Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS JATI DIRI DAN KINERJA

EKONOMI TERHADAP KOPERASI


SYARIAH MIITRA KARYA AIRLANGGA

DISUSUN OLEH:

ARIKA KAMELIA

041411331035
KELAS M

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
5/13/16

2015

1. Gambaran Umum Koperasi


Koperasi Syariah Mitra Karya Airlangga (MIKA) adalah sebuah koperasi koperasi yang
satu-satunya dikelola secara syariah Islam di Universitas Airlangga dengan No. Badan
Hukum P2T/24/09.01/VIII/2011 yang didirikan pada tahun 2011. Kantor koperasi tersebut
mulai dibuka dari jam 09.00-15.00 WIB di ruang PDAK (Pusat Data dan Analisa Keuangan)
pada hari senin-sabtu di samping ruang Mandiri Sekuritas, Ruang Baca Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Airlangga.

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

Koperasi MIKA memiliki Visi dan Misi


yaitu:
1. Visi Koperasi MIKA Airlangga adalah:

Menjadi Soko guru Ekonomi Rakyat/Masyarakat

Menjadikan Koperasi Syariah sebagai tempat kesejahteraan karyawan dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Unair (anggota)

2. Misi Koperasi MIKA Airlangga adalah:


a.

Meningkatkan pendapatan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya

b.

Mensejahterakan anggota khususnya dan masyarakat luas pada umumnya

c.

Membentuk masyarakat Madani dalam usaha ekonominya

d.

Menciptakan pengusaha-pengusaha yang tangguh di lingkungan Unair pada khususnya dan masyarakat pada umumnya

e.

Menciptakan pengusaha-pengusaha tangguh di lingkungan masyarakat Surabaya

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

Struktur Organisasi
Pembina Koperasi MIKA adalah:
1.

Bapak Karyadi Mintarum

2.

Bapak Suherman Rosyidi

3.

Bapak Yazid, dan

4.

Ketua Departemen Ekonomi Syariah

Pengurus Koperasi MIKA adalah:


a.

Ketua

: Ibu Dina Fitrisia

b.

Sekretari: Bapak Bayu

c.

Bendahara

: Bapak Shaleh

Manajemen:
a. Ketua: Nining Islamiyah (Akuntansi 2012)
. Divisi-divisi yang terdapat pada Manajemen Koperasi MIKA yaitu:
1. Funding

: 4 orang

2. Financing : 4 orang
3. Keuangan : 2 orang
4. HRD : 4 orang
5. KWU : 3 orang
5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

Usaha yang dilakukan oleh Koperasi MIKA adalah:


1.

Unit Perdagangan

2.

Unit Jasa katering, biro perjalanan, event organizer, jasa perantara

3.

Unit Persewaan persewaan kendaraan

4.

Unit Konsultan perbankan syariah, konsultan hukum dan fikh syariah

5.

Unit Usaha Pendidikan

6.

Unit Usaha Kesehatan

7.

Unit Usaha Jasa Keuangan syariah (yang paling aktif berjalan)

Simpanan Wajib: 50.000 (dibayarkan setiap bulan)


Simpanan pokok: 50.000
RAT dilaksanakan setahun sekali pada akhir tahun
Sanksi dikenakan pada peminjam yang telat dalam membayar angsurannya. Jumlah denda Rp 5000 per hari.
5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

2. Hasil analisis kinerja Koperasi Mitra


Karya Airlangga
a. Menggunakan metode Development Ladder Assessment
(DLA)
DLA atau PTP () terdiri dari 24 indikator kinerja

7 indikator visi

9 indikator kapasitas

4 indikator sistem dan sumber daya keuangan (dihitung 2 X)

4 indikator jaringan kerja


Masing-masing indikator diberi bobot 1-5 dan kemudian hasil penilaian dibagi menjadi 3 kelompok (Zona).
Zona Hijau : kinerja baik
Zona Kuning
: kinerja memuaskan tapi memerlukan perhatian lebih lanjut.
Zona Merah : organisasi dalam kesulitan

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

Kekurangan:
Kurang melakukan branding dengan baik
Jumlah modal sangat minim
Manajemen asset kurang baik
Pernah mendapat surat teguran dari Dinas Koperasi
Para anggota kurang memiliki rasa kepemilikan atas koperasi
Kelebihan:
Membentuk manajemen yang dikelola oleh mahasiswa
Keterwakilan atas perempuan tinggi
Dibimbing oleh orang yang kompeten di bidangnya
Audit terhadap sistem koperasi berjalan dengan baik
Produk usaha yang berupa simpan pinjam berjalan dengan baik

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

B. Analisis Jatidiri Koperasi Mitra


Karya Airlangga Menurut Grid
Model ICA ROAP

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi koperasi


pada saat tertentu dilihat dari segi perusahaan maupun
perkumpulannya. Dalam kuadran model kisi-kisi ini, terdiri
dari dua poros yakni poros X yang mencirikan hal-hal yang
berkaitan dengan pengendalian negara pada sebelah kiri
dan kemampuan daya saing koperasi di sebelah kanan.
Sedangkan poros Y mencirikan hal-hal yang berkaitan
dengan jatidiri di sebelah atas dan hal-hal yang berkaitan
dengan prinsip-pinsip perusahaan yang berorientasi pada
investasi.
5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

3. Kesimpulan dan Saran


Berdasarkan hasil analisis dan uraian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya,
maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
a. Secara keseluruhan hasil analisis kinerja Koperasi Mitra Karya Airlangga menggunakan metode
Development Ladder Assessment mendapatkan score 62 yang berada di zona kuning. Hal ini
menunjukkan bahwa secara umum kinerja Koperasi Mitra Karya Airlangga memuaskan, namun
memerlukan perhatian lebih lanjut.
b. Indikator visi, kapasitas, dan sumber daya pada Koperasi Mitra Karya Airlangga berada pada
zona kuning dengan score masing-masing 17, 24, dan 13 yang menunjukkan bahwa kinerja
koperasi secara umum memuaskan namun ada beberapa yang belum sesuai dengan visi koperasi.
Sedangkan indikator jaringan kerja berada pada zona kuning dengan score 8 yang berarti bahwa
kinerja koperasi memuaskan tetapi masih memerlukan perhatian lebih lanjut.
5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

a.

Dilihat dari analisis indeks jatidiri Daniel Cote, Koperasi Mitra Karya Airlangga berada pada kuadran II di mana penerapan jatidiri
baik namun kurang adanya kegiatan yang penuh persaingan. Indikator intensitas koperasi terhadap aturan pasar (sumbu x)
menunjukkan bahwa besarnya jumlah rasio solvabilitas yang diwakili oleh rasio hutang terhadap ekuitas telah melebihi standar rasio
yang dianjurkan. Sementara untuk variabel ukuran pasar pada unit usaha simpan pinjam masih didominasi oleh para mahasiswa,
untuk dosen dan karyawan, koperasi belum mampu memenuhi permintaan tersebut. Upaya deregulasi dilakukan oleh Koperasi Mitra
Karya Airlangga dengan mempertimbangkan saran dan pendapat anggota dalam menentukan kebijakan fiscal melalui wawancara
ketika pihak koperasi melakukan penagihan hutang. Akan tetapi, Koperasi Mitra Karya Airlangga kurang optimal dalam branding
sehingga masih banyak civitas akademika di fakultas dan Universitas yang belum mengetahui keberadaannya.

b.

Sementara itu, untuk indikator intensitas jatidiri koperasi yang diwakili oleh sumbu y menunjukkan pengaplikasian jatidiri koperasi
yang baik. adanya pengendalian secara demokratis di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama, terdapat hubungan
kepemilikan yang kuat di antara anggota, dipenuhinya cadangan koperasi sesuai kesepakatan, dan pembagian SHU yang adil.

c.

Untuk analisis menggunakan model kisi-kisi dari ICA ROAP, Koperasi Mitra Karya Airlangga berada pada kuadran II yang terletak
pada titik temu koordinat (-14 , 40) dan (-9 , 12). Keadaan ini menunjukkan bahwa penerapan jatidiri koperasi cukup baik. Kegiatankegiatan yang dilakukan koperasi didasarkan pada definisi, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip koperasi. Akan tetapi daya saingnya masih
sedang dikarenakan kurangnya jumlah modal, branding yang belum optimal, serta masih tingginya tingkat ketergantungan koperasi
pada modal luar. Sehingga koperasi belum memiliki daya saing yang cukup tinggi.

5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66

Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, maka terdapat beberapa saran yang dapat diajukan
yakni:
Meningkatkan keefektifan hubungan organisasi dengan anggota dengan memperbaiki kualitas
pertemuan kelompok agar semua informasi dapat tersampaikan kepada anggota secara tepat
waktu dan juga untuk memupuk rasa kepemilikan dan kebersamaan di antara anggota.
Dalam upaya meningkatkan kualitas kinerjanya, Koperasi juga perlu mencantumkan
mekanisme penyelesaian sengketa dalam Anggaran Dasar agar selanjutnya bila terjadi
persengketaan masalah dapat diselesaikan secara adil dan cepat. Keberadaan mekanisme
penyelesaian sengketa sangat penting karena merupakan bagian dari jatidiri koperasi.
Koperasi merupakan badan usaha yang dikendalikan secara demokratis, oleh karena itu
koperasi menyelesaikan masalahnya dengan musyawarah mufakat dan pemungutan suara
untuk kasus-kasus tertentu yang tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah.
Dalam upaya meningkatkan daya saing, koperasi perlu melakukan peningkatan jumlah modal
untuk usaha simpan pinjamnya, dan melakukan branding yang efektif.
5/13/16

Arika Kamelia/041411331035/M/66