Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hortikultura berasal dari kata hortus (garden atau kebun) dan colere (cultivate
atau budidaya). Secara harfiah istilah hortikultura diartikan sebagai usaha
membudidayakan tanaman buah-buahan, sayuran dan tanaman hias, sehingga
hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang mempelajari
budidaya buah-buahan, sayuran dan tanaman hias.
Peranan hortikultura adalah memperbaiki gizi masyarakat, memperbesar
devisa negara, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani
dan pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan. Dalam
membahas masalah hortikultura perlu diperhatikan pula mengenai sifat khas dari
hasil hortikultura, yaitu tidak dapat disimpan lama, perlu tempat lapang
(voluminous), mudah rusak (perishable) dalam pengangkutan, melimpah/meruah
pada suatu musim dan langka pada musim yang lain, dan fluktuasi harganya
tajam. Setelah mengetahui manfaat serta sifat-sifatnya yang khas dalam
pengembangan hortikultura agar dapat berhasil dengan baik, maka diperlukan
pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan hortikultura tersebut.
Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput,
berbatang pendek dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berongga seperti
pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis. Oleh
karena itu, bawang merah disebut umbi lapis. Tanaman

bawang merah

mempunyai aroma yang spesifik yang marangsang keluarnya air mata karena
kandungan minyak eteris alliin.
Jagung (Zea mays L.) merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi
kehidupanmanusia dan hewan. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga
merupakan bahan bakumakanan ternak. Kebutuhan akan konsumsi jagung di
Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat
konsumsi perkapita per tahun dan semakinmeningkatnya jumlah penduduk
Indonesia. !i Indonesia jagung merupakan komodititanaman pangan penting,
namun tingkat produksi belum optimal.

Berdasarkan uraian diatas maka hortikultura adalah ilmu mempelajari


pembudidayaan tanaman buah-buahan, sayuran dan tanaman hias dengan cara
efisien dan meningkatkan produksi secara baik.
1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum ini, yaitu untuk mengetahui teknik budidaya dari
tanaman bawang merah (Allium cepa L.) dan Jagung (Zea mays L.) dan
mahasiswa mengetahui pengaruh perlakuan pemberian pupuk pada tanaman yang
dibudidayakan.
Kegunaannya yaitu untuk meminimalkan dampak negatif persaingan sejenis
pada tanaman bawang merah dan jagung di lahan pertanian dengan pengaturan
jarak tanam. Dan apabila melakukan penanaman dalam jumlah banyak dan
mengetahui dampak negatifnya bisa menghindari dampaknya atau meminimalkan
dampak yang terjadi untuk meningkatkan produksi. Praktikum ini juga dapat
menjadikan pengalaman serta pembelajaran yang berguna saat mahasiswa terjun
ke masyarakat atau ke lapanagan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Budidaya Tanaman Jagung
Benih diambil hanya dari tanaman dan tongkol yang baik dan sehat saja.
Pilihlah tongkol-tongkol yang besar, barisan biji lurus dan penuh, tertutup rapat oleh kelobotnya, dan cukup tua. Dari tongkol.-tongkol terpilih, pisahkanlah bijibiji kecil yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung dari tongkol. Hanya biji
yang rata besarnya dan sehat saja diambil sebagai benih. Bila jumlah tongkol
terpilih sangat terbatas, dapat juga digunakan semua biji yang terdapat pada
tongkol tersebut. Benih harus cukup sehat dan kering, bertenaga tumbuh lebih dari
90%, murni dan bebas dari kotoran. Pada dewasa ini terdapat benih-benih varitas
unggul yang cocok untuk dataran rendah dengan umur dipanen.
Pada waktu hujan sudah mulai turun. Kelambatan penanaman jagung labuhan
sampai dengan bulan Desember mengakibatkan tanaman menderita serangan
penyakit bulai (Downy mildew) yang berat dan dapat mengakibatkan kegagalan
total. Penanaman jagung ditegalan dapat pula dilakukan, pada musim.
marengan/saat musim hujan hampir berakhir, pada bulan Februari - April. Ditanah
sawah biasanya jagung ditanam dalam tiga musirn yaitu pada musim labuhan,
sebelum padi musim penghujan ditanam, pada musim marengan setelah padi
musim penghujan dipanen dan juga pada musim kemarau. Untuk peneneman
musim labuhan sebaiknya digunakan varitas Genjah atau varitas unggul agak
dalam yang dipungut muda, sehingga tersedia cukup waktu untuk persiapan
penanaman padi sawah.
Menurut Widyastuti (2002), adapun beberapa teknik yang harus diperhatikan
sebelum penanaman tanaman jagung tersebut, yaitu:
a. Pengolahan tanah
Pada waktu pengolahan, keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah
tetapi harus cukup lembab sehingga mudah dikerjakan, dan tidak lengket, sampai
tanah menjadi cukup gembur. Pada tanah-tanah berpasir atau tanah ringan tidak
banyak diperlukan pengerjaan tanah. Pada tanah-tanah berat dengan kelebihan air,
perlu dibuat saluran penuntas air. Pembuatan saluran dan pembumbunan yang
tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air yang sangat merugikan bagi

pertumbuhan tanaman jagung. Pengolahan tanah untuk jagung labuhan harus tepat
dan cepat dapat dilakukan karena hujan kadangkala datang lebih awal. Bilamana
tidak sempat untuk mengerjakan tanah secara keseluruhan karena waktu tanam
mendesak, maka pengerjaan tanah dapat dilakukan hanya pada barisan yang akan
ditanami saja sedalam 15 - 20 cm sampai tanah menjadi cukup gembur.
Berdasarkan hasil penelitian pada tanah: latosol dan aridosol cara ini memberikan
hasil yang tidak berbeda nyata dengan pengerjaan tanah yang biasa.
b. Jarak tanam
Varitas yang berbeda umurnya mempunyai optimum populasi yang berbeda.
Bagi varitas yang berumur dalam ( 110 hari) seperti Harapan Bogor, Composite
populasi optimum adalah 50.000 tanaman/ha, ditanam dengan jarak 100 x 40
cm. dengan 2 tanaman per lubang atau 75 x 25 cm dengan 1(satu) tanaman per
lubang. Varitas yang berumur tengahan (80 - 90 hari) seperti Panjalinan dan
Genjah Kretek, optimum populasi adalah t 70.000. tanaman/ha, ditanam dengan
jarak tanam 75 x 20 cm dengan 1 (satu) tanaman per lubang. Dalamnya
penanaman adalah 3 cm.
c. Pemupukan
Pemupukan. Tanaman jagung tidak akan memberikan hasil maksimal
manakala unsur hara yang diperlukan tidak cukup tersedia. Pemupukan dapat
meningkatkan hasil panen secara kwantitatif maupun kwalitatif. Pemberian pupuk
Nitrogen merupakan, kunci utama dalam usaha meningkatkan produksi.
Pemberian pupuk phosphat dan kalium bersama-sama dengan nitrogen
memberikari hasil yang lebih baik. Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen,
akan nampak kerdil, warna daun hijau muda kekuning-kuningan, buah terbentuk
sebelum waktunya dan tidak sempurna: Gejala kekurangan unsur, phosphat. jelas
terlihat terutama pada waktu tanaman masih muda di mana daun-daunnya
berwarna ungu dan akan berubah hijau kembali seperti biasa bilamana kemudian
tanaman-mendapatkan cukup, phosphat. Tanaman yang kekurangan kalium
memberikan gambaran seolah-olah layu, bagian tepi dari daun mula-mula menjadi
kuning (chlorosis), kemudian berubah menjadi kecoklat-coklatan dan bagian daun
yang sudah mati akan gugur.

2.2 Budidaya Tanaman Bawang Merah


Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput,
berbatang pendek dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berongga seperti
pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis. Oleh
karena itu, bawang merah disebut umbi lapis. Tanaman

bawang merah

mempunyai aroma yang spesifik yang marangsang keluarnya air mata karena
kandungan minyak eteris alliin. Batangnya berbentuk cakram dan di cakram inilah
tumbuh tunas dan akar serabut. Bunga bawang merah berbentuk bongkol pada
ujung tangkai panjang yang berlubang di dalamnya. Bawang merah berbunga
sempurna dengan ukuran buah yang kecil berbentuk kubah dengan tiga ruangan
dan tidak berdaging. Tiap ruangan terdapat dua biji yang agak lunak dan tidak
tahan terhadap sinar matahari (Sunarjono, 2004).
Menurut Cahyono (2005), adapun beberapa teknik yang harus diperhatikan
sebelum penanaman tanaman bawang merah, yaitu:
a. Wilayah Penanaman
Tanaman ini dapat ditanaman dan tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian
1000 meter dari permukaan laut. Walaupun demikian untuk pertumbuahan optimal
adalah pada ketinggian 0-450 meter dari permukan laut. Komoditas sayuran ini
pada umumnya peka terhadap keadaan iklim yang buruk seperti curah hujan dan
intensitas curah hujan yang tinggi serta cuaca berkabut. Tanaman bawang merah
memerlukan penyinaran cahaya matahari yang maksimal (minima 70%
penyinaran), suhu udara 25-32 celsius serta kelembapan nasti yang rendah.
b. Jenis Tanah
Jenis tanah yang cocok untuk tanaman bawang merah yaitu tanah aluvial atau
kombinasinya dengan tanah Glei-humus atau latosol. Ciri-ciri tanah yang baik
antara lain yang berstuktur remah, tekstur sedang sampai liat, darainase atau aerasi
baik, mengandung bahan organik yang cukup dan reaksi tanah tidak masam
(pH:5,6-6,5).
c. Waktu Penanaman
Waktu tanam yang baik adalah musim kemarau dengan ketersedian air atau
pengairan yang cukup, yaitu pada bulan April-Mei setelah panen padi pada bulan
Juli atau Agustus. Penanaman dimusim kemarau tersebut biasanya dilaksanakan

pada lahan bekas sawah atau tebu, sedangkan

penanaman di musim hujan

dilakukan pada lahan tegalan. Selain iyu bawang merah dapat ditanam secara
tumpangsari seperti tanaman capai.
2.3 Pupuk Organik
Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas
bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui
proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan
organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Definisi tersebut
menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada kandungan C-organik
atau bahan organik daripada kadar haranya, nilai C-organik itulah yang menjadi
pembeda dengan pupuk anorganik (Mahadianto, 2007).
2.3.1 Pupuk Organik Cair diperkaya Trichoderma sp.
Pupuk organik cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang
berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur
haranya lebih dari satu unsur.Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara
cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu
menyediakan hara secara cepat.
Trichoderma merupakan jamur antagonis yang bersifat preventif bagi tanaman.
Hal ini sesuai dengan literatur Harman (1998) yang menyatakan bahwa Potensi
jamur Trichoderma sebagai jamur antagonis yang bersifat preventif terhadap
serangan penyakit tanaman telah menjadikan jamur tersebut semakin luas
digunakan oleh petani dalam usaha pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan .( Suwahyono dan Wahyudi .2005).
2.3.2 Pupuk Kandang
Pemberian pupuk kandang memberikan rata-rata kadar C-organik tanah yang
lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis pupuk organik yang lainnya. Hal ini
disebabkan karena pupuk kandang merupakan pupuk dingin yang artinya
perombakan oleh mikroorganisme tanah terjadi secara perlahan-lahan, kurang
terbentuk panas sehingga hara yang terlepaskan secara berangsur-angsur. Selain
itu, pupuk kandang kadar C-organik awalnya lebih tinggi dari yang lain, banyak
mengandung air, lendir dan bila kena udara menjadi padat/kerak sehingga udara
dan air selanjutnya sukar masuk ke dalamnya, sehingga dengan demikian karena

sulit termineralisasi menyebabkan kadar C-organik tanah lebih tinggi bila


dibandingkan dengan jenis pupuk organik yang lainnya.
2.3.3 Pupuk Kompos
Kompos adalah peruraian bahan organik oleh jasad renik (mikrobia).
Pemberian kompos tidak hanya memperkaya unsur hara bagi tanamn, namun juga
berperanan dalam memperbaiki struktur tanah, tata udara dan air dalam tanah,
mengikat unsur hara dan memberikan makanan bagi jasad renik yang ada dalam
tanah sehingga meningkatkan peran mikrobia dalam menjaga kesuburan tanah.
2.4 Budidaya Tanaman Buah Naga
Menurut Hardjadinata (2010), adapun beberapa teknik yang harus diperhatikan
sebelum penanaman tanaman buah naga, yaitu:
a. Pengolahan Lahan
Lahan yang diolah akan mendukung pertumbuhan tanaman buah naga agar
dapat tumbuh dan berkembang optimal serta berproduksi maksimal. Pengolahan
lahan memiliki manfaat antara lain: membuat lahan menjadi gembur, membunuh
hama dan penyakit, membuang gas-gas dalam tanah yang berbahaya bagi
tanaman. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan tanah:
- Lahan dibersihkan dari semak belukar, sisa-sisa tanaman, bebatuan dan
berbagai pengganggu lainnya.
- Lahan kemudian dicangkul dan dibalik untuk meningkatkan aerasi tanah serta
membuang gas-gas berbahaya bagi tanaman
- Tanah dihaluskan, bongkahan-bongkahan tanah dihancurkan hingga menjadi
struktur yang lebih kecil.
- Buat bedengan dengan arah barat-timur. Lebar bedengan dapat 1 m atau 4
meter. Tinggi bedengan sekitar 30-50 cm.
- Jarak antar bedengan 50-100 cm dibuat parit untuk pengairan
- Lahan yang telah siap dibiarkan beberapa hari terkena sinar matahari sebelum
ditanami.
b. Teknik Penanaman
Persyaratan yang mutlak tidak terlalu terpengaruh dengan kualitas tanah.
Tanah jenis apa saja boleh. Membutuhkan penyinaran penuh dari sinar matahari,
Tanaman Buah Naga ini cocok didaerah tropis dan tidak tahan dingin, kalau terus

menerus temperaturnya dibawah 18 celsius, daun bisa berubah warna menjadi


kuning dan batangnya akan bengkak akibat kedinginan, namun tidak akan
mengganggu pertumbuhannya. Tanaman buah naga ini penanaman bibit hingga
panen memerlukan waktu 712 bulan, setelah itu bisa memetik hasilnya
sepanjang tahun.
c. Pemeliharaan Tanaman
Umumnya pengairan dilakuka dengan system tadah hujan, namun tanaman
buah naga tetap memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya.
Kekurangan air pada masa vegetatif dapat menyebabkan tanaman layu dan susah
bertunas. Selama masa vegetatif tanaman disiram 1 minggu sekali sampai umur
tanaman 6 bulan.
Masa generatif telah muncul bunga dan buah maka penyiraman dilakukan 1014 hari sekali. Kekurangan air pada masa generative dapat menimbulkan
kerontokan bunga dan buah yang terbentuk tidak sempurna, namun kelebihan air
pada masa ini akan menyebabkan buah kurang manis dan mudah pecah.
Penyiraman dilakukan pada pagi hari dan sore hari pada pukul 06.00 dan 17.00.
volume pemberian antara 3-5 liter per lubang tanam, penyiraman dilakukan
dengan membasahi sekeliling tanaman hingga kondisi tanah tidak terlalu becek
dan tidak terlalu kering.
d. Pemupukan
Pupuk ibarat makanan atau nutrisi tambahan bagi tanaman, meskipun tanah
telah menyediakan hara tetapi ketersediaan hara biasanya tidak mencukupi untuk
menunjang perkembangan tanaman selanjutnya. Untuk memenuhinya maka perlu
adanya pupuk susulan (tambahan), untuk penanaman system organik pemupukan
tentu berdeda dengan system penanaman anorganik. Penanaman organik haya
menggunakan bahan-bahan organik saja seperti pupuk kandang dari kotoran sapi,
kambing atau kompos tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia buatan seperti
NPK, dan urea. Pupuk kandang diberikan sebangnyak 2-5 kg pertanaman dengan
interval pemberian 2-3 bulan sekali.
e. Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk memperoleh bentuk tanaman yang baik
sehingga akan memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik pula, selain itu

pemangkasan dilakukan untuk membuang bagian yang sudah tidak produktif lagi,
seperti cabang kerdil alatu lurus. Bagian yang tidak produktif akan menghambat
pembentukan tunas baru dan buah karena berkompetensi dengan batang produktif
dalam memperoleh hara.

BAB III
METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu
Praktikum Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura dilaksanakan
setiap Hari Jumat Pukul 08.00 - 10.00 WITA mulai Tanggal 12 Februari 2016
sampai 25 Maret 2016 dilaksankan di Teaching Farm Fakultas Pertanian
Universitas Hasanuddin Makassar.
3.2 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan yaitu cangkul, patok, tali rafiah.
Adapun bahan yang digunakan yaitu benih bawang merah, benih jagung,
pupuk kandang, pupuk kompos, POC yang diperkaya Trichoderma, sebaco.
3.3 Metode Praktikum
Metode praktikum yang dilakukan yaitu:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Melakukan pengolahan lahan seperti pembersihan lahan, pembuatan bedengan
dan pemberian pupuk dasar.
3. Melakukan penyemaian dengan media semai yaitu sebaco (khusus bawang
merah).
4. Melakukan pemindahan benih dari media semai ke lahan (khusus bawang
merah). Sedangkan jagung langsung ditanam di lahan dengan satu benih per
lubang tanam.
5. Melakukan pemeliharaan (penyiraman dan penyiangan) setiap hari dan
melakukan penyiraman poc setiap minggu selama tiga minggu
6. Melakukan pengamatan yaitu mengukur tinggi tanaman dan menghitung
jumlah daun tanaman setiap minggunya.
3.4 Parameter Pengamatan
Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu pengukuran tinggi tanaman.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel.1 Pengamatan pada Tanaman Jagung
Tinggi Tanaman (cm)

27
30
28
32
50
48
46

P3
Pupuk
Kandang +
Kompos
(cm)
44
48
46
42
53
52
53

37.66666667
38.66666667
33.83333333
37.66666667
45.66666667
47.33333333
47.66666667

37.28571429

48.28571429

41.21428571

Tanaman

P1
Pupuk Kandang
(cm)

P2
Pupuk
Kompos
(cm)

1
2
3
4
5
6
7
Rata Rata

42
38
27.5
39
34
42
44
38.07142857

Rata - Rata

Tabel.2 Pengamatan pada Tanaman Bawang Merah


Tinggi tanaman (cm)

23
24
22
22
20
17
22

P3
Pupuk
Kandang +
Kompos
(cm)
25
28
29
30
24
31
29

23
27.33333333
23
26.66666667
24
27
25.66666667

21.42857143

28

25.23809524

Tanaman

P1
Pupuk Kandang
(cm)

P2
Pupuk Kompos
(cm)

1
2
3
4
5
6
7
Rata Rata

21
30
18
28
28
33
26
26.28571429

Rata - Rata

4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil dari data diatas, komoditas yang diamati adalah tanaman
jagung dan tanaman bawang merah. Hasil yang didapatkan dari komoditas
tersebut, yaitu perbedaan hasil dari ketinggian dari ketiga perlakuan yang berbeda.

Pada perlakuan pertama (P1) digunakan pupuk kandang, perlakuan kedua (P2)
digunakan pupuk kompos, dan perlakuan ketiga (P3) digukanan pupuk kandang
dengan kompos.
Pada tanaman jagung, hasil tinggi tanaman yang didapatkan dari ketinggian
tertinggi ke ketinggian terendah yaitu P3 dengan rata-rata ketinggian 48,28 cm, P1
dengan rata-rata ketinggian 38 cm, dan P2 dengan rata-rata ketinggian 37,28 cm.
Pada tanaman bawang merah, hasil tinggi tanaman yang didapatkan dari
ketinggian tertinggi ke ketinggian terendah yaitu P3 dengan rata-rata ketinggian
28 cm, P1 dengan rata-rata ketinggian 26,28 cm, dan P2 dengan rata-rata
ketinggian 21,42 cm.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang
mempelajari budidaya buah-buahan, sayuran dan tanaman hias.
2. Peranan hortikultura adalah memperbaiki gizi masyarakat, memperbesar
devisa negara, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan
petani dan pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan.
3. Pada tanaman jagung, pemberian pupuk kandang + kompos memberikan
hasil terbaik pada ketinggian tanaman dan jumlah daun tanaman.
4. Pada tanaman bawang merah, pemberian pupuk kandang + kompos
memberikan hasil terbaik pada ketinggian tanaman.
5.2 Saran
Kepada para asisten agar perlunya pendampingan praktikan secara intensif,
agar praktikan benar-benar mengetahui inti dari kegiatan praktikum sehingga para
praktikan mendapatkan suatu pengetahuan baru.

DAFTAR ISI
Cahyono, Bambang. 2005. Bawang Merah Intensifikasi usaha tani. Yogyakarta:
Kanisius. ISBN 979-497-323-8.
Hardjadinata, S. 2010. Budidaya Buah Naga Super Red Secara Organik. Penebar
Swadaya, Jakarta.
Mahadianto, Nur. 2007. Budidaya Buah Naga (Dragon Fruit).
http://agribisnis.deptan.go.id. Diakses Pada Tanggal 30 Maret 2016.
Widyastuti. 2002. Meningkatkan Produksi Jagung di Lahan Kering, Sawah, dan
Pasang Surut. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.

Laporan Praktek Lahan


Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura

PERTUMBUHAN JAGUNG DAN BAWANG MERAH PADA


PERTANAMAN TUMPANG SARI DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN
ORGANIK

NAMA

: ANDI DIRHAM NASRUDDIN

NIM

: G111 14 510

KELAS

:C

KELOMPOK

: 7 (TUJUH)

ASISTEN

: NURSYAMSIH TAUFIK

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016