuh
- Pulang paksa
- Pulang pindah
RS/Rujuk
- Pulang meninggal (+)

Bagan 3.1 Alur Masuk Pasien di Ruang E2 RSUD Cibabat Cimahi

B.

Manajemen Unit
1. Aspek pelayanan fisik
a. Ruangan
Ruang Rawat Inap E2 terletak di gedung E lantai 2 yang berseberangan
dengan gedung C lantai 2 dan Bank darah di gedung E lantai 1. Gedung E
mempunyai 4 lantai tetapi yang digunakan 3 lantai. Ruang rawat inap bedah E2
terdiri dari: pertama masuk dari arah gedung C terdapat ruang kepala ruangan dan
perawat yang berada disisi kanan bersebelahan dengan kamar inap 201, 202, 203,
204, 205, didepan kamar inap 203 terdapat wastafel untuk cuci tangan dan
spoelhock, di sebelah kanan terdapat tangga ke lantai 1 dan ke lantai 3 (ruang
rawat inap penyakit dalam wanita). Disebelah tangga terdapat nurse station yang
bersebelahan dengan lift. Ruang rawat inap E2 terdiri dari 5 kamar, yang masing-

67

masing kamar terdapat 8 tempat tidur (201, 202, 204, dan 205) dan 4 tempat tidur di
kamar 203. Di depan nurse station terdapat ruang tindakan yang bergabung dengan
jalur lalulintas/ evakuasi. Di nurse station terdapat penyimpanan alat tenun, kulkas
untuk penyimpanan obat, sterilitator, lemari alat dan rak arsip.

Man
a. Struktur Organisasi
Kepala Ruangan
Sumari Astuti, S.Kep Ners

2.
3.

Kepala Tim II

Mirza Rini,
S.Kep Ners

Susilawati, Amd.
Kep

Penanggung Jawab
Shift

Penanggung Jawab
Shift

Penanggung Jawab
Shift

Penanggung Jawab
Shift

Yudi Sunardi, Amd.

Ade Mirwan, Amd.

Terkena Ginting, Amd.

Yuli Asih Lestari, Amd.

Pelaksana
1.

Kepala Tim I

Yuyun Melinda, Amd.


Kep
Nelly D, Amd. Kep
Seni Jilianti, Amd. Kep

Pelaksana

Pelaksana

1. Farah Diba, Amd.


Kep
2. Nita Arisha, Amd.
Kep

1. Siti Maryam, Amd.


Kep
2. Rita Nurhayati, Amd.
Kep

Pelaksana
1. Ratna Handayani, Amd.
Kep
2. Yayu Kusmawati, Amd.
Kep

Bagan 3.2 Struktur Organisasi Di Ruang E2 Cibabat Cimahi

68

69

ANALISA
PILAR IV, reward & compensatory
Sistem Penghargaan Pada Tenanga Keperawatan
a.

Proses rekruitmen
Penentuan perawat yang dibutuhkan di ruang model praktik keperawatan
profesional memiliki beberapa kriteria
1. Kepala Ruangan
a)

Pendidikan minimal S1 keperawatan, Jika tidak ada dapat digantikan


D3 yang memiliki jiwa pemimpin.

b)

Pengalaman menjadi kepala ruang minimal 2 tahun dan bekerja di


area keperawatan minimal 2 tahun.

c)

Pernah mengikuti pelatihan ; Managemen bagsal, pelatihan MPK dan


komunikasi keperawatan.

d)

Lulus tes tulis dan wawancara

2. Ketua Tim
a)

Pendidikan minimal S1 keperawatan, Jika tidak ada dapat digantikan


D3 yang memiliki jiwa pemimpin.

b)

Pengalaman kerja minimal 2 tahun.

c)

Pernah mengikuti pelatihan ; Managemen bagsal, pelatihan MPK dan


komunikasi keperawatan.

d)

Lulus tes tulis dan wawancara.

3. Perawat pelaksana
a)

Pendidkan minimal D3.

b)

Pengalaman kerja minimal 1 tahun.

c)

Pernah mengikuti pelatihan.

70

d)

Lulus tes tulis dan wawancara.

b. Orientasi kerja
Perawat harus melalui pelatihan awal sebelum kerja
c. Penilaian kerja
Penilian kerja ditunjukan kepada kepala ruangan, ketua tim, perawat
pelaksana menggunakan supervisi
d. Pengembangan staf
Bentuk peningkatan kapasitas dengan pengembangan karir dan
pendidikan berkelanjutan
Analisa menurut kasus
1. Kepala ruangan
a) Pendidikan sudah S.kep, Ners
b) Pernah mengikuti pelatiahan asesor kompetensi keperawatan,
PDP bagi perawat, petugas layanan konseling dan test,
manajemen ruangan,
c) Lulus test tulis dan wawancara
2. Ketua tim
a) Pendidikan Katim 1 sudah S.kep, Ners sedangkan Katim 2
masih D3 Keperawatan
b) Pengalaman kerja minimal 2 tahun
c) Pernah mengikuti pelatihan manajemen ruangan
d) Lulus test tulis dan wawancara
3. Perawat pelaksana
a) Pendidikan minimal D3
b) Pengalaman kerja minimal 1 tahun

71

c) Pernah mengikuti pelatihan


d) Lulus test tulis dan wawancara

Hasil Analisa
Ruangan E2 merupakan ruangan bedah kelas 3 yang terdiri dari 5 kamar
perawatan yang terbagi menjadi 1 bagian yaitu tim 1 dan tim 2. Nurse station dan
administrasi berada terpisah dan berdampingan. Ruangan tindakan keperawatan
berada di depan nurse stastion. Ruangan E2 sudah mempunyai ruangan khusus
perawat yang dapat juga di gunakan untuk kepentingan ibadah.
1. Jumlah Perawat Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 3.1 Jumlah Perawat Menurut Jenis Kelamin Di Ruang E2 RSUD
Cibabat
Tahun 2015
Jenis Kelamin

Jumlah

Presentase

2
17
19

10,5
89,5
100,0

Laki-laki
Perempuan
Total
Hasil Analisa:

Berdasarkan Tabel 3.1 di atas dapat disimpulkan bahwa menurut jenis


kelamin perawat di Ruang E2 yaitu sebagian besar perawat (89,5 %)
dengan jenis kelamin perempuan.

2. Jumlah Perawat Berdasarkan Pendidikan Terakhir

72

Tabel 3.2 Jumlah Perawat Menurut Pendidikan Terakhir Di Ruang E2


RSUD Cibabat
Tahun 2015
Pendidikan
Amd.Kep
Skep.,Ners
Total

Jumlah

Persentase

16
3
19

84,2
15,8
100,0

Hasil Analisa:
Berdasarkan tabel 3.2 bahwa sebagian besar dari perawat di ruang E2
RSUD Cibabat (77.8) memiliki pendidikan DIII keperawatan, hal ini juga
sesuai dengan standar depertemen kesehatan bahwa perawat yang
memiliki jenjang pendidikan strata minimal (20%).

3. Jumlah Perawat Berdasarkan Kepegawaian


Tabel 3.3 Jumlah Perawat Menurut Kepegawaian Di Ruang E2 RSUD
Cibabat

73

Tahun 2015
Kepegawaian

Jumlah

Percentase

1
18
19

5,3
94,7
100,0

KONTRAK
PNS
Total

Hasil Analisa;
Berdasarkan hasil tabel 3.3 bahwa sebagian besar dari perawat di ruang
E2 RSUD Cibabat

Pegawai Negeri Sipil sebanyak 18 orang perawat

(94,7%) PNS.

4. Jumlah Perawat Berdasarkan Golongan


Tabel 3.4 Jumlah Perawat Menurut Golongan Di Ruang E2 RSUD
Cibabat
Tahun 2015
Golongan
IIIb
IIIa

Jumlah
1
6

Persentase
5,3
31,6

74

IId
Kontrak
Jumlah

11
1
19

57,9
5,3
100,0

Hasil Analisa;
Berdasarkan hasil tabel 3.3 bahwa sebagian besar dari perawat di ruang
E2 RSUD Cibabat Pegawai Golongan IId sebanyak 11 orang perawat
(57,9%) PNS.

5. Jumlah Perawat Berdasarkan Tingkat Umur


Tabel 3.5 Jumlah Perawat Menurut Tingkat Umur Di Ruang E2 RSUD
Cibabat
Tahun 2015
Umur
DIBAWAH 30
DIATAS 30
Total
Hasil Analisa;

Jumlah

Percentase

6
13
19

31,6
68,4
100,0

75

Menurut BPS thn.1993 (Badan Pusat Statistik Inonesia) katagori usia


produktif adalah usia 15 tahun sampai 64 tahun. Dapat disimpulkan
bahwa tenanga perawat di Ruang E2 RSUD Cibabat sebagian besar
berusia >30 tahun sebanyak 13 orang perawat (68,4 %) berada dalam
rentang usia produktif.

6. Jumlah Perawat Berdasarkan Lama Bekerja


Tabel 3.6 Jumlah Perawat Menurut Lama Bekerja Di Ruang E2 RSUD
Cibabat
Tahun 2015
LAMA BEKERJA
0-5 tahun
6-10 tahun
11-15 tahun
16-20 tahun
Total
Hasil Analisa ;

JUMLAH
2
12
4
1
19

PERSENTASE
10.5
63.2
21.1
5.3
100.0

76

Dapat disimpulkan bahwa tenaga perawat di Ruang E2 RSUD Cibabat


sebagian besar bekerja selama 6 10 tahun sebanyak 12 orang perawat
(63,2 %).

7. Jumlah Perawat Berdasarkan Jabatan


Tabel 3.7 Jumlah Perawat Menurut Jabatan Di Ruang E2 RSUD
Cibabat
Tahun 2015
JABATAN
Kepala Ruangan
CI
PJS
Perawat Pelaksana
Total

JUMLAH
1
2
4
12
19

PERSENTASE
5.3
10.5
21.1
63.2
100.0

Hasil Analisa ;
Dapat disimpulkan bahwa tenaga perawat di Ruang E2 RSUD Cibabat
sebagian besar bekerja berdasarkan jabatan yaitu perawat pelaksana
sebanyak 12 orang perawat (63,2 %).

77

8. Jumlah Perawat Yang Mengikuti Pelatihan Keperawatan


Tabel 3.8 Jumlah Perawat Yang Mengikuti Pelatihan Keperawatan
Di Ruang E2 RSUD Cibabat
Pelatihan
Mengikuti
Tidakmengikuti
Total

Jumlah
16
3
19

Persentase
84,2
15,8
100,0

Hasil Analisa ;
Dapat disimpulkan bahwa tenaga perawat di Ruang E2 RSUD Cibabat
sebagian besar perawat yang mengikuti pelatihan keperawatan sebanyak
16 perawat (84,2%).

9. Jumlah Perawat Berdasarkan Sistem Penugasan


Tabel 3.9 Jumlah Perawat Menurut Sistem Penugasan Di Ruang E2
RSUD Cibabat
Tahun 2015
SISTEM PENUGASAN
Karu
Ketua Tim 1
Ketua Tim 2

JUMLAH
1
1
1

PERSENTASE
5.3
5.3
5.3

78

Tim 1
Tim 2
Total

8
8
19

42.1
42.1
100.0

Hasil Analisa ;
Dapat disimpulkan bahwa tenaga perawat di Ruang E2 RSUD Cibabat
sebagian besar bekerja berdasarkan sistem penugasan yaitu perawat
Tim 1 sebanyak 8 orang perawat (42,1 %) dan perawat Tim 2 sebanyak 8
orang perawat (42,1 %).

10. Gaya Kepemimpinan


Tabel 3.10 Persepsi Gaya Kepemimpinan Di Ruang E2 RSUD Cibabat
Tahun 2015
GAYA KEPEMIMPINAN
Otoriter
Demokrasi
Liberal
Missing System
Total
Hasil analisa ;

JUMLAH
1
12
5
1
19

PERSENTASE
5.3
63.2
26.3
5.3
100.0

Berdasarkan tabel 3.6 Gaya kepemimpinan di Ruangan E2 didapatkan


dari 12 responden mempersepsikan gaya kepemimpinan demokrasi.
Menurut Sahlan, 2005 dikatakan Otoriter = 20-60, Demokratis = 61-100,
Bebas = 5-7 = 101-140.

79

11. Kepuasan Kerja Perawat


Tabel 3.11 Persepsi Kepuasan Kerja Perawat Di Ruang E2 RSUD
Cimahi
Tahun 2015
KEPUASAN PERAWAT

JUMLAH

PERSENTASE

52 Puas

15

83.3

52 Tidak Puas

16.7

Total

18

100.0

Hasil Analisa;
Menurut Arikunto, 2006 bila 52 Puas dan 52 Tidak Puas. Kepuasan
kerja

adalah

sikap

emosi

yang

menyenangkan

dan

mencintai

pekerjaannya yang berhubungan dengan pekerjaan dan kondisinya.


Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa 15 responden memilih
katagori puas dan 3 responen memilih katagori tidak puas untuk
kepuasan perawat di Ruangan E2.

80

A. Berdasarkan Rumus Lokakarya Gillies


Perhitungan menurut penelitian Rumah Sakit di Fillipina menghasilkan
data sebagai beikut :
Tabel 3.12 Rata-rata jam perawatan pasien/hari menurut jenis pelayanan.
Jenis Pelayanan
Non bedah
Bedah
Campuran bedah

dan

bedah
Post patrum
Bayi baru lahir
1. Kelas 3

= 1.250 (12 orang)


Hasil analisa :

Rata-rata Jam Perawatan Pasien /

non

Hari
3,4
3,5
3,5
3,0
2,5

81

Berdasarkan hasil perhitungan rumus Gillies di atas maka


didapatkan tenaga perawat yang dibutuhkan di ruangan perawatan
penyakit bedah kelas 3 sebanyak 12 orang.
B. Berdasarkan Rumus Lokakarya PPNI
jumlah tenaga keperawatan menutut Gillies + (25 %x 26)
12 + (25% x 26)
12 + 6.5 = 18,5 = 18 orang perawat
Hasil Analisa :
Berdasarkan hasil perhitungan rumus Lokakarya PPNI di atas maka
didapatkan tenaga perawat yang dibutuhkan di ruangan perawatan
bedah gedung E lantai 2 sebanyak 18 orang.
C. Berdasarkan derajat ketergantungan pasien dalam kebutuhan tenaga
perawat
Tingkat ketergantungan pasien di ruang E2 dinilai dengan
menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut Orem :
Total (2,5 jam), Parsial (2 jam), dan Minimal care (1 jam) (Nursalam,
2007)
Tabel 3.13 Klasifikasi Nilai Menurut Ketergantungan Pasien
Jumlah
Klasifikasi
Minimal
Partial
Total
Jumlah

Pasien
11
20
5
36

Pagi

Shift Dinas
Siang

Malam

11 0,17 = 1,87
20 0,27 = 5,4
5 0,36 =1,8
9,07
9

11 0,14 = 1,54
20 0,15 = 3
5 0,36 = 1,8
6,34
6

11 0,07 = 0,77
20 x 0,10 = 2
5 0,20 = 1
3,77
4

Total tenaga perawat :


Pagi
: 9 orang
Sore
: 6 orang
Malam
:4 orang
Total
: 19 orang
Berdasarkan perhitungan Douglas sesuai dengan ketergantungan
pasien, tenaga perawat yang dibutuhkan di ruang perawatan penyakit
dalam E2 adalah (9+6+4)= 19 orang perawat. Untuk perhitungan jumlah

82

tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan hari libur/cuti/hari


besar (loss day).
Rumus Loss Day :
=

x jumlah perawat tersedia

=
=

x 12
x 12

=2,56
= 3 orang
Jumlah tenaga keperawatan yang

mengerjakan tugas-tugas non

keperawatan (non nursing jobs)


= (jumlah tenaga keperawatan + loss day) x 25%
= (12 + 3) 25%
= 3,75
= 4 orang
Jadi dibutuhkan tenaga perawat 12+ 3 + 4 = 19 orang
Hasil analisis :
Berdasarkan hasil perhitungan rumus di atas maka didapatkan tenaga
perawat yang dibutuhkan di ruang perawatan penyakit dalam E2
sebanyak 19 orang.

2.

MONEY (Uang)
Sumber keuangan dan pengelolaannya/pengeluarannya harus jelas, dalam

arti harus transparan. Untuk pengeluaran ada perencanaan pengeluaran seperti


untuk pengembangan program, insentif perawat dan untuk lain-lain (Supriyatno,
2005).

RSUD Cibabat menerima asuransi swasta maupun asuransi pemerintah


(BPJS) dan umum, adanya tarif yang jelas terhadap semua tindakan yang

dilakukan.
Pembayaran BPJS hanya berdasarkan diagnosa medis.

83

Tidak adanya kebijakan tarif terhadap tindakan keperawatan / tindakan


invasif yang dilakukan oleh perawat.

a. Sarana dan Prasarana


1. Operasional Ruangan E2 RSUD Cibabat didapatkan dari anggaran
Rumah Sakit yang Berasal dari dana APBD dan APBN, dana alokasi
khusus.
2. Ruangan mempunyai uang kas yang berasal dari tabungan perawat,
jasa tindakan medic dan dokter.
3. Sumber pendanaan alat kesehatan dan penunjang dengan dana
renovasi ruangan serta bahan kesehatan habis pakai bersumber dari
dana Rumah Sakit.
4. Pengajuan kebutuhan alat bagi ruangan dilakukan oleh Kepala
Ruangan melalui Kepala Instalasi rawat inap.
5. Pengajuan alat yang rusak dari Ruangan ke IPSRS Medis dan non
medis.
6. Sudah Ada Kejelasan Tarif Ruangan.
Tabel 3.14
Tarif Ruangan di Ruang Bedah E2
RSUD Cibabat Tahun 2015
NAMA KELAS
Kelas 3

b.

SDM

TARIF
Hari Rawat

Rp. 50.000,-

Visite Dr. Spesialis

Rp. 15.000,-

Visite Dr. Umum

Rp. 12,500,-

Co. Via Tlp

Rp. 5000,-

Penunggu Pasien

Rp. 2500,-

Askep Biasa

Rp. 20.000,-

Askep Khusus

Rp. 50.000,-

84

a. Kesejahteraan Karyawan
1) Jumlah pegawai sebanyak 19 orang, diantaranya 18 orang
PNS dan 1 orang kontrak.
2) Kesejahteraan untuk pegawai tetap berasal dari Rumah Sakit
dan APBD sedangkan untuk pegawai tidak tetap berasal dari
oprasional Rumah Sakit.
3) Adanya insentif bulanan pertanggal 15 dan tunjangan
perbaikan penghasilan sesuai dengan golongan.

Tabel 3.15 Insentif


Nama Golonga

Insentif

PNS (S1)

Rp.2.650.000 -1,750,000

DIII

Rp.1.450.000 - 1.350.000

NON PNS

Rp. 1.289.732 - 1.100.00

4) Gaji pegawai PNS sesuai dengan aturan yang berlaku sesuai


dengan peringkat diatas. Pegawai tidak tetap mendapatkan
gaji

standar UMK 2,3 juta, Tetapi untuk semua pegawai

memiliki tunjangan kesehatan atau BPJS.


5) Adanya priode peningkatan gaji pegawai tetap berkala setiap 2
tahun sekali dan kenaikan pangkat atau golongan setiap 3
tahun sekali.
6) Adanya tunjangan hari tua untuk pegawai negeri
7) Adanya tunjangan kesehatan yang dikelola untuk pegawai
tetap maupun pegawai tidak tetap.
8) Adanya tunjangan hari raya per tahun untuk semua pegawai
tetap sesuai dengan golongan.
9) Gaji ke-13 setiap tahun atau dana pendidikan
b. Pengembangan

85

1) Adanya pendanaan untuk pelatihan, situasional atau berkala


house training berasal dari Sponsor, Rumah Sakit dan Dana
Pribadi.
2) Adanya dana dari pemerintah untuk perawat yang sedang
tugas belajar, tetapi untuk ijin belajar menggunakan biaya
sendiri.
3) Belum ada remunisasi
4.

Marketing
Marketing / pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan dan

pengendalian yang dirumuskan dengan hati-hati, dirancang agar membawa


target market untuk mencapai tujuan organisasi (Kotler,2009). Pemasaran
layanan rumah sakit sebaiknya berfokus pada kebutuhan pasien dan selanjutnya
seorang

marketer

harus

dapat

mengidentifikasi

layanan

baru

untuk

pengembangan rumah sakit (Kotler,2010). Berbagai strategi marketing dapat


dilakukan dengan berbagai hal seperti melalui telemarketing (call center
management, website), membangun jejaring komunikasi dengan rumahsakit lain,
melalui iklan. Pemasaran RSUD Cibabat sudah berjalan dengan baikyaitu
melalui promosi kesehatan online di website www.rsucibabat.com yang
memberikan informasi mengena ilayanan RSUD Cibabat. Kegiatan internal
dilakukan melalui penyuluhan promosi kesehatan yang dilakukan secara rutin
bekerjasama dengan edukasi pasien dan ahli gizi dalam team promosi
kesehatan. RSUD Cibabat layanan unggulan adalah program pelayanan
berbasis promosi kesehatan (promosi senam hipertensi).
Departemen Kesehatan RI mendefinisikan mutu pelayanan rumah sakit
sebagai derajat kesempurnaan pelayanan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat konsumen akan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi

86

dan standar pelayanan (DepKes RI,2007). Beberapa pengukuran indikator


kinerja rumah sakit menurut DepKes adalah :
a.

Indikator Mutu RSUD Cibabat dan Ruangan E2 RSUD Cibabat Tahun


2014
Tabel 3.16 Indikator Mutu RSUD Cibabat Tahun 2014

Indikator

Hasil

Standar Depkes

Keterangan

BOR

79.37%

60-85%

Sesuai Standar Depkes

LOS

4,51

6-9 hari

Dibawah Standar Depkes

TOI

1,15

1-3 hari

Sesuai standar Depkes

BTO

64.46

40-50 kali

Diatas standar Depkes

GDR

49,25

<45

Diatas Standar Depkes

Sumber : Medical Record RSUD Cibabat Tahun 2014

Tabel 3.17 Indikator Mutu Ruang E2 RSUD Cibabat Tahun 2014


Indikator

Hasil

Standar Depkes

Keterangan

BOR

53,86%

60-85%

Dibawah Standar Depkes

87

LOS

3,55

6-9 hari

Dibawah Standar Depkes

TOI

3,04

1-3 hari

Sesuai standar Depkes

BTO

55,45

40-50 kali

Diatas standar Depkes

GDR

8.46

<45

Dibawah Standar Depkes

Sumber : Medical Record RSUD Cibabat Tahun 2014

Analisa : berdasarkan tabel diatas disimpulkan BOR RSUD Cibabat sudah sesuai
standart sedangkan BOR ruangan E2 masih dibawah standart, LOS RSUD
Cibabat belum sesuai standart sedangkan LOS ruangan E2 masih dibawah
standart. GDR RSUD Cibabat mencapai diatas standart tidak sesuai dengan
standart depkes.

b.

Pengendalian infeksi
Rumah sakit merupakan institusi yang sangat rentan untuk terjadinya

penularan penyakit. Penularan penyakit bisa terjadi kapan saja dan menimpa
siapa saja baik dokter, perawat, petugas lain, pasien maupun pengunjung. Oleh
karena itu pengendalian infeksi sangat penting dan harus dilakukan karena akan
mempengaruhi keselamatan pasien maupun petugas. Pengendalian infeksi juga
termasuk dalam standar akreditasi nasional maupun internasional. Menurut
instrumen standar akreditasi nasional tentang pengendalian infeksi RS harus
ada tim yang mengelola program pengendalian infeksi serta dilengkapi dengan
kebijakan dan prosedur tentang pengendalian infeksi (DepKes, 2007). Di RSUD
Cibabat tepatnya di Ruangan E2 ada tim pengendalian infeksi dimana
pendataannya dilakukan berdasarkan dokumentasi keperawatan.

88

Tabel 3.18 Angka Kejadian Infeksi Nosokomial Tahun 2014 di Ruang E2


RSUD Cibabat
Jumlah
No

1
2

Ruangan

GD C Lt 6
GD C Lt
5/ICU
GD C Lt
4/Nifas
GD CLt
4/Perina

Jumlah

Infus

Plebitis

2612

634

Jumlah

Jumlah
Tirah

Kateter

ISK

Operasi

ILO

429

28

613

1993

1194

931

18

207

1
297

165

178

527

Baring

Dekubitus

GD C Lt.3

2622

185

GD D Lt.3

1163

74

71

GD D lt 2

912

64

GD E Lt.3

1173

56

GD E Lt. 2

928

101

1300

99

Jumlah

12244

85

2100

2646

19

1590

0,69%

0,00%

90

0,72%

0,063%

Sumber : PPI RSUD Cibabat Tahun 2014


Diagram 3.1 Angka Kejadian Infeksi Nosokomial Tahun 2014 di Ruang E2
RSUD Cibabat

89

Analisa : Dari hasil tabel diatas Pengendalian infeksi nosokomial di ruang

E2

RSUD Cibabat Tahun 2014 dapat dikategorikan baik karena hanya


didapatkan persentase kejadian infeksi luka operasi 0,0007% dari 100
% pasien yang dilakukan operasi.

c.

Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang

yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang


dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (Kotler, 2009). Pengukuran
kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan
yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Dari hasil pengkajian yang dilakkan
terhadap 30 pasien di Ruang E2 RSUD Cibabat dengan menggunakan kuesioner
kepuasan pasien menurut Nursalam (2009) didapatkan :

Kepuasan Pasien
Tabel 3.19 Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang E2 Cibabat Tahun 2015

90

Tingkat

Kepuasan Frekuensi (F)

Percent

Kurang Puas

13,3 %

Puas

12

40 %

Sangat Puas

14

46,7 %

Jumlah

30

100 %

Pasien

Hasil analisa :
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien dapat
dikategorikan sangat puas (46,7%) sedangkan data kurang puas (13,3%), Puas
(40%).

d.

Kebijakan dan prosedur


Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan

dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara


bertindak (Wikipedia, 2011). Sedangkan standar operasional prosedur adalah
pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Berdasarkan standar akreditasi nasional DepKes, 2007,
standar dan prosedur harus disosialisasikan, diimplementasikan, di evaluasi
secara berkala dan dilakukan tindak lanjut. Untuk peningkatan mutu pelayanan
kebijakan dan prosedur harus disediakan dan dilaksanakan sesuai ketentuan
yang telah disepakati. Agar dapat diimplementasikan dengan baik kebijakan dan
prosedur yang ada harus di sosialisasikan kepada petugas / karyawan. Kebijakan
dan prosedur juga harus diletakkan diunit pelayanan untuk memudahkan
petugas membaca kembali maupun mereview bagian prosedur yang lupa. Di
RSUD Cibabat sosialisasi tentang SOP semua tindakan sudah ada terkecuali
SOP kemoterapi dan modern dressing, SAK sudah ada.

91

e.

Diagnosa Medis di Ruangan E2 RSUD Cibabat Tahun2014

Tabel 3.20 Sepuluh Besar Diagnosa Medis di Ruangan E2 RSUD Cibabat


Tahun 2014
No

Kode

Diagnosa Medis

Jumlah

K40.9

Inguinal Hernia (Unilateral)

151

S09.9

Unspecified Injury of head

81

K35.9

Acute Appendicities, Unspecified

66

K35.0

Acute Appendicities with generilzed

65

D48.6

Phyloides Tumor

55

C50.9

Malignant neoplasm of breast, Unspecified

52

D48.7

Neoplasm of uncertain or unknown behavior

41

H25.9

Senile cataract, Unspecified

39

D48.1

Neoplasm of uncertain or unknown behavior

36

10

H25.0

Senile Incipient Cataract

36

Sumber

: Medical Record RSUD Cibabat Tahun 2014

Diagram 3.2 Sepuluh Besar Diagnosa Medis di Ruangan E2 RSUD Cibabat


Tahun 2014

92

Analisa : Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan diagnosa medis terbanyak


hernia inguinalis sedangkan penyakit katarak memperoleh persentasi
terkecil dari 10 diagnosa medis.

f.

Diagnosa Keperawatan di Ruangan E2 Tahun2014


Tabel 3.21 Sepuluh Besar Diagnosa Keperawatan di Ruangan E2
RSUD Cibabat Tahun 2014

93

Sumber : Medical Record RSUD Cibabat Tahun 2014


No

DiagnosaKeperawatan

Jumlah

Kurang Pengetahuan

622

Nyeri

547

Hambatan mobilitas Fisik

537

Resiko Perdarahan

466

Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit

441

Defisit Perwatan diri

430

Resiko Infeksi

412

Kerusakan Integritas Kulit

375

Ketidak efektifan bersihan jalan nafas

265

10

Gangguan Pemenuhan Nutrisi

143

Diagram 3.3 Sepuluh Besar Diagnosa Keperawatan di Ruangan E2 RSUD


Cibabat Tahun 2014

Analisa : Berdasarkan dari tabel diatas dapat disimpulkan diagnosa keperawatan


terbanyak adalah kurang pengetahuan. Data tersebut sesuai dengan beragam
tingkat pendidikan.

94

g.

Tindakan Terbanyak yang dilakukan di Ruangan E2 RSUD Cibabat


Tahun 2014

No

TINDAKAN kEPERAWATAN

Jumlah

Tanda-Tanda Vital

2154

Pemberian obat per oral

1980

Sampel darah

1300

GV

1300

Infus

928

Pemberian per IV

928

Kateter

516

NGT

372

Oksigenasi

362

10

EKG

331

Tabel 3. 22 Sepuluh Besar Tindakan Terbanyak Dilakukan di Ruang E2


RSUD Cibabat Tahun 2014

95

Sumber : Medical Record RSUD Cibabat Tahun 2014


Diagram 3.4 Sepuluh Besar Tindakan Terbanyak Dilakukan di Ruang E2
RSUD Cibabat Tahun 2014

Sumber : Medical Record RSUD Cibabat Tahun 2014


Analisa: Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan tindakan keperawatan
terbanyak adalah tanda-tanda vital mengingat setiap hari perawat selalu
melakukan monitor tanda-tanda vital.

96

h.

Program Unggulan Ruangan


Berdasarkan analisa yang dilakukan pada kepala ruangan E2 bahwa

Rungan E2 merupakan ruangan medikal bedah sehinggaa saat ini program


unggulan sedang dalam perumusan dengan mengarah kepada program modern
dressing.
i.

Letak Gedung E2
Letak gedung E2 (Ruang medikal Bedah Kelas III) berada di lantai 2

gedung E yang berseberangan dengan gedung C lantai 2 dan Bank darah di E1.
Gedung E mempunyai 4 lantai tetapi yang digunakan 3 lantai. Jalur masuk
menuju ruang operasi adalah dengan melewati ruang poli di gedung C lantai 2
dan menuju lantai 5 (Ruang Operasi) melalui 1 lift yang disatukan dengan lift
pengunjung.
j.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran dilakukan dari instansi rawat jalan, website, instansi
gawat darurat.
k.

Sasaran Marketing
Sasaran marketing Ruang E2 adalah pasien dewasa ataupun anak-anak

dengan umum, kontraktor, bpjs yang terutama berada di kelas 3. Kelas 2 dan
kelas 1 di terima oleh ruang E2 apabila ruang kelas 1 dan 2 penuh.
l.

Alur Masuk Pengunjung


Alur rmasuk pengunjung terdiri dari 3 pintu, yaitu dari poli di C2 dan dari

lift di E1, serta Tangga di E1 yang terletak di bagian dalam (langsung ke nurse
station).

97

Pengunjung yang masuk ruang E2 tidak dibatasi dalam jumlah


pengunjung ataupun jam masuk pengunjung.

m.

Denah Pemetaan Ruang E2

Gambar 3.1 Denah Ruangan E2 RSUD Cibabat Cimahi Tahun 2015


n.

Petunjuk Arah

98

Petunjuk arah keruangan ruangan hanya ada petunjuk ke Kasir Lt.1,


Petunjuk Ke Lt.3, Petunjuk ke Nurse Station, belum ada petunjuk ke apoteker,
laboratorium dll
o.

Alur Evakuasi
Alur evakuasi pasien dapat melewati tangga yang berada di dalam

gedung E2 yang bersebelahan dengan kamar 203 dan nurse station. Atau
melalui tangga yang menghubungkan gedung E2 dengan gedung C2.
p.

Leafleat
Leaflet tentang gedung E2 belum ada. Leafleat 10 penyakit tebesar di

Ruangan E2, hanya ada poster tentang bahaya merokok, cara perawatan luka di
rumah, cara menggunakan kruk, cara mencuci tangan.

5.

Metode
Hasil pengkajian yang dilakukan pada 14 - 18 Februari 2015 didapatkan

data:
a. Pengetahuan perawat
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah orang
melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Sebagian besar
pengetahuan

diperoleh

melalui

mata

dan

telinga.

Pengetahuan

merupakan pedoman dalam membentuk tindakan seseorang (Mustofa,


2008).
Pengetahuan menurut Ircham (2008) dapat dikategorikan menjadi tiga
yaitu ; Baik (76-100% jawaban benar dari seluruh pertanyaan), Cukup

99

(56-75% jawaban benar dari seluruh pertanyaan)dan kurang (40-55%


jawaban benar dari seluruh pertanyaan).

Dari hasil analisis angket yang telah disebar didapatkan data sebagai
berikut:
Tabel 3.23 Analisa Pengetahuan Perawat Di Ruang E2 RSUD Cibabat
Tahun 2015
No

Pengetahuan

Rata-Rata

MPKP

46%

Universal Percuation

64%

Timbang Terima

64%

Supervisi

53,3%

Ronde Keperawatan

42,1%

Dischard Planing

60,4%

Desentralisasi dan Sentralisasi

45%

Dokumentasi ASKEP

49%

Dari tabel di atas didapatkan data bahwa :


1. Rata-rata pengetahuan perawat tentang MPKP adalah 46% (Kurang)
wawancara didapatkan bahwa penugasan dalam ruang E2 adalah
menggunakan metode tim, yaitu tim 1 bertanggung jawab terhadap
kamar 201, 202, dan 203. Tim 2 bertanggung jawab terhadap kamar
204 dan 205.
2. Rata-rata pengetahuan perawat tentang Universal Percaution adalah
64% (Cukup).
3. Rata-rata pengetahuan perawat tentang timbang terima adalah 64%
(Cukup)

100

4. Rata-rata pengetahuan tentang supervisi 53,3% (Kurang).


5. Rata-rata pengetahuan tentang ronde keperawatan 42,1% (Kurang),
akan tetapi belum pernah dilakukan ronde keperawatan.
6. Rata-rata pengetahuan tentang Dischard Planning 60,4% (Cukup).
7. Rata-rata pengetahuan tentang desentralisasi dan sentralisasi 45%
(Kurang). Didapatkan hasil pengkajian bahswa obat dan cairan pasien
seluruhnya disimpan di meja pasien dan diambil oleh perawat ketika
sudah ada jadwal pemberian terapi.
8. Rata-rata pengetahuan tentang dokumentasi keperawatan adalah
49% (kurang). Hasil pengkajian dokumentasi keperawatan sudah
menggunakan metode ceklist dan dirasa efektif oleh perawat.
b. Observasi Proses Asuhan Keperawatan dan kepatuhan SOP
Evaluasi kinerja perawat bermanfaat dalam peningkatan mutu asuhan
keperawatan menurut DEPKES RI (2001) dapat dinilai dari tingkat
keptuhan terhadap SOP yang telah ada, dimana keparuhan terhadap
SOP

baik apabila skor 90-100%, cukup baik dengan skor 76-89%,

kurang baik dengan skor 60-75%, dan tidak baik jika skor dibawah 60%.
Hasil analisis observasi yang telah dilakukan didapatkan data sebagai
berikut :

Tabel 3.24 Observasi Proses Asuhan Keperawatan dan kepatuhan


SOP Di ruang E2 RSUD Cibabat Tahun 2015
No. Hal yang diobservasi

hasil rata-rata

Timbang Terima

71 %

Universal Percuation

77 %

Dischard Planning

98 %

Dokumentasi ASKEP

97 %

101

Dari tabel diatas didapatkan sebagai berikut :


1. Rata rata timbang terima yang dilakukan adalah 71% sudah sesuai
SOP (cukup baik).
2. Rata rata universal percuation (penggunaan APD (Alat Pelindung
Diri) 77% sudah sesuai SOP (cukup baik).
3. Rata rata pelaksanaan dischard planning 98% sudah sesuai SOP
(baik). Hasil obeservasi didapatkan perawat melakukan discard
planning dengan baik dan sangat lengkap sesuai dengan SOP yang
tersedia.
4. Rata rata dokumentasi askep 97% sudah sesuai SOP (baik). Dalam
pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang E2 menggunakan
methode

cheklist

dari

pengkajian

,diagnosa,

intervensi

dan

implementasi. Dalam pengkajian ada beberapa point yang kurang


mencakup diagnosa yang ada seperti pada pasien dengan operasi
katarak dalam form pengkajian belum mencakup untuk resiko injuri
dari pasien tersebut. Dalam pnegakan diagnosa dan intervensi telah
merujuk pada NIC dan NOC. Dalam pengkajian sistem pencernaan
bising usus tidak ada, tidak ada format tingkat ketergantungan pasien
dan resiko jatuh dan saat di evaluasi tidak dilakukan SOAP per
diagnosa yang muncul.
c. Observasi Kepatuhan perawat terhadap SOP
Tabel 3.25 Hasil Observasi Kepatuhan Perawat Terhadap SOP Di
Ruang E2 Cibabat Tahun 2015
No.
1
2
3
4
5

Tindakan yang Diobservasi


TTV
Ganti Balutan
mencuci tangan
pemberian obat iv
perekaman EKG

Rata-rata
83,30 %
75,86 %
88,88 %
78,94 %
75,60 %

102

6
7
8
9
11

pemberian obat oral


persiapan operasi
pemasangan DC
aff DC
Skin test
Rata-rata

65,54 %
75,34 %
69,51 %
80,23 %
75,19 %
76,83 %

Hasil analisis observasi yang dilakukan terhadap 5 perawat didapatkan


hasil kepatuhan perawat terhadap SOP adalah 76,83 % (Cukup baik), hal
ini didukung dengan keterbatasan alat yang ada diruangan sehingga
tindakan tidak dapat dilakukan sesuai dengan SOP yang ada.
d. Adanya kebijakan dari RS Cibabat tentang penerapan metode MPKP di
ruang E2.
e. Adanya rumah sakit kompetitor yang telah menerapkan metode MPKP.
1. Sarana dan prasana (M2-Material)
Tabel 3. 26 Sarana Prasarana Perawat di Ruang E2
RSUD Cibabat Tahun 2015
NO

SARANA
PRASARANA

1.

Ruang

DI RUNGAN
ADA
TIDAK

Kepala

Ruangan

KETERANGAN
Terletak di belakang di samping ruangan 201.

Didalam ruang karu sudah dilengkapi dengan


meja,

kursi

da

lemari.

Ruangan

layak

digunakan.
2.

Ruang perawat

Didalam ruang perawat terdapat lemari , kasur,

musholla, dapur, dan kamar mandi layak


digunakan.

3.

Kamar mandi

Kamar mandi hanya ada 1 keadaan air dalam

kamar

mandi

baik.

Kamar

mandi

layak

digunakan.
4.

Ruang tindakan

Rungan tindakan kurang layak digunakan ,

karena masih berada di jalur efakuasi dan jalur


berkunjung.

5.

Nurse station

Nurse station terletak di tengah-tengah antara

pintu masuk lif dan pintu masuk lewat tangga

103

darurat.

Terkadang

dalam

meracik

obat

dilakukan di nurse station.


6.

Tempat
tangan

cuci

Terdapat 1 tempat cuci tangan yang berada di

depan kamar 203, keadaan air di tempat cuci


tangan baik dan bersih.

7.

Kasur

8.

Computer

Keadaan kasur untuk perawat layak digunakan


Terdapat 1 set komputer dengan keadaan

masih bagus dan layak digunakan. komputer


ditempatkan di 1 ruangan bersama karu.

9.

Lemari es

Lemari es terletak di nurse station. Lemari es

masih

berfungsi

dengan

baik dan

layak

digunakan.
10.

Lemari

Lemari ada di rungan perawat sebanyak 4

buah. 2 lemari kayu, 1 buah lemari plastik


bersusun, 1 buah lemari loker. Keadaan lemari
layak digunakan.

11.

Telepon

Terdapat 2 buah telepon, 1 buah telepon di

meja nurse station, dan 1 buah berada di


ruang karu. Telepon masih berfungsi dengan
baik, telepon masih layak digunakan.

12.

Meja

Terdapat

buah

meja

,1

buah

meja

memanjang, 3 buah meja yang digunakan


untuk menjimpan rak, dan 1 buah meja untuk
mahasiswa.

104

13.

White board

Terdapat

buah

white

board,

buah

digunakan untuk menulis nama, umur,dan


operasi

pasien, 1 buah digunakan untuk

menulis nama pasien tiap kamar, hanya saja


white board kurang sesuai dengan jumlah
kamar pasien, dan 1 buah white board
digunakan untuk informasi perawat. Keadaan
white board baik sehingga layak digunakan.
14.

Kursi

Terdapat 4 buah kursi lipat dan 1 buah kursi

sofa,

dalam

keadaan

baik

dan

layak

digunakan.
15.

TV

Terdapat 1 buah TV biasa digunakan oleh

16.

Kipas angin

perawat, keadaan TV layak digunakan.


Kipas angin hanya ada 1,

keadaan layak

digunakan .
17.

Lemari arsip

Terdapat 2 buah , 1 buah lemari di simpan di

ruanga kepala ruangan dan 1 buah rak di


ruanga nurse statlion. Keadaan lemari dan rak
layak digunakan.

Hasil Analisis
Pada hasil observasi di dapatkan hasil sarana prasarana perawat sudah
memenuhi/sangat menujang. Hanya saja mengenai ruang tindakan dan nurse
station kurang berfungsi dengan baik. Kerena tidak dapat memantau kondisi
ruangan secara umum, tempatnya yang masih tersembunyi dan masih berada di
jalur efakuasi dan jalur berkunjung. Serta ruang nurse station yang terkadang
digunakan untuk meracik obat pasien.

105

Dari tabel diatas menunjukkan persentase yang didapatkan sarana


prasarana perawat di ruang E2 RSUD CIBABAT CIMAHI didapatkan sebanyak
100% layak digunakan dan yang ada di ruangan .

Tabel 3.27 Sarana Prasarana Pasien di Ruang E2


RSUD Cibabat Tahun 2015

NO.

SARANA

DI RUANGAN

PRASARANA

ADA

1. Kamar pasien

KETERANGAN

TIDAK
Terdapat

kamar

untuk kelas 3, dan 1 kamar


ruang isolasi.
Kapasitas
tempat

2. Tempat tidur

pasien

sebanyak

tidur

40 bed, tetapi

yang tersedia sebanyak 37


bed, namun ada 1 bed yang
dalam proses perbaikan. Ada
beberapa bed yang kurang
layak di pakai seperti tidak
memiliki

bed

plang,

tidak

memiliki pengunci bed, dan


rusaknya

untuk

memposisikan

bed

dikarenakan bautnya hilang.


Masing- masing pasien di

3. Lemari

ruangan

sudah

dilengkapi

lemari pasien dan semuanya


4. Papan

identitas

layak dipakai.
Papan identitas pasien hanya

106

pasien

ada di kamar 201 dan 205


belum ada di kamar-kamar
lain, dan belum difungsikan

5. Gelang

dengan baik .
Seluruh pasien di ruangan

identitas

pasien

belum

ada

yang

menggunakan

gelang

identitas pasien.
Di
masing-mmasing

6. Alat panggil perawat

(bel)

belum terpasang alat panggil


perawat (bel).
Setiap bed memiliki

7. Kursi tunggu

bed

kursi

tunggu sebanyak 1 bauh.


Kursi layak digunakan.
Di kamar kelas III terdapat 10

8. Kamar mandi

kamar

mandi

memiliki

tiap rungan

kamar

mandi,

Keadaaan air di kamar mandi


bersih dan mengalir. Kamar
mandi layak digunakan.
Pispoot disimpan dikamar

9. Pispot

mandi pasien. Terdapat 1


bauh

pispot

masing

di

masing-

kamar

mandi

pasien .dalam penggunaan


pispot di nilai kurang efektif
karena pispot di gunakan
bersama-sama.
Tempat sampah berada di

10.Tempat sampah

smping kamar mandi masingmasing rungan memiliki 2


tempat sampah.
Hand scrub belum ada di

11.Hand scrub

masing-masing pintu pasien


maupun
pasien.

di

dalam

kamar

107

12.Lemari linen

Lemari linen terletak di ruang

tindakan.

Lemari

layak

digunakan.
Tidak setiap rungan memiliki

13.Jam dinding

jam dinding, hanya ada 2


kamar

yang

meiliki

jam

dinding dan layak digunakan.


Hasil Analisis :
Dari data yang diperoleh didapatkan hasil mengenai sarana prasarana
pasien diruangan sudah optimal. Hanya saja ada beberapa sarana prasarana
yang

kurang menunjang bagi pasien. Terbukti dengan belum adaya gelang

identitas pasien, belum adanya papan identitas pasien, belum adanya hand
scrub, belum adanya alat panggil perawat (bel), masih ada bed yang kurang
layak pakai, serta pispot yang hanya ada 1 di tiap ruangan dan digunakan
bersama.
Dari tabel di atas menunjukkan persentase yang didapatkan sarana
prasarana pasien di ruang E2 RSUD CIBABAT CIMAHI didapatkan sebanyak
77% yang ada dan 30 % yang tidak ada di ruangan .

108

Tabel 3. 28 Sarana Prasarana Alat Kesahatan di Ruang E2


RSUD Cibabat Tahun 2015

JUMLAH
NO

NAMA ALAT

STANDAR

YANG

DEPKES
1.
2.
3.

Ambu

KONDISI ALAT
LAYAK TIDAK
LAYAK

ADA

bag

dewasa
Arteri klem

Ambu bag dalam keadaan


1

layak di pakai.
Arteri klem dalam keadaan

Bak instrument
besar

4.

Bak instrument

5.

kecil
Bak

6.

sedang
Baki tindakan

7.

KETERANGAN

layak dipakai.
Bak
instrument

besar

dalam

layak

keadaan

dipakai.
Bak instrument kecil dalam
2

bak intrumen sedang


Baki
tindakan
dalam

EKG

keadaan layak dipakai


EKG dalam keadaan layak

8.

Bengkok

di pakai
Bengkok dalam keadaan

9.

Lampu sorot

layak di pakai
Lampu
sorot

10.

Lemari

keadaan layak dipakai


Lemari instrument dalam

11.

instrument
Lemari obat

keadaan layak dipakai


Lemari
obat
dalam

12.

Lemari es obat

keadaan layak dipakai


Lemari es obat dalam

13.

Brankar

keadaan layak dipakai


Brankar dalam keadaan

keadaan layak dipakai.


Di ruangan tidak memiliki

intrumen

layak dipakai

dalam

109

14.
15.
16.
17.

Manometer O2
Meja pasien
Meteran
Nebulizer

18.

Pingset

19.

anatomi
Cirnergis

20.

Dorongan

37
1
1

1
1
4
7

Manometer

keadaan layak dipakai


Meja
pasien
dalam

keadaan layak dipakai


Meteran dalam keadaan

layak dipakai.
Nebulizer dalam keadaan

layak dipakai.
Pingset anatomi

keadaan layak dipakai.


Serugis dalam keadaan

layak dipakai.
Dorongan oksigen

besar

dalam

layak

oksigen besar
21.

Dorongan

dipakai.
Dorongan

oksigen kecil

dalam

O2

dalam

dalam

keadaan
oksigen
keadaan

kecil
layak

dipakai.
Elektroda

keadaan layak digunakan.


Gerusan
obat
dalam

Guntingan

keadaan layak digunakan.


Guntingan hecting keadaan

hecting
Guting perban

layak dipakai.
Guntingan perban dalam

22.

Elektroda EKG

23.

Gerusan obat

24.
25.

keadaan

EKG

lalyak

dalam

dipakai,

namun belum memenuhi

sarat Depkes.
Diruangan
belum

26.

Impus pam

27.

Korengtang

impus pam
Korentang dalam keadaan

28.

Reflek hamer

layak dipakai.
Reflek
hamer

29.

Standar infus

32

keadaan layak dipakai.


Standar infus
dalam
keadaan

ada

dalam

layak

dipakai,tetapi ada sebagian


yang

kurang

layak

110

30.

31.
32.

Stetoskop

digunakan.
Stetoskop dewasa

dewasa

dipakai

Suction

memenuhi sarat depkes.


Suction dalam keadaan

layak dipakai .
Sungkup nebu

Sungkup nebu 2

1
2

dewasa

dalam

dewasa
layak

dipakai.
Di ruangan belum memiliki

Syiring pam

34.

Tabung oksigen 1

syiring pam
Tabung oksigen kecil dalam

35.

kecil
Spygnomanom

keadaan layak digunakan.


Spygnomanometer dalam

36.

eter
Tensi raksa

keadaan layak dipakai.


Tensi raksa dalam keadaan

layak dipakai.
Tensi digital dalam keadaan

layak dipakai.
Thermometer digital dalam

38.

Tensi digital
Termometer

keadaan

belum

33.

37.

tapi

layak

1
5

digital

keadaan
namun

39.

Timbangan

40.

dewasa
Timbangan bayi

41.

Tongspatel

42.

Torniket

layak

dipakai

belum

sesuai

dengan standar depkes.


Timbangan dewasa dalam

keadaan layak dipakai .


Timbangan bayi dalam

keadaan layak dipakai.


Tongspatel dalam keadaan

layak dipakai
Torniket 1 dalam keadaan

layak dipakai, namun ada


yang
43.
44.
45.

Troli instrumen
Tromol sedang
Tromol besar

1
1
1

3
1
1

kurang

layak

digunakan.
Troli
intrumen

dalam

keadaan layak dipakai.


Tromol
sedang
dalam

keadaan layak digunakan.


Tromor
besar
dalam
keadaan layak digunakan.

111

46.

Tromol kecil

47.

Beban traksi 1

48.

Kg
Beban traksi 2

49.

Kg
Beban traksi 3

50.

Kg
Beban

51.

5Kg
Kursi roda

52.
53.

traksi

APAR
Stetoskop anak

1
3
2
1
3
2
1
2

Tromol

kecil

dalam

keadaan layak digunakan.


Beban traksi 1 Kg dalam

keadaan layak dipakai.


Beban traksi 2 Kg dalam

keadaan layak dipakai.


Beban traksi 3 Kg dalam

keadaan layak dipakai.


Beban traksi 5 Kg dalam

keadaan layak dipakai.


Kursi roda dalam keadaan

layak dipakai.
APAR
dalam

layak digunakan.
Stetoskop
anak

keadaan
dalam

54.

Kunci inggris

keadaan layak dipakai.


Kunci
inggris
dalam

55.

Alat sukur

keadaan layak dipakai.


Alat sukur dalam keadaan

56.

Kacamata

layak dipakai.
Kacamata dalam keadaan

57.

(google)
Mayo

layak dipakai.
Mayo dalam keadaan layak

58.

Konektor

dipakai.
Konektor

59.

suction
Lampu

keadaan layak dipakai.


Lampu emergensi dalam

60.

emergensi
Gunting

keadaan layak dipakai.


Gunting jaringan dalam

61.

jaringan
Ambu bag bayi

keadaan layak dipakai.


Di ruang belum ada a,bu

62.

Sungkup

bag bayi
Di ruang

suction

belum

sungkup.
Hasil Analisis :
Dari hasil observasi didapatkan bahwa hampir seluruh alat kesehatan yang ada
di ruangan sudah memenuhuni standar Depkes, namun hanya ada beberapa

dalam

ada

112

belum terpenuhi sesuai standar Depkes dan bahkan belum ada sebagian alat
yang seharusnya ada di ruangan yaitu bak intrumen sedang,ambubag bayi,
sungkup, impus pam, dan syring pam.
Dari tabel di atas menujukkan persentase yang didapatkan sarana
prasarana alat kesehatan

di ruang E2 RSUD CIBABAT CIMAHI didapatkan

sebanyak 90% yang ada dan 98 % yang layak digunakan ruangan .

Tabel 3.29 Sarana Prasarana Alat tenun di Ruang E2


RSUD Cibabat Tahun 2015
NO
1.

SARANA
PRASARANA
Baju pasien

DI RUANGAN
ADA
TIDAK

KETERANGAN
Di

ruangan

belum

ada

baju

pasien
Barak

short

Barak short dalam keadaan layak

perawat
Celana pasien

dipakai

Di

ruangan

belum

ada

baju

pasien
Duk bolong besar

Di ruangan belum ada duk bolong


besar

Duk bolong kecil

Di ruangan belum ada duk bolong


kecil

Haduk besar

Di ruangan belum ada handuk


besar

Handuk kecil

Di ruangan belum ada haduk

113

kecil
Laken putih

Laken

dalam

keadaan

layak

dipakai
Sarung bantal

Sarung bantal dalam keadaan


layak dipakai

Perlak

Perlak

dalam

keadaan

layak

dipakai
Selimut tipis

Selimut

tipis

dalam

kedaaan

lalyak dipakai
Stik laken

Stik laken dalam keadaan layak


dipakai

Washlap

Washlap

sekali

pakai

dalam

keadaan layak dipakai


Gorden

Gorder

warna

pink

dalam

keadaan layak dipakai

Hasil Analisis :
Dari hasil observasi , didapatkan data mengenai sarana alat tenun di
ruangan belum memadai masih banyak alat tenun yang tidak terdapat di ruangan
seperti baju pasien, celana pasien, duk bolong besar, duk bolong kecil, haduk
besar, haduk kecil, washlap,dan stik laken yang masih jarang digunakan untuk
pasien.
Dari persentase yang didapatkan sarana prasarana alat kesehatan di ruang E2
RSUD CIBABAT CIMAHI didapatkan sebanyak 90% yang ada dan 98 % yang
layak digunakan ruangan

SOP yang terdapat di Ruang E2 Yaitu :


1. Penerimaan pasien baru

114

2. Pasien pulang dengan ijin dokter


3. Pasien pulang paksa
4. Pasien pulang meninggal
5. Pasien pindah rumah sakit
6. Pasien masuk ruang ICU
7. Petugas masuk ruang ICU
8. Pengunjung masuk ruang ICU
9. Pengiriman pasien keluar dari ruang ICU
10. Pemberian oksigen
11. Pengisapan lendir/suction
12. Memberi makan
13. Memberi minum secara langsung
14. Mengukur suhu badan
15. Mengukur tekanan darah
16. Menghitung denyut nadi dan pernafasan
17. Menimbang berat badan
18. Memberikan kompres dingin
19. Memberikan kompres hangat
20. Mengganti alat tenun kotor
21. Memotong kuku
22. Menyisir rambut
23. Mencuci rambut
24. Oral hygiene
25. Menggosok gigi
26. Memandikan pasien
27. Mengganti pakaian
28. Melaksanakan ambulasi dini
29. Mengatur posisi semi fowler
30. Mengatur posisi trendelenburg
31. Mengatur posisi sim
32. Pemasangan infus
33. Memberikan transfusi
34. Memasang infus dengan jarum bersayap
35. Pemberian obat per rectal
36. Pemberian obat per oral
37. Mengukur cairan yang masuk dan keluar
38. Memberikan gliserin dengan spuit
39. Pemasangan kateter kandung kemih
40. Mengganti balutan
41. Pemasangan NGT/ sonde fooding
42. Menghindari terjadinya alergi obat sunttikan (skin test)
43. Persiapan tindakan fungsi pleura
44. Persiapan tindakan fungsi sternum (bone marrow)
45. Persiapa tindakan fungsi lumbal
46. Melaksanakan program orientasi kepada pasien
47. Mengadakan komunikasi secara langsung
48. Memberikan penyuluhan secara individual
49. Membantu pasien untuk istirahat / tidur
50. Menjaga keselamatan pasien yang dibawa dengan brangkar
51. Mengumpulkan urine 24 jaM

115

52. Menolong BAB dan BAK pasien yang tidak mampu menolong diri sendiri
53. Menjaga keselamatan keselamatan pasien di tempat tidur
54. Memberikan huknah
55. Membimbing pasien yang menghadapi sakaratul maut
56. Merawat pasien meninggal
57. Menggantikan kantong kolostomi
58. Pelaksanaan rendam bokong
59. Memberikan obat melalui suntikan intravena
60. Memberikan obat melalui suntikan intra muskular
61. Memberikan obat melalui suntikan intra cutan
62. Memberikan obat memlalui suntikan sub cutan
63. Persiapan endoscopy dan skleroterapi
64. Persiapan tindakan ligasi
65. Persiapan biopsi endoscopy
66. Persiapan bilas cerumen
67. Persiapan insisi peritonssiler abces
68. Persiapan pemasangan tampon epistaxxis
69. Penggunaan tympanogram
70. Penggunaan audiogram
71. Pengelolaan linen kotor di ruangan
72. Pengelolaan linen bersih di ruangan
73. Permintaan diet harian ke gizi
74. Permintaan diet baru dan penggantian diet
75. Permintaan darah ke UTDRS
76. Pengambilan sample darah untuk pemeriksaan darah pre tranfusi
77. Permintaan pemeriksaan laboratorium
78. Permintaan pemeriksaan radiologi
79. Pengisian piutang pasien
80. Aff kateter kandung kemih
81. Fisioterafi dada
82. Memasang urinal / pispot
83. Perekaman EKG G.E
84. Penjadwalan operasi
85. Perawatan kateter
86. Persiapan areal operasi
87. Serah terima pasien pre dan post operasi
88. Perawatan pos operasi
89. Batuk efektif
90. Resusitasi jantung paru
91. Resusitasi bayi
92. Memasang infus pada bayi
93. Membersihkan jalan nafas pada bayi
94. Menilai APGAR
95. Pemasangan NGT / OGT pada bayi
96. Pasien isolasi
97. Pemakaian alat dan pemeliharaan inkubator
98. Pemasangan fototherapi
99. Penanganan bayi hypotermi
100. Perawatan bayi icterus neonatorium
101. Memberi minum personde

116

102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.
118.
119.
120.
121.
122.
123.
124.
125.

Inisiasi menyusui dini


Kebijakan rawat gabung
Memandikan bayi dengan berat badan normal
Memandikan bayi berat badan lahir rendah
Membimbing ibu memandikan bayi
Mandi minyak pada bayi
Menimbang berat badan bayi
Memberi ASI / PASI dengan NGT
Pengambilan stempel telapak kaki bayi dan ibu jari tangan ibu
Penyimpanan air susu ibu (ASI)
Perawatan tali pusat
Memandikan bayi di tempat tidur
Pertolongan bayi baru lahir
Pengelolaan dicubitus
Pengambilan sampel darah arteri alat ABL 90
Pemasangan identitas klien pre operasi
Pemasangan identitas bayi
Pemberian zalaf mata
Mobilisasi pasif
Perawatan traksi
Perawatan gips
Resusitasi jatung paru pada anak
Penangan bayi terlantar
Penanganan pasien terlantar

RSUD CIBABAT CIMAHI sudah mempuyai SAK, namun SAK yang


terdapat di ruang E2 yaitu :
Sepuluh Besar Penyakit di Ruang Perawatan Penyakit Bedah
1. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Appendicitis
2. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Benigna Prostat
Hiperplasia
3. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Cedera Kepala Ringan
(CKR)
4. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Combustio
5. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Fibro Adenoma Mamae
6. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Fraktur
7. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Hernia
8. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Hemorhoid
9. Standar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Illeus
10. Standar Asuhan Keperawatan pada klien denganTonilitis

Tabel 3.30 ANALISIS SWOT RUANGAN RAWAT INAP BEDAH E2 RSUD CIBABAT JAWA BARAT
Kajian 5 M
METODE

S
1.

2.

Penugasan dalam ruang E2

1.

Pengetahuan

adalah menggunakan metode

supervisi

tim
Pengetahuan perawat tentang 2.

(kurang).
Pengetahuan

Universal

ronde

tentang
53,5%

1. Adanya kebijakan dari


RS

Cibabat

penerapan

tentang

kompetitor yang telah

metode

menerapkan metode

tentang
MPKP di ruang E2.

Percuation

adalah

MPKP.

keperawatan

3.

64% (Cukup).
Pengetahuan tentang Dischard 3.

42,1% (kurang).
Pengetahuan
tentang

Planning 60,4% (cukup),


Hasil pengkajian dokumentasi

desentralisasi

4.

sentralisasi
keperawatan

1. Adanya rumah sakit

dan
45%

sudah

menggunakan metode ceklist 4.


5.

dan dirasa efektif oleh perawat


Rata rata timbang terima yang

6.

dilakukan adalah 71%.


Timbang terima dilaksanakan

(kurang).
Pengetahuan

tentang

dokumentasi

5.

keperawatan

adalah

49% (kurang).
Supervisi

jarang

setiap pagi dengan dipimpin

125

oleh

kepala

dilanjutkan
7.

ruangan
dengan

pasien.
Universal

dan
6.

dilakukan.
Belum pernah dilakukan

7.

ronde keperawat
Obat dan cairan pasien

operan

Percuation
seluruhnya disimpan di

(penggunaan

APD

(Alat
meja pasien dan diambil

Pelindung

Diri)

77%

sudah
oleh

8.

sesuai SOP (cukup baik).


Pelaksanaan dischard planning

sudah

98% sudah sesuai SOP (baik).


8.
Hasil

obeservasi

perawat

ketika

ada

jadwal

pemberian terapi.
saat operan pasien rata-

didapatkan
rata

perawat

melakukan

planning

dengan

perawat

hanya

discard
mengoperkan

baik

instruksi

dan
dokter

tanpa

sangat lengkap sesuai dengan


mengoperkan diagnosa
9.

SOP yang tersedia.


Dokumentasi askep 97% sudah

sesuai sop (baik).


10. Dalam penegakan

diagnosa 9.

dan intervensi telah merujuk

keperawatan

yang

masih dialami oleh klien.


Dalam pengkajian ada
beberapa

poin

yang

126

pada NIC dan NOC


11. Hasil
kepatuhan

kurang

mencakup

perawat
diagnosa

yang

ada

terhadap SOP adalah 81,8%


seperti
(Cukup baik),
12. Supervisi telah dilakukan.

pada

pasien

dengan operasi katarak


dalam form pengkajian
belum mencakup untuk
resiko injuri dari pasien
tersebut.

Marketing

1. Tingkat

Kepuasan

dikategorikan
(46,7%).
2. Angka kejadian

pasien 1. Indikator

sangat
infeksi

puas

dengan 1. Ada

dibawah

standar

(53,86%)
luka 2. Indikator mutu

dengan

operasi 0,0007% dari 100 %

BOR

mutu

LOS

dibawah

RSUD Cibabat Tahun 2014

10

besar

RSUD

penyakit

Cibabat

program

unggulan

dengan

berbasis

modern dressing
standar 2. Adanya
Kerjasama

pasien yang dilakukan operasi.


(3,55)
3. Sudah
terdapat
10
besar 3. Tidak ada leafleat tentang
diagnose medis di Ruangan E2

perumusan

dengan

pendidikan.
di 3. Terakteditasi

Tahun

pelayanan.

instansi

1. Adanya rumah sakit


Kompetitor

(RS

Dustira dan RS Mitra


Kasih)
2. Makin

tingginya

kesadaran
masyarakat

akan

12
kualitas pelayanan.
3. Tidak ada pemasaran

127

4. Sudah

terdapat

10

Besar

2014
4. Adanya
peraturan
4. Tidak adanya guestbook
diagnosa
Keperawatan
pemerintah
tentang
pada website.
terbanyak di Ruang E2 RSUD 5. Jalur
masuk
menuju
akreditasi.
5. Sudah akreditasi.
Cibabat Tahun 2014
ruang operasi adalah 6. Kerjasama
dengan
5. Sudah ada pendataan 10 besar
dengan melewati ruang
BPJS dan asuransi lain.
Tindakan Terbanyak di Ruang E2
7. Sasaran
marketing
poli di gedung C lantai 2
RSUD Cibabat Tahun 2014
Ruang
E2
adalah
6. Sudah ada indicator mutu dan
dan menuju lantai 5
pasien dengan umum,
pembahasannya
termasuk
(Ruang Operasi) melalui
kontraktor, bpjs yang
indicator
angka
infeksi
1 lift yang disatukan
terutama
berada
di
nosokomial
dengan lift pengunjung.
7. Sudah
ada
tim
khusus 6. Belum adanya kuesioner
kelas 3. Kelas 2 dan
pengendali infeksi di Ruangan
E2
8. Masih terjadi ILO dengan angka

tentang pelayanan
7. Belum
adanya

untuk rawat inap.


4. Alur
rmasuk
pengunjung

terdiri

dari 3 pintu, yaitu dari


poli di C2 dan dari lift
di E1, serta Tangga di
E1 yang terletak di
bagian

dalam

(langsung ke nurse
station).

kelas 1 di terima oleh


SOP
ruang E2 apabila ruang

mengenai

kemoterapi
kelas 1 dan 2 penuh.

1 dari 1300 tindakan operasi.


dan modern dressing.
9. Adanya website rs cibabat 8. Strategi pemasaran yang
(www.rscibabat.com).
10. Sasaran marketing Ruang E2

dilakukan di website :

128

adalah pasien dengan umum,

instansi rawat jalan dan

kontraktor, bpjs yang terutama

instansi gawat darurat.


9. Pengunjung yang masuk

berada di kelas 3.
11. Alur rmasuk pengunjung terdiri

ruang E2 tidak dibatasi

dari 3 pintu, yaitu dari poli di C2

dalam jumlah pengunjung

dan dari lift di E1, serta Tangga

ataupun

di E1 yang terletak di bagian


dalam

(langsung

ke

jam

masuk

pengunjung.
10. Belum
lengkapnya

nurse
petunjuk arah di ruang

station).
MONEY

1. Ruangan mempunyai uang kas


yang

berasal

dari

tabungan

perawat, jasa tindakan medic


dan dokter,
2. Sumber
pendanaan
kesehatan

dan

alat

penunjang

dengan dana renovasi ruangan


serta

bahan

kesehatan

habis

E2.
1. Belum ada remunerasi.
1. Operasional
Ruangan
2. Pegawai
tidak
tetap
E2
RSUD
Cibabat
mendapatkan
gaji
didapatkan
dari
standar UMK 2,3 juta dari
anggaran Rumah Sakit
Rumah Sakit.
2. .Adanya
pendanaan
3. Dana
pelatihan
dan
untuk
pelatihan,
melanjutkan
studi
situasional atau inhouse
beberapa
ada
yang
training berasal dari

1. terdapat rumah
sakit

yang

besar gajinya.

129

lebih

pakai

bersumber

dari

dana

Rumah Sakit.
3. Pengajuan kebutuhan alat bagi

berasal dari dana pribadi.

Sponsor, Rumah Sakit


dan Dana Pribadi.
3. Adanya
dana

ruangan dilakukan oleh Kepala

pemerintah

Ruangan melalui Kepala Instalasi

perawat

rawat inap.
4. Pengajuan alat yang rusak dari

yang

dari
untuk

sedang

tugas belajar.

ruangan ke IPSRS medis dan


nonmedis.
5. Sudah Ada

Kejelasan

Ruangan
6. Kesejahteraan

untuk

Tarif

pegawai

tetap berasal dari Rumah Sakit


7. Adanya
insentif
bulanan
pertanggal 15

dan tunjangan

perbaikanpenghasilan

sesuai

dengan golong
8. Gaji pegawai PNS sesuai dengan
aturan

yang

berlaku,

semua

130

pegawai

memiliki

tunjangan

kesehatan atau BPJS.


9. Adanya periode peningkatan gaji
pegawai tetap berkala setiap 2
tahun dan kenaikan pangkat atau
golongan setiap 3 tahun sekali.
10. Adanya tunjangan hari tua untuk
pegawai negeri.
11. Adanya tunjangan hari raya per
tahun untuk semua pegawai.
12. Adanya gaji ke 13 setiap tahun.
13. Adanya
pendanaan
untuk
pelatihan,

situasional

atau

berkala house training berasal


dari Sponsor, Rumah Sakit dan
14. Adanya dana dari pemerintah
untuk

perawat

yang

sedang

tugas belajar,

131

MATERIAL

1. Didapatkan sebanyak 90% yang


ada

dan

98%

yang

digunakan diruangan
2. Sarana
prasarana

layak
perawat

digunakan da nada diruangan


3. Sarana dan prasarana pasien
diruang perawat E2 77% yang
dan

tindakan

kurang

layak

prasarana

alat

kesehatan di ruang perawat E2


sebanyak 90% yang ada dan
yang layak digunakan 98%
5. Sarana dan prasarana alat tenun

masih berada di jalur


efakuasi

dan

di
dan

pintu

kompetitor

metode

memiliki

yang

layak

jalur

MPKP di ruang E2.

fasilitas

belum lengkap

masuk

Terkadang

dalam

mencampur

obat
di

nurse

Terdapat

digunakan
6. Ruang kepala ruangan terletak di

tempat cuci tangan


3. white board kurang

belakang di samping ruangan

sesuai dengan jumlah

201. Didalam ruang karu sudah

kamar pasien, dan 1

dilengkapi dengan meja, kursi da

buah

lemari.

digunakan

layak

penerapan

lewat tangga darurat.

station

Ruangan

tentang

antara pintu masuk lif

ada

yang

Cibabat

rumah sakit

tengah-tengah

dilakukan

98%

RS

1. Adanya

berkunjung.
2. Nurse station terletak

di ruang E2 sebanyak 90% yang


dan

1. Adanya kebijakan dari

digunakan , karena

diruang perawat E2 100% layak

ada
4. Sarana

1. Ruangan

white

board
untuk

132

digunakan.
7. Didalam ruang perawat terdapat

informasi perawat
4. Ada beberapa bed

lemari , kasur, musholla, dapur,

yang kurang layak di

dan

pakai

kamar

mandi

layak

digunakan.
8. Terdapat 1 set komputer dengan
keadaan masih bagus dan layak
digunakan.

komputer

ditempatkan

di

ruangan

bersama karu.
9. Lemari es terletak di ruang nurse
station.

Lemari

es

masih

berfungsi dengan baik dan layak


digunakan.
10.
Lemari

ada

di

rungan

perawat sebanyak 4 buah. 2


lemari kayu, 1 buah lemari plastik
bersusun, 1

buah lemari loker.

Keadaan lemari layak digunakan.


11.
Terdapat 2 buah telepon, 1
buah

telepon

di

meja

nurse

station, dan 1 buah berada di

seperti

tidak

memiliki bed plang,


tidak

memiliki

pengunci

bed,

rusaknya

dan
untuk

memposisikan

bed

dikarenakan bautnya
hilang
5. Papan

identitas

pasien hanya ada di


kamar 201 dan 202
belum ada di kamarkamar lain, dan belum
difungsikan
baik .
6. Seluruh

dengan

pasien

di

ruangan belum ada


yang
gelang

menggunakan
identitas

133

ruang

karu.

Telepon

masih

berfungsi dengan baik, telepon


masih layak digunakan.
12.
Terdapat 5 buah meja ,1
buah meja memanjang , 3 buah
meja

yang

digunakan

untuk

menjimpan rak, dan 1 buah meja


untuk mahasiswa.
13.
Terdapat 3 buah white board,
1 buah digunakan untuk menulis
jadwal operasi, 1 buah digunakan
untuk menulis nama pasien tiap
kamar
14.
Terdapat 4 buah kursi lipat

pasien.
7. Di
masing-masing
bed belum terpasang
alat panggil perawat
(bel).
8. Setiap bed memiliki
kursi

tunggu

sebanyak 1 buah.
9. Pispoot
disimpan
dikamar

mandi

pasien.

Terdapat

bauh

pispot

di

masing-masing kamar
mandi pasien .dalam

dan 1 buah kursi sofa, dalam

penggunaan pispot di

keadaan

nilai

baik

dan

layak

digunakan.
15.
Terdapat 1 buah TV biasa
digunakan oleh perawat, keadaan
TV layak digunakan.
16.
Kipas angin hanya ada 1,
keadaan layak digunakan .
17.
Terdapat 2 buah , 1 buah

kurang

karena
gunakan

efektif

pispot

di

bersama-

sama.
10. Hand scrub

belum

ada di masing-masing
pintu pasien maupun

134

lemari di simpan di ruangan


kepala ruangan dan 1 buah rak di
ruanga nurse statlion. Keadaan
lemari dan rak layak digunakan.
18.
Terdapat 5 kamar pasien
untuk kelas 3, dan 1 kamar ruang
isolasi.
19.
Masing- masing pasien di
ruangan sudah dilengkapi lemari
pasien

dan

semuanya

layak

dipakai.
20.
Di kamar kelas III terdapat 8
kamar mandi tiap rungan memiliki
2 kamar mandi, di kamar isolasi
terdapat

kamar

mandi.

Keadaaan air di kamar mandi


bersih

dan

mengalir.

Kamar

mandi layak digunakan.


21.
Tempat sampah berada di
smping kamar mandi masingmasing rungan memiliki 2 tempat
sampah

di

dalam

kamar

pasien.
11. Tidak setiap rungan
memiliki jam dinding,
hanya ada 2 kamar
yang

memiliki

dinding

dan

jam
layak

digunakan.
12. Alat tenun di ruangan
belum memadai dan
jumlahnya

belum

sesuai standar, masih


banyak

alat

tenun

yang tidak terdapat di


ruangan seperti baju
pasien,

celana

pasien, , haduk besar,


haduk kecil, ,dan stik
laken
jarang

yang

masih

digunakan

untuk pasien.

135

22.

Lemari linen terletak di ruang

tindakan.
digunakan.
23.
Dari

Lemari
hasil

layak
observasi

didapatkan bahwa hampir seluruh


alat

kesehatan

ruangan
MAN

sudah

yang

ada

di

memenuhuni

standar Depkes
1. sebagian besar dari perawat di
ruang E2 RSUD Cibabat 77,8%
pendidikan keperawatan D3
2. sebagian besar dari perawat di

1. Jobdesk

belum

dapat 1. Adanya izin belajar dari

dilakukan sesuai dengan


ketentuan karena dalam
pemberian

asuhan

ruang E2 RSUD Cibabat


perawat

Sakit

Rumah

sekitar

yang

memberikan gajih lebih


tinggi
2. Adanya

ketidak

saling

Pegawai Negeri Sipil sebanyak

pastian bagi perawat


melengkapi

18 orang perawat (94,7%) PNS.


3. sebanyak 19 orang perawat (100

Rumah Sakit

1. Banyaknya

satu

sama
honorer untuk menjadi

lain.
2. 1 orang karyawan kontrak

tenaga PNS

%) berada dalam rentang usia


produktif.
4. sebagian besar bekerja selama 6

136

10 tahun sebanyak 12 orang


perawat (63,2 %).
5. tenaga perawat yang dibutuhkan
di ruangan perawatan bedah
gedung E lantai 2 sebanyak 19
orang.
6. sebagian besar bekerja
berdasarkan sistem penugasan
yaitu perawat Tim 1 sebanyak 8
orang perawat (42,1 %) dan
perawat Tim 2 sebanyak 8 orang
perawat (42,1 %).
7. Gaya komunikasi efektif.
8. Sebagian besar perawat yang
mengikuti pelatihan keperawatan
sebanyak 16 orang (84,2%)

137

ANALISA SWOT
MANAJEMEN UNIT RUMAH SAKIT
Tabel 3.31 TOWS MATRIX
S
1.

2.

Sebagian besar dari perawat di ruang E2

W
1.Jobdesk belum dapat dilakukan sesuai dengan

RSUD Cibabat 77,8% pendidikan keperawatan

ketentuan karena dalam pemberian asuhan

D3.
sebagian besar dari perawat di ruang E2

perawat saling melengkapi satu sama lain.


2.1 orang karyawan kontrak
3.Jumlah perawat E2 kurang memenuhi standar

RSUD Cibabat Pegawai Negeri Sipil sebanyak


3.

18 orang perawat (94,7%) PNS.


sebanyak 19 orang perawat (100 %) berada

4.

dalam rentang usia produktif.


sebagian besar bekerja selama 6 10 tahun
sebanyak 12 orang perawat (63,2 %).

perawat yang dibutuhkan oleh Gillies (21


orang)
4.Pengetahuan tentang supervisi 53,5% (kurang).
5.Pengetahuan tentang ronde keperawatan
42,1% (kurang).

138

5.

6.

Tenaga perawat yang dibutuhkan di ruang

6.Pengetahuan

perawatan bedah gedung E lantai 2 sebanyak

sentralisasi 45% (kurang).


7.Pengetahuan
tentang

18 orang.
Sebagian besar bekerja berdasarkan sistem

tentang

desentralisasi

dan

dokumentasi

keperawatan adalah 49% (kurang).


8.Supervisi jarang dilakukan.
penugasan, yaitu perawat tim 1 sebanyak 8
9.Belum pernah dilakukan ronde keperawat.
orang perawat (42,1%) dan perawat tim 2 10.Obat dan cairan pasien seluruhnya disimpan di

sebanyak 8 orang (42,1%).


7. Sebagian besar perawat yang mengikuti pelatihan

meja pasien dan diambil oleh perawat ketika

sudah ada jadwal pemberian terapi.


keperawatan sebanyak 16 orang (84,2%)
11.Dalam intervensi ada beberapa poin yang
8. Penugasan
dalam
ruang
E2
adalah
kurang mencakup diagnosa yang ada seperti
menggunakan metode tim.
pada pasien dengan operasi katarak dalam
9. Pengetahuan
perawat
tentang
Universal
form pengkajian belum mencakup untuk resiko
Percuation adalah 64% (Cukup).
10. Pengetahuan tentang Dischard Planning 60,4%
injuri dari pasien tersebut.
12.Keterbatasan alat yang ada di ruangan
(cukup),
11. Hasil pengkajian dokumentasi keperawatan
sehingga tindakan tidak dapat dilakukan
sudah menggunakan metode ceklist dan dirasa
efektif oleh perawat.
12. Rata rata timbang terima yang dilakukan adalah

sesuai dengan SOP yang ada.


13.Belum ada remunerasi.
14.Dana pelatihan dan melanjutkan

studi

beberapa ada yang berasal dari dana pribadi.


71% sudah sesuai SOP.
15.Indikator mutu dengan BOR dibawah standar
13. Supervisi telah dilakukan.
14. Universal Percuation (penggunaan APD (Alat
(53,86%)
16.Indikator mutu dengan LOS dibawah standar
Pelindung Diri) 77% sudah sesuai SOP (cukup
(3,55%).
baik).

139

15. Pelaksanaan

dischard

planning

98%

sudah 17.13,3% pasien kurang puas dengan pelayanan

sesuai SOP (baik). Hasil obeservasi didapatkan


perawat melakukan discard planning dengan baik
dan sangat lengkap sesuai dengan SOP yang
tersedia.
16. Dokumentasi askep 97% sudah sesuai sop (baik).
17. Dalam penegakan diagnosa dan intervensi telah
merujuk pada NIC dan NOC.
18. Hasil kepatuhan perawat terhadap SOP adalah

di E2.
18.Tidak ada leafleat tentang 10 besar penyakit di
RSUD Cibabat Tahun 2014
19.Tidak adanya guestbook pada website
20.Belum adanya kuesioner tentang pelayanan
(kepuasaan pelanggan).
21.Ruangan tindakan kurang layak digunakan,
karena masih berada di jalur evakuasi dan

jalur berkunjung.
81,8% (Cukup baik),
22.Nurse station terletak di tengah-tengah antara
19. Ruangan mempunyai uang kas yang berasal dari
pintu masuk lift dan pintu masuk lewat tangga
tabungan perawat, jasa tindakan medic dan
darurat.
dokter,
23.Terkadang dalam mencampur obat dilakukan di
20. Sumber pendanaan alat kesehatan dan
nurse station
penunjang dengan dana renovasi ruangan serta
24.Terdapat 1 tempat cuci tangan
bahan kesehatan habis pakai bersumber dari 25.White board kurang sesuai dengan jumlah
dana Rumah Sakit.
21. Pengajuan kebutuhan

kamar pasien, dan 1 buah white board


alat

bagi

ruangan

digunakan untuk informasi perawat


dilakukan oleh Kepala Ruangan melalui Kepala 26.Ada beberapa bed yang kurang layak di pakai

Instalasi rawat inap.


22. Pengajuan alat yang rusak dari ruangan ke
IPSRS medis dan non medis
23. Sudah ada kejelasan tarif ruangan.
24. Kesejahteraan untuk pegawai tetap berasal dari

seperti tidak memiliki bed plang, tidak memiliki


pengunci

bed,

memposisikan

bed

dan

rusaknya

dikarenakan

untuk
bautnya

hilang

140

Rumah Sakit.
25. Adanya insentif bulanan pertanggal 15

27.Papan identitas pasien hanya ada di kamar 205


dan

tunjangan perbaikanpenghasilan sesuai dengan


golongan.
26. Pegawai tidak tetap mendapatkan gaji

dan 202 belum ada di kamar-kamar lain, dan


belum difungsikan dengan baik .
28.Seluruh pasien di ruangan belum ada yang

standar

menggunakan gelang identitas pasien.


UMK dari Rumah Sakit.
29.Di masing-masing bed belum terpasang alat
27. Gaji pegawai PNS sesuai dengan aturan yang
panggil perawat (bel).
berlaku, semua pegawai memiliki tunjangan 30.Pispot disimpan dikamar mandi pasien.
kesehatan atau BPJS.
28. Adanya periode peningkatan gaji pegawai tetap

Terdapat 1 bauh pispot di masing-masing


kamar mandi pasien .dalam penggunaan

berkala setiap 2 tahun dan kenaikan pangkat atau

pispot di nilai kurang efektif karena pispot di


golongan setiap 3 tahun sekali.
gunakan bersama-sama.
29. Adanya tunjangan hari tua untuk pegawai negeri.
31.Hand scrub belum ada di masing-masing pintu
30. Adanya tunjangan hari raya per tahun untuk
pasien maupun di dalam kamar pasien.
semua pegawai.
32.Tidak setiap rungan memiliki jam dinding, hanya
31. Adanya gaji ke 13 setiap tahun.
32. Adanya pendeanaan untuk pelatihan, situasional
ada 2 kamar yang memiliki jam dinding dan
atau berkala atau berkala house training berasal
dari sponsor, rumah sakit, dan dana pribadi.
33. Tingkat Kepuasan pasien dikategorikan sangat
puas (46,7%), puas (40%).
34. Sudah terdapat 10 besar diagnosa medis di
Ruangan E2 RSUD Cibabat Tahun 2014
35. Sudah terdapat 10 Besar diagnosa Keperawatan

layak digunakan.
33.Alat tenun di ruangan belum memadai dan
jumlahnya

belum

sesuai

standar,

masih

banyak alat tenun yang tidak terdapat di


ruangan seperti baju pasien, celana pasien, ,
haduk besar, haduk kecil, ,dan stik laken yang
masih jarang digunakan untuk pasien.

141

terbanyak di Ruang E2 RSUD Cibabat Tahun 34.Belum ada SOP Kemoterapi dan Modern
2014
36. Sudah

ada

pendataan

10

dressing, dan sampah sitotostik.


Tindakan 35.Terdapat 5 kamar pasien untuk kelas 3, tetapi

besar

Terbanyak di Ruang E2 RSUD Cibabat Tahun


2014
37. Sudah ada indikator mutu dan pembahasannya

belum memiliki kamar isolasi.


36.Thermometer digital dalam keadaan layak di
pakai namun belum sesuai dengan standar

termasuk indikator angka infeksi nosokomial


depkes
38. Sudah ada tim khusus pengendali infeksi di 37.Bak instrumen kecil dalam keadaan layak
Ruangan E2
39. Angka kejadian ILO hanya 1 dari 1300 tindakan
operasi.
40. Adanya

website

RSUD

dipakai namun belum sesuai dengan standar


depkes

cibabat

(www.rscibabat.com)
41. Ruang kepala ruangan terletak di belakang dan di
samping ruangan 201. Didalam ruang karu sudah
dilengkapi

dengan

meja,

kursi

da

lemari.

Ruangan layak digunakan.


42. Didalam ruang perawat terdapat lemari, kasur,
musholla,

dapur,

dan

kamar

mandi

layak

digunakan.
43. Terdapat 1 set komputer dengan keadaan masih
bagus

dan

layak

digunakan.

komputer

ditempatkan di 1 ruangan bersama karu.


44. Lemari es terletak di ruang nurse station. Lemari

142

es masih berfungsi dengan baik dan layak


digunakan.
45. Lemari ada di ruangan perawat sebanyak 4 buah.
2 lemari kayu, 1 buah lemari plastik bersusun, 1
buah

lemari

loker.

Keadaan

lemari

layak

digunakan.
46. Terdapat 2 buah telepon, 1 buah telepon di meja
nurse station, dan 1 buah berada di ruang karu.
Telepon masih berfungsi dengan baik, telepon
masih layak digunakan.
47. Terdapat 5 buah meja ,1 buah meja memanjang ,
3 buah meja yang digunakan untuk menyimpan
rak, dan 1 buah meja untuk mahasiswa.
48. Terdapat 3 buah white board, 1 buah digunakan
untuk menulis jadwal operasi, 2 buah digunakan
untuk menulis nama pasien tiap kamar
49. Terdapat 4 buah kursi lipat dan 1 buah kursi sofa,
dalam keadaan baik dan layak digunakan.
50. Terdapat 1 buah TV biasa digunakan oleh
perawat, keadaan TV layak digunakan.
51. Kipas angin hanya ada 1,
keadaan layak
digunakan
52. Terdapat 2 buah lemari, 1 buah lemari di simpan

143

di ruangan kepala ruangan dan 1 buah rak di


ruangan nurse station. Keadaan lemari dan rak
layak digunakan.
53. Terdapat 5 kamar pasien untuk kelas 3.
54. Masing- masing pasien di ruangan

sudah

dilengkapi lemari pasien dan semuanya layak


dipakai.
55. Di kamar kelas III terdapat 10 kamar mandi tiap
ruangan memiliki 2 kamar mandi. Keadaaan air di
kamar mandi bersih dan mengalir. Kamar mandi
layak digunakan.
56. Tempat sampah berada di samping kamar mandi
masing-masing

ruangan

memiliki

tempat

sampah.
57. Lemari linen terletak di ruang tindakan. Lemari
layak digunakan.
58. Dari hasil observasi didapatkan bahwa hampir
seluruh alat kesehatan yang ada di ruangan
sudah memenuhuni standar Depkes (98%).
59. Setiap bed memiliki kursi tunggu sebanyak 1
buah.
O
1.Adanya izin belajar dari Rumah

SO
1. Mengusulkan

WO
pada RS

untuk meningkatkan 1. Membuat

desiminasi

metode

MPKP,ronde

Sakit.

144

2.Adanya kebijakan dari RS Cibabat


tentang penerapan metode MPKP
di Ruang E2.
3.Operasional Ruangan E2 RSUD
Cibabat didapatkan dari anggaran
Rumah Sakit (SWADANA).
4.Adanya
pendanaan
untuk
pelatihan,
inhouse

situasional
training

atau

berasal

dari

Sponsor, Rumah Sakit dan Dana


Pribadi.
5.Adanya dana

keperawatan,sentralisasi

secara

obat, dokumentasi keperawatan dan supervisi

terprogram

dari

pemerintah

belajar.
6.Ada
perumusan
dengan

modern dressing.
7.Adanya
Kerjasama

program
berbasis
dengan

instansi pendidikan
8.Terakteditasi 16 pelayanan.
9.Adanya peraturan pemerintah
tentang akreditasi.
10. Sudah akreditasi.
11. Kerja sama dengan BPJS dan

setiap

tahunnya

secara

bertahap (S1,S2;O1,O2,&O5).
2. Meningkatkan

pengetahuan

perawat

dengan

pengajuan

untuk mengikutsertakan perawat dalam pelatihan


MPKP (S1,S3,S8,S12,S13;O2,O3,O4)
universal

menambahkan

IPSG6

(W19,O3&O7)
3. Mengajukan

pelayanan

desentralisasi

melalui 2. Membuat leaflet 10 besar kasus penyakit

Planning (S9,S10;O7)
3. Meningkatkan

dan

(W1,W4,W5,W6,W7,W8,W9,W10;O2,O4&O

desiminasi Universal Percuation, dan Dischard

4. Menambahkan

untuk perawat yang sedang tugas

unggulan

pendidikan perawat yang 77,8% D3 ke S1,Ners

percuation
dan

woundcare

untuk

pemmbuatan

modern

dressing

SOP

dan

SOP

kemotherapi (W13,W35: O3&O6&O9)


4. Mengajukan alat loker untuk sentralisasi obat

dengan

dan kelengkapan serta perbaikan sarana

meningkatkan

pasien yang kurang layak untuk kebutuhan

pencegahan infeksi dengan mengikutsertakan

pasien

perawat

(W10,W13,W22,W23,W24,W25,W26,W27,W2

dalam

seminar

IPSG6

dengan

menggunakan dana pelatihan dari Rumah sakit


(S9,S14,S37,S38,S39;O3&O4).
5. Meningkatkan

informasi

8,W29.W30,W31,W32; O3&O12)
5. Mengajukan

pelayanan

ruangan

adanya

tempat

sampah

pembuangan limbah sitotoksik (W35;O3&O12)

dengan memanfaatkan website yang ada untuk 6. Meningkatkan pelayanan dengan memberikan
publikasi RS kemasyarakat dengan menunakan

pelayanan

excellent

dana

pembuatan

guest

pembangunan

operasional

dan

pengembangan
ruangan

(S33,S34,S35,S36,S37S40;O3,O6,O8,O10,&O11)

melalui

book

dan

pengajuan
questioner

pelayanan pasien (W18,W20,W21;O3&O9)


7. Pengajuan untuk penambahan SDM agar job

145

asuransi lain.
12. Mendapatkan

6. Meningkatkan
bantuan

dari

bagian eksternal

mengupgrade

pelayanan
SAK

perkembangan

di

dengan
ruangan

keilmuan

selalu

yang telah dibebankan kepada perawat dapat

dengan

dilaksanakan denganbaik dan sesuai tugas

terbaru

masing-masing

(S3,S7,S36;O1,O7).

bila

memungkinkan

(W1,W2,W3;O2&O3).

7. Mengajukan untuk lebih melengkapi alat dan 8. Peningkatan mutu pelayanan dan pemsaran
meningkatkan

kepatuhan

terhadap

melalui peningkatan BOR (60-85%) dan LOS

SOP(S12,S14,S15,16,S17,S18;,S43,S43,S44,S50,

(6-9hari) dengan menggunakan pemasaran

S55,S59;O3&O12)

dengan

pihak

asuransi

dan

BPJS,

pelengkapan SOP dan pemanfaatan program


unggulan ruangan (W12,16,17,18;O3,O8,O11)
T
ST
WT
1. Banyaknya Rumah Sakit sekitar
1. Mengusulkan MOU dengan RS competitor melalui 1. Mengusulkan MOU dengan RS competitor
yang memberikan gaji lebih tinggi.
Direktur RSUD CIbabat menjadi satelit marketing
melalui Direktur RSUD CIbabat dalam
2. Adanya ketidak pastian bagi
RS dan menjadikan RS sebagai pusat rujukan
ketenagaan
medis
dan
keperawatan
perawat honorer untuk menjadi
pada pasien yang tidak bisa ditangani oleh RS
professional
yang
dibutuhkan
RS
tenaga PNS.
competitor (S3,S4,; O4,O5)
(W3;O3,O4,O5)
3. Adanya rumah sakit kompetitor
yang telah menerapkan metode
MPKP.
4. Adanya rumah sakit kompetitor
(RS Dustira dan RS Mitra Kasih).
5. Terdapat rumah sakit yang juga
bekerjasama dengan BPJS.

146

6. Makin

tingginya

masyarakat

kesadaran

akan

kualitas

pelayanan.
7. Adanya rumah sakit kompetitor
yang

memiliki

fasilitas

lebih

lengkap.

147

152

RENCANA STRATEGI
1. INTERNAL FACTOR EVALUATION (IFE) MATRIX
Tabel 3.32 IFE MATRIX
No.

Critical Succes Factor

Bobot Rating

KEKUATAN
1

0,

sebagian besar dari perawat di ruang E2 0.011

Score

1-4
4

0.045

0.041

0.045

0.011

0.045

Tenaga perawat yang dibutuhkan di ruang 0.010

0.041

0.041

0.031

0.010

0.041

Universal 0.010

0.031

Planning

0.028

RSUD

Cibabat

77,8%

pendidikan

keperawatan D3
2

sebagian besar dari perawat di ruang E2 0.010


RSUD

Cibabat

Pegawai

Negeri

Sipil

sebanyak 18 orang perawat (94,7%) PNS.


3

sebanyak 19 orang perawat (100 %) berada 0.011


dalam rentang usia produktif.

sebagian besar bekerja selama 6 10 tahun


sebanyak 12 orang perawat (63,2 %).

perawatan

bedah

gedung

lantai

sebanyak 19 orang.
6

Sebagian besar bekerja berdasarkan sistem 0.010


penugasan, yaitu perawat tim 1 sebanyak 8
orang perawat (42,1%) dan perawat tim 2
sebanyak 8 orang (42,1%).

Sebagian besar perawat yang mengikuti 0.010


pelatihan keperawatan sebanyak 16 orang
(84,2%)

Penugasan

dalam

ruang

E2

adalah

menggunakan metode tim.


9

Pengetahuan

perawat

tentang

Percuation adalah 64% (Cukup).


10

Pengetahuan

tentang

Dischard

0.009

60,4% (cukup),

152

153

11

Hasil pengkajian dokumentasi keperawatan

0.010

0.031

0.009

0.027

Timbang terima dilaksanakan setiap pagi 0.010

0.041

0.031

0.041

0.041

0.041

0.041

0.031

0.041

0.041

sudah menggunakan metode ceklist dan


dirasa efektif oleh perawat.
12

Rata rata timbang terima yang dilakukan


adalah 71% sudah sesuai SOP.

13

dengan dipimpin oleh kepala ruangan dan


dilanjutkan dengan operan pasien.
14

Universal Percuation (penggunaan APD (Alat 0.010


Pelindung Diri) 77% sudah sesuai SOP
(cukup baik).

15

Pelaksanaan dischard planning 98% sudah 0.010


sesuai

SOP

didapatkan

(baik).

perawat

Hasil

obeservasi

melakukan

discard

planning dengan baik dan sangat lengkap


sesuai dengan SOP yang tersedia.
16

Dokumentasi askep 97% sudah sesuai sop 0.010


(baik).

17

Dalam penegakan diagnosa dan intervensi 0.010


telah merujuk pada NIC dan NOC.

18

Hasil kepatuhan perawat terhadap SOP 0.010


adalah 81,8% (Cukup baik),

19

Ruangan mempunyai uang kas yang berasal 0.010


dari tabungan perawat, jasa tindakan medic
dan dokter,

20

Sumber pendanaan alat kesehatan dan 0.010


penunjang dengan dana renovasi ruangan
serta

bahan

kesehatan

habis

pakai

bersumber dari dana Rumah Sakit.


21

Pengajuan kebutuhan alat bagi ruangan 0.010


dilakukan oleh Kepala Ruangan melalui

154

Kepala Instalasi rawat inap.


22

Pengajuan alat yang rusak dari ruangan ke 0.010

0.041

IPSRS medis dan non medis


23

Sudah ada kejelasan tarif ruangan.

0.010

0.041

24

Kesejahteraan untuk pegawai tetap berasal

0.010

0.041

Adanya insentif bulanan pertanggal 15 dan 0.010

0.041

gaji 0.010

0.041

Gaji pegawai PNS sesuai dengan aturan 0.010

0.041

0.010

0.041

0.010

0.041

Adanya tunjangan hari raya per tahun untuk 0.010

0.041

dari Rumah Sakit.


25

tunjangan

perbaikanpenghasilan

sesuai

dengan golongan.
26

Pegawai

tidak

tetap

mendapatkan

standar UMK dari Rumah Sakit.


27

yang

berlaku,

semua

pegawai

memiliki

tunjangan kesehatan atau BPJS.


28

Adanya periode peningkatan gaji pegawai


tetap berkala setiap 2 tahun dan kenaikan
pangkat atau golongan setiap 3 tahun sekali.

29

.Adanya tunjangan hari tua untuk pegawai


negeri.

30

semua pegawai.
31

Adanya gaji ke 13 setiap tahun.

0.010

0.041

32

32. Adanya pendeanaan untuk pelatihan,

0.010

0.041

0.010

0.031

Sudah terdapat 10 besar diagnosa medis di 0.010

0.041

situasional atau berkala atau berkala house


training berasal dari sponsor, rumah sakit,
dan dana pribadi.
33

Tingkat

Kepuasan

pasien

dikategorikan

sangat puas (46,7%), puas (40%).


34

Ruangan E2 RSUD Cibabat Tahun 2014

155

35

Sudah

terdapat

10

Besar

diagnosa

0.010

0.041

Sudah ada pendataan 10 besar Tindakan 0.010

0.041

0.010

0.041

Sudah ada tim khusus pengendali infeksi di 0.010

0.041

0.010

0.031

cibabat 0.010

0.041

0.010

0.031

0.010

0.031

Terdapat 1 set komputer dengan keadaan 0.010

0.031

0.031

0.031

Keperawatan terbanyak di Ruang E2 RSUD


Cibabat Tahun 2014
36

Terbanyak di Ruang E2 RSUD Cibabat


Tahun 2014
37

Sudah

ada

indikator

mutu

dan

pembahasannya termasuk indikator angka


infeksi nosokomial
38

Ruangan E2
39

Angka kejadian ILO hanya 1 dari 1300


tindakan operasi.

40

Adanya

website

RSUD

(www.rscibabat.com)
41

Ruang kepala ruangan terletak di belakang


dan di samping ruangan 201. Didalam ruang
karu sudah dilengkapi dengan meja, kursi da
lemari. Ruangan layak digunakan.

42

Didalam ruang perawat terdapat lemari,


kasur, musholla, dapur, dan kamar mandi
layak digunakan.

43

masih bagus dan layak digunakan. komputer


ditempatkan di 1 ruangan bersama karu.
44

Lemari es terletak di ruang nurse station. 0.010


Lemari es masih berfungsi dengan baik dan
layak digunakan.

45

Lemari ada di ruangan perawat sebanyak 4 0.010


buah. 2 lemari kayu, 1 buah lemari plastik
bersusun, 1

buah lemari loker. Keadaan

156

lemari layak digunakan.


46

Terdapat 2 buah telepon, 1 buah telepon di 0.009

0.028

0.010

0.031

Terdapat 3 buah white board, 1 buah 0.010

0.041

0.010

0.031

0.010

0.031

0.010

0.031

Terdapat 2 buah lemari, 1 buah lemari di 0.010

0.031

meja nurse station, dan 1 buah berada di


ruang karu. Telepon masih berfungsi dengan
baik, telepon masih layak digunakan.
47

Terdapat

buah

meja

,1

buah

meja

memanjang , 3 buah meja yang digunakan


untuk menyimpan rak, dan 1 buah meja
untuk mahasiswa.
48

digunakan untuk menulis jadwal operasi, 2


buah digunakan untuk menulis nama pasien
tiap kamar
49

Terdapat 4 buah kursi lipat dan 1 buah kursi


sofa,

dalam

keadaan

baik

dan

layak

digunakan.
50

Terdapat 1 buah TV biasa digunakan oleh


perawat, keadaan TV layak digunakan.

51

Kipas angin hanya ada 1,

keadaan layak

digunakan
52

simpan di ruangan kepala ruangan dan 1


buah rak di ruangan nurse station. Keadaan
lemari dan rak layak digunakan.
53

Terdapat 5 kamar pasien untuk kelas 3.

0.010

0.041

54

Masing- masing pasien di ruangan sudah

0.010

0.041

0.010

0.041

dilengkapi lemari pasien dan semuanya layak


dipakai.
55

Di kamar kelas III terdapat 10 kamar mandi


tiap ruangan memiliki

2 kamar mandi.

Keadaaan air di kamar mandi bersih dan

157

mengalir. Kamar mandi layak digunakan.


56

Tempat sampah berada di samping kamar

0.010

0.041

0.010

0.031

0.010

0.041

0.010

0.041

0.010

0.041

sesuai 0.010

0.010

0.010

0.021

memenuhi 0.010

0.010

0.010

0.010

dan 0.010

0.010

dokumentasi 0.010

0.010

mandi masing-masing ruangan memiliki 2


tempat sampah.
57

Lemari linen terletak di ruang tindakan.


Lemari layak digunakan.

58

Dari

hasil

observasi

didapatkan

bahwa

hampir seluruh alat kesehatan yang ada di


ruangan sudah memenuhuni standar Depkes
(98%).
59

Setiap bed memiliki kursi tunggu sebanyak 1


buah.

60

Indikator mutu dengan LOS dibawah standar


(3,55%).
KELEMAHAN

Jobdesk

belum

dapat

dilakukan

dengan ketentuan karena dalam pemberian


asuhan perawat saling melengkapi satu
sama lain.
2

1 orang karyawan kontrak

Jumlah

perawat

E2

kurang

standar perawat yang dibutuhkan oleh Gillies


(21 orang)
4

Pengetahuan tentang supervisi 53,5% 5 0.010


(kurang).

Pengetahuan tentang ronde keperawatan 0.010


42,1% (kurang).

Pengetahuan

tentang

desentralisasi

sentralisasi 45% (kurang).


7

Pengetahuan

tentang

158

keperawatan adalah 49% (kurang).


8

Supervisi jarang dilakukan

0.010

0.010

Belum pernah dilakukan ronde keperawat.

0.010

0.010

10

Obat dan cairan pasien seluruhnya disimpan

0.010

0.010

0.010

0.010

Dalam intervensi ada beberapa poin yang 0.010

0.010

0.010

0.010

0.021

studi 0.010

0.021

0.010

0.021

0.010

0.010

di meja pasien dan diambil oleh perawat


ketika sudah ada jadwal pemberian terapi.
11

Saat operan pasien rata-rata perawat hanya


mengoperkan

instruksi

dokter

tanpa

mengoperkan diagnosa keperawatan yang


masih dialami oleh klien.
12

kurang mencakup diagnosa yang ada seperti


pada pasien dengan operasi katarak dalam
form pengkajian belum mencakup untuk
resiko injuri dari pasien tersebut.
13

Keterbatasan alat yang ada di ruangan 0.010


sehingga tindakan tidak dapat dilakukan
sesuai dengan SOP yang ada.

14

Belum ada remunerasi.

15

Dana

pelatihan

dan

melanjutkan

beberapa ada yang berasal dari dana pribadi.


16

Indikator mutu dengan BOR dibawah standar 0.010


(53,86%)

17

13,3%

pasien

kurang

puas

dengan 0.010

pelayanan di E2.
18

Tidak ada leafleat tentang 10 besar penyakit


di RSUD Cibabat Tahun 2014

19

Tidak adanya guestbook pada website

0.010

0.021

20

Belum adanya kuesioner tentang pelayanan 0.010

0.010

(kepuasaan pelanggan).

159

21

Ruangan tindakan kurang layak digunakan,

0.010

0.010

tengah-tengah 0.010

0.010

0.021

karena masih berada di jalur evakuasi dan


jalur berkunjung.
22

Nurse

station

terletak

di

antara pintu masuk lift dan pintu masuk lewat


tangga darurat.
23

Terkadang dalam mencampur obat dilakukan 0.010


di nurse station

24

Terdapat 1 tempat cuci tangan

0.010

0.010

25

White board kurang sesuai dengan jumlah

0.010

0.021

Ada beberapa bed yang kurang layak di 0.010

0.010

0.021

0.010

0.010

0.010

0.010

0.010

0.010

0.010

0.010

kamar pasien, dan 1 buah white board


digunakan untuk informasi perawat
26

pakai seperti tidak memiliki bed plang, tidak


memiliki pengunci bed, dan rusaknya untuk
memposisikan

bed

dikarenakan

bautnya

hilang
27

Papan identitas pasien hanya ada di kamar 0.010


205 dan 202 belum ada di kamar-kamar lain,
dan belum difungsikan dengan baik .

28

Seluruh pasien di ruangan belum ada yang


menggunakan gelang identitas pasien.

29

Di masing-masing bed belum terpasang alat


panggil perawat (bel).

30

Pispot disimpan dikamar mandi pasien.


Terdapat 1 bauh pispot di masing-masing
kamar mandi pasien .dalam penggunaan
pispot di nilai kurang efektif karena pispot di
gunakan bersama-sama.

31

Hand scrub belum ada di masing-masing


pintu pasien maupun di dalam kamar pasien.

160

34

Tidak setiap rungan memiliki jam dinding,

0.010

0.021

Alat tenun di ruangan belum memadai dan 0.010

0.021

0.010

0.010

Terdapat 5 kamar pasien untuk kelas 3, tetapi 0.010

0.010

0.010

0.021

Bak instrumen kecil dalam keadaan layak 0.010

0.021

hanya ada 2 kamar yang memiliki jam


dinding dan layak digunakan.
35

jumlahnya belum sesuai standar, masih


banyak alat tenun yang tidak terdapat di
ruangan seperti baju pasien, celana pasien, ,
haduk besar, haduk kecil, ,dan stik laken
yang masih jarang digunakan untuk pasien.
36

Belum ada SOP Kemoterapi dan Modern


dressing, dan sampah sitotostik.

37

belum memiliki kamar isolasi.


38

Thermometer digital dalam keadaan layak di


pakai namun belum sesuai dengan standar
depkes

39

dipakai namun belum sesuai dengan standar


depkes
JUMLAH TOTAL

1.000

2. EXTERNAL FACTOR EVALUATION (EFE) MATRIX

2.765

161

Tabel 3.33 EFE Matrix


NO

1
2

Critical Succes Factor

Bobot Rating Score

PELUANG

0,

1-4

Adanya izin belajar dari Rumah Sakit.

0.053

4.000

0.211

0.053

4.000

0.211

0.053

4.000

0.211

0.053

4.000

0.211

untuk 0.053

4.000

0.211

Adanya kebijakan dari RS Cibabat


tentang penerapan method MPKP di

Ruang E2.
Operasional Ruangan E2 RSUD Cibabat
didapatkan dari anggaran Rumah Sakit

(SWADANA)
Adanya pendanaan

untuk

pelatihan,

situasional atau inhouse training berasal


dari Sponsor, Rumah Sakit dan Dana
5

Pribadi.
Adanya

perawat yang sedang tugas belajar.


Ada perumusan
program unggulan

0.053

4.000

0.211

dengan berbasis modern dressing


Adanya Kerjasama dengan instansi 0.053

4.000

0.211

pendidikan
Terakteditasi 16 pelayanan

0.053

3.000

0.158

Adanya peraturan pemerintah tentang 0.053

4.000

0.211

10

akreditasi
Sudah akreditasi

11

Kerja sama dengan BPJS dan asuransi 0.053

4.000

0.211

12

lain.
Mendapatkan

bagian 0.053

4.000

0.211

14

Banyaknya Rumah Sakit sekitar yang 0.052

1.000

0.052

15

memberikan gaji lebih tinggi


Adanya ketidak pastian bagi perawat

0.053

2.000

0.105

16

honorer untuk menjadi tenaga PNS.


Adanya rumah sakit kompetitor yang telah

0.053

1.000

0.053

17

menerapkan metode MPKP.


Adanya rumah sakit kompetitor

(RS 0.054

1.000

0.054

dana

dari

pemerintah

bantuan

0.053

dari

0.000

eksternal
ANCAMAN

162

Dustira dan RS Mitra Kasih)


18

Terdapat

rumah

sakit

yang

juga

0.053

2.000

0.105

19

bekerjasama dengan BPJS


Makin tingginya kesadaran masyarakat

0.053

1.000

0.053

20

akan kualitas pelayanan


Adanya rumah sakit kompetitor yang

0.053

1.000

0.053

memiliki fasilitas lebih lengkap


JUMLAH TOTAL

1.000

2.737

Keterangan IFE dan EFE :


-

jumlah total bobot harus sama dengan 1

rating 1-4 :
4 jika kekuatan tinggi
3 jika kekuatan lemah
2 jika kelemahan lemah
1 jika kelemahan tinggi

score masing-masing dikalikan antara bobot dengan rating.


Selanjutnya dijumlahkan dalam jumlah total.

3. INTERNAL DAN EXTERNAL MATRIX


Grafik 3.1 Internal Dan External Matrix
IFE
Kuat
4.0

Kuat
E

3.0 2.765

I
3.0

Sedang

II

Lemah
2.0

1.0

III

163

F
E

Sedang 2.737
IV

VII
Lemah

VIII

VI

IX

1.0

Pada IE matrix di atas ditunjukkan kondisi ruang rawat tersebut berada


pada Sel 5. Simbol sel ini +/+. Sel 5 menggambarkan kondisi Grow dan Build.
Strategi yang disarankan pada sel 5 yaitu: strategi intensif (market penetration,
market development, dan product development) dan strategi integratif (backward
integratif, forward integration, dan horizontal integration) --- keterangan ada pada
halaman akhir *).

4. MATRIX SPACE TABLE


Tabel 3.34 Matrix Space Table
FAKTOR KUNCI

RATING

FAKTOR INTERNAL

+1 sampai +4

1. Kekuatan keuangan (FS)


a. Operasional Ruangan E2 RSUD Cibabat
didapatkan dari anggaran Rumah Sakit
(SWADANA).
2. Kekuatan Industri (IS)

164

a. Peralatan 98% sesuai standar DEPKES.


b. Diagram MPKP sudah ada
c. Adanya petunjuk arah

3
2
2

FAKTOR EXTERNAL
-1 sampai -4
1. Stabilitas Lingkungan (ES)
a. Perawat pelaksana hampir seluruhnya

-1

(81,8%)patuh SOP.
b. Adanya Kerjasama dengan instansi
pendidikan

-1

2. Keuntungan Kompetisi (CA)


a. Adanya rumah sakit kompetitor (RS
Dustira dan RS Mitra Kasih) yang dapat
menstimulus

optimalnya

palayanan dan MOU

kualitas
-3

Hasil Rating Matrix SPACE :


FS = (jumlah FS) : jumlah option = 4 : 2 = 2
ES = (jumlah ES) : jumlah option = (-1 + -1) : 2 = -1
IS = (jumlah IS) : jumlah option = (3 + 2 + 2) : 3 = 3,5
CA = (jumlah CA) : jumlah option = (-1 + -3) : 2 = -2
Kemudian yang dipergunakan sebagai X aksis adalah :
X = IS + CA = (3,5 + -2) = 1,5
Y = FS + ES = (2 + -1) = 1
Kemudian masukkan dalam matrix space.

MATRIX SPACE :
grafik 3.2 Matrix Space
Banyak
Peluang

165

Lingkungan

Kelemahan

Sel.3 Strategi
Berbenah diri
(konservatif)

Sel 1. Strategi
agresif
Kekuatan
intern

Intern yang
yang
Kritis
penting
Sel. 4 Strategi
Defensif

Sel 2. Strategi
diversifikasi
(kompetitif)

Ancaman
Lingkungan
Yang besar

Pada Matrix Space di atas ditunjukkan kondisi ruang rawat tersebut berada
pada Sel 1. Simbol sel ini +/+. Sel ini memberikan usulan beberapa strategi.
Strategi yang disarankan pada sel 1 yaitu: strategi intensif (market penetration,
market development, dan product development) dan strategi integratif (backward
integratif, forward integration, dan horizontal integration, conglomerate
diversification, concentric diversification, horizontal diversification) --- keterangan
ada pada halaman akhir *).
5. ALTERNATIF STRATEGI
Tabel 3.35 Alternatif Strategi
ALTERNATIF STRATEGI
TOWS
IE
SPACE
MATRIX
Melakukan

desiminasi

Peningkatan +/+

MATRIX

MATRIX

+/+

+/+

+/+

+/+

Kepatuhan SOP, Dokumentasi Askep,


Peningkatan
Ronde

Pengetahuan

Keperawatan

dan

MPKP,
Supervisi

Peran Kinerja Perawat


Memetakan

10

besar

diagnose

keperawatan dan kasus, serta membuat

+/-

166

leaflet 10 besar kasus penyakit


Membuat

proposal

pengembangan -/-

ruangan untuk:
- Mengusulkan

pada

RS

untuk

meningkatkan pendidikan perawat


yang 77,8% D3 ke S1,Ners secara
terprogram setiap tahunnya secara
bertahap
- Mengusulkan

pada

RS

untuk

menambahkan universal percuation


dengan menambahkan IPSG6 dan
meningkatkan pencegahan infeksi
dengan mengikutsertakan perawat
dalam

seminar

IPSG6

dengan

menggunakan dana pelatihan dari


Rumah sakit
- Mengusulkan

kelengkapan

alat

ruangan yang belum sesuai standar


Depkes.
- Mengajukan
perawat

perekrutan

sebanyak

21

SDM
perawat

(sesuai kebutuhan SDM menurut


Douglas).
- Mengajukan

untuk

pembuatan

questioner kepuasan pasien, SOP


woundcare modern dressing dan
SOP kemotherapi kepada pihak RS.
- Mengusulkan

MOU

dengan

RS

competitor menjadi satelit marketing


RS dan menjadikan RS sebagai
pusat rujukan pada pasien yang
tidak

bisa

ditangani

oleh

RS

competitor dan kerjasama dalam

+/+

+/+

167

ketenagaan medis serta perawat


professional
kepakaran

untuk
tenaga

kebutuhan
ahli

sebagai

konsultan.

6.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tabel 3.36 Quantitative Strategic Planning Methode Matrix (QSPM)

FAKTOR KUNCI

BOBOT Alt.1

Alt.2

Alt.3

168

PELUANG
Adanya izin belajar
0.0087
dari Rumah Sakit.
7
Adanya
kebijakan
dari
RS
Cibabat
tentang
penerapan
metode MPKP di 0.0087
7
Ruang E2.
Operasional Ruangan
E2 RSUD Cibabat
didapatkan
dari
anggaran
Rumah 0.0087
7
Sakit (SWADANA).
Adanya pendanaan
untuk
pelatihan,
situasional
atau
inhouse
training
berasal dari Sponsor,
Rumah Sakit dan 0.0087
7
Dana Pribadi.
Adanya dana dari
pemerintah
untuk
perawat yang sedang 0.0087
7
tugas belajar.
Ada
perumusan
program
unggulan
dengan
berbasis 0.0087
7
modern dressing

Melakukan
desiminasi
Peningkatan
Kepatuhan
SOP,
Dokumentasi
Askep,
Peningkatan
Pengetahuan
MPKP,
Ronde
Keperawatan
dan
Supervisi
Peran
Kinerja
Perawat
AS TS
0,..

Memetakan 10
besar diagnosa
keperawatan dan
kasus, serta
membuat leaflet
10 besar kasus
penyakit

Membuat
proposal
pengembangan
ruangan

AS

TS
0,..

AS

TS
0,..

0.01754

0.018

0.03508

0.026
31

0.026
31

0.035
08

0.01754

0.03508

0.026
31

0.01754

0.02631

0.035
08

0.02631

0.01754

0.026
31

0.01754

0.03508

169

Adanya
Kerjasama
dengan
instansi 0.0087
pendidikan
7
Terakteditasi
16 0.0087
pelayanan
7
Adanya
peraturan
pemerintah tentang 0.0087
7
akreditasi
0.0087
Sudah akreditasi
7
Kerja sama dengan
BPJS dan asuransi 0.0087
7
lain.
Mendapatkan
bantuan dari bagian 0.0087
7
eksternal
Ancaman
Banyaknya
Rumah
Sakit sekitar yang
memberikan gaji lebih 0.0087
7
tinggi
Adanya
ketidak
pastian bagi perawat
honorer
untuk 0.0087
menjadi tenaga PNS. 7
Adanya rumah sakit
kompetitor yang telah
menerapkan metode 0.0087
7
MPKP.
Adanya rumah sakit
kompetitor
(RS
Dustira dan RS Mitra 0.0087
7
Kasih)
Terdapat rumah sakit
yang
juga
bekerjasama dengan 0.0087
7
BPJS
Makin
tingginya
kesadaran
masyarakat
akan 0.0087
7
kualitas pelayanan
Adanya rumah sakit
kompetitor
yang
memiliki fasilitas lebih 0.0087
7
lengkap
Kekuatan

4
4

0.035
08
0.035
08

0.03508

0.01754

0.03508

0.03508

0.03508

0.03508

0.03508

0.03508

0.035
08
0.035
08

0.026
31

0.02631

0.02631

0.026
31

0.03508

0.03508

0.026
31

0.03508

0.03508

0.008
77

0.01754

0.00877

0.035
08

0.03508

0.03508

0.035
08

0.03508

0.03508

0.035
08

0.03508

0.03508

0.035
08

0.03508

0.03508

0.035
08

0.03508

0.03508

170

Sebagian besar dari


perawat di ruang E2
RSUD Cibabat 77,8%
pendidikan
keperawatan D3
sebagian besar dari
perawat di ruang E2
RSUD
Cibabat
Pegawai Negeri Sipil
sebanyak 18 orang
perawat
(94,7%)
PNS.
sebanyak 19 orang
perawat
(100
%)
berada dalam rentang
usia produktif.
sebagian
besar
bekerja selama 6
10 tahun sebanyak
12 orang perawat
(63,2 %).
Tenaga perawat yang
dibutuhkan di ruang
perawatan
bedah
gedung E lantai 2
sebanyak 19 orang.
Sebagian
besar
bekerja berdasarkan
sistem
penugasan,
yaitu perawat tim 1
sebanyak 8 orang
perawat (42,1%) dan
perawat
tim
2
sebanyak 8 orang
(42,1%).
Sebagian
besar
perawat
yang
mengikuti pelatihan
keperawatan
sebanyak 16 orang
(84,2%)
Penugasan
dalam
ruang E2
adalah
menggunakan
metode tim.
Pengetahuan perawat
tentang
Universal
Percuation
adalah
64% (Cukup).

0.0087
7

0.035
08

0.02631

0.00877

0.035
08

0.02631

0.00877

0.035
08

0.02631

0.00877

0.035
08

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.00877

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.00877

0.026
31

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.017
54

0.02631

0.01754

0.0087
7
0.0087
7

0.0087
7

0.0087
7

171

Pengetahuan tentang
Dischard
Planning
60,4% (cukup),
Hasil
pengkajian
dokumentasi
keperawatan sudah
menggunakan
metode ceklist dan
dirasa efektif oleh
perawat.
Rata rata timbang
terima yang dilakukan
adalah 71% sudah
sesuai SOP.
Timbang
terima
dilaksanakan setiap
pagi dengan dipimpin
oleh kepala ruangan
dan
dilanjutkan
dengan
operan
pasien.
Universal Percuation
(penggunaan
APD
(Alat Pelindung Diri)
77% sudah sesuai
SOP (cukup baik).
Pelaksanaan
dischard
planning
98% sudah sesuai
SOP (baik). Hasil
obeservasi
didapatkan perawat
melakukan
discard
planning dengan baik
dan sangat lengkap
sesuai dengan SOP
yang tersedia.
Dokumentasi askep
97% sudah sesuai
sop (baik).
Dalam
penegakan
diagnosa
dan
intervensi
telah
merujuk pada NIC
dan NOC.
Hasil
kepatuhan
perawat
terhadap
SOP adalah 81,8%
(Cukup baik),

0.0087
7

0.017
54

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.00877

0.0087
7

0.026
31

0.03508

0.00877

0.026
31

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.017
54

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.026
31

0.03508

0.01754

0.0087
7

172

Ruangan mempunyai
uang
kas
yang
berasal dari tabungan
perawat,
jasa
tindakan medic dan
dokter,
Sumber pendanaan
alat kesehatan dan
penunjang
dengan
dana
renovasi
ruangan serta bahan
kesehatan
habis
pakai bersumber dari
dana Rumah Sakit.
Pengajuan kebutuhan
alat bagi ruangan
dilakukan oleh Kepala
Ruangan
melalui
Kepala Instalasi rawat
inap.
Pengajuan alat yang
rusak dari ruangan ke
IPSRS medis dan
non medis
Sudah ada kejelasan
tarif ruangan.
Kesejahteraan untuk
pegawai tetap berasal
dari Rumah Sakit.
Adanya
insentif
bulanan
pertanggal
15
dan tunjangan
perbaikanpenghasilan
sesuai
dengan
golongan
Pegawai tidak tetap
mendapatkan
gaji
standar UMK dari
Rumah Sakit.
Gaji pegawai PNS
sesuai dengan aturan
yang berlaku, semua
pegawai
memiliki
tunjangan kesehatan
atau BPJS.

0.0087
7

0.026
31

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.03508

0.0087
7

0.026
31

0.03508

0.03508

0.03508

0.03508

0.00877

0.01754

0.0087
7
0.0087
7

0.035
08
0.008
77

0.0087
7

0.017
54

0.01754

0.00877

0.0087
7

0.008
77

0.01754

0.00877

0.0087
7

0.008
77

0.01754

0.01754

0.0087
7

0.017
54

0.00877

0.00877

173

Adanya
periode
peningkatan
gaji
pegawai tetap berkala
setiap 2 tahun dan
kenaikan
pangkat
atau golongan setiap
3 tahun sekali.
.Adanya
tunjangan
hari
tua
untuk
pegawai negeri.
Adanya
tunjangan
hari raya per tahun
untuk
semua
pegawai.
Adanya gaji ke 13
setiap tahun.
Adanya pendeanaan
untuk
pelatihan,
situasional
atau
berkala atau berkala
house
training
berasal dari sponsor,
rumah sakit, dan
dana pribadi.
Tingkat
Kepuasan
pasien dikategorikan
sangat puas (46,7%),
puas (40%).
Sudah terdapat 10
besar diagnosa medis
di Ruangan E2 RSUD
Cibabat Tahun 2014
Sudah terdapat 10
Besar
diagnosa
Keperawatan
terbanyak di Ruang
E2 RSUD Cibabat
Tahun 2014
Sudah
ada
pendataan 10 besar
Tindakan Terbanyak
di Ruang E2 RSUD
Cibabat Tahun 2014
Sudah ada indikator
mutu
dan
pembahasannya
termasuk
indikator
angka
infeksi

0.0087
7
0.0087
7
0.0087
7
0.0087
7

0.017
54

0.00877

0.00877

0.017
54

0.01754

0.00877

0.01754

0.01754

0.00877

0.00877

0.017
54
0.008
77

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.03508

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.03508

0.02631

0.0087
7

0.017
54

0.03508

0.02631

4
3

0.03508
0.02631

3
4

0.02631
0.03508

0.0087
7
0.0087
7

2
3

0.017
54
0.026
31

174

nosokomial

Sudah
ada
tim
khusus
pengendali
infeksi di Ruangan E2
Angka kejadian ILO
hanya 1 dari 1300
tindakan operasi.
Adanya
website
RSUD
cibabat
(www.rscibabat.com)
Ruang
kepala
ruangan terletak di
belakang
dan
di
samping
ruangan
201. Didalam ruang
karu sudah dilengkapi
dengan meja, kursi
da lemari. Ruangan
layak digunakan.
Didalam
ruang
perawat
terdapat
lemari,
kasur,
musholla, dapur, dan
kamar mandi layak
digunakan.
Terdapat
1
set
komputer
dengan
keadaan masih bagus
dan layak digunakan.
komputer
ditempatkan di
1
ruangan
bersama
karu.
Lemari es terletak di
ruang nurse station.
Lemari es
masih
berfungsi
dengan
baik
dan
layak
digunakan.
Lemari
ada
di
ruangan
perawat
sebanyak 4 buah. 2
lemari kayu, 1 buah
lemari
plastik
bersusun, 1
buah
lemari loker. Keadaan

0.0087
7

0.026
31

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.008
77

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.017
54

0.02631

0.00877

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.01754

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.00877

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.00877

1
1

0.00877
0.00877

1
1

0.00877
0.00877

0.0087
7
0.0087
7

2
1

0.017
54
0.008
77

175

lemari
digunakan.

layak

Terdapat
2
buah
telepon,
1
buah
telepon di meja nurse
station, dan 1 buah
berada di ruang karu.
Telepon
masih
berfungsi
dengan
baik, telepon masih
layak digunakan.
Terdapat 5 buah meja
,1
buah
meja
memanjang , 3 buah
meja yang digunakan
untuk
menyimpan
rak, dan 1 buah meja
untuk mahasiswa.
Terdapat
3
buah
white board, 1 buah
digunakan
untuk
menulis
jadwal
operasi,
2
buah
digunakan
untuk
menulis nama pasien
tiap kamar
Terdapat 4 buah kursi
lipat dan 1 buah kursi
sofa, dalam keadaan
baik
dan
layak
digunakan.
Terdapat 1 buah TV
biasa digunakan oleh
perawat, keadaan TV
layak digunakan.
Kipas angin hanya
ada 1, keadaan layak
digunakan
Terdapat
2
buah
lemari, 1 buah lemari
di simpan di ruangan
kepala ruangan dan 1
buah rak di ruangan
nurse
station.
Keadaan lemari dan

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.00877

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.00877

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.01754

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.00877

0.0087
7

0.008
77

0.00877

0.00877

1
3

0.00877
0.02631

1
4

0.00877
0.03508

0.0087
7
0.0087
7

1
1

0.008
77
0.008
77

176

rak layak digunakan.

Terdapat 5 kamar
pasien untuk kelas 3.
Masingmasing
pasien di ruangan
sudah
dilengkapi
lemari pasien dan
semuanya
layak
dipakai.
Di kamar kelas III
terdapat 10 kamar
mandi tiap ruangan
memiliki 2 kamar
mandi. Keadaaan air
di
kamar
mandi
bersih dan mengalir.
Kamar mandi layak
digunakan.
Tempat
sampah
berada di samping
kamar mandi masingmasing
ruangan
memiliki 2 tempat
sampah.
Lemari linen terletak
di ruang tindakan.
Lemari
layak
digunakan.
Dari hasil observasi
didapatkan
bahwa
hampir seluruh alat
kesehatan yang ada
di ruangan sudah
memenuhuni standar
Depkes (98%).
Setiap bed memiliki
kursi
tunggu
sebanyak 1 buah.
Kelemahan
Jobdesk belum dapat
dilakukan
sesuai
dengan
ketentuan
karena
dalam
pemberian
asuhan

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.03508

0.0087
7

0.026
31

0.01754

0.03508

0.0087
7

0.026
31

0.01754

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.02631

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.00877

0.03508

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.03508

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.03508

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.026
31

177

perawat
melengkapi
sama lain.

saling
satu

1 orang karyawan
kontrak
Pengetahuan tentang
supervisi
53,5%
(kurang).
Pengetahuan tentang
ronde
keperawatan
42,1% (kurang).
Pengetahuan tentang
desentralisasi
dan
sentralisasi
45%
(kurang).
Pengetahuan tentang
dokumentasi
keperawatan adalah
49% (kurang).
Supervisi
jarang
dilakukan
Belum
dilakukan
keperawat.

0.0087
7

0.008
77

0.01754

0.00877

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.01754

0.0087
7

0.035
08

0.03508

0.01754

0.035
08

0.03508

0.01754

0.017
54

0.02631

0.03508

0.02631

0.01754

1
2

0.00877
0.01754

1
2

0.00877
0.01754

pernah
ronde 0.0087
7
Obat dan cairan
pasien
seluruhnya
disimpan di meja
pasien dan diambil
oleh perawat ketika
sudah ada jadwal 0.0087
7
pemberian terapi.
Saat operan pasien
rata-rata
perawat
hanya mengoperkan
instruksi dokter tanpa
mengoperkan
diagnosa
keperawatan
yang
masih dialami oleh 0.0087
7
klien.
Belum
ada 0.0087
remunerasi.
7
Dana pelatihan dan 0.0087
melanjutkan
studi 7
beberapa ada yang
berasal dari dana

3
1
2

0.026
31
0.008
77
0.017
54

178

pribadi.

Indikator
mutu
dengan BOR dibawah
standar (53,86%)
Indikator
mutu
dengan LOS dibawah
standar (3,55%).
13,3% pasien kurang
puas
dengan
pelayanan di E2.
Tidak ada leafleat
tentang 10 besar
penyakit di RSUD
Cibabat Tahun 2014
Tidak
adanya
guestbook
pada
website
Belum
adanya
kuesioner
tentang
pelayanan
(kepuasaan
pelanggan).
Ruangan
tindakan
kurang
layak
digunakan,
karena
masih berada di jalur
evakuasi dan jalur
berkunjung.
Nurse station terletak
di
tengah-tengah
antara pintu masuk lift
dan pintu
masuk
lewat tangga darurat.
Terkadang
dalam
mencampur
obat
dilakukan di nurse
station
Terdapat 1 tempat
cuci tangan

0.0087
7

0.017
54

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.01754

0.0087
7

0.008
77

0.03508

0.02631

0.0087
7

0.026
31

0.03508

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.03508

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.03508

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.02631

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.02631

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.01754

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.01754

0.03508

White board kurang


sesuai dengan jumlah
kamar pasien, dan 1
buah white board
digunakan
untuk 0.0087
7
informasi perawat

0.017
54

0.01754

0.03508

179

Ada beberapa bed


yang kurang layak di
pakai seperti tidak
memiliki bed plang,
tidak
memiliki
pengunci bed, dan
rusaknya
untuk
memposisikan
bed
dikarenakan bautnya
hilang
Papan
identitas
pasien hanya ada di
kamar 205 dan 202
belum ada di kamarkamar
lain,
dan
belum
difungsikan
dengan baik .
Seluruh pasien di
ruangan belum ada
yang menggunakan
gelang
identitas
pasien.
Di
masing-masing
bed belum terpasang
alat panggil perawat
(bel).
Pispot
disimpan
dikamar
mandi
pasien. Terdapat 1
bauh
pispot
di
masing-masing
kamar
mandi
pasien
.dalam
penggunaan
pispot
di nilai kurang efektif
karena
pispot
di
gunakan
bersamasama.
Hand scrub belum
ada di masing-masing
pintu pasien maupun
di
dalam
kamar
pasien.
Tidak setiap rungan
memiliki jam dinding,
hanya ada 2 kamar
yang memiliki jam
dinding dan layak
digunakan.

0.0087
7

0.017
54

0.01754

0.03508

0.0087
7

0.017
54

0.01754

0.03508

0.0087
7

0.026
31

0.01754

0.03508

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.03508

0.0087
7

0.035
08

0.02631

0.03508

0.0087
7

0.026
31

0.02631

0.03508

0.0087
7

0.008
77

0.01754

0.03508

180

Alat tenun di ruangan


belum memadai dan
jumlahnya
belum
sesuai standar, masih
banyak alat tenun
yang tidak terdapat di
ruangan seperti baju
pasien,
celana
pasien, , haduk besar,
haduk kecil, ,dan stik
laken yang masih
jarang
digunakan 0.0087
7
untuk pasien.
Belum
ada
SOP
Kemoterapi
dan
Modern dressing, dan
0.0087
sampah sitotostik.
7
Terdapat 5 kamar
pasien untuk kelas 3,
tetapi belum memiliki 0.0087
7
kamar isolasi.
Thermometer digital
dalam keadaan layak
di pakai namun belum
sesuai
dengan 0.0087
7
standar depkes
Bak instrumen kecil
dalam keadaan layak
dipakai namun belum
sesuai
dengan 0.0087
7
standar depkes
1.0
Keterangan :
AS = 1 4
TS = jumlah total 1

0.017
54

0.00877

0.03508

0.017
54

0.03508

0.03508

0.026
31

0.03508

0.03508

0.017
54

0.01754

0.03508

0.01754
2.84

0.03508
2.72

0.017
54
2.64

183

Tabel 3.37 PLANNING OF ACTION


5W 1H
NO

TUJUAN

KEGIATAN
5M

PENANG
GUNG
JAWAB
Dea

Memberikan
informasi 1. Marketing :
kepada
pasien
dan
- Membuat
leaflet
keluarga pasien mengenai
10 besar penyakit
10 besar penyakit yang
tertinggi
yang
terdapat di E2.
terdapat
di
ruangan E2.
Menyusun dan membuat 1. Man :
Aisyah
proposal pengembangan
- mengoptimalkan
ruangan yang mencakup :
struktur organisasi
- Kebutuhan
Ruang perawatan
pendidikan SDM,
bedah E2.
- Jumlah SDM,
2. Money :
- Pelatihan IPSG6,
- Mengusulkan
- Peralatan dan
untuk
membuat
kebijakan
- Kerjasama
dengan
(proposal) untuk
rumah
sakit
pendanaan
competitor
pendidikan lanjut
- struktur organisasi,
untuk perawat.
- Denah ruangan,
- Alur
penerimaan 3. Material :
- Membuat
alur
pasien.
masuk
pasien
- Kotak saran,
rawat inap.
- papan puasa.
- Mendiskusikan
- Papan.
bersama
kepala
- Pemberitahuan.
ruangan
untuk

WAKTU

INDIKATOR KEBERHASILAN

24-25 Februari 2015

Terdapat leaflet 10 besar kasus penyakit


diruangan yang telah diperbanyak.

26-27 Februari 2015

Terdapat proposal pengembangan ruangan


untuk:
- Mengusulkan pada RS untuk
meningkatkan pendidikan perawat yang
77,8% D3 ke S1,Ners secara
terprogram setiap tahunnya secara
bertahap
- Mengusulkan pada RS untuk
menambahkan universal percuation
dengan menambahkan IPSG6 dan
meningkatkan pencegahan infeksi
dengan mengikutsertakan perawat
dalam seminar IPSG6 dengan
menggunakan dana pelatihan dari
Rumah sakit
- Mengusulkan kelengkapan alat
ruangan yang belum sesuai standar
Depkes.
- Mengajukan untuk pembuatan
questioner kepuasan pasien, SOP
183

4.
-

3.

Melakukan seminar
pengetahuan MPKP
pemula.
Desiminasi Ronde
Keperawatan
Desiminasi supervisi
peran kinerja perawat
sebagai peningkatan
kinerja perawat
professional dalam
memberikan asuhan
keperawatan.

1.

perencanaan
pelebelan tempat
tidur pasien.
Menyediakan
pelabelan tempat
tidur pasien di
ruang 204.
Mendiskusikan
bersama
kepala
ruangan
untuk
pembuatan papan
pemberitahuan
pasien puasa
Marketing :
Membuat usulan
denah
ruangan
E2.
Methode :
Achmad

Melakukan
desiminasi
Peningkatan
Pengetahuan
MPKP,
Ronde
Keperawatan dan
Supervisi
Peran
Kinerja Perawat.

Membuat
video
tentang Supervisi

woundcare modern dressing dan SOP


kemotherapi kepada pihak RS.
- Mengusulkan MOU dengan RS
competitor menjadi satelit marketing RS
dan menjadikan RS sebagai pusat
rujukan pada pasien yang tidak bisa
ditangani oleh RS competitor dan
kerjasama dalam ketenagaan medis
serta perawat professional untuk
kebutuhan kepakaran tenaga ahli
sebagai konsultan.

28 Februari 2015

Terdapat peningkatan pengetahuan post


test dari pre test desiminasi dari masingmasing tema desiminasi sebanyak 10%.
Adanya video ronde keperawatan dan
supervise keperawatan.

184

keperawatan
-

Membuat
video
tentang
ronde
keprawatan.

185

185

Keterangan :
1. Strategi Aggressive
a. Market Penetration
Adalah strategi untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk
atau jasa dalam pasar yang ada sekarang melalui usaha-usaha
pemasaran untuk intensif. Strategi ini dipilih bila : pasar sekarang
belum jenuh, penggunaan dari pelanggan meningkat, pangsa pasar
dari pesaing menurun sedang penjualan total dari industri meningkat
atau kolerasi antar keuntungan dan biaya pemasar tinggi.
b. Market Development
Adalah strategi mengenal produk atau jasa yang ada ke daerah
yang baru. Strategi ini dipilih bila terdapat jaringan distribusi baru yang
murah, baik, dan dapat diandalkan, organisasi sangat sukses, pasar
belum jenuh, atau organisasi mempunyai kapasitas produk yang
berlebih.
c. Product Development
Adalah strategi yang berusaha meningkatkan penjualan dengan
jalan memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada.
Strategi ini dipilih bila organisasi mempunyai produk sukses yang
sudah dalam tahap matang dengan menarik pelanggan yang puas
terhadap produk baru, persaingan industri dengan ciri teknologi yang
cepat berkembang, pesaing utama menawarkan produk dengan
kualitas yang lebih baik dengan harga bersaing, organisasi bersaing
dalam industri dengan pertumbuhan tinggi atau mempunyai
kemampuan riset dan pengembangan yang kuat.
d. Backward Integration
Adalah strategi untuk mendapatkan atau meningkatkan control
terhadap perusahaan pemasok. Strategi ini di pilih bila pemasok yang
sekarang mahal dan tidak dapat di andalkan untuk memenuhi
kebutuhan , jumlah pemasok sedikit dan jumlah pesaing banyak,
organisasi bersaing di dalam industri yang sedang berkembang, atau
pemasok sekarang mempunyai profit margin yang tinngi.
e. Forward Integration
Adalah strategi untuk mendapatkan atau meningkatkan control
terhadap distributor atau pengecer. Strategi ini dipilih bila tidak ada
distributor yang baik untuk bersaing di dalam industri yang sedang
berkembang atau distributor dan pengecer sekarang mempunyai profit
yang tinggi.
f. Horizontal Integration
Adalah strategi untuk mendapatkan kepemilikan atau
meningkatkan control terhadap pesaing. strategi ini di pilih bila
organisasi mendapat monopoli, bersaing di dalam industry yang
sedang berkembang, atau pesaing kurang menguasai pengolahan
pemasok.

186

g. Conglomerate Diversification
Adalah menambah produk atau jasa baru. Beberapa perusahaan
melakukan diversifikasi konglomerat sebagian didasarkan pada
harapan laba dari memrcah-mecah perusahaan yang dibeli dan
menjual divisi sebagai.
h. Concentric Diversification
Adalah menambah produk atau jasa baru tetapi berkaitan secara
langsung.
i. Horizontal Diversification
Adalah menambah produk atau jasa tetapi tidak berkaitan untuk
pelanggan yang sudah ada. Resiko strategi ini tidak sebesar
diversifikasi konglomerat karena perusahaan pasti sudah mengenal
pelanggan yang sudah ada.